20260331

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 24 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:9-10,13

15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

 

Ini kerinduan hati Yesus supaya kita tinggal di dalam kasihNya. Kasih Yesus digambarkan dengan kasih seorang yang memberi nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Ini sama dengan kasih gembala yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Yohanes 10:11

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

 

Jadi tinggal di dalam kasih Yesus adalah tergembala dengan benar dan baik. Ini yang Yesus rindukan dari kita. Dia adalah Anak Domba Allah, Dia merindu mendapatkan pengantin Anak Domba itulah kita yang tergembala dengan benar dan baik.

 

Syarat tergembala dengan benar dan baik:

Yohanes 10:1-5

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

1.      Masuk kandang penggembalaan. Secara jasmani kandang penggembalaan adalah organisasi yang legal di mata pemerintah. Secara rohani kandang kita adalah ruangan suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:

a)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita melekat atau bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran yang benar dan korbanNya. Domba diberi makan.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah Raya. Kita bersekutu atau melekat dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Di sini domba-domba diberi minum.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu atau melekat kepada Allah Bapa di dalam kasihNya. Ada udara segar untuk kita bisa bernafas di dalam kasih Allah.

 

2.      Mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala, pada Firman penggembalaan. Dan tidak mau mendengar suara-suara asing, hindari suara asing. Baik suara gosip, suara daging, suara ajaran palsu, hindari semua itu.

 

3.      Imamat 23:9-11

23:9 TUHAN berfirman kepada Musa:

23:10 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,

23:11 dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.

 

Dulu ada namanya pesta unjuk-unjukan atau pesta timang-timangan. Saat itu orang Israel harus membawa seberkas hasil pertama untuk diunjuk-unjuk di hadapan Tuhan. Hasil pertama atau buah sulung ini menunjuk gereja yang tergembala. Gereja yang tergembala disebut jemaat anak-anak sulung.

Ibrani 12:22-23

12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

 

Yang mengunjuk-unjuk adalah Imam Besar Harun. Bagi kita diunjuk-unjuk itu ada kegerakan. Jadi syarat ketiga tergembala dengan benar dan baik adalah aktif dalam kegerakan rohani dan yang menggerakan adalah gembala lewat Firman penggembalaan. Namun seringkali yang terjadi dalam penggembalaan malah gembala yang digerakan jemaat, jemaat mau mengatur gembala. Komandonya Firman pengajaran, kalau daging, jemaat terima dengan daging, akan tengkar, ribut. Tetapi kalau Firman yang menggerakan akan tenang penggembalaan itu.

 

Jadi yang menggerakan adalah gembala lewat Firman. Yang mengatur pelayanan adalah gembala lewat Firman. Jangan dibalik, jemaat yang mau mengatur gembala, itu salah, di hadapan Tuhan tidak demikian!

 

Imamat 23:12

23:12  Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu harus mempersembahkan seekor domba berumur setahun yang tidak bercela, sebagai korban bakaran bagi TUHAN,

 

Dalam pesta timang-timangan atau pesta unjuk-unjukan ini ada persembahan korban yaitu seekor anak domba berumur setahun. Ini membuktikan bahwa kita ada dalam kegerakan rohani. Bukti kita ada dalam kegerakan rohani, ada persembahan anak domba berumur setahun. Ini mengingatkan anak domba Paskah yang berumur setahun. Anak Domba Paskah menunjuk Korban Kristus.

 

Jadi bukti kita tergembala dengan benar dan baik, kita kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik adalah kita menghargai Korban Kristus

Imamat 23:13-14

23:13 serta dengan korban sajiannya dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, sebagai korban api-apian bagi TUHAN yakni bau yang menyenangkan, serta dengan korban curahannya dari seperempat hin anggur.

23:14  Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

 

Ini ketetapan untuk selama-lamanya baik untuk Israel jasmani dan juga untuk kita Israel rohani. Kita menghargai Korban Kristus dengan praktek:

a)      Mempersembahkan 2/10 efa tepung yang terbaik. Kalau dikecilkan menjadi 1/5 ini adalah angka denda. Seharusnya kita yang kena denda tetapi sudah ditanggung oleh Yesus. Apa saja yang kena denda dan sudah ditanggung oleh korban Kristus?

1)      Imamat 27:9-13,27

27:9 Jikalau itu termasuk hewan yang boleh dipersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN, maka apa pun dari pada hewan itu yang dipersembahkan orang itu kepada TUHAN haruslah kudus.

27:10 Janganlah ia menggantinya dan janganlah ia menukarnya, yang baik dengan yang buruk atau yang buruk dengan yang baik. Tetapi jikalau ia menukar juga seekor hewan dengan seekor hewan lain, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus.

27:11 Jikalau itu barang seekor dari antara hewan haram yang tidak boleh dipersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN, maka hewan itu harus dihadapkannya kepada imam,

27:12 dan imam harus menetapkan nilainya menurut baik atau buruknya, dan seperti penilaian imam demikianlah jadinya.

27:13 Dan jikalau orang itu mau menebusnya juga, ia harus menambahkan seperlima kepada nilai itu.

27:27 Tetapi jikalau itu dari antara hewan yang haram, maka haruslah orang menebusnya menurut nilainya dengan menambah seperlima dan jikalau tidak ditebus, haruslah dijual menurut nilainya.

 

Yang ditebus adalah hewan. Baik hewan halal maupun hewan haram nilainya sama. Hewan ada kaitannya dengan ibadah. Apa kaitannya dengan Yesus? Yesus rela mati berkorban di kayu salib supaya kita bisa beribadah. Kita bangsa kafir digambarkan seperti hewan haram, kalau bangsa Israel digambarkan seperti lembu atau domba, mereka disamakan dengan hewan halal. Yesus mati supaya bangsa Israel bisa beribadah dengan benar kepada Tuhan yang benar, sebagai dasar ibadah adalah Korban Kristus. Tetapi waktu sudah mati, Dia menerima luka kelima di lambung, supaya kita bangsa kafir bisa beribadah pada Allah yang sama.

 

Jadi Yesus rela kena denda, supaya kita bisa beribadah.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

Jadi praktek menghargai Korban Kristus adalah setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan yang benar kepada Allah yang hidup. Kita renungkan, kita bisa beribadah karena luka Yesus di lambung. Kalau Yesus tidak mati, tidak ada persembahan Korban Kristus Anak Domba Paskah itu saya tidak bisa beribadah kepada Allah yang hidup. Kita hanya beribadah kepada apa yang disembah oleh nenek moyang kita dulu. Karena kita sudah ditebus oleh Yesus maka ayo kita beribadah dengan setia benar, setia berkobar-kobar. Itu menghargai Korban Kristus. Kita berada dalam kegerakan rohani, semakin setia, semakin berkobar-kobar dalam kegerakan, dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

 

2)      Imamat 6:5

6:5 atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.

 

Sumpah dusta, ini adalah dosa kata-kata. Yesus rela kena denda, kena hukum untuk menebus kita dari dosa kata-kata. Baik gosip, fitnah, hujat, dusta. Jadi seharusnya kita yang dihukum, tetapi Yesus sudah mengganti kita. Jadi praktek menghargai Korban Kristus adalah menjaga perkataan yang benar dan suci sesuai Firman. Jangan ada dusta, gosip, fitnah, menghujat, menjelek-jelekan orang, banyak macam doa perkataan ini.

 

Saya gembala, mau mengunjuk-unjuk jemaat, mau mengarahkan jemaat untuk aktif dalam kegerakan rohani, tetapi mulut saya suka menghujat, memfitnah dan menggosip maka jemaat tidak ada dalam kegerakan! Yang ada hanya kegerakan pemberontakan. Kasihan, dalam gereja akhirnya terjadi kegerakan-kegerakan yang negatif, kegerakan daging, karena gembala yang mengunjuk-unjuk mulutnya memaki orang, dusta, gosip, fitnah! Nomor 1 saya dikoreksi Tuhan, karena gembala yang mengunjuk-unjuk jemaat, diarahkan masuk dalam kegerakan.

 

3)      Bilangan 5:6-7

5:6 "Berbicaralah kepada orang Israel: Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, melakukan sesuatu dosa terhadap sesamanya manusia, dan oleh karena itu berubah setia terhadap TUHAN, sehingga orang itu menjadi bersalah,

5:7 maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah.

 

Imamat 27:14-15

27:14 Apabila seorang menguduskan rumahnya sebagai persembahan kudus bagi TUHAN, maka imam harus menetapkan nilainya menurut baik atau buruknya, dan seperti nilai yang ditetapkan imam demikianlah harus dipegang teguh.

27:15 Tetapi jikalau orang yang menguduskan itu mau menebus rumahnya, maka ia harus menambah harganya dengan seperlima dari uang nilainya dan rumah itu menjadi kepunyaannya pula.

 

Bilangan pasal 5 itu tentang dosa terhadap sesama secara umum, Imamat pasal 27 tentang dosa terhadap sesama dalam nikah. Jadi ini kesalahan-kesalahan dalam nikah. Yesus sudah kena denda, Dia tanggung semua karena kesalahan-kesalahan kita dalam nikah.

 

Jadi praktek menghargai Korban Kristus adalah menghargai dan menghormati kekudusan nikah! Kaum muda jaga kekudusan masa pacaran dan tunangan. Sebagai anak hormati hargai kekudusan nikah, jangan kita langgar.

I Tesalonika 4:3-7

4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,

4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.

4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 

Termasuk memperdaya sesama dalam rumah tangga, ditipu, ini tidak boleh! Hati-hati, jangan sampai kita langgar kekudusan nikah. Tidak boleh poligami, poliandri. Termasuk masa pacaran, jangan ‘engkau salah satunya’ bukan satu-satunya. Termasuk jangan memperdaya sesama dalam rumah tangga ini soal uang. Sudah janji nanti saya beginikan kamu yah, uangnya diambil, saudaranya ditipu, diperdaya. Jangan, tidak boleh itu!

 

Banyak yang terjadi seperti itu. Kamukan belum tahu pegang uang, nanti kakak yang pegang. Ternyata investasi bodong. Ketika adik butuh malah dijawab sudah dipakai di sana, nanti diganti. Sangking percayanya dia iya iya saja padahal tidak pernah diganti. Soal tanah, kebun, budel jangan memperdaya.

 

4)      Imamat 27:16-19

27:16 Jikalau seseorang menguduskan sebagian dari ladang miliknya bagi TUHAN, maka nilainya haruslah sesuai dengan taburannya, yakni sehomer taburan benih jelai berharga lima puluh syikal perak.

27:17 Jikalau ia menguduskan ladangnya mulai dari tahun Yobel, maka nilainya haruslah dipegang teguh.

27:18 Tetapi jikalau ia menguduskan ladangnya sesudah tahun Yobel, maka imam harus menghitung harganya bagi orang itu sesuai dengan tahun-tahun yang masih tinggal sampai kepada tahun Yobel, dan harga itu harus dikurangkan dari nilainya.

27:19 Dan jikalau orang yang menguduskannya benar-benar mau menebus ladang itu, maka ia harus menambah harganya dengan seperlima dari uang nilainya dan ladang itu tetap dimilikinya.

 

Yang keempat yang ditebus adalah ladang. Ladang itu bicara pencaharian. Tuhan Yesus sudah rela mati di kayu salib untuk menebus kesalahan-kesalahan kita dalam pencaharian. Banyak kesalahan kita dalam pencaharian. Kalau hamba Tuhan tidak boleh ada pekerjaan yang lain, 100% harus melayani Tuhan. Kesalahan dalam pekerjaan menipu, hutang tidak bayar dan lainnya.

 

Jadi menghargai Korban Kristus adalah bekerja dalam batas kebenaran, kejujuran dan kesucian. Saya bekerja sempat salah, saya minta ampun, resikonya saya dipecat. Yang penting sudah saya selesaikan.

 

Orang benar dipagari Tuhan dengan berkat.

Mazmur 5:13

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

Kalau kita bekerja dengan benar, Tuhan berkati dan memagari pekerjaan kita, Tuhan lindungi.

 

5)      Imamat 27:30-31

27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

27:31 Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.

 

Ini kesalahan dalam soal hasil pekerjaan = kesalahan dalam soal perpuluhan. Artinya kalau perpuluhan sudah terlanjur dipakai, bayar dendanya 1/5 dari milik Tuhan itu. Yesus sudah mati karena kesalahan kita dalam hal ini. Kita hargai Korban Kristus, kita jujur soal milik Tuhan, kembalikan perpuluhan dan persembahan khusus.

Maleakhi 3:8-10

3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

 

Perpuluhan itu milik Tuhan, kita kena kutuk kalau makan milik Tuhan! Pemasukan banyak tetapi bocor terus, karena apa? Karena tidak mengembalikan perpuluhan. Ayo hargai Korban Kristus, jujur mengembalikan milik Tuhan.

 

b)      Mempersembahkan ¼ hin anggur. Anggur ada kaitannya dengan kemanisan dalam nikah. ¼ ada kaitannya dengan mendengar Firman, mengaku dosa dan menyembah.

Nehemia 9:3

9:3 Sementara mereka berdiri di tempat, dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Allah mereka, selama seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah mereka.

 

Jadi praktek menghargai Korban Kristus adalah menjaga kemanisan nikah lewat suka mendengar Firman, saling mengaku dosa dan menyembah Tuhan. Kita masuk dalam kegerakan rohani, hargai Korban Kristus, jaga kemanisan nikah. Dulu waktu pacaran kayak korma, masuk nikah pertama kayak madu. Begitu masuk nikah tahun-tahun berikut mulai madu propolis. Setelah itu mulai daun pepaya, paria dan seterusnya.

 

Sekarang jaga nikah kita, kalau ada kepahitan, selesaikan! Selesaikan dengan Firman, saling mengaku dan banyak menyembah. Nikahku sampai sekarang masih pahit, ayo dengar Firman, itu kekuatan dan penghiburan bagi kita. Kalau ada masalah dalam rumah tangga, tidak mungkin hanya 1 orang yang salah. Suamiku begini begitu, isteri pasti salah juga! Dua-dua harus koreksi diri. Anakku begini begitu, orang tua juga koreksi diri. Kenapa anakku jadi begini, bagaimana saya mendidik selama ini, bagaimana saya mengajar! Kenapa orang tuaku begini, bagaimana sikapku sebagai anak.

 

Selesaikan semua itu lewat Firman, saling mengaku dan menyembah. Sudah dengar Firman, sudah mengaku tetapi masih pahit, ayo tambah penyembahan, puasa, doa semalaman, maka nikah itu bisa manis! Tidak ada perkara yang mustahil.

 

Nikah ini adalah prioritas Tuhan, nikah ini yang mau Tuhan benahi. Sejak manusia jatuh dalam dosa nikah sudah hancur. Alkitab dibuka dengan Kejadian memuat nikah pertama yang sudah rusak, hancur, pahit. Tetapi Alkitab ditutup dengan kitab Wahyu yang memuat tentang nikah yang rohani, yang manis. Jadi Tuhan mau memperbaiki nikah kita, yang pahit jadi manis, lewat Firman, lewat saling mengaku dan lewat banyak menyembah. Sudah mengaku tetapi tetap pahit, ayo menyembah. Sudah menyembah masih tetap pahit, tambah doa puasa, doa semalaman, Tuhan sanggup menolong. Nikah menjadi manis sampai puncak kemanisan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Ayo kita hargai Korban Kristus, junjung tinggi Korban Kristus. Hargai ibadah kita, mulutnya dijaga, jangan memperdaya sesama dalam nikah, pencaharian yang benar dan jujur, hasil pencaharian milik Tuhan dikembalikan dengan jujur. Kemudian kemanisan nikah kita jaga terus, dengar Firman, saling mengaku, tekun dalam doa penyembahan. Mungkin nikah belum pahit, tetapi sudah hambar, ayo banyak menyembah. Biar Tuhan yang menolong nikah menjadi manis, sampai puncaknya pesta nikah Anak Domba Allah.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar