20250913

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 13 September 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 13:36-38

13:36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."

13:37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"

13:38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

Ini adalah teguran Tuhan Yesus kepada Petrus. Ada 6 kali Petrus mendapat teguran, 4 kali dari Yesus, 1 kali dari kokok ayam dan 1 kali dari Paulus.

Galatia 2:11-14

2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendir

i turut terseret oleh kemunafikan mereka.

2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

 

Dari ayat-ayat ini kita bisa menarik 4 pelajaran.

1.      Kalau hamba Tuhan salah, yang berhak menegur adalah hamba Tuhan yang lain, bukan sidang jemaat. Sidang jemaat mendoakan. Kalau memang terganggu bisa berkata pada hamba Tuhan yang lain, biar hamba Tuhan itu yang menegur hamba Tuhan yang salah itu.

 

2.      Kita harus belajar rendah hati dan lemah lembut menerima teguran Tuhan lewat hamba Tuhan. Siapapun dia, mau hamba Tuhan tua, hamba Tuhan muda atau yang baru merintis. Di sini Petrus mau menerima teguran dari Paulus. Dari sudut waktu kalau dilihat Petrus senior, Paulus hamba Tuhan junior. Tetapi Petrus dengan kerendahan hati dan lemah lembut bisa menerima teguran dari Paulus.

 

Apalagi kami yang muda, ditegur hamba Tuhan yang lebih tua, sudah wajar menerima. Sedangkan yang sudah senior ditegur oleh yang junior bisa menerima, masa yang junior ditegur senior tidak bisa menerima.

 

3.      Sebagai hamba Tuhan harus berani dan tegas menegur siapapun dia kalau salah! Seperti Yohanes Pembaptis berani menegur Herodes, seorang raja. Di sini Paulus berani menegur Petrus. Sebab kalau tidak ditegur, orang itu akan jatuh dalam pelukan iblis. Dan kalau iblis sudah menawan, dia tidak mau melepaskan. Makanya penting teguran lewat Firman Tuhan, lewat hamba Tuhan supaya kita tidak jatuh dalam pelukan iblis.

Yesaya 14:17

14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

 

Sebagai hamba Tuhan tegur kalau ada yang salah. Sesama pelayan Tuhan, selama anggota jemaat kalau melihat ada yang salah mari kita tegur.

 

Dari ayat yang kita baca ini, teguran itu  baik lewat Firman Tuhan, lewat hamba Tuhan dan juga lewat sesama kita, teguran yang bermuatan Firman itu adalah kasih sayang Tuhan supaya kita tidak jatuh di tangan iblis tetapi tetap berada di tangan Tuhan. Biarlah kita belajar untuk bisa menerima teguran itu.

 

Kadangkala maksud kita sudah baik menegur supaya orang itu jangan jatuh dalam pelukan iblis, tetapi cara menegurnya salah. Untuk menegur ada caranya.

Matius 18:15-17

18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

 

a)      Tegur secara 4 mata. Jangan begitu, salah yang kamu buat itu, tidak sesuai Firman Tuhan. Tegur secara 4 mata dengan bahasa kasih Tuhan.

b)      Kalau dia tidak mau menerima, tegur di depan 2 atau 3 orang saksi.

c)      Kalau masih juga tidak menerima teguran, tegur di depan jemaat.

 

Kalau tetap tidak mau menerima maka orang itu dikategorikan:

a)      Orang yang tidak mengenal Tuhan =  orang kafir. Tetap berada di dalam kekafiran, hatinya keras, degil, perasaannya tumpul.

Efesus 4:17-19

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia

4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

 

Orang seperti ini hidup dalam hawa nafsu daging dan mengerjakan atau melakukan dosa dengan serakah. Jadi semua dosa mau dia buat. Betul-betul dia berada dalam pelukan tangan iblis, tidak mau dilepaskan oleh iblis. Dalam kitab Amos ada orang yang membenci teguran, tidak mau menerima teguran. Jangan kita seperti itu, nanti kita dikategorikan orang kafir yang akan binasa.

 

b)      Dikategorikan pemungut cukai. Artinya orang yang melekat pada uang. Yang ada dalam perut hatinya hanyalah uang, bukan Tuhan. Hamba Tuhan pelayan Tuhan kalau motivasi pelayanannya sudah yang jasmani, sulit untuk ditegur. Dia merasa tidak salah, merasa masih melayani Tuhan, tetapi sebenarnya yang ada dalam perut hatinya adalah uang, perkara jasmani, bukan lagi Tuhan. Makanya tidak pernah tersentuh hatinya, biar ditegur dengan keras, bahkan sampai dihajarpun sulit untuk menerima.

 

Kita mengikuti Tuhan motivasinya jangan sampai yang jasmani. Jangan sampai bertuhankan perut.

Filipi 3:18-19

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

 

Kalau ikut Tuhan hanya mengejar perkara jasmani sulit sekali ditegur. Seperti Yudas, ditegur keraspun tidak masuk. Sampai dihajarpun sulit menerima. Orang seperti ini sudah berada dalam pelukan setan, tinggal menunggu hukuman. Makanya perlu teguran, terutama teguran lewat Firman Tuhan.

 

4.      Mengikut Yesus bukan mengikut manusia tetapi mengikuti Firman pengajaran yang benar. Kalau mengikut manusia, begitu manusia itu salah kita akan ikutan salah. Tetapi kalau yang ikuti Firman, Firman tidak pernah salah. Saya berfellowship tidak ikut manusia, ikut Firman. Sejak saya menjadi gembala, ikut berfellowship di sini, bukan ikut manusia, tetapi ikut Firman. Kalau ikut manusia nanti mengkultuskan/menganak lembu emaskan manusia, manusia dalam hal ini hamba Tuhan. Betapa banyak jemaat menganak lembu emaskan hamba Tuhan. Waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, di padang gurun mereka membuat anak lembu emas, itu karena mengikut manusia. Akhirnya bisa gagal masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Kalau ikut manusia, hamba Tuhan itu salah dia bisa ikut salah. Tetapi kalau ikut Firman, begitu melihat hamba Tuhan itu salah kita bisa mendoakan.

 

Petrus rasul yang hebat tetapi tidak luput dari kekurangan. Sebab itu perlu ditegur, jangan berlarut-larut dalam kesalahan. Apalagi kita, dibandingkan dengan Petrus masih jauh sekali. Kita sangat memerlukan teguran, terutama lewat pembukaan rahasia Firman.

II Timotius 3:16; 4:2

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Dalam gereja kita butuh pembukaan Firman. Setiap mau masuk Firman kita berdoa ‘bukakanlah rahasia Firman’. Kita sudah berdoa, jangan marah kalau Firman menegur kita. Kan tadi dalam doa kita sudah minta ‘bukakan rahasia FirmanMu’ lalu Tuhan bukakan menunjuk dosa dan kesalahan tetapi kita malah mengamuk tidak bisa menerima. Berarti doanya main-main! Doa yang sesuai selera Tuhan langsung dijawab.

 

Ayat 1 ada permohonan minta diambil aibnya, ayat 2 langsung Tuhan jawab.

Yesaya 4:1-2

4:1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

4:2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.

 

Kita berdoa ‘Tuhan bukakan Firman’ Tuhan jawab ada Firman menyatakan dosa kita, menegur kita dengan keras.

 

Tadi disebut segala Firman yang diilhamkan Allah. Diterjemahkan dari bahasa gerikanya Theopneustos artinya dinafasi Allah. Jadi pembukaan rahasia Firman itu adalah nafas Tuhan, itu kehidupan. Menolak teguran berarti menolak kehidupan, menolak nafas Tuhan, berarti mati!

Yesaya 59:19

59:19 Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.

 

Nafas Tuhan itu datang dari tempat yang sempit. Sebelah barat dan sebelah timur mengingatkan posisi Tabernakel. Tabernakel menghadap ke Timur, sebelah barat itu ruangan maha suci, itu tempat yang sempit. Nafas Tuhan dari tempat yang sempit, dari ruangan maha suci. Di situ ada Tabut Perjanjian menunjuk penyatuan mempelai wanita Tuhan dengan mempelai Pria Sorga.

 

Dari sini kita bisa melihat bahwa pembukaan rahasia Firman atau nafas Tuhan itu membawa kita sampai ke ruangan maha suci, menghentar kita untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan tanpa cacat dan cela. Makanya ada teguran supaya kita tidak ada cacat cela. Makanya cela-cela yang ada harus ditegur supaya kita nanti tanpa cacat cela di hadapan Tuhan.

 

Jangan marah kalau menerima teguran, baik teguran secara pribadi. Kalau mau ikuti daging saya ngapain mau urus persoalan orang. Apalagi kalau soal jodoh, kadangkala sulit ditegur kalau soal jodoh. Teguran itu kasihnya Tuhan supaya kita jangan binasa dan mau dibawa ke ruangan maha suci. Kaum muda jangan marah kalau ditegur, diingatkan, apalagi soal jodoh. Maksudnya supaya masuk ruangan maha suci. Nikah jasmani mau dibawa masuk pada nikah yang rohani. Kalau nikah jasmani sudah salah, bagaimana mau masuk nikah yang rohani. Selagi belum masuk nikah ditegur memang, dari pada sudah terlanjur menikah yang salah. Lalu mau cerai, tidak bisa! Sekarang mumpung belum masuk  nikah, ditegur memang, jangan! Diingatkan itu salah supaya kita bisa masuk ruangan maha suci, masuk tempat yang sempit.

 

Jangan tolak kehidupan. Kalau menolak pembukaan Firman, menolak kehidupan, maka nafas Tuhan berubah menjadi pedang penghukuman.

II Tesalonika 2:8

2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

 

Kehidupan ditolak, kematian yang diterima. Nasibnya seperti antikristus, binasa bersama antikristus. Tuhan tolong jangan terjadi! Untuk apa Tuhan angkat saya menjadi gembala di sini kalau saya biarkan jemaat binasa! Harus ditegur dengan Firman Tuhan, dengan kasih Tuhan. Diingatkan kalau ini salah, secara pribadi juga diingatkan ini salah langkah, ini yang benar, sehingga kelak kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Kepada bangsa Israel Tuhan percayakan Firman, tetapi rahasia Firman justru dibukakan kepada kita bangsa kafir. Ini kemurahan Tuhan yang besar. Keadaan bangsa kafir sangat memprihatinkan, makanya Tuhan bukakan rahasia Firman, supaya bangsa Israel ditolong, membangkitkan cemburu Israel sehingga mereka juga mau menerima Firman.

Matius 4:23-24

4:23 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

 

Yesus menyampaikan Firman dulu baru terjadi pertolongan secara jasmani. Siria itu daerah bangsa kafir, ini keadaan bangsa kafir:

1.      Menderita penyakit. Artinya tubuhnya dikuasai setan.

2.      Sengsara. Artinya jiwanya dikuasai setan.

3.      Kerasukan. Artinya rohnya dikuasai setan.

 

Jadi tubuh, jiwa dan roh bangsa kafir dikuasai setan sehingga disebut buruk keadaannya! Mau kaya, banyak hartanya, kedudukan tinggi, jabatan tinggi, pendidikan tinggi, tetapi keadaan bangsa kafir tubuh, jiwa dan rohnya dikuasai setan. Apakah tidak perlu ditegur? Harus ditegur lewat pembukaan rahasia Firman. Yesus mengusir setan dengan menghardik, dengan teguran yang keras! Perlu teguran, perlu pembukaan rahasia Firman Tuhan.

 

Pemberitaan Injil Kerajaan Allah ini injil sepenuh. Terdiri dari Firman penginjilan dan Firman pengajaran, Firman yang dibukakan rahasianya, ini untuk menolong kita.

 

Sore ini keadaan kita bagaimana? Tubuh dikuasai setan, sakit secara jasmani, ekonomi sakit, nikah sakit. Sengsara, jiwa dikuasai setan, putus pengharapan, kecewa, putus asa. Atau rohnya dikuasai setan, kerasukan, tidak ada kepuasan. Orang yang dirasuk setan tidak ada kepuasan. Dia berteriak-teriak, mulut berbusa, kejang-kejang. Itu tidak ada kepuasan, tidak ada ketenangan dan damai sejahtera. Tetapi syukur ada pembukaan rahasia Firman. Dalam setiap ibadah dosa kita dinyatakan dan ditegur karena Tuhan sayang kepada kita sekalian.

 

Pembukaan rahasia Firman itu seharga Korban Kristus. Untuk membukakan rahasia Firman Yesus rela menjadi buruk dan mati di kayu Salib.

Yesaya 52:14

52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi —

 

Wahyu 5:9

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Ini kemurahan bagi kita, Yesus mati di kayu salib, Dia rela jadi buruk untuk menolong kita yang buruk lewat pembukaan rahasia FirmanNya. Kalau bangsa kafir sudah tertolong, bangsa Israel cemburu sehingga mereka juga mau menerima Firman pengajaran. Makanya kegerakan penginjilan ini dari barat ke timur. Kegerakan pengajaran dari timur ke barat sampai ke Yerusalem.

 

Kegerakan pengajaran itu dari timur ke barat.

Markus 16:8

16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

 

Pengajaran ini akan kembali kepada bangsa Israel, mereka cemburu kepada bangsa kafir yang menerima pengajaran.

Roma 11:11-14

11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.

11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,

11:14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

 

Dengan ada kegerakan Firman di tengah-tengah kita bangsa kafir, itu akan membangkitkan cemburu Israel sehingga mereka mau membuka hati menerima Firman pengajaran yang benar. Kalau mereka sudah menerima, alarm pintu kemurahan akan segera tertutup bagi kita bangsa kafir. Sekarang masih terbuka lebar. Pintu masih terbuka, hari ini kita masih bisa beribadah dengar Firman, besok bisa beribadah mendengar Firman, hargailah pintu kemurahan Tuhan, hargai pembukaan rahasia Firman, jangan tunggu pintu sudah ditutup.

 

Apa bukti kita menghargai pembukaan rahasia Firman?

Imamat 24:5-6

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

 

Roti disusun menjadi dua, 6 buah sesusun, menunjuk 66 kitab dalam Alkitab.

Imamat 24:7-9

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

24:8 Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.

24:9 Roti itu teruntuk bagi Harun serta anak-anaknya dan mereka harus memakannya di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus baginya dari segala korban api-apian TUHAN; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya."

 

Diatasnya ada kemenyan tulen bicara doa penyembahan. Ini bukti kita menghargai Firman Tuhan, ada doa penyembahan yang naik kepada Tuhan sebagai rasa syukur kita Tuhan sudah bukakan Firman bagi kita, Tuhan sudah menegur kita. Begitu Tuhan menegur kita berterima kasih menyembah Tuhan, tanpa terasa air mata menetes karena kita bersyukur yang tadinya binasa tetapi selamat, yang harusnya mati mendapat nafas hidup dari Tuhan.

 

Penyembahan itu adalah bagian ingat-ingatan, Tuhan mengingat kita, kita mengingat Tuhan. Kita ingat kebaikan Tuhan, terutama ingat kasih Tuhan. Dan Tuhan juga selalu mengingat kita. Tidak usah takut, kalau Tuhan mengingat kita maka pergumulan kita Tuhan jawab. Kalau Tuhan mengingat kita, Dia pasti membela kita. Kalau Tuhan ingat kita, Dia membuka pintu bagi kita. Rahel diingat oleh Tuhan, pintu rahimnya dibuka oleh Tuhan. Pintu masa depan, pintu apa saja di bumi ini Tuhan buka.

 

Kita menyembah Tuhan, ingat akan kasih Tuhan, hati yang meluap-luap karena kita mencintai dan mengasihi Tuhan. Sehingga setelah pemberitaan Firman kita diajak menyembah tidak kering-kering, tidak sepi. Kita mau datang menyembah di kaki Tuhan dengan hati yang meluap-luap, ingat selalu akan kasih Tuhan.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar