20260401

Kebaktian Umum, Minggu 1 Februari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:5-8

15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.

15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.

15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

 

Pintu Sorga dan kemah kesaksian terlihat. Apa artinya pintu sorga terbuka?

1.      Kita sudah menang atas binatang itulah antikristus, patungnya dan bilangannya.

Wahyu 15:2

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

 

Kita tidak dikuasai antikristus, kita bisa masuk dalam kerajaan Sorga.

 

2.      Kita luput dari penghukuman Allah yang terakhir.

 

Kita bahas poin pertama. Pintu sorga sudah terbuka artinya kita sudah menang atas binatang itulah antikristus, patungnya dan bilangannya. Bukti kita sudah menang atas antikristus, patungnya dan bilangannya.

1.      Menolak bilangan 666. Secara nyata memang antikristus belum menampakan diri, masih ada yang menahan, itulah mempelai wanita Tuhan yang belum disingkirkan. Tetapi antikristus sedang bekerja secara nyata hari-hari terakhir ini untuk memberi cap 666 kepada gereja Tuhan. Terutama kepada anak-anak Tuhan yang aktif dalam ibadah pelayanan. Yang tidak aktif beribadah itu sudah miliknya antikristus. Yang aktif ini yang antikristus mau cap 666, contohnya perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah. 18 kalau dipecah menjadi 6 6 6

Lukas 13:10-12

13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

 

Ibu ini ada di Bait Allah, bukan orang di luar, tetapi 18 tahun bungkuk. Sudah aktif dalam ibadah pelayanan tetapi dicap 666. Bukti kita menang, kita menolak tanda 666.

 

Praktek menolak tanda 666:

a)      Keluaran 13:13,16

13:13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

13:16 Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

 

Keledai menunjuk kita bangsa kafir. Jadi menolak tanda 666 prakteknya kita bangsa kafir harus menerima tanda penebusan darah Yesus di tangan dan di dahi kita. Artinya mengalami kelepasan dari kekafiran!

 

Ada 5 tanda kekafiran yang harus kita lepaskan supaya kita tidak diberi tanda 666 oleh antikristus.

Efesus 2:11-12

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

 

5 tanda kekafiran ini harus kita lepaskan, jangan ada pada kita. Biar kita ditandai dengan darah penebusan, bukan 666.

 

1)      Tanpa sunat, artinya tanpa kesucian. Bangsa kafir digambarkan seperti anjing dan babi. Yesus sendiri mengatakan ‘tidak patut mengambil roti dan dilemparkan kepada anjing’. Anak-anak itulah bangsa Israel. Perempuan Siro Fenesia disamakan dengan anjing. Itulah keadaan kita! Bangsa kafir tanpa kesucian, tanpa kekudusan, hidup seperti anjing, campur baur dengan dosa! Dosa perkataan itulah anjing, dosa perbuatan itulah babi.

II Petrus 2:22

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Kalau kita mengaku orang Kristen, sudah ditebus oleh darah Yesus tetapi perilaku masih campur baur dengan dosa, itu masih ada tanda kekafiran. Makanya nanti akan dicap antikristus! Ayo lepas dari itu semua, jangan diulang lagi! Sudah kita akui, yah sudah tinggalkan! Perkataan dan perbuatan dosa diselesaikan semuanya, biar darah Yesus melepaskan kita dari tanda kekafiran ini. Kita bukan anjing dan babi lagi tetapi kita hidup seperti dombanya Tuhan, hidup dalam kebenaran dan kesucian.

 

Termasuk kami sebagai hamba Tuhan. Dalam II Petrus ini dikatakan jangan sampai kami hamba Tuhan menjadi guru palsu!

II Petrus 2:17-19

2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.

2:18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.

2:19 Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.

 

Hamba Tuhan menjanjikan kemerdekaan ‘kita dimerdekakan dari dosa’ padahal dia hamba daging! Sebagai hamba Tuhan menyampaikan kebenaran, diri sendiri harus terlepas dari hamba dosa, hamba daging, supaya sidang jemaat betul-betul mengalami kelepasan menjadi dombanya Tuhan, bukan menjadi anjing dan babi!

 

2)      Tanpa Kristus. Kristus artinya yang diurapi. Tanpa Kristus artinya tanpa urapan Roh Kudus sehingga dikuasai keinginan dan hawa nafsu daging. Tidak mungkin bisa taat pada Firman Tuhan!

Roma 8:7

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

 

Daging tidak mungkin untuk taat pada Firman Tuhan. Bangsa kafir tanpa urapan tidak mungkin taat, susah!

 

3)      Tanpa janji Allah = tanpa Firman. Yang mengatur bangsa kafir hanya aturan nenek moyang, adat istiadat, bukan Firman. Makanya kalau kita sudah ditebus oleh darah Yesus, biarlah yang mengatur kita adalah Firman, jangan kembali lagi pada aturan itu. Kita ditebus dari dosa warisan nenek moyang, salah satunya adat istiadat yang menyangkut keselamatan. Kita sudah ditebus, jangan lagi diatur oleh itu!

I Petrus 1:18

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

 

Sekalipun ada nilai-nilai yang dimaksud oleh nenek moyang tetapi itu bukan Firman. Kita ditebus bukan dengan barang fana tetapi oleh darah Yesus!

I Petrus 1:19

1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Bukan lagi mau diatur oleh aturan nenek moyang, kita mau diatur oleh Firman Tuhan.

 

4)      Tanpa pengharapan. Mudah kecewa, mudah putus asa, mudah tersandung, terutama mudah kuatir. Tabiat bangsa kafir itu kuatir. Ini harus dilepaskan semuanya.

Matius 6:32

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

 

Kalau sudah jadi orang Kristen tetapi sering kuatir itu tanpa pengharapan, masih ada tanda kekafiran. Harus dilepaskan.

 

5)      Tanpa Allah =  tanpa kasih, hanya ada kebencian, pahit hati, iri hati, dendam dan sebagainya.

 

Kita harus lepas dari tabiat kekafiran, tidak dicap 666. Perempuan itu bungkuk, bungkuk itu tanda kekuatiran. Itu kekafiran, jangan ada lagi pada kita, biar kita dicap oleh darah Yesus.

 

b)      Ulangan 6:6-8

6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 

6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

 

Praktek menolak tanda 666 adalah menerima meterai Firman pengajaran yang benar di tangan dan di dahi. Kalau ada meterai pengajaran di tangan dan di dahi kita, tidak bisa dicap 666. Kenapa bisa dicap 666? Karena kosong, tidak ada meterai pengajaran. Sekian tahun kita menerima pengajaran, biarlah pengajaran itu sudah termeterai dalam hidup kita. Apalagi sudah menjadi hamba Tuhan bertahun-tahun lalu tidak ada meterai pengajaran, bagaimana bisa membawa jemaat lepas dari cap 666 kalau hamba Tuhan sendiri tidak punya cap pengajaran.

 

Kalau hati keras, meterai ini tidak ada, hati kosong dari Firman sehingga dicap 666. Perempuan ini 18 tahun di Bait Allah tetapi tidak pernah menerima pengajaran. Begitu Yesus mengajar baru dia disembunyikan.

 

Jangan sampai kita dimeterai dengan 666,  biarlah kita dimeterai oleh Firman Pengajaran yang benar.

 

Lukas 13:10

13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

 

Jadi sebelumnya perempuan itu ada di dalam Bait Allah tetapi tanpa pengajaran. Syukur ketika ada pengajaran dia mau menerima dan dia dilepaskan dari bungkuknya, dilepaskan dari meterai antikristus.

 

Proses menerima meterai Firman di dahi  dan di tangan:

1)      Mendengar Firman yang disampaikan berulang-ulang. Hari ini disampaikan, besok disampaikan lagi, minggu depan di ulang lagi, tidak bosan. Kita mendengar dengan suatu minat, dengan suatu kerinduan, suatu kebutuhan, tidak pernah bosan. Seperti kita makan makanan pokok tidak bosan. Tetapi kalau cemilan, jajanan, bisa bosan. Coba kalau tadi makan kolak kacang ijo, siang makan kolak kacang ijo, malam makan kolak kacang ijo, lama-lama bosan. Tetapi kalau makanan pokok tidak bosan, dicari terus.

 

2)      II Timotius 2:7

2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

 

Karena tadi kita tidak bosan mendengar firman yang diulang-ulang, maka kita bisa mengerti Firman Tuhan. Itu Firman sudah dicap di dahi kita atau di pikiran kita. Tetapi kalau hanya sampai pada pengertian, Firman hanya jadi pengetahuan, menyebabkan tengkar, ribut. Harus dilanjutkan, Firman dicap di hati.

 

3)      Firman dicap di hati, percaya, yakin pada Firman, menjadi iman. Tetapi iman tanpa perbuatan, iman itu mati!

 

4)      Praktekkan Firman, pengajaran itu dicap di tangan kita. Sekian tahun dalam pengajaran, prakkteknya jangan nol! Supaya jangan kita dicap 666 tetapi dicap pengajaran yang benar. Mungkin pendahulunya sudah dipanggil Tuhan, tetapi karena kita punya cap pengajaran, kita tidak bisa digoyahkan ajaran lain.

 

Buktinya apa pada kita sudah ada meterai Firman pengajaran?

Ibrani 8:10-11

8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

 

Buktinya kita mengenal Tuhan dengan jelas. Apa itu mengenal Tuhan dengan jelas?

II Timotius 2:19

2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

 

Mengenal Tuhan artinya meninggal kejahatan, meninggalkan dosa = kita hidup di dalam kekudusan. Jaga kekudusan pribadi, kekudusan nikah. Masa pacaran dan tunangan dijaga kekudusannya, itu ada meterai pengajaran. Sebagai hamba Tuhan pelayan Tuhan, jaga betul-betul kekudusan hidup kita, tidak mau dicemari dengan dosa. Sekalipun dunia yang kita tinggali ini sudah cemar semuanya, di dunia nyata di dunia maya dosa semuanya, tetapi kita tetap menjaga kekudusan hidup kita.

 

Makin dalam kita menerima pengajaran, makin dalam kita mengenal Yesus, makin suci hidup kita dan makin dikenal oleh Yesus sehingga kita tidak perlu kuatir dengan kebutuhan kita, dengan pergumulan kita. Kalau Yesus kenal kita, Dia mengerti, Dia peduli kita. Apa yang menjadi kebutuhan dan pergumulan kita, Tuhan jawab tepat pada waktunya. Tugas kita makin dalam mengenal Yesus, makin dalam kekudusan, makin jauh kita dari dosa. Sampai mulut hanya membicarakan Firman. Bukan gosipkan orang lain!

Ulangan 6:7

6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

 

Selalu membicarakan Firman, perkataannya sesuai Firman. Itu berarti pengajaran sudah kuat termeterai dalam hidup kita. Semoga kita bisa mempraktekannya. Sampai nanti kita tidak salah dalam perkataan, kita sempurna seperti Yesus. Itu berarti meterai pengajaran sudah betul-betul mantap di dalam kita.

Yakobus 3:2

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Kalau sudah sempurna tinggal dapat sayap, dikaruniakan 2 sayap burung nazar, kita luput dari antikristus.

 

2.      Tidak mau menyembah antikristus, hanya menyembah Yesus sampai daging tidak bersuara lagi, terjadi keubahan hidup. Periksa, sekian lama kita melayani Tuhan, ada keubahan hidup atau tidak berubah? Kalau tidak berubah berarti menyembah antikristus. Kalau menyembah Yesus pasti berubah.

Matius 17:1-2

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

 

6 hari kemudian. Angka 6 itu angka kedagingan. Berarti sudah lepas dari kedagingan. Harus ada keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia yang rohani. Sebagai gembala memonitor perkembangan jemaat, sudah berubah atau tidak. Sebab itu gembala harus jadi teladan. Jemaat bisa berubah kalau gembala bisa berubah. Kalau gembala tidak berubah bagaimana? Lalu bilang jangan lihat saya, saya masih manusia biasa, lihat saja Firman, kalau lihat saya nanti saudara tersandung. Itu penipuan! Kalau gembala tidak berubah, jemaat jangan kasih lagi gembala pergi persekutuan, buat apa hanya pergi jalan-jalan!

 

Lewat doa penyembahan kita sedang mematikan daging. Apa yang dimatikan, daging yang bagaimana?

Kolose 3:5-9

3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].

3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

3:8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

 

Ada 6 dosa di luar yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan dan durhaka. Ada 6 dosa di dalam yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Jadi dosa lahir dan batin ini yang dimatikan. Semua ini harus dimatikan lewat doa penyembahan. Daging memang tidak mampu, daging maunya marah, maunya berdusta, macam-macam yang tidak baik. Rasul Paulus katakan aku mendiami tubuh celaka, tubuh maut, karena kehendakku mau begini, tetapi daging ini maunya begitu. Makanya lewat doa penyembahan dimatikan. Tambah doa puasa dan doa semalaman supaya daging ini dimatikan!

 

Dalam terang Tabernakel surat Kolose ini kena pada Mezbah Dupa Emas yang bicara penyembahan. Jadi kita diajar, untuk menjadi penyembah yang benar harus mematikan daging! 6 dosa di luar dan 6 dosa di dalam dimatikan semua, jangan ada lagi dalam diri kita. Kalau sudah dimatikan terjadi keubahan hidup.

Kolose 3:10-14

3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

 

Lewat penyembahan daging dimatikan, dirobek keinginan, hawa nafsu dan perbuatannya, dibaharui, maka akan tampil manusia baru dengan 7 tanda. Kita raba dan periksa, sekian tahun saya melayani Tuhan, saya sudah manusia baru atau belum.

 

7 tanda manusia baru:

a)      Memiliki belas kasihan. Artinya tidak menghakimi atau menghukum orang berdosa, tetapi kita bawa kepada Tuhan lewat bersaksi, ajak ibadah biar dia dengar Firman, ditolong oleh Firman Tuhan, dibaharui dan lewat mendoakannya.

 

Yesus berbelas kasihan saat menghadapi perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Semua langsung menghakimi. Musa bilang perempuan ini harus dilempari dengan batu, tetapi tidak adil. Kedapatan berzinah, tetapi pasangannya berzinah tidak dibawa, hanya perempuan itu sendiri. Manusia kadang seperti itu, kalau orang kepercayaannya dibela, yang lain dihakimi, dihukum. Itulah manusia tidak punya belas kasihan!

Yohanes 8:7-11

8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Itu belas kasihan! Seharusnya hamba Tuhan, gembala punya roh belas kasihan. Yang banyak bukannya roh belas kasihan tetapi roh menghakimi! Lihat jemaat salah malah tidak ditolong.

 

Belas kasihan bukan menyetujui dosa. Jemaat datang dalam keadaan hancur-hancuran bukan diusir, biarkan dia bisa dengar Firman. Hidupnya tidak benar, nikahnya tidak benar, biar Firman yang kerjakan. Dibawa dalam doa, tolong Tuhan nikahnya, biar Tuhan yang mengerjakan.

 

Belas kasihan itu biarlah ada pada kita. Itu manusia baru, manusia rohani. Kita memandang orang berdosa bukan dengan mata bermusuhan, tetapi pandang dia dengan belas kasihan. Saya juga orang berdosa sama seperti dia. Saya sudah ditolong, saya juga harus berupaya supaya dia ditolong. Kasihan dia kalau tidak tertolong bahaya! Bawa dalam doa, gumuli, tambah doa puasa. Raja Daud sampai berpuasa untuk musuhnya. Sebagai hamba Tuhan menghadapi sidang jemaat, apalagi yang suka melawan, doakan, layani dengan baik, siapa tahu dia tertolong.

 

II Timotius 2:24-26

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

 

Ketika orang-orang Samaria menolak Yesus, langsung murid-murid Yesus berkata biar kami minta supaya Tuhan kirim api bakar dorang semua. Mereka dimarah oleh Tuhan. Kalau pelayanan kita ditolak, langsung kita menghakimi ‘memang orang ini susah mau berubah’. Besok-besok rohaninya lebih melejit dari kita. Mari berbelas kasihan kepada orang yang berdosa, bukan menjadi hakim yang. Bawa kepada Tuhan, ajak dengar Firman. Kalau dia tidak mau doakan, biar Tuhan yang bekerja.

 

b)      Kemurahan

II Korintus 8:1-5; 9:7-8,11-12

8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

 

Ini kemurahan, bisa memberi kepada sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan. Penekanannya bisa memberi kepada orang-orang kudus. Jadi ingat, pemberian kita itu terutama kepada sesama anggota Tubuh Kristus yaitu orang-orang yang mau dikuduskan. Sesama yang tidak takut Tuhan bisa kita beri, tetapi terhadap sesama di gereja yang mau dikuduskan dalam keadaan susah kita tutup mata, tidak mau peduli. Itu bukan kemurahan, itu sama seperti pemberian orang di luar sana. Kalau dilihat dari jumlah pemberiannya, kita kalah dengan orang kaya di luar sana, mereka sumbang sana sini. Tetapi penekanannya di sini kepada orang-orang kudus. Kita lihat sesama kita yang mau dikuduskan yang hidup dalam kekurangan, jangan tutup mata, kita memberi. Memberi kepada sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan yaitu orang-orang kudus, itu kemurahan.

 

c)      Kerendahan hati, apa itu?

1)      Kemampuan mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama, setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi. Belajar sebagai hamba Tuhan, kalau salah mengaku. Bukan sudah salah malah sembunyi di ayat-ayat Firman.

 

2)      Filipi 2:2-3

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

 

Rendah hati adalah menganggap orang lain lebih utama dari diri kita, sehingga kita tidak merasa lebih hebat dari orang lain. 5 tatenta, 2 talenta, Tuhan bilang itu perkara kecil, supaya kita tidak merasa lebih hebat dari yang lain.

 

d)      Lemah lembut, bisa menerima Firman sekeras apapun dan bisa menerima kenyataan yang ada.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Tuhan izinkan seperti ini, terima, sehingga bisa mengucap syukur. Bukan mengomel. Begitu dapat kenyataan yang baik, Tuhan dahsyat luar biasa. Begitu diizinkan susah, Tuhan koq seperti ini, Tuhan tidak baik, tidak adil, saya sudah sungguh-sungguh, dia tidak sungguh-sungguh malah lebih baik dari saya. Harus bisa menerima kenyataan yang ada! Kalau Tuhan izinkan terjadi sesuatu, terima.

 

e)      Sabar. Kalau sudah lemah lembut, pasti bisa sabar, sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan. Tidak ambil jalan keluar sandiri di luar Firman.

Yesaya 30:15-16

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

 

Kuda ini menunjuk kekuatan daging. Kalau pakai kekuatan daging pasti hancur! Tidak sabar, mau cepat-cepat. Apalagi hamba Tuhan disamakan dengan hisop, hisop dicelup dalam darah. Nikmati pengalaman percikan darah, tetapi bisa membawa darah disapukan di ambang pintu orang Israel, maut tidak masuk di situ, tidak terjadi kematian anak sulung. Kalau mau cepat-cepat, tidak bisa. Baru dicelup, belum meresap darahnya sudah mau disapukan. Kalau hamba Tuhan tidak sabar di dalam penderitaan, jemaat tidak bisa luput dari kematian rohani, tidak bisa luput dari maut.

 

Kematian kebangkitan bukan diukur dengan yang jasmani. Tuhan bawa melayani di Tonusu pengalaman kematiannya lain, dibawa di Diora pengalaman kematiannya juga lain. Di bawa ke Tentena, pengalaman kematiannya lain. Bisa sabar, sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan, nikmati dicelup dalam darah.

 

f)       Mengampuni dan melupakan dosa orang lain.

 

g)      Kenakanlah kasih, mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi musuh.

 

Mungkin belum seutuhnya kita memiliki 7 tanda keubahan hidup ini, tetapi minimal sudah ada dalam diri kita tanda-tanda keubahan hidup. Kalau sudah ada tanda keubahan hidup yang dikunci dengan kasih maka hasilnya:

Kolose 3:14

3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

 

a)      Kasih itu menyatukan kita dengan sesama. Kalau kita berubah, ada keubahan hidup, bisa menyatu, mulai dari dalam rumah tangga kita. Yang satu sudah manusia baru, yang lain manusia lama, yah sulit mau menyatu. Apalagi kalau keduanya masih manusia lama. Tetapi kalau keduanya sudah manusia baru pasti menyatu, nikahnya menyatu sampai menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Ayo kejar keubahan hidup itu. Kenapa saya dengan isteri sulit menyatu? Periksa, saya ini manusia baru atau manusia lama? Kalau sama-sama manusia baru bisa menyatu. Kalau belum dibaharui, mau dipaksakan menyatu, tidak bisa. Seperti papan-papan jenang, kalau masih kayu pohon penaga yang bengkok-bengkok, mau dipaksakan menyatu, tidak bisa. Tetapi karena sudah diproses, mengalami pembaharuan, menjadi papan-papan jenang, bisa menyatu, berdiri tegak tidak ambruk.

 

Nikah yang satu menjadi rumah doa.

Matius 18:19

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

 

Kenapa doa kita belum dijawab? Kuncinya kita sudah manusia baru atau tidak. Kalau suami manusia baru, isteri manusia baru, sepakat menaikan doa pasti dijawab oleh Tuhan. Berdoa untuk apa? Untuk kebutuhan rumah, pekerjaan dan lain-lain, Tuhan mendengar dan Tuhan jawab.

 

b)      Kita bisa menyatu dengan Tuhan. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Apapun yang terjadi kita tidak terpisah dari Yesus. Sampai Yesus datang kita menyatu selamanya dengan Dia.

Roma 8:36

8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

 

Ini 7 senjata iblis terang-terangan. Tetapi kalau kita memiliki 7 tanda manusia baru, kita bisa mengatasi 7 senjata iblis ini, kita tidak terpisah dengan Yesus.

Roma 8:36

8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

 

Apapun keadaan kita, mau kaya, tidak kaya, pandai tidak pandai, di hadapan Tuhan kita hanya seperti domba sembelihan, selalu dibayang-bayangi oleh maut. Tetapi kalau kita manusia baru, kita tidak pernah terpisah dari kasih Kristus. Tetap berkobar-kobar melayani Tuhan, tidak terpisah dari Tuhan sampai kita menang. Apapun serangan dari setan kita tidak berdaya, kasih Tuhan membuat kita lebih dari pemenang. Sampai kemenangan terakhir kita duduk setakhta dengan Yesus di Yerusalem Baru, tidak terpisah lagi untuk selama-lamanya. Duduk setakhta dengan Yesus Mempelai Pria Sorga, kita mempelai wanitaNya. Kita menang dari antikristus, kita adalah kehidupan yang dibaharui.

Wahyu 3:21

3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

 

Ini untuk jemaat Laodekia, jemaat yang paling hancur rohaninya. Tetapi Tuhan tawarkan barang siapa menang akan duduk setakhta dengan Aku di Yerusalem Baru. Mungkin keadaan kita sudah hancur-hancuran seperti jemaat Laodekia, bahkan sudah senilai dengan muntah, tetapi kalau kita mau diubahkan, mau membawa hidup kita untuk disucikan, dibaharui, Tuhan sanggup menyempurnakan kita dan mendudukan kita di takhta sorga.

 

Ini yang dimaksud lebih dari pemenang, orang yang sangat berdosa tetapi bisa disucikan, dibaharui, bahkan disempurnakan menjadi Mempelai wanita Tuhan! Jangan putus asa dengan keadaan kita. Tinggal dari kita mau menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, digarap oleh Firman pengajaran yang benar, ada meterai pengajaran dalam diri kita, kita dibaharui oleh Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar