|
Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus
2 Tesalonika 1:1-2 Salam
1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Suratan 2 Tesalonika dalam tabernakel terkena pada pakaian imam-imam. Ini pakaian kita, bicara pakaian menunjukkan tahbisan juga menunjukkan perilaku kita sebagai imam-imam.
Biarlah semuanya diatur oleh Firman Tuhan.
Dalam ayat yang sudah kita baca ini persoalan salam. Salam ini erat kaitannya dengan pengajaran, inilah yang mengatur tahbisan kita juga perilaku hidup kita sehari-hari.
2 Yohanes 1:9-11
1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Jadi, jangan berubah-ubah salamnya. Di sini kalau kita baca suratnya Paulus, salam yang disampaikan oleh Paulus tidak pernah berubah selalu isinya kasih karunia dan damai sejahtera.
Ada 3 pengertian salam, terutama salam dalam kita beribadah:
1. Pembuka dari suatu pengajaran. Jadi, kalau salamnya berubah maka isi pengajarannya juga berubah.
2. Doa selamat dari seorang gembala kepada sidang jemaat supaya jemaat tetap melayani Tuhan, tahbisannya benar, perilakunya benar sesuai dengan Firman Tuhan, kita tidak pernah tersandung melayani Tuhan, terus melayani Tuhan sampai garis akhir.
2 isi doa selamat:
a) Kasih karunia, artinya pemberian Tuhan kepada manusia yang tidak layak. Wujudnya korban Kristus.
Yohanes 3:16-17
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
1 Yohanes 4:9-10
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Karena begitu besar kasih Allah sehingga Yesus diberikan kepada kita untuk mati bagi kita. Khususnya kita bangsa kafir sebenarnya Yesus sudah mati dengan 4 luka utama 2 di tangan dan 2 di kaki untuk bangsa Israel, tetapi dalam keadaan sudah mati Dia masih di tombak di lambungNya, itu luka untuk menyelamatkan kita bangsa kafir.
Kasih karunia Tuhan ini kita terima lewat praktek menyelesaikan dosa-dosa kita.
Jadi, dengan adanya salam dalam ibadah, kita siap untuk menerima Firman pengajaran siap untuk dikoreksi dosa-dosanya untuk kita akui, kita selesaikan kepada Tuhan dan kepada sesama.
b) Damai sejahtera, artinya kita tidak terpisah dari Allah dan manusia, kita menyatu dengan Allah dan kita menyatu dengan sesama, mulai dari dalam nikah kita terjadi penyatuan.
Dosa-dosa ini yang membuat kita tidak damai, membuat kita terpisah dengan Tuhan dan sesama.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Maka Allah sumber damai sejahtera sanggup memelihara tubuh, jiwa, roh kita sampai sempurna. Jadi, pemeliharaan Tuhan itu tidak separuh jalan tapi sampai sempurna, makanya selesaikan dosa itu jangan setengah-setengah, mengaku dosa dengan utuh, kita menyelesaikan dosa, akui kepada Tuhan dan kepada sesama.
3. Pernyataan rasa suka bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus.
Kalau dalam Yohanes 15 ini persekutuan ranting dengan ranting atau carang dengan carang berdasarkan pokok anggur yang benar, Firman pengajaran yang benar. Jadi, dengan kita menerima salam, berarti kita mau bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus.
Persekutuan atau fellowship itu artinya makan bersama.
1 Korintus 5:11
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Syaratnya untuk bisa makan bersama yaitu jangan ada dosa yang disembunyikan apalagi kalau ada dosa yang sudah mengikat tubuh, jiwa, roh. Sulit untuk bisa bersekutu kalau ada dosa yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita. Dosa itu gelap, Firman pengajaran itu terang. Kalau kita pertahankan dosa, kita gelap, terang dan gelap itu tidak akan bisa untuk menyatu.
2 Korintus 6:13
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Jangan asal bersekutu, persekutuan juga itu berarti mewarisi tabiat. Makanya kalau kita bersekutu dalam persekutuan ibadah kita tahu hamba Tuhan itu tahbisannya salah, yang hanya menutupi dosanya jika kita paksa bersekutu maka kita warisi tabiatnya, yang negatif yang kita dapatkan.
Termasuk persekutuan tubuh Kristus yang terkecil adalah nikah. Dalam hal menikah jangan sembarang hanya lihat yang penting ganteng, cantik, kaya, pandai, dsb, bukan itu yang utama, yang utama kita lihat yaitu satu pengajaran yang benar.
Ingat meja roti di atasnya ada 2 susun roti, masing-masing terdiri dari 6 ketul roti :
6 susun yang pertama yaitu suami manusia daging mau diisi oleh Firman, 6 susun yang kedua isteri manusia daging mau diisi oleh Firman, ditaruh di satu meja, nikah itu bisa satu kalau suaminya diisi Firman pengajaran yang benar, isterinya diisi dengan Firman pengajaran yang benar.
Jangan suami diisi pengajaran yang benar, isterinya diisi muntah atau sebaliknya,
Yesaya 28:8
28:8 Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.
Jadi, mau menikah jangan asal! Yang utama satu pengajaran, baru bisa sepakat sehati, doanya naik didengar, dijawab oleh Tuhan.
Matius 18:19-20
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Kemudian persekutuan yang lebih besar yaitu dalam penggembalaan. Lihat di situ ada roti pengajaran yang benar atau tidak. Jangan cuma lihat gedung gerejanya, atau karena gembalanya itu saudaraku, bapakku, jangan cuma lihat yang daging, lihat pengajarannya.
Lalu persekutuan yang lebih besar lagi yaitu persekutuan antar penggembalaan. Semua berdasarkan pengajaran yang benar, baru akan mencapai Israel dan kafir bisa menyatu dalam satu tubuh Kristus yang sempurna. Firman pengajaran ini disampaikan kepada kita bangsa kafir, itu cara Tuhan untuk membangkitkan cemburu orang bangsa Israel. Ketika mereka mau menerima, alarm pintu kemurahan sudah mau ditutup bagi kita, jika mereka terima sepenuhnya, maka pintu kemurahan sudah tertutup bagi kita. Tapi kita yang sudah di dalam pengajaran dan mereka yang menerima pengajaran disatukan dalam satu tubuh Kristus yang sempurna.
Satu tubuh berarti satu kepala berarti satu suara yaitu satu penyembahan dengan kata haleluya, 3 kali penyembahan di sorga kata “haleluya” yang ke 4 penyembahan di bumi “haleluya”. Jadi, menyembah dengan haleluya itu pantulan dari sorga. Yang kita sembah Yesus adalah Raja dan Mempelai Pria Sorga. Kita dibentuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanitaNya yang sempurna.
Wahyu 19:3-4,6
19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Tuhan memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar