Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:18-21
15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
15:21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.
Penekanannya di ayat 21, mereka tidak mengenal Dia yang telah mengutus Aku. Jadi dunia membenci Yesus dan gerejaNya karena tidak mengenal Yesus. Ini pelajaran bagi kita dan harus menjadi kewaspadaan. Roh kebencian bisa masuk ke dalam kita jika kita tidak mengenal Yesus. Banyak orang mengaku Kristen, orang percaya, orang yang beribadah, tetapi tidak mengenal Yesus dan tidak dikenal Yesus, bahkan sampai Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu. Ini awasan bagi kita, jangan sampai kita tidak mengenal Yesus. Makanya kita harus berupaya untuk bisa mengenal Yesus lebih dalam.
Bagaimana caranya untuk mengenal Yesus lebih dalam?
1. Efesus 1:17
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Jadi, cara pertama mengenal Yesus lebih dalam adalah telinga kita mendengar dan dengar-dengaran pada Firman yang dibukakan rahasianya. Jadi penting telinga ini, makanya perhatikan cara kamu mendengar.
Lukas 6:18
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Pendengaran kita terhadap Firman ini menentukan kita mengenal Yesus atau tidak.
2. I Korintus 2:2
2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Mata kita melihat Yesus di kayu salib.
Jadi, orang yang mengenal Yesus telinga dan matanya di kuasai oleh pengaruh Sorga, sehingga kehidupan itu sedang diciptakan kembali untuk segambar dengan Tuhan menjadi Mempelai Wanita yang sama sempurna dengan Yesus.
Amsal 20:12
20:12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.
Bagaimana praktek mata melihat sengsara Yesus di kayu salib.
1. Melihat tubuh Yesus yang dicambuk.
Kita ini adalah Tubuh Kristus, harus rela menerima cambuk atau cemeti Firman pengajaran yang benar.
Ibrani 12:10-11
12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Ibrani 12:10-11 Terjemahan Lama
12:10 Karena mereka itu dengan sesungguhnya sudah mengajar kita di dalam sedikit masa sebagaimana yang tampak baik kepada mereka itu; tetapi Tuhan mengajar bagi faedah kita, supaya kita beroleh bahagian di dalam kekudusan-Nya.
12:11 Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.
Amsal 23:13-14
23:13 Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan.
23:14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.
Amsal 23:13-14 (Terjemahan Lama)
23:13 Janganlah tahankan pengajaran dari pada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia, dengan rotan, maka tiada ia akan mati,
23:14 melainkan apabila engkau memukul akan dia, barangkali engkau melepaskan nyawanya dari pada neraka.
Jadi melihat Tubuh Yesus yang dicambuk artinya kita sebagai Tubuh Kristus rela menerima cambuk atau cemeti Firman pengajaran yang benar. Namanya dicambuk tidak enak, sakit bagi daging. Pengajaran itu memang sakit bagi daging, tetapi menghasilkan kebenaran dan kesucian. Mari terima, jangan mengelak. Orang yang mengelak nanti seperti Yudas. Ketika cemeti Firman datang langsung mengelak, tidak mau, itu cocok untuk suamiku, cocok untuk isteriku, nanti jadi seperti Yudas. Sudah jelas-jelas Firman datang keras seperti cambuk, Yudas malah berkata ‘bukan aku!’
Matius 26:23-25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Orang yang mengelak dari Firman sedang bersembunyi di dalam dusta, sehingga tidak bisa dijamah oleh Tuhan. Sesama juga tidak bisa menjamah, yang bisa menjamah hanya setan! Jangan kita seperti itu.
Setiap Firman datang, keras dan sakit bagi daging, kita berterima kasih kepada Tuhan, berarti masih ada kekuranganku, makanya dirotan dengan pengajaran, masih ada yang salah. Kalau sudah tidak ada yang salah, tidak mungkin dirotan. Kalau sudah benar semua tidak mungkin dicambuk. Jadi jangan marah kalau dirotan dengan Firman pengajaran sekalipun sakit, berarti saya masih ada salahnya, harus diperbaiki.
Yudas bersembunyi di dalam dusta.
Yesaya 28:15
28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"
Biar Firman sudah datang dengan keras, tetapi berkata bukan saya. Ini jangan terjadi pada kita.
Kita tidak lagi memandang tubuh Yesus secara jasmani yang dicambuk serdadu Romawi, tetapi kita memandang yang rohani. Artinya kita rela menerima cambuk Firman pengajaran supaya diperbaiki oleh Firman pengajaran dari segala kesalahan dan kekurangan.
2. Melihat kepala Yesus yang bermahkota duri.
Yesus menerima mahkota duri ini untuk kita. Artinya apa? Hubungan kita dengan Yesus sebagai kepala harus dijaga, jangan ada duri kekuatiran. Kekuatiran ini yang seringkali menghambat hubungan kita dengan Tuhan. Mau ibadah sudah tidak bisa sungguh-sungguh, karena kuatir. Sudah tidak bisa menyembah karena kuatir. Kekuatiran itu gandeng dengan keinginan daging. Itu duri yang menusuk. Kita lihat kepala Yesus bermahkota duri, jangan kasih duri lagi, Dia sudah tanggung di kayu salib supaya jangan kita tanggung lagi, jangan ada lagi keinginan daging di dalam kita.
Markus 4:18-19
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Firman yang didengar tidak masuk, tidak bertumbuh, tidak berbuah karena kuatir. Termasuk kami gembala, hamba Tuhan, kuatir nanti kalau jemaat keluar bagaimana. Akhirnya sampaikan Firman yang dibijaksanai supaya jangan tersinggung. Kenapa? Kalau jemaat keluar pemasukan berkurang. Ada keinginan! Keinginan uang, keinginan jahat dan keinginan daging, itu semua gandeng.
Jadi dengan kita melihat kepala Yesus yang bermahkota duri, kita tanggalkan segala keinginan daging, segala kekuatiran, sehingga kita bisa tergembala dengan benar dan baik.
I Petrus 5:7
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Jangan ada kekuatiran. Kekuatiran itu gandeng dengan keinginan sehingga membuat kita sulit tergembala, tidak bisa tergembala 3 macam ibadah pokok.
Mari kita memandang kepala Yesus yang bermahkota duri, tanggalkan segala kekuatiran, keinginan-keinginan daging sehingga hubungan kita dengan Yesus semakin erat.
3. Melihat salib Yesus.
Dia tersalib karena cintaNya kepada kita.
Yohanes 10:11,17
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Yesus memberikan nyawaNya, mengorbankan nyawaNya. Kita memandang salib Yesus di mana Yesus mengorbankan nyawaNya karena cintaNya kepada kita. Artinya kita juga mau berkorban apapun untuk pekerjaan Tuhan karena cintanya kita kepada Tuhan. Bukan karena mau dilihat orang, karena mau bersaing banyak-banyakan, bukan! Tetapi karena cinta kita kepada Yesus, kepada Tuhan, kepada Kekasih kita. Sehingga tidak ada lagi kepentingan sendiri, kita rela menanggalkan kepentingan diri sendiri untuk kepentingan pembangunan Tubuh Kristus.
Korban pikiran, korban perasaan. Kalau baru ada bahasa sindiran kita sudah terganggu hati, bagaimana mau mengorbankan nyawa untuk Tuhan, mengorbankan seluruh hidup. Untuk kepentingan Tubuh Kristus kita harus berkorban, terutama mengorbankan kepentingan sendiri.
Filipi 2:3
2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
Roma 15:2-3
15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."
Kalau ini bisa kita lakukan, maka kita bisa melayani dengan satu hati, satu suara, satu pengajaran, kita bisa memuliakan Tuhan.
Roma 15:5-6
15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
Kita bekerja satu hati, dari ketua sampai seluruh seksi satu hati dan satu pengajaran. Maka pekerjaan itu sekalipun berat, tetapi kalau kita satu hati, satu suara, satu komando, jadi ringan. Kalau tidak satu hati, pekerjaan ringan jadi berat.
Harus satu hati, satu suara, satu komando Firman pengajaran. Seperti itu kalau kita bisa menanggalkan kepentingan diri kita sendiri, kita bisa berkorban apa saja sampai mengorbankan nyawa untuk pembangunan Tubuh Kristus.
Yesus berkata Aku memberikan nyawaKu untuk Aku terima kembali. Ini untuk kita juga. Apa yang kita korbankan tidak hilang, tetapi mengarahkan kita menjadi satu kesatuan Tubuh Kristus untuk menyatu dengan Yesus dengan kepala.
4. Melihat paku pada tangan dan kaki Yesus.
Jadi sudah tidak bisa bergerak, seperti dibelenggu. Artinya kita rela menjadi tawanan roh sehingga tidak sesukanya kita melayani, tidak sesukanya melangkah. Dalam pelayanan bukan seenaknya kita, harus diatur oleh Firman Tuhan. Memang dalam melayani itu daging kita seperti ditawan, tidak bisa bergerak bebas. Menjadi anggota paduan suara kaum muda, tidak bisa bebas seperti anak muda lainnya yang ugal-ugalan di jalan, ke sana kemari mau senangkan daging. Ada pelayanan harus dikerjakan, kita harus jadi kesaksian di luar, bukan cuma di gereja. Juga saya ingatkan yang parkir motor, ayo parkir yang rapi. Jangan seenaknya, jangan kotori halaman mereka, jangan tutupi jalan mereka.
Kita ini memang tawanan roh, memang disandra, seperti ditawan, tidak bisa bergerak bebas. Kalau orang dunia seenaknya. Kalau kita tidak suka diperlakukan saja seperti itu, jangan kita berbuat seperti itu.
Melihat paku pada tangan dan kaki Yesus. Artinya kita rela menjadi tawanan roh, tidak sesukanya kita berbuat, tidak sesukanya melangkah, tidak sesukanya melayani. Dalam bermasyarakat juga tidak seenaknya, sehingga kita menjadi kesaksian.
5. Melihat lambung Yesus yang ditikam.
Lambung = jantung hatinya Yesus. Yesus sampai rela ditikam, itu menunjuk kasih yang tulus ikhlas.
Roma 12:9
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
II Korintus 6:6
6:6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
Kita lihat lambungNya ditikam, menunjuk kasih Yesus yang tulus ikhlas, kasih yang tidak pura-pura. Artinya dalam kita melayani Tuhan biar kita kerjakan semua dengan kasih yang tulus ikhlas, tidak pura-pura, tidak munafik. Pura-pura, munafik itu cuma untuk dilihat orang. Kalau orang lihat dia kerja sungguh-sungguh, kalau tidak ada yang lihat dia santai lagi. Kasih yang tulus ikhlas, yang tidak pura-pura, tidak munafik! Kita kerjakan semua dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih, tanpa mencari pujian.
Dulu pembangunan Bait Allah Salomo, dasar pembangunannya adalah hati yang tulus ikhlas.
I Tawarikh 29:17
29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
Semua kita kerjakan dengan tulus ikhlas. Kalau ada yang tidak mau kerja, yah sudah kita kerjakan saja dengan tulus ikhlas, maka nanti karunianya kita dapatkan. Karunia kita semakin bertambah, dia semakin kering. Kalau rohani kering, dampaknya jasmani juga kering. Karunia kita semakin bertambah, semakin dipakai Tuhan, semakin diberkati oleh Tuhan. Jangan iri kalau lihat ada yang karunianya semakin bertambah dan semakin diberkati, itu karena dia tulus ikhlas. Jangan kita cemburu tetapi kita periksa diri. Saya melayani selama ini, tidak tulus, tidak ikhlas, masih ada persungutannya, masih mengharapkan sesuatu, terutama mengharapkan pujian.
Tuhan mau kita kerjakan semuanya dengan keiklasan, tidak pura-pura, tidak munafik.
Kalau 5 hal ini bisa kita lihat, maka ketika Yesus datang kita bisa memandang Dia muka dengan muka. Kalau diizinkan meninggal dunia, akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, diangkat ke awan-awan, memandang Yesus muka dengan muka. Kalau hidup sampai Yesus datang, diubahkan dalam sekejab mata dalam tubuh kemuliaan, di angkat ke awan-awan, memandang Dia muka dengan muka.
Mulai sekarang pandang sengsaraNya, kita juga rela sengsara melayani Tuhan. Nanti kita pandang kemuliaanNya, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.
I Korintus 13:12-13
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kita memandang Dia muka dengan muka, suatu kebahagiaan kekal yang tidak terkatakan. Sekarang kita pandang dulu salib Yesus, kemudian nanti kita melihat kemuliaanNya.
Sekarang kita memandang dia masih samar-samar. Apa tandanya kita melihat Yesus dengan samar-samar? Kita merasakan ada pembelaan Tuhan. Kemudian kita merasakan pemeliharaan Tuhan. Kita tidak lihat Tuhan kasih uang sama kita, kasih beras, kasih ubi, kasih kerupuk ubi, tetapi kita rasakan orang datang beri berkat kepada kita. Kita rasakan perlindungan Tuhan. Waktu kita berangkat ke mana Tuhan lindungi. Itu masih samar-samar tetapi kita sudah melihat Dia. Nanti baru kita melihat Dia muka dengan muka. Betul-betul sudah dapat pembelaan, dapat perlindungan kekal, dapat pemeliharaan kekal, dapat pertolongan kekal, dapat keadilan kekal, sudah dapat semuanya.
Kalau sekarang kita memandang hakim, pandang pengacara, pandang penegak hukum, kadangkala tidak mendapat keadilan, malah kita yang tambah ditekan, tambah dirugikan. Tetapi Tuhan nanti akan memberikan keadilan kekal kepada kita.
Sore ini kita akan memandang Dia dalam penyembahan. Kita lihat sengsaraNya, semua Dia lakukan untuk kita sekalian.
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar