Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:9-17
15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Kerinduan Yesus supaya kita tinggal di dalam kasihNya. Kasih Yesus digambarkan dengan kasih seorang yang memberi nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Pertanyaannya siapa sahabat Yesus yang mendapat anugerah Tuhan yang luar biasa, dimana kasih itu diwujudkan dengan pengorbanan nyawa.
Ibrani 9:14
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Yesus memberikan nyawaNya, mencucurkan darahNya di kayu salib supaya kita bisa beribadah kepada Allah yang hidup. Jadi sahabat Yesus adalah orang yang mau beribadah dan melayani Tuhan.
Darah Yesus di kayu salib melepaskan kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia supaya kita bisa beribadah melayani Tuhan. Apa itu perbuatan sia-sia? Perbuatan sia-sia adalah perbuatan yang tidak berguna bagi rohani kita, malah mematikan rohani kita! Segala perbuatan yang menghambat pertumbuhan rohani kita adalah perbuatan sia-sia, antara lain:
1. Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Paulus katakan ‘Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu’ kalimat ini bukan berarti Paulus melakukan perbuatan daging yang dia sebutkan ini.
Galatia 5:21 (Terjemahan Lama)
5:21 dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.
Jadi kalimat ini adalah Paulus mengulangi Firman. Salah satu perbuatan daging adalah sihir, penyembahan berhala. Paulus bersaksi bahwa dia adalah orang yang begitu kuat memelihara hukum Taurat. Kalau dalam hukum Taurat sihir dan penyembahan berhala tidak boleh.
Filipi 3:5-6
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Bagaimana mungkin Paulus menyembah berhala kalau dia katakan dia tidak bercacat dalam mentaati hukum Taurat. Jadi dulu Paulus sudah sampaikan sekarang dia ulangi lagi supaya kita terlepas dari perbuatan-perbuatan daging. Perlu Firman diulang-ulang karena kita manusia daging supaya kita terlepas dari perbuatan-perbuatan daging.
Ada 15 jenis perbuatan daging. Tabernakel dibangun dari 16 bahan, kalau pada kita ada perbuatan daging, kita tidak bisa terbangun menjadi Tabernakel rohani, Tubuh Kristus yang sempurna. Satu yang tersirat tidak tertulis yaitu kerang-kerangan untuk diambil warnanya.
Keluaran 25:1-7
25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: 1emas, 2perak, 3tembaga;
25:4 4kain ungu tua, 5kain ungu muda, 6kain kirmizi, 7lenan halus, 8bulu kambing;
25:5 9kulit domba jantan yang diwarnai merah, 10kulit lumba-lumba dan 11kayu penaga;
25:6 12minyak untuk lampu, 13rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
25:7 14permata krisopras dan 15permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
Waktu gereja mula-mula terbentuk, murid-murid yang berkumpul di Yerusalem dipenuhi Roh Kudus dan mereka berbahasa roh dengan 16 bahasa. Jadi Tabernakel rohani juga dibentuk dengan angka 16
Kisah Para Rasul 2:8-11
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang 1Partia, 2Media, 3Elam, penduduk 4Mesopotamia, 5Yudea dan 6Kapadokia, 7Pontus dan 8Asia,
2:10 9Frigia dan 10Pamfilia, 11Mesir dan daerah-daerah 12Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari 13Roma,
2:11 baik orang 14Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang 15Kreta dan orang 16Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Darah Yesus melepaskan kita dari perbuatan daging supaya kita dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Tandanya apa kita sedang dibangun menjadi Tabernakel rohani?
Roma 6:13,17-18
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Bukti kita dibangun menjadi Tabernakel yang rohani, Tubuh Kristus yang sempurna, kita melakukan perbuatan kebenaran, bukan lagi perbuatan daging, sebagai hasil ketaatan pada pengajaran yang benar yang telah kita terima dari para pendahulu. Jangan dilupakan pengajaran itu! Saya menerima dari bapak gembala di tempat ini dan juga dari guru-guru saya di Lempinel, ada buku-buku dari pendahulu, ditaati! Sekarang ini banyak yang mau merubah pengajaran dengan alasan ini dan itu, mau diotak atik, mau dirubah, sampai dihilangkan dari AD/ART. Bagaimana mau melakukan perbuatan kebenaran kalau aturannya tidak ada. Seperti di Indonesia, bagaimana mau menjadi warga negara yang baik, kalau kita tidak mau mengikuti undang-undang yang ada. Begitu juga halnya sorga, kita mau melakukan perbuatan kebenaran tetapi aturan sorga, pengajaran yang benar, diotak atik, dirombak sana sini, bahkan dibuang, tidak bisa!
2. Perbuatan sia-sia adalah segala aktivitas dunia yang menghalangi kita beribadah. Bahkan itu disebut kerja paksa, karena tidak menghasilkan apa-apa bagi rohani kita. Mungkin secara jasmani kita dapat, dapat ijazah, dapat gelar, dapat gaji yang tinggi, pemasukan yang banyak, tetapi kalau tidak berguna bagi rohani kita, itu sia-sia, itu kerja paksa!
Dulu ketika Musa diutus oleh Tuhan kepada Firaun untuk meminta supaya bangsa Israel boleh keluar beribadah kepada Allah di padang gurun, Firaun malah membuat bangsa Israel bekerja paksa. Sampai diperintahkan membuat batu bata dengan jumlah yang tetap tetapi jeraminya bahan untuk membuat batu bata dikurangi, supaya mereka cari di seluruh Mesir supaya mereka tidak beribadah.
Keluaran 1:11
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
Karena Firaun lihat orang Israel berkembang, jadi disuruh kerja paksa. Begitu juga sekarang setan melihat gereja berkembang, semakin banyak jiwa yang mengikut Yesus, semakin berkembang rohaninya, maka ditindas oleh iblis dengan kerja paksa, segala aktivitas di dunia yang menghalangi untuk beribadah.
Keluaran 5:1,9
5:1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun."
5:9 Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta."
Menjelang bangsa Israel keluar dari Mesir, pekerjaannya justru semakin diperberat. Nubuatannya bagi kita, menjelang gereja diangkat keluar dari dunia ini untuk menyambut Yesus di awan-awan, iblis semakin mengikat gereja Tuhan dengan perkara-perkara duniawi. Caranya bagaimana?
Keluaran 5:7-8
5:7 "Tidak boleh lagi kamu memberikan jerami kepada bangsa itu untuk membuat batu bata, seperti sampai sekarang; biarlah mereka sendiri yang pergi mengumpulkan jerami,
5:8 tetapi jumlah batu bata, yang harus dibuat mereka sampai sekarang, bebankanlah itu juga kepada mereka dan jangan menguranginya, karena mereka pemalas. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada Allah kami.
Dulu untuk memperberat pekerjaan orang Israel, jerami tidak diberikan tetapi jumlah batu bata yang dibuat harus tetap sama. Kalau sekarang kebutuhan hidup semakin meningkat tetapi sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup semakin berkurang.
Contoh dulu untuk jadi guru, SPG sudah bisa, sekarang guru-guru sudah harus Sarjana. Dulu untuk jadi dosen boleh S1, sekarang harus S2 dan S3. Sarana semakin berkurang, sehingga manusia dipacu untuk mengejar yang jasmani dan melupakan yang rohani. Sekarang setan bekerja begitu menekan manusia khususnya gereja Tuhan dengan mengurangi sarana untuk memenuhi kebutuhan, tetapi kebutuhan semakin meningkat.
Akbiatnya:
a) Firman pengajaran dianggap perkataan dusta. Apalagi pengajaran yang mengarahkan kita untuk bertekun dalam 3 macam ibadah, itu dianggap dusta.
Keluaran 5:9
5:9 Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta."
Firman yang disampaikan Musa dianggap perkataan dusta. Nanti dibalik, perkataan dusta, ajaran palsu malah dipercaya. Pengajaran yang benar malah dibilang sabda yang dibebankan.
Yeremia 7:4-5,8-10
7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,
7:5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,
7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.
7:9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,
7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!
Karena ajaran palsu menguntungkan bagi daging, menawarkan perkara dunia, itu dipercaya, padahal perkataan dusta. Sementara ajaran benar dianggap beban, sabda yang dibebankan.
Yeremia 23:33
23:33 Apabila bangsa ini — baik nabi ataupun imam — bertanya kepadamu: Apakah Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Jadi segala perbuatan atau aktivitas di dunia yang menghalangi kita beribadah, itu adalah kerja paksa. Akibatnya pengajaran benar dianggap perkataan dusta, perkataan dusta dipercayai.
b) Gereja Tuhan dipaksa masuk dalam pembangunan kotanya setan, itulah Babel, gereja palsu, mempelai wanitanya setan, pusat kejahatan dan kenajisan! Kalau sudah fokus pada yang duniawi nanti melihat yang najis! Arahnya pasti ke situ, kejahatan dan kenajisan! Waktu belum punya apa-apa, belum punya gelar, belum punya kedudukan, belum punya gaji yang besar, bisa sungguh-sungguh ikut Tuhan, pandangannya pada yang rohani. Tetapi begitu sudah punya pekerjaan yang mapan, gaji besar, punya kedudukan, yang rohani sudah mulai tidak dilirik. Akhirnya melihat yang jahat, melihat yang najis, berbuat yang jahat dan najis. Itu berarti dia sudah masuk pembangunan Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan selamanya. Jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.
Ayo kita tingkatkan ibadah pelayanan kita, jangan ditipu setan. Jangan malah dikurangi dengan alasan ini dan itu. Di dalam ibadah pelayanan sudah terkandung segala kebutuhan kita.
I Timotius 4:7-10
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Berjerih payah dan berjuang untuk ibadah pelayanan. Kaum muda silahkan sekolah setinggi-tingginya, tetapi ingat, itu latihan jasmani, terbatas gunanya. Tetapi kalau ibadah untuk hidup sekarang, hidup yang akan datang, sampai hidup kekal. Orang tua dorong anaknya untuk kuliah, dorong untuk kerja yang rajin, tetapi jangan lupa, dorong untuk beribadah, itu yang utama. Nasihat yang terutama di akhir zaman adalah untuk beribadah.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Dosa tidak beribadah itu dosa meningkat dari kebiasaan menjadi dosa sengaja. Ayo nasihati, mungkin sesama saling membantu untuk pekerjaan jasmani, nasihati kalau tanam ini, itu pupuknya. Tetapi yang utama nasihati untuk beribadah. Itu yang harus ditingkatkan, diingatkan terus.
Ibrani 10:26
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Ada waktu, ada kesempatan tetapi sengaja tidak beribadah. Orang seperti itu tidak mendapat pengampunan lagi, Korban Kristus tidak berlaku lagi atasnya. Jangan sampai terjadi dalam kehidupan kita!
3. Roma 13:12-13
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
Yang ketiga ini perbuatan kegelapan yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan! Dosa makan minum dan kawin mengawinkan ini hebat sekali akhir zaman ini, itu perbuatan kegelapan. Tetapi ada yang tanpa kita sadari itu sejajar dengan dosa makan minum dan kawin mawin, apa itu? Perselisihan dan iri hati, itu juga perbuatan kegelapan! Kami hamba Tuhan khotbah tentang kekudusan, tidak melakukan dosa makan minum dan kawin mengawinkan, tetapi kalau berselisih dan iri hati, sama saja! Itu perbuatan kegelapan.
Makanya saya takut kalau mau iri pada yang lain atau mau berselisih dengan yang lain. Kalau sempat terjadi, segera selesaikan karena ini termasuk perbuatan kegelapan. Kalau perselisihan karena dosa, yang salah minta ampun, yang benar mengampuni, selesaikan. Kita mau menjadi terang dunia, tetapi jangan karena perselisihan kita tidak bisa menjadi terang dunia, apalagi sesama hamba Tuhan mau berselisih. Kalau perselisihan karena pengajaran, ayo sama-sama buka Alkitab, kembali pada Alkitab. Dan mohon dalam urapan Roh Kudus supaya dengan hati lemah lembut bisa menerima pengajaran. Saya tidak akan mencabut kalau saya yakini benar apa yang saya sampaikan. Sekalipun ditodong oleh banyak orang kalau saya anggap itu benar dan ada ayatnya, akan saya pertahankan itu. Tetapi kalau tidak ada ayatnya saya tidak mau dengar. Kembali pada ayat, pada Alkitab. Selalu kita dengar dalam persekutuan pengajaran ini lebih pasti dari ilmu pasti. Kalau ada ayatnya tidak bisa dibantah.
Termasuk iri hati, jangan lagi ada! Iri hati karena pemakaian Tuhan, iri karena berkat Tuhan, iri hati karena kemurahan Tuhan. Itu sudah terlalu sombong kalau iri hati karena kemurahan Tuhan. Mari selesaikan semuanya. Kalau masih ada iri hati dan perselisihan berarti dosa-dosa yang lain masih ada, membawa masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Masuk dalam aniaya antikristus, masuk penghukuman Tuhan.
Untuk menanggalkan perbuatan kegelapan kenakanlah perlengkapan senjata terang, itulah pribadi Tuhan Yesus Kristus. Caranya bagaimana supaya dalam diriku ada pribadi Tuhan Yesus Kristus? Tekuni 3 macam ibadah pokok.
a) Tekun dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Kita menerima terang Firman dari Yesus Anak Allah. Pada tubuh mempelai wanita Tuhan, itulah terang bulan di bawah kaki.
b) Tekun dalam ibadah raya. Kita menerima terang Kristus, terang Roh Kudus. Itulah mahkota 12 bintang
c) Tekun dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan terang kasih Allah Bapa, ada pakaian matahari.
Jadi kalau kita tekuni 3 macam ibadah ini, kita menjadi terang dunia, dari kepala sampai ujung kaki tidak ada kegelapan.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Kalau kami hamba Tuhan fokus dalam penggembalaan, fokus melayani 3 macam ibadah, fokus cari Firman, tidak ada iri, tidak akan ada telpon sana sini, mau gosip-gosip. Saya berbahagia Tuhan percayakan pelayanan di 3 tempat supaya fokusnya tiap hari sembayang, baca Firman, sembayang untuk memberi makan sidang jemaat. Supaya rohani terkatrol sampai sempurna, menjadi sama seperti Yesus terang dunia.
Sudah menjadi terang dunia, kita diperhadapkan dengan keganasan antikristus.
Wahyu 12:2-4
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Sudah tergembala, tekun 3 macam ibadah, perbuatan kegelapan kita singkirkan, tetapi jangan heran kalau kita diperhadapkan sengsara yang kian berat. Kalau kita menerima kasih karunia, kita diperhadapkan dengan salib, sengsara semakin berat, bagaikan ibu hamil yang hendak melahirkan. Sudah tidak berdaya, menghadapi naga merah padam, kemarahannya iblis, buasnya antikristus. Betul-betul tidak berdaya. Tetapi satu keuntungan besar bagi kehidupan yang tekun dalam penggembalaan, yang ada di dalam kemah, dia mendapat naungan sayap Tuhan.
Mazmur 61:5
61:5 Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! Sela
Sengsara yang kita hadapi kian berat, tetapi ada naungan sayap Tuhan yang membawa kita dekat pada Tuhan, membuat kita tenang, damai sejahtera. Sekalipun sengsara tantangan kita hadapi kian berat, naungan sayap itu membawa kita kuat.
Ulangan 32:11
32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
Tuhan izinkan kegoncanggan kian hebat, tetapi ada naungan sayap bagi kehidupan yang tergembala, Dia tidak biarkan kita hancur. Dia tampung kita, Dia angkat kembali, Dia berikan pertolongan.
Ulangan 32:12
32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.
Tuhan izinkan kegoncangan terjadi supaya rohani kita semakin bertumbuh, kuat besar dengan tanda tidak ada ilah asing, artinya kita tidak berharap pada yang lain. Kita tidak berharap pada apapun di dunia ini, tetapi hanya berharap pada Tuhan. Ketika ada kegoncangan dalam nikah, kita bersandar dan berharap pada Tuhan, Tuhan pasti menolong dengan naungan sayapNya. Ada kegoncangan dalam pekerjaan, berharap bersandar kepada Tuhan, Tuhan pasti tolong dengan naungan sayapNya. Kegoncangan dalam pelayanan, Tuhan pasti tolong dengan naungan sayapnya, kita kuat. Sehingga waktu Yesus datang, kita dibawa terbang ke angkasa bertemu dengan Dia. Puncak kegoncangan itu aniaya antikristus, kita disingkirkan.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Saat antikristus berkuasa, puncak kegoncangan, sayap Tuhan menyingkirkan kita ke padang belantara. Waktu Yesus datang, sayap Tuhan menerbangkan kita ke angkasa, bertemu Yesus di awan-awan yang permai. Kita luput dari antikristus, luput dari kehancuran dunia, kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Inilah keuntungan besar orang yang tergembala. Perbuatan kegelapan di singkirkan, kita menjadi terang dunia, kita mendapat naungan sayap Tuhan. Kita kuat di tengah-tengah kegoncangan dan waktu Yesus datang kita diangkat ke awan-awan menyambut kedatanganNya, masuk pesta nikah Anak Domba Allah
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar