Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita sebagai orang percaya, kekuatan kita hanya di dalam Tuhan lewat FirmanNya.
Ibrani 9:27
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Di sini dikatakan semua manusia akan mati dan dihakimi. Tetapi kalau kita baca ayat ini seakan-akan kontras dengan I Korintus 15:51-52.
I Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Seakan-akan Firman ini bertolak belakang. Dalam I Tesalonika juga ditulis begitu, ada yang mati, ada yang hidup sampai Tuhan Yesus datang kembali. Jadi ada yang diizinkan meninggal seperti bapak A Rembang, ada yang Tuhan izinkan hidup sampai Tuhan Yesus datang kembali.
Lalu apa maksud dari Ibrani 9:27 bahwa semua manusia ditetapkan mati satu kali dan dihakimi.
1. Di sini Tuhan menunjukan bahwa manusia hidup hanya 1 kali di bumi ini. Tidak ada reinkarnasi!
2. Kita tidak hidup selamanya di bumi ini. Bumi yang kita tempati ini sedang lenyap. Jadi tidak mungkin makhluk ciptaan Tuhan yang segambar dengan Tuhan, Tuhan biarkan lenyap bersama bumi ini. Manusia tidak selamanya hidup di bumi ini, ada garis akhirnya. Garis akhir manusia ada 2:
a) Ada yang meninggal dunia.
b) Ada yang hidup sampai Yesus datang kembali.
Segala yang kita buat di dunia ini akan dihakimi. Ada takhta putih digelar dan manusia yang mati dibangkitkan untuk dihakimi menurut perbuatannya di dunia ini.
Wahyu 20:11-15
20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Dihakimi = dihukum. Jadi siapa yang dimaksud semua manusia akan mati dan dihakimi?
Roma 8:1
8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Orang yang hidup di dalam Kristus Yesus tidak dihukum. Jadi manusia yang akan mati dan dihakimi adalah orang yang di luar Kristus Yesus. Pertanyaannya apakah sebagai orang Kristen saya sudah betul-betul ada dalam Kristus Yesus? Belum tentu!
Ibrani 9:28
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Jelas di sini Kristus Yesus datang ke dunia, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, untuk menyelamatkan manusia yang mau percaya kepadaNya. Seharusnya kita yang mati, tetapi Yesus menggantikan kita. Kalau kita percaya, kita tidak dihukum.
Jadi bisa disimpulkan, orang di luar Kristus Yesus adalah:
1. Orang yang tidak percaya Yesus. Bagaimana dia mau selamat kalau tidak percaya. Misalkan ada orang jatuh di lubang, lalu ada orang di atas mengulurkan tali, pegang tali ini supaya kamu selamat. Tetapi begitu diulurkan tali orang yang di dalam lubang ini tidak percaya kepadanya. Biar diulurkan tali, tetap tidak bisa diselamatkan. Begitu juga manusia, Yesus datang ke dunia, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya yang percaya kepadaNya selamat. Jadi orang yang di luar Yesus adalah orang yang tidak percaya Yesus.
2. Orang yang selama hidupnya di dunia ini tidak mau menyelesaikan dosa! Sekalipun dia Kristen dari kandungan, Kristen sejak lahir, tetapi kalau selama hidupnya di dunia ini tidak mau menyelesaikan dosa, malah tetap hidup di dalam dosa, menyakiti hati Tuhan, itulah yang akan dihakimi dan dihukum.
Yang kita perjuangkan bukan masalah hidup atau mati. Yang kita harus perjuangkan adalah selama kita hidup di dunia ini, waktu yang Tuhan berikan kepada kita, masih diberikan perpanjangan umur, jantung masih berdetak, ayo kita gunakan waktu yang ada untuk menyelesaikan dosa, bukan menambah dosa.
Tuhan sudah menyediakan Kurban Pendamaian, tempat kita mengaku dosa dan mendapatkan pengampunan dosa. Tuhan mau mengampuni dosa kita, sebesar apapun dosa yang kita perbuat, berapa kali dilakukan, berapa lama dilakukan, masih mau Tuhan selesaikan. Tinggal dari kita mau atau tidak. Sebagai contoh penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus, kejahatannya begitu besar sampai harus disalibkan, harus dihukum mati. Tetapi menjelang dia mau meninggal dia sadar akan dosa. Penjahat yang lain menghujat Yesus, lalu dia berkata orang ini tidak bersalah, kita orang bersalah, selayaknya kita harus dihukum. Lalu dia berkata kepada Yesus, Yesus ingatlah akan aku waktu Engkau datang sebagai Raja. Yesus berkata ‘hari ini juga engkau ada bersama dengan Aku di Firdaus’ dosanya diampuni.
Kadang kita melihat orang yang sudah hancur-hancuran hidupnya kita berkata orang ini memang orang neraka. Di saat-saat dia dipanggil Tuhan bisa berdamai. Makanya tugas kami hamba Tuhan, ketika ada jemaat dalam keadaan sakit, lalu saat-saat dia dipanggil Tuhan, diadakan pelayanan pendamaian, dituntun.
Saya pernah menuntun jemaat yang sudah lanjut usia yang akan meninggal. Ketika meninggal dia sudah didamaikan oleh darah Yesus. Jadi pada kebangkitan yang pertama dia dibangkitkan untuk hidup kekal bersama Yesus. Ada 2 gelombang kebangkitan, kebangkitan pertama dibangkitkan untuk hidup kekal. Kebangkitan kedua, kebangkitan orang-orang yang tidak percaya Yesus dan yang tidak pernah mendamaikan dosanya. Dia dibangkitkan untuk dihakimi dan dihukum. Ini jangan terjadi! Jangan sampai kita hanya menyandang status Kristen tetapi kita tidak pernah menyelesaikan dosa kita.
Menyelesaikan dosa = menghakimi diri sendiri. Lebih baik sekarang kita menghakimi diri kita sendiri supaya tidak dihakimi dan dihukum.
I Petrus 4:17
4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Sekarang waktunya bagi kita menyelesaikan dosa, hakimi diri sendiri. Jangan tunggu nanti sudah di depan takhta pengadilan Tuhan, dihakimi hanya untuk dihukum.
Siapa rumah Allah? Rumah Allah adalah kita sendiri.
I Korintus 3:16
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Dengan apa kita menyelesaikan dosa? Atau dengan apa kita dihakimi? Ketika sangkakala terakhir dibunyikan kita yang hidup diubahkan sekejab mata dalam tubuh kemuliaan. Yang mati dalam Yesus dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Jadi dengan apa kita menghakimi diri sendiri? Dengan bunyi sangkakala.
Keluaran 19:9, 17-19
19:9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.
19:17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.
19:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
19:19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
Jadi ketika Tuhan berbicara, didengar oleh bangsa Israel bagaikan bunyi sangkakala yang kian lama kian keras. Bunyi sangkakala adalah suara Tuhan, apa suara Tuhan dalam gereja? Itulah Firman Tuhan yang keras dalam hal menyatakan dosa. Kadang kita tidak tahu yang kita perbuat adalah dosa, Firman Allah yang menyatakan bahwa itu dosa!
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dinyatakan salah untuk diperbaiki, sesudah itu dididik di dalam kebenaran.
Kita menghakimi diri dengan Firman yang keras menyucikan, yang menyatakan dosa kita. Jangan marah kalau Firman tampil keras menunjuk dosa kita. Firman menyatakan dosa karena Tuhan sayang kepada kita, Tuhan tidak mau kita dihukum. Bagi Tuhan lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Kalau dosanya sudah dinyatakan lewat Firman namun tetap tidak mau berubah, tanggung sendiri kalau dia harus mati, harus dihukum!
Ada yang bertanya, kalau Tuhan itu kasih, kenapa ada penghukuman? Memang ada penghukuman bagi orang yang tidak menghargai kasih Tuhan. Kasih Tuhan diwujudkan lewat Firman yang menyatakan dosa salah kita, supaya kita sadar, kita mau mengakuinya kepada Tuhan dan sesama, diperbaiki, kita dididik di dalam kebenaran. Sehingga waktu Yesus datang kita bisa menyambut Dia. Kalau kita diizinkan meninggal dunia, waktu Yesus datang kita dibangkitkan menyambut Dia di awan-awan. Kalau kita hidup, maka waktu Yesus datang kita diubahkan dalam tubuh kemuliaan menyambut Yesus di awan-awan.
Ayo waktu yang sisa ini kita gunakan untuk berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama. Apalagi kalau sudah diperhadapkan dengan moment seperti ini, apalagi yang mau dipertahankan. Kekasih kita sudah dipanggil Tuhan, lalu mau pertahankan gengsi, saya tidak mau berdamai dengan dia, biar saja! Kalau orang itu ada di sorga, kalau begitu tidak mau masuk Sorga karena ada di sana. Jangan! Ayo selesaikan semuanya. Lebih baik waktu yang ada kita gunakan untuk menyelesaikan dosa.
Ada 5 hal yang harus kita hakimi sekarang, kita selesaikan:
1. Roma 2:16
2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.
Ini yang pertama harus kita selesaikan yaitu segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati. Apa itu? Niat dosa! Belum kita lakukan, baru niat, harus diselesaikan!
Ada lagi niat yang kadangkala sudah ada tetapi tidak dilakukan. Itulah niat baik yang tidak pernah dilakukan, itu juga akan dihakimi Tuhan.
Yakobus 4:17
4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
2. Perbuatan dosa
II Korintus 5:10
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Dosa apa yang sudah kita lakukan kepada Tuhan dan kepada sesama, ayo diselesaikan semuanya.
3. Perkataan dosa, perkataan sia-sia yang sudah pernah dilontarkan.
Matius 12:36-37
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Mungkin sudah terlanjur mencaci maki orang, dusta, memfitnah orang, menghujat, diselesaikan. Semua perkataan sia-sia diselesaikan, Memang kadang pikiran kita sudah lupa yang pernah kita katakan, namun Roh Kudus yang mengingatkan.
4. Dosa menghakimi orang, menuduh, memfitnah orang.
Matius 7:1,5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Kita buat dosa yang lebih besar, tetapi orang lain yang kita tunjuk-tunjuk. Kalau menunjuk orang dengan satu jari, 3 jari menunjuk ke kita, kita lebih besar dosanya. Ada balok di mata kita tidak kita lihat, selumbar di mata orang lain kita lihat. Nanti akhirnya salahkan orang lain. Apalagi kalau yang kita hakimi itu lebih diberkati, durian lebih banyak, sawahnya lebih luas, malah salahkan Tuhan ‘Tuhan tidak adil, orang seperti itu diberkati’.
5. Dosa egois
Matius 25:45-46 (Perikopnya; penghakiman terakhir)
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”
Tuhan sudah gerakan untuk pekerjaan Tuhan, untuk pembangunan Tubuh Kristus tetap tidak mau, itu egois! Semua untuk diri sendiri.
Lebih baik selesaikan semua. Firman datang bukan untuk menunjuk salah kita bukan untuk kita dipermalukan tetapi untuk kita selesaikan dosa. Kalau kita mau diperbaiki dan dididik dalam kebenaran maka tempat kita di Sorga yang kekal.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
66 kitab dalam Alkitab ini yang kita percaya, tulisan yang diilhami Tuhan, Firman Tuhan. Kenapa harus dididik di dalam kebenaran? Sebab sorga tempatnya kebenaran. Kalau sekarang nikahnya tidak benar, tidak benar perbuatannya, tidak benar pelayanannya, semuanya tidak benar, tidak bisa masuk Sorga sebab Sorga itu tempatnya kebenaran.
II Petrus 3:13
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Waktu tinggal sisa, kedatangan Yesus sudah di ambang pintu! Kita tidak tahu kapan waktunya, baik kedatangan Yesus secara pribadi seperti yang dialami bapak Rembang, atau kedatangan Yesus menjemput gerejaNya. Sekarang kita harus ada pada sikap berjaga-jaga. Bagaimana caranya berjaga-jaga? Hakimi diri sendiri, selesaikan semuanya, kita diperbaiki. Jangan putus asa, saya ini sudah hancur tidak mungkin diperbaiki. Yang sudah rusak dibetulkan dengan penuh kasih sayang. Tidak ada yang mustahil, tinggal kita mau atau tidak.
Saya juga bukan orang yang baik-baik, saya memang anaknya pendeta tetapi di masa remaja banyak berbuat yang tidak baik, banyak berbuat dosa yang menyakiti hati Tuhan. Tetapi syukur Tuhan mau perbaiki dan Tuhan panggil menjadi hambaNya. Semua kita adalah orang yang ada dalam dosa, tetapi mau diperbaiki, buktinya sekarang kita mau duduk dengar Firman. Kita mohon kepada Tuhan, biar darah Kristus Yesus, darah pendamaian mendamaikan kita dengan Tuhan. Menyelesaikan segala dosa kita. Kalau Yesus datang kita siap menyambut kedatanganNya.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar