Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 13:36-38
13:36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."
13:37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
13:38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Di sini Petrus mendapat teguran dari Tuhan Yesus. Ada 6 kali Petrus mendapat teguran, 4 kali dari Yesus, 1 kali dari kokok ayam dan 1 kali dari Paulus. Teguran dari kokok ayam, bukan berarti dalam arti hurufiah ayam itu menegur Petrus, tetapi ada arti rohaninya.
Markus 14:71-72
14:71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!"
14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
Kokok ayam yang sederhana mampu menyadarkan Petrus yang menyangkal Yesus. Menyangkal Yesus = berdusta = tabiat antikristus.
I Yohanes 2:22
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
Jadi kalau membiasakan diri berdusta maka suatu saat akan menjadi penyangkal Yesus.
Ada 3 bentuk penyangkalan terhadap Yesus:
1. Menyangkal lewat perkataan.
Markus 14:67-68
14:67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
14:68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: "Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud." Lalu ia pergi ke serambi muka [dan berkokoklah ayam].
Bagaimana praktek menyangkal lewat perkataan?
a) Tidak mau mengaku nama Yesus dan bersaksi tentang Yesus di depan orang. Sudah jadi orang Kristen tetapi tidak berani mengaku nama Yesus, itu menyangkal!
b) Tidak mau mengaku dosa. Sebenarnya hatinya sudah terdorong, Roh Kudus bekerja menginsafkannya akan dosa, tetapi tidak mau mengaku karena ada ketakutan-ketakutan daging.
2. Menyangkal lewat perbuatan
Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Prakteknya:
a) Perbuatannya keji, yaitu:
1) Perbuatan jahat dan najis, perbuatan yang merugikan orang. Mulutnya mengakui Yesus, tetapi perbuatannya jahat dan najis yang merugikan orang lain. Terutama saya sebagai hamba Tuhan, dijaga jangan sampai perbuatan merugikan orang lain.
2) Yang kedua ini kadang tidak disadari, dianggap tidak apa-apa, padahal di hadapan Tuhan itu suatu kekejian.
Ulangan 25:14-16
25:14 Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil.
25:15 Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat — supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
25:16 Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
Perbuatan keji kedua adalah berbuat curang soal efa, soal timbangan, soal takaran. Bagi orang yang berkecimpung dalam perdagangan itu sudah merugikan orang lain kalau curang soal timbangan.
Efa itu takaran untuk tepung atau gandum. Dalam Alkitab gandum atau tepung menunjuk Firman Tuhan. Jadi curang soal Efa artinya tidak menghargai Firman, itu suatu perbuatan yang keji. Sementara untuk kita bangsa kafir, untuk menerima pembukaan rahasia Firman, Yesus sudah berkorban nyawa. Sebenarnya kita bangsa kafir tidak punya hak untuk mendengar Firman. Bangsa kafir itu bangsa yang jauh dari hadapan Tuhan, tidak layak mendengar Firman. Firman hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena sebagian Israel menolak Yesus, terbuka kesempatan kepada kita bangsa kafir untuk mendengar Firman. Bahkan kepada kita special, kepada kita bangsa kafir ada pembukaan rahasia Firman. Makanya kalau kita tidak menghargai pembukaan rahasia Firman itu perbuatan kekejian = tidak menghargai Korban Kristus.
Tidak menghargai Firman = tidak tergembala. Tubuhnya ada datang 3 macam ibadah, tetapi jiwa rohnya entah ke mana, hatinya tidak ada di situ, tidak mau menerima Firman. Itu sama dengan perbuatan keji = menyangkal Yesus lewat perbuatan.
b) Perbuatan durhaka menyangkut 2 tempat:
1) Durhaka di dalam nikah. Apa itu durhaka dalam nikah? Banyak menuntut hak tetapi tidak pernah melakukan kewajiban utamanya di dalam nikah.
Ø Kewajiban utama suami mengasihi isteri seperti diri sendiri. Tetapi menuntut isteri hormat, layani dia siang malam, itu menyangkal lewat perbuatan.
Ø Kewajiban utama isteri tunduk pada suami. Tidak pernah dia lakukan tetapi menuntut suami mengasihi isteri, beli ini, beli itu, tetapi tidak mau tunduk pada suami, itu perbuatan durhaka.
Ø Kewajiban utama orang tua adalah mendidik anak sesuai ajaran Firman, jangan membuat hati anak tawar. Orang tua menuntut terus, kamu sudah gajian, ayo bantu orang tua karena kamu sudah dibesarkan dan lain-lain. Tetapi orang tua tidak pernah mendidik anak sesuai ajaran Firman Tuhan. Dan yang dilakukan membuat hati anak tawar, memaksakan kehendaknya yang tidak sesuai Firman, atau menuruti keinginan anak yang tidak sesuai Firman, itu durhaka!
Ø Kewajiban utama anak adalah meringankan beban orang tua, hormat kepada orang tua. Menuntut supaya diberikan uang saku dan sebagainya, tetapi tidak pernah meringankan orang tua, malah memberatkan orang tua, menyakiti orang tua, tidak taat, melawan, itu perbuatan durhaka di dalam nikah.
2) Durhaka di dalam ibadah
Ibrani 10:25-27
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Perbuatan durhaka dalam ibadah adalah biasa tidak beribadah sampai sengaja tidak beribadah. Ada waktu, ada kesempatan tetapi memang sengaja tidak beribadah. Kalau ada waktu, ada kesempatan tetapi sudah sampai sengaja tidak beribadah, tidak berlaku lagi Korban Kristus untuk mengampuni dosanya sebab dia sudah menyalibkan Yesus kedua kali.
Ini peringatan kepada kita, jangan menyangkal Tuhan lewat perkataan dan juga lewat perbuatan, baik perbuatan keji, maupun perbuatan durhaka.
Durhaka ini timbul karena kasih menjadi dingin.
Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Pertanyaannya mengapa kasih menjadi dingin? Ingat di zaman ketika Israel ada di Mesir, Mesir pernah ditulahi dengan 10 tulah, salah satu adalah tulah hujan es. Semua tanah Mesir, orang Mesir, ternak dan tanamannya ditimpa oleh hujan es. Tetapi ada satu tanah di Mesir yang luput dari hujan es yaitu tanah tempat orang Israel tinggal, itulah tanah Gosyen. Tanah Gosyen adalah tanah penggembalaan. Jauh sebelum Israel diperbudak di Mesir, ketika nenek moyang datang dari Kanaan, mereka tinggal di Gosyen, tempat yang paling baik, tempat penggembalaan.
Keluaran 9:26
9:26 Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.
Kejadian 47:4-6
47:4 Lagi kata mereka kepada Firaun: "Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen."
47:5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu.
47:6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."
Gosyen artinya 4 persegi. Mengingatkan kita pada kota Yerusalem Baru. Kota Yerusalem Baru itu kota 4 persegi. Jadi mengapa kasih menjadi dingin? Karena keluar dari Gosyen, karena tidak tergembala. Nasihat saya selalu kepada kaum muda yang datang di Palu, selalu saya ingatkan tergembala. Sebab begitu tidak tergembala, kasih kita mulai dingin. Mulai dingin dalam ibadah, dalam nikah juga mulai dingin, semua dingin. Rohani juga akan dingin, bahaya!
Yang ditimpa hujan es itu sampai tanaman ditimpa. Kalau mulai dingin dalam ibadah, dalam perkara yang rohani dingin, dampaknya ekonomi dihantam. Setelah hujan es ada belalang. Kalau tidak tergembala datang belalang menghabiskan semuanya.
Penggembalaan adalah wilayah yang terbaik di dunia ini. Percayalah! Tidak usah ragu, kalau kita tergembala Tuhan sediakan segala yang kita butuhkan. Dia Gembala Agung, hidup kekal Dia berikan apa lagi hanya hidup sehari-hari. Dia sangat mampu memberikan kepada kita. Tinggal tergantung dari iman kita, mau tergembala atau tidak.
Firaun gambaran setan. Firaun sendiri mengakui Gosyen itu tempat yang terbaik. Iblis sendiri mengakui penggembalaan adalah tempat yang terbaik sebab penggembalaan itu akan mengarahkan kita masuk dalam penggembalaan yang terakhir, Yerusalem Baru. Jangan tinggalkan penggembalaan, begitu meninggalkan penggembalaan akan bertemu antikristus manusia durhaka. Roh antikristus masuk dalam hidup orang itu.
II Tesalonika 2:3-4
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
Dulu zaman kerusuhan orang lari karena takut. Itu hanya segelintir orang. Kalau antikristus berkuasa, dia menguasai seluruh dunia, mau lari ke mana. Lebih baik sekarang kita lari ke Gosyen, tergembala dengan benar dan baik. Jangan sampai kita tinggalkan penggembalaan.
3. Menyangkal iman. Kalau sudah menyangkal lewat perkataan dan perbuatan, nanti menyangkal iman.
Kisah Para Rasul 26:11
26:11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."
Prakteknya:
a) Meninggalkan pengajaran yang benar karena takut sesuatu di dunia ini atau karena godaan sesuatu di dunia ini dan mengikuti ajaran-ajaran lain, ajaran palsu. Kaum muda biasanya karena jodoh! Kalau sudah meninggalkan pengajaran seperti orang asing, kalau bertemu tidak mau menyapa, tidak mau senyum.
I Tesalonika 4:1-2
4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
b) Meninggalkan Yesus karena takut sesuatu atau karena godaan sesuatu di dunia ini. Jangan sampai kita menambah barisan orang-orang yang menyangkal Yesus. Kalau berhubungan dengan orang di luar keyakinan, bawa dulu mengenal Yesus. Kalau dengan yang di luar pengajaran, bawa dulu mendengar pengajaran, biar Firman itu yang mengerjakan. Jangan ia masuk pengajaran cuma karena pacaran, tetapi karena betul-betul dia tertarik pada Firman pengajaran. Jangan sampai kita menyangkal iman.
Kami mendidik 2 anak kami, doa kami biarlah mereka mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan. Jadi mereka beribadah karena punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, bukan karena mereka anak pendeta. Banyak anak pendeta di luar sana waktu kecil dia dididik beribadah karena dikerasi. Tetapi begitu dia keluar merantau di mana hancur hidupnya karena dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan.
Begitu juga sidang jemaat, biarlah jemaat punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Entah itu pengalaman berupa mujizat jasmani, tetapi yang terutama pengalaman mujizat rohani. Sampai kita heran sendiri, dulu saya orang yang begini. Setelah saya mengenal pengajaran, mendengar Firman saya diubahkan. Orang melihat ada kesaksian. Kalau kita punya pengalaman dengan Firman akan sulit untuk menyangkal iman, pasti kuat di dalam Firman pengajaran. Ayub orang yang suci, orang yang beribadah, tetapi dia tidak mempunyai pengalaman dengan Tuhan, dia hanya mendengar dari kata orang. Begitu diperhadapkan dengan ujian habis-habisan, dia merasa lebih benar dari Tuhan, merasa lebih benar dari yang lain. Nanti setelah punya pengalaman pribadi dengan Tuhan yaitu lewat ujian habis-habisan baru dia mengaku bahwa dia hanya tanah liat, dia duduk di dalam debu. Mari kita berdoa supaya memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.
Saya mengamat-amati jemaat, sudah sejauh mana pengikutannya dengan Tuhan, terutama kaum muda. Kalau tidak ada pengalaman pribadi dengan Tuhan, beribadah itu terasa seperti siksaan, sedikit-sedikit lihat jam. Kapan berakhir siksaan ini supaya saya bisa main game, supaya saya bisa menonton, supaya saya bisa jalan-jalan.
Harus ada pengalaman pribadi dengan Tuhan sehingga kita bisa menikmati Firman itu, kita menikmati momen beribadah. Status kita tunangan Yesus untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga, nanti masuk dalam pernikahan yang rohani. Kalau yang pacaran, kapan waktu ketemu dinikmati betul momentnya. Begitu juga dengan Tuhan, moment kita bertemu dengan Tuhan adalah saat beribadah, manfaatkan, nikmati. Jangan kasih tunjuk sama Tuhan garuk-garuk padahal tidak gatal, gelisah. Bagaimana mau menikah dengan Yesus kalau pada masa pertunangan saja gelisah. Mendengar suaraNya saja kita gelisah. Firman ini suara Yesus. Waktu mendengar suara Yesus gelisah, waktu Yesus mau mendengar suara kita, malah kita tidur, tidak ada suara penyembahannya. Kalau tidak serius dalam masa pertunangan akan keluar, terpisah dari Yesus, tidak akan bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Doa kita supaya ada pengalaman pribadi dengan Tuhan. Kapan pengalaman pribadi dengan Tuhan? Ketika kita mendengar Firman, melakukan Firman, disucikan dan diubahkan. Sehingga kita bersukacita, lewat Firman saya diubahkan, kapan lagi waktu dengar Firman, kapan lagi mau ibadah. Apalagi kami anak hamba Tuhan. Kadang anak hamba Tuhan tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Karena dari kandungan sudah anak hamba Tuhan, lahir sudah langsung status anak sekolah minggu di tempat itu, mau ke mana lagi dia.
Orang yang menyangkal Yesus akan disangkali Bapa di Sorga.
Matius 10:33
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
Menyangkal Yesus seharusnya binasa. Petrus seharusnya binasa, tetapi masih mendapat kemurahan lewat kokok ayam. Mungkin tanpa disadari sudah menyangkal lewat perkataan, perbuatan atau mungkin ada yang sudah menyangkal iman! Sore ini diajak mengikuti ibadah dan mendengar Firman, mungkin mendengar Firman dalam ibadah secara virtual, masih mendapat kemurahan lewat kokok ayam. Kokok ayam menunjuk Firman pengajaran yang benar yang Tuhan percayakan kepada seorang gembala untuk diberitakan dengan setia, dengan teratur. Kokok ayam itu juga Firman yang sederhana tetapi di dalamnya ada kuasa Tuhan untuk menyadarkan kita akan perbuatan kita, akan dosa kesalahan kita.
Mungkin sore ini kita datang dalam keadaan sudah menyangkal dengan perkataan, dengan perbuatan atau bahkan mungkin sudah menyangkal Iman. Saat Firman diberitakan, saat kokok ayam itu terdengar, ada pandangan Yesus Imam Besar kepada kita.
Lukas 22:60-62
22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Saat Firman penggembalaan diberitakan, di situ ada pandangan belas kasih Yesus Imam Besar untuk menyadarkan kita dari kesalahan kita, dari dosa. Tadinya Yesus membelakangi Petrus, saat Petrus menyangkal Yesus tidak mau lihat. Saat menyangkal posisi kita jauh dari Tuhan, terpisah dari Tuhan. Begitu dengar ada kokok ayam, Yesus segera berpaling kepada Petrus. Kalau Firman pengajaran diberitakan, ada pandangan belas kasihan Yesus Imam Besar kepada kita untuk menyadarkan dosa kita.
Sikap kita seharusnya bagaimana? Seperti Petrus menangis dengan sedih. Artinya menyadari dosa, menyesali dosa dan mengakui dosa kepada Tuhan dan sesama. Saya sudah menyangkal lewat perkataan, saya sudah menyangkal lewat perbuatan, saya sudah menyangkal iman. Sadar dan mengaku! ada pandangan belas kasih Yesus Imam Besar tertuju kepadamu. Dia tidak menghukum, Dia menerima kita apa adanya dan Dia mau membentuk kita menjadi Mempelai WanitaNya yang sempurna.
Siapapun yang mendengar Firman ini di manapun dia berada, kalau sudah meninggalkan Yesus ayo segera kembali! Yesus menanti, menunggu kita. Kita yang ada di dalam jangan keluar, tetap bertahan di dalam Yesus, bertahan dalam pengajaran.
Kalau bisa mengaku dosa pasti bisa menyembah. Setelah kita sadar akan dosa, menyesali, kita tidak dihukum, sebagai rasa syukur kita, kita mau tersungkur di kaki Tuhan, kita mau menyembah Dia, mau menyenangkan hati Tuhan. Saya sudah menyangkaliMu seharusnya saya dihukum. Tetapi sekarang saya masih sehat, masih diberikan perpanjangan umur, masih bisa dengar Firman, masih diberi kesempatan untuk bertobat, ayo kita menyembah Tuhan, mengagungkan Dia, menaikan doa penyembahan ‘haleluya’.
Rohani Petrus dipulihkan dan Petrus dipakai. Dari yang tadinya penyangkal menjadi pemberita. Yang tadinya takut mati menjadi rela mati karena memberitakan tentang Yesus. Kita juga akan dipakai. Rohani kita dipulihkan, kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kalau rohani kita dipulihkan, jasmani itu urusan Tuhan, Tuhan sanggup memulihkan yang jasmani.
Banyak mendengar Firman hari-hari terakhir ini, lakukan Firman, punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, banyak menyembah Tuhan supaya tidak menjadi penyangkal Yesus. Waktu Yesus datang kita menyambut Dia dan Yesus juga menyambut kita. Kita dibawa masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai, masuk ke dalam kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem yang baru. Sore ini kita mau tersungkur di kaki Tuhan. Kita mau menyembah Dia, bukan menyangkal Dia. Minta kepada Tuhan hati yang menyembah.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar