Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 16:32-36
16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.
16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.
Manna disimpan dalam buli-buli dan ditempatkan di dalam Tabut Perjanjian. Buli-buli tanah liat menunjuk kehidupan kita manusia daging yang hanya seperti tempayan atau buli-buli tanah liat yang mudah retak dan hancur menghadapi tekanan dan himpitan, terutama menghadapi dosa-dosa. Kecanggihan teknologi membuat manusia begitu mudah jatuh ke dalam dosa, baik dosa kejahatan maupun kenajisan. Dosa kejahatan itulah ikatan akan uang. Lewat media sosial banyak yang tertipu, meminjam sekian tetapi bunganya mencekik leher. Juga ada yang diajak berinvestasi sekian nanti dapat sekian, akhirnya rugi. Kita bijaklah dalam menggunakan media sosial, dalam menggunakan internet. Jangan sampai kita dijerat dosa kejahatan dan juga dosa kenajisan!
Buli-buli berisi manna ditempatkan di dalam Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian menunjuk gereja yang sempurna mempelai wanita Tuhan. Ini yang sedang kita kejar untuk kita raih, menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Sebab itu hidup ini harus diisi dengan manna, dengan Firman pengajaran yang benar di dalam penggembalaan, jangan kosong! Silahkan kejar cita-cita, sekolah setinggi-tingginya, diisi dengan kepandaian dan dengan kekayaan tetapi jangan lupa diisi dengan Firman pengajaran yang benar.
Firman yang ada di dalam kita disebut iman. Kalau Firman diisi di dalam kita, kita menjadi Kristen yang punya iman yang kuat. Banyak orang hanya Kristen KTP, digoda dengan duit sudah meninggalkan kepercayaannya, digoda dengan jodoh sudah meninggalkan kepercayaan kepada Yesus. Harus punya iman yang kuat, iman yang berakar di dalam Yesus. Sampai iman itu mencapai kesempurnaan. Itulah buli-buli emas yang berisi manna, itu iman yang permanent, iman yang sempurna. Kalau iman sudah sempurna, kita layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Jadi Mempelai Wanita Tuhan adalah kehidupan yang memiliki iman yang permanen, iman yang sempurna.
Ibrani 9:4
9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
Tadi dalam Keluaran hanya disebut buli-buli, dalam Ibrani 9:4 disebut buli-buli emas. Kalau dalam II Korintus 4:7 disebut bejana tanah liat.
II Korintus 4:7
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Kita ini bejana tanah liat tetapi kalau diisi dengan Firman kita menjadi buli-buli emas. Artinya kalau kita diisi dengan Firman Tuhan kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Ayo kita diisi Firman, sehingga kita menjadi kaum muda yang mengalami keubahan hidup, bukan manusia daging tetapi manusia rohani yang terus dibaharui sampai nanti sempurna seperti Yesus.
Tempat pengisian itulah penggembalaan, mari masuk dalam kandang penggembalaan. Dalam ibadah raya mendengar Firman kita diisi Firman. Dalam ibadah Pendalaman Alkitab mendalami Firman, kita diisi Firman. Ibadah doa penyembahan, diisi lagi dengan Firman Tuhan. Iman kita semakin bertumbuh, semakin kuat sampai permanen. Kita semakin dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani.
Firman yang mengisi kehidupan kita yang sanggup memelihara kehidupan kita. Pemeliharaan bukan dari kekayaan, kepandaian dan kedudukan, tidak bergantung dari itu! Tetapi dari Firman Tuhan. 40 tahun bangsa Israel di padang gurun, yang memelihara mereka roti manna. 40 kalau dijadikan yobel = 2.000 tahun. 2000 tahun itu zaman gereja. Kita sekarang sedang mengembara di padang gurun dunia. Padang gurun dunia ini bukan tempat tinggal kita. Kita mengembara di sana untuk mencapai Kanaan Samawi itulah Yerusalem Baru. Pemeliharaan kita dari roti manna, itulah Firman pengajaran yang benar. Jadi kalau malas mendengar Firman berarti menolak pemeliharaan Tuhan = tidak makan.
Isilah hidup kita dengan Firman pengajaran yang benar.
1. Proses pengisian dimulai dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Roh Kudus itu tidak terbatas.
II Korintus 3:17
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Jadi tidak bisa dibatasi oleh apapun. Dengar Firman jangan dibatasi oleh apapun. Kadangkala yang membatasi pemberitaan Firman adalah waktu. Om terlalu panjang khotbahnya, bosan! Kalau ada Roh Kudus tidak bisa dibatasi, kita dengar Firman sudah lama tetapi tidak terasa. Kalau tidak ada Roh Kudus, baru 10 menit sudah kayak cacing kepanasan, sudah goyang sana, goyang sini. Kore temannya disamping, bosan, akhirnya turun. Ayo dengar Firman dengan urapan Roh Kudus sehingga kita mendengar Firman dengan suatu kebutuhan. Kebutuhan kita adalah Firman.
II Korintus 4:7
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Kekuatan kita dapatkan dari Firman itu. Karena kita mendapat tekanan dan himpitan, dunia dengan segala pengaruhnya menghimpit kehidupan kita. Kalau tidak ada Firman, retak! Kalau dihimpit terus, hancur! Pengaruh dunia ada keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. Itu semua menghimpit kehidupan kita. Sudah punya barang yang lumayan, tetapi karena lihat ada temannya punya ini, ingin. Keinginan mata, keinginan daging sampai keangkuhan hidup, hidup jemawa, sudah tidak peduli dengan Tuhan karena dihimpit oleh dunia. Hati-hati dengan keinginan-keinginan, makanya perlu diisi Firman.
Yang menghimpit juga adalah dosa-dosa, terutama dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Berapa banyak sudah kaum muda yang hancur karena dosa kawin mengawinkan ini. Kita jaga diri kita baik-baik dengan kekuatan Firman. Kalau ada Firman dalam diri kita, itu yang menjadi benteng dari kita, menjadi kekuatan bagi kita.
Kalau kita sadar, saya ini hanya buli-buli, hanya bejana tanah liat, mudah hancur, maka jadikanlah Firman sebagai kebutuhan utama kita. Kalau lulus SMA mau masuk kuliah, ikut bimbingan belajar supaya bisa masuk di kampus yang dia inginkan. Yang jasmani kita berupaya karena kita butuh. Yang rohani lebih ditingkatkan upayanya karena kita butuh Firman. Jangan malas, jangan bosan mendengar Firman.
2. Mengerti Firman.
3. Yakin percaya pada Firman Tuhan, Firman menjadi iman dalam hati.
4. Dipraktekan. Iman harus dipraktekan, taat pada firman.
Kita bisa meraba diri kita, sudah ada isi Firman atau kosong. Kalau sudah ada isi Firman pasti taat pada Firman apapun resikonya. Maka kita juga bisa taati peraturan-peraturan dari pemerintah di dunia. Jangan jadi kaum muda yang suka melanggar aturan. Kalau sudah cukup umur lengkapilah data dirinya.
Kita jangan kompromi dengan daging! Itu orang yang ada isi Firman. Jangan ikuti maunya daging ini. Sebab untuk perkara rohani daging ini tidak bisa melakukannya. Makanya untuk melakukan Firman, jangan berunding dengan daging.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Terutama masalah jodoh, jangan berunding dengan daging! Kalau kita ada isi Firman, pertimbangkan yang rohani, bukan kompromi dengan daging. Kalau ikuti daging ketemunya jerapah, singa, gajah. Adam dibuat tidur, itu artinya tidak kompromi dengan daging, baru dibentuklah Hawa dari tulang rusuk. Coba kalau Adam tidak mau tidur, yang dia lihat cantik lehernya jenjang padahal jerapah, hidungnya mancung padahal gajah, rambutnya lebat padahal singa. Kelihatan indah semua itu tetapi daging. Kalau kita taat, menyerah sepenuh kepada Tuhan, Tuhan berikan yang terbaik, penolong yang sepadan. Kalau tidak sesuai Firman jangan dipaksakan.
Hasil taat pada Firman:
1. Buli-buli kita tidak hancur tetapi tahan banting atau tahan uji = menang menghadapi maut. Musuh terakhir adalah maut. Kalau kita tahan banting, kita menang atas maut. Orang yang mendengar perkataan Yesus akan bangkit dari maut.
Yohanes 8:51
8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Tidak mengalami maut berarti tidak akan hancur menghadapi himpitan apapun. Artinya menang menghadapi maut:
a) Kita bisa berpegang teguh pada pengajaran yang benar, tidak mau tergoda, tidak mau terpengaruh dengan ajaran-ajaran asing, ajaran palsu. Opa selalu mengatakan kaum muda ini generasi akhir, bukan lagi generasi penerus, karena sesudah itu Yesus datang. Kedatangan Yesus sudah di ambang pintu, sudah sangat dekat. Sudah berapa banyak kaum muda yang keluar meninggalkan pengajaran. Itu berarti mengalami maut, ajaran palsu itu maut!
II Petrus 2:1
2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Ajaran palsu itu menyenangkan daging, enak bagi daging, tetapi mendatangkan maut!
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Ajaran palsu enak bagi daging. Sampai sekarang sudah ada ajaran yang memperbolehkan pernikahan sesama jenis! Boleh ini, boleh itu, semua diperbolehkan, enak bagi daging makanya banyak yang suka. Masa muda itu masa kuatnya daging. Yang rebah adalah teruna dan anak-anak dara, karena dia mau yang enak bagi daging, dia masuk dalam ajaran palsu. sekarang ibadah sudah seperti di diskotik. Senang bagi daging tetapi membawa pada maut.
b) Tidak mau berbuat dosa! Sekalipun ada kesempatan. Seperti Yusuf tinggal berdua dengan isteri Potifar, ada godaan, ada keuntungan, kalau Yusuf mau dia untung. Bahkan mungkin paksaan dan ancaman, tetapi kita tidak mau. Dosa itu maut!
Efesus 2:1
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Dosa itu ikatan yang menjerat. Ikatan pertama longgar. Tetapi karena berkubang di situ, ada di situ, makin kuat ikatannya. Begitu mau keluar, ternyata sudah ada dalam lingkaran setan! Makanya kita harus tegas menghadapi dosa, jangan mau berbuat dosa. Biar digoda, mendapat keuntungan, dipaksa, jangan mau, supaya betul-betul kita punya isi Firman, kita dibawa pada kesempurnaan Tubuh kristus.
Makanya dosa-dosa harus diselesaikan secara tuntas! Kalau Firman disampaikan lalu Roh Kudus mengingatkan, dulu ada dosamu yang tidak kau selesaikan, harus segera selesaikan. Sebab kalau tidak diselesaikan nanti seperti isteri Lot, sudah keluar dari Sodom dan Gomora tetapi karena ada dosa yang tidak diselesaikan, ada ikatan, isteri Lot menoleh ke belakang. Coba kalau diikat tali yang panjangnya 10 meter. jalan 5 meter tidak terasa, tetapi talinya makin kencang. Nanti begitu 10 meter baru terasa ada ikatan, menoleh ke belakang, kembali pada hidup lama dan menjadi tiang garam, binasa!
Ayo dosa diselesaikan tuntas diakui. Sama Tuhan sudah, tetapi sama orang tua belum, sama orang yang bersangkutan belum diselesaikan. Ayo selesaikan! Sebab kalau tidak nanti mengikat kita, begitu tersentak dengan ikatan itu bisa menoleh ke belakang, kembali pada hidup lama, bahkan lebih jahat dari semula, sudah menjadi seperti anjing dan babi.
II Petrus 2:20-22
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Terhadap dosa jangan kompromi, jangan mau berbuat dosa biarpun digoda dan dipaksa.
c) Tidak bersungut-sungut menghadapi pencobaan, tidak putus asa, tidak kecewa, tetapi selalu bersyukur dan hanya berharap kepada Tuhan. Dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurun, sungut-sungut ini dosa yang paling cepat mendatangkan hukuman Tuhan. Satu ketika mereka bersungut-sungut, langsung datang api sekeliling kemah mereka. Bersungut-sungut bosan makan manna, langsung datang ular tedung. Korah, Datan dan Abiram bersungut-sungut, langsung bumi membuka mulut menelan mereka. Kalau bersungut-sungut langsung bertemu hakim yang menghukum.
Kaum muda banyak menghadapi masalah, banyak pergumulan yang kita hadapi, tetapi jangan bersungut, jangan kecewa, jangan putus asa. Bersyukur dan berharaplah kepada Tuhan.
2. Mazmur 33:9
33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
Mengalami kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Secara jasmani Tuhan sanggup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada. Pengalaman om menjadi gembala melayani 100% betul-betul Tuhan tolong dari yang tidak ada menjadi ada. Semua Tuhan sanggup adakan lewat Firman. Makanya berdoa bukakanlah Firman sebagai pembuka jalan. Kalau ada pembukaan Firman ada semuanya Tuhan adakan. Masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan. Mungkin pandangan kita sudah tidak bisa, sudah mustahil ini. Orang tua juga berkata sudah yah nak kamu tidak bisa kuliah, tidak ada biaya. Mungkin seperti itu, sementara kerinduan ada cita-cita yang ingin dia capai. Praktek dan taati Firman, Tuhan sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Secara rohani kuasa penciptaan Tuhan sanggup mengubahkan kita untuk kita kembali pada ciptaan semula, segambar dengan Allah Tritunggal.
Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Ada 9 buah roh menunjuk Tabiat dari Allah Tritunggal:
Ø Kasih, sukacita, damai sejahtera, itu tabiat dari Allah Bapa. Memang belum sempurna tetapi menghadapi apapun kita mulai ada kasih, bisa bersukacita. Damai, tidak stress, tidak galau.
Ø Kesabaran, kemurahan, kebaikan, itu tabiat dari Anak Allah. Sabar menghadapi masalah pergumulan. Kemurahan bisa memberi, apa saja yang Tuhan minta bisa kita berikan. Kebaikan sampai membalas kejahatan dengan kebaikan, hanya berbuat baik kepada sesama.
Ø Setia, lemah lembut, penguasaan diri, itu tabiat dari Allah Roh Kudus. Kesetiaannya sudah meningkat, bisa menguasai diri, dalam menghadapi segala sesuatu tenang.
Kalau sudah diisi dengan Firman pengajaran yang benar, maka kita sudah diisi dengan gambar Allah Tritunggal ini.
Tabiat Allah Tritungggal dibuka dengan kasih. Kasih Allah diwujudkan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib.
I Yohanes 4:8-10
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Dosa kita didamaikan, kasih Allah dinyatakan lewat pengorbanan AnakNya yang tunggal. Jadi kalau sudah diisi dengan Firman pengajaran maka kita diisi dengan tabiat Allah Tritunggal, terutama diisi dengan kasih Allah dari kayu salib. Sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu. Dan bisa mengasihi sesama sampai mengasihi musuh, orang yang memusuhi kita, yang menyakiti kita. Kadangkala orang yang paling aktif menyakiti justru sesama dalam nikah rumah tangga. Suami atau isteri bisa yang paling menyakiti, tiap hari ketemu. Tetapi kalau diisi kasih Tuhan, ada kasih Tuhan, bisa saling mengasihi, melayani dengan baik. Bisa anak kepada orang tua, karena didikan terlalu ekstrim bahkan kelewatan, kita sampai dendam sama orang tua. Termasuk om dulu sempat dendam kepada opa. Tetapi karena mau diisi dengan Firman, ada kasih dari kayu salib sehingga bisa melepaskan pengampunan, bisa berdamai dengan orang tua. Dan ketika sudah berdamai, rasanya kalau ada yang bicara miring tentang opa, om yang duluan hadapi. Saudara bisa saling menyakiti, apalagi kalau dia sudah merugikan kita.
Kadangkala justru orang terdekat dalam keluarga kita, itu yang merusak masa depan kita. Bagaimana bisa mengasihi dia, minimal melepaskan pengampunan, mendoakan yang baik. Orang yang saya sayang, saya jadikan panutan, yang saya hormati, tetapi malah dia yang merusak masa depanku. Bagaimana kita bisa melepaskan pengampunan, mau mendoakan. Di situlah kita diizinkan diperhadapkan dengan proses sengsara daging tanpa dosa. Bisa mengasihi orang yang sudah merusak kita, sudah menyakiti kita, sudah membuat kita hancur, itu sengsara daging tanpa dosa.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Kekuatan kita adalah Roh Kudus. Jadi lengkap, kalau kita taat pada Firman, ada isi Firman maka Tabiat Allah diberikan kepada dibuka dengan kasih, kasih Allah ada pada kita. Begitu kita mau mengasihi sesama apalagi mengasihi musuh sekalipun sakit bagi daging, maka Roh Kudus diisikan kepada kita. Lengkap, Firman, Roh Kudus dan kasih ada pada kita. Ada bulan di bawah kaki (Firman Tuhan), ada Roh Kudus mahkota 12 bintang, ada pakaian matahari (kasih Allah) kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Kaum muda yang dikasihi Tuhan, isi hidup kita dengan Firman, taati itu maka kita mengalami kuasa penciptaan Tuhan baik secara jasmani terutama secara rohani. Kita diciptakan kembali untuk segambar dengan Allah Tritunggal. Tabiat Allah Tritungggal dibuka dengan kasih. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu, mengasihi sesama, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita, menyakiti kita, merugikan kita, Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Lengkap, Firman, Roh Kudus dan kasih dicurahkan dalam hidup kita. Kita punya iman, pengharapan dan kasih maka kita bisa memandang Tuhan.
I Korintus 13:12-13
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kita bisa memandang Tuhan. Untuk sekarang kita memandang Tuhan lewat doa penyembahan. Kalau ada Firman, Roh Kudus dan kasih, tidak sulit diajak menuyembah. Kita bisa menaikan doa penyembahan, maka kita melihat Tuhan bekerja secara ajaib, mendatangkan kebaikan bagi kita.
Roma 8:26-28
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Apa yang belum baik yang dihadapi? Keluarga saya belum baik, seperti tinggal dalam neraka mini. Taat saja pada Firman Tuhan, lakukan Firman Tuhan, mengasihi Tuhan, kita bisa menyembah, maka Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan.
Pengalaman om dulu kalau tinggal di rumah rasanya seperti tinggal di penjara, tinggal di tempat yang tidak nyaman, mau cari kenyamanan di luar akhirnya terjerumus dalam dosa sampai puncaknya dosa. Karena merasa itu yang nyaman, enak, kalau sudah merokok, sudah minum. Pulang di rumah rasanya berat lagi. Tetapi setelah dikerjakan oleh Firman, rumah menjadi home sweet home jadi nyaman.
Waktu Yesus datang kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, memandang Dia muka dengan muka untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai, masuk kerajaan Sorga yang kekal kita memandang Dia selama-lamanya.
Kita mohon kasih Tuhan, Firman bisa kita taati, praktekan, untuk kita bisa dibimbing masuk dalam rencanannya yang besar dan ajaib. Kita dibimbing masuk dalam kerajaan Sorga yang kekal.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar