20260215

Kebaktian Umum, Minggu 15 Februari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Penyerahan Anak

 

Mazmur 22:10-12

22:10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.

22:11 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.

22:12 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.

Penyerahan anak bukan hanya tata cara atau peraturan gereja tetapi ini adalah kebutuhan mutlak atau kebutuhan utama. Mengapa anak harus diserahkan kepada Tuhan? Sebab perjalanan hidup kita diwarnai dengan kesusahan.

Ayub 7:1

7:1 "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

 

Ayub 7:1 (Terjemahan Lama)

7:1 Bahwasanya hal manusia di atas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan.

 

Hari-hari kita ini seperti orang perang. Jadi perjalanan kita banyak kesusahan. Melahirkan anak banyak kesusahan, membesarkan anak mengalami kesusahan juga. Anak yang bertumbuh ini juga mengalami banyak kesusahan. Kalau mau tumbuh giginya demam. Waktu diimunisasi mungkin demam. Kita mengalami banyak kesusahan. Kesusahan memuncak sampai pada puncaknya aniaya antikristus. Memang orang Kristen harus mengalami salib untuk masuk pada kemuliaan kekal.

 

Sejak bayi anak diserahkan kepada Tuhan supaya anak ini selalu menjadikan Tuhan sebagai kekuatannya. Anak ini bernama Agatha Briella, Briella adalah bentuk pendek dari Gabriela yang berarti Tuhan adalah kekuatanku. Tentu keyakinan dari orang tua, anak ini kalau sudah besar selalu mengandalkan Tuhan. Orang tua harus memberikan teladan. Nanti saat mendidik dan membesarkan anak banyak yang diperlukan, banyak pergumulannya tetapi Tuhan adalah kekuatan. Kalau Tuhan menjadi kekuatan maka pasti tahan uji. Orang yang tahan uji dipuji Tuhan.

II Korintus 10:18

10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

 

Orang tahan uji itu dipuji Tuhan, dihormati Tuhan. Contohnya Stefanus.

Kisah Para Rasul 7:55-56

7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

 

Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah Bapa, itu tanda hormatnya Tuhan kepada orang yang tahan uji. Anak ini juga diberi nama Agatha artinya terhormat, juga berarti mulia. Dihormati oleh Tuhan kalau tahan uji dan nanti kalau menang dari ujian ada kemuliaan. Indah sekali nama anaknya. Tuhan adalah kekuatan kita, ketika kita tahan uji maka dihormati oleh Bapa di Sorga.

 

Setelah anak diserahkan, tanggung jawab orang tua membuat dia aman di dada ibu baik secara jasmani terutama secara rohani. Ibu secara rohani adalah gembala.

I Tesalonika 2:7

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Jadi sesudah anak ini diserahkan tidak berhenti sampai di situ. Tanggung jawab orang tua membawa anak ini untuk tergembala. Sejak dari bayi dibawa jangan jadi halangan tidak beribadah! Mana mamanya tidak beribadah? Ini anak rewel, tidak bisa ke gereja. Nanti sudah besar ditanya lagi, mana? Ini anak sudah lincah, nanti mengganggu di gereja. Kemudian ditanya lagi, mana mamanya? Hamil lagi. Tidak jadi-jadi ibadah kalau seperti itu.

 

Biar anak ini aman di dada ibu, tergembala dengan benar dan baik, berada di pelukan tangan Tuhan, diberkati, dipelihara, dilindungi sampai nanti disempurnakan masuk dalam kemuliaan kekal.

 

 

Kebaktian Umum

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:5-8

15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.

15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.

15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

 

7 malapetaka ini adalah hukuman terakhir atas dunia dan juga bagi orang Kristen yang tertinggal di dunia. Ada 3x7 hukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai hukuman dari Allah Roh Kudus, 7 sangkakala hukuman dari Anak Allah dan 7 cawan atau 7 malapetaka, hukuman dari Allah Bapa.

 

Ketujuh malaikat yang akan menumpahkan ketujuh cawan ini sama seperti penampilan Yesus Imam Besar.

Wahyu 1:13

1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

 

Jadi orang yang mengalami penghukuman dari Allah Bapa adalah orang yang tidak menghargai bahkan menolak pelayanan pendamaian dari Yesus Imam Besar. Bagaimana mau masuk dalam penyingkiran gereja, mau masuk dalam kesempurnaan Tubuh Kristus kalau dia tidak berdamai dengan Tuhan, makanya dihukum. Pelayanan pendamaian itu adalah penyucian secara tuntas, biar itu kita alami.

 

Penghukuman Tuhan dalam kitab Wahyu ini sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Yehezkiel 9:1-6

9:1 Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: "Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!"

9:2 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.

9:3 Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya.

9:4 Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."

9:5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.

9:6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

 

Kalau dulu penghukumannya sebatas orang-orang yang ada di Yerusalem, kalau dalam kitab Wahyu penghukuman Tuhan atas seluruh dunia. Jadi ini nubuatan ganda.

 

Di sini ada 7 orang, 6 orang dengan alat pemukul, merupakan algojo Tuhan untuk menghukum orang-orang yang ada di Yerusalem yang berbuat dosa, yang tidak menyenangkan Tuhan malah menyakiti hati Tuhan. Kemudian orang ketujuh berpakaian lenan dengan alat penulis di tangannya. Itu menunjuk pribadi Yesus Imam Besar yang mengadakan pelayanan pendamaian. Jadi sebelum Tuhan menghukum, Tuhan adakan pelayanan pendamaian dulu. Kalau dihargai dan diterima, kita luput dari penghukuman. Tetapi kalau tidak dihargai, jangan salahkan Tuhan kalau menghukum. Bagi Tuhan itu lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Kalau ada yang masuk penghukuman itu bukan karena Tuhan kejam namun karena salahnya sendiri, tidak mau masuk dalam pelayanan penyucian. Sekarang kita masih diberikan kesempatan, hukuman belum dijatuhkan, pelayanan pendamaian masih berjalan, penyucian secara tuntas masih sementara terjadi. Siapa yang menghargai dan menerima, dia luput dari penghakiman. Tetapi siapa yang tidak menghargai dan menolak, siap-siap mengalami penghukuman Tuhan.

 

Jangan ada rasa sayang, mau anak kecil mau orang tua hukum sampai mati. Ini penghukuman Tuhan tidak ada pilih-pilih. Dulu di zaman Nuh tidak ada anak-anak yang hidup, semua mati kena penghukuman.  Di akhir zaman ini lebih hebat lagi. Covid kemarin saja sudah menakutkan. Tidak tahu ke depan apalagi yang akan terjadi. Memang Firman sudah akan segera digenapi dengan sempurna. Apa yang sudah Tuhan Firmankan pasti akan Dia genapi. Ayo kita masuk dalam pelayanan pendamaian.

 

Orang yang berpakain lenan ini memeterai orang-orang yang berkeluh kesah atas segala perbuatan keji orang Israel di Yerusalem.

 

Praktek sudah mengalami pelayanan pendamaian dari Tuhan sehingga kita memiliki meterai Tuhan tanda tidak dihukum:

1.      Berkeluh kesah atas dosa-dosa di dunia. Jadi bukan senang, ikut-ikutan. Berkeluh kesah artinya ada rasa prihatin atas keselamatan jiwa sendiri dan juga atas keselamatan jiwa orang lain. Terutama keluarga kita. Bukan malah anak berbuat dosa, orang tua senang. jangan! Kita harus punya rasa prihatin atas keselamatan jiwa sendiri dan orang lain. Buktinya:

a)      Mau berdamai dengan Tuhan dan sesama. Masih diberikan kesempatan, masih terjadi penulisan huruf T di dahi, Tuhan Yesus Imam Besar masih mengerjakan pelayanan pendamaian. Ayo kita manfaatkan untuk berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama. Kalau mau berdamai dengan Tuhan masih bisa dilakukan karena tidak ada yang tahu, hanya kita dengan Tuhan. Tetapi yang berat itu kalau mau berdamai dengan sesama, rasa malu, rasa takut dan sebagainya. Berdamai itu tuntas supaya akar dosa tercabut. Mengapa akar dosa tidak tercabut, dosa yang dibuat terulang lagi. Karena masih vertikal, berdamai dengan Tuhan, horizontalnya belum. Kalau masih vertikal itu bukan salib, itu baru patok namanya. Kalau salib itu vertikal dan horizontal, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama. Korban Kristus sebagai sarana pendamaian itu.

 

Bagaimana berdamai dengan Tuhan? Akui kepada Tuhan dengan jujur, dengan penyesalan, dengan hancur hati. Setelah diampuni jangan berbuat lagi. Apa bukti Tuhan sudah mengampuni kita? Hati kita sudah plonk, tidak ada lagi yang menuduh di hati.

I Yohanes 3:19-21

3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,

3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.

3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

 

Kalau ada dosa, kita terpisah dengan Tuhan, dosa diperdamaikan, kita dekat dengan Tuhan. Kemudian berdamai dengan sesama adalah saling mengaku, saling mengampuni. Yang salah mengaku, yang benar mengampuni, lupakan dosanya. Ini harus ada, perdamaian ini harus kita kejar.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Kalau kita sudah mengaku pada orang itu, lalu dia tidak mau mengampuni, itu urusannya dengan Tuhan. Yang penting kita sudah mengaku kepadanya. Jangan sampai dosa orang lain kita bawa-bawa. Dosa kita sudah kita akui, dosa orang lain kita buang juga, jangan ingat-ingat. Terutama dalam rumah tangga, saling mengaku, saling mengampuni, maka darah Yesus dari kayu salib, Korban pendamaian itu menghapus dosa kita sampai tidak berbekas. Akarnya dicabut sehingga tidak terulang lagi.

 

Dari sebagian besar orang di Yerusalem yang tidak mau berdamai dengan Tuhan, hanya sedikit yang mau bertahan hidup dalam kebenaran dan kesucian.

Yehezkiel 9:4

9:4 Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."

 

Begitu juga sekarang ini, dari sekian banyak orang Kristen, hanya sedikit yang mau hidup dalam kebenaran, yang tidak mau ikut-ikutan berbuat dosa. Sekalipun difitnah dan lain-lain, yang penting kita ada huruf T, tanda kita tidak boleh dihukum, kita adalah milik Tuhan. Mungkin di sekolah cuma 1 2 yang mau jujur, yang lain menyontek, kita tidak usah ikut-ikutan. Dalam bekerja kelompok tani yang lain curang, kita berupaya tetap hidup benar. Tidak usah ikut-ikutan kebanyakan orang. Dari sekian banyak pendeta yang menjaga tahbisannya hanya sedikit. Banyak orang yang disebut pendeta tetapi belum tentu hamba Tuhan.

 

b)      Melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kita sudah lepas dari dosa, maka kita harus melayani Tuhan sungguh-sungguh. Tingkatkan ibadah pelayanan, jangan kendor!

I Tesalonika 1:9-10

1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

 

Roma 6:17-18

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

 

Kalau dulu melayani setan, hamba dosa sekarang kita sudah dilepaskan menjadi hamba kebenaran, melayani Tuhan. Lain dulu lain sekarang, kutak seperti dulu lagi.

 

c)      Dosa membuat kita terpisah dari Tuhan. Kalau dosa diselesaikan maka kita dekat dengan Tuhan. Kita dekat dengan Tuhan untuk berdoa. Doa itu ada tingkatannya dari doa permohonan sampai doa penyembahan. Jadi bukti terlepas dari dosa kita tingkatkan doa penyembahan kita. Ditambah doa puasa, ditambah doa semalaman.

 

Yehezkiel 2:9-10

2:9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab,

2:10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

 

Tuhan saja berkeluh kesah atas dosa orang Israel sampai ditulis dalam gulungan kitab. Jadi kalau kita berkeluh kesah atas dosa dunia, berarti kita memiliki pikiran dan perasaan Yesus. Dalam Injil Matius Tuhan juga berkeluh kesah:

Matius 8:21

8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."

 

Itu keluh kesah Yesus bahwa sesungguhnya umatNya dikepalai roh jahat dan roh najis sehingga Tuhan berkeluh kesah, tidak ada tempat untuk Tuhan meletakkan kepadaNya.

 

Jadi kalau kita bekeluh kesah atas dosa dunia, berarti kita memiliki pikiran dan perasaan Yesus.

Filipi 2:5

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

 

Hidup di dunia ditandai dengan kesusahan dan kesulitan, tetapi kita hanya boleh berkeluh kesah atas dosa kita kepada Tuhan. Kalau menghadapi kesulitan jangan berkeluh kesah, jangan bersungut-sungut, jangan ngomel. Kalau berkeluh kesah itu nanti saling mempersalahkan sampai mempersalahkan Tuhan. Yang boleh hanya berkeluh kesah kepada Tuhan karena dosa-dosa. Dosa-dosa ini yang membuat hidup jadi berbeban berat dan lain-lain. Berkeluh kesah ini roh mempelai. Dalam Wahyu 12:1 Mempelai wanita itu dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan. Roh mempelai ini harus ada pada kita.

 

Jadi bukan berkeluh kesah karena ini sudah akhir bulan, bukan berkeluh kesah karena tunggakan dan lain-lain. Yang betul berkeluh kesah karena dosa, maka Tuhan tahu apa pergumulan kita, apa beban-beban kita. Kalau dosa beban terberat Tuhan selesaikan maka beban-beban yang lain Tuhan selesaikan. Dosa membebani manusia di bumi ini sampai di neraka. Kalau kredit macet hanya di bumi, penyakit hanya selama di bumi, tetapi kalau dosa sampai di neraka.

 

2.      Orang ketujuh berpakaian lenan. Pakaian lenan ada hubungannya dengan pelayanan. Jadi praktek bahwa kita sudah mengalami pelayanan pendamaian, kita melayani Tuhan dengan meneladani pelayanan Yesus. Bukan asal melayani! Orang sudah hebat melayani tetapi Tuhan bilang kamu pembuat kejahatan. Tuhan bukan lihat hebatnya pelayanan tetapi sikap kita dalam pelayanan.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Bukan hebatnya yang Tuhan lihat. Yang Tuhan lihat adalah sikap kita dalam pelayanan, melayani Yesus atau melayani menurut kehendak dagingnya sendiri. Bagaimana pelayanan yang meneladani Yesus? Yesus katakan pelayanan itu adalah makananNya.

Yohanes 4:23

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

 

Ini 2 tanda pelayanan yang meneladani Yesus:

a)      Melakukan kehendak Tuhan, taat!

b)      Menyelesaikan pekerjaanNya, setia sampai garis akhir.

 

Taat dan setia ini pelayanan yang meneladani pelayanan Yesus, itu makanannya Tuhan. Jadi biarlah kita melihat pelayanan itu sebagai makanan, orang lapar butuh makan. Kalau dilihat sebagai makanan tidak akan menolak pelayanan, dia saja, jangan saya. Apalagi orang lapar.

Amsal 27:7

27:7  Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

 

Biar pelayanan berat bagi daging, semangat melayani dengan rasa lapar, kita tidak akan tolak pelayanan. Kami dingatkan waktu di Lempinel, jadi hamba Tuhan jangan menolak pelayanan, tetapi jangan ambisi minta melayani. Sidang jemaat juga ayo melayani dengan rasa lapar.

 

Yehezkiel 44:17-18

44:17 Maka kalau mereka hendak masuk dari pintu-pintu gerbang pelataran dalam, mereka harus mengenakan pakaian lenan; mereka tidak boleh memakai pakaian bulu domba waktu mereka bertugas di pintu-pintu gerbang pelataran dalam atau waktu menyelenggarakan kebaktian dalam Bait Suci.

44:18 Mereka harus memakai destar lenan dan memakai celana lenan, tetapi jangan memakai ikat pinggang yang menimbulkan keringat.

 

Yang harus dijaga di dalam pelayanan adalah jangan memakai ikat pinggang yang menimbulkan keringat. Keringat dari tubuh, daging. Artinya dalam melayani jangan ada motivasi daging! Jangan dengan kekuatan daging. Makanya Tuhan selalu mengingatkan, setiap menggelar ibadah motivasinya apa. Kalau motivasi menggelar ibadah persekutuan supaya lebih dari yang lain, hancur! Satu kali gelar ibadah persekutuan akan bubar jemaat. Tetapi puji Tuhan karena untuk pembangunan Tubuh Kristus, sudah bertahun-tahun kita gelar, bisa berjalan terus. Kalau sampai motivasinya daging tidak akan berjalan dengan baik, pasti hancur semua dan jemaat bubar kalau motivasi daging.

 

Doakan saya sebagai gembala, hamba Tuhan, dalam melayani jangan sampai ada motivasi daging. Yang seringkali dicari oleh pendeta adalah kekayaan dan kehormatan, tangan kiri. Tangan kanannya sudah mati, melayani dengan tangan kiri. Pelayanannya sudah tidak utuh lagi! Apalagi memberitakan Firman lalu motivasinya daging mencari keuntungan daging.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Sampaikan Firman, sebarkan Firman Tuhan, bukan untuk mencari keuntungan-keuntungan jasmani.

 

3.      Kain lenan ada kaitannya dengan Yesus membasuh kaki murid-muridNya.

Yohanes 13:4-5

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

 

Artinya mengalami penyucian dari perjalanan hidup yang kotor, kaki yang kotor. Kakinya siapa yang paling kotor? Kakinya Yudas!

Yohanes 13:10-11

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Kakinya Yudas kaki yang paling kotor. Apa itu? Yudas sudah melayani Tuhan, dia digembalakan oleh Yesus sendiri. Tetapi dia malah menyerahkan Yesus, karena dia tidak mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

 

Kita sudah melayani, digembalakan oleh Yesus dalam wujud Fiman pengajaran yang benar, jangan menyerahkan Yesus! Yang benar kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, dimulai dari menyerahkan dosa-dosa kita. Serahkan dosa-dosa kita baru bisa menyerahkan diri kepada Tuhan menjadi senjata kebenaran, hamba kebenaran.

Roma 6:13

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

 

Melayani itu penyerahan diri. Mulai dari serahkan dosa, serahkan segala kelemahan, ketidakmampuan. Bukan malah merasa ‘saya bisa’. Yudas ini tetap mempertahankan dosanya, dia keras hati. Kelihatan melayani tetapi sebenarnya menyembah berhala.

I Samuel 15:23

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Sampai saat terakhir untuk Yudas ditolong dia tetap keras hati!

Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Seharusnya Yudas sadar. Tuhan saya sudah salah, ampuni saya. Tetapi dia malah berkata bukan aku! Banyak kali kita seperti itu. Tanpa kita sadari kita melayani Tuhan tetapi menyandingkan Tuhan dengan berhala. Suatu saat nanti Tuhan dibuang, Firman dibuang, yang tetap dipegang berhala itu. Seperti Yudas mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara yang jasmani.

 

Makanya hamba Tuhan itu harus melayani Tuhan sepenuh. Coba hamba Tuhan sambil tanam apa-apa, tanam durian buahnya lebat, tanam coklat buahnya banyak, nanti pelayanan dia lepas, jadi juragan coklat, juragan durian. Jadi bukan mau mencari yang jasmani, sampai menjual Yesus untuk dapat yang jasmani.

 

Kalau melayani dengan kekerasan hati, menyandingkan Tuhan dengan berhala, akibatnya ngeri!

Matius 27:4-5

27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

 

Kisah Para Rasul 1:18

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

 

a)      Akibatnya menyesal. Artinya segala yang dia dapatkan tidak ada gunanya, malah dipakai membeli tanah kuburan. Artinya hanya membawa pada kebinasaan.  Dapat jodoh, dapat ijazah, dapat pekerjaan tetapi meninggalkan yang rohani, itu semua tidak berguna, hanya membawa pada kebinasaan. Tidak ada penyesalan di depan, penyesalan selalu di belakang.

 

b)      Menggantung diri. Artinya hidupnya terkatung-katung, tidak ada masa depan. Kalau yang rohani ditinggalkan untuk dapat yang jasmani, akibatnya hidup terkatung-katung!

 

c)      Isi perut tertumpah keluar. Artinya dosanya diungkap oleh Tuhan, diketahui semua orang, tetapi tidak ada kesempatan untuk bertobat, hanya binasa selamanya. Begitu Tuhan buka, dia tahu dia salah, tetapi tidak ada kesempatan untuk bertobat.

 

Mari kita melayani Tuhan dengan penyerahan diri, mulai dari serahkan segala dosa-dosa, serahkan kelemahan kita, serahkan ketidakmampuan kita. Dan kalau sudah menyerah tinggal mau diatur. Dulu selesai Lempinel dikasih surat mau menyerah di sekolah atau pulang ke penggembalaan. Kalau menyerah di sekolah siap diatur mau dikirim ke mana saja oleh direktur sekolah Alkitab. Karena papa minta saya pulang jadi kembali ke penggembalaan. Biar Tuhan yang atur semua dan kalau Tuhan yang atur semua pasti baik. Mungkin di mata kita tidak baik, saya sudah menyerahkan diri sepenuh koq seperti ini? Kalau Tuhan yang atur pasti baik, Tuhan melakukan apa yang baik di mataNya.

 

Waktu Daud menyingkir dari Absalom lalu dia berkata kepada imam yang ada di situ bawa pulang itu Tabut Perjanjian, kalau Tuhan berkenan aku akan melihatnya kembali, biar Tuhan lakukan apa yang baik di mataNya. Bukan apa yang baik di mata kita. Kadangkala ketika orang yang kita kasihi sakit, yang baik di mata kita sembuh, tetapi yang baik di mata Tuhan meninggal. Itu semua supaya kita bergantung pada Tuhan. Penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan adalah korban tahbisan. Dulu untuk imam-imam ditahbiskan harus membawa korban pentahbisan.

 

Kita serahkan diri kepada Tuhan maka Tuhan sedang memeterai kita. Kita milik Tuhan yang tidak boleh diganggu gugat, tidak mungkin kena penghukuman. Meterai Tuhan adalah perlindungan Tuhan dari hukuman yang akan datang. Kita dilindungi dari antikristus. Ada 6 orang yang membawa alat pemukul, membunuh siapa saja, membunuh tanpa belas kasihan. Itu menunjuk antikristus dibiarkan Tuhan berkuasa, dia menganiaya dengan ganas. Sementara masa aniaya antikristus, hukuman Tuhan dijatuhkan terus menerus. Ini jangan terjadi dalam hidup kita.

 

Doa saya kepada Tuhan, jangan ada satupun jemaat yang terhilang. Sebab mata saya sudah melihat secara rohani, betapa ngerinya penghukuman di depan. Kita sudah mengalami kerusuhan di kabupaten poso ini, orang sudah ketakutan, sudah mengerikan. Nanti di depan lebih hebat lagi dari itu. Tsunami sudah dialami, gempa bumi sudah terjadi, tetapi penghukuman Tuhan di depan lebih hebat dari itu.

 

Mari berjuanglah supaya memiliki meterai Tuhan.

Daniel 12:5-7

12:5 Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana.

12:6 Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: "Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?"

12:7 Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: "Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!"

 

Di depan akan terjadi 3,5 tahun aniaya antikristus. Akan terjadi masa perusakan 3.5 tahun, masa itu akan segera datang sebab itu kita sudah harus bersegera masuk dalam pelayanan pendamaian, masuk dalam penyucian secara tuntas untuk menerima meterai Tuhan di dahi kita dan kita luput dari penghukuman Tuhan.

 

Kita tidak tahu sampai kapan dunia ini, kita tidak tahu. Ada yang berusaha membuat koloni di Mars, tetapi Alkitab katakan kehidupan hanya ada di bumi. Sehebat apapun manusia mau berencana, tetapi Tuhan katakan manusia di tempatkan di bumi. Manusia berencana tetapi kalau Tuhan sudah menggenapi Firmannya mau bagaimana.

 

Sekarang masih ada waktu, Tuhan belum datang, pelayanan pendamaian masih berjalan, pelayanan penyucian secara tuntas masih ada, masuklah di dalamnya. Jangan ikuti maunya daging kita. Terutama kaum muda, masa kuatnya daging, jangan ikuti maunya. Betapa mengerikan kalau harus terhuyung-huyung kena penghukuman Tuhan.

 

Kita sekarang sedang berpacu dengan waktu, Tuhan sudah mau datang.

Wahyu 7:1-3

7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

 

Tuhan sangat memperhatikan orang-orang kudus yang ada meterai Tuhan dari pada bumi ini. Demi orang-orang kudus, Tuhan merusakan bumi, Tuhan siksa bumi. Lalu kita yang Tuhan perhatikan, malah perhatian kita lebih fokus kepada bumi, pada yang jasmani. Jangan seperti itu! Perhatian kita kepada Tuhan. Tuhan memperhatikan kita, kita juga memperhatikan Tuhan. Bumi ini akan dirusakan, akan lenyap. Bumi ini bukan tempat kita. Tempat kita adalah Yerusalem yang baru. Masuklah dalam pelayanan pendamaian, masuklah dalam penyucian secara tuntas sampai kita menerima meterai dari Tuhan. Langit dan bumi ini akan hancur lenyap semuanya, tetapi kita bersama-sama dengan Yesus dipermuliakan selama-lamanya di langit dan bumi yang baru, di Yerusalem yang baru.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar