Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:1-4
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Ada sejumlah besar orang yang berdiri di tepi lautan kaca yang menyanyikan nyanyian Anak Domba dan nyanyian Musa. Nyanyian Musa adalah Firman pengajaran yang benar.
Ulangan 32:1-2
32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
4 isi nyanyian Musa:
1. Besar dan ajaib segala pekerjaan Tuhan.
2. Adil dan benar segala jalan Tuhan.
3. Hanya kepada Tuhan saja kita harus takut dan hanya nama Tuhan yang harus dimuliakan.
4. Hanya Tuhan yang harus disembah.
Kita pelajari poin yang ketiga. Kalau kita takut Tuhan dan memuliakan nama Tuhan maka akan menghasilkan pertumbuhan rohani.
Yudas 1:24-25
1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
Pada ayat-ayat ini ada 7 penampilan Tuhan.
1. Tuhan berkuasa menjaga supaya kita jangan tersandung.
2. Tuhan membawa kita dengan tidak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapanNya.
3. Tuhan itu Esa, Trinitas, Allah Tritunggal.
4. Tuhan adalah Juruselamat kita.
5. NamaNya adalah Tuhan Yesus Kristus.
6. Tuhan yang layak menerima kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa.
7. Tuhan itu kekal.
Ini 7 penampilan Tuhan yang harus kita takuti dan kita muliakan. 7 itu angka kesempurnaan. Kalau kita takut akan Tuhan dan memuliakan Dia berarti kita mengenal pribadi Tuhan yang sempurna dan kita dikenal oleh Tuhan. Maka ada hasil yang kita rasakan dan bisa kita nikmati yaitu kita mengalami pertumbuhan rohani sampai sempurna!
Ada 7 tahap pertumbuhan rohani sampai sempurna.
II Petrus 1:5-8
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
1. Punya iman
Dalam Tabernakel iman itu masuk pintu gerbang. Ada 4 tiangnya dan 3 tirainya. 4 tiang menunjuk 4 injil, 3 tirai menunjuk Tuhan Yesus Kristus. Iman itu adalah dasar pertumbuhan rohani kita. Kalau dasarnya tidak kuat, tidak mungkin terbangun rohaninya. Seperti kita membangun bangunan ini, kalau pondasinya tidak kuat, siapa berani mendirikan sampai 3 tingkat seperti ini. Harus kuat pondasinya baru bisa dibangun.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Iman yang sehat adalah iman yang timbul dari mendengar Firman Kristus. Kristus artinya yang diurapi. Jadi bukan iman karena melihat seperti Tomas. Kalau aku belum melihat dan mencucukan jariku di lubang bekas paku di tangan dan lambungnya, aku tidak akan percaya. Akhirnya Tuhan Yesus tunjukan, ini tanganKu, ini lambungku, berbahagialah orang yang percaya sekalipun tidak melihat. Dicela karena dia hanya mau melihat dulu baru percaya. Banyak kali orang kristen seperti itu, nanti lihat mujizat baru imannya percaya Yesus, bukan karena mendengar. Ini iman yang rapuh.
Iman yang kuat adalah iman dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Urapan Roh Kudus ini tidak terbatas sehingga kalau kita mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh apapun. Baik oleh waktu, oleh kepandaian, oleh situasi kondisi. Kalau tanpa urapan selalu terbatas. Dengar Firman pakai logikanya, ah tidak masuk akal, ah tidak cocok, sehingga dia tidak bisa menerima, tidak menjadi iman. Tetapi kalau dalam urapan bisa menerima.
II Korintus 3:17
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Seringkali Firman itu dibatasi dengan waktu. Jangan terlalu lama, jangan panjang-panjang, kemampuan otak manusia hanya bisa menerima 45 menit. Itu kalau tanpa urapan, kemampuan otak manusia memang seperti itu. Tetapi kalau dalam urapan Roh Kudus tidak bisa dibatasi. Kalau di zaman Ezra bangsa Israel duduk di halaman tanpa tenda, lalu hujan turun. Tetapi mereka tidak ada yang meninggalkan, bahkan mereka dikatakan mereka menggigil mendengar Firman.
Ezra 10:9
10:9 Lalu berhimpunlah semua orang laki-laki Yehuda dan Benyamin di Yerusalem dalam tiga hari itu, yakni dalam bulan kesembilan pada tanggal dua puluh bulan itu. Seluruh rakyat duduk di halaman rumah Allah, sambil menggigil karena perkara itu dan karena hujan lebat.
Mereka tidak meninggalkan tempatnya, mereka bisa mendengar Firman. Bahkan mereka mendengar Firman ¼ hari. Dan mereka berdiri di tempat.
Nehemia 9:3
9:3 Sementara mereka berdiri di tempat, dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Allah mereka, selama seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah mereka.
Kalau ada urapan seperti itu, tidak bisa dibatasi oleh situasi kondisi dan oleh waktu, oleh apapun.
Contoh dalam Perjanjian Baru, Paulus berkhotbah sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Yang tidur cuma 1 orang itulah Eutikus. Namanya bagus, artinya untung besar. Cuma indah kabar dari rupa. Namanya saja untung besar tetapi nasibnya jatuh dari tingkat 3 sehingga dia mati. Paulus khotbah sepanjang malam dan sesudah fajar menyingsing mereka pulang dengan bersukacita.
Kisah Para Rasul 20:8-12
20:8 Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu.
20:9 Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.
20:10 Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: "Jangan ribut, sebab ia masih hidup."
20:11 Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.
20:12 Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.
Bukan mengamuk atau marah, mereka merasa sangat terhibur. Inilah kekuatan Roh Kudus. Terhibur, bukan mendongkol!
I Korintus 2:4-5
2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Yang memberitakan Firman memberitakan dalam urapan Roh Kudus. Yang mendengar dalam urapan Roh Kudus. Maka kita memiliki iman yang kuat, dasar yang kuat. Iman yang kuat adalah iman dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus.
Kenapa banyak orang Kristen, khususnya orang muda begitu gampang meninggalkan Yesus? Karena tidak suka dengar Firman. Kesalahan pendeta tidak mau menyampaikan Firman yang keras dalam durasi yang lama. Kesalahan jemaat tidak suka mendengar Firman yang lama, yang keras. Maunya yang lembek-lembek, yang singkat-singkat saja. Imannya tidak kuat, akhirnya begitu menghadapi godaan, tantangan, cobaan, langsung gugur. Itulah tanah hati yang berbatu, yang keras.
Cara kita mendengar Firman menentukan kita punya iman, mengalami pertumbuhan rohani atau tidak.
Lukas 8:18
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
Ini penyakit merasa, saya orang Kristen saya punya iman. Padahal tidak ada karena dia tidak suka mendengar Firman. Yang banyak rebah dan ambruk rohaninya adalah kaum muda karena tidak suka dengan Firman, sibuk dengan handphonenya, tidak ada perhatian dengan Firman Tuhan. Tidak akan terjadi pertumbuhan rohani, ketika Yesus datang pasti tertinggal.
Minta urapan Roh Kudus yang tidak bisa dibatasi oleh apapun, tetapi kita bisa masuk pintu gerbang kerajaan Sorga. Dengan punya iman kita sudah bersuasana kerajaan Sorga, di bumi seperti di Sorga. Tidak usah takut menghadapi keadaan dunia akhir zaman ini.
Tetapi kalau mendengar firman tanpa urapan, khotbah tanpa urapan, bukan masuk pintu gerbang kerajaan Sorga, dia sedang menuju pintu gerbang maut!
Mazmur 107:18
107:18 mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut.
Muak terhadap makanan, terutama makanan rohani yaitu Firman. Sudah mulai bosan dengar Firman, apa itu, Firman terlalu keras, terlalu panjang, terlalu lama, akhirnya mencapai pintu gerbang maut. Waktu Yesus datang dia tertinggal. Tanpa iman yang benar kita tidak bisa menyambut Yesus.
Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Mari kita dengar Firman dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus maka ada pertumbuhan iman sampai kita mencapai kesempurnaan. Kalau kita mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus, bisa mengerti dan mempraktekan Firman, ada hasilnya. Tidak ada perkara yang mustahil bagi orang percaya. Seorang bapa membawa anaknya yang dirasuk roh bisu tuli. Waktu berhadap kepada Yesus, Yesus katakan tidak ada perkara mustahil bagi orang percaya.
Markus 9:23
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Tidak ada yang mustahil bagi kita kita yang punya iman, iman yang benar dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Maka Tuhan sanggup menghapus kemustahilan bagi kita sekalian. Iman kita dari mendengar Firman, ini sudah harus kuat! Baru tahap pertumbuhan rohani yang kedua.
2. Kebajikan atau kebaikan.
Setelah masuk Tabernakel kita ketemu alat mezbah korban bakaran, menunjuk Korban Kristus. Kebajikan dikaitkan Korban Kristus. Di dunia ini banyak orang mengklaim dirinya baik. Tetapi yang diinginkan oleh Tuhan adalah kebajikan berdasarkan Korban Kristus. Apa itu? Kita lihat perbuatan baik Yesus. Perbuatan baik Yesus yang utama adalah mati di kayu salib menyelamatkan manusia berdosa. Yesus menyembuhkan orang sakit, itu baik. Membangkitkan orang mati, Yesus baik. Tetapi kalau dosa orang tidak ditebus, tidak ada artinya. Kita disembuhkan tetapi tidak ditebus dari dosa, tetap hidup dari dosa, tidak ada artinya! Jadi perbuatan baik Yesus adalah mati di kayu salib menyelamatkan kita dari penghukuman akibat dosa!
Perbuatan baik kita dikaitkan dengan Korban Kristus adalah bertobat. Apapun yang kita lakukan baik di mata manusia kalau tidak bertobat tidak ada gunanya. Sumbang banyak-banyak untuk pembangunan gereja, kalau tidak bertobat tidak ada gunanya. Menyumbang untuk orang yang ditimpa bencana, kalau tidak bertobat tidak ada gunanya. Semua kebaikan Yesus di dunia ini tanpa mati di kayu salib tidak ada gunanya!
Jadi perbuatan baik kita adalah mati terhadap dosa, bertobat! Pertobatan itu dimulai dari apa?
Yeremia 9:5
9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
Jadi pertobatan itu dimulai dari membuang dusta. Karena selama dusta dipertahankan membuat malas untuk bertobat. Dusta ini penutup segala dosa.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Lidah ini yang menentukan ke mana arah hidup kita. Siapa yang mau melihat hari-hari yang baik dia menjaga lidahnya. Lidah ini bagaikan kemudi kapal, kalau selalu berdusta kapalnya ke mana? Bukan ke Yerusalem Baru tetapi kapalnya karam, tenggelam ke dalam lautan api dan belerang. Mari mulutnya dijaga.
I Petrus 3:10
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Dusta ini memang dosa otomatis. Kadang kita anggap guyonan, tetapi tanpa kita sadari sudah tenggelam. Dusta ini harus dicabut, diselesaikan, dusta ini penutup segala dosa sehingga malas bertobat! Berbuat dosa ditutupi dengan dusta, bertimbun lagi, sampai dosa itu sudah membumbung tinggi, tinggal tunggu hukuman dijatuhkan Tuhan.
Efesus 4:24-25
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
Manusia baru dimulai dengan membuang dusta.
3. Punya pengetahuan atau pengenalan.
Pengetahuan di sini bukan yang jasmani. Lalu apa pengetahuan dan pengenalan?
Filipi 3:10-11
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Jadi pengenalan di sini adalah mengenal Yesus dalam kematian dan kebangkitanNya yang dipraktekan dengan masuk baptisan air yang benar. Dalam Tabernakel ini kena bejana pembasuhan.
Tidak semua orang mengenal Yesus, buktinya Yesus tidak mengenal orang itu. Sekalipun dia sudah melayani, bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat, tetapi Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu. Kenapa? Persoalan baptisan ini, baptisannya tidak sesuai Firman makanya tidak dikenal dan tidak mengenal Yesuus.
Syarat baptisan air:
Roma 6:2
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Syaratnya mati terhadap dosa atau bertobat. Kalau syarat sudah benar baru pelaksanaannya.
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Pelaksanaannya:
a) Dikuburkan bersama Yesus di dalam air. Dan orang yang dikuburkan itu dibaringkan, bukan dijongkokan!
b) Ada meterai nama Tuhan yang jelas.
Kisah Para Rasul 2:28; 19:5
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa itu punya nama yaitu Tuhan, Anak namanya Yesus, Roh Kudus namanya Kristus. Jadi di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus.
c) Ditangani oleh hamba Tuhan yang jelas tahbisannya. Sekarang ada ajaran siapapun boleh membaptis. Dulu yang membaptis adalah Yohanes pembaptis, lalu murid-murid Yesus, juga Paulus dan seterusnya, semua tidak diragukan tahbisannya. Kenapa harus hamba Tuhan yang jelas tahbisannya? Karena ini berkaitan dengan memeteraikan nama Yesus. Kalau tidak jelas tahbisannya, tidak akan ada meterai nama Yesus. Contohnya anak-anak Skewa, mereka menyebut nama Yesus. Tetapi bukan setannya kabur malah menyerang mereka.
Juga kalau ada yang mendoakan, jangan sembarang menerima penumpangan tangan. Orang tidak jelas tahbisannya lalu mau menumpangkan tangan, jangan! Penumpangan tangan ini sebenarnya pelajaran dasar.
Ibrani 6:2
6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
Jangan buru-buru memberi penumpangan tangan. Termasuk juga jangan buru-buru menerima penumpangan tangan. Jangan juga sembarang menerima penumpangan tangan. Baptisan air lebih dari penumpangan tangan.
Kalau syaratnya benar, pelaksanaannya benar maka ada hasilnya, bisa terlihat dalam kehidupan rohani kita. Setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air maka langit terbuka, Sorga terlihat. Jadi hasilnya kita memiliki jenis kehidupan Sorga, cocok hidup di sorga. Kita lahir di dunia lewat kandungan ibu cocok hidup di dunia. Untuk bisa hidup di Sorga harus lahir baru lewat baptisan air yang benar supaya memiliki jenis kehidupan Sorga.
Apa jenis kehidupan Sorga?
a) Matius 13:43
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Jadi jenis kehidupan Sorga adalah hidup benar mulai dari perkara-perkara kecil. Semua berupaya nikahnya benar, pekerjaannya benar, pelayanannya benar. Termasuk pegang teguh pengajaran yang benar. Ini hasil baptisan. Pengajaran itu komando dalam pelayanan kita. Pengajaran itu biji mata. Kalau pengajaran tidak sehat, yah buta, tidak bisa mencapai Yerusalem Baru. Tetapi kalau pengajarannya benar, matanya terang, bisa mencapai Yerusalem yang Baru.
Amsal 7:2
7:2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
Jika ajaran yang saya sampaikan salah, ajaran yang menyimpang, maka saya orang buta. Jemaat menerima ajaran yang salah, jemaat juga orang buta. Apa yang terjadi? Orang buta menuntun orang buta, arahnya masuk lubang. Akhirnya dalam gereja bukannya terjadi penyucian tetapi dosa malah berkembang di situ. Semua di dalam lubang yang penuh kotoran. Kalau dibiarkan, arahnya ke lubang jurang maut, binasa!
Semua berupaya, berjuang untuk hidup benar apapun resikonya. Yesus pertahankan kebenaran, resikonya Dia mati di kayu salib. Ketika Yesus menyerahkan nyawaNya, prajurit berkata sungguh Dia ini orang benar! Orang benar tetapi mati di gantung di kayu salib. Jadi jangan heran, kalau kita mau hidup dalam kebenaran kita bagaikan disalib, orang tidak senang. Dijauhi, dibenci, dikucilkan, digosipkan, tidak mengapa, tetapi tempat kita sudah jelas yaitu dalam kerajaan Sorga.
Yang menjadi penghiburan bagi saya, kalau kita semakin ditekan, semakin diserang, semakin digosipkan, semakin difitnah, itu berarti kita berada pada posisi yang benar! Dimana-mana yang benar itu selalu diserang. Bahkan dalam hal yang jasmani, yang benar itu selalu diserang. Apalagi dalam hal rohani. Iblis tidak suka, dia tidak mau kita masuk sorga, dia mau ditemani di neraka. Sebenarnya neraka itu hanya disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Makanya jangan mau baku teman dengan iblis! Berjuang untuk kebenaran sekalipun sengsara bagi daging.
Matius 25:41
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
b) Memiliki hati nurani yang baik = hati yang tulus
I Petrus 3:21
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Waktu Yesus selesai dibaptis, Dia keluar dari air, langit terbuka dan Roh Kudus turun seperti burung merpati. Burung merpati itu gambaran ketulusan, hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Jadi hati nurani yang baik adalah hati yang tulus. Kita melayani Tuhan dengan tulus. Kita lakukan Firman dengan tulus tanpa mengharapkan yang lain.
I Petrus 3:20
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
Hati yang tulus itu hati yang taat. Di zaman Nuh banyak yang tidak tulus, tidak taat. Tetapi Nuh diselamatkan oleh bahtera, itu menunjuk baptisan.
Hati tulus dan hati taat adalah landasan yang kuat untuk menerima 2 hal:
1) I Petrus 3:22
3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
Jadi kalau hati nurani kita baik, kita diangkat oleh Tuhan. Baik yang jasmani diangkat, terutama yang rohani diangkat. Diangkat secara rohani artinya semakin disucikan, semakin dipakai. Sampai nanti kita dimuliakan bersama dengan Yesus selamanya. Ini semua dari hati. Kalau hati tidak baik baru dipakai sedikit sudah sombong, bangga dan lain-lain. Dalam pelayanan dasar harus kuat, jangan ada kesombongan, kebanggaan.
Lucifer sombong dia jatuh.
Yesaya 14:12
14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Begitu bangga sombong akan sesuatu, landasannya tidak kuat, akan hancur. Kalau landasan pesawat tidak kuat lalu dia paksa mau take off, bisa hancur pesawatnya, bisa celaka, bisa meledak.
2) Dari hati yang tulus dan taat kita bisa menerima berkat-berkat dari Sorga. Baik yang jasmani terutama yang rohani yaitu pembukaan rahasia Firman. Firman terus dibukakan, kalau hati tidak kuat bisa bangga dan sombong. Firman bukan untuk jadi kesombongan kita tetapi untuk kita praktekan dan bagikan. Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama, baik secara jasmani terutama secara rohani. Kita terima Firman, bagikan! Diundang melayani, layani! Bukan minta-minta. Kalau memang Tuhan percaya yah khotbah. Kita sudah menerima pengajaran, ayo bagikan kepada mereka yang belum tahu supaya mereka mendengar. Dan saya percaya Firman itu tidak akan kembali dengan sia-sia. Kalau ditabur akan mendatangkan hasil. Kalau diterima mendatangkan hasil yang positif. Kalau ditolak akan ada dampak yang negatif nantinya.
4. Penguasaan diri
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Jadi penguasaan diri artinya diurapi, dipenuhi sampai dikuasai oleh Roh Kudus! Dalam Tabernakel terkena alat pintu kemah. Roh Kudus ini yang menolong kita bisa menekan dan mengendalikan daging kita. Kita ini memang masih manusia darah daging. Di dalam daging ini ada keinginan, ada hawa nafsu, ada tabiat daging, ada perbuatan daging, ada ambisi dan sebagainya. Kalau Roh Kudus menguasai kita bisa menekan, mengendalikan bahkan bisa mematikan suara-suara daging kita. Sehingga rohani kita hidup!
Harus dikendalikan, jangan kita yang dikuasai daging. Biar Roh Kudus menguasai kita, kita kalahkan daging ini! Masa muda itu masa kuatnya daging, kalau tidak ada Roh Kudus menjadi keledai liar, keledai jalang. Jatuh dalam berbagai macam dosa, rupa-rupa dosa.
Roma 8:7,15
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Jangan ditipu! Keinginan daging memang kelihatan enak tetapi itu membuat bermusuhan dengan Allah sehingga tidak pernah damai, selalu dihantui ketakutan. Tetapi kalau kita dikuasai Roh Kudus, rohani kita hidup, kita merasakan damai sejahtera. Kalau ada Roh Kudus ketaatannya meningkat. Ketaatan pada Firman Tuhan meningkat sehingga kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa.
Daging hanya menimbulkan kesusahan.
Ayub 5:6-7
5:6 Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;
5:7 melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.
Daging ini yang selalu menimbulkan kesusahan, menimbulkan tidak damai, keinginan yang tidak terkontrol! Sudah memiliki ini masih mau lagi yang itu. Lihat yang sana punya kulkas 2 pintu, saya mau kulkas 3 pintu. Karena ingin, akhirnya susah.
Ditambah lagi sekarang dengan kecanggihan teknologi bisa pinjaman online, tiba-tiba ada roda 4, ada kulkas 5 pintu, ada springbed untuk tidur. Datang penagih sudah tidak bisa bayar. Biar springbed enak tetapi ingat-ingat ‘bulanan 2juta’ jadi tidak damai! Lebih baik tidur pakai papan beralas tikar tetapi tidak ingat-ingat mau bayar utang.
Kalau bisa menguasai diri pasti bisa menyembah.
I Petrus 4:7
4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
5. Ketekunan
6. Kesalehan
II Petrus 1:6 (Terjemahan Lama)
1:6 dan pengetahuanmu itu ditambah dengan kelakuan tertib; dan tertibmu itu ditambah dengan tekun; dan tekunmu itu ditambah dengan ibadat;
Ketekunan dan kesalehan ini menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Di situ kita semakin disucikan, semakin diubahkan oleh Tuhan. Semua kebutuhan kita sudah tercakup dalam ketekunan 3 macam ibadah.
a) Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan KurbanNya. Rohani diberi makan.
b) Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunianya. Kita diberi minum, rohaninya segar.
c) Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa. Bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihnya. Rohani kita bernafas.
Makan, minum dan bernafas itu kebutuhan utama kita. Maka kebutuhan jasmani lainnya Tuhan sanggup sediakan di dalam penggembalaan. Jangan tinggalkan penggembalaan untuk mencari kebutuhan jasmani. Sekalipun dapat yang jasmani tetapi tidak ada keselamatan.
Ibrani 10:35-36
10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Dengan bertekun kita dapat semuanya. Sampai jodoh Tuhan sediakan di dalam penggembalaan. Ishak ketemu Ribka di tepi sumur penggembalaan, Musa ketemu dengan Zipora di tepi sumur penggembalaan, Yesus dengan perempuan Samaria (gambaran bangsa kafir yang menjadi Mempelai Wanita Tuhan) bertemu di tepi sumur penggembalaan.
Apa gunanya kita dapat semuanya tetapi kehilangan keselamatan!
Markus 8:36
8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
Jangan tukar keselamatan dengan perkara dunia. Jangan tukar penggembalaan dengan perkara dunia! Biar kita dapat tetapi tidak selamat! Esau tinggalkan rumah, berburu daging, berburu hewan di padang. Dia dapat tetapi kehilangan hak dan berkat sulung, buat apa! Saya berdoa supaya kaum muda bisa kuliah, bisa kerja, bisa semua dapat. Tetapi terutama doa saya supaya tergembala, karena di situ sudah terkandung semuanya.
7. Kasih akan saudara-saudara, kepada semua orang termasuk musuh.
Kita bisa mengasihi sesama dan mengasihi orang yang memusuhi kita. Itu percikan darah. Tahun ini tahun penyertaan Tuhan, tetapi sengsaranya akan kian berat. Orang yang memusuhi kita akan semakin memusuhi, tetapi kita semakin mengasihi.
Mengasihi orang yang memusuhi kita itu adalah kehendak Allah. Tuhan bilang hendaklah kamu sempurna seperti Bapamu di Sorga sempurna, yang menerbitkan matahari bagi orang baik dan bagi orang jahat.
Matius 5:43-45,48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Kita dianiaya hati, pikiran, perasaan, fisik, tetapi kita bisa mendoakan. Doa yang baik. Jadi kalau kita bisa mengasihi orang yang memusuhi kita, kita sedang berada pada proses penyempurnaan.
Seringkali yang menjadi musuh paling aktif adalah sesama kita dalam rumah tangga. Sesama suami adalah isteri, sesama isteri adalah suami, kakak dan adik, orang tua dan anak. Seringkali itu yang menjadi musuh paling aktif. Setiap hari kita ketemu, tetapi menyakiti terus. Di sinilah kita belajar untuk bisa saling mengasihi, mulai dari mendoakan yang baik.
Mengasihi orang yang membenci kita adalah puncak dari ketaatan untuk bisa sempurna seperti Yesus. Seperti Yesus di kayu salib Dia masih bisa mengasihi ‘Bapa ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’.
Rohani kita bertumbuh, ketaatan kita bertumbuh sampai mencapai kesempurnaan. Yesus datang kita bisa menyambutNya di awan-awan yang permai, menyatu dengan Dia sebagai kepala dan kita tubuhNya. Masuk pesta nikah Anak Domba, masuk kerajaan 1000 tahun damai. Masuk kerajaan Sorga yang kekal Yerusalem Baru.
Sekarang ini Yesus adalah kepala yang bertanggung jawab penuh atas hidup kita. Dia mengasuh dan merawati kita.
Efesus 5:29
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
Kita diasuh dan dirawat oleh Tuhan, berarti kita mendapatkan kehangatan kasih dari Tuhan. Kita menerima pembelaan Tuhan, menerima pemeliharaan Tuhan, menerima perlindungan Tuhan. Semua kita dapatkan.
Mari tingkatkan rohani kita sampai bisa mengasihi orang yang memusuhi kita. Itu adalah proses penyempurnaan. Ketika Yesus datang kita siap untuk menyambut Dia.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar