Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:12-14
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Rasul-rasul menanti-nanti pencurahan Roh Kudus. Ada 2 hal yang rasul-rasul lakukan dalam menanti pencurahan Roh Kudus. Bagi kita sekarang, yang harus kita lakukan untuk mengalami pencurahan Roh Kudus dan menjaga supaya Roh Kudus jangan padam.
1. Naik ke ruangan atas.
Lukas 22:8-9,12
22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."
22:9 Kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?"
22:12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya."
Ruang atas yang dimaksud adalah tempat di mana Yesus dan murid-muridNya makan perjamuan Paskah. Sekarang wujud perjamuan Paskah adalah Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Jadi naik ke ruang atas berarti untuk mengalami pencurahan Roh Kudus kita harus setia dan tekun makan Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Firman menyucikan, perjamuan suci menggusur segala kedagingan kita, Roh Kudus menguasai kita.
2. Bertekun dalam doa dengan sehati.
Kita bahas poin kedua. Setelah makan Firman lanjutkan ketekunan dalam doa penyembahan. Di sini bukan hanya doa permohonan atau doa syafaat atau doa ucapan syukur melainkan meningkat pada doa penyembahan. Doa penyembahan ini adalah suatu proses untuk merobek daging kita. Kalau dipikir berapa calori yang dibutuhkan untuk menyembah, berapa energi yang harus dikeluarkan untuk menyembah, tetapi sulit rasanya. Dibandingkan kalau belah kayu, kerja di kebun, energi yang dikeluarkan begitu banyak tetapi bisa kerja dari pagi sampai sore. Tetapi penyembahan, berat. Penyembahan ini suatu proses merobek daging. Yesus mengajarkan minimal berdoa menyembah 1 jam sehari. Kemudian ada doa puasa, ada doa semalaman. Ini kita kerjakan hari-hari terakhir ini, kita peras daging.
Menyembah itu merendahkan diri serendah-rendahnya di kaki Tuhan dan mengakui segala kelemahan kita, ketidakmampuan kita. Ada beberapa orang yang bertekun dalam doa di sini. Mereka adalah orang-orang yang ditandai kelemahan-kelemahan. Begitu juga kita, banyak kelemahan kita.
1. Kelompok pertama adalah 11 murid-murid, kelemahan mereka adalah degil dan keras hati, tidak percaya kebangkitan Yesus. Sejak pemecahan 5 roti untuk 5.000 orang, di situ mereka keras hati. Sampai Yesus bangkit mereka tetap keras hati.
Markus 6:52
6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
Setelah pemecahan roti mereka tetap degil, keras hati, tidak percaya akan kuasa kebangkitan Yesus.
Markus 8:17
8:17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?
Setelah pemecahan 7 roti mereka masih degil, masih keras hati. Pemecahan roti menunjuk pembukaan rahasia Firman. Sudah ada pembukaan rahasia Firman tetapi masih degil, masih keras hati. Puncaknya waktu Yesus bangkit, mereka masih degil.
Markus 16:14
16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
Ini kelemahan dari 11 murid dan terkadang kita juga seperti mereka. Sudah mendengar Firman yang dibukakan rahasianya, tetapi tetap degil, masih tetap keras hati, tidak percaya kuasa Tuhan, tidak percaya Firman, masih ragu koq bisa. Ini kelemahan mereka tetapi sudah ditolong oleh Tuhan.
2. Kelompok kedua adalah beberapa perempuan, salah satunya adalah Maria Magdalena.
3. Kelompok ketiga Maria ibu Yesus dan saudara-saudara Yesus.
Kita pelajari kelompok kedua yaitu beberapa perempuan, salah satunya Maria Magdalena.
Markus 16:9-11
16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
Maria Magdalena mendapat prioritas ketika Yesus bangkit. Kepada Maria Magdalena pertama kali Yesus menampakkan diri saat Dia bangkit. Kenapa bukan kepada Petrus atau Yohanes yang adalah murid yang dikasihi? Mengapa harus Maria? Maria Magdalena ini pernah dikuasai 7 setan dan ditolong oleh Tuhan. Jadi Maria ini bukan orang yang baik-baik dari awalnya. Sesudah setan itu diusir dan dia ditolong, dia mengikuti Yesus dan melayani Yesus mulai dari Galilea sampai Yesus dikubur. Jadi pelayanannya tidak berhenti di tengah jalan, dia melayani dari awal sampai akhir. Karena dia boleh merasakan kasihnya Tuhan yang sudah menolong dan melepaskan dia dari 7 setan.
Kitapun demikian, keadaan kita sama seperti Maria. Hidup lampau kita dibelenggu oleh dosa-dosa sampai puncaknya dosa tetapi sudah dilepaskan oleh darah Yesus, Korban Kristus di kayu salib. Sebagai ucapan syukur kita sudah dibebaskan oleh darah Yesus maka kita harus melayani Tuhan dengan setia berkobar dari awal sampai akhir, jangan berhenti di tengah jalan.
I Tesalonika 1:9-10
1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Sampai kapan kita melayani? Sampai garis akhir, sampai Yesus datang kembali. Mari kita melayani Tuhan sebagai ucapan syukur, dulu kita orang berdosa, jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum, dosa kawin mawin. Sudah ditolong oleh Tuhan, mari kita melayani Yesus sampai garis akhir.
Makanya Maria mendapat prioritas, kepadanya Yesus pertama kali menampakan diri. Kalau kita sudah dilepaskan dari dosa, kemudian kita melayani Tuhan sampai garis akhir maka Tuhan memprioritaskan kita, Tuhan mengutamakan kita. Tuhan akan menyatakan kuasa kebangkitanNya kepada kita. Apa kuasa kebangkitan Tuhan? Keubahan hidup, Dia akan mengubahkan kita sampai sama mulia dengan Yesus.
Kalau kita lihat Maria ini positif, kelemahannya masa lampau, dia ditolong dan melayani. Tetapi setelah melayani ternyata masih ada kelemahan. Makanya dia masih bertekun dalam doa penyembahan karena dia sadar, dia sudah dilepaskan dari dosa, sudah bertobat, sudah melayani, ternyata masih ada kelemahannya. Jadi jangan sombong kita yang sudah melayani, jangan menghina orang yang belum bertobat. Kita juga masih ditandai dengan kelemahan.
Yesus mati sebelum hari sabat. Pada hari sabat, Yesus berada di liang kubur bergumul dengan maut. Setelah hari sabat Yesus bangkit, menang atas maut. Maria adalah orang pertama yang menyaksikan kebangkitan Yesus, Maria juga menyaksikan penguburan Yesus.
Markus 15:46-47
15:46 Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
15:47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.
Maria menyaksikan penguburan Yesus sebelum hari sabat. Saat hari sabat tentu dia sudah merencanakan untuk datang merempah-rempahi Yesus.
Markus 16:1
16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Kalau dilihat dengan yang Yesus lakukan, Maria dan Yesus sama-sama punya aktivitas. Yesus di liang kubur mengalahkan maut, setelah hari sabat Dia bangkit. Maria melihat Yesus dikuburkan dan dia merencanakan untuk pergi merempah-rempahi mayat Yesus sesudah hari sabat. Jadi ada aktivitas yang seirama. Pelajaran dari Maria ini bisa kita ambil. Tuhan menginginkan supaya kita dengan Yesus seirama dalam bekerja. Bagaimana Yesus bekerja, begitu juga kita bekerja. Yesus belum berhenti bekerja sampai sekarang, kita juga jangan berhenti bekerja melayani Tuhan sampai Tubuh Kristus terbentuk.
I Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Hamba Tuhan, pelayan Tuhan adalah kawan sekerja Yesus, kita harus bekerja seirama dengan Yesus, melayani seperti Yesus melayani. Kalau Yesus belum berhenti bekerja, kita juga jangan berhenti bekerja. Tubuh Kristus belum terbentuk, berarti Yesus masih bekerja sampai sekarang. Kita belum sempurna, yah jangan berhenti bekerja. Yang sudah berniat undur dari pelayanan, ayo segera kembali. Jangan berhenti, tidak ada kata pensiun, terus melayani Tuhan sampai garis akhir kehidupan kita.
Kita lihat bagaimana cara Yesus bekerja, maka kita juga akan bekerja seperti Yesus, gerak kita seirama dengan Yesus.
Yohanes 4:31-34
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ini makanan Yesus, melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya. Jadi bagi Yesus pelayanan itu bagaikan orang lapar melihat makanan. Begitu juga kita melayani, bagaikan orang lapar melihat makanan, tentu tidak akan menolak. Jangan tolak-tolak pelayanan, ayo kerjakan. Dulu di sekolah Alkitab diajarkan, kalau temanmu tidak mau kerjakan kita yang kerjakan, nanti karunianya Tuhan berikan kepada kita. Hamba Tuhan jangan tolak pelayanan, tetapi jangan ambisi.
Seperti melihat makanan, melayani dengan rasa lapar, dengan tidak bosan, dengan setia, dengan berkobar-kobar sampai kita memuaskan Tuhan.
Lukas 6:21
6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
Berbahagia yang melayani dengan rasa lapar. Kalau kita melayani, kita mengalami kebahagiaan sorga. Bukan kita dipersulit, bukan dibikin susah, justru mau dijadikan bahagia. Bahagia Sorga, bukan bahagia di dunia. Kalau orang dunia, kenyang baru bahagia, tidak mungkin lapar lalu bahagia. Ini kebahagiaan Sorga, kita melayani dengan rasa lapar, dengan suatu kerinduan, dengan suatu kebutuhan seperti orang lapar melihat makanan, maka kita mengalami kebahagiaan sorga.
Lukas 6:25
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
Artinya kalau sekarang merasa kenyang, tidak ada minat untuk melayani, maka nanti mengalami kecelakaan, dihukum oleh Tuhan. Orang kalau sudah kenyang, biarpun ada makanan enak tidak ada minat untuk makan, pasti tidak akan makan seperti orang yang lapar. Bagi orang lapar yang pahitpun dianggap lezat, tetapi orang kenyang madu diinjak-injak, tidak ada minat melayani.
Mari kita melayani seirama dengan Yesus, melayani dengan rasa lapar, dengan setia berkobar-kobar. Harus seirama dengan Yesus, maka pelayanan itu akan baik. Contoh paling gampang dalam tim musik, seirama melayani. Kalau tidak seirama tidak enak. Apalagi kalau semua mau tampilkan kemampuannya lalu tidak baku masuk, tidak enak. Kalau main musik, telinga ini harus bisa mendengar alat musik yang lain supaya harmonis, jadi bukan hanya dengar musik sendiri. Begitu juga kita melayani Tuhan harus seirama karena kita kawan sekerja Tuhan. Zangkoor juga harus seirama, bukan lari-lari sendiri. Minta hikmat dari Tuhan supaya kita bisa melayani dengan seirama.
Maria sudah luar biasa melayani Tuhan tetapi ternyata masih ada kekurangannya.
Yohanes 20:11-14
20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Kelemahan Maria tidak mengenal Yesus yang sudah bangkit dalam tubuh kemuliaan. Padahal kalau kita baca dalam Alkitab berkali-kali Yesus menerangkan bahwa Dia akan mati, 3 hari kemudian Dia akan bangkit! Tetapi Maria tetap tidak mengenal Yesus. Artinya tidak mengerti Firman. Padahal Firman sudah diulang-ulang, apalagi kalau tidak diulang. Makanya jangan bosan kalau Firman diulang-ulang. Kami juga hamba Tuhan jangan bosan mengulangi. 1 kali disampaikan belum tentu dimengerti. Sudah 4 kali Yesus mengatakan Aku akan mati dan 3 hari kemudian bangkit, tetapi Maria tetap tidak mengerti Firman.
Maria sudah melayani. Bagaimana kalau kita sudah melayani Tuhan tetapi tidak mengerti.
Bekerja tetapi tanpa pengertian, tidak akan bisa diterima pekerjaan kita, kacau! Tidak mengerti Firman lalu mau melayani. Ini kelemahan Maria dan banyak kali kita seperti itu. Kita pikir sudah betul yang kita lakukan padahal salah, karena kita tidak mengerti Firman, kita hantam saja. Yang kita dengar perkataan manusia, bukan perkataan Tuhan. Kalau manusia bilang sudah betul itu, padahal Tuhan di atas melihat sambil geleng-geleng, bukan begitu yang harus dibuat.
Tentu ada penyebabnya sudah melayani tetapi tidak mengerti Firman.
1. Perkataan Maria ‘Tuhanku telah diambil orang’. Jadi dia tidak ketemu lagi, kehilangan. Artinya putus hubungan dengan Tuhan, terpisah dengan Tuhan. Apa yang menjadi penyebab terpisah dengan Tuhan?
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Yang membuat terpisah dengan Tuhan, melayani tetapi menyembunyikan dosa, makanya tidak mengerti Firman, pelayanannya tidak sesuai Firman. Hebat khotbah, fasih lidah, tetapi menyembunyikan dosa, itu melayani tanpa roh pengertian. Tuhan bilang Aku tidak pernah mengenal kamu, kamu pembuat kejahatan! Main musik, zangkoor, kalau ada dosa yang disembunyikan, itu yang membuat terpisah dari Tuhan, tidak bisa mengerti Firman. Tuhan tidak akan memberikan roh pengertian, berarti tanpa Roh Kudus.
7 manifestasi Roh Kudus salah satunya roh pengertian.
Yesaya 11:2
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
Jadi kalau bekerja tanpa roh pengertian itu berarti tanpa Roh Kudus. Makanya tidak akan awet pelayanannya karena tanpa kekuatan Roh Kudus, hanya kekuatan daging. Bisa main musik, bisa khotbah, bisa ini, bisa itu, tetapi tanpa kekuatan Roh Kudus, hanya dengan kekuatan daging. Begitu kena Firman menunjuk salahnya bisa tersinggung sehingga mundur dari pelayanan.
2. Yohanes 20:15
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
Menyangka Yesus adalah penunggu taman. Artinya:
a) Penunggu taman menunjuk pribadi gembala yang berjaga-jaga atas keselamatan jemaat supaya bisa kembali ke Firdaus, kembali ke dalam kerajaan 1000 tahun damai. Yesus Tuhan, disangka penunggu taman. Berarti sudah mentuhankan gembala, mengkultusindividukan gembala sehingga mendengar Firman sudah dengan emosi daging. Sekalipun sudah menyimpang tetap diagung-agungkan dan gembala lain direndahkan, tidak punya Firman, tidak ada urapan dan lain-lain. Hanya gembalanya yang paling hebat dari semua gembala. Ini jangan terjadi!
Hamba Tuhan dihormati 2 kali lipat, tetapi bukan untuk kita agung-agungkan, kita kultuskan sehingga yang lain direndahkan, jangan! Kalau masih mau ada gembala di bumi ini, jangan dikultuskan, kalau sudah dikultuskan nanti gembalanya diambil oleh Tuhan. Dalam hal ibadah dalam hal penyembahan, Tuhan tampil sebagai Allah yang cemburu. Jangan sampai Tuhan cemburu!
I Timotius 5:17
5:17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.
Harus dihormati tetapi bukan dipuji, diagung-agungkan sampai merendahkan gembala yang lain, jangan! Masing-masing ada pemakaian Tuhan. Kemuliaan bintang yang satu dengan bintang yang lain berbeda, tetapi masing-masing dipakai. Jangan direndahkan yang lain. Apalagi kalau gembala itu dipuji-puji, gembala itu nanti yang merendahkan pendeta yang lain. Jangan terjadi, dijauhkan oleh Tuhan.
Karena mengkultuskan seorang hamba Tuhan, sampai menjadi fans berat, apa yang dilakukan idolanya dia ikuti semua. Kadangkala kita seperti itu kepada hamba Tuhan, bukan Tuhan lagi yang diikuti tetapi hamba Tuhan. Akhirnya semua ditelan mentah-mentah apa yang disampaikan. Nanti keadaannya seperti tanah berbatu-batu. Mendengar Firman dengan emosi tetapi tidak berakar. Begitu kena panas terik langsung gugur. Begitu kena masalah, pencobaan, langsung gugur.
Markus 4:16-17
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Murtad ini meninggalkan pengajaran dan berbalik melawan pengajaran. Ini jangan sampai terjadi pada kita. Apalagi kalau Tuhan izinkan gembala yang dia puja puji itu diambil, langsung dia meninggalkan pengajaran, bahkan berbalik melawan Firman pengajaran yang benar. Hamba Tuhan yang dipakai Tuhan kita doakan, kita topang dalam doa. Satu tempat fellowship kita, Pdt. Widjaja kita doakan tetapi jangan dikultusindividukan, nanti Tuhan cemburu.
b) Penunggu taman itu gembala, dituduh mengambil mayat Yesus. Artinya berperasangka buruk kepada gembala, hamba Tuhan. Ketika Firman Tuhan datang menunjuk keadaan kita sudah berperasangka buruk, gembala ini hanya tembak-tembak saya. Padahal tidak ada, Tuhan yang tahu. Selama saya melayani sampai sekarang saya tidak pernah tanya-tanya bagaimana keadaan nikah jemaat, bagaimana keadaan bapak ini, ibu ini. Kalau Firman datang menunjuk keadaan kita itu kasih sayang Tuhan untuk memperbaiki keadaan-keadaan kita, jangan berperasangka buruk.
Termasuk kami sebagai gembala, kadangkala gembala yang sudah berperasangka buruk kepada jemaat, sehingga begitu sampaikan Firman sudah dengan emosi daging, ditembak dari mimbar. Biar semua Firman disampaikan dengan maksud murni.
II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Kami diajar waktu sekolah Alkitab, kalau hatimu ingin uang, jangan sampaikan tentang perpuluhan.
Mendengar Firman jangan berperasangka buruk tetapi dengan hati yang murni. Kita menghadap Tuhan dengan hati yang murni.
Mazmur 24:3-4
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Jadi begitu Firman menunjuk dosa salah kita, kita berterima kasih kepada Tuhan, terima kasih Tuhan, Engkau sayang saya, saya mau diperbaiki. Sama juga hamba Tuhan, sampaikan Firman dengan hati yang murni.
3. Maria berkata ‘Tuhanku sudah diambil orang’. Jadi dia menyalahkan orang, artinya tersandung pada orang lain. Ini yang membuat kita tidak bisa mengerti Firman, tersandung kepada sesama jemaat, kepada sesama hamba Tuhan, tersandung kepada jemaat.
Rugi kita datang ibadah lalu melihat orang lain dia begitu. Apalagi ketika datang ibadah kita lihat orang itu kenapa dia melayani, masa gembala tidak tahu dia begini begitu, koq dia masih melayani. Begitu sudah tersandung sudah tidak bisa dengar Firman, sudah tidak masuk, rasanya mau pulang saja. Rugi kalau seperti itu, tidak bisa mengerti Firman. Berarti selama ini melayani tanpa pengertian.
Jangan kita tersandung. Kalau kita tersandung, orang yang tersandung dan menjadi batu sandungan nasibnya sama, batu kilangan diikat di leher dan ditenggelamkan.
Matius 18:6
18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Markus 9:42
9:42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
Lehernya diikat batu kilangan, berarti hubungannya dengan Tuhan terganggu. Kalau tumbuk-tumbuk belanga diikat di leher, lalu disuruh makan, tidak akan bisa. Begitulah kalau sudah tersandung dan menjadi sandungan, sudah tidak bisa makan Firman. Jadi pandang Firman. Lihat gembala, cocokkah apa yang disampaikan dengan Firman Tuhan. Lihat diri kita yang masih banyak ditandai dengan kekurangan, bukan melihat kekurangan-kekurangan orang lain, nanti tersandung.
4. Maria sedih, susah hatinya karena tidak bisa melihat Yesus. Kita hidup di dunia ini ditandai begitu banyak persoalan yang kadang bahkan sering membuat kita sedih dan susah hati. Kesedihan karena apapun harus dilawan. Apalagi kalau kesedihan itu membuat kita tidak bisa mengerti Firman. Dilawan, tengking, supaya kita bisa mengerti Firman.
Akibat tidak mengerti Firman:
1. Malaikat dan Tuhan Yesus menyapa Maria ‘ibu’ ini sapaan umum. Akibat tidak mengerti Firman menjadi Kristen umum yang tidak dikenal oleh Tuhan. Biar sudah hebat melayani, sudah bernubuat, sudah mengusir setan tetapi Tuhan bilang ‘Aku tidak pernah mengenal kamu!’.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Bahkan ketika pesta nikah digelar, terdengar perkataan Aku tidak mengenal kamu! 5 gadis bodoh sudah mengikut Yesus, menanti kedatangan mempelai, sudah punya pelita menyala berarti mengaku orang pengajaran, tetapi tidak punya minyak persediaan. Waktu mempelai datang mereka sementara membeli minyak. Mempelai sudah masuk ke ruang pesta, pintu ditutup baru mereka datang.
Matius 25:11-12
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Sangat tragis, sudah bertahun-tahun melayani, lalu Tuhan bilang Aku tidak mengenal kamu! Tuhan tidak izinkan masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
2. Maria menangis. Akibat kedua banyak tangisan air mata karena masalah, karena pencobaan yang tidak pernah selesai. Sampai menangis waktu masuk aniaya antikristus, sampai menangis selamanya di neraka. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.
Saya sudah melayani bertahun-tahun, sudah dipercayakan banyak pelayanan lalu ujung-ujungnya ditolak oleh Tuhan dan masuk tangisan selamanya. Tuhan tolong jangan terjadi seperti itu.
Supaya bisa mengerti Firman kita ambil positifnya dari kisah Maria yaitu menangis dalam arti yang positif, menangis yang benar:
1. Tidak mau terpisah dengan Tuhan, tetap mau bersekutu dengan Tuhan. Diwujudkan dengan setia dan tekun dalam ibadah pelayanan dalam penggembalaan. Tekun artinya tidak bisa dihalangi oleh apapun dan tidak mau terhalang oleh apapun dan oleh siapapun.
Coba periksa diri masing-masing, pernahkah kita menangis waktu tidak bisa beribadah karena ada halangan. Kalau pernah, syukur berarti kita tidak mau terpisah dengan Yesus. Atau malah senang, yes libur. Termasuk saya hamba Tuhan, waktu sakit tidak bisa melayani, saya menangis. Saya minta ampun kepada Tuhan sudah salah, tidak mengatur tubuh ini dengan baik, tidak mengatur jam istirahat.
2. Wahyu 5:4-5
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
Menangis, bergumul untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman. Jemaat bergumul supaya bisa mendengar, tidak terganggu, bisa dengar-dengaran pada Firman pengajaran.
Tuhan sudah percayakan buah nikah. Masa Tuhan yang beri, lalu pemberian Tuhan itu menghalangi kita mendengarkan suaraNya. Makanya sebelum ibadah didoakan, digumuli supaya anak tidak mengganggu saat pemberitaan Firman. Kalau yang lain bisa mengerti Firman dan bersaksi ‘puji Tuhan saya mendengar Firman dan saya ditolong Tuhan’ seharusnya kita berpikir kenapa dia bisa, saya koq tidak sampai di situ pemahaman saya. Kita bergumul, Tuhan saya juga mau mengerti Firman, mau melakukan Firman. Sebagai hamba Tuhan juga, kenapa hamba Tuhan itu sampai di situ menerima pembukaan Firman, saya juga rindu supaya bisa disampaikan kepada jemaat.
Sama-sama bergumul, kita menangis supaya Tuhan bukakan rahasia Firman kepada kita. Ini membuktikan bahwa kita sangat mengasihi Yesus. Kita setia, tekun beribadah, kita bergumul untuk bisa menikmati suaraNya karena kita mengasihi Yesus. Seperti kami hamba Tuhan bergumul sampai tengah malam supaya Tuhan bukakan Firman, bangun subuh masih bergumul lagi, jemaat juga sama-sama bergumul, timbal balik. Sehingga kita bisa mengerti Firman, kita mengenal Tuhan sedalam-dalamnya, Tuhan mengenal kita sedalam-dalamnya.
Kalau kita bisa bergumul untuk tekun beribadah melayani, bergumul untuk bisa mengerti Friman maka kita bisa melihat Tuhan.
Yohanes 20:16
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Kita bisa mengenal Yesus sedalam-dalamnya, Yesuspun mengenal kita sedalam-dalamnya. Panggilan Yesus bukan lagi ibu tetapi Maria. Artinya Yesus mengenal kita sedalam-dalamnya, sampai pergumulan kitapun Dia tahu, Dia peduli. Bahkan dengan tetesan air matapun, Dia sudah tahu apa yang kita butuhkan, apa yang kita gumulkan, Dia mengerti, Dia peduli. Ayo kita bergumul sampai kita bisa melihat Yesus.
Waktu Maria melihat Yesus dia panggil Yesus Rabuni, artinya guru. Bagi kita sekarang melihat Yesus artinya bisa menikmati Firman pengajaran sampai mempraktekannya. Guru kami tegas, beliau katakan besok-besok kalau kamu menyimpang dari pengajaran jangan kamu mengaku muridku. Termasuk kalau kamu melihat om sudah menyimpang, jangan akui om gurumu. Dari sekian banyak angkatan saya, tinggal beberapa bisa bertahan sampai saat ini. Memang dikatakan kalau ¼ yang berhasil itu sudah Alkitabiah. Kalau bisa bertahan sampai saat ini itu hanya karena kemurahan Tuhan.
Nikmati Firman pengajaran yang benar ini dan praktekan. Kalau sudah bisa menikmati, tidak akan terganggu dengan waktu, dengan situasi kondisi. Praktek Firman = mengulurkan tangan iman kepada Tuhan. Sebagai balasannya Tuhan mengulurkan tangan belas kasihanNya kepada kita. Semoga malam ini kita belajar untuk bisa menikmati Firman Tuhan, tidak bosan dengan pengajaran. Bisa menikmati pengajaran itu roh mempelai.
Wahyu 22:17
22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Belajar dari Rut, sepanjang hari dia memungut jelai, sampai sudah mau habis waktu bekerja, tidak berhenti sedikitpun kecuali waktu makan. Betul-betul dia bekerja mengumpulkan jelai, kalau sekarang kita menikmati Firman Tuhan, kata demi kata kita terima. Sepatah kata saja berkuasa mengadakan mujizat. Perwira di Kapernaum berkata ‘katakan saja sepatah kata, hambaku pasti sembuh’. Sepatah kata ini berarti menikmati, seperti anjing menjilat remah-remah roti, betapa menikmati. Tidak dibiarkan 1 remah pun tercecer, semua dijilat sampai habis.
Lukas 7:6-7,9
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
Kalau kita bangsa kafir bisa menikmati Firman, membuat Yesus heran. Yesus memuji kita, iman sebesar ini tidak ada Ku dapatkan di antara orang Israel.
Kalau kita bisa menikmati Firman ada hasilnya:
1. Yohanes 20:17
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
Jika kita bisa menikmati Firman Tuhan, kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Yesus bilang Bapa di Sorga itu BapaNya dan Bapanya Maria. Contohnya saya dan saudara-saudara saya menyapa Pdt. Bernard Legontu ‘papa’ berarti kami bersaudara. Begitu juga kita, dengan kita bisa menikmati Firman, kita dengan Yesus adalah saudara yang layak menyapa Bapa di Sorga Bapa kita juga.
Ibrani 2:11
2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,
Bukti kita saudaranya Yesus kita mau dikuduskan, hidup dalam kekudusan. Kita menjadi manusia rohani, hidup dalam kekudusan, maka Yesus menyapa kita saudaraNya dan kita bisa menyapa Bapa di Sorga adalah Bapa kita. Secara jasmani tidak usah ragu, kalau bisa menyapa Bapa di Sorga adalah Bapa kita maka semua kebutuhan kita Bapa di Sorga tahu, Dia cukupkan, Dia berikan kepada kita.
Nikmati Firman sampai kita disucikan dikuduskan menjadi manusia rohani seperti Yesus, baru doa-doa kita dijawab. Kenapa doa-doa kita tidak dijawab? Karena kita belum menjadi saudaranya Yesus. Kita bisa menyapa Dia Bapa kalau kita disucikan dan diubahkan, kita menjadi saudaranya Yesus, sehingga doa-doa kita didengar dan jawab oleh Tuhan.
Yesus dari Allah, Dia Tuhan yang lahir menjadi manusia. Kita disucikan dan diubahkan menjadi manusia Allah.
I Timotius 6:11-12
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Kita manusia Allah yang berjuang dalam perkara rohani, dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Sudah banyak pendahulu yang mendahului kita, lihat teladan mereka yang berjuang sampai garis akhir. Kita juga yang masih hidup berjuang sampai garis akhir, manusia Allah, manusia rohani.
2. Dikatakan kepada Maria ‘pergilah kepada saudara-saudaraKu’ berarti ada pengutusan. Jadi hasil kedua kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semakin kita menikmati Firman, semakin disucikan, semakin dipakai. Yang sudah dipakai, semakin mantap pengutusannya. Kalau Tuhan mengutus, Dia mengutus dengan kuasa penuh.
Markus 16:15-18
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Tantangan memang ada, tetapi kalau Tuhan yang mengutus kita, siapa yang bisa menggagalkan pelayanan kita. Jika Allah dipihak kita, siapakah lawan kita. Kalau Tuhan yang mengutus kita, siapa yang coba menghalangi dia berhadapan dengan Tuhan. Tuhan mengutus kita seperti anak domba di tengah-tengah serigala. Kalau tidak dikasih kuasa penuh dari Tuhan, menghadapi serigala habis kita.
Ayo nikmati Firman, kita disucikan dan diubahkan menjadi manusia Allah, kita diutus dan dipakai oleh Tuhan.
3. Begitu Maria melihat Yesus, dia bersukacita, air mata dihapus. Tuhan sanggup menghapus segala air mata kita. Artinya Tuhan sanggup menyelesaikan segala pergumulan kita. Kalau Tuhan yang utus Dia menyertai kita. Dan kalau Tuhan menyertai kita, Dia menuntun sambil menghapus air mata kita.
Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Pergumulan apa yang kita hadapi? Yang terberat adalah pergumulan nikah dan buah nikah. Banyak kali kami hamba Tuhan langsung KO kalau nikah dan buah nikahnya dihantam. Seperti saya waktu menghadapi masalah nikah langsung KO, terkapar! Untung masih bisa bangun. Saya sudah tidak mau melayani, bagaimana mau melayani, nikah tidak beres! Tuhan tuntun untuk menyembah, setelah menyembah Tuhan berikan kami kelembutan hati bisa berdamai dan selesai masalahnya.
Masalah apa yang dihadapi, Tuhan menuntun dan menghapus air mata. Buktinya di depan kita ada perjamuan suci. Yesus mati di kayu salib, tangannya diulurkan untuk dipaku. Tangan yang dipaku ini yang menghapus air mata kita. Dan Tuhan menuntun kita sampai ke mata air kehidupan.
Wahyu 21:4; 22:1
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Air kehidupan mengalir dari takhta Allah. Jadi mata air kehidupan itu takhta Allah. Kita dituntun sampai ke takhta Sorga, Yerusalem baru.
Maria sudah hebat melayani, tetapi masih ada kekurangan kelemahannya. Tetapi syukur karena kita bersama Yesus, ada dalam pengajaran yang sehat, ada Korban Kristus, perjamuan suci yang sanggup menolong kita, mengatasi segala kelemahan kita. Jangan bertahan dalam kelemahan, serahkan kepada Tuhan. Tuhan atasi semuanya, Tuhan tuntun dan Tuhan menghapus segala air mata kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar