Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang Mezbah Dupa Emas, ini adalah persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya. Sepanjang malam kita mau menyembah Tuhan, biarlah kita menjalin persekutuan yang erat dengan Tuhan.
Keluaran 30:1-4
30:1 "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
30:2 sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
30:3 Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
30:4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
Keluaran 30:1-10 adalah perintah pembuatan mezbah dupa emas. Keluaran 37:25-28 adalah pembuatan atau pelaksanaannya. Jadi Firman merupakan perintah dari Tuhan untuk kita praktekan.
Mezbah dupa emas terdiri dari 5 bagian:
1. Mezbahnya
2. Tanduk mezbah
3. Bingkai emas
4. Gelang emas, tempat memasukan kayu pengusung
5. Kayu pengusung
Sesi pertama ini kita pelajari tentang mezbahnya. Terbuat dari kayu penaga tetapi disalut dengan emas murni sehingga tidak terlihat lagi kayunya. Kayu penaga ini warnanya gelap, bentuknya bengkok-bengkok dan berduri, keras dan kalau digores keluar getahnya. Kayu penaga menunjuk manusia yang berdosa, manusia berdosa banyak bengkoknya dan keras hati, serta bertabiat dosa. Tabiat dosa ini kelihatan kalau terjadi pergesekan dengan sesama. Awalnya kelihatan suci, tetapi begitu terjadi pergesekan dengan sesama kelihatan tabiat dosanya. Itu bagaikan getah dari kayu penaga tetapi mau dibentuk menjadi mezbah. Artinya Tuhan mau membentuk kita manusia berdosa ini menjadi penyembahan yang benar. Kalau tetap mempertahankan kedagingan, sulit untuk menyembah Tuhan. Makanya daging ini harus betul-betul diproses oleh Tuhan. Mezbah ini disalut dengan emas murni, emas murni menunjuk kesucian oleh Roh Kudus.
Kalau disimpulkan, untuk menjadi penyembahan yang benar, kita mutlak membutuhkan Roh Kudus.
Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Manusia daging banyak sekali kelemahannya, lemah dalam mengontrol kata-kata, lemah dalam pandangan. Tetapi kelemahan utama dari manusia daging adalah tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa menyembah. Sebab itu malam ini kita minta Roh Kudus menguasai kita supaya bisa berdoa menyembah Tuhan.
Mezbah itu ditentukan ukurannya, 1 hasta panjangnya, 1 hasta lebarnya, 2 hasta tingginya. Artinya doa penyembahan kita ada ukurannya. Bukan sekedar kita ucapkan haleluya. Tuhan bukan melihat berapa lama atau berapa kali kita menyembah dalam sehari. Yang Tuhan lihat penyembahan kita masuk ukuran atau tidak.
Ada 3 macam ukuran penyembahan.
1. Wahyu 5:8-9
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Ukuran penyembahan adalah penebusan atau kelepasan dari dosa oleh darah Yesus. Kita periksa, kita berdoa menyembah Tuhan masih ada dosa atau sudah lepas dari dosa? Tadi disebutkan sudah ditebus dari bahasa. Artinya kita mengalami kelepasan dari dosa sampai lepas dari dusta.
Kalau disimpulkan ukuran penyembahan yang pertama adalah kita jujur mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Kalau tidak jujur biarpun kita berdoa, tidak dijawab doanya, tidak didengar. malah Alkitab katakan doa orang fasik adalah kekejian. Kita berdoa tetapi tetap mempertahankan dosa itu berarti orang fasik, doanya adalah kekejian.
Amsal 15:8
15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Malam ini kita bergumul supaya kita dilepaskan dari dosa-dosa sehingga penyembahan kita naik, tidak ada yang menghalangi doa kita. Yang menjadi penghalang doa kita adalah dosa! Kalau lepas dari dosa penyembahannya naik, dupa yang harum bagi Tuhan, Tuhan mendengar dan menjawab doa kita.
2. Wahyu 8:1-3
8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
Ukuran penyembahan kedua adalah sunyi senyap. Artinya damai sejahtera oleh Roh Kudus. Kita menyembah dengan hati damai sejahtera, tidak ada lagi kekuatiran, tidak ada lagi ketakutan, keputusasaan, kepahitan hati. Coba kalau pahit hati sama seseorang, tidak akan bisa naik penyembahan kita. Kalau ada yang mengganjal di hati, serahkan semua kepada Tuhan.
3. Wahyu 11:1-2
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
Ukuran penyembahan yang ketiga adalah sebatang buluh. Ini ada kaitannya dengan sengsara Yesus.
Matius 27:29-30
27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!"
27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
Ukuran ketiga ini kaitannya dengan Yesus yang rela sengsara, Dia taat sekalipun sengsara sampai mati di kayu salib. Jadi ukuran ketiga adalah taat dengar-dengaran pada Firman sekalipun sengsara bagi daging sampai daging tidak bersuara lagi.
Tuhan mengajar penyembahan itu 1 hari minimal 1 jam. Tetapi sikap penyembahan 24 jam. Apa sikap penyembahan? Taat! Yang Tuhan ukur ketaatan kita. Sekalipun menyembah berapa kali, berapa jam, kalau tidak taat tidak ada gunanya. Seperti dalam Matius pasal 7, kami sudah bernubuat demi namaMu, melakukan mujizat demi namaMu. Kalau demi nama Tuhan, pasti ada doa penyembahan di situ. Tetapi Tuhan bilang Aku tidak mengenal kamu, kamu pembuat kejahatan, kamu tidak melakukan kehendak Tuhan. Jadi yang Tuhan ukur ketaatan kita. Sejauh mana ketaatan kita pada Firman Tuhan.
Sepanjang malam kita berdoa menyembah, tidak tidur. Tetapi kalau kita menyembah lalu tidak taat pada Firman Tuhan, sia-sia yang kita buat ini. Hanya jadi darah rendah.
Taat = mengasihi Tuhan.
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Bukan hanya sebagian, separuh, seperempat tetapi segala Firman. Inilah penyembahan. Mezbah itu tingginya 2 hasta, ini hubungan dengan Tuhan, hubungan dalam tanda ketaatan, kita mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita. Firman bilang A, karena kita mengasihi Tuhan kita lakukan, sekalipun sengsara bagi daging kita tetapi mau kita lakukan.
Markus 12:30
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Tingginya lebih dari lebarnya. Jadi betul-betul kita mengasihi Tuhan lebih dari segalanya dengan segala tubuh, jiwa dan roh kita.
Kemudian lebarnya 1 hasta, ini hubungan horisontal. Artinya kalau kita taat pada Firman Tuhan pasti mengasihi sesama seperti diri sendiri. Saya dengan isteri, tetapi saya mengasihinya seperti diri sendiri, itu lebar 1 hasta. Gembala dengan jemaat, tetapi saya mengasihi jemaat, jemaat mengasihi saya seperti diri sendiri, itu satu.
Kita bisa melihat orang itu mengasihi Tuhan, maka padanya ada kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai kita mengasihi musuh. Kalau menyakiti sesama, itu menyakiti diri sendiri. Orang yang menyakiti sesama bukan menyembah Tuhan, dia seperti orang gila di Gerasa yang teriak-teriak di kuburan dan dia memukuli dirinya dengan batu.
Markus 5:5
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Berteriak-teriak ini perkataan yang hanya menyakiti. Bukan berteriak dalam arti sungguhan. Mungkin perkataannya pelan, mungkin hanya berbisik, tetapi menyakiti! Seperti inilah kalau tidak taat, mulutnya hanya menyakiti, hanya seperti memukuli diri dengan batu. Tidak bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Sepanjang malam ini kita mau datang menyembah Tuhan, biar kita mencapai ukuran penyembahan. Sampai pada puncaknya ketaatan, kita mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa dan roh, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
Markus 12:31
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Tinggi itu vertikal, panjang dan lebar itu horisontal. Kalau dihubungkan dengan garis maka akan membentuk salib. Jadi doa penyembahan adalah proses penyaliban daging. Sakit memang bagi daging, bukan hanya berkata haleluya tetapi kita mengasihi sesama seperti diri sendiri, itu suatu penyaliban daging. Biasanya yang paling menyakiti kita adalah sesama dalam rumah tangga. Kalau tetangga belun tentu sesakit itu dia menyakiti. Tetapi coba kalau isteri, suami, anak, orang tua, menantu, saudara yang berulah, sakit sekali bagi daging. Tetapi kita mau belajar mengasihi. Itulah esensi dari penyembahan. Bukan hanya sekedar berkata haleluya tetapi bagaimana mengasihi sesamaku mulai dari dalam rumah tangga. Banyak hal terjadi dalam rumah tangga yang kadang membuat kita geram, belajar untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai daging tidak bersuara lagi. Daging yang tidak bersuara itu berarti mati, diapa-apakan sudah tidak ada reaksi lagi, itu penyembahan. Daging dirobek dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.
Mezbah dupa emas posisinya dekat pintu tirai. Pintu tirai menunjuk perobekan daging. Waktu Yesus disalib lalu Dia menyerahkan nyawaNya maka pintu tirai terobek. Penyembahan ini menentukan kita bisa merobek daging untuk mencapai kesempurnaan, mencapai ruangan maha suci. Malam ini daging maunya istirahat, tetapi kita robek dengan penyembahan.
Tuhan tidak menipu, kita melakukan Firman, kita merobek daging maka ada hasilnya. Hasil mengasihi Tuhan dan sesama = hasil bertekun dalam penyembahan:
Markus 12:33-34
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
1. Hasil pertama tidak jauh dari kerajaan Allah. Kita hidup di bumi tetapi mengalami kebahagiaan Sorga. Waktu hamba yang mengembangkan 5 talenta dan 2 talenta datang kepada tuannya, tuannya berkata masuklah dalam kebahagiaan Tuanmu, itulah kebahagiaan Sorga. Mungkin masalahnya belum selesai, seperti gunung yang tidak berpindah, tetapi kita bahagia sebab Tuhan berikan kebahagiaan Sorga.
2. Yesus melihat betapa bijaksananya jawab orang itu. Hasil kedua Tuhan berikan kebijaksanaan atau hikmat Sorga. Semakin banyak menyembah semakin Tuhan pertambahkan hikmat sorga. Terutama kami gembala, kalau tidak banyak menyembah, menghadapi jemaat tidak akan bijaksana. Kebijaksanaan dari Sorga ini yang menjamin keberhasilan hidup kita. Kaum muda jangan takut kalau ijazah terbatas, jangan pesimis dengan keadaan jasmani kita, yang penting untuk berhasil adalah hikmat Sorga. Penyembahan kuncinya, supaya berhasil di dunia ini sampai berhasil luput dari aniaya antikristus, mengasihi Tuhan, mengasihi sesama.
Pengkhotbah 10:10
10:10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
Ini rumus dari dunia, kalau ijazahnya sudah mentok, modalnya sedikit, harus diperbesar tenaganya. Tetapi yang menentukan untuk berhasil bukan modalnya banyak, ijazahnya tinggi, potensi jasmani, tetapi yang menentukan adalah hikmat sorga. Kita dapat dari mana? Dari penyembahan, mengasihi Tuhan dan sesama. Jadi ketika menghadapi jalan buntu, gagal dan gagal, penyembahannya diperbaiki, dibangun lagi mezbahnya. Mungkin selama ini mengandalkan kekuatan sendiri, akhirnya gagal terus. Seperti perempuan pendarahan, dia andalkan kekuatannya, semakin memburuk. Nanti begitu dia mau menjamah ujung jubah baru tertolong. Menjamah ujung jubah itu merendahkan diri = tersungkur di bawah kaki Tuhan Yesus, menyembah Tuhan, baru tertolong.
Begitu juga kami hamba Tuhan dalam pelayanan. Gagal pelayanan, jemaat masuk satu keluar dua, masuk dua keluar empat, tekor terus. Bukan ditambah teologianya, yang ditambah penyerahannya, penyembahannya. Sidang jemaat juga dalam kegagalan-kegagalan, bukan yang jasmani yang ditambah tetapi penyembahannya yang ditambah. Kadang sudah pasang cctv, tambah ini, tambah itu, masih bobol juga. Penyembahannya yang harus ditambah. bukan yang jasmani yang menjadi prioritas tetapi penyembahan.
Hikmat Tuhan itu yang menjadi keberhasilan dari krisis apapun di dunia ini, sampai berhasil luput dari aniaya antikristus.
Wahyu 13:16-18
13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Yang penting untuk menghadapi antikristus adalah hikmat. Tuhan berikan hikmat, antikristus berkuasa kita diluputkan dari mata antikristus. Makanya mata dan mulut kita pakai menyembah Tuhan. Tutup mata, menyembah Tuhan. Kalau tidak mau tutup mata menyembah Tuhan, hanya lihat keadaan di dunia jadinya takut, kuatir. Tetapi kalau banyak berdoa Tuhan pasti tolong. Begitu kegoncangan terjadi, perintah Tuhan bangunlah angkatlah mukamu, keselamatan datang. Angkat muka memandang Tuhan menyembah Tuhan, maka Tuhan meluputkan kita.
3. Tidak ada lagi pertanyaan. Artinya
a) Tidak ada lagi keraguan terhadap pengajaran yang benar dan terhadap kuasa Tuhan. Tidak lagi bertanya-tanya mana yang benar mana yang salah, apakah Tuhan menolong saya atau tidak, Tidak ada lagi keraguan terhadap pengajaran dan terhadap kuasa Tuhan. Kadang ketika diperhadapkan dengan masalah, masalah kian berat, muncul banyak pertanyaan, benarkah ini pengajaran yang saya ikuti? Adakah Tuhan?
Keluaran 17:7
17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"
Kadang begitu, baru masalah sepeleh sudah mulai bertanya-tanya ‘adakah Tuhan’ padahal masalahnya baru tidak ada air, belum kalau tidak ada roti, tidak ada nasi. Makanya penyembahan ditingkatkan supaya tidak bertanya-tanya. Tuhan selalu ada menolong tepat pada waktunya. Ini pengajaran yang benar dan murni, Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Percaya yakin, tidak usah ragu!, yakin saya sudah berada pada alamat yang benar untuk mengarah pada Yerusalem Baru.
b) Tidak ada lagi masalah, tidak ada lagi persoalan, Tuhan selesaikan tepat pada waktunya. Saya diperhadapkan masalah nikah yang pelik, sudah minta pisah, suami sudah tidak bisa lagi, sudah tidak tahan. Lewat penyembahan mereka ditolong. Tetapi minggu berikutnya masalah lagi, isterinya yang bilang tidak tahan lagi. Tinggal menyembah, Yesus tolong nikah ini. Mereka datang beribadah dengar Firman, tidak lama mereka kirim wa sudah berdamai, tidak ada lagi persoalan, tidak ada lagi masalah.
Banyak kali diperhadapkan dengan persoalan sampai mengkerut kening. Mungkin malam ini belum ada jawaban. Siapa tahu sampai sesi terakhir Tuhan menjawab. Kalau belum, terus menyembah. Kuasa Tuhan tidak pernah tersembunyi, kalau yang lain ditolong, kita juga pasti ditolong. Orang lain persoalannya sama dengan kita, sama-sama dengar Firman, sama-sama penyembahan, masalahnya Tuhan tolong maka masalah kita juga pasti Tuhan tolong tepat pada waktunya, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat.
Tidak usah ragu dengan kuasa Tuhan, jangan ragu dengan pengajaran, terus menyembah, tidak ada lagi masalah, tidak ada lagi air mata, Tuhan selesaikan semua tepat pada waktunya.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar