Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:5-8
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.
15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.
15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.
Di sini pintu Sorga terbuka, terlihat Bait suci dan kemah kesaksian di sorga.
Pintu sorga terbuka artinya:
1. Kita sudah menang atas binatang itulah antikristus, patungnya dan bilangannya.
2. Kita luput dari penghukuman Allah yang terakhir.
Ayat yang kita baca ini adalah persiapan penghukuman Allah yang terakhir. Tadi ditampilkan 7 malaikat yang akan menumpahkan 7 cawan murka Allah. Mereka berpakaian lenan yang putih bersih yang berkilau-kilau dan mereka memakai ikat pinggang dari emas. Penampilan 7 malaikat ini sama dengan penampilan Yesus Imam Besar.
Wahyu 1:13
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
Imam Besar tugasnya mengadakan pelayanan pendamaian. Kenapa 7 malaikat tadi berpenampilan seperti Yesus Imam Besar? Jadi orang yang akan masuk penghukuman dari Allah Bapa adalah orang yang tidak menghargai pelayanan pendamaian dari Yesus Imam Besar, bahkan menolak! Kalau dalam Perjanjian Lama, Imam Besar membawa darah hewan kurban yaitu domba dan lembu. Dalam Perjanjian Baru Yesus Imam Besar membawa darahNya sendiri untuk mendamaikan kita dengan Bapa di Sorga. TanganNya dipaku, tangan yang satu meraih tangan Bapa, tangan yang lain meraih tangan kita untuk diperdamaikan. Karena manusia berdosa itu bermusuhan dengan Bapa di Sorga, makanya Yesus mati di kayu salib mendamaikan kita manusia berdosa dengan Bapa di Sorga.
Karena pelayanan ini tidak dihargai maka Bapa menjatuhkan hukuman, ada cawan murka. Itulah malapetaka-malapetaka yang akan dijatuhkan terhadap orang yang tidak menghargai pelayanan Imam Besar.
Imamat 16:6,11,17,24
16:6 Kemudian Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan dengan demikian mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya.
16:11 Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
16:17 Seorang pun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.
16:24 Ia harus membasuh tubuhnya dengan air di suatu tempat yang kudus dan mengenakan pakaiannya sendiri, lalu ia harus keluar dan mempersembahkan korban bakarannya sendiri dan korban bakaran bangsa itu; dengan demikian ia mengadakan pendamaian baginya sendiri dan bagi bangsa itu.
Pendamaian baginya, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah Israel. Ini berarti penyucian secara tuntas. Dulu memang dilakukan secara hurufiah, ada lembu dipersembahkan, darahnya dibawa dan dipercikan di atas tutup pendamaian dan di depan tabut Perjanjian. Sekarang kita tidak lagi seperti itu, kita sudah memiliki korban yang sempurna, itulah Korban Kristus. Kita tidak perlu lagi membawa darah lembu, sudah ada darah pendamaian yang disediakan bagi kita, itulah darah Yesus. Tinggal kita memanfaatkan untuk mengalami penyucian secara tuntas supaya tidak kena penghukuman Allah.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Kekudusan ini sangat penting, harus kita upayakan, untuk kita disucikan sampai tuntas sampai tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi cacat cela. Dalam pendamaian bangsa Israel tidak boleh melakukan suatu pekerjaan. Berarti daging sudah tidak bersuara lagi. Sudah disucikan secara tuntas.
Proses penyucian secara tuntas kita pelajari lewat pelayanan pendamaian yang dilakukan oleh Imam Besar. Supaya penyucian terjadi pada jemaat maka hamba Tuhan lebih dulu disucikan, baru keluarganya, baru sidang jemaat.
Imamat 16:17
16:17 Seorang pun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.
Seringkali penyucian tersumbat karena keluarga gembala! Mulai dari kami penghuni pastori, termasuk yang tinggal di pastori sudah menjadi keluarga gembala, harus mengalami penyucian. Saya lebih dulu, isteri dan anak-anak, kami sekeluarga, baru penyucian terjadi pada seluruh jemaat. Jangan sampai kami menghambat penyucian bagi sidang jemaat, jemaat tidak berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Banyak hamba Tuhan melayani tetapi keluarganya keteteran. Saya mohon kepada Tuhan kasih kekuatan, saya mau melayani tetapi saya harus perhatikan anak-anak saya, harus ada waktu juga dengan mereka. Jangan sampai karena saya tidak memperhatikan mereka, sehingga mereka terjerumus dalam dosa, akhirnya penyucian terhambat pada jemaat. Jemaat bilang bagaimana kami mau hidup benar dan suci, anak pendeta saja begitu, terhadap penyucian. Ini jangan sampai terjadi!
Imamat 23:27-28
23:27 "Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.
23:28 Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu.
Tidak melakukan suatu pekerjaan berarti daging sudah mati, tidak bersuara lagi. Biarlah penyucian terjadi sampai tuntas. Kerinduan hati untuk kita bersama-sama menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Proses penyucian tuntas:
1. Imamat 16:4,32
16:4 Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.
16:32 Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus.
Proses pertama harus memakai pakaian pelayanan. Ada 4 macam pakaian pelayanan yang harus dipakai oleh Imam Besar. Bagi kita sekarang menunjuk 4 macam pakaian pelayanan yang harus dikenakan oleh gembala sehingga bisa diteladani jemaat.
a) Kemeja lenan, ini menunjuk kebenaran Allah. Jadi pada hamba Tuhan harus ada kebenaran Allah sehingga jemaat bisa meneladani, jemaat juga memiliki kebenaran Allah. Apa itu kebenaran Allah?
Yohanes 17:17; 8:32
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Kebenaran Allah adalah Firman yang menyucikan dan memerdekakan kita, itulah Firman pengajaran yang benar. Pada gembala harus ada kebenaran supaya bisa diteladani oleh jemaat. Gembala berpegang teguh pada pengajaran yang benar sehingga bisa diteladani oleh jemaat. Buktinya apa? Gembala terlepas dari dosa, dari ikatan-ikatan dunia sehingga jemaat bisa meneladani. Bagaimana jemaat bisa mengalami kelepasan kalau gembalanya sendiri terikat, baik terikat dengan dosa maupun terikat dengan dunia.
Doakan dan topang saya sebagai gembala untuk betul-betul menghadirkan kebenaran Allah di dalam sidang jemaat. Saya lebih dulu pegang pengajaran yang benar, praktekan sehingga terjadi penyucian dan kelepasan. Baru sampaikan kepada jemaat, jemaat juga mengalami kelepasan. Kadangkala kami hamba Tuhan mengkhotbahkan pengajaran, memberitakan berita kelepasan, kebenaran Allah, tetapi diri sendiri adalah hamba dosa, hamba daging. Di hadapan Tuhan itu adalah guru palsu, nabi palsu!
II Petrus 2:17,19
2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
2:19 Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
Saya bisa melayani sampai saat ini karena ada doa-doa dari sidang jemaat. Biar kita mengalami kelepasan, sehingga waktu Yesus datang kita tidak terikat dengan dunia, kita terangkat ke awan-awan untuk menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga.
Ada orang yang giat beribadah tetapi tanpa kebenaran Allah.
Roma 10:2-3
10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Yang ada kebenaran diri sendiri, Firman yang ditafsirkan dengan logikanya sendiri, Firman yang diterangkan dengan pengetahuan dunia, filsafat dunia yang kosong, Kita bersyukur bertahun digembalakan pada Firman pengajaran yang benar. Tinggal mau praktek atau tidak. Kalau praktek kita pasti merdeka, lepas dari segala dosa dan ikatan-ikatan dunia. Kita periksa, saya ini sudah terlepas atau belum. Untuk mengalami penyucian tuntas harus pakai kemeja lenan, ada kelepasan dari segala ikatan lewat Firman pengajaran yang benar, Firman yang menyucikan.
Kalau selalu terlepas dari segala ikatan, berarti kita sedang merajut pakaian pesta, pakaian mempelai untuk masuk Pesta nikah Anak Domba Allah.
Wahyu 19:7-8
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
b) Celana lenan atau celana dalam. Kalau bicara pakaian dalam itu ada kaitan dengan rumah tangga, bicara nikah. Jadi untuk mengalami penyucian tuntas nikahnya harus suci baru bisa melayani, membawa jemaat pada nikah yang suci, bukan nikah hujatan.
Tentu kalau kita berbusana, yang lebih dulu dipakai adalah pakaian dalam baru pakaian luar. Jadi hamba Tuhan lebih dulu, keluarga hamba Tuhan lebih dulu, nikahnya suci, nikahnya terbenahi lewat pengajaran yang benar, maka akan Tuhan pakai untuk membawa sidang jemaat pada nikah yang suci nikah yang sempurna. Saya bersyukur punya pengajaran ini. Bukan berarti nikah kami mulus-mulus, ada kerikil-kerikil di dalamnya, ada pergesekan-pergesekan di dalamnya. Tetapi dengan kekuatan Firman pengajaran, bisa teratasi, bisa terselesaikan. Saya ingat dulu, apalagi awal-awal nikah, banyak pergesekan, tetapi Tuhan sanggup menolong lewat Firman pengajaran yang benar.
Nikah manusia itu awalnya telanjang dan tidak malu. Jadi nikah itu nikah yang suci, transparan, tidak ada yang disembunyikan, jujur satu dengan yang lain. Tetapi dirusak oleh setan, nikah menjadi telanjang dan malu. Dosa membuat nikah itu telanjang dan malu!
Kejadian 3:7
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Ini nikah manusia yang di dalamnya diisi dengan dosa, tidak ada kejujuran dan tidak mau diselesaikan, telanjang dan malu. Untuk menutupi ketelanjangan dalam nikah, manusia membuat cawat dari daun pohon ara, itulah kebenaran diri sendiri. Sudah berbuat dosa, tidak jujur, ditutupi dengan kebenaran diri sendiri.
Yesaya 64:6
64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
Yesaya 64:6 (Terjemahan Lama)
64:6 Tetapi kami sekalian seperti seorang najis jua dan segala kebenaran kami seperti sehelai kain yang larah, sebab itu kami sekalianpun luruh seperti daun dan kami dibawa oleh kejahatan kami seperti diterbangkan oleh angin.
Kelihatan tertutup, tidak ditahu isteri, tidak ditahu suami. Tetapi suatu saat nanti daun itu layu dan kering, pasti terlihat ketelanjangannya. Makanya pas penataran nikah, saya mengharapkan yang menikah itu jujur, bukan saya mau kepo. Maksudnya supaya jangan ditutupi dengan daun pohon ara. Saya tanya semua, sejauh mana hubunganmu, sebelum dengan dia pernah berhubungan dengan siapa. Bagaimana hubungan dengan calonnya. Harus jujur, jangan ditutup-tutupi. Mungkin berkata saya baik-baik dengan dia, saya tidak pernah melakukan hubungan dengan orang lain. Kelihatannya aman baik, lalu dibawa pada pernikahan, tetapi dia sedang memakai cawat dari daun pohon ara, dia tutupi dengan kebenarannya sendiri. Nanti satu saat akan terbuka kembali, terbongkar dan bahaya, nikah itu tidak akan tertolong! Makanya kaum muda jujurlah. Kalau sudah sempat berbuat akui kepada Tuhan dan kepada orang tua supaya kebenaran Allah menutupi kita, bukan kebenaran diri sendiri.
Permulaan orang yang saling mempersalahkan dimulai dari nikah, itulah Adam dan Hawa. Adam apa yang kau perbuat? Perempuan ini yang memberi buah dari pohon itu lalu ku makan. Perempuan apa yang kau perbuat? Ular yang menggodaku. Saling mempersalahkan, bukan mengaku. Seandainya saat itu Adam dan Hawa mengaku, kita tidak akan kesulitan di dunia ini, kita tetap di taman Eden. Tetapi karena ketika mereka jatuh tidak mau mengaku maka mereka terusir dari taman Eden. Tetapi Tuhan mau mengembalikan kita ke Firdaus, tanggalkan kebenaran diri sendiri.
Ayub mempertahankan kebenaran diri sendiri sehingga dia terpisah dengan Tuhan dan dengan sesama.
Ayub 32:1-2
32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,
Akibat kebenaran diri sendiri Ayub terpisah dari Tuhan.
Ayub 19:7-12
19:7 Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan.
19:8 Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.
19:9 Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku.
19:10 Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya.
19:11 Murka-Nya menyala terhadap aku, dan menganggap aku sebagai lawan-Nya.
19:12 Pasukan-Nya maju serentak, mereka merintangi jalan melawan aku, lalu mengepung kemahku.
Ayub terpisah dengan sesama.
Ayub 19:13-19
19:13 Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku.
19:14 Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku.
19:15 Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing.
19:16 Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis.
19:17 Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku.
19:18 Bahkan kanak-kanak pun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku.
19:19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku.
Jadi kebenaran diri sendiri hanya memisahkan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Nikah itu terpisah dengan Tuhan sehingga doanya tidak dijawab oleh Tuhan, nikah itu tercerai, terpisah. Suami dengan isteri tercerai, orang tua dan kakak adik terpisah karena kebenaran diri sendiri. Nikah itu jadi telanjang dan terusir dari hadirat Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita! Tanggalkan kebenaran diri sendiri. Terima kebenaran Allah, terima Firman pengajaran yang menyucikan, biar ketelanjangan kita ditutupi, tidak ada lagi terlihat, tertutupi semuanya.
c) Ikat pinggang lenan.
Yesaya 11:5
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
Gembala harus lebih dahulu setia dan benar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tahbisannya benar sesuai Firman, sehingga bisa diteladani oleh jemaat dan penyucian terjadi. Kalau gembalanya tidak setia, atau setia tetapi tidak benar, itu seperti orang memakai ikat pinggang separuh.
Gembala lebih dulu memberikan teladan setia benar.
I Timotius 4:12
4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Boleh muda secara usia tetapi rohani harus tua, dewasa. Kesucian itu kebenaran yang sudah teruji. Harus ada teladan setia dan benar, jemaat bisa meneladani. Hari gini mau lurus, benar, sementara orang pada bengkok, kita diketawai, susah nanti hidupnya. Padahal tidak! Kalau kita setia dan benar berarti kita sedang berhias bagi Yesus Mempelai Pria Sorga dan hidup kita dihiasi oleh Tuhan.
Yeremia 2:32
2:32 Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.
Mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan harus punya ikat pinggang setia benar. Itu berarti kita sedang berhias bagi Tuhan dan Tuhan menghiasi hidup kita. Tuhan tidak pernah menipu, saya mengalami bagaimana Tuhan menghiasi, dari awalnya tidak tahu masa depan bagaimana, tidak jelas, lalu Tuhan panggil menjadi hamba Tuhan. Dari situ Tuhan mulai menghiasi, melayani dengan setia benar, pelan-pelan tetapi pasti Tuhan hiasi. Sampai pada posisi sekarang ini, Tuhan berikan masa depan yang baik, yang indah. Dan kerinduan saya sampai menjadi Mempelai Wanita Tuhan, bersama keluarga dan seluruh sidang jemaat semua berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Setia dan benar ini menentukan kita menjadi isterinya Tuhan.
Hosea 2:18-19
2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.
Pelayan Tuhan yang sudah melayani, setialah dan benar sesuai Firman Tuhan, sesuai tahbisan yang benar. Apa yang seringkali membuat hamba Tuhan pelayan Tuhan tidak setia dan tidak benar? Ikat pinggang itu melingkari perut. Yang seringkali membuat tidak setia, tidak benar itu perkara perut. Mengejar perkara perut sehingga tidak setia, tidak benar. Padahal tidak perlu ragu, kalau kita punya ikat pinggang setia dan benar, perutnya Tuhan perhatikan. Tidak mungkin Tuhan biarkan kosong tidak ada isinya. Kalau hamba Tuhan sepenuh Tuhan perhatikan, sidang jemaat pasti Tuhan perhatikan.
Ulangan 18:3
18:3 Inilah hak imam terhadap kaum awam, terhadap mereka yang mempersembahkan korban sembelihan, baik lembu maupun domba: kepada imam haruslah diberikan paha depan, kedua rahang dan perut besar.
Ikat pinggang sudah bagus, isi perut juga Tuhan sediakan. Kalau setia dan benar, Tuhan sanggup menyediakan apa yang kita butuhkan. Di dalam ibadah Tuhan sudah sediakan jaminan untuk hidup sekarang dan untuk hidup yang akan datang.
I Timotius 4:8
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Setia dan benar, itu yang Tuhan cari. Setia dan tanggung jawab, setia dan baik, setia dan benar, maka dikatakan masuklah di dalam kebahagiaan Tuanmu, Tuhan sudah jamin semuanya.
Karena mata bukan ke atas, mata ke bawah terus, makanya yang dilihat perut ini belum ada isi, tidak usah setia, tidak usah benar. Tetapi kalau mata kita ke atas, melihat hal-hal yang rohani, semua ini menjadi urusannya Tuhan, Tuhan sediakan. Hati-hati kalau pandangan sudah selalu tertuju pada perut, yang jasmani, rohani sudah tidak peduli, pandangannya sudah di bawah perut, hanya perkara-perkara yang najis! Tadinya setia pada isteri, begitu dapat banyak yang jasmani, sudah mulai lirik perempuan lain, lirik laki-laki lain.
d) Serban lenan, penutup kepala. Kepala ini pikiran, artinya pikirannya terutama tertuju pada perkara yang rohani:
Kolose 3:1-2
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Pikiran kita yang rohani. Kaum muda kalau mau kerja yang pertama dipikir yang rohaninya, mau kuliah pikiran yang rohani, jangan dulu langsung yang jasmani, maka Tuhan sediakan yang terbaik. Kalau saya kerja di sini, bagaimana rohani saya. Kalau saya kuliah di sini bagaimana rohani saya. Itu nomor 1, rohani saya bagaimana, baru yang jasmani itu urusan Tuhan, Tuhan berikan yang terbaik. Jangan kecil hati, saya pikirkan yang jasmani saya dapat cuma gaji sekian. Dibandingkan mereka yang gajinya besar, belum tentu mereka bisa hidup lebih enak dibandingkan kita yang gajinya kecil. Kalau pikiran kita yang rohani, Tuhan berkati, Tuhan pelihara.
Biarlah kita punya pakaian pelayanan supaya mengalami penyucian secara tuntas.
2. Imamat 16:12-13
16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
Ada ukupan atau dupa, ini menunjuk ada doa penyembahan. Untuk mengalami penyucian secara tuntas, ayo tingkatkan penyembahan kita, tekuni penyembahan.
Ukupan itu dibuat dari wangi-wangian yang digiling sampai halus. Itulah penyembahan, daging kita digiling sampai halus lewat penyembahan. Paksa daging untuk bisa menaikan doa penyembahan. Dulu Imam Besar kalau hanya bawa darah, tidak bawa ukupan lalu berani masuk ruangan maha suci, pasti mati! Kita mau mengalami penyucian tuntas, kalau tidak ada ukupan, tidak ada doa penyembahan, ketika sakit bagi daging pasti tidak tahan, ujungnya mati rohani, karena tidak mau menyembah. Kalau dengar Firman dia tersinggung, marah. Setiap pulang gereja koq usianya seperti semakin bertambah karena marah-marah di gereja.
Penting penyembahan, di atas roti ada dupa. Saat kita mendengar Firman, sambut dengan penyembahan maka penyucian terasa. Daging kita digiling sampai halus, tidak ada lagi suara daging.
Tuhan sudah mau datang, kita berpacu dengan waktu. Daging kita sudah halus atau masih gumpalan-gumpalan. Biarlah digiling sampai halus. Sebab kalau daging tidak mau digiling, tidak mau dirobek dan dimatikan lewat doa penyembahan, masih ada cara Tuhan, masih diberi kesempatan untuk selamat tetapi lewat pedang antikristus, siapa yang tahan? 3,5 tahun dianiaya lalu dipancung, nanti dibangkitkan untuk masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai. Lebih baik sekarang kita matikan daging kita lewat doa penyembahan. Sebenarnya tidak susah, tinggal berlutut menyembah menyeru haleluya. Lewat penyembahan daging digiling sampai tidak bersuara lagi. Semakin digiling daging semakin suci kehidupan kita.
Daging sudah digiling, penyucian masih belum selesai, harus dibakar! Masuk proses ketiga, percikan darah, bagaikan daging dibakar sampai habis.
3. Imamat 16:14-15
16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
16:15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
Ini percikan darah, nyala api ujian. 7 kali percikan darah di atas tutup pendamaian, itu sengsara yang dialami oleh Tuhan Yesus sejak dari Getsemani sampai di kayu salib. 7 kali di depan tabut, percikan darah yang harus dialami oleh gereja Tuhan. Ini adalah nyala api ujian, daging yang sudah digiling harus dibakar. Jangan heran, saya sudah tergembala, sudah melayani dengan setia benar, sudah tekun penyembahan, koq saya diperlakukan begini, diperlakukan tidak adil, difitnah, digosipkan, yah sudah nikmati saja. Itu sedang dibakar sampai habis.
I Petrus 4:12
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Jangan heran, koq saya begini, itu sudah betul, penyucian terakhir, pembakaran daging sampai habis.
I Petrus 4:13-14
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Luar biasa, kalau daging dibakar maka dari Tuhan diberikan nyala api Roh Kudus kepada kita. Semakin daging dibakar semakin menyala-nyala Roh Kudus, semakin besar urapan Roh Kudus. Nanti kita melihat bagaimana Tuhan bekerja, pelayanan kita semakin hebat.
Roh Kudus semakin menyala-nyala dalam hidup kita, sehingga ketika Yesus datang kita siap menyambutNya. Nanti kita masuk dalam kemuliaan yang Tuhan sediakan, berbahagia dan bersukacita waktu Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang terang benderang. Ada mahkhota 12 bintang, ada pakaian matahari, ada bulan di kaki.
Hari-hari terakhir ini kesempatan terakhir bagi kita, waktu untuk kita disucikan sudah mau habis, Yesus sudah mau datang, biar kita masuk proses penyucian sampai tuntas sampai daging tidak bersuara lagi.
Di mana ada nyala api ujian, ada percikan darah, di situ ada kasih karunia Tuhan.
I Petrus 2:19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Kalau saya menderita saat ini, berarti saya sedang mengalami kasih karunia Tuhan. Kalau penderitaan karena dosa, minta ampun. Tetapi kalau karena Firman, karena ibadah pelayanan, ini kasih karunia Tuhan. Mungkin sudah dalam keadaan lemah, tidak berdaya, tetap selalu ingat ini kasih karunia Tuhan. Tuhan berkata cukuplah kasih karuniaKu bagimu. Dan Paulus berkata di saat aku lemah, di situ aku kuat, karena kasih karunia Tuhan.
II Korintus 12:9-10
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Waktu kita sengsara ada kasih karunia Tuhan. Saat kita lemah, dalam sengsara dan penderitaan, menghadapi nyala api ujian, kuasa Tuhan sempurna di dalam kita, di situ kita kuat karena kasih karunia Tuhan nyata bagi kita. Kasih Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang. Kita lemah seperti domba sembelihan, tetapi kuat karena kasih Tuhan.
Roma 8:35-37
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Kita menghadapi hari-hari yang semakin jahat, kita dalam proses penyucian tuntas sampai daging tidak bersuara untuk kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ada percikan darah, ada nyala api ujian, itu penyucian terakhir. Kita terima, cukuplah kasih karunia, dalam kelemahan kita kuat, lebih dari pemenang.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar