Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 14:19-20
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.
Ayat 14 sampai 20 bicara penuaian di bumi. Ada 2 macam penuaian:
1. Penuaian gandum kehidupan orang yang memiliki bobot rohani untuk masuk lumbung kerajaan Sorga.
2. Penuaian anggur yang dibawa masuk dalam kilangan murka Allah. Ini adalah kehidupan yang dihukum oleh Tuhan, tidak punya bobot rohani, hanya mengikuti keinginan hawa nafsunya.
Waktu anggur itu dikilang dalam kilangan murka Allah, darah mengalir tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya 200 mil. Ini menunjuk keadaan orang yang akan dihukum Tuhan. Darah itu mengalir sampai setinggi kekang kuda. Kekang itu untuk mengendalikan, kuda di pasang kekang di mulutnya. Ini menunjukan orang yang dagingnya liar tidak bisa dikekang, terutama mulutnya tidak dibisa dikendalikan. Omongannya tidak berkenan kepada Tuhan, bicara yang sia-sia.
Yakobus 3:2-3
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Mulut ini dijaga, mulut ini yang menentukan kita masuk dalam lumbung kerajaan sorga atau kilangan murka Allah. Ibadah pelayanan yang kita kerjakan kalau tidak bisa mengekang lidah, tidak bisa mengendalikan perkataan kita, ibadah kita sia-sia! Ikut persekutuan, beramai-ramai ke sana, tetapi tidak bisa mengendalikan lidah, ibadah sia-sia!
Yakobus 1:26
1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Kalau mulut tidak terkendali, perkataan yang keluar adalah perkataan nista.
Yudas 1:14-16
1:14 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,
1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."
1:16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Ada 3 perkataan nista yang diucapkan:
1. Perkataan yang bukan-bukan = perkataan yang sia-sia, yang tidak ada nilai rohaninya. Seperti dusta, gosip, fitnah, kata-kata kotor, makian sampai menghujat.
2. Perkataan yang menjilat orang untuk mendapat keuntungan tetapi merugikan orang lain! Kalau mengadukan sahabatnya, matanya rabun!
3. Menggerutu dan mengeluh tentang nasib = bersungut-sungut. Ini yang paling banyak kita katakan. Kalau mau jujur apa yang paling banyak terucap dari mulut? Bersungut-sungut, menggerutu, ngomel terus! Bersungut-sungut ini adalah dosa yang cepat sekali mendatangkan murka Tuhan.
Ada 3 penyebab bersungut-sungut, kita pelajari dari bangsa Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun menuju ke tanah Kanaan. Ini menubuatkan perjalanan gereja di padang gurun dunia ini menuju Yerusalem Baru.
1. Bilangan 14:1-3; 13:27-28
14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
14:3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
Bersungut-sungut karena pencobaan yaitu lebih membesarkan pencobaan dari pada kuasa Tuhan dan janji Tuhan. Kan Tuhan sudah berjanji kepada bangsa Israel, kamu akan Ku bawa masuk ke dalam negeri yang berlimpah susu dan madu. Para pengintai sudah melihat sendiri negeri itu penuh susu dan madu sesuai janji Tuhan. Firman Tuhan akan membawa mereka ke sana, apapun penduduk yang ada di dalamnya, kuasa Tuhan sanggup menghancurkan semuanya karena Tuhan sudah janji.
Kadang kita demikian, kita sudah dengar Firman pengajaran yang benar, ada bukti nyatanya. Tetapi begitu menghadapi pencobaan, kita lebih membesarkan pencobaan dari pada kuasa Tuhan sehingga timbullah persungutan.
Sebenarnya Tuhan mengizinkan kita masuk dalam pencobaan, semua itu adalah ujian iman. Supaya iman kita bisa tampil seperti emas yang murni, iman yang murni, iman yang teruji.
I Petrus 1:6-7
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Kita menghadapi banyak pencobaan, itu ujian iman, jangan mundur, jangan putus asa, jangan kecewa, tetap berpengharapan kepada Tuhan karena kita mau dibawa pada kemuliaan kekal bersama Yesus. Mau dibawa masuk ke kota Yerusalem Baru, di mana jalannya dari emas murni. Iman yang teruji bagaikan emas murni, kota Yerusalem Baru jalannya dari emas murni. Jadi pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah ujian iman untuk layak masuk dalam kota Yerusalem Baru.
Wahyu 21:21
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
Kenapa membesarkan pencobaan dari kuasa Tuhan? Karena Firman ditambah suara daging. Kami sudah masuk negeri itu berlimpah susu dan madu ‘hanya’ bangsa yang tinggal di situ kuat-kuat. Ini Firman ditambah suara daging, pengajaran benar ditambah suara daging, makanya bersungut-sungut. Hanya, tetapi, namun itu suara daging, makanya bersungut-sungut. Akhirnya Kabar Mempelai menjadi kabar busuk.
Bilangan 13:32
13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
Apa artinya menjadi kabar busuk? Orang tidak berminat mendengar. Bagaimana mau mendengar Firman kalau kita yang ada dalam pengajaran banyak bersungut, ada masalah sedikit mengomel, mengeluh. Mengeluh lagi kepada orang yang tidak tahu pengajaran, kepada orang tidak bertobat. Bagaimana mereka mau mendengar pengajaran! Makanya Tuhan mengajar kita mengucap syukur senantiasa, apapun yang dihadapi tetap mengucap syukur. Kalau kita mengucap syukur berbau harum, berarti kabar yang harum, bukan kabar yang busuk. Orang lihat, oh iya betul dia ada dalam Kabar Mempelai kuat, dulu tidak kuat sekarang kuat. Jadi tertarik, penasaran. Apa yang dia dengar, saya juga mau dengar. Tetapi kalau mengomel, bersungut-sungut, selalu mengeluh, bagaimana orang mau mendengar pengajaran.
2. Bilangan 16:8-11
16:8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Bersungut-sungut dalam pelayanan karena banyak menuntut! Yang dituntut adalah hak, misalnya menuntut pujian, kita melayani lalu ada orang kritik, ada orang cibir langsung bersungut-sungut ‘saya sudah capek, kamu cuma banyak ngomong!’. Menuntut untuk dipuji, menuntut dihormati. Biasa juga menuntut ucapan terima kasih. Yang seringkali juga dituntut masalah perut, saya melayani harus terisi perut saya, kebutuhan saya harus tercukupi, kalau tidak tercukupi mulai bersungut dan mengomel.
Kadang kita bersungut dalam pelayanan, mau minta ini, minta itu. Ketika tidak dapat mengomel! Padahal Tuhan katakan dalam melayani Tuhan lakukan kewajiban, jangan menuntut, nanti hak Tuhan yang berikan.
Lukas 17:7-9
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Kalau kita benar hamba Tuhan, ini yang kita katakan:
Lukas 17:10 (Terjemahan Lama)
17:10 Demikianlah juga kamu, apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu, berkatalah: Bahwa kami ini hamba yang tiada berguna; kami hanya berbuat barang yang wajib atas kami."
Lakukan saja kewajiban kita. Anggota zangkoor menyanyi, gembala khotbah, pemain musik main musik, lakukan saja tidak usah menuntut. Apa saja yang Tuhan percayakan kepada kita, kita katakan kami ini hamba yang tidak berguna. Sebenarnya kita tidak layak, tetapi dilayakan untuk melayani Tuhan, lalu masih mengomel. Layani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Kewajiban utama kita adalah memuliakan Tuhan. Menyanyi paduan suara memuliakan Tuhan, main musik memuliakan Tuhan, khotbah memuliakan Tuhan, pelayanan apa saja memuliakan Tuhan. Bukan hanya di gereja, di mana saja kita berada memuliakan Tuhan. Tidak usah menuntut mau ini mau itu. Kalau sudah memuliakan Tuhan dalam segala hal, maka hak kita terjamin di tangan Tuhan!
Yesaya 49:3-4
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Hak dan upah sudah Tuhan jamin, tidak usah cari Tuhan pasti berikan. Mari layani Tuhan, jangan banyak menuntut.
3. Bilangan 21:4-5
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
Makanan hambar yang mereka maksud adalah roti manna. Jadi bersunggut-sungut karena muak terhadap roti manna = muak terhadap Firman penggembalaan. Padahal manna itu Tuhan turunkan untuk meredakan persungutan bangsa Israel. Kalau sudah bosan terhadap Firman, pasti banyak bersungut.
Mazmur 78:23-25
78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.
Ini Firman penggembalaan, Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, yang Tuhan percayakan kepada seorang gembala untuk diberitakan dengan setia, dengan teratur, dengan berulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat.
Bangsa Israel dari hari pertama sampai kelima mengumpulkan 1 gomer. Hari ke-6 dua gomer. Terus selama 40 tahun itu mereka makan di padang gurun. Jangan bosan mendengar Firman yang diulang-ulang, itu untuk menumbuhkan rohani kita.
Tadi disebutkan perbekalan yang melimpah-limpah karena kita akan menghadapi kekeringan di padang gurun dunia ini, ketandusan yang semakin hebat. Kalau tidak punya bekal Firman pengajaran, bisa tewas, mati di padang gurun dunia ini. Disebut perbekalan yang melimpah karena sumbernya dari Sorga. Artinya merupakan ilmah Tuhan. Kalau ilham Tuhan tidak akan pernah habis, selalu ada pembukaan yang baru setiap kita beribadah. Tidak akan pernah habis karena sumbernya dari Sorga, tidak bisa dipelajari lewat ilmu apapun di dunia ini, hanya bisa dipelajari di bawah kaki Tuhan.
Tujuan Tuhan memberikan Firman penggembalaan kepada kita supaya kita memiliki kerendahan hati. Semakin kita tergembala semakin rendah hati, bukan malah semakin sombong! Gembala semakin sungguh-sungguh menggembalakan semakin rendah hati, bukan mau merasa lebih dari yang lain.
Ulangan 8:2
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
Kalau ada pembukaan Firman pasti rendah hati. Tuhan curahkan roti manna bukan di atas meja tetapi di hambur di perkemahan. Kalau kita diberi makan lalu orang hamburkan di tanah, kira-kira kita mau makan?
Ulangan 8:3
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
Jadi orang yang bersungut-sungut mendengar Firman penggembalaan adalah orang paling tinggi hati, paling keras hati. Dia tidak menghargai perbekalan dari Sorga. Bersungut-sungut mulai dari tidak serius mendengar Firman Tuhan, lama sedikit waktunya sudah mengomel, itu paling keras hati!
Tuhan saja, yang punya Firman, untuk memberi makan umatNya Tuhan membungkuk. Itu sikap penghargaan terhadap Firman Tuhan. Kalau Tuhan saja begitu menghargai, apalagi kita yang diberi makan seharusnya lebih menghargai lagi!
Hosea 11:4
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
Membungkuk itu sikap penghargaan, maka kitapun harus lebih menghargai Firman Tuhan. Mulai dari saya gembala, persiapan dengan sungguh-sungguh, baca firman dengan tekun supaya Tuhan bukakan rahasia Firman untuk dibagikan kepada sidang jemaat. Kalau bersungut-sungut terhadap Firman itu berarti melawan Tuhan yang empunya Firman dan melawan gembala pemberita Firman
Bilangan 21:5,7
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
Akibatnya:
Bilangan 21:6
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
Akibatnya dipagut ular tedung. Ular menunjuk setan, dari mulutnya keluar bisa. Kalau bosan terhadap Firman, muak, mengomel, marah dengar Firman maka racunnya setan masuk! Apa itu racunnya setan?
a) Dosa-dosa sampai puncaknya dosa! Kalau keracunan mulai sakit, mulai lemas. Mengikut Tuhan mulai loyo, mulai lemas, mulai tidak aktif dalam pelayanan karena sudah masuk dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
b) Gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Terutama gosip-gosip tentang gembala.
c) Ajaran-ajaran palsu yang sudah menyimpang dari kebenaran Firman, sudah ditafsirkan oleh manusia, bukan lagi pembukaan rahasia Fiman. Kalau ajaran palsu maka pelayanan sudah beda-beda. Ajaran itu komando pelayanan. Kalau pengajaran benar pelayanannya pasti sama, dari cara menyanyi memuji Tuhan, salam pembuka, penyembahan dan lain-lain pasti sama. Kalau komandonya sudah beda, pelayannya pasti beda-beda. Makanya jangan kena ajaran lain, jangan kena racun, sebab nanti akan beda, tidak bisa menjadi satu tubuh.
Akibatnya rohani bisa kering, rohani mati. Tanda rohani kering:
a) Tidak pernah puas. Ketidakpuasan ini melanda nikah. Perempuan Samaria tidak puas dalam nikah.
Yohanes 4:15
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
Perempuan Samaria ini mengaku dia haus, haus ini berarti tidak puas. Ini bukti ketidakpuasannya:
Yohanes 4:16-18
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
Tidak puas dalam nikah, 1 suami tidak cukup, ganti yang kedua, ganti yang ketiga, keempat, kelima. Yang keenam sudah bukan suami yang sah, kumpul-kumpul saja, sudah tidak ada ikatan.
Kaum muda selalu saya ingatkan, pacaran itu untuk menikah, bukan untuk main-main. Makanya doa kepada Tuhan supaya Tuhan berikan yang terbaik. Jodoh terbaik yang Tuhan berikan di sumur penggembalaan. Yang terbaik itu dalam sumur penggembalaan, bukan di medsos, bukan ikut take me out. Gonta ganti pacar itu bibit kawin cerai. Seperti perempuan Samaria tidak puas. Kenapa tidak puas? Karena mulai bosan dengar Firman. Kalau ada masalah selesaikan dengan baik, nanti masuk nikah lebih banyak lagi masalah. Jangan dipermainkan perasaannya orang, jangan permainkan anaknya orang!
Makanya pacaran yang suci, jangan ada kenajisan di dalamnya, itu yang membuat hati tawar! Ingat Amnon dan Tamar, Amnon begitu cinta kepada Tamar, tetapi begitu berbuat yang najis langsung tawar, cintanya jadi benci. Kalau ada kenajisan dilakukan masa pacaran tidak akan ada kemanisan, cintanya jadi tawar, makanya gampang sekali gonta ganti.
Tidak puas juga dalam penggembalaan. Domba saling memakan, dikatakan dalam kitab Zakharia yang tinggal biarlah memakan sesamanya. Itu berarti tidak puas dalam penggembalaan, saling menyakiti, saling menjatuhkan, saling merugikan. Itu tanda kering.
b) Mulutnya kering, perkataan kering, hanya melemahkan orang lain sehingga membuat orang mau kembali ke Mesir, kembali ke dunia. Sudah dalam Kabar Mempelai kembali pada hidup duniawi.
Bilangan 21:4-5
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
Perkataan kering itu membuat lemah rohani, mau kembali pada hidup duniawi.
Kalau racun sudah masuk lalu dibiarkan, pasti mati. Tanda sudah mati rohani:
a) Sudah menikmati berbuat dosa, enjoy berbuat dosa, biasa bahkan sengaja berbuat dosa. Tidak ada rasa takut lagi, teguran dan nasihat tidak masuk lagi. Orang mati bagaimana bisa ditegur dan dinasihati, sudah tidak masuk.
b) Menyalahkan orang, menyalahkan Firman sampai menyalahkan setan. Waktu Tuhan katakan kepada Adam, kalau kamu makan buah itu kamu akan mati! Begitu mereka makan betul-betul rohani mereka mati. Apa yang terjadi? Mereka saling mempersalahkan. Kalau Adam ada 2 yang dia salahkan, perempuan dan Tuhan.
Kejadian 2:17; 3:1-3,9-13
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
Jangan sampai rohani kita kering, jangan sampai mati. Kalaupun sudah mati masih mendapat kemurahan. Kalau dalam penggembalaan ada orang yang mati rohani, masih bisa ditolong. Lazarus mati ditolong, Eutikhus mati ditolong. Kecuali dia di luar penggembalaan, sudah tidak ada pertolongan, tinggal menunggu kematian kedua di neraka.
Jalan keluarnya supaya jangan mati rohani, bahkan kalaupun sudah mati masih bisa ditolong:
a) Bilangan 21:7
21”7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
Lewat doa penyahutan seorang gembala, rohani yang mati masih bisa tertolong. Di bumi ini gembala berdoa bagaikan mengunjuk-unjuk jemaat, dia topang dengan tangannya. Di Sorga Yesus Gembala Agung berdoa bagaikan mengulurkan tangan memegang kita. Jadi bisa ditolong, masih ada harapan selama kita masih ada di dalam penggembalaan. Kalau berada di luar, tidak ada doa penyahutan lagi. Mari bawa hidup kita masuk kandang penggembalaan, jangan keluar dari penggembalaan.
b) Bilangan 21:8-9
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Lewat ular tembaga yang ditinggikan.
Yohanes 3:14-16
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Ular tembaga yang ditinggikan menubuatkan Yesus yang harus mati di kayu salib. Jadi cara Tuhan menolong lewat korban Kristus, masih berlaku sampai sekarang sebagai sarana pengampunan dosa, sarananya pendamaian. Dia Gembala yang baik yang menyerahkan nyawa bagi kita domba-dombanya.
2 cara ini tidak akan manjur kalau kita sendiri tidak menghargainya. Dari Tuhan ada doa penyahutan gembala dan dari Tuhan telah disediakan Korban Kristus, korban pendamaian. Dari kita tanggapi pertolongan Tuhan. Sikap terhadap pertolongan Tuhan Pandang ular tembaga yang tergantung di tiang, bagi kita sekarang pandang korban Kristus lewat praktek:
a) Selesaikan dosa. Apa yang membuat kita kering ayo selesaikan kepada Tuhan, selesaikan kepada sesama. Mungkin nikah kering, ayo selesaikan dosa, suami isteri saling mengaku saling mengampuni. Masa pacaran kering, ayo selesaikan semua, mengaku kepada Tuhan, kepada sesama dan kepada orang tua kalau sudah terjadi kejatuhan, jangan disembunyi!
b) Tergembala dengan benar dan baik, dengan sungguh-sungguh. Tekuni 3 macam ibadah pokok, tekuni Firman penggembalaan:
1) Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci.
2) Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya.
3) Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
Tekuni ibadah penggembalaan dan mau dengara-dengaran pada Firman Tuhan, Firman penggembalaan, maka rohani bisa hidup. Rohani yang mati sekalipun, dengan mendengar suara Yesus, Firman penggembalaan, bisa dihidupkan.
Yohanes 5:25
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Orang yang mati di sini mati rohani, kalau mendengar Firman bisa hidup! Kalau rohani hidup akan berhasil menjadi mempelai wanita Tuhan. Saya sebagai gembala fokus saya orang yang hidup untuk dibawa menjadi Mempelai Wanita Tuhan, rohani hidup menjadi Mempelai. Masakan Yesus mau menikah dengan jenasah! Tentu orang yang rohaninya hidup yang bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Tanda rohani hidup:
Bilangan 21:17-18
21:17 Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,
21:18 yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka." Dan dari padang gurun mereka ke Matana;
Jadi tanda rohani hidup ada sukacita besar mendengar pembukaan rahasia Firman. Tidak lagi bersungut, tidak lagi mengomel mendengar Firman, tetapi menikmati Firman Tuhan.
Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
Dari kami juga hamba Tuhan koreksi diri, bagaimana menyajikan Firman supaya jemaat bisa menikmati. Kadangkala jemaat disalah-salahkan, tidak taat, tidak dengar-dengaran, padahal yang menyajikan bagaimana juga. Pdt. Pong pernah mengatakan ‘saya minta ampun kepada Tuhan kalau saya khotbah lalu ada yang ngantuk, berarti saya khotbah bikin orang ngantuk’. Sama-sama koreksi diri, saya menyajikan Firman dengan sebaik-baiknya, jemaat bisa menikmati Firman Tuhan sehingga sama-sama bersukacita.
Buktinya apa bahwa kita adalah domba yang menikmati Firman? Dalam hidup sehari-hari bisa kita raba bahwa kita sudah menikmati Firman atau belum. Dikatakan tadi bernyanyi berbalas-balasan, bukan solo tetapi ada harmonisasi. Jadi bukti kita menikmati Firman ada hubungan yang harmonis dengan sesama kita, hubungan yang indah dengan sesama. Suami isteri yang tadinya sudah tidak harmonis, karena menikmati Firman sudah bisa harmonis, indah. Bukan malah tambah jauh. Begitu juga dalam penggembalaan, jemaat dengan jemaat semakin menyatu, bukan makin renggang. Puncaknya dalam Wahyu pasal 15.
Wahyu 15:2-4
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Puncaknya kita bisa masuk dalam kerajaan Sorga sebagai orang-orang yang sudah menang atas setan Tritunggal. Kita bisa berdiri di dalam kerajaan Sorga menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba Allah, mengalami sukacita kekal, sukacita yang tidak terkatakan.
Sekarang semakin harmonis, suami yang tadinya tidak serius dengan Firman sekarang sudah bisa menikmati. Dalam penggembalaan juga semakin erat hubungannya. Waktu Yesus datang kita menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna.
Wahyu 19:6-9
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Waktu Yesus datang kita bisa menyambutNya, suatu kumpulan yang besar terdiri dari bangsa Israel asli dan kita bangsa kafir tidak terhitung jumlahnya. Kedatangan Yesus pertama kali ditandai dengan paduan suara bala tentara sorga. Kedatangan Yesus kedua kali juga ditandai dengan paduan suara mempelai wanita Tuhan menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga. Mulai dari sekarang hubungannya. Apalagi kalau memang pelayannya sama-sama paduan suara, bukan hanya menyanyi berbalas-balasan di gereja, hubungannya juga harmonis satu dengan yang lain.
Biarlah semua dibaharui, mulut kita bukan untuk bersungut tetapi untuk memuliakan Tuhan, bersaksi, untuk menyembah Tuhan. Kalau Yesus datang kita bisa menyambutNya di awan-awan yang permai. Mungkin ada yang sudah kering rohaninya, pandang Korban Kristus. Ada yang sudah matipun rohaninya, pandang Korban Kristus. Saling mengaku saling mengampuni, tergembala dengan benar dan baik, Tuhan sanggup menghidupkan rohani kita. Kalau rohani hidup, jasmani juga pasti hidup. Jangan ragu, Tuhan tidak pernah menipu.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar