Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang Pelita Emas atau kandil, dibagi 2:
1. Kaki dian, menunjuk gereja sebagai terang dunia.
2. 7 lampunya, menunjuk Roh Kudus dengan 7 manifestasinya.
Kita pelajari tentang 7 lampu.
Keluaran 25:37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
Yang penting dari lampu itu adalah api dan minyak. Kalau tidak ada api dan minyak bagaimana bisa menyala. Secara rohani bagi kita, untuk menjadi terang dunia, kita harus memiliki api dan minyak secara rohani. Keduanya harus ada, tidak boleh hanya salah satu. Apa api dan minyak secara rohani?
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di hati kita. Jadi api adalah aktivitas kasih Allah kemudian minyak menunjuk urapan Roh Kudus. Kita pelajari tentang api.
Ada 3 aktivitas api kasih Allah.
1. Memberi panas, artinya memberi kehangatan rohani kepada kita sehingga kita selalu setia dan menyala-nyala di dalam ibadah pelayanan. Mari semangat kita melayani dengan api kasih Allah. Kasih itu kekal, kalau semangat dengan api kasih Allah maka pelayanan kita tidak akan pernah kendor, pelayanan yang berkesinambungan.
2. Memberi energi atau kekuatan. Kekuatan untuk apa?
a) Untuk tahan uji
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Tantangan dalam ibadah pelayanan tidak sedikit, banyak tantangannya. Kita mau meningkat rohani, ada yang halangi. Kita mau melayani Tuhan, ada yang coba hambat. Mulai mau masuk baptisan air, ada hambatannya. Masuk dalam pelayanan ada hambatannya. Sudah melayani, banyak tantangan dihadapi. Dan kadangkala itu membuat kecewa dan putus asa. Saya sudah melayani, sudah berkorban, kenapa saya begini. Sehingga kecewa dan putus asa. Kasih Allah memberi kekuatan kepada kita tidak kecewa dan putus asa, tetap berharap kepada Tuhan.
b) Memberi kekuatan supaya kita dapat melakukan pelayanan apa saja, kapan saja, di mana saja, dalam situasi kondisi apa saja. Kalau tidak ada kasih, begitu dikasih pelayanan malah pilih-pilih, saya tidak mau itu, saya mau yang ini. Saya mau melayani di sini, tidak mau di sana. Kalau lagi diberkati melayani, kalau lagi kesusahan tidak mau melayani. Kasih Allah memampukan kita melayani pelayanan apa saja. Tuhan utus ke Tonusu layani, diutus ke Diora layani, diutus ke Tentena layani, di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja. Apalagi kami sebagai hamba Tuhan harus siap sedia, baik, tidak baik waktunya. Tidak boleh menolak tetapi jangan ambisi, jangan minta-minta. Begitu juga jemaat, kami butuh di sini atur meja, siap. Angkat air, siap. Mau mengepel, siap.
3. Api memberi terang, berarti tidak ada yang tersembunyi. Artinya kita tidak menyembunyikan dosa, bisa melayani dalam kejujuran. Pelayanan akan berat kalau ada dosa yang disembunyikan. Apalagi sebagai gembala, dia pikul beban pelayanan satu dua jemaat berapapun yang Tuhan percayakan. Kalau ada dosa, berat, akhirnya tinggalkan pelayanan dengan alasan habis panggilan. Selesaikan dosanya, buang dosanya.
Ketika Elisa membawa rombongan nabi menebang pohon untuk membuat rumah mereka, ada yang kapaknya jatuh. Dia berteriak minta tolong dan Elia bertanya di mana jatuhnya. Di mana kita jatuh di situ diselesaikan. Jangan pindah-pindah, jatuh di sini tidak diselesaikan malah pindah ke tempat lain.
Jaga, jangan sampai api kasih itu padam. Kita lihat satu contoh yang tidak menjaga sehingga api kasihnya padam, dia tidak mengasihi Tuhan dan tidak mengasihi sesama, padahal pelayanannya hebat, itulah Petrus. Tidak menjaga berarti Petrus lengah = dingin rohani, api kasihnya sudah padam.
Lukas 22:54-55 (Petrus menyangkal Yesus)
22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
Petrus sudah dingin rohaninya, dia duduk di tengah-tengah prajurit-prajurit, berdiang di api dunia.
Ada 6 kelengahan Petrus:
1. Waktu Yesus memberitakan bahwa Dia akan disalibkan, Petrus menolak salib.
Markus 8:31-33
8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Kelemahan pertama pikirannya daging yaitu menolak salib. Kalau Yesus disalibkan, dia bisa ditangkap juga. Menolak salib, menolak sengsara bersama Yesus. Ikut Yesus hanya mau yang enak bagi daging. Kita bekerja, saya harapkan kita bekerja bersama-sama. Tidak hanya 1 2 orang bekerja, yang lain santai. Semua mau melayani Tuhan, bukan mau yang enak bagi daging, mencari keuntungan daging. Banyak kali kita mengikut Yesus tetapi praktek kita menolak salib. Ada yang menjadi seteru salib, musuh salib. Melayani tetapi musuh salib karena mau yang enak bagi daging.
Petrus menarik Yesus ke samping. Artinya tidak mau tergembala. Tergembala itu, gembala berjalan di depan dan domba mengikuti dari belakang.
Yohanes 10:1-5
10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Ini artinya tidak mau tergembala, tidak mau tekun 3 macam ibadah, tidak mau taat pada Firman penggembalaan. Hati-hati, kalau mulai bosan tergembala, api kasihnya mulai dingin.
2. Lukas 22:31-34
22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
22:33 Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
22:34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
Yang kedua bersandar pada kekuatan sendiri. Firman datang malah ditepis, mau pakai kekuatan sendiri. Banyak kali orang Kristen begitu, Firman datang yang adalah jawaban dari segala pergumulan kita, Firman yang sanggup menolong, malah ditepis, pakai kekuatan sendiri. Ini api kasihnya mulai dingin, bersandar pada kekuatan sendiri. Sedangkan masih tidak dingin, tidak panas sudah mau Tuhan muntahkan, apalagi kalau dingin.
3. Lukas 22:45-46
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
Tertidur, tidak berjaga-jaga = tidak tekun dalam doa penyembahan. Hari ini kita gunakan untuk berdoa puasa. Jangan tidur dalam doa penyembahan. Kalau tidur, api kasih dingin, tidak berdoa, tidak berjaga-jaga.
4. Markus 14:50
14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Lari meninggalkan Yesus. Artinya hanya mau mengikuti Yesus kalau diberkati. Tetapi begitu diperhadapkan tantangan dan rintangan cepat meninggalkan Yesus, cepat berbalik dari ajaran sehat kepada ajaran lain. Waktu diberkati dia berkata ini pengajaran, ini yang saya cari, luar biasa, dahsyat Firman Tuhan, dahsyat pengajaran. Waktu diperhadapkan dengan tantangan, cepat berbalik meninggalkan pengajaran, beralih pada ajaran lain. Seperti itulah jemaat Galatia, sampai Paulus heran, begitu cepat berbalik pada ajaran yang lain, meninggalkan ajaran yang benar.
Galatia 1:6-7
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
Sudah tahu beda, Firman sudah diputar balik, tetapi karena tidak mau sengsara, tidak mau menderita sehingga cepat berbalik, tinggalkan pengajaran yang benar beralih pada ajaran yang tidak benar, ajaran palsu.
Sudah bertahun-tahun kita di dalam pengajaran. Jangan sampai ada pergumulan, ada tantangan langsung cepat sekali berbalik, tidak mau ikut pengajaran lagi, sudah ganti ajaran lain.
5. Mengikut Yesus dari jauh. Artinya biasa tidak beribadah, biasa menjauhkan diri dari ibadah pelayanan. Orang Kristen tetapi waktu hari-hari ibadah dia tidak di gereja. Pelayan Tuhan kalau sudah biasa tidak beribadah, biasa tidak melayani, itu sudah ikut Yesus dari jauh. Tahun ini tahun penyertaan Tuhan, jangan sampai kita tidak disertai Tuhan karena mengikut Yesus dari jauh.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Saya bukan menghalangi yang mau mencari pekerjaan, khususnya kaum muda. Tetapi saya mau ingatkan ibadah online itu bukan pilihan utama, itu karena keadaan. Rasa-rasa saja sendiri, kalau tatap muka langsung saja ibadahnya tidak serius, lalu bilang saya mau izin kerja di sana nanti saya online, itu tanda tanya besar. Sedangkan yang sudah serius waktu ibadah tatap muka langsung, kadangkala waktu ibadah online banyak kendalanya.
Jangan sampai kita ikut Yesus dari jauh, kasih sudah dingin. Akhirnya semua sudah digampangkan, nanti ibadah tunda. Akhirnya tunda, tunggu dulu tidak jadi ibadahnya. Kita harus serius, jangan ikut Yesus dari jauh, nanti tidak dapat penyertaan Tuhan.
6. Berdiang dekat api dunia, akhirnya mencari kehangatan dari dunia, sampai terikat dengan dunia.
Karena lengah dalam 6 hal ini, akhirnya Petrus 3 kali menyangkal Yesus. Ini menunjukan kejatuhan yang begitu dalam. 1 kali menyangkal itu sudah kejatuhan yang dalam, 2 kali tambah dalam, 3 kali ini lebih dalam lagi, begitu dalam kejatuhannya. Karena Yesus sendiri mengatakan siapa yang menyangkali Aku akan Aku sangkali di depan Bapa di Sorga. Betul-betul tubuh, jiwa dan rohnya sudah menyangkal.
Syukur kepada Tuhan, Petrus masih ditolong lewat kokok ayam.
Lukas 22:60-62
22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Petrus 3 kali menyangkal Yesus tetapi ditolong lewat kokok ayam. Sekarang kokok ayam menunjukan Firman penggembalaan, setiap hari di jam yang sama dia berkokok dengan setia, bunyinya sama, tidak berubah. Itu menunjuk Firman penggembalaan yang disampaikan dengan setia, diulang-ulang untuk menyadarkan kita akan kesalahan kita. Kadang memang Firman penggembalaan itu dihina ‘ah sudah pernah kami dengar di penggembalaan diulang lagi’. Dulu papa pernah mengatakan kalau bapak ibu dengar Firman diulang, berarti ada orang yang baru datang, yang baru dengar. Kadangkala dikecilkan, pendeta tidak punya bahan ini.
Untuk menolong yang kasihnya sudah dingin hanya lewat Firman yang diulang-ulang. Makanya sebagai gembala jangan bosan mengulang Firman. Sebagai jemaat jangan bosan mendengar Firman yang diulang-ulang, itu untuk mengobarkan kembali api kasih kita, jangan sampai padam, jangan sampai dingin. Di dalam pemberitaan Firman penggembalaan, di situ ada pandangan belas kasihan Yesus untuk menerima kita kembali. Dia menanti kita mau sadar akan kelengahan kita dan mau mengakui kelengahan kita kepada Tuhan dan Tuhan mau memulihkan kita.
Yesus Imam Besar ada di tengah-tengah kita. Dia memandang dengan pandangan belas kasihan untuk kita bisa sadar akan salah dosa kita.
Lukas 22:62
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Petrus sadar akan kelengahannya, selama ini cuma banyak bicara tetapi aktivitas kurang. Jangan sampai kita melayani Tuhan hanya omon-omon, tetapi prakteknya nol. Yang Tuhan lihat tindakan. Makanya kalau bersaksi jangan berkata nanti saya akan, saksikan yang sudah dilakukan, bukan ‘saya akan’. Mari kita sadari kelengahan kita, sesali, akui kepada Tuhan dan sesama. Setelah kita sadar, menyesal dan mengaku dosa, lanjutkan menyembah. Istilah menangis dengan sedihnya menunjuk penyembahan dengan hancur hati. Lihat diri kita, saya ini sudah menyangkal seperti Yesus seperti Petrus, seharusnya saya binasa, seharusnya saya dihukum, tetapi saya masih dipercaya pelayanan oleh Tuhan, saya masih diampuni, masih dipercaya melayani, sehingga kita bisa menyembah dengan hancur hati, terima kasih Tuhan. Kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada Tuhan.
Menyangkal bukan hanya lewat perkataan tetapi juga lewat perbuatan.
Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Menyangkal lewat perbuatan sehingga tidak sanggup berbuat baik. Perbuatannya jahat, perbuatan najis, tidak bisa berbuat baik, hanya menghujat dan mendurhaka kepada Tuhan. Tetapi kalau Firman masih disampaikan kepada kita, diulang-ulang, di situ ada pandangan belas kasih Yesus Imam Besar. Dia menunggu kita untuk sadar akan dosa. Menyesali, mengakui dan lanjutkan dengan menyembah Tuhan.
Rohani Petrus dipulihkan, kasihnya dipulihkan, maka semua akan dipulihkan. Kalau ada api kasih, maka kehidupan kita setia menyala-nyala melayani Tuhan, ada kekuatan, ada terang sehingga semua menjadi baik. Kalau tidak ada terang, bagaimana mau menghadapi dunia yang gelap dan dingin ini. Kalau gelap, tabrak sana, tabrak sini.
Kita raba dalam diri kita. Dinginnya kasih itu mengakibatkan secara jasmani juga semakin memburuk. Periksa diri kita, nikah saya tambah buruk, ekonomi tambah buruk, pelayanan memburuk, studi tambah buruk. Periksa kasihnya, jangan sampai sudah dingin. Kalau sudah dingin, terima Firman penggembalaan, sadari di mana letak dinginnya. Periksa di mana kelengahan kita. Jangan-jangan 6 ini ada pada kita. Dalam doa puasa sesi pertama ini kesempatan periksa diri, hakimi diri. Makanya Petrus catat dalam suratnya untuk menghakimi diri. Dia sadar, selama ini dia banyak omong, kasihnya dingin. Setelah dia dipulihkan, suratnya dibaca bagi kita, periksa diri, kita lengah di bagian mana.
I Petrus 4:17
4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Kalau kita banyak menghakimi dosa dan menyelesaikan dosa kita, maka kasih tidak dingin dan kasih menutupi banyak sekali dosa.
I Petrus 4:8
4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
Pengalaman Petrus dia tuliskan untuk kita sekarang, bukan untuk kita ikuti kelengahan Petrus. Yang kita ikuti sikap Petrus yang segera sadar. Begitu ditunjuk oleh Firman Tuhan dia segera sadar, segera mengakui dan segera menyembah Tuhan. Kasih Allah terus dicurahkan kepada kita, kasih Yesus indah di dalam hidup kita sekalian.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar