20260331

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 21 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

 

 

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:12-14

1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 

1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

 

Perikopnya rasul-rasul menanti-nanti. Yang mereka nanti pencurahan Roh Kudus. Kita juga sangat membutuhkan Roh Kudus. Yang sudah dipenuhkan Roh Kudus dijaga jangan sampai Roh Kudus padam, jangan sampai menghujat Roh Kudus. Yang belum dipenuhkan bergumul, minta kepada Tuhan, biar Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Roh Kudus ini sangat penting karena kita menghadapi dunia yang semakin jahat dan najis, semakin gelap. Pelayanan tanpa Roh Kudus, pelayanan itu akan kering, kita tidak akan mampu bertahan, sebab itu kita butuh Roh Kudus.

 

Dalam penantian menerima pencurahan Roh Kudus, ada 2 hal yang mereka lakukan. Ini juga yang harus kita lakukan untuk menerima pencurahan Roh Kudus dan menjaga supaya Roh Kudus tidak padam.

1.      Naik ke ruangan atas.

2.      Bertekun dalam doa dengan sehati. Doa di sini bukan sekedar doa permohonan tetapi sampai pada doa penyembahan untuk memeras daging.

 

Kita bahas poin pertama, naik ke ruang atas. Ruang atas yang dimaksud di sini adalah tempat di mana Yesus bersama murid-murid makan perjamuan Paskah.

Markus 14:12-15

14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"

14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia

14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?

14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"

 

Dalam perjamuan Paskah orang Israel makan daging anak domba Paskah, ditambah roti tidak beragi dan sayur pahit. Sekarang makanan perjamuan Paskah menunjuk Firman yang dibuka rahasianya, ajaran sehat dan perjamuan suci. Dimana kita bisa menikmatinya? Di dalam ibadah pendalaman Alkitab seperti sore ini, kesempatan yang luas bagi kita untuk menikmati Firman pengajaran dan perjamuan suci. Jadi kalau disimpulkan naik ke ruang atas adalah bertekun dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci, tekun makan Firman.

 

Firman adalah pribadi Yesus sendiri, perjamuan suci adalah tubuh dan darah Yesus. Jadi baik Firman dan perjamuan suci adalah pribadi Yesus sendiri. Kita makan, nikmati itu. Kalau makan berarti ada rongga di dalam perut yang kita khususkan menampung makanan. Jadi untuk bisa mengalami pencurahan Roh Kudus dan supaya Roh Kudus selalu ada di dalam kita maka kita harus menyediakan tempat di dalam hidup kita bagi Yesus.

 

Ruangan atas ini tempat di dalam diri kita untuk menampung pribadi Yesus. Artinya apa? Tempat menampung pribadi Yesus adalah hati. Jadi ruangan atas adalah hati yang selalu menempatkan Yesus sebagai Kepala dalam hidup kita, menempatkan Yesus di atas segalanya. Maka Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita. Kalau sudah dipenuhkan Roh Kudus, Roh Kudus itu akan meluap-luap, tidak akan pernah padam.

Kolose 1:18

1:18  Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

 

Kita periksa apakah kita sudah menempatkan Yesus sebagai kepala di dalam hidup kita. Di dalam surat Efesus ada 3 penampilan Yesus sebagai Kepala.

1.      Efesus 1:22-23

1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

 

I Korintus 15:25-26

15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

 

Yesus adalah kepala dari segala sesuatu, segala sesuatu telah diletakkan di bawah kakiNya. Segala sesuatu itu adalah semua musuhNya dan musuh yang terakhir adalah maut. Jadi Yesus adalah kepala yang mengalahkan segala musuh sampai maut = Yesus sebagai Raja segala raja.

 

Apa bukti kita menempatkan Yesus sebagai kepala? Bukti kita menempatkan Yesus sebagai kepala, Raja segala raja adalah kita juga menjadi raja bersama Yesus yang selalu menang atas musuh-musuh, terutama menang atas maut! Kita kalahkan musuh, jangan kita yang dikalahkan, terutama musuh yang terakhir ini yaitu maut. Kalau maut sudah dikalahkan maka musuh-musuh yang lain pasti dikalahkan.

 

Kita periksa, apakah saya ini sudah menang atas maut atau malah kalah! Buktikan bahwa kita menempatkan Yesus sebagai kepala dalam hidup kita, kita juga raja yang menang!

 

Praktek menang atas maut.

a)      I Korintus 15:56

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

 

Jadi praktek pertama adalah menang atas dosa = mati terhadap dosa. Atau yang kita sebut dengan bertobat! Roh Kudus itu tidak bisa berdiam di dalam hati kita kalau masih ada dosa yang disembunyikan di situ. Matikan dulu dosa maka Roh Kudus akan turun memenuhi kehidupan kita, sampai meluap-luap.

 

Matikan dosa terutama 2 dosa yang langsung membawa kepada maut. Seringkali dikecilkan, ini harus dimatikan, jangan ada lagi pada kita.

1)      Yesaya 8:15

28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

 

Baik dusta perkataan juga dusta dengan perbuatan. Bagaimana itu dusta dengan perbuatan? Selalu menghindar dari penyucian, tidak mau menerima penyucian Firman. Selalu mengelak seperti Yudas. Yesus berkali-kali menegur dia, sampai Yesus katakan lebih baik kalau dia tidak dilahirkan, tetapi dia mengelak, bukan aku ya Rabi. Firman datang malah dibilang ini untuk isteriku, ini pas untuk suamiku, ini untuk saudaraku.

 

Dusta lewat perkataan kita sudah tahu, tetapi dusta lewat perbuatan ini seringkali dilakukan. Sebenarnya hati sudah tersentuh tetapi malah dikeraskan. Itu bukan untuk saya, hanya mirip-mirip. Dianggap tidak apa-apa, padahal justru membawa kepada maut kebinasaan.

 

Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Kalau kita selalu mengelak dari Firman, akhirnya menikmati berbuat dosa! Sudah menikmati hidup bersama iblis. Iblis itu bapa segala dusta.

Yohanes 8:44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Akhirnya sudah malas untuk bertobat.

Yeremia 9:5

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

 

Dia tahu dia salah, tetapi untuk bertobat yah sudahlah, nanti juga dilupakan, nanti tidak ada yang tahu terlupakan dengan sendirinya. Padahal Tuhan selalu mencari yang sudah lalu.

 

Ingat bagaimana nasibnya Yudas? Akhirnya maut. Dosa yang dia lakukan selama ini dibongkar oleh Tuhan, seluruh Yerusalem tahu, tetapi dia tidak punya kesempatan lagi untuk bertobat. Sekarang diketahui semua orang di dunia karena tertulis dalam Alkitab.

Kisah Para Rasul 1:17-19

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah —.

 

Jangan terjadi pada kita! Dosa dibuka oleh Tuhan, tetapi tidak beroleh kesempatan lagi untuk dipulihkan, tidak bisa lagi bertobat, hanya untuk dihukum dan binasa.

 

Ini dosa yang dianggap kecil, dusta putih, dusta untuk kebaikan, sehingga dianggap biasa. Sudah membiasakan diri berdusta, membiasakan artinya dusta sudah menjadi dosa otomatis, baik dusta perkataan dan dusta dalam perbuatan.

 

2)      Kebencian

I Yohanes 3:14-15

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

 

Membunuh = membenci. Mulai dari perasaan tidak suka, kemudian iri, pahit hati. Kalau dibiarkan jadi membenci. Kalau dibiarkan terus sampai benci tanpa alasan. Seperti Yudas, tidak ada alasan untuk dia membenci, menjual Yesus, tetapi dia lakukan itu! Inilah dosa yang dianggap kecil, tidak apa-apa, tetapi justru langsung membawa kepada maut kebinasaan.

 

Mulai kami hamba Tuhan, jangan ada kebencian, kepahitan, iri, dendam dan sebagainya, ini harus diselesaikan.

 

Kalau 2 dosa ini dibuang, maka dosa-dosa lain juga pasti dibuang sehingga kita bisa hidup di dalam kebenaran. Roh Kudus roh kebenaran, bisa tinggal di dalam kita. Benar dalam segala aspek hidup kita. Selama masih ada benci dan dusta, tidak akan mungkin hidup benar. Ketemu orang yang dia benci, mungkin bisa dia salami, bisa dia senyum, tetapi hatinya tidak suka, munafik dia, tidak bisa hidup benar. Tidak mungkin bisa masuk persekutuan yang benar selama ada dusta dan kebencian dipertahankan. Bisa kelihatan seperti kita sore ini kumpul beribadah sama-sama, atau beribadah dalam ibadah persekutuan, kelihatan 1 penginapan, jangan-jangan dikasih masuk 1 kamar oleh panitia, tetapi sebenarnya dia tidak bisa bersekutu. Harus dibuang semua dosa ini supaya kita bisa bersekutu, masuk dalam persekutuan yang benar yaitu persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

b)      II Petrus 2:1

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 

Ajaran palsu itu membinasakan. Dalam II Raja-raja pasal 4, ajaran palsu digambarkan dengan makanan asing, maut dalam kuali.

 

Jadi praktek kedua menang atas maut adalah berpegang teguh pada ajaran sehat, ajaran yang benar, ajaran yang murni dari Tuhan, tidak mau mendengar ajaran lain, tidak mau disesatkan oleh ajaran-ajaran yang lain. Makanya kita butuh Roh Kudus, Roh Kudus itu yang membuat kita peka. Pdt. Pong mengatakan, sampai lewat pori-pori saja bisa kita rasakan, ini orang ajarannya lain kita sudah bisa rasa. Tidak perlu didengar kita sudah rasa ajarannya lain, sehingga kita punya kepekaan untuk menghindar. Bukan dimusuhi, tetapi dihindari kalau ajarannya sudah tidak sesuai dengan kebenaran Firman, sudah diputar balik, ditambah kurang, hindari! Hindari artinya tidak berfellowship.

Roma 16:17

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

 

Yang menimbulkan perpecahan dan godaan itu ajaran lain. Tetapi seringkali yang bertahan pada ajaran yang sehat itu yang dituduh pemecah belah. Tidak apa-apa kalau dituduh pemecah belah, yang penting tidak seperti itu. Seperti Yesus dituduh Dia diam. Di hadapan Imam Besar, Yesus diam, di hadapan Pilatus Yesus diam, tidak membela diri.

 

Roma 16:18

16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

 

Tanda ajaran palsu, yang tidak sesuai kebenaran Firman, tujuannya hanya untuk kepentingan perut, kepentingan jasmani. Isinya bahasanya hanya muluk-muluk, manis, tetapi tidak ada penyucian, hanya untuk menyenangkan daging. Itu perkataan dusta!

Yeremia 7:4

7:4  Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,

 

Mulai dari kami gembala. Saya bukan menggurui hamba Tuhan yang ada, saya juga masih belajar untuk menjadi tempat perlindungan bagi sidang jemaat terhadap angin ribut. Pengajaran palsu itu menunjuk angin, gembala itu tempat perteduhan, perlindungan terhadap angin ribut. Jadi jemaat tidak bisa kena ajaran palsu karena gembalanya teguh berpegang pada ajaran yang sehat.

Yesaya 32:1-2

32:1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,

32:2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

 

Angin ajaran palsu berhembus, jemaat terlindung, aman. Karena gembalanya selalu mengingatkan untuk hati-hati, hindari ajaran lain. Kalau ada yang mau berdebat, tidak usah! Karena dalam kitab Ulangan sudah jelas, jangan kamu tanya-tanya. Termasuk jangan berdebat di situ. Hindari saja, tetapi tidak kita musuhi.

 

Kalau kita bisa menghindari dari ajaran palsu, ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab, dengan kebenaran Firman, maka kita bisa hidup dalam kemurnian, tidak mau campur-campur dengan ajaran yang lain, seperti roti yang tidak beragi.

 

Kalau sudah hidup benar dan murni, kita dipagari oleh Tuhan, ada pagar perlindungan dari Tuhan. Seperti halaman Tabernakel ada pagarnya.

Keluaran 27:9

27:9 "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu.

 

Ada pagar mengelilingi, panjang halaman itu 100 hasta, lebarnya 50. Keliling totalnya 300 hasta. Layar ini mengelilingi Tabernakel,  sehingga Tabernakel dengan padang gurun di luar itu terpisah. Sekarang kita adalah Tabernakel rohani, Tubuh Kristus. Kalau kita hidup benar dan murni, kita terpisah dari pergaulan dunia. Ada ketegasan untuk menghindari dari pergaulan dunia. Termasuk pergaulan ajaran palsu! Ada pemisahan yang jelas dan tegas dengan dunia. Jadi bisa dicek, ajarannya dalam gereja ajaran yang benar atau palsu. Lihat saja hidup gembala dan buah pelayanannya. Kalau gembala hidup duniawi, tidak usah ditanya ajarannya benar atau tidak. Berarti tidak ada pemisahan yang tegas dengan dunia, tidak ada pagar. Hidup duniawi, bagaimana orang dunia berpenampilan, begitu juga dia mau ikut. Padahal kalau mau kembali kepada Alkitab, lihat bagaimana imam-imam. Penampilan imam-imam itu sederhana. Tetapi kalau mau dilihat sekarang, hamba Tuhan dengan gemerlapnya dunia tidak ada lagi yang dikatakan sederhana, sudah ikut gemerlapnya dunia.

 

Tidak usah ikut dengan orang dunia, dengan gaya-gaya duniawi. Kadang saya malu, dibandingkan saudara-saudara kita yang tidak kenal Yesus, mereka lebih sopan kalau pergi ke tempat ibadahnya, dibandingkan orang Kristen. tetapi pakai alasan ‘Tuhankan lihat hati, tidak pandang rupa’ betul! Tetapi bagaimana penampilan luar sudah itulah cermin dari hati. Lihat kita orang Pantekosta dengan yang bukan Pantekosta. Hanya namanya saja Pantekosta tetapi penampilannya sudah ikut gaya-gaya dunia. Dunia sudah masuk ke dalam gereja.

 

Seharusnya ada pemisahan yang tegas. Kalau ajaran kita adalah ajaran yang benar maka kita tampil beda dengan dunia, bukan serupa dengan dunia!

Roma 12:1-2

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Bagaimana cara penampilan di dunia biarkanlah itu di dunia, jangan bawa ke dalam gereja. Dalam gereja penampilannya yang sopan, yang tertib sesuai Firman. Di mana ada Roh Kudus ada ketertiban, sopan kalau ada Roh Kudus. Dari penampilan dilihat kesopanannya.

 

Bagaimana orang di luar sana terserah mereka, itulah mereka, kita tunjukan warna. Makanya Tabernakel itu warna warni. Pintu gerbang ada warna merah, biru, ungu, putih di situ, pintu kemah juga demikan. Masuk ruangan suci, lihat ke atas tendanya juga warna-warni, tampil beda. Salah satu bahan pembuatan kemah suci adalah kerang-kerangan, untuk menjadi pewarna. Kita tampil beda, bukan mau sama dengan dunia! Kita dipagari dan dilindungi oleh Tuhan.

I Korintus 5:8

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

Kita tampil beda tetapi hidup kita bersuasana pesta. Tuhan berikan suasana pesta, pesta rohani. Kalau suasana pesta tidak akan pernah bosan. Sampai nanti puncaknya pesta nikah anak Domba Allah. Sementara dunia masuk pesta pembantaian daging, kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah, semoga kita semua ada di sana.

 

2.      Efesus 4:15-16

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

 

Penampilan Tuhan Yesus sebagai kepala, Dia adalah Kepala dari segala pelayanan = Yesus Imam Besar. Buktikan kita menempatkan Yesus sebagai kepala, sebagai Imam Besar adalah kita mau menjadi imam-imam yang benar, imam-imam yang diangkat oleh Tuhan.

 

Kalau membaca hancurnya Israel, begitu Yerobeam jadi raja, dia membuat 2 anak lembu emas supaya bangsa Israel menyembah anak lembu emas dan tidak pergi ke Yerusalem lagi untuk beribadah. Dia mengangkat imam-imam sesuai dengan kehendaknya sendiri, bukan imam-imam yang diangkat oleh Tuhan.

 

Kita periksa diri kita, saya imam-imam, saya pemain musik, saya zangkoor, paduan suara, pembersih gereja dan lain-lain. Betulkah kita imam-imam yang diangkat oleh Tuhan atau jangan-jangan imam-imam yang diangkat oleh manusia, seperti imam-imam yang diangkat oleh raja Yerobeam.

 

Praktek imam-imam yang benar yang diangkat oleh Tuhan yang menempatkan Yesus sebagai Kepala:

a)      Keluaran 29:1

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

 

Yang pertama adalah mau dikuduskan, mau disucikan oleh Firman pengajaran yang benar. Melayani itu bukan skill yang dilihat Tuhan tetapi kekudusan! Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, syarat melayani itu tidak pernah berubah, harus hidup suci!

Yesaya 52:11

52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

 

Dulu yang harus mengangkat perkakas rumah Tuhan adalah imam dari suku Lewi, mereka harus menjauh dari kenajisan, harus keluar dari kenajisan = suci. Kita periksa, saya melayani sekian tahun menjadi gembala, bagaimana hidup saya, kekudusannya bagaimana? Menjauh atau menjamah? Harus ada ketegasan menjauh dari yang najis.

 

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Yang diperlengkapi adalah orang kudus, bukan orang pandai atau kaya. Periksa hidup kita. Kaum muda, bagaimana melayani? Mungkin kelihatan hebat melayani, tetapi kalau tidak dalam kekudusan, suatu saat terjadi ikabod! Kehilangan kemuliaan Tuhan! Tidak ada kemuliaan. Ingat Hofni dan Pinehas. Mereka bukan pemikul perkakas biasa, yang mereka pikul Tabut Perjanjian. Tetapi mereka adalah orang-orang dursila, mereka orang-orang yang najis, tidak menjauh dari kenajisan, malah tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu kemah, sehingga terjadi Ikabod, kehilangan kemuliaan Tuhan.

 

Kalau kami gembala yang memberitakan Kabar Mempelai lalu hidup dalam kenajisan, itu Hofni dan Pinehas, dalam jemaat tidak ada kemuliaan, kering! Kalau sempat terjadi, minta ampun kepada Tuhan dan segera menjauh. Daud sempat salah dan dia minta ampun. Ayo menjauh, jangan malah menjamah. Harus ada ketegasan.

 

Kalau kita mau disucikan luar biasa, Tuhan di depan, Tuhan di belakang.

Yesaya 52:12

52:12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

 

Yesus menjadi pagar perlindungan bagi kita. Berarti kita imam-imam yang suci mendapat perhatian khusus dari Tuhan. Tidak usah ragu akan hidup di dunia ini. Kalau kita diperhatikan khusus oleh pemerintah saja sudah senang.

 

Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang suci itu adalah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang khusus.

Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Jangan keluar dari tempat kudus, sekarang jangan keluar dari penggembalaan. Tempat kita dikuduskan adalah di dalam penggembalaan. Gembala yang suci adalah gembala yang khusus, pemain musik yang suci adalah pemain musik yang khusus, kalau kita melayani dalam kekudusan kita dikhususkan, pelayan Tuhan yang khusus. Di dalam tubuh kita, anggota tubuh yang kelihatan yang paling khusus adalah biji mata. Jadi kalau kita menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang khusus, yang kudus, kita menjadi biji mata Tuhan, tidak boleh dijamah oleh siapapun. Mata ini khusus dijaga oleh Tuhan. Tidak usah takut menghadapi tantangan-tantangan yang ada, kita biji mata Tuhan, dijaga secara khusus.

Zakharia 2:5-6

2:5 Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."

2:6 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.

 

Tanah utara itulah Babel, Babel itu tempat kenajisan. Keluar dari kenajisan! Sion itu tempatnya keluar pengajaran. Ayo bertekun dalam pengajaran supaya kita disucikan.

Zakharia 2:7-8

2:7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya —:

 

Kita dijaga oleh Tuhan sebagai biji matanya Tuhan. Mau diapa-apakan, berhadapan dengan Tuhan. Saya pernah dikutuk oleh hamba Tuhan, dikutuk oleh pelayanan Tuhan, tetapi Alkitab katakan kutuk tanpa alasan tidak akan kena. Yang penting saya hidup dalam kekudusan dan kesucian, biji mata Tuhan, Tuhan jamah!

 

Sebaliknya, kalau kita imam melayani tanpa kekudusan, itu berarti imam yang bukan melayani di dalam kemah suci Tabernakel, tetapi itu imam yang melayani di depan anak lembu emas.

I Raja-raja 12:28, 31-33

12:28 Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." 

12:31 Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.

12:32 Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya.

12:33 Ia naik tangga mezbah yang dibuatnya di Betel itu pada hari yang kelima belas dalam bulan yang kedelapan, dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar korban.

 

Imam-imam yang tidak menjaga kekudusan = imam-imam yang diangkat dari kalangan rakyat, bukan dari suku Lewi. Dan dia melayani bukan di Tabernakel, bukan di dalam kemah suci, bukan membangun Tubuh Kristus tetapi dia melayani di kuil-kuil, di bukit-bukit pengorbanan. Dia melayani di depan anak lembu emas. Sampai 3 kali tadi ditulis tanda ibadah kuil anak lembu emas adalah naik tangga ke atas mezbah. Padahal perintah Tuhan kepada Musa, kepada imam dari suku Lewi, jangan naik tangga ke atas mezbah supaya jangan kelihatan auratmu!

 

Keluaran 20:25

20:25 Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, maka jangan engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya.

20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya."

 

Artinya ini melayani dengan kekudusan. Kalau malah naik tangga berarti melayani tanpa kekudusan!

 

Kita melayani membangun apa? Membangun Tubuh Kristus yang sempurna atau malah membangun Babel, gereja palsu. Siapa yang mengangkat kita, Tuhan atau manusia? Perhatikan imam-imam yang sudah mengisi formulir imam-imam, tanggung jawab di hadapan Tuhan. Bapak, ibu, saudara sekalian sudah isi formulir, sudah tanda tangan, Tuhan saksi, hamba Tuhan di dunia saksi dan diberikan penumpangan tangan. Tanggung jawab kepada Tuhan, layani Tuhan dalam tanda kekudusan. Itu berarti Tuhan yang angkat, bukan manusia. Sehingga kita akan berhasil terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Kita biji mata Tuhan, Tuhan pagari, Tuhan lindungi.

 

b)      Jabatan pelayanan itu dari Tuhan. Jadi praktek kedua adalah melayani dengan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan. Yaitu:

1)      Melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan. Kalau jabatannya sebagai gembala, layani sebagai gembala. Kalau jabatannya sebagai pemain musik, layani sebagai pemain musik. Sesuai jabatan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan. Ada yang Tuhan kasih banyak karunia, jadi sambil zangkoor, dia pemain musik, dia guru sekolah minggu, ayo kita layani sesuai jabatan dari Tuhan dengan tanggung jawab.

 

2)      Melayani dengan setia dan berkobar-kobar.

II Timotius 1:6-7

1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

 

Setia berkobar-kobar, itu melayani dengan tertib, dengan kekuatan dari Tuhan, dengan kasih Tuhan. Jangan kapal selam. Muncul pas Desember, masih ibadah sampai kunci tahun. Setelah masuk tahun baru hilang lagi, muncul lagi pas Jumat Agung, Paskah. Sesudah itu hilang lagi. Nanti Desember baru muncul lagi, begitu seterus. Jangan! Kalau setia berkobar pasti tertib. Kalau memang ada halangan lapor, supaya dicari gantinya. Tidak bingung-bingung, mau melayani eh tidak ada. Termasuk mapnya, seragamnya, ditertibkan. Itu kalau setia berkobar-kobar, jadi ada persiapan. Bukan nanti mau melayani baru ada persiapan, sudah harus disiapkan sebelumnya.

 

Apalagi gembala, baru mau khotbah baru cari apa yang mau disampaikan. Pesan papa dulu, gembala itu paling sedikit sudah siap 5 khotbah. Jadi kapanpun waktunya sudah siap.

 

Kalau melayani hanya setia, tidak berkobar-kobar, melayani hanya kebiasaan. Itu hanya karena tersimpan di memori otaknya. Tetapi melayani dengan berkobar-kobar itu dari dalam hati, sehingga ibadah pelayanan itu bukan kebiasaan tetapi kebutuhan, tidak mungkin dia tinggalkan karena itu kebutuhan. Buktikan kita semua Tuhan yang berikan jabatan, bukan manusia. Maka kita akan berkobar-kobar melayani Tuhan sampai garis akhir kehidupan kita.

 

Coba kalau kebutuhan makan kita tidak bisa terpenuhi, pasti pusing! Begitu juga dengan ibadah pelayanan, kalau kita tidak kerjakan, bagaimana? Ini kebutuhanku, maka kita harus berjuang untuk ibadah pelayanan dengan sungguh-sungguh.

I Timotius 4:8-10

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

 

Saya masuk dalam pelayanan untuk menjadi Tubuh Kristus. Itu kebutuhan kita. Kalau tidak jadi Tubuh Kristus, hancur kita! Ini kebutuhan kita, menjadi Tubuh Kristus, makanya kita perjuangkan!

 

Kalau kita melayani Tuhan dengan berkobar-kobar maka hasilnya:

Ø  I Petrus 2:5

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

 

Kita menjadi batu hidup, artinya kita hidup dari kemurahan Tuhan sehingga kapan saja, di mana saja, dalam situasi kondisi apa saja bisa hidup. Kami hamba Tuhan itu hisop, di mana saja bisa hidup, di batupun dia tumbuh. Tuhan tidak pernah menipu, masakan hamba Tuhan pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh melayani dibiarkan.

Yesaya 65:13-14

65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

65:14  sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

 

Ini hamba Tuhan pelayan Tuhan yang suci, betul-betul dipelihara oleh Tuhan, sampai diberikan kebahagiaan. Jangan ragu melayani Tuhan! Layani Tuhan dalam kekudusan, setia berkobar-kobar, pelayanan jadi kebutuhan, kita hidup dari kemurahan Tuhan.

 

Ø  Efesus 4:16; 2:21-22

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

 

Hasilnya Tuhan membuat hidup kita rapi tersusun. Tidak usah takut, semua Tuhan atur dengan baik, indah pada waktunya.

 

3.      Efesus 5:22-29

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

 

Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, berarti kita menempatkan diri sebagai mempelai wanita Tuhan.

 

Praktek menempatkan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.

a)      Menjaga kesucian dan kesatuan nikah lewat mau melakukan kewajiban utama kita dalam nikah. Maka nikah itu terjaga kesucian dan kesatuannya.

 

Kewajiban utama suami  mengasihi isteri seperti diri sendiri, tidak berlaku kasar. Kewajiban utama isteri tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan. Kewajiban utama anak taat dan hormat kepada orang tua. Kewajiban utama orang tua, jangan membuat hati anak tawar, jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak. Artinya jangan paksakan kehendak kita yang tidak sesuai Firman kepada anak, jangan turuti kehendak anak yang tidak sesuai Firman. Lakukan semua itu maka terjaga kesucian dan kesatuan nikah kita. Kita sudah banyak mendengar tentang ini, tinggal praktekan dalam nikah masing-masing

 

b)      Dikaitkan dengan pengorbanan Yesus. Jadi yang kedua rela sengsara daging tanpa dosa karena Yesus. Untuk menjaga kekudusan pribadi, kekudusan nikah, kesatuan nikah, kita harus rela sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus. Semua kita rela korbankan untuk nikah jasmani terjaga kekudusan dan kesatuannya. Korban perasaan, semua kita korbankan. Bahkan kalau perlu sampai korban nyawa seperti Yesus. Semua harus dikorbankan, kecuali pengajaran jangan dikorbankan supaya tetap terjaga kesatuan dan kesucian nikah.

 

Termasuk kaum muda di masa pacaran dan tunangan, kalau ada masalah harus rela berkorban. Belajar untuk bisa pada hubungan yang lebih serius, hubungan yang suci, masuk dalam ikatan nikah yang kudus.

 

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Sengsara daging menghasilkan keubahan hidup yaitu tidak tawar hati. Apapun yang terjadi dalam nikah rumah tangga kita masing-masing, satu yang dijaga, jangan sampai tawar hati. Kalau sudah tawar hati, nikah itu menjadi neraka mini. Jangan tawar hati, tetapi harus tabah atau kuat teguh hati.

II Korintus 5:6,8

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

 

Apapun yang terjadi menerpa nikah rumah tangga kita, tetap satu yang dijaga, tabah tetap kuat teguh hati. Kalau sempat tawar, bahkan sampai pahit, disitulah kita butuh Roh Kudus air anggur yang manis. Minta Roh Kudus supaya membuat nikah kita kembali manis. Solusinya supaya tidak tawar ada praktek ketiga.

 

c)      Tubuh dan kepala dihubungkan dengan leher. Leher menunjuk doa penyembahan. Supaya nikah tidak tawar harus ada doa penyembahan. Menghadapi masalah nikah yang sudah rumit/berat, tersungkur di kaki Tuhan, banyak menyembah Tuhan, Tuhan sanggup menolong.

 

Orang tua menghadapi buah nikah sampai sudah geleng-geleng, harus banyak menyembah. Suami terhadap isteri, isteri terhadap suami, tidak sedikit nikah hamba Tuhan seperti itu yang sudah tawar. Inilah masalah yang paling berat yang dihadapi kehidupan kita, masalah nikah.

 

Belajar tunduk pada Firman Tuhan, Roh Kudus pasti dicurahkan kepada kita. Roh Kudus yang memberikan kekuatan, menghibur, menolong nikah kita, menolong pelayanan kita.

Yohanes 16:7; 14:16

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

 

Roh Kudus roh penghibur, roh penolong yang memberikan penghiburan kepada kita dan menolong tepat pada waktunya. Nikah jasmani bisa mencapai nikah yang rohani, nikah yang sempurna.

 

Jadi saat kita sudah tidak mampu menghadapi sengsaranya, tinggal menyembah. Tidak bisa dengan kekuatan sendiri. Mau melapor ke mertua? Ke dewan adat? Tidak selesai, tambah hancur. Tinggal lapor kepada Tuhan, Yesus saya serahkan nikahku dan buah nikahku, Tuhan yang menolong.

 

Di depan kita ada perjamuan suci. Untuk mencurahkan Roh Kudus Yesus rela mati, bangkit, naik ke Sorga, Roh Kudus dicurahkan. Saat kita sudah tidak kuat lagi, terima Tubuh dan darahNya, renungkan mana lebih menderita, saya atau Yesus. Yesus lebih menderita! Dan Yesus sanggup menolong, Dia tahu segala pergumulan kita, Dia mengerti, ia peduli keadaan kita.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar