Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:3-4
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.
Nyanyian Musa dinyanyikan bersama nyanyian Anak Domba oleh orang-orang yang telah menang atas trio setan. Nyanyian Musa kaitannya dengan pengajaran. Nyanyian Anak Domba kaitannya dengan penggembalaan. Dinyanyikan oleh orang-orang yang telah menang atas trio setan. Setelah mereka menyanyikan ini maka terbukalah Sorga, kelihatan Bait Suci di situ sudah gabung dengan Tabernakel. Kalau disimpulkan jika kita mau tergembala dengan benar dan baik pada Firman pengajaran yang benar, kita disucikan dan diubahkan sehingga pasti menang atas trio setan. Selama kita tergembala kita pasti menang, Tuhan memberikan kemenangan kepada kita karena kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga pintu sorga terbuka bagi kita. Mari tergembala dengan benar dan baik pada pengajaran yang benar, kita disucikan, diubahkan dan pintu sorga terbuka bagi kita sekalian.
Ada 3 kali kesempatan pintu sorga atau langit terbuka bagi kita.
1. Matius 3:13-17
3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Pada saat masuk baptisan air yang benar, di situ sorga terbuka dan kita diakui sebagai anak Allah, sebagai keluarga Allah. Baptisan air adalah kunci kerajaan Sorga, jangan dianggap enteng. Kadang baptisan air cuma dianggap sakramen dalam gereja dan tidak terlalu dipentingkan, tidak terlalu dipedulikan, padahal baptisan air itu adalah kunci kerajaan sorga. Kalau baptisannya tidak benar, pintu sorga tertutup, tidak terbuka bagi dia. Tetapi kalau baptisannya benar, pintu sorga terbuka bagi kita.
Coba kalau kunci dikikis sedikit saja, lalu masukan ke lubang kunci, sulit untuk bisa dibuka. Makanya kalau baptisan air diubah sedikit saja sudah tidak akan terbuka pintu kerajaan Sorga! Baptisan airnya sudah benar, pelaksanaannya dari ujung kaki sampai ujung rambut masuk di dalam air, tetapi prosesnya salah, tidak akan terbuka pintu kerajaan Sorga.Baptisan air yang benar, teladannya adalah seperti Yesus dibaptis, jangan diubah-ubah.
Syaratnya baptisan air yang benar, mati terhadap dosa, bertobat.
Roma 6:2
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Yesus tidak berdosa, tetapi Dia mau dibaptis. Kita ini jelas-jelas manusia berdosa, harus mati terhadap dosa baru bisa masuk dalam baptisan air. Kalau belum bertobat lalu ikut-ikutan atau dipaksa masuk baptisan air, kuncinya bermasalah dan kerajaan Sorga tidak terbuka baginya. Sudah melayani zangkoor, pemain musik dan lain-lain, tetapi waktu baptisan syaratnya tidak benar, tidak bertobat, tertutup pintu Sorga. Kita periksa diri kita, dulu saya dibaptis belum bertobat! Makanya pintu Sorga tertutup, termasuk pintu-pintu di dunia ini tertutup semuanya. Lewat Firman Tuhan pertobatannya diperbaiki, bukan dibaptis kembali. Kalau sudah mandi, tinggal kakinya dibasuh, bukan mau mandi lagi. syaratnya harus diperbaiki.
Pelaksanaannya:
a) Menggenapkan seluruh kehendak Tuhan. Artinya didorong oleh Firman. Periksa lagi, dulu siapa yang dorong? Oh karena mau menikah, syarat gereja harus ada surat baptisan supaya bisa menikah, masuk baptisan air. Pelaksanaan baptisan air karena didorong oleh Firman Tuhan, bukan disuruh, bukan ikut-ikutan dan tidak boleh dicegah. Kadangkala kami hamba Tuhan yang mencegah. Kalau waktu itu dia didorong oleh Firman lalu kami hamba Tuhan cegah, lalu terjadi apa-apa dalam dirinya dan meninggal, siapa yang berhutang darah? Jangan dicegah, kalau memang dia didorong oleh Firman, mari dilaksanakan pembaptisannya.
b) Yesus keluar dari air. Berarti sebelumnya Yesus masuk ke dalam air. Airnya sedalam apa?
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Pelaksanaan yang benar diselamkan di dalam air dengan cara dibaringkan. Bukan dijongkokan. Istilah dikuburkan itu dibaringkan. Waktu Yesus bertanya tentang Lazarus yang sudah dikuburkan Tuhan berkata ‘dimana dia kamu baringkan’ bukan ‘dimana dia kamu jongkokan’. Jadi tidak ada alasan saya tidak bisa karena ini dan itu, pakai tua-tua kalau memang tidak bisa sendiri, supaya pelaksanaannya benar. Karena ini penentu pintu Sorga terbuka atau tidak. Kalau kuncinya sudah terkikis karena alasan ini dan itu, tidak terbuka pintu Sorga.
c) Yesus menyandang nama Bapa.
Yohanes 17:11-12
17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
18:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Anak Allah namaNya Yesus. Dia menyandang nama Bapa yaitu Tuhan. Dia juga disebut Kristus. Jadi lengkap, Tuhan Yesus Kristus. Jadi pelaksanaan ketiga ada meterai nama Allah yang jelas dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus.
d) Ditangani oleh hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Karena ini menyangkut nama Tuhan. Kami bisa memeteraikan nama Allah Tritunggal dengan jelas kepada kehidupan yang dibaptis kalau kami yang membaptis hidup dalam kekudusan, tahbisan kami benar. Kalau tidak benar, biar dia sebut dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus, tidak melekat nama itu!
II Timotius 2:19,21
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Tahbisan itu kaitan erat dengan kekudusan.
Keluaran 29:1
29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
Saya sementara selingkuh, selama berbuat ini, berbuat itu, lalu saya membaptis, sementara yang membaptis ini orang mati! Bagaimana orang mati mau menguburkan orang mati? Tidak bisa!
Jadi jangan sembarang! Harus ditangani oleh hamba Tuhan yang jelas tahbisannya, karena mau menguburkan orang mati di dalam dosa supaya bangkit bersama Yesus, ada meterai nama Allah yang jelas. Dalam Kisah Para Rasul ada contoh yang jelas yaitu 7 anak Skewa yang menyebut nama Tuhan tetapi malah dihantam oleh setan karena mereka adalah tukang sihir. Bagaimana mau menyebut nama Tuhan, pendetanya tukang sihir.
Jadi coba ingat siapa dulu yang menangani baptisan. Oh pendeta ini, dulu dia kena kasus, berarti nama itu tidak melekat, yang melekat tabiat pendeta itu.
Kesempatan pertama langit terbuka pada saat kita masuk baptisan air yang benar. Kalau syaratnya sudah benar, pelaksanaanya benar, yang menangani sungguh-sungguh hamba Tuhan yang tidak diragukan tahbisannya maka ada hasilnya. Langit terbuka, artinya kita memiliki kehidupan Sorga. Seharusnya Yesus anaknya Maria dan Yusuf tukang kayu. Tetapi begitu keluar dari baptisan air, dari Sorga terdengar suara inilah AnakKu yang Ku kasihi, berarti Dia memiliki jenis kehidupan Sorga.
Saya anak kandung Pdt. Bernard Legontu dan ibu Noorce Roboth. Waktu saya lahir dari
kandungan ibu yang dikandung 10 bulan, saya punya jenis kehidupan dunia.
Setelah mengalami baptisan air, saya memiliki jenis kehidupan Sorga.
Apa jenis kehidupan Sorga? Langit terbuka, Roh Kudus turun. Jadi jenis kehidupan Sorga kita hidup dalam urapan Roh Kudus. Bukan hanya manusia daging yang mengikuti keinginan dan hawa nafsunya.
Praktek hidup dalam urapan Roh Kudus.
a) Hidup di dalam seluruh kebenaran.
Yohanes 16:13
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Roh Kudus memimpin kita dalam seluruh kebenaran. Kita belajar hidup benar dalam segala hal. Identitas diri benar, nikahnya benar, pelayanannya benar, semua benar.
b) Matius 10:16
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Praktek hidup dalam urapan Roh Kudus adalah memiliki hati nurani yang tulus, hati nurani yang baik = taat dan jujur.
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Kita periksa baptisannya bagaimana. Kalau setelah dibaptis anak malah tambah melawan orang tua, diperiksa syaratnya bagaimana, pelaksanaannya bagaimana. Kalau baptisannya benar, setelah dibaptis menjadi anak yang taat, jujur, melayani dengan kekudusan dan pasti dipakai oleh Tuhan. Orang yang jujur itu menjadi rumah doa. Dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Doa orang jujur dikenan Tuhan.
Amsal 15:8
15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Jadilah kehidupan yang jujur, doanya dikenan, dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sebaliknya kalau baptisan air di gereja digampangkan, baik syaratnya, pelaksanaannya, yang menangani, semua digampangkan, maka orang itu bukan menjadi rumah doa tetapi menjadi sarang penyamun! Makanya di dalam gereja sesudah dibaptis malah dosa semua yang dilakukan, baik pendetanya, pengerja, semua jemaat jadi sarang penyamun. Berbuat dosa sampai puncaknya dosa karena baptisan sudah dientengkan, akhirnya penghuni gereja penyamun semua, orang yang hidup dalam dosa. Dosa bukan dikubur malah tumbuh subur.
Matius 21:13
21:13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Di sini rumah Tuhan sudah menjadi tempat jual beli. Itu kalau baptisannya tidak benar, pelaksanaan dan syaratnya tidak benar, maka Bait Allah menjadi tempat jual beli. Artinya dia melayani tanpa ketulusan lagi, tetapi melayani hanya mencari keuntungan jasmani, mencari perkara-perkara yang jasmani. Dalam Bait Allah ada pedagang lembu, domba dan merpati. Merpati sudah dijual, tidak ada lagi ketulusan dalam melayani. Tidak ada lagi ketaatan dan kejujuran. Melayani hanya untuk berapa saya dapat nanti, yang penting dapurku mengepul, perutku terisi. Kalau kaum muda untuk mencari jodoh. Semua hanya untuk cari yang jasmani, cari kehormatan dan lain-lain. Akibatnya pintu sorga tertutup, tidak terbuka. Ini jangan sampai terjadi.
2. Maleakhi 3:10
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Langit terbuka pada saat mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus. Jadi perpuluhan dan persembahan khusus itu adalah kunci kerajaan Sorga, jangan dikikis. Baptisan sudah benar, lanjutkan kembalikan milik Tuhan. Ini pembuka pintu kerajaan Sorga. Langit terbuka dan ada persediaan makan di rumah Tuhan. Lewat mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus langit terbuka, sorga terbuka dan makanan rohani dicurahkan kepada kita. Bonusnya berkat-berkat jasmani.
Sebagai hamba Tuhan kalau jujur mengembalikan perpuluhan, Tuhan percayakan pembukaan Firman yang tidak pernah habis. Ada buah yang lama, ada buah yang baru. Ada harta yang lama, ada harta yang baru. Roti sajian itu selalu baru, yang lama diambil, diganti dengan yang baru.
Kalau jemaat jujur soal perpuluhan, dia bisa menikmati Firman Tuhan. Dan rohaninya bertumbuh. Kita bisa makan Firman. Kalau makan berarti hidup, tidak makan berarti mati!
Firman Tuhan dalam Yohanes pasal 10 tergenapi, Aku datang memberi hidup dalam kelimpahan. Kita mendapatkan hidup di dalam kelimpahan. Tuhan tidak pernah menipu, yang Tuhan minta hanya 1/10, kita bisa makan Firman Tuhan. Gembala juga bisa melihat jemaat ini sudah makan atau belum dari perpuluhan yang dia kembalikan.
Hasilnya:
a) Ada kepuasan Sorga, sehingga tidak mencari kepuasan di dunia lagi, apalagi kepuasan lewat berbuat dosa. Apalagi kalau sampai kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja, itu tanda tidak ada kepuasan sorga. Bisa diperiksa soal perpuluhannya.
Perpuluhan ini dipercayakan kepada hamba Tuhan, seringkali kepercayaan ini mau dirampas, dikelola gereja. Itu dunia! Makanya jangan heran tidak ada pembukaan rahasia Firman.
Ibrani 7:7-9
7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.
7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.
7:9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan,
Sidang jemaat lihat, gembalaku ini Lewi atau tidak. Lewi memegang keimamatan yang kekal. Saya ini memang bukan suku Lewi tetapi keimamatan itu harus ada! Ciri-ciri imam dari suku Lewi:
1) Dia menyelenggarakan kebaktian. Bisa dilihat gembala ini menyelenggarakan kebaktian, menyampaikan Firman atau tidak.
2) Imam dari suku Lewi bergantung sepenuh kepada Tuhan, tidak punya milik pusaka, tidak punya pekerjaan sampingan, melayani Tuhan sepenuh.
Ulangan 18:1-5
18:1 "Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka mendapat rezeki.
18:2 Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.
18:3 Inilah hak imam terhadap kaum awam, terhadap mereka yang mempersembahkan korban sembelihan, baik lembu maupun domba: kepada imam haruslah diberikan paha depan, kedua rahang dan perut besar.
18:4 Hasil pertama dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, dan bulu guntingan pertama dari dombamu haruslah kauberikan kepadanya.
18:5 Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya.
Bilangan 18:21
18:21 Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.
Ini sudah jelas! Keterlaluan dia sudah dapat dari Tuhan lalu masih punya pekerjaan sampingan lagi, tidak boleh! Dan Tuhan tidak pernah menipu, kalau hamba Tuhan melayani sungguh-sungguh:
Ø Ada paha depan, artinya dia diutamakan Tuhan.
Ø Ada rahang, mulutnya bisa tetap mengunyah.
Ø Ada perut besar.
Yang harus dijaga, jadi hamba Tuhan jangan motivasinya untuk dapat paha depan, kedua rahang dan perut besar, itu salah! Ini Tuhan berikan untuk membalas pekerjaan yang mereka lakukan, Tuhan percayakan perpuluhan dari sidang jemaat.
Kalau gembala Tuhan pelihara, tidak punya pekerjaan sampingan, jemaat juga Tuhan pelihara, kita puas dengan Yesus.
b) Ibrani 5:14
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Kalau kita makan Firman rohani bertumbuh sampai dewasa rohani. Tanda dewasa rohani bisa membedakan mana yang baik dan mana dosa. Terutama membedakan mana ajaran benar, mana ajaran palsu. Mana hamba Tuhan yang benar, mana hamba Tuhan yang salah dalam tahbisan. Tahu membedakan sehingga kita punya ketegasan sebab tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Harus tegas bertahan pada kebenaran. Kita bertumbuh rohani, dewasa rohani. Kalau sudah dewasa, kita tahan banting. Musa sudah dewasa, dia rela menderita karena Tuhan.
Ibrani 11:24-26
11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
Dewasa itu tahu membedakan mana yang benar, mana yang salah, rela sengsara, pasti dipakai Tuhan. Yang bisa melayani tentu orang dewasa. Kalau masih kanak-kanak tidak bisa. Kalau sudah dewasa bisa bekerja, melayani Tuhan.
Kita periksa rohani kita sudah sampai tahap mana. Dewasa lebih suka sengsara. Kalau kanak-kanak gampang meraju. Ada sengsara pergumulan sedikit saja yang seringkali dikorbankan malah Tuhan. Kenapa tidak datang ibadah? Nikahku lagi bermasalah, pekerjaan lagi bermasalah. Yang dia korbankan Tuhan, berarti dia belum dewasa. Kalau dia dewasa dia lebih suka sengsara artinya dia rela sengsara, tidak bersungut, tidak ngomel.
Termasuk saya diperiksa Tuhan. Gembala harus dewasa, gembala itu disebut orang tua.
I Petrus 5:5
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Orang tua juga menunjuk gembala, tua rohaninya, dewasa. Tidak mungkin jemaat mau digembalakan kalau yang menggembalakan rohaninya masih kanak-kanak. Usianya mungkin masih muda, tetapi dia bisa menjadi teladan. Seperti yang Paulus katakan kepada Timotius, sekalipun dia muda tetapi dia bisa menjadi teladan.
Ini rohani bertumbuh sampai dewasa, bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah. Bisa menerima pengalaman sengsara, rela menerima sengsara daging bersama dengan Yesus.
3. Matius 24:30-32
24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Sorga terbuka pada saat Yesus datang kembali yang ditandai bunyi sangkakala yang keras. Mulai dari sekarang kita sudah harus terbiasa mendengar bunyi sangkakala yang keras. Itulah Firman pengajaran yang benar, yang keras menyucikan. Kalau sekarang tidak suka mendengar Firman yang keras, bagaimana pada saat Yesus datang? Ketika bunyi sangkakala terdengar dia malah bertanya-tanya suara apa itu? Akhirnya yang lain terangkat, dia tertinggal. Yang mati dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, yang hidup diubahkan dalam sekejab mata dalam tubuh kemuliaan, lalu bersama-sama menyongsong Yesus di angkasa ketika bunyi sangkakala yang keras itu terdengar.
Kadangkala kita hanya tahu menyanyikan saja ‘kalau bunyi sangkakala’ tetapi sekarang kalau bunyi sangkakala diperdengarkan malah bersungut-sungut ‘perkataan ini keras siapa yang sanggup mendengarkan’. Terlalu keras itu Firman, tidak berhikmat pak pendeta. Akhirnya ketinggalan waktu Yesus datang.
Bilangan 10:1-3
10:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
10:2 "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.
10:3 Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
Dulu saat bangsa Israel dalam mereka beraktivitas ada semboyan nafiri dari perak. Yesus dijual dengan 30 keping perak. Perak berbicara penebusan oleh darah Yesus.
Wahyu 5:6,9
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Lewat penebusan oleh darah Yesus, Korban Kristus, rahasia Firman tentang perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dibuka. Itulah 2 nafiri. Sekarang tiap ibadah ditiupkan untuk mengarahkan jemaat dalam aktivitas yang rohani. Itulah Firman pengajaran, Sangkakala yang keras!
Mulai sekarang biasakan mendengar, jangan mengomel, jangan bersungut ketika Firman datang keras. Biarlah hati kita melembut. Kedatangan Yesus dikaitkan pohon ara mulai melembut.
Matius 24:32
24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Sekarang hati kita mau melembut untuk menerima Firman. Pohon ara yang dimaksud di sini adalah bangsa Israel di Timur tengah sana. Kalau mereka sudah melembut dan mau menerima pengajaran yang benar, yang memberitakan Yesus akan datang kembali sebagai Raja segala raja, Mempelai pria Sorga dan terjadi kegerakan rohani di sana, berarti kedatangan Yesus sudah di ambang pintu dan pintu kemurahan akan segera tertutup bagi kita bangsa kafir.
Kegerakan sedang mengarah ke sana, kita tidak tahu apakah bangsa Israel sudah melembut atau tidak. Saya tidak tahu mau diekspose oleh Tuhan atau tidak. Tetapi yang pasti kalau mereka sudah melembut, mau menerima pengajaran yang benar untuk dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, Tubuh Kristus yang sempurna, itu musim panas sudah dekat, kedatangan Yesus sudah di ambang pintu.
Matius 24:33
24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Kita berpacu dengan waktu, pintu kemurahan akan segera tertutup, ayo segera melembut, jangan keraskan hati. Pertanyaannya, apa yang harus melembut?
a) Hati harus melembut untuk menerima Firman sekeras apapun.
Yakobus 1:21
1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Ayo hati melembut, jangan keraskan hati. Setiap dengar Firman terima. Bukan kita mau berdebat, bertengkar dengan hamba Tuhan. Saya juga sebagai hamba Tuhan ikut ibadah persekutuan, terima Firman dengan hati yang lembut untuk keselamatan jiwa kita. Sekeras apapun itu Firman untuk keselamatan kita, terima dengan lembut, jangan marah!
Seperti dalam Kisah Para Rasul pasal 7, orang-orang di Mahkamah Agama menerima Firman dengan hati yang tertusuk-tusuk, lalu gigi mereka gemertakan. Bagaimana reaksi hamba Tuhan kalau sementara khotbah lalu dari jemaat bunyi semua gigi. Tetapi hamba Tuhan sudah diajar oleh Tuhan melalui rasul Paulus, beritakan Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya. Waktu yang tidak baik itu ketika khotbah malah ditanggapi yang negatif, tetap beritakan Firman, itulah kasih Tuhan. Yeremia khotbah, berkali-kali dia dianiaya, dipenjara dan banyak lagi yang dia alami.
b) Lidah melembut. Mau mengakui segala dosa kita kepada Tuhan dan sesama. Mengakui segala kekurangan kelemahan kita. Kadang sudah gagal tetapi tidak mau mengakui. Saya gagal membina rumah tangga saya, saya gagal dalam melayani, gagal dalam penggembalaan.
Sejak dari tanam Eden sampai sekarang ini pohon ara selalu ditandai dengan kegagalan. Di taman Eden, pohan ara ini daunnya dipakai untuk menutupi ketelanjangan. Itu menunjukan kebenaran diri sendiri. Di zaman Yesus, pohon ara tidak berbuah, hanya berdaun lebat. Artinya banyak pelayanan tetapi tidak bisa memuaskan Tuhan. Saya sudah khotbah sekian kali dalam seminggu tetapi cuma berdaun, tidak berbuah. Itulah kegagalan pohon ara. Sekarang diberi kesempatan segera melembut, supaya berhasil, jangan gagal.
Apa kegagalan kita, akui segala kegagalan kita kepada Tuhan maka Tuhan mengampuni, Tuhan memulihkan kegagalan kita, Tuhan mengatasi segala kelemahan kita.
Seorang anak muda yang dirasuk roh bisu tuli, bapaknya menemui Yesus, dia tidak mengakui kegagalannya malah mempersalahkan orang lain. Seringkali kita begitu, saya ini gagal, saya begini dan begitu karena dia tidak bisa bantu saya! Orang lain yang salah! Dia sudah dalam kelemahan kegagalan malah salahkan orang. Keluargaku tidak peduli saya, mamaku tidak bantu saya, kakakku tidak bantu. Saya udah lansia, anakku tidak bantu saya. Orang yang dia salahkan, tidak mengaku dia gagal. Sudah salahkan anaknya, salahkan setan, salahkan murid-murid Yesus.
Langsung Yesus bilang ‘hei angkatan yang tidak percaya, berapa lama Aku harus ada di tengah-tengah kamu’. Langsung Tuhan tunjuk, kegagalanmu bukan karena murid-murid, bukan karena orang lain tetapi karena dirimu sendiri tidak percaya!
Markus 9:17-18
9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
Ini Firman yang keras, sangkalala yang keras dibunyikan.
Markus 19:19,21-24
9:19 Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
9:24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Markus 9:24 (Terjemahan Lama)
9:24 Maka berteriaklah bapa budak itu sambil menangis, katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya, tolonglah akan iman hamba yang kurang."
Lidahnya jadi lembut, berteriak sambil menangis. Inilah yang Tuhan mau, lidah kita lembut mau mengaku kegagalan kita. Bukan orang lain kita salahkan, bukan pendeta, bukan guru sekolah minggu, bukan siapa-siapa!
Siang ini lidah kita mau melembut, mau mengakui kelemahan kita, saya yang gagal. Setelah kita akui kegagalan dan kelemahan, lidah yang paling lembut menyembah Tuhan, biar semua jadi sesuai kehendak Tuhan.
Sampai nanti lidah kita sudah tidak salah dalam perkataan. Ini lidah yang paling lembut, kita menjadi kehidupan yang sempurna, berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna yang bisa menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan seruan haleluya.
Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Biar kita melembut. Jangan sampai kita tetap keras hati, mulut juga keras. Ayo lembutkan hati, lembutkan lidah. Ketika bangsa Israel mau melembut, bangsa kafir justru ketularan kekerasan hati bangsa Israel, ini yang harus kita waspadai.
Zakharia 7:11-13
7:11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar.
7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
7:13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.
Ini akibat kalau kita keras, Tuhan tidak menjawab doa. Sekarang segera melembut. Kaum muda ayo lembutkan hati, fokus pada Firman Tuhan, itu yang menjamin pintu Sorga terbuka bagi kita. Pintu-pintu di dunia ini juga terbuka bagi kita sekalian. Lembutkan hati, lembutkan lidah, akui kegagalan segala dosa cacat cela.
Firman ini akan segera sampai kepada bangsa Israel. Dalam kegerakan ini mau kembali ke Israel, kaum Ismael akan banyak yang ditolong. Pertanyaannya kita yang Kristen dari kandungan, yang sudah ada dalam pengajaran, apakah ada dalam kegerakan itu.
Yesaya 60:7
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
Ini bukan kambing, domba yang Tuhan pedulikan, jiwa-jiwa ini yang Tuhan pedulikan. Mereka akan datang beribadah kepada Allah yang hidup, mau menerima pengajaran yang benar. Mereka akan terbuka hati. Dan sekarang sudah terjadi di mana-mana sekalipun masih sembunyi-sembunyi, tetapi suatu saat akan terjadi kegerakan yang besar.
Jangan terjadi kita yang terdahulu menjadi yang terkemudian. Biarlah sama-sama kita mau mencapai garis akhir, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, berkerajaan 1000 tahun damai dan masuk Yerusalem yang baru.
Segera melembut, jangan terbuang dari Tubuh Kristus. Hati melembut, lidah melembut, datang di salib Yesus akui segala kegagalan, segala kelemahan, segala dosa, segala kejahatan kita, maka Tuhan memulihkan kehidupan kita sekalian, Tuhan mau menjadikan kita Mempelai WanitaNya. Taruh di dalam hati, waktu kegerakan besar itu terjadi kita harus ada di dalamnya, jangan ada di luar.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar