Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:5
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.
Dari pasal 14 kita melihat orang-orang yang mengikuti Yesus. Pasal 15 dikatakan mereka adalah orang-orang yang menang. Jadi pengikutan yang benar kepada Yesus akan diakhiri dengan kemenangan dan kebahagiaan sempurna yaitu pintu Sorga terbuka.
Ingat ada pengikutan dan pelayanan kepada Tuhan yang kelihatan hebat di mata manusia, tetapi berakhir dengan pintu Sorga tertutup! Jadi jangan kita terkecoh dengan pandangan jasmani.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Ini pelayanan hebat di mata manusia tetapi diusir oleh Tuhan, Tuhan bilang Aku tidak pernah mengenal kamu! Ini jangan terjadi kepada kita, kita hebat melayani tetapi ternyata diusir oleh Tuhan, pintu sorga tertutup.
Apa penyebabnya? Karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan = tidak taat pada Firman Tuhan, tidak sesuai Firman. Berarti hatinya tidak baik, hatinya keras. Tidak taat itu soal hati. Jadi pembukaan pintu sorga tergantung hati kita. Kalau hati tidak baik, tidak taat, pintu Sorga tidak terbuka. Kalau hati nurani baik, taat, pintu sorga terbuka.
Dalam pasal 15, pintu sorga dikaitkan dengan Tabernakel. Untuk mengetahui pintu sorga kita pelajari dari 3 macam pintu Tabernakel.
1. Pintu gerbang
Keluaran 27:16
27:16 tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya — tenunan yang berwarna-warna — dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.
Pintu pertama dalam Tabernakel adalah pintu gerbang. Ini disebut pintu gerbang kebenaran atau pintu gerbang keselamatan.
Mazmur 118:19
118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Pintu Gerbang terdiri dari 3 tirai atau kain penutup, menunjuk pribadi Tuhan Yesus Kristus. Ada 4 tiangnya, menunjuk 4 injil yaitu Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Kalau disimpulkan, pintu gerbang adalah percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar Injil atau Firman.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Kita sudah bertahun-tahun mendengar Injil, seharusnya sudah mantap dalam keselamatan.
Setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, pintu ini sudah dijaga oleh 2 kerub dengan pedang yang menyambar-nyambar, tidak ada yang boleh masuk melalui pintu itu.
Kejadian 3:24
3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Pintu taman Eden, pintu Firdaus sudah tertutup dan manusia diusir keluar lalu dijaga oleh kerub dengan pedang menyambar-nyambar. Tetapi syukur Yesus rela kena pedang menyambar-nyambar itu untuk membuka pintu gerbang kebenaran atau keselamatan bagi kita. Buktinya Yesus rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita manusia berdosa, untuk membuka pintu gerbang keselamatan bagi kita sekalian.
Roma 3:23-24,10
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Tidak ada yang benar! Mau dia rohaniawan, tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Orang yang tidak benar seharusnya binasa. Kalau di luar terus, tidak masuk pintu gerbang seharusnya binasa. Tetapi Yesus rela mati di kayu salib untuk membuka pintu gerbang kebenaran bagi kita, untuk membenarkan kita dengan darahNya. Yesus sudah mati dengan 4 luka membuka pintu gerbang keselamatan bagi bangsa Israel. Karena bangsa Israel seharusnya binasa karena mereka tidak mampu melakukan hukum Taurat. Rasul-rasul sendiri mengakui kalau mereka sendiri tidak mampu melakukan hukum Taurat, jangan dibebankan kepada bangsa kafir. Sebab melanggar 1 bagian = melanggar seluruh hukum. Dan hukumannya atau akibatnya mati, binasa, tidak selamat! Itu sebabnya Yesus sudah mati untuk membuka pintu gerbang keselamatan bagi bangsa Israel. Tetapi dalam keadaan mati, Yesus masih rela menerima luka kelima di lambung, luka yang terbesar yang dibuat oleh prajurit Romawi untuk membuka pintu keselamatan bagi kita bangsa kafir.
Yohanes 19:32-34
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Dari lambungNya keluar darah dan air. Ini yang membuka pintu gerbang keselamatan bagi kita. Pintu sudah terbuka, tugas kita sekarang harus masuk pintu gerbang keselamatan. Apa praktek kita sudah masuk pintu gerbang keselamatan?
a) Memiliki tanda darah yaitu bertobat, mati terhadap dosa. Baik dosa sendiri juga dosa orang lain. Untuk mati terhadap dosa sendiri prosesnya kita mengaku dosa kepada Tuhan, kepada sesama oleh dorongan Firman. Bukan karena sudah terpojok. Akhan sudah terpojok sehingga dia mengaku tetapi tidak terampuni, dia dilempari batu. Ketika bangsa Israel kalah menghadapi kota Ai yang kecil, mereka menangis dengan amat sangat. Lalu Tuhan suruh bangsa Israel berkumpul dan dibuang undi, sampai didapati Akhan bin Karmi. Yosua tanya apa yang kau lakukan. Sudah terpojok baru dia mengaku, karena ulahmu bangsa Israel celaka maka saat ini Tuhan mendatangkan celaka atasmu. Dibawalah dia ke lembah Akhor dan dilempari dengan batu sekeluarga lalu dibakar dengan api.
Jadi pengakuan itu oleh dorongan Firman, jangan nanti sudah terpojok, jangan nanti sudah ketahuan. Kalau karena terpojok, karena ketahuan, pengakuannya tidak akan murni dan tidak akan tercabut akar dosa itu. Tetapi kalau oleh dorongan Firman itu pengakuan yang murni, akar dosanya dicabut oleh Tuhan supaya tidak bertumbuh lagi. Biarlah pengakuan kita oleh dorongan Firman.
Kemudian mati terhadap dosa orang lain prosesnya kita mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Itu juga bertobat. Jadi bertobat itu bukan cuma kita mengaku dosa kita kepada Tuhan dan kepada sesama tetapi bertobat itu juga mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Pengertian bertobat itu mati terhadap dosa. Dosa ini ada 2 yaitu dosa sendiri dan dosa orang lain. Kita bilang kita bertobat, dosa sendiri sudah kita akui, dosa orang lain bagaimana? Masih disimpan, masih diingat. Itu berarti belum bertobat. Bertobat itu berarti mati terhadap dosa.
Roma 6:2
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Bertobat itu mezbah korban bakaran, sudah masuk pintu gerbang bertemu mezbah korban bakaran.
b) Memiliki tanda air. Sesudah mati terhadap dosa lanjutkan, dikubur hidup lama yang berdosa di dalam baptisan air yang benar.
Roma 6:2,4
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Dikuburkan bersama Yesus dalam baptisan air yang benar, bangkit bersama Yesus di dalam hidup yang baru. Apa yang dimaksud dengan hidup yang baru?
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Pada ayat 20 hati nurani yang tidak baik itu hati yang tidak taat. Yang selamat hanya orang di dalam bahtera, bahtera menunjuk baptisan air. Jadi baptisan menghasilkan hidup baru. Apa itu hidup baru? Hati yang nurani yang baik, hati yang taat pada Firman Tuhan. Maka akan tertampak dalam perkataan dan perilaku hidup sehari-hari. Perbuatan yang benar, perbuatan yang suci. Ketaatan menghasilkan kebenaran dan kesucian. Kalau hati sudah taat pasti perkataan dan perbuatannya benar dan suci, perilaku hidupnya sehari-hari benar dan suci.
Kalau hati sudah taat, pintu gerbang sorga terbuka bagi kita. Ini pintu pertama, lewat masuk pintu gerbang kita memiliki hati nurani yang baik, hati nurani yang taat. Kalau kita betul-betul sudah masuk pintu gerbang hati nuraninya pasti baik, hati yang taat.
2. Pintu kemah
Keluaran 26:36-37
26:36 Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.
26:37 Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga."
Ada pintu kemah sebagai pembatas ruangan suci dan halaman. Halaman itu luas, menunjuk daging masih bisa bergerak bebas. Makanya orang yang sudah bertobat dan lahir baru, kalau tidak bisa segera masuk pintu kemah, dagingnya masih bergerak bebas dan liar, masih bisa kembali pada hidup lama!
Apa yang bisa mematikan daging?
Roma 8:7,13
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Daging ini maunya bebas, yang bisa mematikan daging adalah Roh Kudus. Jadi pengertian pintu kemah adalah kepenuhan Roh Kudus atau baptisan Roh Kudus. Kita butuh ini, minta Roh Kudus kepada Tuhan supaya kita bisa mematikan daging kita. Dulu untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita, Yesus harus mati, dia bangkit lalu naik ke Sorga!
Yohanes 16:7
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Adalah lebih berguna, kalimat ini menunjukan bahwa Roh Kudus ini sangat penting. Sudah percaya, bertobat dan baptisan air, tetapi kalau tidak dipenuhi Roh Kudus, sekalipun sudah melayani bisa kembali pada hidup lama. Minta Roh Kudus, mintalah maka kamu akan menerima. Bapa mana yang anaknya minta roti malah diberikan kalajengking. Kita minta, bukan memaksa tetapi sesuai kebutuhan. Ketika berbicara dengan Nikodemus, Yesus berkata kamu harus dilahirkan oleh air dan roh. Baptisan air sudah, baptisan Roh Kudus belum. Penting Roh Kudus supaya kita tidak kembali pada hidup lama, hidup yang dagingnya liar! Bisa melayani, tetapi tanpa Roh Kudus tidak akan tahan lama. Memang pelayan-pelayan Tuhan tanpa Roh Kudus akan kembali pada hidup lama, tidak bisa menahan godaan daging yang liar ini. Yang sudah dipenuhi Roh Kudus terus dijaga sampai Roh Kudus itu meluap-luap di dalam kita.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Tanpa Roh Kudus kita mati! Sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan, tetapi Roh Kudus itu yang mengingatkan, kamu salah, minta ampun supaya kita tetap dalam urapan Roh Kudus, Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.
Apa tandanya seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus? Salah satu tanda adalah berbahasa Roh.
Kisah Para Rasul 2:1-4
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Bahasa Roh itu Roh Kudus yang ajarkan. Jadi bukan meniru kata pendeta. Bahasa Roh ini salah satu tanda, kita akan melihat tanda yang lain, kalau bisa dibilang ini tanda yang utama! 120 murid ini berkumpul di dalam rumah lalu Roh Kudus dicurahkan. Ini pencurahan Roh Kudus kepada bangsa Israel asli, kita bandingkan kepenuhan Roh Kudus kepada bangsa kafir.
Kisah Para Rasul 10:44
10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
Kornelius mengumpulkan keluarganya di dalam rumahnya. Jadi mereka ada di dalam rumah, bukan di kebun atau di mana. Bicara rumah erat kaitannya dengan nikah. Roh Kudus turun kepada bangsa Israel di dalam rumah, Roh Kudus turun kepada bangsa kafir juga di dalam rumah, rumah bicara nikah. Jadi tanda utama orang itu dipenuhi Roh Kudus, dia bisa menjaga nikahnya tetap benar suci dan satu!
Kadangkala cuma show saja, begitu penyembahan langsung berbahasa roh, sementara dia selingkuh! Itu bukan Roh Kudus lagi, itu tahi burung merpati. Merpatinya sudah tidak ada, tinggal tahinya yang dijual. Tanda dipenuhi Roh Kudus harus menjaga nikahnya. Apa yang dijaga? Benar. Benar mulai dari susunan nikah, suami kepala, isteri tubuh, anak anggota Tubuh.
I Korintus 11:3
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Kalau dipenuhi Roh Kudus susunan nikah benar dan tahu kewajibannya. Kalau suami mulutnya kasar kepada isteri, itu juga tidak ada Roh Kudus! Isteri boleh mengusul, tetapi suami yang mengambil keputusan sesuai Firman.
Roh Kudus dicurahkan di dalam rumah, rumah bicara nikah. Mari kita periksa nikah kita hari-hari terakhir ini. Betulkah saya ada Roh Kudus, sudah masuk pintu kemah? Ternyata masih di luar, di halaman, karena nikah masih belum benar. Anak-anak juga mengaku ada Roh Kudus, tetapi melawan orang tua terus, itu tidak ada Roh Kudus!
Bagaimana supaya nikah itu terjaga kebenaran, kesucian dan kesatuannya. Kita lihat dari buah-buah roh.
Galatia 5:22
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Salah satu buah roh ada kesetiaan. Jadi cara menjaga nikah adalah setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Setia dan tekun dalam 3 macam ibadah pokok, dalam penggembalaan.
Kisah Para Rasul 2:41-42
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
a) Meja roti sajian. Ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
b) Pelita emas. Ketekunan dalam ibadah raya.
c) Mezbah dupa emas. Ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
Kalau kita tekuni ini, Roh Kudus yang menjaga kita.
Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Untuk menjaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah, ayo bawa nikah kita untuk tergembala. Masing-masing bertanggung jawab membawa nikahnya untuk tergembala. Kalau baru suami, bergumul supaya isteri bisa tergembala. Suami isteri sudah tergembala, bergumul sampai anak-anak bisa tergembala. Lain kali ada anak-anak yang lebih dulu tergembala, bergumul supaya orang tua juga bisa tergembala. Betapa bahagia kalau kita sekeluarga bisa tergembala. Ini doa kita supaya keluarga kita bisa ada dalam penggembalaan. Ini pergumulan yang sesuai selera Tuhan. Kalau kita rindu keluarga kita digembalakan, Tuhan pasti bekerja untuk menjawabnya. Jangan putus asa, minta terus sampai Tuhan bekerja. Tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan. Gumuli keluarga supaya bukan menjadi alas neraka tetapi bisa masuk kerajaan Sorga.
Dalam penggembalaan kita terus menerus disucikan. Tergembala itu seperti ranting melekat pada pokok, itulah Yesus.
Yohanes 15:1-3
15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Jadi lewat masuk pintu kemah, kita memiliki hati yang bersih, hati yang suci. Dalam rumah tangga, isteri hatinya bersih, suami hatinya bersih, tidak ada curiga. Kalau lihat suami, isteri, anak sudah ada dalam penggembalaan, disucikan terus menerus, kita tidak perlu takut, tidak usah kuatir. Tetapi kejar dengan doa. Bahaya kalau suami sudah tidak tergembala, isteri tidak tergembala, anak tidak tergembala, tidak ada kekuatan Firman untuk membersihkan hati. Hati ini adalah meja, kalau tidak diisi Firman hanya akan diisi muntah!
Yesaya 28:8
28:8 Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.
Makanya selalu saya teriakan supaya tergembala, nasihati anaknya. Ingatkan terus, jangan bosan, saling mengingatkan supaya tergembala. Sebab begitu kita tidak tergembala, tidak dibersihkan, hati atau meja hidup isinya muntah, kotoran. Akhirnya jijik, suami lihat isteri seperti kotoran, isteri lihat suami seperti kotoran. Sudah tidak suka, tidak senang, akhirnya lihat yang lain di luar. Anak-anak juga begitu, sudah tidak betah dalam rumah, masuk rumah bagaikan melihat muntah, lihat kotoran. Tercerai berai nikah itu, hancur! Kalau salah satu sudah tidak ibadah, ayo ingatkan.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Biar dibilangi ‘cerewet mama ini’ nasihati terus, dari pada jadi muntah, nanti terbuang! Ingat siapa yang disebut muntah dari 7 jemaat di Asia Kecil? Laodikia!
Wahyu 3:16
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Hati bapak yang mana tega melihat anaknya masuk dalam aniaya antikristus. Kadang orang tua ketika anaknya sakit malah berkata lebih baik saya yang sakit dari pada dia. Lebih baik semuanya sehat. Tidak ada yang hatinya tega melihat suaminya, isterinya, anaknya harus masuk aniaya antikristus. Ayo kita berjuang, bergumul untuk keluarga kita. Seperti Yakub, menghadapi Esau dia bergumul untuk keluarganya. Sampai dia bagi menjadi 3 pasukan supaya tertolong isteri dan anak-anaknya. Dia bergumul sampai fajar menyingsing, artinya bergumul sampai Yesus datang.
3. Pintu tirai.
Keluaran 36:31-33
36:31 Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.
36:32 Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.
36:33 Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus.
Pintu tirai atau tabir menjadi pemisah antara ruangan suci dan ruangan maha suci. Pintu tirai ini tidak boleh sembarang dibuka. Hanya imam besar yang boleh masuk ruangan maha suci. Itupun setahun sekali yaitu pada hari raya pendamaian. Imam Besar bawa darah, bawa dupa masuk ke ruangan maha suci untuk memperdamaikan dosanya, dosa keluarganya dan dosa seluruh jemaat.
Tadi disebutkan Bait Suci terbuka, kemah kesaksian terlihat, sampai Tabut Perjanjian terlihat. Bagaimana supaya bait suci terlihat dan kita bisa masuk ke dalamnya? Pintu tirai harus terobek. Kapan pintu tirai terobek? Waktu Yesus menyerahkan nyawaNya di kayu salib.
Matius 27:50-51
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
Lihatnya, berarti kita bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan maha suci karena tabir sudah terbelah dua saat Yesus mati di kayu salib, dagingnya dirobek. Jadi pintu tirai menunjuk proses perobekan daging. Daging harus dimatikan sampai tidak bersuara lagi! Dalam Matius pasal 7 penyebab pintu sorga tertutup karena tidak melakukan kehendak Tuhan. Yesus di taman Getsemani awalnya meminta supaya cawan itu dilalukan, jangan Dia mengalami salib. Tetapi Yesus kunci doaNya ‘bukan kehendakKu yang jadi, melainkan kehendakMu yang jadi.
Jadi perobekan daging itu kita melakukan kehendak Tuhan, melakukan Firman sampai daging kita tidak bersuara lagi. Mungkin kita sudah melakukan Firman tetapi daging kita masih mengeluh, daging masih bersungut atau mungkin masih belum percaya. Harus sampai daging tidak bersuara lagi! Kita masih dalam proses, masih banyak suara daging. Sebagai gembala saya akui, seringkali suara daging masih muncul!
Filipi 2:8
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Bagaimana praktek merobek daging?
a) Kita belajar dari Yesus waktu Dia berdoa di taman Getsemani.
Matius 26:39-41
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Doa penyembahan minimal 1 jam. Kalau memang belum bisa langsung 1 jam full penuh, dibagi berapa menit. Kalau mau full 1 jam ambil waktu tengah malam supaya daging betul-betul dirobek, kita tidak mengikuti keinginannya, dimatikan kehendaknya.
b) Mazmur 109:24
109:24 Lututku melentuk oleh sebab berpuasa, dan badanku menjadi kurus, habis lemaknya.
Berdoa puasa, ayo kita galakan. Puasa berjemaah, puasa secara pribadi. Mungkin dagingnya apa yang paling menonjol yang susah dilawan, ayo puasa. 1 hari belum bisa dirobek, tambah 1 hari, 2 hari sampai habis daging itu, tidak bersuara lagi. Tambah dengan doa semalaman, seperti Yesus di taman Getsemani berdoa semalaman.
c) Lewat percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Kita tidak salah tetapi dipersalahkan, dirugikan, dikucilkan dan lain-lain, itu percikan darah. Kita nikmati percikan darah itu.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Bersukacita, bukan marah, bukan mengomel! Dengan menerima percikan darah, sengsara daging kita terima dengan rela, maka pintu Sorga terbuka.
Kisah Para Rasul 14:22
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
II Tesalonika 1:5-9
1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
1:6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
Waktu diperhadapkan dengan sengsara tidak usah balas, diam saja. Karena pembalasan itu hak Tuhan, nanti Tuhan yang balas. Sengsara yang dialami gereja datangnya dari dalam dan dari luar. Dari dalam itu dari orang yang tidak taat pada firman. Ini yang mengocoh, yang mengganggu, yang menyakiti, menekan dan menyengsarakan batin kita, bahkan secara fisik. Dan dari luar dari orang yang tidak mengenal Yesus. Jangan heran, kita akan menghadapi semua itu. Sikap kita bagaimana? Serahkan pada Tuhan. Kalau mau ikuti daging, kau teriak, saya juga teriak!
I Petrus 4:13-14
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Roh kemuliaan ada padamu, ini menunjuk Roh Kudus sudah meluap-luap di dalam kita. Semakin diperas dan dirobek daging kita, Roh Kudus, Roh kemuliaan semakin melimpah di dalam kita. Namanya Roh kemuliaan, mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus. Kalau dikata-katai lalu kita diam, berarti kita manusia rohani yang mulia. Kita dikucilkan, diperlakukan tidak adil, kita hanya serahkan kepada Tuhan berarti kita manusia rohani yang mulia. Sekalipun kita dipermalukan, di depan manusia mungkin kita kehilangan kemuliaan, tetapi kita manusia rohani yang mulia di hadapan Tuhan.
Apa tandanya manusia rohani yang mulia?
II Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Tanda manusia rohani yang mulia:
1) Tidak tawar hati. Sengsara apapun yang kita hadapi, juga bisa dalam bentuk penyakit, kita tidak tawar hati = kuat teguh hati.
2) Pandangan yang rohani, bukan melihat yang kelihatan. Apa yang kelihatan? Sengsara, kekuatan di dunia yang bisa diandalkan. Kita tidak melihat itu, tetapi pandangan kita yang rohani yang tidak kelihatan, itulah kemuliaan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.
Contohnya Abraham, pandangannya pandangan yang rohani, pandangan salib. Keponakannya yaitu Lot tidak tahu diri. Sudah mendapatkan berkat melalui panggilan Tuhan kepada Abraham, lalu ketika harta mereka semakin banyak bertengkarlah gembala-gembala ternak Lot dan ternaknya Abraham. Abraham bilang kalau kau ke kiri aku ke kanan, pilihlah yang mana. Kesempatan Lot lihat yang subur-subur, di situ dia pilih. Ini orang tidak tahu diri! Mungkin kita alami seperti itu, ada orang kita tolong, kita sudah banyak jasa sama dia, terutama yang rohani, kita sudah banyak tolong supaya rohaninya terpelihara, lalu dia balik menyerang kita, yah sudah, jangan pandang itu!
Kejadian 13:9-10
13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."
13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —
Kalau tahu diri seharusnya Lot mendahulukan omnya kan om lebih tua.
Kejadian 13:11-15
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
Akhir hidup Lot tragis, isterinya menjadi tiang garam dan dia jatuh dengan 2 anak gadisnya. Abraham keturunannya diberkati oleh Tuhan. Timur dan barat, utara dan selatan, kalau ditarik garis lurus membentuk salib. Pandangan kita adalah pandangan salib, bukan memandang yang kelihatan, maka kita akan mencapai kemuliaan bersama Tuhan Yesus, ada kemuliaan Tuhan sediakan bagi kita.
Ayo kita masuk pintu gerbang, hati yang taat. Masuk pintu kemah, hati yang suci. Masuk pintu tirai, hati yang kuat teguh hati. Kemuliaan pasti kita raih dan itu sudah Tuhan jamin!
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Ada sukacita yang tidak terkatakan, ganti dukacita di dunia ini pada saat kita memandang wajahNya yang mulia.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar