Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:12-14
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Perikopnya rasul-rasul menanti-nanti. Para rasul menanti pencurahan Roh Kudus.
Ada 2 hal yang mereka lakukan dalam menanti pencurahan Roh Kudus:
1. Naik ke ruangan atas.
2. Bertekun dalam doa dengan sehati.
Kita bahas poin pertama, naik ke ruang atas. Ruang atas yang dimaksud di sini adalah tempat Yesus makan perjamuan Paskah dengan murid-murid.
Markus 14:12-15
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
Bagi kita sekarang, untuk menerima pencurahan Roh Kudus maka kita harus bersekutu dengan pribadi Yesus Anak Domba Paskah dalam wujud Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Di dalamnya ada kuasa untuk menyatakan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran! Roh Kudus mau masuk dalam kita. Kalau dalam kita ada dosa yang kita sembunyikan, Roh Kudus tidak akan masuk, tidak akan tinggal di dalam kita. Sebab itu perlu Firman untuk menyatakan dosa-dosa yang tersembunyi, untuk kita selesaikan dan kuasa perjamuan suci, Korban Kristus, menghapus dosa-dosa itu. Firman mendarah daging, kita hidup suci dan Roh Kudus menguasai hidup kita sekalian.
Gunakan waktu-waktu yang sisa ini untuk kita bertekun mendengar Firman pengajaran yang benar dan kita mempraktekannya. Kita terima perjamuan suci, Firman mendarah daging di dalam kita.
Dalam Markus pasal 14 ini ada 2 sikap menerima perjamuan suci.
1. Markus 14:17-21
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
14:18 Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku."
14:19 Maka sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
14:20 Ia menjawab: "Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku.
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Sikap pertama adalah sikap negatif seperti Yudas Iskariot, mendengar Firman tetapi mengelak dari Firman, merasa bukan untuk dirinya. Sudah dengar Firman pengajaran, teguran Firman sudah dia dengar tetapi mengelak, tidak mau menerima penyucian dari Firman, tetap mempertahankan dosa-dosanya.
Matius 26:23,25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Ini teguran Firman menyatakan dosa dan menegur dengan keras. Firman jelas-jelas menunjuk salahnya tetapi berkata bukan aku! Seringkali tanpa kita sadari ketika Firman datang kita bersikap seperti Yudas ‘bukan saya’ padahal hati kecil kita sudah ditegur oleh Firman, tetapi kita berkata bukan untuk saya, Firman ini untuk orang lain.
Kalau bersikap seperti ini, tidak akan pernah mengalami penyucian dosa yang tersembunyi! Sehingga dosa itu akan semakin bertumpuk di dalam perut hati. Akibatnya:
Kisah Para Rasul 1:18
1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Perutnya pecah. Segala dosa yang disembunyikan dibongkar oleh Tuhan tetapi sudah tidak mendapat kesempatan untuk diampuni, hanya untuk binasa! Yang tadinya dia sembunyikan rapat-rapat, dibuka semuanya. Diketahui semua orang tetapi tidak mendapat kesempatan untuk diampuni, hanya untuk binasa. Ini jangan terjadi pada kita, ini sikap yang negatif.
2. Markus 14:19
14:19 Maka sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Hati sedih, hati terharu, artinya mau menerima penyucian oleh Firman pengajaran yang benar. Hatinya mau ditusuk oleh pedang Firman pengajaran yang benar, sehingga dia disucikan dan bisa dipakai oleh Tuhan. Kalau sudah suci, dipakai oleh Tuhan.
Biarlah sikap kita seperti murid-murid yang lain, hati sedih, terharu. Sama seperti orang banyak yang mendengar khotbah dari Petrus, hati mereka terharu, mau menerima Firman, hati mau ditusuk oleh Firman pengajaran yang benar. Kalau hati kita mau menerima Firman pengajaran yang benar, mau disucikan, mau menerima Firman yang keras dan tajam, maka kita akan menerima atau memahami pembukaan rahasia Allah. Hati kita terbuka untuk Firman, hati Tuhan juga terbuka untuk mencurahkan segala rahasiaNya kepada kita sehingga kita bisa mengenal Allah dengan sejelas-jelasnya.
Sama seperti orang mau menikah, tentu ada komunikasi. Semua dibuka, dicurahkan, begini keadaanku, begini keluargaku, karena nanti mau menyatu. Begitu juga kita mau masuk pesta nikah Anak Domba Allah, Yesus Mempelai Pria Sorga, kita Mempelai WanitaNya, sekarang kita buka hati kita untuk menerima penyucian Firman maka hati Yesus juga terbuka menceritakan segala rahasiaNya kepada kita untuk kita bisa mengenal Dia lebih jelas, lebih dalam lagi.
Di dalam Alkitab ada 2 rahasia besar Allah:
a) Rahasia ibadah.
I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Rahasia ibadah itu agung. Agung itu adalah sesuatu yang di atas. Ibadah itu harus kita taruh pada bagian paling atas atau kita utamakan lebih dari segalanya. Semua dari penyucian, jika hati menerima penyucian Firman maka bisa menempatkan ibadah di atas segalanya.
Terutama kami hamba Tuhan fulltimer. Masa jemaat beribadah lalu kami tidak beribadah, ngelencer ke sana kemari. Akan ada waktunya semuanya fulltime ketika kita disingkirkan ke padang gurun. Antikristus berkuasa, kita tidak bekerja lagi. Pekerjaan kita hanya beribadah kepada Tuhan, kita dipelihara lewat Firman dan perjamuan suci. Mari kita utamakan ibadah lebih dari segalanya.
Tidak semua orang tahu, hanya orang yang hatinya mau disucikan yang tahu rahasia ibadah. Bahkan ketika sudah disampaikan seperti ini belum tentu semua bisa mengerti. Karena Alkitab mengatakan sekalipun diberitakan, telinga mereka sudah berat untuk mendengar, tidak bisa memahami. Hanya orang yang disucikan hatinya bisa mengerti rahasia ibadah itu.
Apa itu rahasia ibadah?
1) Yesus atau Firman telah menjadi manusia atau daging.
Yohanes 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Apa yang Yesus kerjakan sebagai manusia?
Ibrani 9:14
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Yesus yang sudah menjadi manusia rela mati di kayu salib supaya oleh darahNya kita ditebus dari perbuatan sia-sia dan kita bisa beribadah kepada Tuhan yang hidup.
Untuk apa kita beribadah?
Yohanes 1:12-13
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Jadi kita beribadah untuk menerima kuasa Tuhan, itulah kuasa Firman yang melahirkan kita kembali atau mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Jadi bisa disimpulkan, rahasia ibadah adalah rahasia keubahan hidup.
I Korintus 15:50-51
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
Ini rahasia keubahan hidup, yang tidak semua orang mengerti. Banyak orang beribadah dengan tata cara masing-masing, tetapi tidak mengalami keubahan hidup karena tidak mengerti rahasia ibadah itu apa. Ibadahnya sekedar saja karena tidak disucikan oleh Firman. Menggelar ibadah hanya suatu kebiasaan, hanya untuk menghabiskan waktu yang kosong, tetapi tidak terasa pembaharuan dalam hidupnya.
Mengapa sudah beribadah tetapi tidak berubah?
II Timotius 3:1
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Sukar di sini artinya sukar secara jasmani, terutama sukar berubah!
II Timotius 3:2-5
3:2 Manusia akan 1mencintai dirinya sendiri dan menjadi 2hamba uang. Mereka akan 3membual dan 4menyombongkan diri, mereka akan menjadi 5pemfitnah, mereka akan 6berontak terhadap orang tua dan 7tidak tahu berterima kasih, 8tidak mempedulikan agama,
3:3 9tidak tahu mengasihi, 10tidak mau berdamai, 11suka menjelekkan orang, 12tidak dapat mengekang diri, 13garang, 14tidak suka yang baik,
3:4 15suka mengkhianat, 16tidak berpikir panjang, 17berlagak tahu, 18lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Jadi kenapa beribadah tetapi tidak berubah? Karena kekuatan ibadah itu ditolak, itulah Firman. Sementara kita bisa beribadah karena Firman menjadi manusia, mati di kayu salib untuk kita bisa beribadah. Kita beribadah kepada Tuhan, tetapi wujud Tuhan yaitu Firman ditolak. Tidak suka Firman yang menyucikan, Firman yang panjang ditolak. Hanya suka lawakan dan dongeng, itu bukan Firman!
Yohanes 1:11
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Kita sudah dibeli oleh Tuhan di kayu salib, berarti kita adalah milikNya. Tuhan datang kepada kita sebagai milikNya dalam wujud Firman, malah Firman ditolak! Pak pendeta tidak usah sampaikan Firman yang keras, tidak usah lama-lama, cukup sampaikan lawak-lawak saja, cerita dongeng. Cuma filsafat dunia yang dimasukan dalam gereja, tetapi ayat menerangkan ayat malah tidak suka! Makanya tidak berubah, rahasia ibadah tidak dialami.
Arti menolak kekuatan ibadah:
Ø Seperti Yudas menolak penyucian. Ini kesalahan dari jemaat, sudah ada Firman yang menyucikan diberitakan, tetapi tidak mau.
Ø Hamba Tuhan, penyelenggara kebaktian, tidak bergumul untuk mencari pembukaan Firman. Sehingga yang disajikan kepada jemaat hanya perkataan kosong, omongan kosong yang tidak suci, tidak ada lagi pembukaan Firman.
I Timotius 6:20-21
6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!
Iman timbul dari mendengar Firman. Ini Firman sudah disampaikan tetapi malah gugur dari iman, berarti bukan Firman yang disampaikan!
Jadi mengapa tidak mengalami keubahan? Karena menolak kekuatan ibadah yaitu Firman. Saat beribadah, fokus doa kita minta pembukaan rahasia Firman sehingga pasti terjadi penyucian dan pembaharuan.
Kolose 4:3-4
4:3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4:4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.
Saat mau datang beribadah, di rumah kita sudah berdoa ‘Tuhan bukakan FirmanMu’. Saya juga saat persiapan berdoa ‘bukakanlah FirmanMu’. Ketika beribadah Firman betul-betul dibukakan kepada kita, kita bisa menerima, terasa penyucian dan pembaharuan dalam hidup kita.
Pembaharuan terjadi dalam diri kita, hati dibaharui, perkataan dibaharui.
Kolose 4:5-6
4:5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Jadi bisa kita deteksi, jemaat juga bisa mendeteksi, gembalaku ini Tuhan percayakan pembukaaan Firman atau tidak. Karena untuk khotbah sekarang ini sudah tersedia di internet, tinggal copy khotbah pendeta-pendeta itu lalu sampaikan. Tetapi bisa dideteksi di kata-kata, kalau gembala itu Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman, kata-katanya penuh kasih, bukan kata-kata yang melemahkan iman jemaat, kata-kata yang hambar, kata-kata sia-sia.
Jemaat juga apakah sudah menikmati pembukaan Firman? Kalau sudah bisa menikmati kata-katanya diubahkan. Pulang beribadah kata-katanya bagus semuanya, kata-kata yang membangun, kata-kata yang penuh kasih, orang yang mendengar beroleh kasih karunia. Di gereja khotbah hebat, di jalan memaki-maki, begitu yang dia marah buka helm ternyata jemaat. Itu perkataan yang sia-sia, perkataan yang tidak membangun, yang hanya melemahkan.
Termasuk dusta! Keubahan hidup dimulai dari membuang dusta.
Efesus 4:24-25
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
Manusia baru membuang dusta. Hamba Tuhan koq dusta, jemaat ditipu. Bukan berarti saya sudah super, tetap menjaga supaya jangan berkata yang salah. Kalau sudah salah, cabut, minta ampun.
Ada 8 dosa yang menenggelamkan manusia langsung ke neraka. 8 itu sebenarnya angka pembaharuan. Jadi kalau ada 8 dosa ini, manusia itu tidak berubah.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Dikunci dengan dusta, ini penutup dari segala dosa. Jadi selama dusta masih dipertahankan, orang itu belum berubah, dosa-dosa yang lain masih ada! Mari kita selesaikan semuanya, sesama anggota Tubuh Kristus jangan ada dusta.
Biar kita dibaharui, kita dikembalikan pada gambar Allah, kita dibawa pada ciptaan yang semula. Manusia pada mulanya diciptakan jujur adanya. Kita mau dikembalikan pada ciptaan semula, manusia yang jujur. Tetapi begitu manusia jatuh dalam dosa, mulai banyak dalih, banyak dustanya.
Pengkhotbah 7:29
7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.
Ini rahasia ibadah yang pertama yaitu Firman menjadi daging, supaya kita manusia daging diubahkan menjadi sama dengan Yesus.
2) I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Yesus menampakan diri kepada malaikat-malaikat. Yesus adalah Firman. Malaikat adalah gembala. Jadi artinya Tuhan mempercayakan Firman kepada gembala untuk diberitakan kepada jemaat. Jemaat tidak menerima Firman langsung dari Tuhan, langsung di otaknya, langsung di hatinya, tetapi lewat gembala.
Roma 10:14-15
10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Jadi ada hamba Tuhan diutus untuk memberitakan Firman kepada jemaat, tidak langsung kepada jemaat, tetapi melalui perantaraaan gembala kepada jemaat.
Amos 3:7
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Diberitahukan dulu kepada hamba Tuhan baru disampaikan kepada jemaat. Waktu Musa sudah membangun Tabernakel, Tuhan berfirman kepada bangsa Israel melalui Musa, dari atas tutup tabut perjanjian.
Jadi rahasia ibadah yang kedua, ibadah yang benar adalah ibadah sistem penggembalaan. Kita tidak bisa liar. Jemaat harus membawa dirinya ditangani oleh gembala. Ada yang dipercaya untuk menangani, dialah yang menjadi penyambung lidahNya Tuhan kepada jemaat.
Tujuan Firman diberitakan supaya jemaat bisa mengenal pribadi Yesus. Jadi gembala atau hamba Tuhan lebih dulu harus mengenal Yesus dengan jelas! Apa bukti mengenal Yesus dengan jelas?
II Timotius 2:19
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Bukti mengenal Tuhan yaitu meninggalkan kejahatan, hidup benar dan suci. Gembala lebih dulu hidup benar dan suci supaya dia bisa memperkenalkan Tuhan kepada jemaat. Jemaat bisa menilai gembalaku ini hidup benar dan suci atau tidak. Kalau tidak berarti dia tidak mengenal Tuhan. Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan kalau gembala sendiri tidak mengenal Tuhan. Makanya syarat seorang gembala itu tidak ada yang bisa dituduhkan kepadanya karena dia hidup benar dan suci.
I Timotius 3:1-7
3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."
3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,
3:4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?
3:6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
3:7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
3) I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Rahasia Firman justru dibukakan kepada kita bangsa kafir, sehingga ini membuat kita lebih bergairah beribadah. Kepada bangsa Israel dipercayakan Taurat, tetapi kepada kita Tuhan percayakan rahasianya. Betapa bahagianya kita bangsa kafir, kepada kita dipercaya pembukaan Firman supaya kita didorong oleh Tuhan dalam persiapan kegenapan waktu penyatuan kita dengan Yesus sebagai kepala.
Efesus 1:7
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
Ini rahasia ibadah yang ketiga. Lewat pembukaan rahasia Firman Tuhan, kita didorong masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus untuk nanti menyatu dengan Yesus sebagai kepala.
Ibadah itu dwifungsi, kita datang beribadah dan melayani, tidak boleh menganggur, harus ada pelayanan. Banyak pelayanan di gereja yang bisa kita ambil sesuai dengan dorongan Firman. Yang bisa dikerjakan oleh semua adalah pendoa. Penting doa supaya ada kemajuan pemberitaan Firman. Saya bisa melayani karena ada doa-doa dari sidang jemaat. Itulah yang disebut dengan imam, karena penghuni kerajaan Sorga adalah imam-imam, orang-orang yang beribadah dan melayani.
Kita bisa mendapat pembukaan Firman, kita didorong melayani, itu adalah kerelaan hati Tuhan atau kemurahan Tuhan. Sebenarnya Tuhan bisa membangun sendiri gerejaNya tanpa campur tangan manusia. Orang sementara tidur lalu distel hatinya supaya berubah, bisa Tuhan lakukan itu. Tuhan sanggup membaharui manusia langsung sempurna, tanpa harus melibatkan kita bekerja melayani. Dalam kitab Zakharia, Tuhanlah yang membangun Bait Allah, tetapi kita dilibatkan dalam pembangunan Bait Allah, Tubuh Kristus. Itu kerelaan Tuhan, kemurahan Tuhan. Yang sudah melayani, ingat, itu kerelaan Tuhan, jangan gampang-gampang ditinggal.
Zakharia 6:12-13,15
6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.
6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."
Orang-orang dari jauh itulah kita bangsa kafir, dilibatkan masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Inilah kerelaan hati Tuhan, kemurahan Tuhan. Lewat beribadah, Firman dibukakan rahasianya kita didorong untuk terlibat dalam pelayanan, aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Biarlah kita semua mau terlibat dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, semua hanya karena kemurahan Tuhan. Firman itu adalah kerelaan hati Tuhan, pelayanan itu adalah kerelaan hati Tuhan, hargai sungguh-sungguh. Kalau kita tidak menghargai kemurahan Tuhan, ada kekerasan Tuhan. Tinggal mau pilih yang mana.
Roma 11:20
11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
Kita dapat kemurahan Tuhan, jangan sombong. Kita bisa melayani, dapat pembukaan Firman hanya karena kemurahan Tuhan, bukan untuk dijadikan kesombongan.
Roma 11:21-22
11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.
11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
Kalau Tuhan lihat kita ini nganggur, hanya nempel percuma, tidak ada buahnya, yah potong saja! Orang-orang jauh dilibatkan dalam pembangunan Tubuh Kristus. Kita dapat kemurahan dilibatkan dalam pembangunan tubuh Kristus. Apa saja mau kita kerjakan, doa, dana, banyak pelayanan yang lain. Bukan berarti jadi anggota zangkoor semua, tetapi ada yang bisa semua kerjakan, jadi pendoa untuk pekerjaan Tuhan.
4) I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."
Artinya tujuan akhir ibadah adalah masuk kemuliaan kekal bersama Yesus. Jadi ibadah yang kita gelar tidak sia-sia. Kita perjuangkan, ada kemuliaan kekal menanti kita. Itu sebabnya jangan tukar kemuliaan Tuhan dengan kemuliaan dunia. Artinya jangan tinggalkan ibadah pelayanan untuk mengejar kemuliaan dunia, sehingga tidak mencapai kemuliaan kekal bersama Yesus. Rugi! Kemuliaan sesaat didapatkan tetapi kehilangan kemuliaan kekal, buat apa! Mungkin di mata manusia gelarnya panjang, kedudukannya tinggi, kekayaannya melimpah, tetapi tidak beribadah. Segala aktivitas yang menghalangi kita beribadah itu perbuatan sia-sia! Semua sia-sia, tidak mencapai kemuliaan kekal. Jangan sampai terjadi pada kita.
Kaum muda silahkan sekolah setinggi-tingginya, kerja dengan giat, tetapi ibadah itu agung, tempatkan di atas segala-galanya. Jangan ditukar dengan kemuliaan dunia. Betapa bahagianya kalau dapat kemuliaan dunia, dapat lagi kemuliaan kekal. Tetapi jangan pesimis dan kecil hati kalau di dunia tidak mendapat kemuliaan, yang penting dapat kemuliaan kekal. Itu yang kita kejar, mau kita raih. Memang untuk mencapai kemuliaan itu sakit bagi daging. Untuk hidup beribadah harus menderita aniaya.
II Timotius 3:12
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
Secara fisik capek, belum lagi tekanan batin. Dihina, diejek orang. Tetapi Tuhan hibur, ini hiburan Tuhan:
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Kita beribadah memang menderita tetapi sudah Tuhan sediakan kemuliaan. Yang datang dari jauh, berapa gereja dilewati, belum omongan-omongan orang. Yang dekat juga ada penderitaannya sendiri. Yang secara online, banyak juga tantangannya. Tetapi ada kemuliaan sehingga kita tidak pernah menukar kemuliaan Tuhan dengan kemuliaan dunia. Tidak apa di dunia kita dipermalukan tetapi di sorga kita dipermuliakan. Nanti yang mempermalukan kita, dia yang akan dipermalukan Tuhan. Penghakiman Tuhan itu adil!
II Tesalonika 1:5-6
1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
1:6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
II Tesalonika 1:7-10
1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
1:10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Tuhan yang akan membalas, menghakimi dengan adil. Sekarang mungkin karena ibadah kita diperlakukan tidak adil, dipermalukan. Tetapi Tuhan akan membalas, kita dipermuliakan. Orang yang menindas itu yang akan ditindas oleh Tuhan. Jadi jangan main-main dengan orang yang hidup beribadah, ada Yesus yang mendampinginya. Dibalik salib ada kemuliaan kekal bersama dengan Tuhan.
b) Rahasia nikah
Efesus 5:32
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Gereja yang disucikan sampai sempurna, akan menikah dengan Yesus dalam nikah yang rohani. Gereja menjadi Mempelai Wanita Tuhan, Yesus Mempelai Pria Sorga. Kita kan dibawa masuk dalam nikah yang rohani, penyatuan untuk selama-lamanya antara tubuh dengan kepala.
Karena kita mau dibawa pada nikah yang rohani maka perhatikan nikah yang jasmani.
Wahyu 19:6-9
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Jadi ini benar adanya, kita mau dibawa dalam pesta kawin Anak Domba Allah, ini perkataan Allah yang benar. Kita jaga nikah jasmani kita lewat kekuatan Firman pengajaran yang benar, supaya nikah jasmani kita bisa mencapai nikah yang sempurna.
Apa yang harus dijaga?
1) Kesatuan nikah. Mulai dari masa pacaran dan tunangan, menjalin hubungan dengan orang yang satu iman, satu Firman pengajaran yang benar. Kalau sudah terlanjur menikah, bergumul supaya dia bisa sama-sama dengan kita satu pengajaran.
II Korintus 6:14
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Doa saya selalu supaya Tuhan berikan kaum muda jodoh yang terbaik, satu pengajaran. Tidak menyakiti hati Tuhan, hati gembala, hati orang tua, hati sesama. Kesatuan nikah, demikian mereka bukan lagi dua tetapi satu. Bagaimana bisa satu kalau tidak satu pengajaran, tidak satu iman. Bergumul dan berdoa supaya bisa satu. Jaga lewat kekuatan Firman pengajaran.
Tuhan berikan jodoh yang terbaik itu di tepi sumur penggembalaan. Ribka ketemu Ishak di sumur penggembalaan. Musa bertemu Zipora di tepi sumur penggembalaan. Jadi semua di sumur penggembalaan. Bawa dulu di penggembalaan baru diatur.
Doakan anak-anak kita supaya mendapat jodoh sama-sama dalam sumur penggembalaan, bukan yang liar. Kalau orang tua tidak menggumuli, tidak mendoakan, lalu anaknya menikah dengan orang tidak satu iman, tidak satu pengajaran, itu seperti Ishak dan Ribka menghadapi Esau yang menikah dengan orang Het. Akhirnya cuma memedihkan hati!
Kejadian 27:46; 26:34-35
27:46 Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: "Aku telah jemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara perempuan negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?"
26:34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
26:35 Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.
Kalau tidak satu, hanya menimbulkan kepedihan hati. Aduh menantuku koq gini. Digumuli, didoakan, diingatkan anaknya. Yang sudah terlanjur berdoa supaya bisa sama-sama dalam penggembalaan, sekalipun memang harus membayar harganya.
Kita yang sudah menikah juga jaga kesatuan nikah. Kesatuan nikah itu lewat satu pengajaran, satu penggembalaan.
2) Kesucian nikah. Kaum muda sejak masa pacaran dan tunangan, jaga kesucian. Mulai dari permulaan, jangan sampai terjadi kejatuhan. Kalau terjadi kejatuhan, minta ampun. Perjalanan nikah dijaga, dalam Maleakhi dikatakan jangan kamu tidak setia, jaga jangan ada roh tidak setia, roh perselingkuhan. Dijaga semua, jangan berkhianat. Jangan ada kekerasan dalam rumah tangga. Jangan sampai terjadi perceraian, apalagi sampai kawin mengawinkan.
Kekuatan daging tidak mampu. Sebagai orang tua menjaga kesucian anak tidak mampu. Dulu Yesus datang pertama kali lewat jalur perawan suci yaitu Maria. Yesus mau datang kedua kali hanya bisa disambut oleh perawan suci juga.
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Caranya bagaimana menjaga kesucian nikah?
Ø Tekuni penggembalaan. Ishak bertemu dengan Ribka yang dibawa oleh Eliezer di tempi sumur penggembalaan dan Ribka memakai telekung tanda kekudusan. Kalau di luar penggembalaan, hancur kita! Tidak ada kekuatan yang sanggup menjaga kesucian kita.
Kejadian 24:62-67
24:62 Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
24:63 Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
24:64 Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.
24:65 Katanya kepada hamba itu: "Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?" Jawab hamba itu: "Dialah tuanku itu." Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.
24:66 Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.
24:67 Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.
Tanggung jawab masing-masing untuk membawa diri kita tergembala. Kalau suami, isteri, anak tergembala, tidak usah takut, kesucian terjaga. Biarpun akan merantau tetapi dia tergembala online dengan sungguh-sungguh, pasti terjaga kekudusannya.
Saya berbahagia, kami suami isteri kehidupan yang digembalakan. Waktu pacaran untuk berbuat dosa kenajisan, berbuat macam-macam kesempatannya besar. Tetapi karena kami tergembala, terjaga kekudusan. Kalau nanti menikah, jangan marah kalau gembala bilang jangan lagi pakai kerudung, karena itu simbol kekudusan. Makanya sekarang harus dijaga, jangan dibuka-buka! Tetapi maksudnya bukan untuk dipermalukan, tetapi untuk diangkat. Bawa hidup kita untuk masuk dalam penggembalaan.
Eliezer bertemu Ribka di tepi sumur penggembalaan.
Kejadian 24:16-19
24:16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu."
24:18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
24:19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum."
Ribka gambaran gereja Tuhan, Ishak gambaran Yesus Anak Allah, Abraham gambaran Allah Bapa, Eliezer gambaran Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus mencari gereja yang tergembala dan mau disucikan untuk dibawa kepada Yesus Mempelai Pria Sorga.
Ø Efesus 5:30
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya (daging dan tulangNya).
Mempelai wanita Tuhan adalah daging dan tulangnya Yesus, apa maksudnya? Tulang itu bicara pendirian. Jadi Mempelai wanita Tuhan adalah kehidupan yang punya pendirian teguh atas Firman pengajaran yang benar. Apapun yang menerpa kita jangan goyah! Pendirian kita terhadap pengajaran harus teguh, bagaikan papan-papan jenang punya 2 alas, perak, tidak ambruk.
Pengajaran ini sekarang setan berupaya goncang, mau dihancurkan, mau ditambah, dikurang. Bahkan cenderung mau dihilangkan dari gereja pengajaran. Padahal pengajaran Mempelai dalam terang Tabernakel ini yang sudah memberkati kita sejak tahun 1935. Sekarang sudah 2026 sudah 91 tahun. Mari kita pegang teguh, pertahankan Firman pengajaran yang benar. Berdiri teguh, jangan mau digoyahkan, jangan mau dibimbangkan.
Kalau daging manusia itu daging yang tidak taat. Daging Yesus adalah daging yang mulia, manusia yang taat. Jadi menjaga kekudusan lewat ketaatan pada Firman pengajaran. Apa yang disampaikan lakukan, tidak usah mau berdebat, masa begitu, seharusnya begini, tidak logis. Begitu berdebat setan masuk, hancur! Taati saja Firman.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Kalau taat kita disucikan. Memang untuk taat harus bayar harga, ada resikonya. Yesus taat sampai mati!
Filipi 2:8
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Untuk taat memang kita diperhadapkan dengan salib, sengsara bagi daging. Seperti Yesus taat, Dia dipaku di kayu salib. Kita memang menghadapi salib, tetapi di balik itu ada kemuliaan. Taat saja, nanti mencapai kemuliaan kekal bersama dengan Yesus.
Sikap kita menghadapi salib:
Yakobus 1:2-4
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Sikap kita tekuni, artinya nikmatilah, jangan cepat-cepat mau pakai jalan keluar kita sendiri.
Ibrani 12:1-3
12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Kalau sekarang kita diftnah, tekuni, nikmati. Harus menempuh jarak jauh untuk beribadah, tekuni, nikmati. Diperhadapkan dengan sengsara sakit penyakit, tekuni, nikmati, bukan bersungut dan mengomel. Maka ketekunan itu akan menghasilkan buah matang. Apa itu buah matang? Buah mempelai, buah-buah roh. Semakin kita bertekun buah semakin bermunculan dan mulai matang. Kalau tidak ditekuni, buah jadi rontok, masih kecil sudah mau dipanen, asam, pahit! Ayo tekuni sampai buah itu matang.
Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Ini 9 buah roh menunjuk tabiat dari Allah Tritunggal:
Kasih, sukacita, damai sejahtera, Tabiat Allah Bapa.
Kesabaran, kemurahan, kebaikan, Tabiat Anak Allah
Kesetiaa, kelemah lembutan, penguasaan diri, Tabiat Allah Roh Kudus.
Kalau sudah berbuah tetapi masih asam, tekuni! Nikmati persekutuan dengan Yesus, nikmati persekutuan dengan KorbanNya, dengan salib itu, sampai buah itu matang, menyenangkan hati Tuhan.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
Tuhan senang melihat gereja yang bertekun dalam sengsara, bermegah di dalam salib, dia menghasilkan buah yang matang. Menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang menyenangkan, menggirangkan hati Tuhan.
Salib itu tidak selamanya, ada waktunya sampai berbuah. Semua usahanya untuk mendapatkan buah matang, terbayar lunas. Begitu juga jerih lelah kita selama ini sampai menghasilkan buah matang terbayar lunas waktu kita bisa menyambut Dia di awan-awan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah!
Di depan ada perjamuan suci kita mau nikmati. Yesus sudah lebih dahulu menanggung perbantahan.
Ibrani 12:1-3
12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Jangan lemah, jangan putus asa. Tekuni, bermegah dalam salib Kristus, maka nanti kita bermegah dalam kemuliaan bersama dengan Yesus. Saya terbatas menerangkan dengan kata-kata, biar menjadi pengalaman kita masing-masing.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar