Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:4-5
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Ini janji pencurahan Roh Kudus kepada semua murid. Yesus adalah pembaptis Roh Kudus. Lukas 3:16b
3:16b tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Yang memenuhi kita dengan Roh Kudus adalah Yesus sendiri, hamba Tuhan hanya membantu memberikan penumpangan tangan.
Untuk bisa dipenuhi Roh Kudus, tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Artinya kita harus berupaya menjaga hati supaya tetap damai sejahtera, maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Bagaimana praktek menjaga hati tetap damai sejahtera.
1. Yesaya 32:17a
32:17a Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera,
Praktek pertama adalah hidup di dalam kebenaran. Yang membuat tidak benar adalah dosa. Jadi hidup dalam kebenaran adalah menyelesaikan dosa, mengakui dosa kita dan mengampuni dosa orang lain. Ini harus selalu kita upayakan.
II Korintus 13:8
13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.
Kalau kita masih diberi perpanjangan umur, diberikan kesempatan beribadah melayani Tuhan, Yesus belum datang, mari kita gunakan waktu yang ada untuk mengalami kelepasan dari dosa. Sampai tidak ada dosa lagi, kita benar seperti Yesus benar.
2. Yesaya 32:17b
32:17b dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
Praktek kedua hidup dalam ketenangan. Ini suatu perjuangan, karena dunia ini goncang, semuanya goncang, tidak ada bidang yang tidak goncang. Lalu bagaimana kita hidup dalam ketenangan? Hidup dalam ketenangan artinya buang segala kekuatiran, segala kebimbangan, ketakutan, tetap percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan.
Kalau sudah hidup benar, hidup tenang, maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Kita mengalami baptisan Roh Kudus.
Mengapa kita harus mengalami baptisan Roh Kudus.
1. Yohanes 6:63
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Sebab tanpa Roh Kudus, manusia daging yang hebat sekalipun sama sekali tidak berguna! Tidak berguna yang dimaksud di sini adalah tidak berguna bagi pekerjaan Tuhan, bagi kerajaan Sorga. Apa gunanya kaya, ada kepandaian tetapi tidak dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semua yang di dunia ini akan lenyap, makanya dikatakan manusia daging sama sekali tidak berguna kalau tanpa Roh Kudus. Ingat saja penciptaan manusia, waktu manusia diciptakan dari debu tanah, ketika belum dihembus Roh Kudus manusia hanya seperti patung, berkedip saja tidak bisa. Sebab itu harus ada Roh Kudus.
Matius 25:25,26,30
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Tidak berguna artinya tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak bisa dipakai oleh Tuhan. Sebab itu perlu Roh Kudus!
Tuhan mempercayakan talenta, harta Sorga yang suci kepada kita manusia yang berdosa! Ini merupakan kemurahan Tuhan. Kalau kita bisa dipercayakan suatu pelayanan, itu kemurahan Tuhan. Yang tadinya kita tidak berguna, mau Tuhan percaya, Tuhan mau pakai supaya berguna, ini kemurahan Tuhan. Ada yang diberi 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta. Jadi Tuhan memberikan talenta berdasarkkan kesanggupan masing-masing. Ini merupakan keadilan Tuhan.
Betapa bahagianya kita, sudah mendapat kemurahan Tuhan, mendapatkan lagi keadilan Tuhan. Semua diberikan kesempatan untuk melayani Tuhan. Jadi kalau kita bisa beribadah melayani Tuhan, itu adalah kemurahan dan keadilan Tuhan. Jangan menjadi hamba yang tidak berguna yang akhirnya dibuang dan dicampakkan ke tempat yang paling gelap.
Ada 3 macam talenta = 3 macam pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
a) 5 talenta
Angka 5 mengingatkan 5 luka utama Yesus di kayu salib, 2 di tangan, 2 di kaki dan 1 di lambung, sebagai sarana untuk kita bertobat. Kita semua adalah orang berdosa, Yesus sudah mati dengan 4 luka, tetapi Dia masih mau menerima luka kelima di kayu salib. KorbanNya merupakan sarana untuk kita bertobat.
Jadi 5 talenta artinya ibadah pelayanan harus ditandai dengan pertobatan. Sebagai gembala saya harus melayani dengan pertobatan. Pemain musik, zangkoor, pelayanan apa saja kita kerjakan dengan pertobatan. Itu adalah kemurahan dan keadilan Tuhan. Semua boleh melayani asalkan bertobat. Sedangkan untuk menjadi gembala jangan yang baru bertobat, apalagi tidak bertobat!
I Timotius 3:1,6
3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."
3:6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
Sekalipun hebat melayani kalau tidak bertobat, sia-sia, tidak ada gunanya! Itu disebut pembuat kejahatan.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Begitu juga bertobat lalu tidak melayani, itu juga sia-sia. Setelah bertobat harus dilanjutkan melayani Tuhan.
I Tesalonika 1:9-10
1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Mengapa bertobat tanpa melayani itu sia-sia? Sebab bisa kembali pada majikan yang lama, bisa kembali kepada dosa, sebab itu kita tidak boleh nganggur. Kalau bertobat lanjutkan melayani, orang yang melayani harus bertobat. Ini tidak bisa dipisahkan, pertobatan dan pelayanan.
Roma 6:13
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Kalau tidak menjadi senjata kebenaran bisa kembali menjadi senjata kelaliman. Kita sudah dilepaskan dari perhambaan dosa untuk melayani Tuhan, kalau tidak melayani Tuhan akan kembali menjadi hamba dosa. Apapun pelayanan yang kita lakukan, mungkin di mata manusia kecil, misalnya pembersih gereja, tetapi kalau tidak bertobat sia-sia. Mari kita gunakan perpanjangan waktu yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertobat, melayani Tuhan dengan pertobatan, tinggalkan hidup lama.
b) 2 talenta
Ini menunjuk menabur dan menuai.
Yohanes 4:36
4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
Pekerjaan kedua ini artinya kita harus aktif dalam penaburan benih Firman = harus makan Firman. Bagaimana mau melayani kalau tidak makan. Di awal mungkin kuat, lama-lama loyo, lama-lama pingsan, sebab itu harus aktif dalam penaburan benih Firman, harus makan Firman. Benih tidak bisa dipisah dengan tanah, tanah itu adalah hati kita. Harus menyediakan hati nurani yang baik untuk ditaburi dengan Firman.
Dalam perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan, di padang gurun mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Hati mereka tidak tahan lagi dan mereka muak terhadap manna sehingga ular tedung dikirim memagut. Perjalanan Israel dari Mesir ke Kanaan menunjuk kegerakan pembangunan Tubuh Kriistus. Dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus jangan sampai kita muak terhadap Friman. Kalau sudah bosan terhadap Firman racun setan masuk, dosa masuk, ajaran palsu masuk, gosip-gosip masuk, rohani jadi kering dan mati.
Mari masuk dalam penaburan benih Firman, aktif dalam penaburan benih Firman, makan Firman. Ibadah pendalaman Alkitab adalah kesempatan paling luas untuk kita makan Firman, nikmati Firman.
Kenyataannya dalam Kejadian 6:5 hati manusia cenderung jahat, tidak suka mendengar Firman.
Kejadian 6:5
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
Lalu bagaimana kita bisa menyediakan tanah hati yang baik untuk ditaburi dengan Firman?
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Caranya lewat baptisan air yang benar, disitulah kita mendapatkan hati nurani yang baik. Periksa baptisannya bagaimana? Dulu kita dibaptis syaratnya benar, pelaksanaannya benar, yang menangani benar tahbisannya, supaya hati nurani kita menjadi hati nurani yang baik sehingga bisa ditaburi benih Firman, kita bisa makan Firman, ada kekuatan untuk melayani. Kalau baptisan tidak sesuai Firman, itu yang membuat hati tetap jahat.
Syarat baptisan air adalah bertobat, setelah itu pelaksanaannya dikubur bersama Yesus dengan meterai nama yang jelas, nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sehingga kita keluar dari air, bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru, memiliki hati nurani yang baik.
c) 1 talenta
I Tesalonika 1:9-10
1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
1 talenta ini artinya melayani sambil menanti kedatangan Yesus kedua kali. Yesus belum datang, jadi jangan berhenti melayani, terus melayani, tidak ada istilah pensiun dari pelayanan, terus melayani sambil menanti kedatangan Yesus. Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang melayani ketika tuannya datang. Yang dilihat itu yang melayani saat menyambut Yesus. Kalau tidak melayani, nganggur saat Yesus datang, pasti ketinggalan. Harus melayani sambil menanti kedatangan Yesus kedua kali.
Sebenarnya ini yang paling gampang, cuma 1 talenta. Tetapi di sinilah banyak yang gugur. Dalam menanti kedatangan Yesus kedua kali ini banyak hamba Tuhan pelayan Tuhan yang gagal. Supaya kita tidak gagal, jagalah hati.
Mazmur 27:14
27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Syarat untuk bisa menanti kedatangan Yesus, jaga hati tetap kuat dan teguh. Di inilah peranan Roh Kudus. Mengapa kita butuh baptisan Roh Kudus? Roh Kudus membuat kita kuat teguh hati. Kalau tidak ada Roh Kudus kita tidak mampu, tidak akan kuat! Melayani dengan pertobatan tidak akan kuat. Mau makan Firman tidak akan kuat, bisa bosan seperti bangsa Israel. Waktu pertama kali menemukan manna mungkin dipikiran mereka ini makanan yang terlezat yang belum pernah mereka nikmati sebelumnya. Tetapi ketika sudah dekat Kanaan, mulai bosan, muak! Sama seperti ketika pertama kali menerima pengajaran, ini pengajaran yang saya butuh yang saya cari selama ini. Kalau tidak ada Roh kudus jadi bosan. Sebab itu kita butuh Roh Kudus.
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Roh Kudus mencurahkan kasih Tuhan di dalam hati sehingga membuat kita kuat teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak bosan. Waktu pertama melayani semangat. Apalagi waktu pertama kali ditahbiskan jadi gembala, begitu semangat, rasanya yang di sekolah Alkitab mau dicurahkan sekali khotbah. Tetapi lama kelamaan, apalagi kalau lihat ekspresi jemaat mulai garuk-garuk kepala, gosok-gosok kakinya di lantai, mulai kecewa, mulai loyo. Kalau tidak ada Roh Kudus bisa mundur, tahu begitu jadi pengerja saja. Atau yang sering terjadi malah bilang habis panggilan!
Usia tidak bisa direm, terus bertambah, kekuatan fisik menurun. Kalau tanpa Roh Kudus bisa berhenti melayani, tetapi dengan Roh Kudus terus melayani. Melayani dengan pertobatan, melayani dengan makan Firman, melayani dengan menanti kedatangan Yesus.
Roh Kudus membuat kita setia dan baik.
Matius 25:21
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Setia baik, setia tanggung jawab, setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Maka apapun tantangan yang kita hadapi Tuhan sudah jamin ‘masuklah dalam kebahagiaan tuanmu’ ada kebahagiaan Sorga Tuhan berikan kepada kita, sampai kita masuk dalam kebahagiaan dalam pesta nikah Anak Domba Allah.
Matius 25:26
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Kalau tidak ada Roh Kudus maka pasti jahat dan malas. Malas artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan dan jahat artinya mulutnya jahat! Bayangkan saja, tuannya dia persalahkan!
Matius 25:24
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Tuan itu menunjuk Yesus, dalam gereja wujud Yesus adalah Firman pengajaran yang benar. Firman terlalu keras, tidak punya hikmat, itu mulutnya yang jahat! Sampai salahkan hamba Tuhan, salahkan pelayan Tuhan yang lain.
Akibatnya tidak berguna, dibuang! Disebut hai hamba, tidak disebut lagi hai hambaku seperti kepada yang menerima 5 dan 2 talenta. Kalau malas dan jahat, putus hubungan dengan Tuhan = tidak dikenal oleh Tuhan! Tidak berguna bagi Tubuh Kristus, hanya masuk kegelapan yang paling gelap itulah aniaya antikristus.
Apa penyebab tidak setia?
Matius 25:18
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Penyebab tidak setia adalah perkara tanah = perkara dunia atau perkara daging. Itu yang membuat tidak setia. Sekarang ini yang membuat pelayan Tuhan tidak setia adalah perkara daging yang ada di kantong, yang ada di genggaman, handphone! Cuma karena itu sudah melalaikan pelayanan, melalaikan doa, melalaikan baca Alkitab. Kalau tidak hati-hati itu menjadi jebakan setan bagi kita.
Tuhan kasih handphone untuk kita manfaatkan untuk hal-hal positif, terutama hal yang rohani, jangan sampai terikat dengan itu! Terkutuk yang melalaikan pekerjaan Tuhan. Jangan sampai perkara tanah, perkara daging, membuat kita melalaikan pekerjaan Tuhan.
Yeremia 48:10
48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
2. Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Sebab tanpa Roh Kudus manusia daging hanya melakukan perbuatan daging atau perbuatan dosa sampai puncaknya dosa. Akibatnya mati rohani sampai nanti masuk kematian kedua di neraka. Tidak ada satu kekuatanpun di dunia ini yang bisa mematikan perbuatan daging, perbuatan, hanya oleh pekerjaan Roh Kudus! Minta Roh Kudus. Saya ingat pesan papa ‘ngana bisa main musik, bisa khotbah, bisa melayani apa saja, tetapi kalau tanpa Roh Kudus tidak akan bisa bertahan!’. Minta urapan Roh Kudus, diurapi Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus sampai mengalami Roh Kudus yang meluap-luap.
Lukas 11:9-13
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Minta kepada Tuhan karena itu memang kebutuhan kita maka Tuhan akan memberikan kepada kita Roh Kudus untuk mematikan daging sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Roh Kudus menuntun kita ke tempat yang aman itulah ruangan suci, penggembalaan, di situ tempat mempertahankan hidup benar dan suci.
Kisah Para Rasul 2:41-42
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Ini 3 macam ibadah pokok:
a) Ketekunan dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti itu ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
b) Ketekunan dalam persekutuan itu ibadah raya.
c) Ketekunan dalam doa adalah ketekunan dalam doa penyembahan.
Tekuni itu! Roh Kudus yang menuntun kita untuk masuk di dalam kandang
penggembalaan. Kalau ada Roh Kudus kita bergemar, menikmati penggembalaan,
tidak bosan. Tanpa Roh Kudus akan bosan. Tetapi kalau ada Roh Kudus kita akan
bertekun. Sampai nanti ada saatnya, tiap-tiap hari berada dalam rumah Allah,
tiap hari kita beribadah. Karena nanti aktivitas kita dalam kerajaan Sorga
adalah beribadah melayani Tuhan selamanya. Kalau 3 macam saja sudah bosan,
bagaimana kalau tiap-tiap hari, apalagi selamanya.
Sebab itu kita butuh Roh Kudus sehingga menuntun kita bisa tergembala, itu tempat untuk menjaga kebenaran, untuk ditingkatkan pada kesucian sampai nanti pada kesempurnaan. Tanpa Roh Kudus kehidupan kita tidak bisa setia, tidak bisa benar, tidak bisa suci!
3. Roma 8:6-7
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Sebab tanpa Roh Kudus maka daging tidak bisa taat pada Firman. Contohnya saja di negara kita ada undang-undang, tetapi undang-undang dibikin justru malah dilanggar karena daging tidak bisa taat. Butuh Roh Kudus supaya kita bisa taat pada Firman.
Jadi manusia tanpa Roh Kudus adalah manusia yang tidak setia, tidak benar, tidak suci, tidak taat. Bagaimana keadaan orang tanpa Roh Kudus?
Lukas 3:16-17
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
Tanpa Roh Kudus kehidupan itu seperti jerami atau sekam. Tidak ada guna, hanya untuk dibakar dalam api yang tidak terpadamkan, api neraka! Mulai dibakar api hawa nafsu, api pencobaan, api dosa sampai dibakar di dalam api neraka. Orang Kristen tanpa Roh Kudus hanya menjadi Kristen jerami, Kristen sekam. Sekam itu kulit padi. Artinya hanya puas dengan perkara-perkara jasmani tetapi tidak mau diisi dengan perkara yang rohani. Kalau jerami tidak ada buah di situ, hanya ada tangkai. Tidak ada perkara rohani berarti tidak ada Firman, tidak ada Roh Kudus dan tidak ada kasih Tuhan.
Orang seperti ini disebut orang yang paling malang.
I Korintus 15:19
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus artinya dia mengikut Yesus hanya untuk mendapat perkara jasmani. Sebenarnya mengikut Yesus sudah ada jaminan keselamatan tetapi kehilangan keselamatan karena hanya mencari yang jasmani. Jangan sampai terjadi dalam kehidupan kita. Mengikut Yesus hanya untuk mendapat kesembuhan, ikut Yesus hanya untuk diberkati.
Sudah dinubuatkan di zaman Yeremia, ada nabi yang mengajar sewenang-wenang, kita selamat, diberkati, damai sejahtera. Jadi hanya memicu umat Tuhan ikut Tuhan untuk diberkati secara jasmani, tetapi kejahatan dibiarkan. Sehingga Tuhan bilang itu perkataan dusta! Ini tanggung jawab kami sebagai hamba Tuhan pemberita Firman. Memang berkat dan damai sejahtera pasti Tuhan berikan, tetapi yang utama jemaat diarahkan untuk memiliki bobot rohani, ada isi, punya mutu, punya kualitas, bukan hanya mencari perkara yang jasmani.
Yeremia 7:4-5,8-10; 23:15-17
7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN,
7:5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,
7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.
7:9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,
7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."
23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
Akhirnya dari para nabi dosa meluas. Dari gembala dosa meluas kepada jemaat! Tetapi Firman seperti itu banyak yang suka.
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?
Apakah kita mau tetap seperti sekam atau jerami? Hanya dijejali dengan berkat, selamat, diberkati, kita Tubuh Kristus tetapi tidak pernah ditunjuk dosanya, tidak pernah diarahkan untuk mengalami peningkatan mutu, ada isi rohaninya, ada bobot rohani.
Kehidupan seperti ini seperti rumah yang dibiarkan kosong dan akhirnya roh-roh jahat kembali dengan 7 roh jahat.
Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."
1 roh jahat mengajak 7 roh jahat, berarti 8. Ini angka 8 yang negatif, jadi sulit berubah karena kosong, tidak ada Firman, Roh Kudus dan kasih. Tidak ada iman, pengharapan dan kasih Allah. Maka dia menjadi sarang roh-roh jahat, roh najis, sulit untuk berubah. Alkitab mencatat akan datang masa yang sukar, manusia sukar berubah!
II Timotius 3:1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Makanya kita butuh Roh Kudus supaya kita dibawa dalam penggembalaan, di situ kita mau diisi dengan Firman, Roh Kudus dan kasih, iman, pengharapan dan kasih.
1. Ketekunan dalam ibadah raya. Di sini Roh Kudus memampukan kita untuk makan Firman penggembalaan. Kita bisa mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Sampai kita bisa mengerti, kita percaya. Kalau makan makanan jasmani kita kenyang. Kalau makan Firman sampai kita percaya, menjadi iman dalam hati kita.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Roh Kudus memampukan kita makan, mendengar sampai percaya. Tidak kosong lagi, sudah ada isi iman.
Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Yang dicari adakah iman. Kalau kita tidak punya iman tidak bisa menyambut kedatangan Yesus. Iman di hati itu memberi kepuasan. Apa bukti kita puas? Iman adalah kebenaran. Bukti puas adalah kita hidup dalam kebenaran. Sekalipun diterpa berbagai macam dosa, tetapi kita bisa bertahan hidup dalam kebenaran.
Roma 3:28; 5:1
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Galatia 2:16; 3:11,24
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
Itu berarti kita kenyang, puas. Hidup dalam kebenaran itu puas. Kenapa tidak puas? Karena ada yang tidak benar! Tidak puas dalam nikah karena ada yang tidak benar. Tidak puas dalam pelayanan karena ada yang tidak benar. Dalam hidup sehari-hari tidak puas, karena ada yang tidak benar. Kalau benar pasti puas. Orang benar diberkati sampai ke anak cucu, dia puas.
Mazmur 37:25-26
37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Kalau benar kita puas, bahkan dipagari dengan anugerah.
Mazmur 5:13
5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Kalau merasa tidak puas, berarti ada yang tidak benar. Kalau seluruh sidang jemaat tidak puas, berarti yang diajarkan gembala sudah tidak benar.
2. Ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab kita mencerna makanan, mencerna Firman sampai sekecil-kecilnya. Artinya Firman pengajaran itu semakin dibukakan rahasianya untuk menunjukan dosa sampai yang sekecil-kecilnya sehingga kita bisa hidup dalam kesucian, ada isi yaitu isi kesucian.
I Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Kita diisi dengan kesucian, ada pengharapan.
3. Ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, di situ kita menyerap Firman, Firman mendarah daging menjadi tabiat kita. Ada isi tabiat Yesus yaitu taat. Orang yang taat = orang yang punya kasih, kita punya isi kasih Tuhan.
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Ayo tekuni penggembalaan. Di situ kita diisi oleh Tuhan, mengalami peningkatan bobot rohani. Ada iman, pengharapan (kesucian), ada kasih Tuhan yang semakin bertambah-tambah sampai nanti permanent atau sempurna.
I Korintus 13:12-13
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kasih Allah itu bagaikan tangan Tuhan yang kuat dan setia.
Ulangan 7:7-9
7:7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu — bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? —
7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
7:9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,
Dulu dengan tangan yang teracung tangan Tuhan sanggup melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Sekarang tangan kasih setia Tuhan sanggup melepaskan kita dari perbudakan-perbudakan dosa! Apa yang masih memperbudak kita sampai saat ini, yang mengikat kita? Asalkan kita mau masuk dalam penggembalaan, diisi dengan iman, pengharapan dan kasih, maka tangan yang dulu melepaskan Israel dari perbudakan di Mesir juga sanggup melepaskan kita dari dosa yang mengikat!
Selama kita masih mau tergembala, bisa tekun dalam penggembalaan, mau mendengar Firman, mau menyerap sari-sari dari Firman itu, ada tangan belas kasih Tuhan yang sanggup melepaskan dari belenggu ikatan dosa apa saja. Tergantung kita mau atau tidak! Saya percaya kalau bapak ibu masih datang beribadah berarti hati nurani kita masih mau lepas, cuma kita gengsi saja. Buktinya mau datang, apalagi datang dari jauh!
Sore ini kita butuh Roh Kudus, buka hati. Di depan ada perjamuan suci, biar tangan yang kuat dan setia itu melepaskan dari belenggu dosa apa saja. Dosa kejahatan, dosa kenajisan, puncak dosa makan minum kawin mawin, sehingga kita bisa menuju Kanaan, dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Kaum muda keledai muda yang mau ditunggangi oleh Yesus, sebab itu iblis berupaya membelenggu kaum muda. Banyak kaum muda yang terbelenggu oleh dosa sampai puncaknya dosa. Kalau sampai sekarang ini masih bisa berada dalam penggembalaan, kita masih bisa beribadah, bisa mendengar Firman, sebenarnya hati kecil kita masih rindu untuk lepas. Tinggal kita buka kepada Tuhan, lepaskan saya Tuhan, pakai saya. Seperti nabi Yesaya, dia dilepaskan dari dosa perkataan. Ketika Tuhan bertanya ‘siapa yang akan Ku utus? Dia langsung berkata ini aku, utuslah aku Tuhan. Tadinya dia berkata bagaimana mungkin bisa lepas dari dosa ini, saya tinggal di tengah bangsa yang najis bibir! Tetapi api kasih Tuhan dari mezbah Korban Bakaran disentuhkan di bibirnya dan dia bisa dilepaskan. Dari ikatan apa saja, Tuhan sangat mampu melepaskan dari belenggu apa saja.
Dosa masalah terberat, kalau dosa bisa dilepaskan, maka masalah apapun bisa Tuhan lepaskan. Tangannya selalu diulurkan, tinggal mau atau tidak. Bapak ibu merindu jamahan tangan Tuhan, bukalah hati. Izinkan Tuhan bekerja malam ini, ada perjamuan suci kita terima. Biarkan Tuhan bekerja melepaskan dari belenggu apa saja, menyelesaikan dari belenggu apa saja. Sampai waktu Yesus datang kembali kita mengalami kelepasan terakhir dari dunia, terangkat ke awan-awan menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga. Masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai, masuk kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem Baru.
Rasul Paulus mengaku orang yang paling berdosa, bisa dilepaskan. Jadi tidak ada alasan bagi kita ‘saya orang berdosa tidak mungkin lepas’ karena orang paling berdosa bisa dilepaskan.
I Timotius 1:12-17
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
Tuhan sanggup melepaskan, kita butuh Roh Kudus, Roh Kudus ada di tengah-tengah kita saat ini. Tidak ada perkara yang mustahil bagi kita yang percaya kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar