20260130

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 22 November 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 14:15-23

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"

14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

 

Ayat-ayat yang kita baca ini adalah perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih. Roh Kudus adalah jaminan perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih.

II Korintus 1:22, 5:5

1:22  memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

5:5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

 

Efesus 1:14

1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

Roh Kudus itu adalah jaminan perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih, artinya:

1.      Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan Firman. Melakukan Firman adalah praktek mengasihi Tuhan.

2.      Allah Tritunggal berjanji menyertai kita yang menuruti Firman. Dalam Yohanes 15:15-17 adalah penampilan Roh Kudus. Ayat 23 ada perkataan Kami. Kami di sini adalah Allah Bapa dan Yesus Anak Allah. Jadi lengkap Allah Tritunggal menyertai kita yang mau menuruti Firman. Untuk apa Allah Tritunggal menyertai kita? Untuk mengembalikan gambar Allah pada kita yang sudah dirusak oleh setan. Di taman Eden sudah dirusak oleh setan lewat dosa. Tadinya manusia diciptakan segambar dengan Allah, layak ditempatkan di taman Eden, begitu dirusak oleh setan, manusia terusir! Sekarang Tuhan sedang mengembalikan gambar itu kepada kita yang mau menuruti Firman Tuhan.

 

Ada 3 keadaan manusia yang rusak karena menuruti setan.

1.      Seperti yatim piatu, tidak jelas asal usulnya. Ini berarti rusak statusnya. Seharusnya status manusia ciptaan Allah yang segambar dengan Allah adalah anak Allah. Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Adam yang segambar dengan Allah itu disebut Anak Allah.

Lukas 3:38

3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

 

Ini sebenarnya status kita, Anak Allah, tetapi setan merusak lewat dosa. Yatim piatu di sini artinya tidak mengalami kelahiran baru, tetap manusia darah daging yang hidup dalam dosa sehingga tidak boleh, tidak layak masuk kerajaan Sorga. Kapan kita disebut Anak Allah? Ketika kita lahir baru. Waktu Yesus dibaptis, kemudian Dia keluar dari air, Roh Kudus turun, lalu terdengar suara inilah AnakKu yang Ku kasihi. Begitu juga kita, kalau kita lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus, kita disebut Anak Allah. Sudah tinggalkan manusia daging yang berdosa, berubah menjadi manusia rohani.

Roma 8:15

8:15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus kita menjadi anak Allah. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus ini gandeng, setelah Yesus dibaptis Roh Kudus turun atasNya. Menjadi anak Allah berarti memiliki jenis kehidupan Sorga, layak masuk kerajaan Sorga. Kita periksa, saya ini masih yatim piatu secara rohani atau anak Allah.

 

Praktek sebagai anak-anak Allah.

a)      Yohanes 3:3-5

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

Praktek anak Allah adalah bisa melihat kerajaan sorga. Kerajaan sorga itu perkara yang rohani. Jadi artinya punya pandangan yang rohani yaitu mengutamakan perkara rohani lebih dari perkara yang jasmani, perkara dunia. Kita periksa diri kita, kita berdoa selalu menyapa Bapa kami yang di sorga, layakkah kita menyeru Dia Bapa? Menyapa Tuhan adalah Bapa, berarti kita anak. Buktikan kita anak, kita mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani. Kalau yang jasmani lebih diutamakan, itu bukan anak Allah. Anak Allah itu bisa melihat kerajaan Sorga. Sekarang ini kita melihat dulu, kelak nanti kita masuk dalam kerajaan Sorga. Perkara rohani adalah Firman, ibadah pelayanan, itu kita utamakan lebih dari pada yang jasmani.

 

b)      Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Praktek kedua mematikan perbuatan daging atau perbuatan dosa. Bukan malah diikuti, tetapi harus ada perjuangan untuk mematikan perbuatan daging. Memang tidak mudah, makanya Roh Kudus yang memampukan kita. Kita manusia daging, tidak mungkin bisa mematikan perbuatan daging. Roh Kudus dicurahkan supaya kita bisa mematikan perbuatan daging ini. Dalam Galatia 5:19-21 ada 15 jenis perbuatan daging. Kita matikan, jangan diikuti, jangan dituruti maunya.

 

c)      Bisa berseru ya Abba, ya Bapa. Artinya taat dan jujur, ya katakan ya, tidak katakan tidak. Jujur dalam segala hal terutama dalam hal pengajaran. Kalau memang benar, terima dan praktekan. Kalau tidak benar, yah jangan ikut-ikut! Yang salah itu kita hindari!

Roma 16:17

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

 

d)      Roma 8:17

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

 

Praktek anak Allah adalah rela menderita bersama Yesus. Artinya rela menderita karena Firman pengajaran yang benar, karena nikah yang benar, karena tahbisan yang benar, karena ibadah yang benar, karena hidup benar sehari-hari. Kita rela menderita bersama Yesus! Biar kita dikatakan ekstrim, dikucilkan, tidak apa-apa. Sekarang kita menderita bersama Yesus, nanti kita dipermuliakan bersama Yesus.

 

2.      Mazmur 137:1-3

137:1 Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.

137:2 Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.

137:3 Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"

 

Seperti pohon gandarusa di tepi sungai babel.

Yesaya 44:3-5

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

44:5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

 

Ini yang positif, sungainya Tuhan itu sungai kehidupan. Poin yang kedua ini rusak tempatnya!

 

Pohon ganda rusa di sini menunjuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Seharusnya tempatnya di tepi sungai kehidupan, di sini malah berada di tepi sungai Babel! Inilah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang melayani tanpa urapan Roh Kudus. Prakteknya:

a)      Babel itu pemuncakan dosa. Artinya mudah sekali diseret oleh arus dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Babel itu pelacur besar, dia mabuk oleh darah orang-orang kudus. Itu menunjukan dosa makan minum dan kawin mawin dengan berbagai macam bentuknya, merokok, miras, narkoba. Saya tidak tahu, semoga di sini jangan ada lagi! Sudah melayani, paduan suara, main musik, imam-imam, pohon ganda rusa tetapi masih merokok, minum atau jangan-jangan pakai narkoba. Masih ada dosa kawin mawin, mulai percabulan pada diri sendiri, tontonan-tontonan yang najis, itu semua diseret oleh arus sungai Babel, tanpa urapan, kering! Apalagi kalau gembala, hamba Tuhan seperti itu, masih diseret oleh dosa itu. Mau melayani bagaimana? Khotbah kering! Semua kering. Dia bukan membersihkan jemaat tetapi justru mengotori sidang jemaat.

 

Termasuk imam-imam, apalagi zangkoor, kalau masih ada puncaknya dosa ini, kita menyanyi seperti memuntahi jemaat! Hati-hati kita jaga semua! Terutama yang terkait dengan pemberitaan Firman, bagian komputer, bagian transkrip, jangan sampai Firman yang seharusnya jadi berkat malah jadi muntah bagi jemaat karena kita hidup dalam keadaan najis! Pindah, segera beralih di tepi sungai kehidupan, jangan di tepi sungai Babel.

 

b)      Wahyu 18:7

18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.

 

Ibadah pelayanannya hanya menampilkan kemakmuran dan hiburan daging. Sehingga tidak suka penyucian. Aku bukan janda, padahal janda secara rohani. Janda rohani itu putus hubungan dengan Yesus sebagai suami, putus hubungan dengan pengajaran. Pengajaran itu menyucikan. berarti tidak suka penyucian. Hanya merasa benar dan suci padahal sebenarnya tidak suka penyucian. Mohon maaf, gereja sekarang menjadi ladang bisnisnya hamba-hamba Tuhan! Makanya dalam Wahyu pasal 18 Tuhan katakan berikanlah kepadanya siksaan sebanyak kemewahan dan kemuliaan, kenikmatan dunia yang dia dapatkan! Gereja jadi ladang bisnis, semua diukur dengan uang. Mau melayani berapa, sekali khotbah berapa. Ini sudah berada di tepi sungai Babel, tanpa disadari gereja digiring ke Babel, bukan ke Yerusalem Baru.

 

c)      Babel itu pelacur besar. Pelacur itu berhubungan dengan banyak laki-laki. Jadi artinya membuka diri terhadap ajaran-ajaran campur, ajaran-ajaran yang lain! Padahal sudah jelas berbeda. Kalau campur ini kelihatan hebat, maksudnya mau merangkul, mau membawa pada pengajaran, tetapi buktinya tidak ada hasil. Kalau kita mau membawa jiwa, dia yang datang dengar pengajaran, bukan kita yang mau dengar dia. Kita mau sampaikan pengajaran benar, kemurnian Firman, jangan kita yang mendengar ajaran yang lain. Jangan buka diri terhadap ajaran lain, ajaran campur!

 

Jadi hamba Tuhan, pelayanan Tuhan yang ada di tepi babel, dia rusak tempatnya, rusak tahbisannya, rusak nikahnya. Akibatnya:

a)      Menggantung kecapi, berarti sudah tidak melayani, tinggalkan ibadah pelayanan!

b)      Dalam keadaan ditawan, disuruh menyanyi. Artinya tersiksa lahir batin.

c)      Tangan kanannya sudah kering.

Mazmur 137:5

137:5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

 

Tangan kanan kering artinya rohaninya kering, tidak pernah puas dan tidak bisa masuk Yerusalem Baru.

 

Sore ini yang sudah ada di tepi sungai Babel, Firman datang kepada kita, mari kita buka diri terhadap Firman Tuhan. Minta Roh Kudus, Tuhan saya gandarusa di tepi sungai Babel, tetapi sekarang saya mau pindah di tepi sungai kehidupan!. Kalau Firman masih diperdengarkan, berarti masih diberikan kesempatan bagi kita bertobat, segera pindah di tepi sungai kehidupan. Berada di tepi sungai kehidupan artinya menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tergembala, menyerap air Firman, air Roh Kudus dan kasih Allah.

Ø  Dalam ibadah pendalaman Alkitab kita menyerap air Firman

Ø  Dalam ibadah raya kita menyerap air Roh Kudus.

Ø  Dalam ibadah doa penyembahan kita menyerap air kasih Allah.

 

Kalau hamba Tuhan pelayan Tuhan mantap tergembala, maka rohani tidak akan pernah kering, semakin setia berkobar sampai garis akhir. Kita diberkati dan menjadi kepunyaan Tuhan.

Yesaya 44:3

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

 

Berkat rohani dan berkat jasmani dicurahkan, kita menjadi kepunyaan Tuhan yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Siapa yang coba mengganggu, Tuhan yang membela kita, Tuhan yang menjaga kita. Biarpun orang menghina kita, apa kamu setiap minggu 3 kali beribadah, tidak apa-apa, yang penting kita miliknya Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

 

3.      Yohanes 4:15-18

15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

 

Di sini Yesus menawarkan air kehidupan yaitu Roh Kudus. Perempuan ini tidak mempunyai Roh Kudus. Ketika Yesus bicara tentang air kehidupan, perempuan Samaria ini berkata berilah air itu. Ternyata selama ini dia haus, kering, tidak ada Roh Kudus sehingga 5 kali kawin cerai. Berarti dosanya sudah diulang-ulang. Yang mengulang-ulang dosa itu adalah anjing dan babi. Berarti yang ketiga sudah rusak gambarnya. Bukan lagi gambar Allah tetapi yang ada adalah gambar anjing dan babi. Anjing mengulang dosa perkataan. Babi mengulang dosa perbuatan.

 

Ini kerusakan yang paling parah! Tetapi syukur kepada Tuhan, Roh Kudus dicurahkan. Roh Kudus sanggup untuk mengembalikan gambar itu kepada kita. Memperbaiki gambar yang sudah rusak.

Roma 15:16

15:16  yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

 

I Petrus 1:2

1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

 

Roh Kudus Tuhan curahkan untuk menyucikan kita yang sudah segambar dengan anjing dan babi. Kita dikuduskan untuk menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan, persembahan yang harum. Anjing babi itu daging, kalau dibakar menjadi harum. Roh Kudus itu api yang membakar.

 

Bagaimana cara Roh Kudus menyucikan kita, membakar kita supaya harum? Roh Kudus bekerja sama dengan 2 hal:

a)      Api Firman. Roh Kudus memampukan kita menerima api Firman.

Yeremia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Kita datang beribadah, dibakar oleh api Firman, supaya berbau harum bagi Tuhan, sekalipun sakit bagi daging kita. Perkataan yang berdosa, perbuatan yang berdosa, yang berbau busuk, semua dibakar oleh api Firman! Kalau berbau busuk itu menjadi sandungan. Kadangkala perkataan kita menjadi sandungan, perbuatan menjadi sandungan, itu gambar anjing dan babi, bau busuk! Orang jadi malas untuk datang ibadah, orang jadi tidak mau menerima pengajaran.

 

b)      Api ujian. Setelah dibakar dengan api Firman, masih dibakar dengan api ujian. Api ujian ini untuk membakar menjadi abu, tidak ada wujud daging lagi, habis semua daging ini, tinggal asap yang harum.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Api ujian Tuhan izinkan dalam bentuk apa saja. Kita tidak salah difitnah, dikucilkan, dinista, itu sudah diejek habis-habisan. Di mata orang kita sudah tidak ada baik-baiknya. Tidak apa-apa kalau di mata orang kita tidak baik, yang penting di mata Tuhan kita baik.

Nyala api ujian itu betul-betul untuk menghabiskan daging kita, sehingga yang ada hanya asap yang berbau harum, naik ke hadirat Tuhan. Tuhan bisa menikmati bau harum itu dari kita.

 

Tanda bahwa kita sudah menjadi manusia rohani yang berbau harum:

Roma 15:17-18

15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.

15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

 

Anjing itu  mulutnya tidak baik, babi perbuatannya tidak baik. Dibakar sehingga bisa taat dalam perbuatan dan perkataan, itu manusia rohani yang berbau harum.

Efesus 5:1-2

5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

 

Ketaatan Yesus dibuktikan dengan mati di kayu salib sebagai persembahan yang berbau harum. Taat dalam perkataan, taat dalam perbuatan, sampai daging tidak bersuara lagi apapun resikonya, itu berbau harum bagi Tuhan. Itu korban api-apian yang menyenangkan hati Tuhan. Daging menjadi asap, itu keubahan hidup. Kalau kita bisa berbau harum, perkataan yang harum, perbuatan yang harum itu mujizat rohani. Maka mujizat jasmani juga pasti terjadi. Roh Kudus sanggup melakukan mujizat apa saja di dalam kita.

 

Mungkin selama ini kita masih menghadapi sesuatu yang busuk, tidak ada masa depan! Nikah masih busuk, berat semua. Pekerjaannya, ekonominya masih busuk semua, Tuhan sanggup mengubahkan semuanya. Kalau yang rohani sudah harum, yang jasmani juga pasti harum. Tuhan sanggup mengadakan mujizat jasmani bagi kita sekalian.

 

Belajar untuk taat, dibakar oleh nyala api Firman dan nyala api ujian. Kita mau menyembah Tuhan, biar proses pembakaran dari Tuhan itu berjalan dengan maksimal. Kita datang di kaki Tuhan, menyerah sepenuh, biar kita dibakar oleh Tuhan, dibolak balik, terserah Tuhan, kita menyerah sepenuh. Kita berbau harum di hadapan Tuhan maka mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga pasti terjadi.

 

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar