20260217

Kebaktian Doa Puasa Sesi 1, Selasa 17 Februari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 8:8-15

8:8 Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN."

8:9 Kata Musa kepada Firaun: "Silakanlah tuanku katakan kepadaku, bila aku akan berdoa untukmu, untuk pegawaimu dan rakyatmu, supaya katak-katak itu dilenyapkan dari padamu dan dari rumah-rumahmu, dan hanya tinggal di sungai Nil saja."

8:10 Katanya: "Besok." Lalu kata Musa: "Jadilah seperti katamu itu, supaya tuanku mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti TUHAN, Allah kami.

8:11 Maka katak-katak itu akan dijauhkan dari padamu, dari rumah-rumahmu, dari pegawai-pegawaimu dan dari rakyatmu; dan hanya akan tinggal di sungai Nil saja."

8:12 Lalu Musa dan Harun keluar meninggalkan Firaun, dan Musa berseru kepada TUHAN karena katak-katak, yang didatangkan-Nya kepada Firaun.

8:13 Dan TUHAN melakukan seperti yang dikatakan Musa, sehingga katak-katak itu mati lenyap dari rumah, dari halaman dan dari ladang.

8:14 Dikumpulkan oranglah bangkai-bangkainya bertumpuk-tumpuk, sehingga tanah itu berbau busuk.

8:15 Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.

 

Secara rohani katak menunjuk roh najis. Datangnya dari sungai Nil. Sungai nil menunjuk segala aktivitas di dunia, itu dipenuhi roh najis. Di sekolah, saat bekerja, hidup bermasyarakat, di mana-mana, sampai di media sosial katak, roh najis ada di situ. Bagaimana caranya supaya kita tidak dikuasai roh najis?

1.      Didoakan Musa. Musa menunjuk gembala. Salah satu tugas pokok gembala adalah berdoa syafaat bagi sidang jemaat.

I Timotius 2:1

2:1  Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

 

Supaya kita terhindar dari roh najis, tidak dikuasai roh najis, maka kita harus tergembala dengan benar pada penggembalaan yang benar. Berarti ada penggembalaan yang tidak benar dan sikap tergembala yang tidak benar. Kita harus jeli kita tergembala di mana dan sikap kita bagaimana dalam penggembalaan.

 

Penggembalaan yang tidak benar adalah tanpa makanan rohani. Firman sudah dikesampingkan, yang diutamakan hanya perkara yang jasmani. Padahal pokok dari ibadah adalah pemberitaan Firman, ini mulai dikurangi. Yang penting pujian penyembahan, pemberitaan Firman Tuhan mulai dibatasi, bahkan dihilangkan sama sekali, sudah tidak ada lagi.

 

Sikap tergembala yang tidak benar:

a)      Yohanes 10:1-5

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Sikap pertama adalah tidak mau masuk kandang. Artinya tidak mau bertekun dalam 3 macam ibadah pokok yaitu:

1)      Ibadah raya (pelita emas)

2)      Ibadah pendalaman Alkitab (meja roti)

3)      Ibadah doa penyembahan (mezbah dupa emas).

 

Kebanyakan yang diikuti hanya ibadah raya, yang lain mulai dikurangi. Bahkan kecenderungan gembala juga begitu, sudah mulai mengurangi. Jadi hanya ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab tidak ada, ibadah doa tidak ada. Kasihan kebutuhan jemaat tidak terpenuhi. Dikasih minum dalam ibadah raya tetapi tidak dikasih makan. Dikasih minum, dikasih makan tetapi tidak dikasih udara segar. 3 macam ini harus dipenuhi, sekalipun secara jasmani memang capek. Kalau tidak bisa dijangkau, lewat siaran online, berupaya semua terpenuhi.

 

b)      Tidak dengar-dengaran terhadap suara gembala, baik suara gembala secara langsung juga secara rohani yaitu Firman pengajaran. Tidak mau dengar suara gembala malah lebih mendengar suara asing, orang tidak bertobat, ajaran palsu, suara daging.

 

Kalau sudah dengar-dengaran pada Firman penggembalaan, pasti dengar-dengaran pada nasihat gembala.

 

Kalau penggembalaan tidak benar, sikapnya tidak benar, katak masuk. Semua tanah Mesir diserang katak, yang luput dari katak hanya tanah Gosyen, daerah penggembalaan. Jadi penggembalaan adalah tempat teraman dari ancaman setan, dari roh jahat dan roh najis. Sebagai contoh dalam Alkitab:

Matius 14:13-14,19

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

 

Yesus mendengar berita bahwa Herodes sudah memenggal Yohanes Pembaptis lalu Yesus menyingkir. Di tempat penyingkiran itu Yesus memberi makan 5.000 orang dan mereka disuruh duduk di rumput. Herodes gambaran setan dengan roh jahat dan roh najis. Apalagi di sini Herodes memenggal Yohanes karena ditegur nikahnya tidak beres, dia malah marah. Kita belajar dari Yesus yang menyingkir dari Herodes. Di tempat penyingkiran makan roti dan duduk di rumput, ini menunjuk penggembalaan. Dalam penggembalaan kita makan Firman penggembalaan, disitulah kita aman dari roh najis, dari roh jahat. Duduk itu berarti mantap tergembala. Aman terlindungi kehidupan kita, luput dari roh-roh najis.

 

Kalau kita ada dalam penggembalaan, kita berada di tangan Yesus Gembala Agung.

Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Hasilnya kalau kita ada di tangan Yesus Gembala Agung:

a)      Kita tidak bisa dijamah oleh setan. Di tangan Tuhan kita disucikan secara terus menerus, tidak bisa dikotori oleh setan. Semakin suci semakin jauh dari setan, semakin menyatu dengan Yesus.

 

Kaum muda bawa diri masuk di dalam penggembalaan. Kalau sudah tidak tergembala, panjat tembok, tidak lama terjadi sesuatu soal kenajisan. Bukan cuma anak muda, orang tua juga. Mari bawa diri kita masuk dalam kandang penggembalaan, dengar Firman, semakin suci kita semakin menyatu dengan Tuhan, semakin jauh dari setan, kita berada di dalam tangan Tuhan.

 

b)      Ada kepastian hidup kekal. Berarti kita tidak usah ragu, hidup jasmani dan masa depan Tuhan sanggup sediakan bagi kita sekalian.

 

2.      Seperti Musa berdoa, kita juga harus tekun dalam doa penyembahan. Bukan hanya doa permohonan, doa ucapan syukur, tetapi meningkat pada doa penyembahan bahkan ditambah doa puasa seperti sepanjang hari ini kita berpuasa. Penyembahan itu leher, jadi itu hubungan yang paling erat dengan Tuhan. Kalau tergembala kita berada di tangan Yesus Gembala Agung, kalau kita menyembah bukan hanya ada di tangan tetapi kita menyatu dengan Yesus, kita tubuhNya dan Dia kepala.

 

Mari tingkatkan doa penyembahan kita hari-hari terakhir ini, ditambah dengan doa puasa. Ini adalah ibadah yang berkenan kepada Tuhan, ibadah yang tersembunyi.

Matius 6:16-18

6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

 

Dalam Injil Matius pasal 6 Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa ibadah yang benar itu adalah ibadah yang tersembunyi. Artinya bukan pamer tetapi hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Ada 3 ibadah tersembunyi di sini:

a)      Bersedekah. Apa yang diberi oleh tangan kanan, tidak boleh diketahui oleh tangan kiri. Artinya memberi dan berkorban bukan untuk pamer.

b)      Doa baik doa permohonan, doa syafaat, doa ucapan syukur, doa penyembahan. Juga bukan untuk pamer tetapi hubungan dari hati ke hati kepada Tuhan.

c)      Doa puasa.

 

Bagaimana doa puasa yang benar?

a)      Meminyaki kepala. Kepala menunjuk pikiran, minyak bicara urapan Roh Kudus. Jadi puasa yang benar pikiran dikuasai Roh Kudus. Sepanjang hari ini fokus pikiran kita pada Tuhan, pada perkara yang rohani. Kita tidak berpikir yang jasmani.

b)      Mencuci muka, tentu dengan air. Muka gambaran hati, air bicara Firman. Berarti hati dikuasai Firman.

 

Jadi berpuasa itu memberikan kesempatan seluas-luasnya hati dan pikiran kita disucikan oleh Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, sampai suara daging tidak ada lagi.

 

Tidak usah takut, kita tidak rugi kalau berpuasa. Orang lain sepanjang hari bekerja mengumpulkan harta dunia. Kita berpuasa, tidak bekerja, malah berkorban waktu, tenaga dan harta. Tetapi tidak usah takut, ayat selanjutnya dalam Matius pasal 6 ini, kita sedang mengumpulkan harta sorga. Ini enaknya orang yang tergembala, dia luput dari kuasa roh jahat roh najis dan dia sedang mengumpulkan harta sorga.

 

Matius 6:19-22

6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

 

Kita mengumpulkan harta sorga, hati kita melekat pada harta sorga, berarti kita rindu untuk masuk dalam kerajaan Sorga.

 

Ada 3 macam harta sorga.

a)      Karat merusak logam. Jadi harta rohani pertama adalah logam secara rohani. Dulu Tabernakel dibangun ada logam dipakai sebagai kerangka dari Tabernakel. Jadi logam menunjuk pendirian teguh atas Firman pengajaran yang benar, tidak mudah digoyahkan oleh ajaran palsu serta gosip-gosip. Dan pendirian teguh atas Korban Kristus, tidak mudah digoda oleh dosa. Sekalipun diancam berbuat dosa, tidak mau, teguh pendiriannya! Tidak akan dikuasai roh katak, roh najis! Sekarang ini baru digoda dengan uang sudah tinggalkan pengajaran, berbuat dosa, jatuh dalam dosa. Jangan kita seperti itu!

 

b)      Tadi dikatakan ngengat merusak harta di bumi. Ngengat merusak pakaian. Jadi harta kedua adalah pakaian rohani, menunjuk jabatan pelayanan. Daging kita tidak telanjang, kita punya jabatan pelayanan. Menunjuk kita adalah kehidupan yang mau disucikan. Jabatan diberikan kepada orang yang mau disucikan.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Jadi dengan kita berpuasa, itu memantapkan jabatan kita. Contohnya waktu mau menggantikan Yudas, murid-murid berkumpul di Yerusalem, mereka berdoa. Setelah itu membuang undi dan Yudas diganti dengan Matius. Puasa itu untuk memantapkan jabatan pelayanan kita supaya kita tidak meninggalkannya.

 

Ketika Paulus dan Barnabas mau diutus mereka berpuasa.

Kisah Para Rasul 13:2-3

13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

 

Puasa penting untuk memantapkan jabatan pelayanan kita supaya kuat dan kita bisa diutus melayani. Paulus adalah rasul, rasul artinya diutus dengan kuasa penuh. Jadi dengan kita berpuasa, jabatan kita mantap, kita diutus dengan kuasa penuh dari Tuhan. Makanya tidak bisa dikalahkan, tidak bisa dihancurkan.

 

Tanpa jabatan daging kita telanjang. Kalau telanjang, sudah dekat dengan kenajisan! Sebab itu jangan tinggalkan pelayanan, jangan tanggalkan jabatan. Pakai jubahnya, tetap kenakan. Ketika ada rencana untuk melepaskan, puasa supaya Tuhan mantapkan dan kuatkan, terus melayani sampai garis akhir.

 

c)      Pencuri mencuri barang berharga. Barang berharga di dalam Tabernakel adalah batu permata. Di Yerusalem Baru juga dasar kota itu adalah batu permata. Barang berharga yang mau dicuri oleh setan, itulah batu permata. Apa batu permata itu? Salah satu batu permata di Yerusalem Baru adalah Yaspis.

Wahyu 21:11

21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Yaspis arti kerinduan menyala-nyala. Kita punya harta sorga, ada kerinduan menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Sudah punya jabatan pelayanan, kerjakan dengan kerinduan menyala-nyala, dengan setia berkobar-kobar, bukan loyo. Jangan loyo dalam penggembalaan. Usia boleh semakin tua, kekuatan tentu menurun, tetapi semangat kita tidak pernah kendor, terus menyala-nyala untuk masuk Yerusalem Baru. Doa puasa ini supaya kita semangat menyala-nyala melayani Tuhan.

Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Kalau kita punya harta sorga, yang jasmani itu bonus dari Tuhan. Kita punya logam, kerangka, punya pendirian teguh. Punya pakaian, jabatan pelayanan. Ditambah lagi roh yang menyala-nyala melayani Tuhan. Ini lebih dari uang triliun, ini harta Sorga. Maka Tuhan sediakan mahkota kemuliaan bagi kita.

I Petrus 5:4

5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

 

Waktu Yesus datang diberikan kepada kita mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Hati kita selalu merindu, Yerusalem Baru kota idaman. Kita rindu masuk Yerusalem baru, tidak tertinggal binasa bersama dengan dunia.

 

Dalam doa puasa sesi pertama kita bergumul sampai kita punya logam rohani, punya pakaian, jabatannya tetap, jangan lepas jabatannya dan kita punya roh menyala-nyala melayani Tuhan. Ada mahkota kemuliaan Tuhan sediakan bagi kita.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar