20260221

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 21 Februari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:14-17

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

 

Perintah Tuhan untuk saling mengasihi. Ini adalah perintah Tuhan berarti harus dilakukan, sebab kalau melanggar perintah Tuhan berarti berdosa, karena dosa adalah pelanggaran atas hukum Allah.

I Yohanes 3:4

3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

 

Kalau kita bisa saling mengasihi maka kita mengalami peningkatan hubungan dengan Yesus.

1.      Yohanes 13:34-35

13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

 

Kalau kita bisa saling mengasihi maka kita menjadi muridnya Yesus. Apa bukti kita adalah muridnya Yesus?

Yohanes 8:31-32

8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku

8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

 

Murid adalah orang yang tetap berada di dalam Firman pengajaran yang benar sehingga mengalami kemerdekaan = kelepasan dari dosa-dosa, dari pengaruh dunia dan juga dari daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Jadi murid adalah orang yang mengalami penyucian. Murid ini diutus. Kalau kita sudah mengalami penyucian maka kita pasti diperlengkapi oleh Tuhan dengan jabatan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jabatan pelayanan itu ada zangkoor, pemain musik, pelayan pundi, bagian sound sistem, terutama semua menjadi pendoa. Itu pelayanan yang sangat dibutuhkan sampai Paulus berkata berdoalah untuk semua orang kudus dan juga untuk aku supaya dengan keberanian aku dapat memberitakan rahasia Injil. Saya bisa melayani sampai saat ini karena ada pendoa-pendoa yang mendoakan pekerjaan Tuhan.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Yang dipakai Tuhan adalah orang kudus, orang yang mau disucikan. Orang yang mau disucikan itu bagaikan ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, mau disucikan terus. Buah itu keluar dari ranting, bukan dari pokok. Yang diharapkan untuk berbuah adalah ranting itulah kita. Berbuah itu dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, menjadi kesaksian. Dipakai ini bukan nanti menyanyi di gereja atau main musik. Di mana saja kita menjadi kesaksian, itu dipakai oleh Tuhan, berbuah. Kalau sudah disucikan, dipakai, kita berbuah banyak.

Yohanes 15:7-8

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Murid-murid ini berbuah banyak. Kita adalah murid Tuhan, tugas kita harus berbuah. Artinya dipakai membawa jiwa-jiwa masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, menambah kuantitas. Bukan dibawa untuk menjadi anggota gereja tetapi jiwa dibawa untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saya sebagai gembala melayani membawa jiwa untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Mulai dari keluarga kita, kita berbuah di situ memenangkan mereka. Ada yang belum bertobat, ada yang keyakinannya lain, kita memancarkan terang, menghasilkan buah, menjadi berkat di situ. Itulah murid, orang yang mengalami penyucian, sehingga di mana saja dia berada menjadi berkat memuliakan. Di sekolah, di kampus, di pekerjaan menjadi berkat untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada Yesus. Menjadi saksi, bukan menjadi sandungan. Kita jaga, jangan sampai sudah dalam pengajaran tetapi menjadi sandungan. Orang datang, lihat kelakuan kita, dengar perkataan kita malah jadi tersandung. Itu berarti bukan murid sebab murid itu menjadi saksi, bukan menjadi sandungan.

 

Buah banyak belum cukup, sudah memenangkan jiwa belum cukup. Buah sudah muncul kecil-kecil, banyak, lebat, tetapi tidak tetap, rontok dan gugur, buat apa! Makanya ada tingkatan kedua.

 

2.      Menjadi sahabat Yesus sehingga bisa menghasilkan buah tetap. Apa bukti kita sahabat Yesus?

Yohanes 15:15

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

 

Bukti kita sahabat Yesus selalu mendapatkan pembukaan Firman dan menikmatinya. Sudah dalam pengajaran, tetapi terus ada pembukaan Firman. Setiap kita beribadah ada pembukaan Firman yang baru. Diulang-ulang tetapi selalu ada pembukaan yang baru. Sudah berapa minggu kita membahas Yohanes pasal 15, diulang lagi ada pembukaan baru dan kita bisa menikmati. Ini yang membuat buah itu tetap, artinya tidak gugur imannya menghadapi angin pencobaan, menghadapi angin godaan. Godaan yang kuat sekarang ini adalah uang dan kenajisan! Kita tidak gugur menghadapi angin pencobaan dan angin godaan, juga angin pengajaran palsu, buahnya tetap. Dari buah yang tetap ini menjadi buah matang.

 

Sekarang kita berjuang supaya buahnya tetap, jangan gugur! Tidak mau lagi dalam pengajaran, tidak mau lagi disucikan, itu sudah gugur! Apa gunanya kita dipakai memenangkan banyak jiwa, gembala berkhotbah, banyak jiwa datang, tetapi ujung-ujungnya gugur, sudah tidak melayani, tidak menggembalakan, tidak jadi pengerja bukan karena merintis tetapi karena gugur. Apa artinya!

 

Kalau buah itu sudah tetap, kita tidak gugur, kita bisa menjadi pendoa. Jadi bukan hanya sampai pada tingkat murid, menjadi sahabat Yesus harus menjadi pendoa. Kalau bapak ibu cek dalam surat-surat Paulus, di akhir-akhir surat dia memberi salam, dia minta doa dari jemaat. Salam itu doa selamat.

 

Pendoa adalah kehidupan yang mengalami peningkatan doa, doanya meningkat. Yaitu:

I Timotius 2:1

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

 

a)      Ada doa permohonan. Sentralnya kebutuhan kita, mohon supaya usaha lancar, pendidikan lancar, jodoh lancar, berdoa untuk kesembuhan dari penyakit. Sentralnya adalah kebutuhan kita. Tetapi ada syaratnya, supaya permohonan kita didengar oleh Tuhan, Firman Tuhan harus tinggal di dalam kita.

Yohanes 15:7

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

Bagaimana supaya Firman itu tinggal di dalam kita? Mendengar Firman harus sungguh-sungguh. Kemudian mengerti, percaya, praktek Firman. Itu Firman tinggal di dalam kita. Jika Firman tinggal di dalam kita maka kehendak kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga pasti dijawab oleh Tuhan.

 

Kita periksa, adakah kita menaikan doa permohonan lalu doa kita dijawab atau belum. Periksa kenapa tidak didengar, tidak dijawab? Karena masih kehendak daging, belum sama dengan Firman, kita belum tinggal di dalam Firman, Firman belum tinggal di dalam kita. Jadi praktek Firman menentukan doa kita didengar oleh Tuhan atau tidak.

 

b)      Doa syafaat, sentralnya kebutuhan orang lain. Seringkali kita hanya mendoakan kebutuhan orang-orang yang dekat dengan kita. Tetapi doa syafaat ini harus ditingkatkan yaitu berdoa untuk musuh. Itu berarti kita tinggal di dalam kasih Tuhan. Kalau kita tinggal di dalam kasih Tuhan, kita saling mengasihi, maka apa yang kita minta dijawab oleh Tuhan.

Yohanes 15:16

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

 

Kita bisa mendoakan orang yang memusuhi kita. Bukan kita yang memusuhi dia, tetapi dia yang memusuhi dan menyakiti kita. Waktu dia dalam kesulitan dan penderitaan kita doakan. Seperti Stefanus dilempari batu, dia masih berdoa untuk orang-orang yang melemparinya, jangan tanggungkan hukuman ini kepada mereka.

 

c)      Doa ucapan syukur. Sentralnya adalah berkat yang kita terima. Mengucap syukur pertambahan usia, naik kelas, lulus skripsi dan lain-lain. Tetapi harus meningkat juga, jangan hanya mengucap syukur waktu kita diberkati, harus sampai bisa mengucap syukur dalam segala hal. Waktu kita menderita, kita susah, masih bisa menaikan doa ucapan syukur.

I Tesalonika 5:18

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

Waktu menghadapi meja kosong tetap mengucap syukur, saya masih diberikan kekuatan.

 

d)      Doa penyembahan. Sentralnya adalah pribadi Yesus. Karena sentralnya adalah pribadi Yesus maka bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan dalam situasi kondisi apa saja. Waktu di kendaraan bisa menyembah.

 

Menyembah itu ada syaratnya, menyembah itu mengangkat tangan.

I Timotius 2:8

2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

 

Mazmur 24:3-4

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

 

Jadi syarat menyembah adalah kesucian mulai dari dalam hati. Hati suci, hatinya murni. Jadi apa yang tampak di luar itu betul-betul dari hatinya. Kadangkala kesucian di mulut dan perbuatan tetapi hanya kamuflase, hanya munafik, sebenarnya menutupi dosa-dosanya.

 

Jadi sahabat Yesus itu adalah pendoa sampai menjadi peyembah Tuhan. Doa penyembahan itu sangat penting. Kita sudah ada dalam Firman pengajaran. Firman pengajaran itu pedang, kalau tanpa penyembahan menjadi pedang tumpul, tanpa penyembahan bisa salah menggunakan pedang, salah menggunakan Firman pengajaran. Contohnya Petrus, bolak balik diajak Yesus untuk menyembah. Dia naik ke gunung menyembah, tetapi tidur di atas gunung. Dibawa ke taman Getsemani untuk menyembah, dia tidur di situ. Waktu datang prajurit mau menangkap Yesus, dia ulurkan tangan, cabut pedang, potong telinga orang. Ini kalau sudah ada pengajaran, tetapi tanpa penyembahan, itu menjadi pedang tumpul atau bisa salah menggunakan pedang, salah menggunakan Firman. Kadang kita salah menggunakan pedang karena tidak punya penyembahan. Banyak kali gembala begitu, tidak ada hikmat menyampaikan Firman karena tidak ada penyembahan. Jadi jemaat cuma sakit telinga dipotong, tidak bisa menerima Firman.

 

Sudah ada penyembahan tetapi tidak ada pengajaran, itu juga tidak baik. Bisa menjadi lebih suci dari Roh suci. Kelihatan suci tetapi tidak ada Firman yang mengatur. Apa yang dia lakukan, dia anggap sudah betul karena dia pikir saya sudah menyembah 1 jam 2 jam 3 jam sehari, padahal tidak diatur lagi oleh Firman, bisa menjadi sombong rohani.

 

Biarlah kita menjadi pendoa.

I Timotius 2:1-2

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

 

Untuk siapa kita berdoa.

a)      Untuk semua orang. Terutama supaya lebih banyak orang menerima Yesus sebagai Juruselamat dan lebih banyak yang menerima Firman pengajaran yang benar.

b)      Untuk pemerintah supaya kita bisa hidup tenang dan tentram untuk beribadah melayani Tuhan. Doa saya selalu untuk pemerintah supaya Tuhan berikan rasa takut akan Tuhan, agar kita beribadah dengan bebas di negeri ini. Sebab banyak yang sulit untuk beribadah, malah pemerintah yang menekan untuk jangan beribadah.

 

Jadi kalau disimpulkan inti doa kita adalah yang rohani. Boleh berdoa untuk perkara jasmani, tetapi intinya adalah yang rohani. Kadang dan sering inti doa kita adalah perkara yang jasmani, kekayaan, kedudukan, kepandaian, kesehatan dan lain-lain. Kalau inti doa hanya yang jasmani bukan yang rohaninya, akibatnya menjadi seperti Bartimeus pengemis buta. Namanya pengemis minta duit supaya bisa makan. Artinya kalau doa intinya hanya yang jasmani, doanya menjadi buta.

Markus 10:46

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

 

Periksa, saya selama  ini berdoa menyembah, intinya apa? Kalau hanya yang jasmani, rohani buta! Tanda rohani buta:

a)      Duduk di pinggir jalan, artinya tidak tergembala, beredar-edar. Dia pendeta khotbah ke mana-mana, tetapi tidak tergembala.

b)      Bartimeus berada di jalan ke Yerikho. Arti nama Yerikho adalah lembah bunga. Jadi berada dekat Yerikho artinya terikat dengan perkara-perkara dunia, makanya doanya hanya bersifat jasmani.

c)      Buta itu gelap. Artinya hidup dalam kegelapan dosa sehingga hanya menuju kebinasaan.

 

Kita harus menjadi pendoa, tetapi intinya adalah yang rohani, jangan hanya yang jasmani. Sebab kalau inti doa hanya yang jasmani maka dapat dipastikan rohaninya buta, tidak tergembala, terikat dunia dan hidup di dalam kegelapan dosa. Tetapi syukur Tuhan masih mau menolong. Mungkin sore ini kita datang dalam keadaan buta, belum tergembala, Tuhan masih mau menolong.

 

Bagaimana cara Tuhan menolong?

a)      Yesus berjalan lewat dekat Bartimeus. Artinya Yesus datang mendekati kita lewat koreksi Firman. Seperti sore ini, saya tidak tahu keadaan jemaat, jemaat juga tidak tahu keadaan gembala. Mungkin dalam keadaan buta, sekarang datang Firman mengoreksi. Orang berdosa itu jauh dari Tuhan, Yesus yang mendekat lewat koreksi Firman.

 

b)      Markus 10:49

10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."

 

Yesus sedang memanggil, artinya Yesus menunjuk keadaan kita, istilahnya kita kena Firman.

 

c)      Markus 10:51

10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

 

Yesus bertanya, artinya dalam Firman yang kita dengar ada kuasa pertolongan. Tetapi semua itu tergantung dari kita, mau melek matanya atau buta. Bartimeus sudah dipanggil, Yesus bertanya, sekarang tergangung jawaban Bartimeus. Sikap biarlah seperti Bartimeus. Apa dia katakan? Rabuni supaya aku dapat melihat. Ini sikap kita terhadap Firman yaitu mau lepas dari kekurangan sehingga kita mau menerima Firman sekeras apapun. Kita tidak mau bertahan pada kebutaan, tidak mau bertahan pada kelemahan dan kekurangan kita, sehingga kita mau menerima Firman sekeras apapun. Ditunjuk keadaan kita, kita bisa menerimanya.

 

Hasilnya kalau kita bisa menerima Firman sekeras apapun, kita bisa melihat Yesus. Artinya bisa melihat Yesus, kita bisa menyembah Tuhan. Dan inti doa kita adalah perkara yang rohani, bukan lagi perkara yang jasmani. Bukan berarti kita tidak mendoakan yang jasmani, kalau yang rohani sudah didoakan, Tuhan sudah tahu kebutuhan yang jasmani. Kalau kita sudah berdoa yang rohani maka kita bisa melihat keajaiban-keajaiban yang Tuhan Yesus kerjakan lewat FirmanNya. Seharusnya tidak bisa, tetapi lewat Firman bisa, jadi semuanya.

 

Kita juga mengalami keajaiban rohani, Tuhan baharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani. Jemaat atau keluarga sampai heran, koq bisa suamiku berubah, koq bisa isteriku berubah, koq bisa anakku berubah. Itulah semua karena Firman yang kerjakan, sungguh manis Yesus bekerja, sungguh ajaib Tuhan bekerja. Keajaiban tertinggi, waktu Yesus datang kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai, masuk Kerajaan Sorga yang kekal, itu keajaiban yang tertinggi.

 

Ayo malam ini kita ubah inti doa kita. Mungkin selama ini hanya yang jasmani terus. Rubah inti doa menjadi yang rohani, Tuhan berkati ibadah pelayanan, itu yang kita doakan. Maka kita akan melihat keajaiban-keajaiban Tuhan kerjakan lewat Firman baik secara jasmani dan utama secara rohani. Sampai kita sendiri heran, koq bisa yah, saya ini orangnya tempramen, saya orangnya pendusta tetapi bisa berubah. Tuhan kerjakan semua sampai kita bisa sempurna sama mulia dengan Yesus.

 

Tuhan Memberkati                                                              

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar