Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:9-12
15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Kerinduan Yesus supaya kita tinggal di dalam kasihNya. Kasih Yesus digambarkan seperti kasih seorang yang memberi nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Jadi sahabat Yesus adalah orang yang memiliki kasih. Prakteknya:
1. Yohanes 15:10
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu yaitu taat pada Firman Tuhan apapun resikonya.
2. Yohanes 15:12,17
15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita. Mengasihi musuh itu mulai dari kita mendoakan yang baik, sampai kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Bisa membalas kejahatan dengan kebaikan itu berarti sudah memiliki kasih yang sempurna, kasih matahari, tidak pilih-pilih.
Matius 5:43-48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Kadangkala ketika kita berbuat baik, orang salah gunakan. Kita baik malah dimanfaatkan dan menyakiti kita. Disitulah bagaimana kita belajar untuk tetap berbuat baik, nanti dia yang akan menuai. Kalau kita hanya membalas kebaikan dengan kebaikan itu manusia biasa, kita belum punya hukum kasih. Kalau membalas kejahatan dengan kejahatan itu hukum rimba. Kalau jahati saya 1 kali, saya bikin 2 kali sama kamu, itu hukum rimba. Tetapi kalau membalas kebaikan dengan kejahatan itu hukum setan, matahari sudah tidak bersinar, gelap. Hidupnya akan gelap! Kita sudah baik malah dia jahati kita, tidak usah kita balas. Kalau dia tetap seperti itu hidupnya akan gelap, dia tidak punya matahari sampai masuk kegelapan yang paling gelap, aniaya antikristus. Jangan ada hukum rimba, jangan ada hukum setan, yang ada pada kita hanya hukum kasih. Kita baik, sekalipun diperlakukan tidak baik kita tetap baik, mendoakan dan mengasihi dia.
Kalau kita punya kasih matahari, maka kita akan menikmati manfaat dari kasih matahari itu. Kegunaan kasih matahari:
a) Mazmur 84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Tuhan menjadi perisai perlindungan kita dari penghukuman Tuhan atas dunia ini, dari apapun yang akan menimpa kita. Dilindungi dan dipelihara. Ingat Lot sekeluarga, begitu keluar dari Sodom dan Gomora, dia tiba di Zoar lalu matahari terbit, dia luput dari kebinasaan.
Kejadian 19:21-23
19:21 Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
19:22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
19:23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
Sodom dan Gomora ditunggang balikan, Lot sekeluarga tiba di Zoar. mereka selamat, matahari terbit.
Ini kegunaan kasih matahari, sanggup melindungi kehidupan kita di tengah-tengah kesulitan hidup di dunia. Semakin sulit sekarang ini, bagaikan Sodom Gomora yang ditunggang balikan. Semua mati di Sodom dan Gomora, tetapi Lot bisa selamat. Kasih matahari sanggup memberikan damai sejahtera. Saat semua ditunggang balikan, semua goncang, kita bisa damai sejahtera. Sekarang ini tidak ada yang tidak goncang, semua goncang bagaikan Sodom dan Gomora yang ditunggang balikan, tetapi dengan kasih matahari itu kita damai sejahtera.
Terutama kegoncangan yang rohani, dosa-dosa semakin hebat. Kita dilindungi dengan kasih matahari. Kita bisa mengasihi Tuhan, taat. Kita mengasihi sesama sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
b) Mazmur 23:6
23:6 uKebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Kasih matahari itu adalah kebajikan kemurahan Tuhan yang senantiasa menyertai kita seumur hidup kita. Jadi bukan cuma separuh jalan. Ini merupakan kunci Daud. Kepada jemaat Filadelfia Tuhan berikan kunci Daud yang sanggup membuka pintu-pintu yang ada di dunia ini. Filadelfia artinya kasih persaudaraan.
Wahyu 3:7-8
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Kekuatan kita tidak seberapa, kecil, sepeti jemaat Filadelfia. Tetapi jemaat ini jemaat yang taat, menuruti Tuhan, mengasihi Tuhan dan pasti memiliki kasih kepada sesama. Karena kalau mengatakan mengasihi Tuhan tetapi tidak mengasihi sesama, itu berdusta. Jadi jemaat Filadelfia ini memiliki kasih matahari, mereka mengasihi Tuhan, juga mengasihi sesama, sampai mengasihi orang yang memusuhi.
Tuhan berikan kunci Daud. Kunci itu kecil. Seringkali kebaikan kemurahan itu dikecilkan. Buat apa mengasihi orang yang memusuhi kita, lebih baik balas atau jangan gubris dia, kucilkan dia. Itu kita mengecilkan kemurahan kebaikan Tuhan. Padahal Tuhan sudah mau memberikan kunci Daud, ini kunci Daud, kasihi dia. Tetapi kita malah membalas, dia terlalu sama saya, saya akan buat lebih dari apa yang dia buat sama saya! Itu berarti mengecilkan kunci Daud sehingga kita menghadapi pintu-pintu yang tertutup.
Rugi kita, sudah dibenci, sudah dimusuhi, sudah diperlakukan tidak adil, lalu kita balas memusuhi dia, kita tidak dapat kunci, sudah dibenci orang, tertutup lagi pintu-pintu, sampai pintu Sorga tertutup bagi kita. Rugi sekali! Biarlah dia memusuhi kita, tidak baik sama kita, kita diperlakukan tidak adil, kita tetap baik sama dia maka pada kita ada kunci Daud yang sanggup membuka pintu-pintu yang tertutup. Seperti yang dialami oleh Daud.
Daud dibenci kakaknya sendiri, mereka benci kepada Daud. Karena kakaknya pikir dia yang mau dilantik jadi raja, dia yang mau diurapi, padahal bukan dia, Daud yang jadi raja. Daud bawa bekal untuk kakak-kakaknya yang sementara berperang, malah dituduh macam-macam. Kadang kita seperti itu, sudah perlakukan baik sama orang, kita malah dituduh macam-macam, orang berperasangka buruk terhadap kebaikan kita.
I Samuel 17:26-29
17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?"
17:27 Rakyat itu pun menjawabnya dengan perkataan tadi: "Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia."
17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."
17:29 Tetapi jawab Daud: "Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!"
Kadangkala kita alami seperti yang dialami Daud, kita mau melakukan Firman, kita mau kalahkan daging kita, orang malah mencibir kita. Kita mau baik, orang malah berperasangka buruk. Tetapi pada Daud Tuhan berikan kunci Daud. Jadi lakukan saja Firman Tuhan, tidak usah pedulikan perkataan orang. Tidak usah peduli sikap orang kepada kita, lakukan saja Firman Tuhan. Kasihi sesama, kasihi musuh maka ada pembukaan pintu, yaitu:
1) Pintu kemenangan dibuka. Daud masih muda, belum pernah berperang, menang menghadapi Goliat seorang raksasa, prajurit yang sudah berperang sejak masa mudanya. Tuhan buka pintu kemenangan kepada kita. Kita tidak berdaya, kita kecil tetapi bisa menang.
2) Pintu masa depan, dari seorang gembala dengan domba yang hanya 2 atau 3 ekor bisa menjadi raja. Mungkin di mata manusia kita seperti Daud, seperti Filadelfia kecil, tidak ada masa depan, tidak ada modal, tetapi kunci Daud membuka pintu masa depan yang berhasil indah pada waktunya. Makanya jangan mengandalkan dunia, tetapi andalkan Tuhan.
Waktu Daud mau menghadapi Goliat, Raja Saul berikan pakaian perang kepadanya. Jangankan berperang, berjalan saja tidak bisa. Kalau mengandalkan kekuatan dunia, mengandalkan kekuatan daging, jangankan menang, berjalan saja tidak bisa. Tidak akan bisa apa-apa, tidak akan mampu menghadapi Goliat, tidak akan mampu menghadapi masalah-masalah di depan.
3) Pintu pengangkatan atau pemulihan. Daud hebat, rohaninya jempolan, dia berpuasa untuk musuhnya, sampai dia berkata lututku melentuk karena berpuasa, tetapi dia sempat jatuh. 2 kali dia sempat jatuh yang seharusnya membawa pada maut kebinasaan. Yang pertama jatuh dengan Betsyeba, isteri orang. Yang kedua jatuh dalam dosa sombong, dia suruh Yoab menghitung semua orang Israel untuk jadi kebanggaan kesombongannya. Seharusnya dia mati dan binasa, tetapi karena dia mau belajar untuk taat, belajar untuk mengasihi maka Tuhan buka pintu pengangkatan, Tuhan buka pintu pemulihan bagi Daud.
Mungkin kita sudah tergembala, dipakai Tuhan seperti Daud, tetapi terjadi kejatuhan, jangan putus asa. Waktu jatuh kembali pada ketaatan, kembali pada Firman Tuhan, Tuhan sanggup mengangkat. Apa ketaatan pada Firman saat kita jatuh? Mengaku dosa salah kita. Saya salah Tuhan, ampuni, maka Tuhan angkat, Tuhan pulihkan. Apa yang sudah kita kerjakan selama ini, pelayanan kita bertahun-tahun, Tuhan tidak tutup mata, Tuhan perhitungkan, asal kita kembali pada ketaatan, pada kekudusan dan kesucian.
Jangan panas setahun dihapus hujan sehari. Sudah melayani berpuluh-puluh tahun lalu menjelang garis akhir terjadi kejatuhan seperti Daud. Tuhan masih mau angkat, Tuhan perhitungkan pelayanan kita asalkan mau kembali pada kekudusan. Tetapi kalau tidak, yah sudah, kebinasaan selama-lamanya. Seperti Saul, pelayanannya hebat di awal, tetapi dia tidak taat. Dia tidak mau kembali pada ketaatan dan dia binasa.
Saat kita jatuh, selama matahari masih bersinar, masih ada pemulihan, tinggal mau atau tidak! Jangan sudah terpuruk, saya sudah begini, habis sudah, jangan!
c) Kasih matahari merupakan sinar kemuliaan Tuhan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ingat waktu Yesus naik ke gunung, Dia berdoa, wajahNya berubah, bersinar seperti matahari terik.
Mazmur 17:1-2
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Bukti dalam diri kita ada kasih matahari, tidak sulit untuk menyembah, bisa menyembah, merobek daging, bagaikan naik gunung. Memang sakit bagi daging, tetapi kita harus merobek daging kita. Maka terjadi kemuliaan.
Sementara di atas gunung penyembahan ada kemuliaan, di kaki gunung ada kehidupan yang dirasuk roh bisu tuli. Kena penyakit ayan secara rohani, dalam terjemahan lama disebut gila babi.
Markus 9:25
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
Kalau tidak mau menyembah Tuhan, tidak mau naik gunung penyembahan, nanti dikuasai roh bisu tuli, mulut tidak bisa menyembah.
Nanti anak itu diseret ke api dan ke air. Api hawa nafsu daging, api dosa, api dunia. Nanti diseret ke air, tenggelam dalam kesegaran dunia.
Kasih matahari membawa kita naik gunung penyembahan. Menghadapi roh bisu tuli ini juga dengan puasa.
Matius 17:21
17:21 [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"
Kalau mulut susah memuji Tuhan, sulit menyembah Tuhan, ayo robek dengan berpuasa. Kalau tidak bisa menyembah Tuhan, nanti mulut hanya berkata yang sia-sia. Telinganya tuli, tidak bisa dengar nasihat, tidak bisa dengar Firman.
Jadi lewat doa penyembahan kita dibaharui mulai dari telinga dan mulut. Telinga bisa mendengar nasihat dan teguran Firman, mulutnya bisa berkata-kata sesuai Firman Tuhan. Biar kita dibaharui, jangan ada roh bisu tuli di dalam kita sekalian. Mengasihi Tuhan taat pada Firman, mengasihi sesama, sampai mengasihi musuh. Maka kita bisa menaikan penyembahan kepada Tuhan. Terhindar dan terlepas dari roh bisa tuli. Kita bisa mendengar Firman, taat pada Firman, bisa berkata-kata sesuai Firman, bersaksi memuliakan Tuhan. Maka telinga baik, mulut baik, semua menjadi baik, bahkan sampai sempurna.
Markus 7:37
7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar