Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita tidak mati seperti Yesus, kita memperingati hari kematianNya untuk kita disucikan, mau dibentuk menjadi gereja yang sempurna, Mempelai Wanitanya Tuhan.
Kisah Para Rasul 1:15-22
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:
1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah —.
1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.
1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."
Ada 120 murid berkumpul di Yerusalem. Agenda utama mereka adalah untuk mencari pengganti Yudas si pengkhianat.
120 = 12x10
12 angka persekutuan, 10 angka Firman sepenuh.
Jadi persekutuan yang benar adalah persekutuan berdasarkan Firman pengajaran yang benar. Tidak ditambah dan dikurangi, betul-betul tertulis di dalam Alkitab, ayat menerangkan ayat.
Agenda utama mereka untuk mencari pengganti Yudas. Jadi kekuatan Firman pengajaran yang benar untuk menyingkirkan roh Yudas Iskariot atau roh pengkhianatan! Yudas merupakan pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus. Disebutkan lagi, dahulu dia termasuk rasul-rasul = hamba Tuhan pelayan Tuhan. Jadi kalau disimpulkan Yudas adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang tidak mau dipimpin oleh Yesus, oleh Firman pengajaran yang benar, sehingga tahbisan pelayanannya salah! Banyak orang sudah melayani sebagai anggota zangkoor, pemain musik, sebagai hamba Tuhan dan pelayanan apa saja, tetapi dalam pelayanan tidak mau dipimpin oleh Firman, hanya maunya sendiri!
Yudas menerima upah kejahatannya yaitu 30 keping uang perak.
Matius 26:14-15
14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Angka 30 keping perak ini adalah harga lembu yang nakal.
Keluaran 21:32
21:32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.
Jadi Yudas menyamakan Yesus dengan lembu nakal yang suka menanduk. Lembu itu gambaran hamba Tuhan dan pelayan Tuhan.
I Korintus 9:9-10
9:9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
9:10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.
Jadi lembu nakal menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan yang suka melawan Tuhan ‘hamba Tuhan nakal’ sehingga tahbisan pelayanannya salah. Dalam Keluaran 21:32 lembu nakal harus dilempari batu sampai mati. Ini menubuatkan Yesus harus mati di kayu salib untuk memperbaiki tahbisan pelayanan kita yang salah, termasuk memperbaiki diri kita yang salah. Yesus harus mati, sebab kalau tidak mati maka kita tetap dalam keadaan yang salah, diri kita salah, tahbisan salah, pelayanan salah, tidak diterima Tuhan, enyah dari hadapan Tuhan. Biar hebat pelayanannya, sudah mengusir setan, bernubuat demi nama Tuhan, melakukan banyak mujizat, kalau tahbisannya salah, diusir oleh Tuhan.
Tuhan Yesus tidak rela kita manusia ciptaanNya harus terusir kedua kali. Sebelum manusia terusir dari taman Eden, ada hewan yang dikurbankan dan diambil kulitnya lalu dibuatkan pakaian untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Tidak disebutkan hewan apa. Dalam perjalanan manusia, sudah disebutkan hewannya untuk korban pendamaian, korban penghapus dosa. Ada lembu, bisa kambing atau domba, bisa juga burung tekukur atau burung merpati. kalau keluarga tidak mampu. Dalam Ibrani pasal 10, semua korban hewan sudah digenapkan oleh Korban Kristus Yesus, korban yang sempurna. Hari ini kita memperingati hari kematian Yesus. Dia rela dan harus mati untuk memperbaiki tahbisan pelayanan kita, memperbaiki diri kita yang berdosa ini.
Apa yang membuat tahbisan pelayanan kita salah, membuat diri kita salah? Keinginan daging! Perut hatinya Yudas pecah, perutnya terbelah karena yang dia sembunyikan dalam perut hatinya hanyalah keinginan-keinginan daging! Dalam hal ini keinginan jahat, keinginan akan uang. Bertahun-tahun dia bersama Yesus di dalam pelayanan tetapi hatinya tidak pernah disucikan, perut hatinya berisi keinginan jahat, keinginan daging. Keinginan jahat ini pasangannya keinginan najis. Ini ada di dalam hati, harus disucikan. Kalau tidak disucikan ini menjadi penyebab binasa seperti Yudas! Jangan terjadi dalam hidup kita.
Kita memperingati hari kematian Yesus bukan untuk binasa seperti Yudas, tetapi kita datang saat ini, membawa diri kita, membawa tahbisan pelayanan kita supaya diperbaiki oleh Tuhan. Yang salah diperbaiki. Jadi semua bisa diperbaiki, tinggal kita mau atau tidak. Nikah yang salah, yang sudah hancur sekalipun bisa diperbaiki. Tahbisan pelayanan itu mulai dari nikah, melayani itu mulai dari nikah rumah tangga. Mungkin salah, ada sesuatu yang dilakukan, sampai paling fatal terjadi perselingkuhan, terjadi kejatuhan, masih bisa diperbaiki. Hosea isterinya bersundal, bisa dia terima kembali. Semua bisa diperbaiki, tinggal mau atau tidak. Di depan ada perjamuan suci, korban Kristus yang sempurna untuk memperbaiki diri kita, memperbaiki tahbisan pelayanan kita. Mari kita serahkan hidup kita, mau memperbaiki diri, mau memperbaiki tahbisan pelayanan. Sarana untuk kita memperbaiki diri sudah ada yaitu Korban Kristus.
Proses memperbaiki diri:
1. I Petrus 4:1
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,
Rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa = untuk bertobat. Dalam Tabernakel itu terkena Mezbah Korban Bakaran. Kadang dosa sendiri sudah diselesaikan, kita rela sengsara daging untuk menyelesaikan dosa kita. Tetapi dosa orang lain masih kita bawa, kita tidak mau rela sengsara daging untuk mengampuni dosa orang lain. Bertobat itu bukan hanya mengaku dosa kita sendiri, bertobat itu juga mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Dosa kita sudah kita selesaikan, dosa orang lain kita bawa-bawa, itu belum bertobat! Rugi kita!
Kita sudah disakiti oleh dia, dia mau minta ampun, mau bertobat. Dia masuk kebahagiaan bersama Yesus. Kalau kita tidak mau mengampuni dosanya, kita yang menderita. Sudah disakiti di dunia, menderita lagi dihukum oleh Tuhan, kan rugi double! Buang jauh-jauh pikiran perasaan daging itu. Pikiran perasaan daging itu yang membuat sulit untuk melepaskan pengampunan dan melupakan dosa orang lain. Saya selalu nasihatkan kepada yang mau masuk dalam nikah ‘kamu harus memperbanyak tabungan pengampunan’ karena masuk nikah itu masuk dalam masalah. Masalahnya banyak, waktu belum ada anak punya masalah, waktu sudah ada anak ada masalah, waktu anak sudah bertumbuh besar ada masalah. Masalah terus datang! Kalau kita tidak bisa melepaskan pengampunan, kita belum bertobat, rugi kita! Dosa kita sudah kita selesaikan, dosa orang lain dibawa-bawa.
Memang sengsara, bagaikan lembu dilempari batu. Lembu diikat lalu orang banyak lempari batu sampai mati, sengsara bagi daging! Dosa itu yang membuat hidup kita sengsara. Baik dosa kita maupun dosa orang lain. Dosa kita sendiri yang kita lakukan, kita pikirkan, kita lihat, kita perkatakan, itu membuat kita sengsara. Dosa orang lain yang kita simpan, kita pendam, tidak mau kita ampuni, tidak mau kita lupakan, itu juga yang membuat kita sengsara.
Coba di dalam nikah, ada dosa yang kita buat, isteri sengsara karena dosa kita, suami sengsara karena dosa kita, lalu dosa isteri atau dosa suami tidak mau kita lupakan. Mau cerai tidak boleh, sepanjang hidup bersama dengan pasangan sengsara sekali, betapa tidak enaknya. Dosa ini yang membuat sengsara, makanya Yesus rela sengsara sampai mati di kayu salib untuk melepaskan kita yang sengsara karena dosa.
Ayub 36:15
36:15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.
Dengan sengsara di kayu salib, Yesus menyelamatkan kita. Berapa kali kita berbuat dosa, berapa kali kita diampuni? Berkali-kali kita berbuat dosa, berkali-kali kita datang kepada Yesus, berkali-kali juga Dia mengampuni kita. Dengan sengsaranya di kayu salib Dia mau mengampuni kita. Sebab itu kita ingat korban Kristus maka kitapun mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sekalipun sengsara bagi daging, tetapi harus mengampuni mulai dari dalam rumah tangga kita masing-masing.
Bertobat adalah akar pelayanan kita. Di dalam Tabernakel itu adalah mezbah korban bakaran, itu dasar rohani kita untuk bisa masuk ruangan maha suci. Masuk halaman, yang pertama kita temui adalah mezbah korban bakaran. Dulu di situ hewan korban dibakar untuk pengampunan dosa bangsa Israel. Sekarang Yesus yang mati di kayu salib untuk menyelesaikan dosa-dosa kita.
Mengapa ada orang hebat melayani di awal, tetapi tidak sampai selesai, gugur di tengah jalan, gugur meninggalkan pelayanan? Karena akarnya, dasarnya tidak kuat, tidak ada pertobatan! Melayani pembangunan Tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Kenapa tidak kuat di dalam nikah? Karena dasarnya tidak kuat, akar pelayanannya tidak kuat, belum ada pertobatan! Perhatikan kaum muda, masuk nikah bukan hanya mau lihat yang jasmani, lihat ganteng, cantik, kaya, ada ini, ada itu, punya gelar dan lain-lain. Bukan itu yang utama! Lihat ada akar pelayanan atau tidak. Kalau tidak ada akar, tidak mungkin nikah itu berbuah manis. Begitu juga dalam pelayanan, tidak akan ada buah yang bisa kita nikmati. Kalau akar tidak kuat, kena hujan badai bisa ambruk.
Ayo kita perbaiki akar pelayanan. Baik melayani dalam nikah, dalam penggembalaan dan antara penggembalaan. Pertobatan itu sudah harus kita miliki! Pertobatan dimulai dari menyingkirkan akar-akar yang tidak baik, antara lain:
a) Akar jahat
I Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Ini akar kejahatan, seperti Yudas, cinta akan uang sampai menyimpang dari iman. Kita butuh uang, untuk pekerjaan Tuhan juga butuh uang, tetapi hati ini jangan cinta uang, nanti tidak bisa cinta Tuhan.
Praktek cinta uang sampai menyimpang dari iman.
1) Mengorbankan perkara rohani yaitu ibadah dan pengajaran yang benar untuk mendapatkan uang. Juga untuk mendapatkan popularitas, kehormatan, kedudukan, jodoh! Kaum muda jangan mengorbankan yang rohani untuk dapat jodoh, itu akar jahat. Makanya pelayanan tidak akan kuat. Kalau saya melayani motivasi saya uang, tidak akan kuat. Tetapi kalau akar jahat sudah dibuang, uang yang datang kepada kita, Tuhan perintahkan berkat kepada kita. Tidak usah kita korbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani. Yang jasmani itu bonus. Kalau kita dapat yang rohani, yang jasmani itu pasti Tuhan sediakan bagi kita, Tuhan tidak pernah menipu.
2) Beribadah melayani hanya untuk mendapatkan perkara yang jasmani. Makanya pendiri organisasi kita menyusun anggaran dasar rumah tangga berdasarkan Firman pengajaran. Pendeta dan pelayan-pelayan tidak digaji. Kalau digaji itu profesi. Pelayanan itu tahbisan, penyerahan kepada Tuhan, kita memberi untuk Tuhan. Kalau digaji saya tidak usah tinggalkan pekerjaan saya, tetap saja saya kerja di dunia. Isteri saya juga tidak usah berhenti dari kerja. Kami tinggalkan semua untuk kerja di ladang Tuhan, bukan mencari yang jasmani tetapi menyerahkan semua kepada Tuhan.
3) Menipu dan merampok Tuhan soal perpuluhan.
Malachi 3:8
3:8 Will a man rob God? Yet ye have robbed me. But ye say, Wherein have we robbed thee? In tithes and offerings.
Mereka merampok Tuhan. Dalam hal apa mereka merampok Tuhan? Dalam hal perpuluhan.
Maleakhi 3:8-10
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Milik Tuhan jangan kita ambil. Menipu merampok Tuhan itu lewat mengambil perpuluhan dan persembahan khusus. Tidak diberikan untuk Tuhan tetapi di makan sendiri.
Kalau ada akar kejahatan maka pelayanan menjadi sama dengan pelayanan orang Farisi. Kelihatan hebat melayani, terpandang, tetapi Tuhan bilang kamu hamba uang! Pelayanannya hanya soal yang jasmani, yang dicari hanya yang jasmani. Kumpul-kumpul, yang dicerita hanya yang jasmani. Berapa jemaat yang dilayani? Kami cuma 1 2 orang tetapi konglomerat semua. Itu saja yang dibahas, hanya yang jasmani semua.
Lukas 16:14-15
16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
Kalau sudah ada akar kejahatan, cinta uang, maka cenderung membenarkan diri sendiri dengan mempersalahkan orang lain. Tuhan salah, orang lain salah, Firman dicemooh, dihina, sulit untuk ditegur, sulit untuk dinasihat. Kita raba, periksa, kalau di hati ini sudah ada akar kejahatan, Firman sulit masuk. Paling kalau Firman datang menyentuh dosanya dia berkata pendeta sentimen sama saya, saya terus yang disinggung, macam dia sudah pemilik Sorga. Dia membenarkan diri.
Akar kejahatan pasangannya akar kenajisan. Kalau sudah ada cinta akan uang, akar kejahatan, pasti najis! Hati-hati, kalau sudah mulai mengorbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani, hati-hati akar najis itu sudah ada! Bisa terjerat pria idaman lain, wanita idaman lain. Jadi kalau orientasi pelayanan hanya yang jasmani, nanti najis, jatuh, nikahnya hancur, membawa pada kebinasaan. Semoga kita bisa waspada, hati-hati. Tebang akar jahat, potong!
b) Akar pahit
Ibrani 12:15
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Akar pahit ini pahit hati, iri, benci sampai benci tanpa alasan. Mulai dari tidak suka pada seseorang, tidak diselesaikan sehingga benci. Benci tidak diselesaikan, sampai benci tanpa alasan. Kenapa bisa muncul akar pahit? Karena menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan. Menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan = menjauhkan diri dari ibadah pelayanan. Karena mulai menjauhkan diri dari ibadah pelayanan maka muncullah akar pahit. Orang lain karena setia dengan Tuhan, diberkati. Dia yang melihat mulai iri. Orang lain dipakai Tuhan, dia iri. Bagaimana mau dipakai kalau tidak setia. Bagaimana mau dipakai kalau kosong, harus diisi, dalam ibadah kita diisi.
Di dunia saja orang cari pekerja yang ada isinya. Siapa yang mau pakai orang yang kosong, tidak punya kemampuan, tidak punya pengalaman. Paling tidak kalau melamar pekerjaan, syarat minimal SMA karena yang dicari yang ada isi. Otaknya ada isi, dia punya pengalaman.
Di dalam Tuhan juga begitu. Isinya adalah kesucian. Di mana dia dapatkan? Dari ibadah, maka pasti dipakai. Jangan biasakan menjauhkan diri dari ibadah, nanti hatinya kosong, yang ada pahit, iri, benci. Contohnya Esau.
Ibrani 12:16
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
Esau menjual hak kesulungan, dia tinggalkan yang rohani untuk yang jasmani. Esau itu suka meninggalkan kemah untuk berburu daging. Sekarang bagi kita meninggalkan penggembalaan, meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari yang jasmani. Meninggalkan persekutuan yang benar untuk mencari perkara daging, perkara yang jasmani, akhirnya muncul kebencian. Esau membenci Yakub kehidupan yang suka tinggal di kemah. Jadi jangan heran, kalau kita suka tinggal di kemah, sungguh-sungguh tergembala, kita akan menjadi sasaran kebencian. Jangan heran, yang penting kita tidak membenci. Jadi bisa diperiksa, orang yang suka membenci, pahit hati, adalah orang yang suka tinggal di padang, tidak mau di kemah. Kalau kita sungguh-sungguh ada berada di kemah, di dalam penggembalaan, maka akar pahit ini pasti tersingkir.
Seperti Yakub, Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub dan Yakub menerima. Begitu Yakub diberkati, Yakub malah dibenci, mau dibunuh Esau. Tetapi apakah Yakub membenci Esau? Tidak, dia tidak pernah membenci Esau, itulah orang yang suka tinggal di kemah.
Kalau hamba Tuhan suka membenci, dia tidak suka tinggal di kemah, dia tidak tergembala. Orang yang tergembala tidak mungkin membenci orang lain, akar pahit sudah dibuang. Saya nomor satu dikoreksi, gembala kalau membenci jemaat bagaimana bisa melayani. Biar sudah disakiti tetap berikan pengampunan, tetap mendoakan. Mungkin sudah dipermalukan, tetap mendoakan.
c) Akar busuk
Yesaya 5:24
5:24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.
Akar busuk menolak pengajaran, bahkan menista/menghina Firman pengajaran. Saya dikata-katai macam-macam, dituduh mendoktrin orang yang tidak baik, dibilangi ajaran asing, tetapi saya periksa diri mengajarkan apa. Jemaat bisa mendengar Firman pengajaran, jemaat juga bisa melihat gembala apakah hidupnya cocok atau tidak dengan Firman Tuhan.
Jangan sampai ada akar busuk, menolak sampai menista Firman pengajaran yang benar. Lebih parah lagi, menganggap Firman itu bikin susah.
Yesaya 30:9-11
30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
30:10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,
30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
Kalau 3 akar ini ada maka akan muncul akar yang keempat.
d) Akar racun yaitu murtad!
Ulangan 29:18
29:18 Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.
Akar pelayanan harus diperbaiki, harus ada pertobatan! Selama ini saya melayani tetapi cinta uang, bukan cinta Tuhan, minta ampun kepada Tuhan! Saya melayani tetapi ada akar najis, segera minta ampun kepada Tuhan, selesaikan semua. Rela sengsara daging untuk bertobat, berhenti berbuat dosa, tinggalkan dosa, kembali kepada Yesus. Kalau semua akar buruk sudah dibuang, lanjut proses kedua.
2. Masuk baptisan air yang benar.
Matius 3:13-15
3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
Bagaimana baptisan air yang benar? Seperti Yesus dibaptis. Contohnya sudah ada, jadi tidak usah berdebat lagi. Yang benar itu menurut Firman, seperti Yesus dibaptis. Bagaimana baptisan seperti Yesus dibaptis?
Matius 3:16
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Baptisan seperti Yesus dibaptis, dikatakan Dia keluar dari air. Berarti sebelum dibaptis Yesus masuk ke dalam air. Sedalam apa airnya? Sedalam kuburan
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Jadi baptisan air itu dikubur bersama Yesus dalam kematian untuk bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Prosesi pemakaman bagaimana? Pada umumnya masuk semua ke dalam. Bagaimana orang dikubur? Dibaringkan, bukan dijongkokan.
Siapa yang harus dibaptis? Orang mati, orang yang bertobat, mati terhadap dosa.
Roma 6:2
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
Usia berapa harus dibaptis? Usia sudah mengerti bahwa ini salah ini dosa dan dia bisa bertobat. Bayi tidak tahu berbuat dosa, kasihan bayi sudah dikubur. Yang tahu berbuat dosa itu orang yang sudah mengerti, itu yang harus bertobat dan dikubur bersama Yesus dalam air, bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Hidup baru, hidup dalam kebenaran.
Dalam Tabernakel, baptisan air itu kena bejana pembasuhan. Dulu imam-imam dan imam besar membasuh tangan dulu di situ sebelum melayani. Kalau mau melayani Tuhan harus masuk baptisan air dulu. Melayani itu mulai dari dalam nikah, mau menikah, masuk baptisan air dulu. Kalau tidak satu baptisan tidak bisa dinikahkan. Bagaimana mau paksa orang melayani kalau dia belum mati, belum dikubur, belum bangkit.
Baptisan ini penting untuk menentukan kita hidup baru di dalam Yesus, hidup di dalam urapan Roh Kudus. Hidup dalam urapan Roh Kudus itu hidup dalam kebenaran.
Roma 8:11
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Baptisan itu masuk dalam kematian bersama Yesus dan bangkit bersama Yesus maka ada Roh Kudus.
Yohanes 16:13
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Hasil baptisan air adalah mengalami urapan Roh Kudus sehingga bisa hidup dalam seluruh kebenaran, mulai dari yang kecil-kecil. Roh Kudus yang selalu mengingatkan. Begitu kita mau melakukan, Roh Kudus mengingatkan, eh ini salah, kita tidak jadi melakukan itu. Roh Kudus yang selalu memimpin dalam seluruh pengajaran.
Kalau sudah benar, Amsal mengatakan orang benar akarnya kuat.
Amsal 12:3
12:3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.
Jika kita hidup benar sesuai kehendak Tuhan, akar pelayanan kita kuat. Tidak akan pernah tercabut dari pelayanan. Tidak akan pernah berhenti melayani mulai dari dalam nikah rumah tangga. Kalau akarnya benar tetap melayani, itu orang benar.
Selalu saya fokuskan ke nikah karena pelayanan itu mulai dari dalam nikah. Kalau dalam nikah kita tidak melayani, berarti kita tidak benar! Sekalipun kita beralasan, saya tidak melayani karena suami saya terlalu kejam, dia begini dan begitu, dengan berapi-api dia melapor kepada gembala. Kalau tidak melayani, kita juga tidak benar! Kalau akar kita kuat, tidak akan pernah tercabut, biar diperlakukan bagaimanapun oleh pasangan kita terus melayani. Dalam pelayanan terus melayani, antara penggembalaan terus melayani.
Periksa yang sudah menikah, hati-hati kalau mulai malas melayani. Isteri saya ini semakin dilayani malah semakin melawan, terus layani! Sampai kapan kita melayani? Sampai mengorbankan nyawa seperti Yesus.
Efesus 5:25
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Sekarang apa yang kita korbankan untuk melayani dalam nikah? Baru korban perasaan, baru korban pikiran, belum korban nyawa! Kita melayani di gereja belum sampai sampai menyerahkan nyawa. Yang kita korbankan baru waktu, korban tenaga, korban perasaan dan pikiran. Nanti kalau bekerja bersama-sama, namanya cara kerja orang itu berbeda, ada yang cepat ada yang keong. Yang kayak rusa jangan marah-marah yang keong. Tidak bisa keong mau kejar rusa. Karena dia sudah seperti itu kasihlah pekerjaan yang keong bisa kerjakan, jangan suruh yang cepat-cepat yang butuh cekatan.
Supaya akarnya tetap kuat bagaimana caranya? Tergembala.
Amsal 12:26
12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Mazmur 1:1-3
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Supaya akarnya tetap kuat, sesudah bertobat dan hidup benar, harus tergembala, masuk ruangan suci. Kita menyerap air kehidupan.
a) Dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci kita menyerap air Firman.
b) Dalam ibadah raya kita menyerap air Roh Kudus.
c) Dalam ibadah doa penyembahan kita menyerap air kasih Allah.
Siang ini kita memperingati hari kematian Yesus, Dia mati untuk memperbaiki akar pelayanan kita. Periksa akar kita bagaimana. Saya punya akar jahat, akar najis, akar pahit, akar racun, akar busuk. Selesaikan semuanya dan tergembala dengan benar dan baik, maka kita memiliki akar kuat. Kita periksa apakah kita sudah tergembala atau belum.
Tanda-tanda tergembala:
Mazmur 1:2
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Domba itu hewan yang memamah biak. Setelah dia makan rumput, dia akan berbaring lalu dia keluarkan lagi makanannya di mulut dan dia kunyah lagi baru dia telan. Di sini disebutkan merenungkan Firman di waktu siang dan malam. Kenapa hanya siang dan malam, tidak disebutkan pagi atau sore. Sebab di waktu siang dan malam ada bahaya yang mau menghancurkan rohani kita. Makanya orang yang tergembala merenungkan Firman di waktu siang dan di waktu malam untuk menghadapi bahaya-bahaya tersebut.
v Bahaya di siang hari:
II Petrus 2:13
2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.
Hidup berfoya-foya di sini artinya waktu dipakai hanya untuk memuaskan daging, ini orang yang tidak tergembala! Tetapi orang yang tergembala dia merenungkan Firman di waktu siang, dia gunakan waktu untuk memuliakan Tuhan.
Sekarang teknologi canggih, apa saja ada di internet untuk memuaskan daging! Dunia ini menawarkan perkara-perkara yang menyenangkan daging. Waktu kita sekarang waktu yang sisa, kita gunakan untuk melakukan kehendak Tuhan, melakukan Firman Tuhan, untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk menyenangkan daging.
Jadi pak gembala tidak boleh rekreasi, refreshing? Silahkan. Saya suka renang, pas di Tonusu ada kolam renang. Saya juga gunakan waktu untuk rekreasi tetapi bukan menyenangkan daging sampai Tuhan sudah disakiti. Karena senang dagingnya, kata-kata yang dilontarkan sudah menyakiti hati Tuhan. Ini berbahaya!
v Bahaya malam
I Tesalonika 5:5-7
5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
Bahaya malam adalah tidur dan mabuk. Tidur menunjuk dosa kawin mengawinkan, dosa kenajisan dengan berbagai macam bentuknya! Sekarang ngeri sekali dosa ini. Perhatikan kaum muda, masa pacaran dan tunangan jangan diisi dengan dosa ini. Jaga kekudusan supaya saat masuk nikah dapat berkat yang penuh. Kalau sudah terlanjur, minta ampun, jangan diulang! Ini bahaya malam, tidur, dosa kawin mengawinkan dengan begitu beragam macamnya, apalagi dengan kecanggihan teknologi sekarang, justru mempermudah melakukan dosa ini.
Kemudian mabuk, itulah dosa makan minum, semakin menjadi-jadi. Orang memperingati hari kematian Yesus, merayakan natal, merayakan hari-hari besar, justru melakukan dosa makan minum! Diisi dengan narkoba, miras, merokok, begitu banyak ragamnya hari-hari terakhir ini.
Ini bahaya yang mau menghancurkan rohani kita. Sebab itu tergembala, masuk kandang penggembalaan maka akar kita menyerap air Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Sehingga kita terhindar dari hidup foya-foya, terhindar dari dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
Hasilnya:
1. Mazmur 1:3
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Daunnya tidak pernah layu, artinya aktivitas ibadah pelayanan kita tidak pernah kendor sekalipun diperhadapkan panas teriknya pencobaan.
Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
I Korintus 15:58
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Segala jerih payah kita tidak sia-sia! Setia berkobar-kobar, giat selalu dalam pekerjaan Tuhan sampai garis akhir. Daun jangan rontok, tetap hijau.
2. Menghasilkan buah pada musimnya. Ada buah-buah rohani yang memuaskan Tuhan, memuaskan sesama pada musimnya. Berarti untuk menanti buah itu dibutuhkan kesabaran. Kalau kemarin baru tabela, tidak mungkin hari ini langsung panen, harus sabar. Kalau buah masih kecil jangan dulu langsung dimakan, itu pasti pahit, tunggu dulu sampai manis.
Berbuah terus, menyenangkan Tuhan, memuaskan Tuhan pada waktunya = mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Berubah = berbuah. Suami saya belum berubah, ya sabar. Tetapi dia tergembala, yah sudah tunggu, nanti berubah, berbuah. Selama masih tergembala pasti berbuah. Jangan baru aktif 3 macam ibadah sudah langsung dituntut harus berbuah, sabar! Ada yang cepat, ada yang lama. Mungkin dia tanaman tahunan jadi agak lama. Makanya masuk nikah saling melayani, bukan saling menuntut. Suami saya ini tidak berubah-berubah, begini terus! Isteri saya begini-begini terus! Sama-sama masih diproses.
Berbuah pada musimnya. Tunggu, jangan buru-buru. Kalau dia tidak berbuah saya sudah mau kasih tinggal, cari yang lain. Jangan! Melayani dulu dalam rumah tangga, jangan gampang-gampangan ditinggal. Selama dia masih tergembala dia pasti berbuah.
Sayapun tidak langsung seperti itu, dulu hidup saya juga tidak beres. Coba kalau papa dulu seperti itu, ini anak tidak berbuah, usir saja! Kadang kami gembala seperti itu, jemaat belum berubah sudah langsung diusir, tidak layak di sini! Kalau mau bilang layak tidak layak, kami gembala juga belum layak, masih banyak dosa kekurangan.
Supaya cepat berbuah tugas gembala banyak duduk di kaki Tuhan. Seperti pohon ara di kebun anggur tidak berbuah, sudah mau ditebang, penjaga bilang ‘jangan, nanti aku beri pupuk. Kalau tahun depan tidak berbuah tebanglah’. Jadi ada waktunya, kalau sudah waktunya Tuhan dan tidak berbuah, Tuhan tebang! Kapan waktunya Tuhan? Waktu Tuhan datang kedua kali, waktu dipanggil Tuhan secara pribadi. Kalau saat itu tidak berbuah, ditebang untuk dibakar. Sekarang kita berpacu dengan waktu, segera hasilkan buah yang menyenangkan hati Tuhan.
3. Apa yang diperbuatnya berhasil. Jadi hasilnya Tuhan menjamin keberhasilan kita baik secara jasmani terutama secara rohani. Yang masih merintis sabar, Tuhan bilang apa yang diperbuatnya berhasilnya. Contohnya Yusuf, dia tidak salah tetapi dipenjara. Namun Tuhan bilang apa yang diperbuatnya berhasil. Mungkin kita mengalami suasana penjara, terbatas semuanya. Ekonomi terbatas, kemampuan terbatas, ijazah terbatas. Tetapi satu kelebihan orang tergembala, pasti berhasil! Diluar itu untuk berhasil uang harus banyak, ijazah harus tinggi, modal harus besar, keahliannya harus ditambah, tetapi belum tentu berhasil, banyak yang gagal. Tetapi kalau tergembala, Tuhan menjamin keberhasilannya.
Kejadian 39:23
39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.
Kaum muda jangan putus asa, jangan kecewa kalau diperhadapkan sesuatu yang buruk. Periksa diri, akar saya bagaimana. Kalau akar kita baik, biar panas terik daun kita tidak layu, berbuah dan berhasil. Selama kita di dalam penggembalaan serap air Firman Allah, Roh Kudus dan kasih Tuhan.
Terutama keberhasilan secara rohani. Yusuf bagaikan pohon buah-buahan yang dahannya naik mengatasi tembok.
Kejadian 49:22
49:22 Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.
Keberhasilan yang rohani, kita bisa mengatasi tembok. Tembok di sini artinya Yerusalem Baru, kota yang temboknya bersambung rapat. Kita bisa masuk di kota Yerusalem yang Baru sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Tertanamlah di Bait Allah.
Mazmur 92:13-15
92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:14 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:15 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Jangan putus asa kalau sekarang masih melihat ada yang gagal. Jangan salahkan siapa-siapa, langsung periksa akarnya. Oh masih ada akar jahat, akar najis, akar pahit, akar busuk, akar racun, selesaikan buang dan Tuhan pasti tolong. Daun tetap hijau, berbuah pada musimnya, semua berhasil pada waktunya. Sampai berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Di depan kita ada perjamuan suci sebagai jaminannya. Yesus mati untuk memperbaiki diri kita yang salah, memperbaiki tahbisan pelayanan, akar pelayanan kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar