20250927

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 27 September 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 14:1-3

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

 

Dalam Terang Tabernakel pasal ini terkena pada Tabut Perjanjian. Ayat 1-14 terbagi 2 bagian:

1.      Ayat 1-9 Perjanjian di dalam pengharapan. Ada perjanjian dari Tuhan dengan kita dan dari kita ada pengharapan akan janji itu.

2.      Ayat 10-14 Perjanjian dalam iman atau percaya.

 

Kita bahas poin pertama. Di sini Yesus menjanjikan bahwa kita akan dibawa masuk di dalam kerajaan Sorga, berada di tempat di mana Yesus berada. Kita diberikan pengharapan, sekalipun kita menderita di dunia ini, kita akan dibawa masuk ke tempat di mana Yesus berada. Ini hubungan tererat, hubungan kepala dan tubuh = hubungan mempelai. Kepala itu suami, kita tubuh adalah isteri. Ini suatu pengharapan bagi kita. Kita renungkan, kita manusia yang penuh cacat cela, seharusnya binasa, tidak ada pengharapan sama sekali, bangsa kafir itu lahir hanya untuk mati dan binasa. Bagaikan anak keledai yang lahir harus dipatahkan batang lehernya. Tetapi Tuhan memberikan pengharapan kepada kita. Kita mau dibawa pada hubungan yang lebih erat dengan Tuhan. Kita sebagai Tubuh dan Dia kepala, tidak terpisah untuk selamanya.

 

Di sorga Yesus menyediakan tempat bagi kita. Di bumi kita harus menyiapkan tempat bagi Yesus sebagai kepala. Tempatnya kepala adalah tubuh. Jadi di dunia ini kita harus masuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau kita punya pengharapan untuk menjadi Mempelai, untuk berada di mana Yesus berada, kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ini adalah rencana damai sejahtera dari Tuhan. Kita bangsa kafir yang sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali dengan Tuhan, seharusnya binasa, lalu menjalin hubungan dengan Tuhan lalu dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ini adalah rencana damai sejahtera.

Yeremia 29:11

29:11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Rencana damai sejahtera ini dikaitkan dengan kembali dari pembuangan di Babel.

Yeremia 29:10

29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.

 

Ada 2 proyek besar secara rohani di akhir zaman ini:

1.      Proyek Allah yaitu pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Tuhan. Ini akan dibawa pada Yerusalem Baru.

2.      Proyek setan yaitu pembangunan Tubuh Babel, mempelai wanita setan.

 

Kita berada di mana? Berada pada proyek Allah atau proyek setan. Kalau hidup penuh pengharapan, kita bawalah hidup kita pada proyek Allah, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, masuk di dalam rencana Tuhan, rencana damai sejahtera. Biar kita dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, terhindar dari pembangunan tubuh babel, gereja palsu, mempelai wanita setan.

 

Proses dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

Zakharia 2:1-5

2:1 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur.

2:2 Lalu aku bertanya: "Ke manakah engkau ini pergi?" Maka ia menjawab aku: "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya."

2:3 Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya,

2:4 yang diberi perintah: "Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.

2:5 Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."

 

Di sini kita lihat, Zakharia dalam suatu penglihatan, melihat ada seorang yang diutus untuk mengukur Yerusalem. Yang dimaksud di sini bukan Yerusalem di Timur Tengah sana tetapi sidang mempelai. Yerusalem itu diukur. Jadi proses untuk terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Tuhan adalah kita berupaya untuk masuk di dalam ukuran Tuhan. Berupaya supaya hidup kita sesuai selera Tuhan. Kalau kita tidak mencapai ukuran itu, jangan harap untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan untuk masuk kota Yerusalem Baru.

 

Untuk bisa sampai di tempat yang Tuhan sediakan, ayo berupaya masuk ukuran Tuhan, hidup kita harus sesuai selera Tuhan. Oleh sebab itu ibadah kita harus sesuai selera Tuhan, bukan selera manusia. Ibadah ini menentukan kita masuk ukuran Tuhan atau tidak.

Roma 14:17-18

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

 

Ibadah yang sesuai selera Tuhan itu bukan yang jasmani, tetapi soal kebenaran, ada Firman pengajaran yang benar ditampilkan di situ. Soal damai sejahtera, hasil dari kebenaran. Soal sukacita oleh Roh Kudus, sukacita karena penyucian. Di dalamnya ada pembukaan rahasia Firman yang memerdekakan. Kebenaran itu memerdekakan. Kalau sudah merdeka, bebas dari dosa dan segala ikatan kita damai sejahtera. Dan ada sukacita dari Roh Kudus, sukacita karena menerima penyucian.

 

Kalau ibadah kita sudah sesuai selera Tuhan, baru rohani kita diukur oleh Tuhan. Apa yang diukur? Dalam kitab Zakharia pasal 2 yang diukur adalah panjang dan lebar. Ini adalah hubungan horizontal = hubungan kasih kepada sesama. Ibadahnya sudah sesuai pengajaran yang benar, tetapi hubungan dengan sesama bagaimana?

 

Satu tubuh Kristus berarti bisa saling mengasihi. Bagaimana mengaku satu tubuh kalau saling membenci, saling menjelekkan, saling menjauhi. Itu namanya bukan satu tubuh. Pertanyaannya dari mana kasih persaudaraan itu?

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kasih persaudaraan atau kasih sesama berasal dari ketaatan pada Firman pengajaran yang benar. Makanya jangan heran sudah satu pengajaran tetapi tidak bisa menyatu, malah saling menjauhi karena persoalannya pada ketaatan. Kalau kita taat pada Firman pengajaran yang benar bisa menyatu, bisa saling mengasihi. Kalau yang satu taat, yang lain tidak taat, tidak akan bisa! Mau dipaksakanpun cuma kemunafikan yang terjadi. Kelihatan dalam satu persekutuan tetapi tidak bisa satu, hanya senyum-senyum munafik. Kalau taat bisa menyatu, saling mengasihi.

 

Mengasihi sesama itu berarti mengasihi Tuhan. Tuhan berikan perintah untuk kita taati baru bisa mengasihi sesama.

I Yohanes 4:20-21

4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

 

Sekalipun ibadah pelayanan kita hebat, kalau tanpa kasih adalah sia-sia. Kita datang jauh-jauh beribadah, tetapi kita tidak taat pada Firman Tuhan, berarti tidak punya kasih, ibadah kita sia-sia! Biarpun sudah menyerahkan nyawa, memberi diri dibakar sekalipun, kalau tidak punya kasih tidaklah berguna. Mau keluar negeri ikut persekutuan, bayar berapapun, kalau tidak taat, tidak punya kasih, tidak ada gunanya. Pergi hanya bergosip, hanya berbuat dosa, semua sia-sia!

I Korintus 13:1-3

13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 

13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

 

Semua tidak ada artinya kalau tidak punya kasih. Lalu apa prakteknya kalau kita punya kasih?

Zakharia 2:8-9,11

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya —:

2:9 "Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.

2:11 dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu." Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

 

Dari ayat yang kita baca ini 3 kali dituliskan ‘mengutus aku’. Jadi praktek ada kasih adalah menyambut utusan Tuhan yang disertai kemuliaan Tuhan. Sampai 3 kali dituliskan ‘mengutus aku’ berarti Zakharia sungguh-sungguh hamba Tuhan yang diutus oleh Allah Tritunggal. Kemuliaan Tuhan dalam gereja sekarang wujudnya adalah cahaya Injil Kemuliaan Kristus = pengajaran yang benar.

 

Jadi kalau disimpulkan praktek ada kasih adalah menyambut hamba Tuhan yang dipercayakan Firman pengajaran yang benar. Artinya beri diri untuk digembalakan oleh hamba Tuhan yang punya bobot Firman pengajaran yang benar, bukan tong kosong bunyi nyaring! Bapak ibu bisa melihat dalam praktek hidupnya sehari-hari, dalam tahbisannya dan dalam nikahnya apakah hamba Tuhan itu punya bobot atau tidak.

 

Kalau datang di sini lalu tidak menemukan bobot Firman, rugi! Kita kumpul beribadah lalu yang tampil memberitakan Firman kosong! Kalau ada bobot bawa diri kita digembalakan, di situ kita diproses untuk memiliki kasih Tuhan, kasih kepada sesama. Sebagai hamba Tuhan harus berani untuk diperiksa oleh sidang jemaat, jangan menutup-nutupi. Isteri saya nomor 1 menilai, orang-orang di pastori yang menilai. Saya juga datang dalam persekutuan lalu tidak ada bobot di situ, buat apa!

 

Tanda tergembala mulai dari gembala:

Zakharia 2:6-7

2:6 Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.

2:7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

 

Zakharia 2:7 (Terjemahan Lama)

2:7 Dengarlah, hai Sion! Luputkanlah dirimu dari sana, hai engkau yang lagi duduk di tanah Babil!

 

Tanda tergembala adalah lari dari Babel. Artinya berupaya keras untuk lepas dari roh Babel. Roh babel ini bekerja keras akhir zaman ini untuk menguasai gereja Tuhan sehingga tidak bisa terbangun menjadi Tubuh Kristus. Apa itu roh babel?

1.      Yesaya 47:7-8

47:7 Katamu tadinya: "Untuk selama-lamanya aku tetap menjadi ratu!" sedang engkau tidak menyadari dan tidak memikirkan kesudahan semuanya itu.

47:8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!"

 

Yang pertama roh babel itu memanjakan daging, menyenangkan daging. Dia ikuti hawa nafsu, keinginannya, semua untuk kesenangan daging. Kalau gembala memanjakan daging bagaimana nasib sidang jemaat. Sementara kita harus beralih pada tubuh kemuliaan, kemah sorgawi, tetapi masih mempertahankan kemah jasmaninya. Makanya dalam II Korintus disebut manusia mengeluh, mau beralih pada kemah sorgawi tetapi pertahankan kemah jasmani. Mau masuk dalam kemuliaan bersama Yesus tetapi pertahankan daging, makanya banyak keluhan. Daging ini jangan dimanja, harus dirobek dimatikan keinginannya. Bukan malah diikuti maunya!

 

Kadangkala kalau sementara persiapan atau duduk-duduk merenungkan Firman, kadangkala muncul pikiran, tutuplah yang ini, gabung saja ibadah, terlalu capek. Tetapi ingat lagi, gembala jangan manja daging, lebih baik capek melayani dari pada capek duduk-duduk, jadi saya tepis pikiran itu. Guru kami katakan, kalau masih ada hari kosong tidak melayani, buka sidang. Jangan dimanja ini daging, matikan suara dagingnya, tetapi bukan ambisi. Untuk apa doa puasa, sudah padat pelayanan ditambah lagi doa semalaman, tetapi itu semua supaya daging ini mati, jangan dimanja! Biar jemaat bisa meneladani, matikan suara daging, jangan diikuti. Kalau mengikuti suara daging pasti jatuh dalam dosa dan berakhir pada maut kebinasaan.

 

2.      Pemuncakan dosa

Wahyu 17:4-5

17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

 

Ini puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mawin, begitu hebat hari-hari terakhir ini. Luar biasa menghantam sampai hamba Tuhan kena. Berapa banyak pendeta kena narkoba karena stress dalam pelayanan. Kalau ada Roh Kudus tidak akan begitu.

 

3.      Babel itu adalah ajaran palsu yang hanya menekankan kemakmuran dan hiburan daging!

Wahyu 18:7

18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.

 

Lari itu butuh tenaga ekstra, beda kalau jalan. Ayo harus ada upaya keras karena iblis berupaya keras mau membawa kita masuk pada proyeknya. Makanya kita berupaya keras lari dari setan, lari dari Babel, luput dari roh babel.

 

Kalau disimpulkan upaya keras kita adalah berusaha masuk dalam penyucian, hidup dalam kekudusan.

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Kalau dulu sudah berupaya hidup suci, sekarang kita berupaya lebih keras lagi untuk hidup di dalam kekudusan dan kesucian karena kita menghadapi dosa yang semakin hebat, gerakan iblis semakin luar biasa karena dia tahu waktunya sudah singkat, makanya dia berupaya lebih keras untuk menjatuhkan kita. Kita berupaya lebih keras lagi untuk hidup di dalam kekudusan, kesucian,

 

Sekarang semakin canggih teknologi, kita semua punya gadget. Kadang sementara baca berita di internet muncul iklan yang aneh-aneh. Sudah diblokir muncul lagi. Kalau tidak ada upaya keras, malah coba buka, akhirnya keterusan. Gadget yang kita punya pakai untuk memuliakan Tuhan, harus ada upaya keras untuk hidup dalam kesucian. Semakin kita suci, semakin damai sejahtera. Kalau kita tidak hidup suci, kita ikut goncang dengan dunia. Bahkan tidak sedikit orang Kristen gugur dari iman, meninggalkan imannya kepada Yesus. Berapa banyak pendeta yang meninggalkan Yesus. Jawabannya satu, karena tidak hidup suci. Sebab Alkitab mengatakan semakin suci, semakin damai. Suci dan damai itu suatu kesatuan, tidak bisa dipisah.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Kaum muda jaga kekudusan!

Mazmur 119:9-11

119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

 

Om hanya bisa mengarahkan, ayo banyak baca Alkitab, dari pada hanya buka tiktok. Mari kejar kekudusan, kejar kesucian baik secara pribadi dan juga kekudusan nikah. Maka ada damai sejahtera dan pemeliharaan. Sejauh mana kita disucikan, sejauh itu kita dipelihara Tuhan. Jadi pemeliharaan kita bukan dari kekayaan kita, bukan dari kebun, bukan dari ijazah, bukan dari kedudukan, tetapi dari kekudusan.

 

Antikristus itu semakin menancapkan kukunya. Mungkin sekarang 10% kita 90%. Antikristus 20% kita 80%. Terus sampai 100% dia menguasai, kita tinggal 0%. Kalau kita bergantung pada apa yang ada di dunia ini, untuk sementara kita merasa dipelihara. Tetapi begitu antikristus berkuasa tidak ada pemeliharaan, habis! Mau dipelihara, harus sembah antikristus, terima capnya.

 

Pemeliharaan sejati itu dari kekudusan. Roh terpelihara, jiwa terpelihara, tubuh terpelihara. Tuhan sanggup memelihara sekarang, masa depan, sampai zaman antikristus kita terpelihara.

 

Kalau kita sudah dalam pengajaran, kita hidup sungguh-sungguh dalam kekudusan, nanti kita akan melihat suatu kegerakan yang besar, jiwa-jiwa akan berduyun-duyun datang untuk menerima pengajaran. Kita berbahagia menjadi saksi kegerakan itu. Jangan sampai kegerakan terjadi kita malah di luar karena tidak berada dalam kekudusan!

Zakharia 2:11

2:11 dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu." Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

 

Akan terjadi kegerakan hujan deras Firman pengajaran, saat itu kita tinggal buka pintu orang sudah datang. Dalam kitab Yesaya dikatakan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun naik ke gunung Allah mencari pengajaran. Kita sudah di dalamnya, berbahagialah kita, jangan keluar! Kegerakan ini akan semakin membesar, ini suatu pengharapan dari Tuhan kepada kita.

 

Hasilnya jika kita menjaga kekudusan, kita ada dalam kegerakan rohani adalah kita menjadi biji mata Tuhan.

Zakharia 2:8

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya —:

 

Kegerakan rohani, kegerakan Firman pengajaran semakin besar, tantangannya akan semakin besar juga. Tetapi kita tidak usah takut, kita biji mata Tuhan, kita dipelihara dan dijaga Tuhan.

 

Mazmur 17:8

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Wahyu 12:14

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

 

Sayap Tuhan menaungi kita. Itulah tangan kemurahan kebaikan Tuhan menaungi kita sampai di zaman antikristus. Waktu Yesus datang kita diangkat di awan-awan, bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, dibawa ke tempat di mana yang sudah Dia sediakan bagi kita.

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar