20260211

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 11 Februari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:12-14

1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 

1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

 

Rasu-rasul menanti-nanti pencurahan Roh Kudus. Kita sangat membutuhkan Roh Kudus, tanpa Roh Kudus kita hanya manusia daging yang ditandai begitu banyak kelemahan.

 

Ada 2 hal yang rasul-rasul lakukan dalam menanti pencurahan Roh Kudus:

1.      Naik ke ruangan atas.

Lukas 22:8-9,12

22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."

22:9 Kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?"

22:12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya."

 

Ruang atas yang dimaksud adalah tempat di mana Yesus bersama murid-muridNya makan perjamuan Paskah, sekarang wujud perjamuan Paskah adalah Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Jadi naik ke ruang atas berarti untuk mengalami pencurahan Roh Kudus kita harus tekun makan Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.

 

2.      Bertekun dalam doa dengan sehati.

 

Kita bahas poin kedua. Setelah makan Firman lanjutkan ketekunan dalam doa penyembahan. Setelah selesai pemberitaan Firman kita diajak untuk menyembah supaya kita mengalami pencurahan Roh Kudus. Yang sudah dipenuhi Roh Kudus, Roh Kudus tidak padam tetapi justru semakin meluap-luap dalam Roh Kudus.

 

Memang untuk bertekun tidak semua orang bisa lakukan. Jumlah orang yang melihat kenaikan Yesus ada 500 orang. Tetapi yang menanti-nanti pencurahan Roh Kudus, yang bertekun dalam pengajaran dan perjamuan suci, yang bertekun dalam doa penyembahan hanya 120 orang, berarti minus 380 orang. Lebih banyak yang tidak mau bertekun.

I Korintus 15:6

15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

 

Kisah Para Rasul 1:15

1:15  Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

 

Memang banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Banyak yang sudah menerima penginjilan tetapi yang mau meningkat bertekun dalam pengajaran hanya sedikit. Apalagi yang mau bertekun dalam penyembahan, itu suatu penyaringan. Biarlah kita masuk dalam kelompok 120 orang yang mau bertekun dalam pengajaran yang benar dan perjamuan suci, serta mau bertekun dalam doa penyembahan.

 

Penyembahan itu dikaitkan dengan bukit Zaitun. Bukit Zaitun adalah tempat pemerasan buah Zaitun menjadi minyak. Bagi kita sekarang, kalau daging diperas lewat doa penyembahan, maka minyak urapan Roh Kudus dicurahkan. Semakin meningkat penyembahannya, semakin diperas dagingnya, semakin luar biasa urapan Roh Kudus kepada kita. Ayo kita tingkatkan penyembahan kita hari-hari terakhir ini.

 

Pengertian bertekun dalam doa dengan sehati.

1.      Doa penyembahan yang didorong oleh Firman pengajaran yang benar. Satu Firman pengajaran yang benar mengarahkan kita untuk sehati. Kalau Satu Firman pengajaran pasti kita menjadi sehati = menjadi satu tubuh Kristus. Seperti tubuh kita, tubuh satu hatinya juga satu, begitu juga pengajaran. Satu pengajaran mengarahkan kita menjadi sehati =  menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

 

Tentu tergantung tanggapan kita masing-masing. Kalau sikap kita benar terhadap Firman pengajaran yang benar, kita mau memeras dan merobek daging kita, bukan kehendak kita yang kita ikuti, pengajaran itu kita praktekan, pasti satu hati.

Efesus 4:13

4:13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

 

Iman timbul dari mendengar Firman, jadi satu iman artinya satu Firman pengajaran yang benar, satu Tubuh Kristus. Firman mengarahkan kita pada satu Tubuh Kristus, pribadi yang rohaninya dewasa untuk menyatu dengan Yesus sebagai kepala.

 

Jadi penyembahan itu didorong oleh Firman pengajaran yang benar. Kalau pengajarannya benar, penyembahannya pasti benar. Ini membawa kita bisa sehati, satu Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Paulus dan Petrus berbeda pribadi, tetapi karena satu pengajaran, surat-surat mereka dirangkum di dalam satu Alkitab. Sehati, tidak saling bertentangan pengajaran mereka. Itu kalau satu pengajaran dan sama-sama mau mempraktekan Firman pengajaran. Kalau satu pengajaran lalu yang satu mau praktek sedangkan yang lain belum praktek, susah mau sehati. Kalau sama-sama mau praktek pasti bisa satu hati.

 

2.      Berdoa dengan terus menerus, tidak bisa dihalangi oleh apapun, tidak bosan, dengan satu kerinduan akan Roh Kudus. Terus tekuni penyembahan sampai kita dipenuhi Roh Kudus, sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.

 

Kepenuhan Roh Kudus itu adalah kelahiran baru. Bertekun dalam doa seperti seorang ibu hamil bertekun menjaga janinnya sampai melahirkan. Kelahiran itu tidak bisa dipaksa, terjadi dengan secara wajar. Orang mengandung 3 bulan bisa dipaksa melahirkan, tetapi wujudnya hanya gumpalan darah. Tetapi kalau normal, terjadi secara wajar, wujud bayi bisa terlihat. Begitu juga kepenuhan Roh Kudus, jangan dipaksakan, biarlah sesuai kerinduan dan kebutuhan kita. Kalau kita rindu, kita butuh, pasti Tuhan penuhkan. Kita minta kepada Tuhan, pasti Tuhan berikan kepada kita, sebab itu janji Tuhan, janji itu akan digenapi kepada kita.

 

3.      Merendahkan diri serendah-rendahnya di kaki Tuhan, mengakui segala kelemahan dan kekurangan kita, bahkan ketidakmampuan kita. Bagaikan permukaan air, titik nol.

Kejadian 1:1-2

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

 

Permukaan air itu titik nol, ini menunjuk sikap merendahkan diri serendah-rendahnya. Kita kosongkan diri, segala kelemahan, kekurangan dan ketidakmampuan kita akui sehingga Tuhan berikan Roh KudusNya. Roh Kudus pasti turun, Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

 

Yang bertekun dalam doa di sini adalah mereka yang banyak kelemahan. Kita akan periksa siapa-siapa saja yang bertekun dalam doa penyembahan ini:

a)      11 murid.

b)      Beberapa perempuan yang menopang pelayanan Yesus. Salah satunya Maria Magdalena, pernah dirasuk oleh 7 roh jahat.

c)      Maria ibu Yesus dan saudara-saudara Yesus. Mereka juga banyak kelemahan, bahkan mereka pernah mengatakan Yesus sudah gila, sudah tidak waras.

 

Kita bahas yang pertama yaitu 11 murid. Kelemahan 11 murid adalah tidak percaya kebangkitan Yesus sebab hati mereka degil atau keras.

Markus 16:14

16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

 

Sampai 3 kali murid-murid Yesus degil. Dan kedegilan mereka itu sejak dari pemecahan roti. Mereka yang membagi-bagikan roti, tetapi mereka sendiri degil. Kalau sekarang hamba Tuhan memberitakan Firman tetapi dia sendiri degil, tidak percaya.

a)      Pemecahan roti pertama.

Markus 6:52

6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

 

b)      Pemecahan roti kedua.

Markus 8:17

8:17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?

 

c)      Markus 16:14

16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

 

Ini kelemahan murid-murid dan juga menjadi kelemahan kita, tidak percaya kebangkitan Yesus, degil, keras hati. Kedegilan mereka yang pertama ketika mereka sementara berlayar menuju ke seberang lalu perahu mereka ditimbus angin dan gelombang. Yesus datang berjalan di atas air, mereka malah ketakutan dan mengatakan Yesus hantu. Ini kedegilan hati mereka!

Markus 6:45-52

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.

6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,

6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

 

Perjalanan murid-murid berlayar ke seberang itu menubuatkan perjalanan rohani kita menuju ke pelabuhan damai sejahtera, itulah Yerusalem Baru. Perjalanan rohani kita ditandai dengan ibadah pelayanan untuk kita bisa mencapai Yerusalem yang Baru, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Sifat dasar Mempelai Wanita Tuhan adalah tekun beribadah melayani Tuhan.

Wahyu 22:3

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

 

Di Sorga adalah tempat kita beribadah melayani Tuhan selama-lamanya. Dalam perjalanan rohani kita, dalam ibadah pelayanan kita, ada 2 tantangan yang kita hadapi:

a)      Tantangan dari luar yaitu:

1)      Angin sakal dan gelombang. Sementara kita dalam ketekunan beribadah melayani Tuhan, kita dihantam angin sakal dan gelombang. Apa wujudnya? Angin pengajaran palsu untuk membelokkan arah kapal kita, bahkan mau menenggelamkan perahu rohani kita. Kita menghadapi angin pengajaran palsu yang semakin kencang berhembus ditiup oleh setan.

Efesus 4:14

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

 

Ayat 11 dan 12 tentang jabatan pelayanan untuk kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saat dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, ada angin pengajaran palsu menerpa, mau menenggelamkan kerohanian kita. Tantangan dari luar begitu hebat hari-hari terakhir ini. Kita sudah mendengar bagaimana Paulus mengingatkan Timotius, betapa angin pengajaran palsu ini mau menghancurkan, membinasakan.

I Timotius 1:3

1:3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain

 

Paulus gambaran hamba Tuhan, gembala, Timotius pengerjanya, anak rohaninya Paulus. Jadi ketika Paulus pergi, Timotius tinggal menjaga jemaat. Ini pelajaran untuk kami sebagai gembala, ketika pergi pelayanan keluar, bukan pergi jalan-jalan, harus ada orang yang dapat dipercaya, bertanggung jawab menjaga sidang jemaat supaya jangan kena angin pengajaran palsu. Jadi tidak boleh sembarang menyerahkan mimbar. Dalam hal ini pengerja atau tua-tua atau hamba Tuhan lain yang satu Firman pengajaran yang benar, tidak boleh sembarang.

 

Bahaya angin pengajaran palsu ini, sebab kalau sudah dihantam angin pengajaran palsu, arah bisa berubah. Yang tadinya ke utara bisa ke timur, bisa ke barat, tidak bisa mencapai sasaran akhir yaitu Yerusalem yang Baru.

 

2)      Gelombang dosa. Sudah beribadah melayani tiba-tiba bisa jatuh! Kalau tidak hati-hati, kalau lengah bisa jatuh, gelombang dosa ini mau menenggelamkan kehidupan kita. Gelombang itu kaitannya dengan internet. Lihat sekarang di internet, begitu ngeri, kalau tidak hati-hati, bisa jatuh! Handphone kalau dimanfaatkan dengan positif, baik. Tetapi kalau hati tidak kuat bisa kena gelombang dosa. Banyak roh katak, roh najis di situ!

 

3)      Gelombang pencobaan yang datang dengan sekonyong-konyong. Namanya gelombang tidak hanya 1 kali, dia datang bergulung-gulung. Pencobaan datang silih berganti. Mulai dari kecil dulu, lama-lama makin kuat, anginnya makin kencang, makin tinggi, habis itu reda lagi. Tetapi tetap bergelombang, nanti kencang lagi. Itu yang kita hadapi hari-hari terakhir ini membuat kecewa, putus asa. Saya sudah melayani Tuhan koq seperti ini. Dia enak hidupnya, kenapa saya susah. Kalau kita kecewa, putus asa, itu adalah penyakit aids secara rohani. Berarti kehilangan daya tahan rohani sehingga dosa apa saja bisa masuk. Sampai akhirnya tinggalkan pelayanan.

 

b)      Tantangan dari dalam yaitu kekerasan hati. Tantangan dari luar sudah hebat, ditambah lagi tantangan dari dalam. Kalau kita tidak ada pengajaran, tidak ada Yesus Imam Besar yang berdoa syafaat untuk kita, habislah kita!

 

Kekerasan hati muncul karena mata kita hanya melihat tantangan, melihat besarnya gelombang pencobaan, besarnya masalah hidup, melihat godaan manusia. Bukan melihat Yesus yang berjalan di atas air, Yesus adalah Firman. Bukan melihat Firman makanya timbul kedegilan, kekerasan hati. Kita sendiri langsung ngomong tidak mungkin, padahal bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Malah diklaim tidak mungkin, itu karena melihat besarnya gelombang, melihat masalahnya, juga melihat godaan-godaan di dunia, bukan melihat Firman.

 

Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, ingat Yesus berjalan di atas air, berarti Yesus lebih besar dari segalanya, Dia sanggup mengatasi. Yesus bukan menyelam tetapi berjalan di atas air, gelombangnya makin tinggi, Yesus tetap di atas air. Jadi yang kita pandang adalah Yesus, pandang Firman, bukan lihat besarnya gelombang. Yesus lebih besar dari segala masalah kita. Kuasa firman pengajaran sanggup mengatasi segala masalah kita. Lihat Firman, pasti ada pertolongan Tuhan pada waktunya.

 

Praktek melihat Firman.

I Korintus 13:12

13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

 

Firman adalah cermin muka. Kalau kita bercermin, kita melihat kekurangan dan keadaan kita. Jadi melihat Firman artinya kita mendengar Firman sampai kita sadar akan kekurangan kelemahan kita untuk kita akui, kita selesaikan dan kita diperbaiki. Jangan malu ketika Firman keras menyatakan kekurangan kelemahan kita. Seperti perempuan Siro Fenesia disebut anjing oleh Yesus. Ketika Firman datang menunjuk kekurangan dan kelemahan kita, kita akui, benar Tuhan aku anjing, ini kelemahanku, supaya diperbaiki.

 

Jadi kalau disimpulkan melihat Firman adalah mendengar Firman sampai praktekan Firman supaya kelemahan kekurangan kita diperbaiki.

 

Praktek degil, keras hati

1)      Markus 6:48

6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

 

Praktek pertama adalah susah payah mendayung. Sebelum Markus pasal 6, murid-murid sudah pernah menghadapi peristiwa yang sama seperti ini. Itu juga kadangkala terjadi pada kita, dulu kita ada masalah sudah ditolong oleh Firman, tetapi kadang kita tetap keras hati, degil! Menghadapi masalah yang sama bukan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan Firman tetapi mengandalkan kekuatan sendiri untuk menyelesaikan masalah. Dalam Markus pasal 4 mereka bukan susah payah mendayung tetapi mereka langsung membangunkan Yesus, berseru kepada Yesus. Waktu menghadapi masalah serupa, mereka langsung berseru kepada Yesus, menyembah dan ditolong. Kemudian menghadapi masalah yang sama, bukannya berseru dan berserah kepada Tuhan tetapi malah menggunakan kekuatan sendiri.

 

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, hanya kadangkala kita yang seringkali degil, keras hati. Terutama masalah dalam pelayanan, jangan memakai kekuatan sendiri. Mentang-mentang sebagai gembala, dia mau pakai kekuatan sendiri, dia mau menggunakan wibawanya sendiri bukan wibawa Firman, tekan jemaat malah dilawan. Bukannya selesai tetapi malah tambah hancur.

 

2)      Markus 6:49

6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

 

Menganggap Tuhan seperti hantu. Hantu itu menakutkan. Artinya menganggap Firman pengajaran yang benar itu sesuatu yang menakutkan, yang menyengsarakan daging, yang merugikan daging. Menganggap Firman itu hanya membebani, menyusahkan.

Yeremia 23:33,34,36,38

23:33 Apabila bangsa ini — baik nabi ataupun imam — bertanya kepadamu: Apakah 1Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang 2Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.

23:36 Tetapi 3Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

23:38 Tetapi jika kamu masih berbicara tentang 4Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, maka beginilah firman TUHAN: Oleh karena kamu masih memakai ungkapan 5Sabda yang dibebankan oleh TUHAN itu, sekalipun Aku mengutus orang kepadamu mengatakan: Janganlah kamu berbicara tentang 6Sabda yang dibebankan oleh TUHAN,

 

6 kali mengatakan sabda yang dibebankan Tuhan. 6 angka daging. Kenapa Firman pengajaran dianggap beban? Karena mempertahankan daging dengan keinginan hawa nafsunya, makanya Firman pengajaran dianggap beban, hanya bikin susah.

 

Akibatnya:

Yeremia 23:40

23:40 Aku akan menimpakan kepadamu aib yang kekal dan noda yang kekal yang tidak akan terlupakan."

 

Kalau Firman selalu dianggap beban, bikin susah, nanti aib dosa kekal, tidak terhapus, tetap melekat. Apa yang bisa menyucikan? Hanya Firman pengajaran.

 

Sebaliknya hantu dianggap Tuhan, dibalik. Artinya menganggap kesenangan daging, dosa-dosa itu sesuatu yang biasa, tidak apa-apa, malah dianggap bagus, enak.

 

Jadi kalau orang sudah keras hati, sudah degil, pasti membuang pengajaran dan mempertahankan daging, mempertahankan dosa. Firman dianggap perkataan yang keras dan menyusahkan karena hatinya keras. Akhirnya meninggalkan Yesus, hanya mengikuti keinginan dagingnya.

Yohanes 6:60-61,66

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 

Tidak lagi mengikuti Yesus, berarti yang dia ikuti adalah dagingnya sendiri. Pasal 66 ayat 6. 666 ini bilangan antikristus, bukan kebetulan ditulis seperti itu. Dia pertahankan daging sehingga tubuhnya daging 6 yang pertama, jiwanya daging, rohnya daging, semua daging!

 

3)      Markus 14:28

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

 

Seringkali kita seperti itu, kalau ini pengajaran benar masalahku harus selesai, semua harus baik, semua harus lancar. Tetapi kalau tidak lancar malah bimbang.

Matius 14:29-31

14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

 

Praktek keras hati yang ketiga adalah bimbang terhadap Firman pengajaran. Sebab motivasinya menerima Firman pengajaran supaya keadaan hidup jasmaninya baik, semua lancar, ekonomi lancar, masa depan baik. Kalau hamba Tuhan pelayanannya baik. Undang pembicara yang menyampaikan pengajaran ‘saya mau terima ini pengajaran’. Begitu dia terapkan, jemaat bereaksi, jemaat tidak terima, terjadi pemberontakan. Mulai bimbang, betulkah ini pengajaran yang saya harus anut atau saya cari yang lain.

 

Seperti Yohanes Pembaptis, sebelum dipenjara lantang sekali dia berseru lihat Anak Domba Allah yang menghapus dosa seisi dunia, lalu murid-muridNya mengikut Yesus. Waktu dia ditangkap dan dipenjara, dia utus muridnya coba tanya dulu, betulkah Dia Mesias, atau kita masih menanti yang lain. Begitu juga kita, waktu pertama kali mendengar pengajaran lantang sekali berkata ini pengajaran yang selama ini saya cari-cari. Langsung terima dan praktekan. Begitu mempraktekan koq tantangannya berat, koq saya malah dijauhi, malah terjadi yang lebih hebat, masalahnya kian berat. Akhirnya mulai bimbang. Inilah degil, karena mata hanya melihat yang jasmani, bukan melihat Firman.

 

Akibat degil, mulai terombang ambing seperti ombak.

Yesaya 57:20-21

57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.

57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

 

Kalau sudah degil dengan 3 praktek tadi, akhirnya menjadi orang fasik. Bayangkan, 11 murid tadi akhirnya menjadi sama seperti orang fasik padahal mereka sudah bersama-sama dengan Yesus. Seringkali orang yang keras hati, melihat yang seperti ini sudah dia jadikan contoh yang salah ‘sedangkan murid-murid seperti itu, apalagi saya. Sedangkan Petrus menyangkal apalagi cuma saya. Sedangkan Yudas mengkhianati apalagi cuma saya. Ini orang degil, keras hati, yang diambil contoh yang negatif. Sedangkan Musa bisa salah, apalagi cuma saya. Nanti kalau dia marah-marah malah berkata ‘sedangkan Yesus marah-marah di Bait Allah’. Orang degil ini akan mengambil yang cocok dengan dagingnya, akhirnya menjadi sama dengan orang fasik. Mari kita lihat, kita orang pengajaran lembut hatinya atau degil.

 

Tanda-tanda orang fasik yang degil hatinya:

1)      Menimbulkan sampah dan lumpur. Sampah itu dipermukaan air, lumpur di bawah air. Artinya mulai dari perkataannya, perbuatannya dan hatinya, pikirannya kotor oleh dosa! Karena kotor mengeruhkan Firman pengajaran yang benar. Artinya menjadi sandungan bagi orang lain sehingga tidak mau menerima pengajaran.

Yehezkiel 34:17-19

34:17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

34:18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?

34:19 Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

 

Sebenarnya orang lain tertarik mau dengar Firman pengajaran. Waktu diundang natal persekutuan, diundang paskah persekutuan mereka datang. Tetapi begitu melihat orang di dalam, yah sama saja dengan torang. Kalau istilah papa Cuma indah kabar dari rupa. Apalagi kami gembala khotbah menyampaikan pengajaran, sampaikan kekudusuan, sampaikan tentang iman dan lain-lain, tetapi praktek hidupnya tidak seperti itu! Saya bukan menggurui para hamba Tuhan, kita yang sudah dalam pengajaran, jangan bikin keruh.  

 

Tuhan akhirnya mengadakan penghakiman antara kambing dan domba. Domba akhirnya makan rumput yang diinjak-injak, minum air yang keruh. Berarti yang suka bikin keruh pengajaran, di hadapan Tuhan dia bukan domba tetapi kambing! Kita semua adalah domba-dombanya Tuhan, mau menjadi pengantin anak Domba. Kalau sekarang masih sama-sama dalam penggembalaan, dalam persekutuan ada domba ada kambing. Kelihatan masih sama-sama, tetapi nanti saat penghakiman baru dipisahkan, sudah terlambat tidak bisa lagi memperbaiki diri. Domba sebelah kanan, kambing sebelah kiri. Kambing binasa, domba selamat.

 

Jangan terjadi dalam hidup kita, berpikir sudah hebat melayani padahal kambing

Matius 25:31-33

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

 

Orang yang selalu menimbulkan sampah dan lumpur berada di sebelah kiri. Apa itu sebelah kiri? Kekayaan dan kehormatan di tangan kiri. Jadi orang yang suka mengeruhkan pengajaran sehingga menjadi sandungan, orientasinya ikut pengajaran cuma karena mau mencari kekayaan dan kehormatan. Bukan mencari umur panjang untuk masuk Yerusalem Baru.

Amsal 3:16

3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

 

Saya berupaya sebagai gembala yang memberitakan pengajaran, jangan sampai yang dicari hanya kekayaan dan kehormatan. Makanya saya sudah tidak sakit hati kalau dikata-katai, karena bukan kehormatan yang saya cari. Yang penting kita tahan uji, bertahan saat diperhadapkan dengan nyala api ujian, Tuhan sendiri yang akan menghormati kita, biar manusia tidak menghormati tetapi Tuhan yang menghormati.

 

Sikap kita terhadap pengajaran adalah menghiasinya, bukan mengeruhkan. Kita yang sudah dalam pengajaran, hiasilah Firman pengajaran itu dengan praktek-praktek hidup kita yang sesuai dengan Firman. Sehingga orang melihat, betul orang pengajaran adalah orang yang jujur, orang yang benar, orang yang suci, orang yang bertanggung jawab. Bukan dicibir, tetapi Tuhan yang dipermuliakan.

Titus 2:10 (Terjemahaan Lama)

2:10 dan dengan tiada mencuri, melainkan menunjukkan setia yang sempurna, supaya di dalam segala perkara mereka itu menjadi suatu perhiasan bagi pengajaran Allah, Juruselamat kita.

 

Kita menjadi perhiasan bagi pengajaran Allah, jadi orang semakin tertarik, sehingga jiwa-jiwa lebih banyak dimenangkan. Orang tertarik karena kita menghiasi pengajaran itu dengan perkataan, perbuatan, sikap hidup kita. Terutama kami hamba Tuhan yang memberitakan pengajaran, serta anak-anak hamba Tuhan, hiasi Firman pengajaran.

 

2)      Mazmur 1:4-5

1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

 

Seperti sekam. Artinya:

Ø  Kosong dari perkara-perkara rohani yaitu dari Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan karena hanya puas dengan perkara jasmani. Hanya puas dengan perkara kulit, puas ketika sudah diberkati, tetapi kalau diperiksa di dalammya kosong, tidak ada Firman, tidak ada Roh Kudus, tidak ada kasih Allah. Hanya bangga dengan perkara-perkara yang jasmani!

Ø  Tidak pernah berubah. Masuk pengajaran sekian tahun, begitu terus saja hidup.

Yeremia 13:23-24

13:23 Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

13:24 Aku akan menghamburkan mereka seperti sekam yang diterbangkan angin padang gurun.

 

Tidak bisa berubah seperti orang Etiopia tidak bisa ganti kulit, seperti macan tutul tidak bisa mengubah belangnya. Ikut Yesus tetapi begitu terus, tidak pernah berubah. Sebagaimana dia pertama kali masuk pengajaran yah tetap begitu, tidak ada keubahan. Kenapa? Sebab setiap Firman datang dia mengelak. Seperti Yudas, Firman datang dia malah mengelak ‘bukan saya’. Selalu tunjuk salah orang, tidak pernah Firman untuk dirinya. Firman itu  cocok untuk si A, si B. Firman itu untuk saya, maka Firman bekerja menyucikan dan membaharui hidup kita.

 

Kalau tidak berubah nanti seperti Yudas, dikuasai antikristus. Antikristus itu orang dari dalam, dari antara kita, tetapi tidak berubah, tidak sungguh-sungguh. Kalau tidak berubah akan dikuasai oleh antikristus, dicap 666. Tubuhnya daging, rohnya daging, jiwanya daging, tidak pernah berubah. Sampai nanti dagingnya buas seperti antikristus, antikristus digambarkan seperti binatang buas. Saya sebagai gembala, kalau khotbah tetapi tidak berubah, bahaya! Kasihan jemaat yang digembalakan, bukan bertemu Yesus malah ketemu antikristus.

 

Kita disebut surat Kristus, orang bisa melihat, harus ada keubahan hidup. Suami bisa lihat isteri ada keubahan hidup, isteri lihat suami ada keubahan hidup, orang tua bisa melihat anaknya ada keubahan hidup. Bukan begitu terus, tetap manusia daging, mempertahankan kedagingan. Nanti jadi buas seperti antikristus!

I Yohanes 2:18-19

2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

 

Ada dalam pengajaran tetapi tidak sungguh-sungguh. Orang seperti ini akan dituntut lebih banyak. Hukumannya akan lebih berat dari pada orang-orang yang sama sekali tidak tahu pengajaran. Sebab kepada siapa diberi banyak, akan dituntut banyak. Kita sudah banyak menerima pengajaran dari pendahulu. Kitab-kitab sudah berapa yang kita pelajari diajarkan kepada kita. Tetapi kalau sudah diberikan waktu dan kesempatan masih juga tidak berubah, maka kepada yang banyak diberi akan dituntut lebih banyak.

Lukas 12:48

12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

 

Dari porsi pemberitaan Firman saja kita sudah lebih banyak dari yang lain. Kalau pada umumnya 10-15 menit sudah selesai. Kita setengah jam paling cepat, biasanya 1 jam sampai 1,5 setengah. Biarlah Firman kita terima membaharui kehidupan kita sekalian.

 

Syukur kepada Tuhan, sekalipun keadaan sudah degil dan keras hati, selama kita masih berada pada jalur pengajaran yang benar, penggembalaan yang benar, persekutuan yang benar, dalam hal ini masih satu perahu berlayar ke seberang, masih ada pertolongan dari Tuhan. Tuhan tidak rela kita menjadi sampah, lumpur, sekam yang hanya binasa. Tuhan masih mau menolong. Syukur kita masih berada pada perahu yang sama, kecuali perahunya sudah beda, ajarannya sudah beda. Selama masih ada dalam perahu yang sama, pengajaran yang benar, penggembalaan yang benar, persekutuan yang benar, masih bisa tertolong.

 

Cara Tuhan menolong:

1)      Markus 6:46

6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

 

Yesus naik ke bukit untuk berdoa. Apa yang Yesus doakan? Dia berdoa untuk murid-muridNya yang berlayar ke seberang. Jadi yang pertama masih ada doa penyahutan, doa syafaat dari Yesus Imam Besar di Sorga. Di bumi ada gembala yang menaikan doa syafaat bagi kita. Kalau kami hamba Tuhan yang tergembala, ada hamba Tuhan yang terus berdoa untuk kami. Makanya saya mau menjadi gembala yang tergembala, terus bersekutu, berfelloswhip, ada hamba Tuhan yang mendoakan. Kita berbahagia, masih ada doa penyahutan selama masih ada dalam satu perahu.

Ibrani 7:25

7:25 Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

 

Ibrani 7:25 (Terjemahaan Lama)

Oleh sebab itulah Ia berkuasa juga menyelamatkan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Dia, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu.

 

Jadi kalau sekarang kita masih belum tenggelam, masih bisa datang beribadah, masih bisa ikut fellowship yang benar, masih bisa masuk dalam penggembalaan, itu karena ada doa penyahutan dari Yesus Imam Besar Gembala Agung di Sorga dan juga dari gembala di bumi. Jadi jangan kita sombong, saya masih aman-aman saja, tidak terjadi apa-apa, itu karena ada yang berdoa syafaat. Kalau tidak ada yang berdoa, sudah lama tenggelam dan binasa!

 

Ada teman saya pernah tantang gembala. Ketika Firman datang kalau tidak setia, tidak akan dipakai oleh Tuhan, dia tantang gembala, saya buktikan sekalipun saya tidak setia, tidak dipakai di gereja ini tetapi dipakai di gereja lain. Dan nasibnya tragis, dia meninggal overdosis, itu karena melawan gembala.

 

Yeremia, sekalipun orang Israel sudah bersikap begitu menyakitkan dia terus berdoa bagi mereka. Sampai akhirnya Tuhan yang  cegah, stop Yeremia jangan lagi mendoakan mereka. Jangan terjadi Tuhan stop saya tidak boleh lagi mendoakan. Pernah saya alami mau mendoakan seseorang tetapi mulut ini tidak bisa lagi mengucapkan namanya. Saya sampai takut, kasihan orang ini mau binasa!

 

2)      Lewat Firman yang keras seperti palu, disampaikan berulang-ulang.

Yeremia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Memang tidak disebutkan berulang-ulang memalu, tetapi pengalaman kami di Diora, tidak ada sekali pukul langsung hancur itu bukit batu, harus berkali-kali. Semakin keras bukit batunya, semakin keras Firman diayunkan, sampai hati yang keras itu hancur. Kalau tetap keras, dia sendiri yang terusir.

 

Saya sempat salah dalam pelayanan, bahasa saya bukan bahasa hikmat tetapi bahasa menantang ‘kalau tidak mau terima pintu terbuka lebar’ akhirnya keluar betul. Baru saya berdoa Tuhan kembalikan mereka yang sudah keluar. Tuhan bilang siapa suruh kau bilang pintu terbuka lebar. Kadang kami gembala mau gertak-gertak jemaat, berapa lama jemaat keluar.

 

Firman keras, bukan keras daging. Kami gembala harus belajar melembutkan hati. Sampaikan Firman pengajaran yang keras tetapi dengan kasih yang tulus  untuk menolong.

 

Jadi tujuan Yesus berdoa syafaat untuk kita dan menyampaikan pengajaran yang keras, supaya menghancurkan dan meremukan hati yang keras.

Yesaya 57:15

57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

 

Praktek hati remuk adalah bisa menerima Firman, menyadari dosa, kesalahan, kekurangan dan mengakuinya kepada Tuhan dengan hancur hati! Begitu  kita mau meremukan hati menerima koreksi Firman, kita sadari kesalahan kekurangan kita, kita akui maka Tuhan bertakhta di hati kita. Hati yang remuk menarik hadirat Tuhan atas kita, Dia mau bertakhta di hati kita. Takhta Tuhan disebut takhta kasih karunia.

Ibrani 4:16

4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

Jadi Tuhan bertakhta di hati kita, berarti kita hidup di dalam kasih karunia Tuhan. Yang seharusnya binasa, harusnya tenggelam, tetapi bisa hidup dalam kasih karunia Tuhan. Gelombang masalah yang begitu besar, tetapi karena kita hidup dalam kasih karunia Tuhan, gelombang selesai. Tuhan sanggup menyelesaikan persoalan dan pergumulan yang kita hadapi tepat pada waktunya. Seperti Petrus hampir tenggelam, tetapi mendapat uluran kasih karunia Tuhan. Dia mengulurkan tangan dan Yesus mengulurkan tangan kepadanya, dia diangkat.

 

Pergumulan apa yang kita hadapi, gelombang besar apa yang menerpa, mungkin sudah nyaris tenggelam, bukan untuk kita saling mempersalahkan! Sudah terjadi, tidak usah saling mempersalahkan. Tinggal apa? Hati yang remuk. Maka gelombang masalah reda.

 

Kita lembutkan hati mengaku saya ini banyak kekurangan, banyak kelemahan. Ketika mulai diberkati, mulai dipakai, mulai sombong, mulai muncul yang negatif-negatif. Kita remukan hati maka Tuhan bertakhta di hati. Takhta kasih karunia Tuhan sanggup menolong. Yesus lebih besar dari gelombang masalah yang kita hadapi. Katakan kepada gelombang masalah itu aku punya Yesus yang besar, punya iman yang kuat. Kita tidak tenggelam, kita ditolong Tuhan.

 

Kalau Tuhan bertakhta, kita hidup dalam kasih karunianya, maka kita bisa siap menyambut kedatangan Yesus. Mereka yang sudah meninggal akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Kita yang hidup siap menyambut Yesus, diubahkan sekejab dalam tubuh kemuliaan. Keduanya diterbangkan ke awan-awan untuk menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.

Wahyu 22:20-21

22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

 

Kasih karunia Tuhan yang membuat kita bisa menanti dan menyambut kedatangan Yesus.

 

I Tesalonika 4:15-17

4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

 

 

Jangan terpuruk dengan gelombang masalah besar yang menerpa hidup kita. Ada Yesus yang lebih besar. Kasih karuniaNya lebih besar dari gelombang masalah apapun yang menerpa kehidupan kita. Tetap yakin, apapun persoalan yang kita hadapi ada Yesus yang berjalan di atas air, Dia lebih besar dari persoalan yang kita hadapi. Dia sanggup untuk menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya. Bahkan Dia menguatkan kita untuk bisa menanti dan menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Di depan ada perjamuan suci yang akan kita terima sebagai bukti kebesarannya Yesus. Dia telah mengalahkan maut gelombang terbesar. Dia sanggup menolong kehidupan kita.

 

Tuhan Yesus memberkati.