Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mau menyerahkan pergumulan kita kepada Tuhan. Sepanjang malam ini kita gunakan waktu tersungkur di bawah kaki Tuhan, menyembah Tuhan.
Kita mempelajari tentang Pelita Emas atau kandil.
Keluaran 25:38
25:38 Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
Pelita emas memiliki sepit dan penadah dari emas. Sepit itu alat untuk membersihkan lampu supaya lebih bercahaya. Artinya kepada kita, sepit ini adalah alat untuk membersihkan kita supaya lebih bercahaya, kita menjadi terang di manapun kita berada. Karena ada hal-hal yang kadang membuat kita gelap. Pelita emas itu memiliki pokok, menunjuk Yesus dan kita 6 cabang melekat kepada Yesus. 6 cabang ini harus bercahaya. Yesus terang dunia, kita juga harus bercahaya. Makanya perlu dibersihkan supaya lebih bercahaya lagi.
Apa alat yang digunakan untuk membersihkan? Itulah Firman pengajaran yang benar. Jadi sepit dari emas menunjukan Firman pengajaran yang benar yang dibukakan rahasianya, untuk membersihkan kita supaya lebih terang lagi, kalau tanaman supaya lebih berbuah. Ranting-ranting dibersihkan terus menerus untuk bisa lebih berbuah.
Jika tidak ada sepit, pelita bisa padam. Kalau Firman tidak dihargai, tidak diperhatikan sungguh-sungguh, maka Roh Kudus di dalam kita akan padam.
I Tesalonika 5:19-20
5:19 Janganlah padamkan Roh,
5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
Roh Kudus bisa padam kalau nubuat-nubuat kita rendahkan. Nubuatan terbesar adalah Firman yang dibukakan rahasianya. Kita menghadapi akhir zaman yang ditandai dengan kegelapan yang semakin pekat, tanpa pelita kita tidak akan bisa bertahan, harus ada Roh Kudus di dalam kita sekalian.
Apa praktek merendahkan nubuatan, tidak menghargai Firman?
II Korintus 6:12
6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
Hatinya sempit bagi Firman, artinya tidak tahan penyucian sehingga bersungut-sungut mendengar Firman, marah, sampai akhirnya meninggalkan Firman pengajaran.
Sikap yang benar terhadap Firman:
II Korintus 6:13
6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
Sikap yang benar buka hati selebar-lebarnya bagi Firman. Mulai dari hamba Tuhan harus memiliki hati yang terbuka lebar bagi pembukaan rahasia Firman. Apa bukti hamba Tuhan itu memliki hati yang terbuka lebar bagi pembukaan rahasia Firman? Memberitakan Firman dengan terus terang, tidak ditutup-tutupi, tidak ditambah kurang, tidak dibijaksanai. Dari 7 nasihat terakhir dari Yesus salah satunya jangan memeterai kitab, jangan menutup-nutupi, beritakan Firman dengan sejelas-jelasnya.
Wahyu 22:10
22:10 Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.
Jangan ditutup-tutupi, beritakan dengan sejelas-jelasnya, seterang-terangnya. Kenapa hamba Tuhan tidak berani menyampaikan Firman secara terang-terangnya? Karena dia sendiri menyembunyikan dosanya makanya tidak berani memberitakan Firman dengan terang-terangnya. Doakan kami hamba Tuhan supaya bisa memberitakan Firman dengan berani, dengan seterang-terangnya.
Efesus 6:19
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
Jadi terhadap Firman sikap kita harus berterus terang. Mulai dari gembala sampaikan Firman dengan terus terang, karena dia hidup dalam kekudusan. Sebagai timbal balik sidang jemaat yang mendengar Firman juga buka hati selebar-lebarnya bagi Firman sehingga kita bisa mengaku segala dosa kesalahan kita kepada Tuhan, mengakui dosa kita kepada sesama sehingga bisa diampuni dan dihapus oleh darah Yesus. Ini yang menentukan pintu pesta nikah Anak Domba Allah terbuka lebar bagi kita. Dengan hati kita terbuka terhadap Firman maka pintu sorga terbuka.
Kalau saya sebagai hamba Tuhan malah menutup-nutupi Firman, tidak terang-terangan karena ada dosa yang disembunyikan, itu sama dengan menutup pintu sorga bagi jemaat. Memang bagi jemaat enak, dosanya tidak ditunjuk, dia senang, tetapi pintu sudah tertutup, kasihan dia tidak bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
Mari kita buka hati selebar-lebarnya bagi Firman Tuhan. Kalau hati sudah terbuka lebar, terjadi penyucian. Penyucian itu adalah terjadi pemisahan yang tegas antara kebenaran dengan kedurhakaan. Ada 3 pemisahan yang tegas.
1. II Korintus 6:14
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Pemisahan dalam hal nikah yaitu pemisahan terang dengan gelap. Artinya kalau hati kita terbuka lebar bagi Firman maka kita bisa tegas untuk menjaga kebenaran dan kesucian nikahnya. Sebagai hamba Tuhan tegas, tunjukkan pada jemaat ini salah. Jemaat juga tegas menjauh dari kesalahan, buang kesalahan yang ada.
Diperbaiki nikahnya, mulai dari permulaan nikah harus ada ketegasan dalam hal nikah. Antara lain jangan kawin campur, tidak satu iman, tidak satu pengajaran. Apalagi kalau hamba Tuhan, tidak satu imam. Hamba Tuhan itu harus Lewi dengan Lewi. Zakharia dengan Elizabet sama-sama Lewi maka lahir Yohanes Pembaptis, menunjukan hamba Tuhan yang punya mutu rohani yang baik.
Sebelum saya masuk Lempinel memang sudah pacaran dengan isteri saya ini. Lalu saya dipanggil menjadi hamba Tuhan. Sudah lulus, sudah melayani, lalu saya tanya dia apakah mau menjadi hamba Tuhan? Dia tidak mau, karena jawabannya saya sudah disekolahkan, sudah dikuliahkan, sekarang mau bantu orang tua dan adik. Saya ingat Firman, harus Lewi dengan Lewi. Karena sudah tagantong, tidak mungkin dipertahankan saya Lewi dia bukan, akhirnya putus. Setelah putus itu panggilan Tuhan jelas sama dia untuk menjadi hamba Tuhan. Berarti dia menjadi hamba Tuhan bukan karena saya. Setelah itu kami lanjut kembali.
Kalau sidang jemaat 1 iman, 1 pengajaran. Baru dibawa kepada Tuhan, diketahui oleh orang tua, ditahu oleh gembala. Kalau menikah di gereja harus sudah catatan sipil. Dijaga nikahnya, jangan diisi dengan kekerasan, jangan diisi dengan perselingkuhan apalagi kawin mengawinkan, itu sudah nikah hujatan!
Kalau nikah jasmani terjaga, maka ada harapan masuk nikah yang rohani. Kalau nikah belum benar, berdoa supaya Tuhan buka jalan rahasia Firman. Biar Tuhan bukakan jalan lewat pembukaan rahasia Firman. Tidak ada masalah yang mustahil, Tuhan sanggup memperbaiki. Perempuan Samaria yang sudah 5 kali kawin cerai lewat Firman bisa diperbaiki. Jadi tidak ada perkara yang mustahil. Kita buka hati selebar-lebarnya bagi Firman, ada pemisahan yang tegas dalam hal nikah. Jaga kebenarannya, jaga kekudusannya.
2. II Korintus 6:14-16
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Pemisahan antara Bait Allah dengan berhala. Ini menyangkut ibadah. Kita harus tegas dalam hal ibadah, jangan ada berhala! Yang ada di hati ini hanyalah Tuhan. Yang harus dijunjung dalam hati hanyalah Tuhan, jangan junjung berhala di hati.
Apa itu berhala? Segala sesuatu yang menghalangi kita mengasihi Tuhan, menghalangi kita untuk beribadah. Bentuknya macam-macam. Keluarga bisa jadi berhala kalau menghalangi kita beribadah. Kita harus punya pemisahan yang tegas, harus tegas. Ibadah itu nomor satu, agunglah rahasia ibadah.
I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Agung itu artinya yang di atas, jadi ibadah harus ditaruh di atas lebih dari segalanya. Ibadah harus kita perjuangkan lebih dari segalanya. Dalam hal ibadah Tuhan tampil sebagai Allah yang cemburu. Untuk perkara jasmani, perkara dunia kita berjuang, kenapa kalau untuk ibadah kita tidak mau berjuang. Padahal perkara jasmani tidak membawa kita pada hidup kekal, ibadah itu membawa kita pada kekekalan.
I Timotius 4:7-10
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Ibadah diperjuangkan, berjerih payah dan berjuang. Jerih payah kita tidak sia-sia. Kalau kita perjuangkan ibadah pelayanan, Tuhan tidak pernah menipu, ada upah yang Tuhan sediakan bagi kita.
I Korintus 15:58
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Kaum muda yang sekolah, studynya diperjuangkan, itu baik. Tetapi yang rohani harus lebih diperjuangkan. Ibadah itu agung, tempatkan pada tempat paling di atas. Segala kegiatan di dunia ini yang menghambat kita beribadah melayani Tuhan, disebut perbuatan sia-sia.
Ibrani 9:14
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Kerja dengan baik, sekolah dengan baik. Bukan berarti karena mau ibadah sehingga bekerja atau sekolah asal-asalan. Harus ada tanggung jawab, pakai hikmat, Tuhan pasti berikan hikmat. Dulu saya kerja di Malang, tetapi pakai hikmat untuk bisa beribadah. Tuhan berikan kita waktu untuk bisa beribadah melayani Tuhan.
Harus ada pemisahan yang tegas, jangan ada berhala, jangan sampai ibadah pelayanan kita terbengkalai karena hal-hal yang ada di dunia ini.
3. II Korintus 6:17
6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
Yesaya 52:11
52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
Ini soal tahbisan. Tahbisan itu kaitannya dengan kekudusan, tahbisan yang benar menjaga kekudusan. Harus ada ketegasan dari hal-hal yang najis, jangan menjamah yang najis. Keluar! Jangan bertahan di situ. Dosa kenajisan ini begitu hebat hari-hari terakhir ini. Roh najis itu bersembunyi di dalam hati. Di depan orang tidak terdeteksi tetapi di dalam hati dia bersembunyi. Babel itu tempat bersembunyi semua roh najis. Jangan biarkan roh najis bersembunyi dalam hati, buang lewat pedang Firman pengajaran yang benar! Jangan simpan di dalam hati. Harus ada pemisahan yang tegas dari kenajisan.
Pemisahan yang tegas ini disebut perobekan daging. Hal-hal yang menghalangi ibadah kita memang enak bagi daging, tetapi harus dirobek. Apapun yang mau merusak tahbisan kita, hal-hal najis, enak bagi daging, harus dirobek. Doa penyembahan itu proses perobekan daging. Apalagi doa semalaman seperti ini, mempercepat proses perobekan daging. Harus dirobek, dimatikan suara daging ini.
Kalau daging sudah dirobek, dihancurkan, dimatikan maka hasilnya:
II Korintus 6:16
6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
1. Tuhan diam di tengah-tengah kita. Kalau Tuhan diam di tengah-tengah kita, tidak usah kita risau akan kebutuhan kita. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, Tuhan tahu apa yang kita pergumulkan. Tuhan tahu, Tuhan memperhatikan, Tuhan peduli dan Tuhan bergumul bersama kita menyelesaikan pergumulan-pergumulan kita. Mungkin mulut kita sudah tidak bisa lagi mengucapkan karena beratnya sengsara, tinggal suara lirih seperti burung merpati, tinggal bahasa air mata, tetapi Tuhan tahu, Tuhan mengerti, Tuhan peduli dan Tuhan sanggup menyelesaikan bagi kita semua.
Ayo tingkatkan ibadah kita, ada ketegasan dalam hal nikah, pertahankan kesatuan dan kekudusannya. Ibadah pertahankan, jangan kendor. Tahbisannya dijaga kesucian, jangan ada kenajisan, maka Tuhan diam di tengah-tengah kita sekalian.
Wahyu 21:2-3
21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Begitu Bait Allah selesai dibangun, Tuhan hadir di situ.
Yehezkiel 48:35
48:35 Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU."
Semoga kita memiliki ketegasan merobek daging kita, maka Tuhan diam di tengah-tengah kita.
2. Tuhan menjadi Allah kita dan kita menjadi umatNya. Artinya kita diubahkan sampai sempurna, layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Mempelai Wanita Tuhan itu berhias bagi Yesus. Jadi kalau rohani kita disucikan, kita merobek daging kita, kita sedang berhias bagi Yesus. Daging dirobek, kita bisa memiliki perhiasan rohani, berdandan bagi Yesus Mempelai Pria Sorga, sehingga hati Tuhan selalu terpaut kepada kita dan hati kita juga terpaut kepada Tuhan.
I Petrus 3:3-5
3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
Ada 3 perhiasan rohani yang harus ada pada kita.
a) Lemah lembut kemampuan untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Pasangannya rendah hati, kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Daging dirobek, kita bisa melepaskan pengampunan kepada sesama dan melupakan dosanya.
b) Tentram atau pendiam, tidak berkomentar miring terhadap Tuhan, terhadap Firman, terhadap segala yang Tuhan lakukan kepada kita. Kadang kita teledor berkomentar negatif. Tenteram ini pasangannya sabar, sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan. Bisa mengontrol perkataan sesuai Firman. Apalagi ketika kita diperhadapkan sengsara karena Yesus, karena ibadah, karena Firman pengajaran yang benar, biasa terlontar kata-kata yang salah seperti Ayub, akhirnya dia salah dalam perkataan. Diawal penderitaan dia masih kuat, isterinya berkata ‘kutukilah Allahmu dan matilah’ malah dia tegur isterimu, perkataanmu seperti perkataan perempuan gila. Tetapi seiring waktu, semakin berat sengsaranya, semakin menderita, dia mulai teledor dalam perkataan. Tuhan izinkan kita masuk dalam pengalaman sengsara supaya kita dihiasi oleh Tuhan, diberi roh tenteram dan sabar. Bukan malah bersungut-sungut.
Kalau bersungut-sungut, tidak cantik, mukanya tidak berseri-seri, bagaimana bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Yakub tertarik kepada Rahel karena mukanya berseri-seri, Lea tidak. Biar cantik tetapi bersungut terus, murung terus, tidak indah dilihat. Tetapi kalau kita tentram, sabar, wajah berseri-seri, Tuhan tertarik kepada kita, hati Tuhan terpaut kepada kita.
c) Tunduk, taat pada Firman Tuhan apapun yang dihadapi. Bahkan di dalam penderitaan belajar taat. Kadang waktu diberkati kita bisa taat, tetapi waktu sengsara sudah bingung. Ada jalan pintas tetapi tidak sesuai Firman, lakukan saja, nanti minta ampun belakangan. Jangan seperti itu!
Ibrani 5:8
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
Yesus belajar taat dari apa yang dideritaNya. Yesus sempurna, kenapa Dia disebut belajar taat? Untuk menjadi teladan bagi kita. Kalau Yesus yang sempurna memberikan keteladanan, dia mau taat dari apa yang diderita. Apalagi kita yang jelas-jelas jauh dari kata sempurna. Mari belajar taat dari apa yang kita derita. Bukan mengomel, bersungut, tetap taat pada Firman Tuhan, apapun yang kita hadapi.
I Petrus 3:6
3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
Sara ini disebut perempuan mandul dan sudah tua, mati haid. Tetapi Tuhan membuka kandungannya. Hasilnya kalau kita punya perhiasan rohani maka Tuhan sanggup membuka pintu-pintu yang tertutup di dunia, bahkan yang sudah mustahil sekalipun. Sampai membuka pintu sorga bagi kita, mulai pintu pesta nikah Anak Domba Allah, pintu Firdaus kerajaan 1000 tahun damai, sampai pintu Yerusalem Baru, kerajaan Sorga kekal selamanya.
Milikilah perhiasan rohani. Malam ini kita datang mau merobek daging kita supaya kita punya perhiasan rohani. Tuhan diam di tengah kita, Tuhan peduli keadaan kita, Tuhan menjadi Allah kita, kita menjadi umatNya. Kita menjadi Mempelai Wanita yang berdandan bagi Yesus Mempelai Pria Sorga. Tuhan membuka pintu-pintu yang tertutup bagi kita.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar