Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas atau kandil.
Keluaran 25:31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
Bicara kaki dian emas menunjuk gereja Tuhan sebagai terang dunia.
Kaki dian emas terdiri dari 3 bagian:
1. Kakinya menunjuk pendirian dari gereja Tuhan.
2. Batang atau pokoknya
3. Cabang
Kita membahas tentang kaki, pendirian gereja Tuhan. Untuk bisa menjadi terang dunia kita harus memiliki pendirian atau dasar yang kuat. Ada 2 macam gereja Tuhan supaya bisa menjadi terang dunia.
1. Efesus 2:19-20
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Ini adalah Korban Kristus yang membawa kita pada keselamatan, bisa lahir baru, memiliki hati dan roh yang taat. Kemudian disucikan di dalam penggembalaan untuk dipakai dalam pelayanan.
2. Rasul dan nabi. Rasul menunjuk Perjanjian Baru dan juga Firman pengajaran
Kisah Para Rasul 2:42
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Nabi menunjuk Perjanjian Lama dan juga Firman nubuatan.
II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Firman nubuatan mengungkapkan apa yang akan terjadi dan pasti terjadi, terutama gereja Tuhan yang akan disempurnakan dan dunia akan dihukum. Sementara Firman pengajaran menuntun kita pada kegenapan nubuatan kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang luput dari penghukuman atas dunia. Karena keduanya berbicara mempelai maka disebut Kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar.
Kita harus berdiri teguh di atas Firman pengajaran yang benar. Mengapa harus berdiri kokoh? Karena kita menghadapi angin pengajaran palsu yang mengombang-ambingkan gereja Tuhan.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
Bicara terombang ambing itu mengingatkan kita tentang berlayar. Perjalanan kita bagaikan berlayar. Kita diperhadapkan angin pengajaran palsu juga gelombang dosa, gelombang masalah sampai masalah yang mustahil. Kita belajar dari pelayanan rasul Paulus.
Kisah Para Rasul 27:14-15
27:14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".
27:15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
Paulus berlayar menuju ke Roma. Kalau belajar dari sejarah Roma, sampai di sana dia dihukum mati. Apa artinya bagi kita? Artinya perjalanan rohani kita sampai daging mati sepenuhnya! Suaranya, hawa nafsunya, keinginan, ambisi, emosi, perbuatannya, semua mati. Dan hidup Yesus sepenuhnya ada di dalam kita.
Doa puasa ini untuk mematikan daging. Kita tidak makan, tidak minum, tidak beraktivitas mencari nafkah. Semua dimatikan, daging kita dimatikan sepenuhnya sampai hidup Yesus ada di dalam kita, kita menjadi sempurna sama seperti Yesus.
Kita mengarungi lautan dunia yang penuh angin dan gelombang. Angin menunjuk angin pengajaran palsu, gelombang menunjuk gelombang pencobaan di segala bidang sampai yang mustahil, juga menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Angin dan gelombang ini adalah serangan setan untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita. Saat semua tenang perjalanan hidupnya, ekonomi stabil, pekerjaan lancar, nikah aman, tiba-tiba sekonyong-konyong datang angin dan gelombang membuat perahunya tenggelam.
Mengapa kita sering diterpa angin dan gelombang di dunia ini?
a) Kisah Para Rasul 27:11
27:11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
Perkataan Paulus, perkataan hamba Tuhan, jadi menunjuk Firman Tuhan. Karena lebih percaya perkataan manusia dari pada nasihat Firman. Juru mudi ini memang orang yang berpengalaman. Jadi percaya perkataan manusia ini berarti lebih percaya pada pengalaman, kemampuan, kekuatannya sendiri dari pada nasihat Firman. Begitu tidak peduli nasihat Firman, di situ badai datang. Syukur kalau masih mau kembali kepada Tuhan, mau berseru kepada Yesus, masih bisa tertolong. Tetapi seringkali ketika badai datang, ambil jalan keluar sendiri sehingga tambah tenggelam, tambah binasa.
b) Kisah Para Rasul 7:12
27:12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
Mengapa badai datang? Karena mau yang enak bagi daging, tidak mau merobek daging lewat Firman pengajaran dan juga lewat pengalaman salib. Firman pengajaran dan salib itu satu, itu kuasa ibadah. Menolak pengajaran = menolak salib, hanya mau yang enak bagi daging. Nasihat Firman dia anggap tidak cocok, tidak logis, tidak pas, akhirnya dia pakai caranya sendiri.
Yesaya 30:15
30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
Ini nasihat Firman tetapi mereka anggap nasihat Firman tidak enak bagi daging.
Yesaya 30:16
30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
Semua yang enak bagi daging memang hanya membawa pada kebinasaan, kecelakaan. Jadi kalau selalu memilih yang enak bagi daging, sebentar lagi akan lenyap, akan binasa. Firman Tuhan memang sakit bagi daging, tetapi dibalik itu kemuliaan. Enak bagi daging tetapi dibalik itu kebinasaan, kecelakaan.
Banyak contoh dalam Alkitab, ketika memilih yang enak bagi daging akibatnya binasa, celaka!
Salah satu contoh, Tabut Perjanjian harusnya dipikul, lalu raja Daud menaruh tabut perjanjian di kereta ditarik lembu. Enak bagi daging tidak perlu memikul ke Yerusalem. Di tengah jalan lembu tergelincir, tabut seperti mau jatuh. Uza mengulurkan tangan memegang tabut supaya jangan jatuh, akibatnya disambar Tuhan sampai mati di situ! Kalau enak bagi daging seperti itu, bukan menyelesaikan masalah, justru menambah masalah sampai binasa.
Daging itu mustahil untuk taat pada Firman. Jadi kalau sudah pilih yang enak bagi daging pasti berlawanan dengan Firman, tidak mungkin taat pada Firman Tuhan.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Kalau sudah pilih daging pasti tidak taat pada Firman. Sama kami hamba Tuhan, kalau pilih melayani yang enak bagi daging, sudah tidak taat pada Firman, sudah keluar dari jalur Firman, sudah menyimpang dari pengajaran yang benar. Kalau semua pilih yang enak bagi daging, pasti tidak taat pada Firman, keluar dari tangan Tuhan, berada di tangan setan.
Jadi kalau disimpulkan penyebab badai hidup datang adalah dosa tidak percaya dan dosa tidak taat pada Firman Tuhan! Sebelum badai itu datang, Tuhan sudah mengutus hamba Tuhan yang memberitakan Firman untuk kita percayai dan taati. Gembala sudah memperingatkan lewat Firman ada badai di depan. Tetapi karena tidak percaya, tidak taat akhirnya kena badai.
Amos 3:7
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Sekarang diberitahukan kepada kita di depan itu ada badai. Sama soal pengajaran dan persekutuan, sudah berkali-kali gembala ingatkan jangan sembarang bersekutu. Tetapi ikut saja pengajaran lain yang tidak sesuai pengajaran yang benar, tidak mau mendengar nasihat gembala, akibatnya kena angin! Perahu yang seharusnya menuju pelabuhan damai sejahtera malah berbelok arah. Sudah diperingatkan tetapi pilih yang enak bagi daging, lebih percaya dan lebih taat pada sesuatu di dunia dari pada Firman Tuhan, lebih percaya dagingnya, yah berbelok arah, tidak pernah sampai ke Yerusalem Baru.
Sekarang diperingatkan lagi, soal persekutuan jangan asal, ada angin pengajaran palsu di depan. Angin pengajaran palsu itu dimulai angin sepoi-sepoi.
Kisah Para Rasul 27:13-15
27:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
27:14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".
27:15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
Kalau pilih yang enak bagi daging kena angin pengajaran palsu yang dimulai dari angin sepoi-sepoi. Inilah angin sepoi-sepoi, kelihatan benar, kelihatannya akan mencapai Yerusalem Baru padahal tidak! Ini pengajaran yang menipu, kelihatan tidak apa-apa padahal sudah membinasakan. Kalau sudah kena angin sepoi-sepoi akibatnya kering.
Angin sepoi-sepoi = angin selatan.
Lukas 12:55
12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
Mulai perkataannya kering, mulai kritik gembala, masa begini saja tidak boleh, pendeta itu terlalu ekstrim masa hanya dia yang boleh didengar, yang lain tidak boleh. Mulai berperasangka buruk, mulutnya kering, mulai menghasut yang lain, kamu jangan terlalu ekstrim, itu pendeta masih muda, belum mengerti apa-apa. Akhirnya mulai kena angin sepoi-sepoi. Bahaya kalau kena angin sepoi-sepoi, mulai kering, mulutnya kering, mulai tidak puas dalam nikah, tidak puas dalam penggembalaan.
Kalau dibiarkan akan menghadapi angin sakal, angin dari depan. Ini adalah pengajaran yang menentang pembangunan Tubuh Kristus. Pembangunan Tubuh Kristus belum selesai, sekarang sedang membangun, nanti selesai di depan. Dasar pembangunan Tubuh Kristus adalah batu penjuru, salib Kristus. Jadi angin sakal ini pengajaran yang menentang salib.
Filipi 3:18
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Tanda bahwa ajaran itu menentang pembangunan Tubuh Kristus adalah semua sudah mengarah pada hal-hal dunia, sudah duniawi. Hal-hal dunia masuk dalam gereja, perkara dunia yang digembar-gemborkan. Dan yang menjadi motivasi pelayanan adalah perut, perkara yang jasmani, sehingga pelayanan sudah diukur dengan uang semuanya. Saya khotbah dapat berapa, main musik bayarnya berapa, pimpin pujian dibayar berapa. Keberhasilan pelayanan diukur dengan uang, dengan perkara jasmani. Pendetamu titlenya apa, kalau ada titlenya dianggap hebat.
Kalau sudah kena angin haluan, baru datang angin badai yang menghancurkan hidup kita, terutama menghancurkan nikah. Kalau ajarannya sudah melegalkan kawin cerai, itu sudah angin badai! Kalau ajarannya sudah memperbolehkan perempuan memimpin dan mengajar laki-laki itu sudah angin badai. Salah satu angin badai adalah ajaran Izebel. Dia yang mengatur di Israel, raja Ahab hanya menjadi raja boneka.
Wahyu 2:20
2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
Kita menghadapi ajaran palsu, angin yang semakin kencang. Mulai dari angin sepoi-sepoi, angin haluan sampai angin badai mau menghancurkan nikah kita.
Angin dan gelombang membuat hidup kita menjadi susah payah.
Kisah Para Rasul 27:7-8
27:7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
Hidup jadi susah payah, nikah jadi susah payah, suami isteri mulai renggang, orang tua anak jadi renggang, itu sudah kena angin dan gelombang. Sampai mereka membuang peralatan kapal, hikmat dunia tidak sanggup mengatasinya. Semakin tinggi pendidikannya, logikanya semakin kritis, menerima Firman sudah pakai logika, bukan lagi Firman. Hikmat dunia tidak bisa mengatasi angin dan gelommbang, hanya bisa diatasi dengan hikmat Allah. Apa itu hikmat Allah?
a) Pembukaan rahasia Firman Tuhan atau Firman pengajaran yang benar.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
I Korintus 2:7
2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
b) Salib
I Korintus 1:24
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Jadi sikap kita terhadap hikmat Allah adalah percaya dan taat pada Firman Tuhan sekalipun menghadapi salib, sengsara bagi daging. Menghadapi masalah nikah begini, Firman bilang begitu, memang sakit bagi daging, tetapi lakukan itu, selesai masalah. Ingat Salomo menghadapi masalah nikah dan buah nikah, ambil pedang belah 2 anak itu, ibunya yang sungguh langsung berkata ‘jangan, berikan bayi itu pada perempuan itu’. Salomo langsung berkata berikan anak itu padanya, dia ibu yang sesungguhnya, masalah selesai. Sekalipun sakit dan sengsara bagi daging, kita mau melakukan Firman Tuhan.
Menghadapi masalah angin ribut hanya dengan sikap percaya dan taat pada Firman maka ada hasilnya:
a) II Korintus 4:7-9
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Ada kekuatan yang melimpah dari Tuhan. Menghadapi salib daging ini tidak mampu, bisa kecewa, putus asa. Tetapi dengan hikmat Allah kita mampu menerimanya. Kita tidak hancur, kita bisa menerima salib, malah hidup Yesus nyata di dalam kita. Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
II Korintus 4:10
4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Angin badai itu datang menerpa karena kita tidak percaya dan tidak taat. Ayo kembali berubah percaya dan taat maka ada kekuatan yang melimpah. Mungkin sekarang diterpa angin badai, sudah mau tenggelam, segera percaya dan taat pada Firman, kekuatan yang melimpah dari Tuhan menolong kita.
b) Tuhan meneduhkan angin dan gelombang.
Mazmur 107:28-30
107:28 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,
107:29 dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.
Saya tidak tahu badai apa yang menerpa bapak ibu kekasih dalam Tuhan, badai dalam ekonomi, badai penyakit, badai dalam nikah, badai dalam pelayanan, jiwa-jiwa malah habis. Kaum muda menghadapi badai masa depan. Hati percaya dan taat diwujudkan dengan mulut berseru kepada Yesus = menyembah Tuhan. Sepanjang hari kita gunakan menyembah, hati kita percaya kepada Yesus, taat pada FirmanNya, mulut kita menyembah Dia. Dia meneduhkan angin dan gelombang, Dia menuntun kita sampai berlayar ke pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem yang baru.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar