20260331

Kebaktian Doa Semalaman Sesi 3, Kamis 15 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

 

 

 

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita mempelajari tentang Pelita Emas atau kandil.

Keluaran 25:39

25:39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.

 

Pelita emas dibuat dari 1 talenta emas yang ditempa. Pelita emas menunjuk gereja Tuhan sebagai terang dunia. Untuk menjadi kita menjadi terang dunia, ada proses yang harus kita lewati.

1.      Dari 1 talenta emas murni.

2.      Ditempa

 

Kita pelajari poin kedua, untuk menjadi terang dunia kita harus mengalami proses penempaan. Artinya mengalami nyala api ujian atau sengsara daging tanpa dosa. Kalau kita rela mengalami sengsara daging tanpa dosa, maka kita memiliki kekayaan sorga dan kemuliaan sorga.

 

1.      Kekayaan sorga yang sesungguhnya adalah jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Lewat sengsara daging tanpa dosa, kita rela menerimanya maka jabatan kita semakin mantap, karunia yang kita miliki semakin bertambah. Semakin berat sengsara kita terima, maka semakin besar pula urapan yang kita akan dapatkan dari Tuhan sehingga semakin mantap jabatannya, semakin bertambah karunia yang ada pada kita. Kita semakin dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Dulu menghadapi salib, Yesus datang ke taman Getsemani berdoa. Yesus mengajak Petrus, Yohanes dan Yakobus. Ini isi doa dari Yesus:

Yohanes 17:4

17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

 

Doa Yesus mau menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan kepadaNya. Kita juga sepanjang malam berdoa menyembah. Sengsara daging kita, orang lain tidur, kita tidak tidur. Kita berdoa menyembah Tuhan, mengalami percikan darah supaya kita bisa menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita, kita bisa melayani Tuhan sampai selesai, tidak separuh jalan. Diawal jalan hebat, tetapi separuh jalan sudah kehabisan bensin. Banyak seperti itu, melayani di awal hebat. Sama seperti kami hamba Tuhan, pertama lulus dari Lempinel rasanya mau digaskan, apalagi kalau dipercaya melayani oleh gembala, rasanya semua pelajaran mau dicurahkan semua 1 kali khotbah. Tetapi waktu diperhadapkan pergumulan mulai loyo, diperhadapkan godaan mulai hilang. Ayo kita setia sampai garis akhir, selesaikan pekerjaan Tuhan. Bukan hanya separuh jalan tetapi sampai selesai.

 

Hati-hati, antikristus mau menancapkan kukunya di dalam gereja Tuhan. Di dalam pelayanan dia mau masukan roh jual beli. Kelihatan hebat melayani, tetapi di dalamnya sudah masuk roh jual beli, mau mencari keuntungan-keuntungan jasmani. Makanya daging ini harus diperas, kalau tidak di situ antikristus menancapkan kukunya.

 

Kisah Para Rasul 8:18-20

8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

8:19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."

8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

 

Di sini jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus mau diperjual belikan. Artinya beribadah melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan berkat jasmani. Itu berarti antikristus mulai menancapkan kukunya. Waktu di awal melayani mau di mana saja dia rela sengsara. Waktu sudah diberkati kuku antikristus mulai menancap di situ. Mulai diberkati, mulai maju, mulai lancar, motivasi melayani bukan lagi menyenangkan Tuhan tetapi untuk mendapatkan sesuatu yang jasmani.

 

Pelita emas untuk ditempa. Kita harus rela mengalami nyala api ujian, sengsara daging tanpa dosa. Ini menghasilkan kekayaan Sorga, jabatan pelayanan dan karunia semakin mantap. Kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai garis akhir.

 

2.      Lewat sengsara daging kita mendapatkan kemuliaan Sorga. Pelita emas itu sangat indah dan tidak membosankan. Apa itu kemuliaan Sorga? Keubahan hidup.

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Jadi sengsara apapun yang kita hadapi, itu adalah penderitaan ringan karena dibandingkan kemuliaan kekal yang akan kita dapatkan. Jadi yang mau kita raih itu kemuliaan kekal. Jangan membesar-besarkan sengsaranya. Kemuliaan Sorga adalah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Sehingga pelayanan yang ada kita kerjakan sebagai manusia rohani. Kenapa banyak hamba Tuhan mundur dari pelayanan? Karena dia melayani sebagai manusia daging, bukan manusia rohani. Manusia daging ini kalau disuruh terus melayani tidak akan mampu. Pelayanan yang kita kerjakan adalah pelayanan roh, tidak bisa dikerjakan dengan kekuatan kemampuan daging. Mungkin kelihatan hebat karena punya kemampuan main musik, pintar nyanyi, khotbah luar biasa karena fasih lidah, tetapi kalau kita kerjakan dengan daging, pelayanan tidak akan bertahan. Bisa gugur ketika menghadapi sengsara, bisa jatuh ketika dipuji-puji, diangkat-angkat, disanjung-sanjung. Makanya harus mengalami proses penempaan. Diizinkan mengalami sengsara daging supaya kita mengalami keubahan hidup.

 

Tanda keubahan hidup adalah tidak tawar hati = tabah = kuat dan teguh hati.

II Korintus 5:6

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

 

Apapun tantangannya tetap setia berkobar melayani, tetap hidup benar dan suci, apapun godaannya tetap bisa merendahkan diri, tidak jatuh. Banyak hamba Tuhan kuat menghadapi salib, tetapi begitu menghadapi godaan dia jatuh dan gugur.

 

Saat ditempa jangan lari. Baru sekali dipukul sudah mau keluar, tidak jadi penempaannya. Namanya ditempa itu diulang-ulang, jangan kita lari. Itu yang disebut dengan sabar dalam penderitaan.

Yakobus 5:7-10

5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

 

Saat penempaan jangan bersungut-sungut, jangan saling mempersalahkan, jangan lari. Tekun dan sabar, bertahan sampai terbentuk pelita emas, jangan ada reaksi daging.

 

Sikap kita bagaimana saat mengalami sengsara daging tanpa dosa? Penyerahan sepenuh kepada Tuhan. Kita belajar dari Yesus, penyerahan sepenuhnya Yesus.

Markus 14:36

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Kita hanya berseru ya Abba, ya Bapa biar kehendakMu yang jadi. Diperhadapkan dengan penyakit, dirugikan orang, diperlakukan tidak adil, kita berkata biar kehendakMu yang jadi, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Semakin besar sengsaranya hanya menyembah Tuhan, tersungkur di kaki Tuhan. Sebelum fajar menyingsing kita akan menyembah lagi, serahkan sepenuh kepada Tuhan. Serahkan kepedihan kita, beban berat kita, kita serahkan kepada Tuhan, biar kehendak Tuhan yang jadi. Ya Abba, ya Bapa artinya jujur dan taat. Kita jujur akui keadaan kita kepada Tuhan dan taat pada Firman Tuhan.

 

Hasilnya tidak ada yang mustahil bagimu. Tuhan sanggup menyelesaikan persoalan pergumulan yang kita hadapi, Tuhan mampu menjadikan semua baik sampai sempurna. Dalam keadaan beban berat, tinggal menyeru nama Yesus saja. Bukan malah saling mempersalahkan apalagi mempersalahkan Tuhan. Saya sudah baik, sudah berkorban, sudah melayani, sudah hitung-hitungan dengan Tuhan. Jangan! Nikmati proses penempaan itu, jangan lari, bertekun, sabar. Sebentar lagi kita menjadi pelita emas. Yesus terang dunia, kita juga menjadi terang dunia.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar