Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:1-2
16:1 Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."
16:2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Ini adalah malapetaka yang pertama, hukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai Kasih Allah. Malapetaka pertama yaitu bisul jahat dan berbahaya. Bisul adalah daging yang membengkak. Jadi bisul jahat dan berbahaya adalah hukuman bagi hamba daging.
Ulangan 28:35
28:35 TUHAN akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu.
Ada 4 tempat yang kena bisul jahat.
1. Telapak kaki. Ini adalah perjalanan hidup yang serong, tidak cinta damai.
2. Lutut. Ini menunjuk kehidupan yang malas menyembah atau menyembah Tuhan tetapi tidak kena ukuran.
3. Paha.
4. Batu kepala.
Kita bicara yang ketiga yaitu paha. Bisul pada paha adalah hukuman bagi nikah hawa nafsu daging. Nikah hawa nafsu daging digambarkan dengan 7 laki-laki dengan 1 perempuan.
Markus 12:18-25
12:18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
12:19 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
12:20 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
12:21 Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
12:22 Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
12:23 Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
12:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
12:25 Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
Ajaran Saduki ini tidak percaya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, tentang 7 laki-laki dengan 1 perempuan, ini menunjuk nikah hawa nafsu daging. Jadi penyebab nikah hawa nafsu daging karena tidak percaya bahkan menolak kebangkitan Yesus. Nikah itu adalah tempat kasih Tuhan, bukan pelampiasan hawa nafsu daging. Perhatikan kaum muda, masa pacaran, masa tunangan bukan menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu daging. Yang sudah menikah, jangan jadikan nikah menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu daging.
Mengapa demikian? Karena menolak kebangkitan Yesus. Mungkin berkata, saya percaya, saya merayakan Paskah. Mari kita lihat praktek tidak percaya bahkan menolak kebangkitan Yesus. Kalau ini ada, maka nikahnya pasti nikah hawa nafsu daging!
1. Roma 4:25
4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Yesus bangkit untuk membenarkan kehidupan kita manusia berdosa. Jadi praktek menolak kebangkitan Yesus adalah tidak mau hidup benar, tetap berada dibawah kuasa dosa. Akhirnya nikahnya tetap nikah yang tidak benar.
Kita lihat bagaimana orang yang hidup dalam kuasa dosa, dari ujung kaki sampai ujung rambut tidak ada yang benar!
Roma 3:9-18
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."
Ini orang yang hidup di dalam kuasa dosa. Bahkan sampai perasaannyapun tidak benar, dia tidak takut Tuhan! Ini yang menyebabkan nikah itu menjadi nikah hawa nafsu daging.
Mulut atau kerongkongan mereka seperti kuburan yang ternganga. Kuburan itu di luar bagus. Tetapi di dalamnya ada kotoran, ada tulang belulang! Artinya perkataan yang munafik, manis di mulut tetapi di dalam mengandung bisa, racun yang mematikan! Contohnya saksi dusta, bersaksi yang tidak pernah dia alami. Padahal mungkin dia cuma melamun lalu dia saksikan. Termasuk perkataan dusta, itu kuburan yang ternganga, perkataan yang mengandung bisa mematikan.
Sekarang jangan terlalu cepat percaya berita. Begitu dengar berita langsung disebarkan padahal belum pasti kebenarannya, nanti kita dituduh menyebarkan hoax.
Kubur itu kalau dibuka, di dalamnya busuk. Jadi termasuk juga perkataan busuk, perkataan yang kotor. Apalagi di dalam nikah. Apa perkataan busuk dan kotor yang biasa keluar dari dalam nikah? Kamu pulang saja ke rumah orang tuamu. Rasanya nikah kita cukup sampai di sini. Itu semua perkataan kotor. Padahal waktu pacaran tunangan, bahasanya manis-manis semua. Pokoknya nanti kita hidup mati bersama, sampai berpantun-pantun. Begitu masuk dalam nikah, waktu belum punya anak masalahnya lain, mulai muncul bahasa-bahasa yang tidak enak. Waktu sudah punya anak, bahasanya tambah tidak enak. Ini nikah hawa nafsu daging kalau seperti ini, nikah bagaikan kubur ternganga, karena mulut suami, mulut isteri. Anak juga begitu menderita langsung ngomong kenapa saya dilahirkan dalam keluarga seperti ini. Atau orang tua melihat anaknya melakukan hal yang menyakitkan hati, lalu berkata ‘kalau tahu seperti itu waktu kamu lahir langsung papa pencet hidungmu!’. Ini perkataan-perkataan yang harus disucikan.
Tadi dikatakan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kakinya tidak cinta damai, cepat menumpahkan darah. Cepat sekali ngamuk, cepat sekali marah dalam rumah tangga. Perhatikan kaum muda, kalau masih masa pacaran sudah tengkar terus sampai yang laki-laki pukul perempuan, tidak usah diteruskan itu!
Pikirannya juga pikiran buruk terus. Suami terlambat pulang, isteri sudah berpikiran buruk. Isteri agak lama belanja di luar, suami sudah pikiran buruk. Terima telpon padahal bukan siapa-siapa tetapi sudah pikiran buruk. Betul-betul rasa takut kepada Tuhan tidak ada! Kalau mulut teledor dalam rumah tangga, itu tidak takut Tuhan! Padahal waktu menikah apa yang disatukan Allah, tidak bisa diceraikan manusia. Waktu ditanya ‘hai isteri apakah jawabmu”. Dengan lantang dia jawab ‘ya saya bersedia!’. Begitu ada masalah dalam rumah tangga ‘ya, saya tidak mau!’. Kalau sudah pernah diucapkan, dicabut, diselesaikan, perkataan, pikiran yang buruk dan perilaku yang tidak baik, tengkar, ribut terus, tidak cinta damai, cabut itu!
Biarlah kita menerima kuasa kebangkitan Yesus, kita mau hidup di dalam kebenaran. Mulutnya benar, perkataannya benar. Proses hidup dalam kebenaran dimulai dari mengaku salah, mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.
Roma 3:23-24
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Untuk dibenarkan harus mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Bagaikan Tabut Perjanjian dari kayu penaga disalut dengan emas. Pengakuan itu dimulai dari hati yang disentuh Firman, bukan dari hati yang takut karena sudah ketakutan, tetapi hati yang sudah disentuh oleh Firman.
Mungkin perkataan belum terlontar, tetapi sudah di hati. Saya dulu begitu, saya tidak ngomong di depan orang tua, tetapi karena saya jengkel sama orang tua di hati perkataan jelek semua, mengumpat, mengutuk dan lain-lain. Tetapi saya selesaikan semua kepada orang tua, dicabut semua.
Selain mengaku dosa kita harus menghargai Firman. Yang bisa menolong kita untuk hidup benar adalah Firman Tuhan. Manusia dibenarkan karena iman. Iman timbul dari mendengar Firman.
Roma 3:28
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Untuk nikah bisa benar dan kita hidup dalam kebenaran, hargailah Firman Tuhan. Firman yang menuntun kita untuk bisa hidup dalam kebenaran.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Kalau hidupnya benar, nikahnya benar, semua benar, maka ada berkat.
Mazmur 37:25-26
37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Nikah yang tadinya nikah hawa nafsu daging setelah ditolong menjadi nikah yang benar dan menjadi berkat. Nikah itu diberkati sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi sesama.
Mari kita bawa nikah kita kepada Tuhan. Jangan sampai paha kena bisul yang jahat. Hargai kuasa kebangkitan Yesus lewat prosesnya mau mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, kita dibenarkan oleh darah Yesus. Hargai Firman, kita dididik di dalam kebenaran, maka nikah diberkati, masa depan diberkati, sampai menjadi berkat bagi sesama.
2. Kolose 3:1-2
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Tidak mau memikirkan dan mencari perkara rohani = tidak peduli perkara yang rohani. Ini yang membuat nikah menjadi nikah hawa nafsu daging. Apa perkara rohani? Ibadah pelayanan. Nikah dan ibadah itu satu kesatuan. Kalau ibadah bermasalah, nikahnya bermasalah, atau sebaliknya. Perkara rohani itu ibadah pelayanan, biarlah itu yang selalu kita pikirkan, kita cari dan utamakan. Kalau tidak nanti nikah kita menjadi nikah hawa nafsu daging. Biar kita berdoa sampai kepala di bawah seperti nyamuk anopeles, Tuhan tidak jawab!
Maleakhi 2:13-14
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
2:14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
Persembahan tidak diterima oleh Tuhan karena nikah tidak beres. Begitu juga sebaliknya, ibadah tidak beres maka nikahnya juga tidak beres.
Biarlah perkara rohani kita kejar. Jika perkara rohani diabaikan, kita menjadi musuh salib. Sementara dasar berumah tangga adalah kasih Yesus dari kayu salib. Bagaimana nikah bisa aman kalau tidak ada kasih Yesus dari kayu salib. Kenapa tidak ada kasih Yesus dari kayu salib? Karena dia menjadi musuh salib! Dia tidak menghargai perkara rohani, tidak mengutamakan pelayanan, hanya yang jasmani yang dicari terus. Suami kuat cari uang, isteri kuat cari uang, banyak uangnya, mungkin bukan cuma 1 bank tempat dia menabung, banyak bank, tetapi tidak mengutamakan yang rohani maka nikahnya nikah hawa nafsu daging. Berapa banyak nikah rumah tangga yang uangnya banyak tetapi nikah hancur.
Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Yang dipikirkan hanyalah yang jasmani. Kaum muda waktu pacaran tunangan harus merencanakan masa depan. Tetapi yang utama dipikirkan setelah menikah harus tetap tergembala. Jangan rajin ibadah karena mau menikah. Setelah diberkati, diteguhkan nikahnya, hilang. Nanti datang kalau sudah penyerahan anak, setelah itu hilang lagi. Ini nikah kapal selam, lebih banyak tenggelamnya dari pada muncul di permukaan. Nanti jadi nikah hawa nafsu daging. Kasihan, bisul ada di situ!
Hargai perkara rohani, pikirkan dan cari perkara yang rohani. Itu seperti kayu penaga yang disalut dengan emas. Emas itu bicara kesucian Ilahi atau sifat Ilahi. Salah satu atribut dari pakaian Imam Besar ada patam emas di dahi. Yesus Imam Besar Agung, kita imam-imam, kita harus meneladani Yesus, ada patam emas di dahi. Pikiran kita yang suci, pikiran yang tertuju pada perkara rohani. Utamakan yang rohani, bukan kita tidak memikirkan study, pikirkan pekerjaan, tetapi yang utama pikirkan yang rohani, utamakan yang rohani.
Keluaran 28:36-38
28:36 Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
28:37 Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada serban, di sebelah depan serban itu.
28:38 Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.
Pikirkan perkara yang rohani, seperti Imam Besar ada patam emas di dahinya. Kalau kita mengutamakan perkara yang rohani, Tuhan tidak pernah menipu. Hasilnya kita mengalami pelayanan Yesus Imam Besar.
Ibrani 2:16-18
2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Ada 2 pelayanan Yesus Imam Besar.
a) Mendamaikan dosa kita. Setelah kita hidup benar, sebagai manusia daging kadang kita ada kelengahan sehingga masih jatuh dalam dosa. Tetapi Yesus sedia untuk mendamaikan dosa kita = menyucikan kita sampai tidak ada lagi dosa. Sampai kita tampil tanpa cacat cela di hadapan Tuhan. Mungkin pagi bangun tidur, ada sesuatu yang salah, Yesus Imam Besar siap sedia, Dia setia untuk mendamaikan dosa-dosa kita.
b) Menolong tepat pada waktunya.
Ibrani 4:16
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Tuhan sanggup menolong tepat pada waktunya. Masalah paling berat adalah masalah dalam nikah dan buah nikah. Apalagi kami hamba Tuhan. Biar sudah ada persiapan khotbah yang mau disampaikan, tetapi kalau ada masalah dalam nikah tidak tahu mau ngomong apa. Kalau ada masalah nikah dan buah nikah, itu bagaikan kena pukulan telak, langsung KO.
Penggembalaan di akhir zaman ini banyak yang bermasalah, mulai gembala dan ibu gembala. Kalau sudah bermasalah mau melayani bagaimana. Banyak nikah yang bermasalah digambarkan seperti Yairus anaknya sakit mau mati, perempuan sakit pendarahan 12 tahun. Itu nikah-nikah yang bermasalah, tetapi Yesus Imam Besar sanggup menolong tepat pada waktunya.
3. I Petrus 1:3-4
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
Kebangkitan Yesus memungkinkan kita untuk mengalami kelahiran baru. Jadi tidak percaya bahkan menolak kebangkitan Yesus adalah tidak mengalami kelahiran baru = tidak mengalami keubahan hidup, tetap manusia daging dengan tabiat dagingnya, tidak berubah! Suami daging, isteri daging, nikahnya hawa nafsu daging. Orang tua manusia daging tidak berubah, anak begitu juga, nikahnya nikah hawa nafsu daging. Kalau dibiarkan akan menjadi nikah hujatan.
Memang Alkitab mencatat di akhir zaman ini akan datang masa yang sukar. Sukar di sini bukan hanya sukar yang jasmani, tetapi yang terutama manusia sukar berubah sekalipun sudah beribadah.
II Timotius 3:5
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Kekuatan ibadah dipungkiri, itulah Firman pengajaran dan salib Kristus.
II Tiomtius 3:1-4
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Ada 18 tabiat dosa yang dipertahankan. Dibuka dengan egois. Berapa banyak nikah yang hancur karena egois. Terutama kita laki-laki yang egonya tinggi sekali, akhirnya nikahnya hancur. Kalau sudah menikah tidak ada lagi pikir seperti dulu mau santai, mau enak-enak, sudah harus tanggung jawab! Tidak ada lagi istilah me time apalagi kalau sudah punya anak. Kadangkala isteri sudah capek urus rumah tangga, urus lagi anak, suami cuma nongkrong, main game.
Di udara angkasa ini ada penguasa, namanya roh durhaka. Internet, handphone, semua gelombang di udara. Kalau disalahgunakan, jadi egois, durhaka dalam rumah tangga. Ini yang banyak membuat rumah tangga hancur karena egois, terlalu sibuk dengan handphonenya, sudah tidak peduli dengan kebutuhan rumah tangga, egois! Manfaat dengan baik fasilitas yang Tuhan berikan untuk hal yang rohani.
Dimulai dengan egois sampai dikunci dengan lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Angka 18 itu kalau dibagi menjadi 6 6 6. Akibatnya dicap oleh antikristus.
Sebab itu kita berupaya mengejar keubahan hidup. Yesus sudah mau datang, yang masuk di Sorga hanya orang yang berubah.
I Korintus 15:50
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
Sudah dicatat berapa tahun yang lalu bahwa kedatangan Yesus sudah di ambang pintu. Apalagi kita yang hidup akhir zaman ini! Kedatangan Yesus betul-betul sudah di ambang pintu, kejar keubahan hidup. Biar kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus di dalam Firman, Roh Kudus dan kasih. Kita kejar keubahan hidup, memiliki hidup yang baru.
Tanda-tanda hidup baru:
a) Hidup penuh pengharapan.
Artinya hanya berharap dan bersandar kepada Tuhan. Terutama saat menghadapi tantangan, pergumulan, menghadapi pencobaan-pencobaan. Perempuan yang pendarahan, ketika dia andalkan kekuatannya sendiri, sampai hartanya habis, dikatakan keadaannya makin memburuk. Kalau kita mengandalkan kekuatan kita sendiri menghadapi masalah dan pergumulan maka keadaan kita akan semakin memburuk, bukan baik.
Markus 5:25-26
5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Perempuan ini pendarahan, kalau pendarahan berarti ada pembuluh darah yang pecah. Ini masalah yang sering terjadi dalam rumah tangga, nikah rumah tangga yang pecah, hubungan yang retak. Hubungan yang rusak antara suami isteri, anak orang tua, kakak dan adik. Kalau pakai kekuatan sendiri akan semakin buruk!
Karena suaminya egois, sedangkan isterinya sudah capek kerjanya, akhirnya isterinya kasih tinggal, biar suaminya kapok. Pulang-pulang sudah ada yang gantikan dia, tambah buruk keadaannya! Itu bukan solusi. Jangan pakai kekuatan sendiri, kalau pakai kekuatan sendiri bukan hanya semakin buruk, tetapi yang datang adalah kutukan!
Yeremia 17:5
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Kalau mengandalkan manusia, terkutuk! Tetapi kalau mengandalkan Tuhan, berkat yang datang. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.
Bukti orang yang mengandalkan Tuhan.
Yeremia 17:8
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Nikah itu berbuah terus, berbuah banyak, tetap dan manis. Bukti mengandalkan Tuhan adalah menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi air. Artinya bisa tergembala dengan benar dan baik. Akar-akarnya menyerap air Firman dalam ibadah pendalaman Alkitab, air Roh Kudus dalam ibadah raya, air kasih Allah dalam ibadah doa penyembahan. Ini orang yang mengandalkan Tuhan, dia mau tergembala dengan benar dan baik.
Seperti perempuan yang pendarahan, ketika dia mengandalkan kekuatan sendiri, malah keadaannya semakin buruk. Begitu dia tahu Yesus lewat, biarpun orang berdesak-desakan dan dia dalam keadaan lemah, dia berupaya mendekati Yesus, menjamah ujung jubahnya Yesus. Itulah orang tergembala, apapun tantangannya maju terus. Tuhan pasti menolong dari setiap masalah yang dihadapi, hidupnya penuh pengharapan.
Saat ini mungkin belum ditolong, tetapi dia punya pengharapan pasti ditolong. Dulu Tuhan sudah menolong, sekarang Tuhan tolong, nanti juga Tuhan terus menolong. Tidak pernah putus pengharapan. Walaupun gunung tidak berpindah tetapi tetap percaya Tuhan punya cara untuk menolong. Gunung tidak berpindah tetapi Tuhan kasih kekuatan kita melewati gunung.
Inilah yang membuktikan nikah kita bukan nikah hawa nafsu daging, tetapi nikah yang punya pengharapan untuk masuk nikah yang sempurna, nikah antara Kristus Yesus dengan gereja yang sempurna.
b) Hidup yang tersimpan di sorga. Masih hidup di bumi tetapi sudah bersuasana sorga.
I Petrus 1:4
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
Apa itu hidup yang tersimpan di sorga?
1) Hidup yang tidak dapat binasa. Artinya:
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Hidup yang tersimpan di Sorga, kita dikuasai Roh Kudus sehingga kita bisa mematikan perbuatan-perbuatan daging, perbuatan dosa. Ketika mau berbuat dosa, Roh Kudus ingatkan ‘jangan!’ sehingga kita tidak jadi lakukan. Kalau sudah terlanjur, Roh Kudus menginsafkan untuk kita selesaikan.
Ini hidup yang tersimpan di sorga, masih di bumi tetapi sudah bersuasana sorga. Mari kaum muda jangan dikuasai daging, masa muda itu masa kuatnya daging, minta Roh Kudus menguasai kehidupan kita. Roh Kudus kita dapatkan dalam penggembalaan. Dalam penggembalaan ada urapan Roh Kudus. Masa muda dipakai untuk bisa tergembala dengan benar dan baik.
2) Hidup yang tidak dapat cemar, hidup yang suci, dikuasai Firman Tuhan.
Yohanes 15:3
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Sudah suci, tidak ada lagi kecemaran sebab dikuasai Firman!
Mungkin dalam rumah tangga ada yang mengajak untuk berbuat dosa, tetapi kita tidak mau ikut-ikutan apapun resikonya. Kalau teman yang ajak untuk berbuat dosa, kita masih punya ketegasan untuk menolak. Tetapi bagaimana kalau suami atau isteri atau orang tua atau anak atau saudara yang mengajak? Kadang sudah tidak mampu untuk menolak. Dari pada ribut, ikut akan saja. Padahal berbuat dosa!
Tadi disebut hidup yang tidak dapat cemar. Biarpun digoda, dipaksa, diancam, tidak dapat cemar. Itu sudah dikuasai oleh Firman, Firman yang memberikan ketegasan kepada kita. Contohnya Yusuf, kakak-kakaknya berbuat dosa, tetapi dia tidak mau ikut-ikutan.
Kejadian 37:2-3
37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Dia tidak mau ikut-ikutan sekalipun dibenci dan dijauhi oleh kakak-kakaknya. Kadangkala kita tidak punya ketegasan untuk menolak kalau yang mengajak keluarga sendiri. Begitu juga kalau yang mengajak itu orang yang berjasa di dalam hidup kita. Mungkin atasan kita atau pimpinan kita yang baik sama kita, banyak membantu kita. Seperti Yusuf, dibeli oleh Potifar bukan dijadikan budak, malah dijadikan penguasa dalam rumahnya. Lalu digoda oleh isteri Potifar untuk berbuat dosa, Yusuf tetap tidak mau, tidak dapat cemar!
Kejadian 39:4
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Potifar berjasa, Yusuf dari budak belian menjadi penguasa dalam rumah tuannya.
Kejadian 39:7-9
39:7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
Cara kita mendengar Firman, itu yang menentukan hidup kita dikuasai Firman atau tidak.
Lukas 8:18
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
Kalau benar cara kita mendengar Firman maka iman kita ditambahkan, semakin kuat, tidak dapat cemar menghadapi godaan dosa baik dari keluarga maupun dari orang-orang yang berjasa di dalam hidup kita.
Kalau hidup itu tidak dapat cemar, hidup itu suci, maka Yakub memberikan jubah maha indah kepada Yusuf. Artinya Yesus memberikan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus kepada kita. Kita diperlengkapi dengan jabatan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kalau kita hidup suci, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah rumah tangga. Kalau kita hidup suci, kita dipakai melayani dalam nikah. Sekalipun suami belum bertobat atau isteri belum bertobat atau orang tua belum bertobat, kita bisa memberikan pelayanan dalam nikah rumah tangga dan bisa memenangkan mereka yang belum bertobat.
Isteri yang tunduk dan diam, berarti dia bisa melayani, tanpa perkataan bisa memenangkan suami yang jahat, suami yang tidak bertobat. Mau menolong suami, isteri, orang tua, anak, dari kita dulu, hidup suci dulu. Kalau sudah suci Tuhan memakai kita.
I Petrus 3:1
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
Ini berlaku juga untuk suami. Suami berusaha hidup suci, tanpa perkataan isterinya bisa dimenangkan oleh suami. Contoh dalam Alkitab isteri yang tidak suci adalah isterinya Hosea, seorang nabi yang pasti suci. Isterinya Gomer berbuat sundal, tetapi bisa diterima kembali. Ini untuk kita, jadi jangan putus asa!
Hosea 1:1-9
1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.
1:2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."
1:3 Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.
1:4 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel.
1:5 Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel."
1:6 Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.
1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda."
1:8 Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki.
1:9 Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."
Rumah tangga Hosea ini gambaran Israel yang tidak setia. Yizreel artinya Allah menceraikan. Lo-Ruhama artinya tidak disayangi Tuhan. Lo-Ami artinya bukan umat Tuhan. Ini rumah tangga yang rusak!
Hosea 1:10-12
1:10 Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."
1:11 Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu.
2:12 Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: "Ami!" dan kepada saudara-saudaramu perempuan: "Ruhama!"
Kalau mau disucikan, nikah yang tercerai berai bisa disatukan. Ami artinya umat Tuhan. Ruhama artinya dikasihani.
Mungkin nikah rumah tangga kita sudah nikah hawa nafsu daging, hancur! Tetapi kalau kita mau disucikan oleh Firman Tuhan, kita dipakai oleh Tuhan untuk membawa nikah itu menjadi satu. Yang tadinya bukan umat Tuhan sudah menjadi umat Tuhan. Yang tadinya tidak dikasihani sudah dikasihani oleh Tuhan. Ini janji Tuhan, dulu kepada bangsa Israel, sekarang untuk nikah rumah tangga kita.
Saya selalu optimis kalau membawa kisah Rahab. Rahab bukan perempuan baik-baik tetapi dia mau menggantung tali dari benang kirmizi di jendela rumahnya. Artinya dia mau menerima darah Yesus, Korban Kristus Yesus, mau diperbaiki hidupnya maka sekeluarga selamat dari penbantaian. Kalau keluarga Rahab ditolong, masa keluarga hamba Tuhan, pelayan Tuhan tidak ditolong? Pasti Tuhan tolong! Tinggal kita mau percaya kuasa kebangkitan Yesus. Semakin suci semakin dipakai, semakin indah hidup itu, semakin indah nikahnya.
3) Hidup yang tidak dapat layu, berarti kekal, dikuasai kasih Allah sehingga bisa taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan apapun resikonya.
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Siang ini asalkan kita mau sungguh-sungguh tergembala, hidup benar dan suci, dipakai oleh Tuhan, Tuhan pasti tolong kehidupan kita sekalian. Kita tidak pernah layu dalam ibadah pelayanan dan tidak pernah layu dalam nikah rumah tangga. Kalau kita ditempatkan seperti Hosea mungkin kita sudah meninggalkan nikah seperti itu. Mau apa kalau anak tercerai berai, anak bukan umat Tuhan, anak tidak dikasihani Tuhan, buat apa! Tetapi kalau mau disucikan, ditolong Tuhan.
Hosea 3:1-5 (Perikop:diterima kembali tetapi dianggap sepi)
3:1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."
3:2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
3:3 Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau."
3:4 Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.
3:5 Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.
Isterinya kembali bersundal tetapi diterima kembali. Nikah yang sudah rusak, nikah yang hancur masih bisa diterima kembali. Jika kita mau berbalik mencari Tuhan, maka Tuhan akan melakukan apa yang baik bagi kita, bagi nikah kita. Bukan nikah hawa nafsu daging tetapi nikah yang mengarah pada nikah yang sempurna, nikah Yesus Kristus dengan gerejaNya, mempelai wanitaNya yang sempurna.
Siapa yang tidak pernah berbuat kesalahan dalam rumah tangga. Suami-suami di sini ada yang berani angkat tangan saya tidak pernah bikin salah sama isteri saya. banyak kesalahan kita. Yesus suami sorgawi. Berapa kali kita menyakiti Dia, berapa kali kita membuat Dia pedih hati karena sikap kita yang tidak terpuji, tetapi berkali-kali Tuhan menerima kita. Tuhan mau menerima bangsa Israel yang bersundal. Ayo mari terimalah pasangan kita apapun keadaan dan kekurangannya. Kita mau disucikan, kita mau dipakai oleh Tuhan untuk melayani dalan nikah, baru melayani dalam penggembalaan, antara penggembalaan, hidup nikah kita mengarah pada pesta nikah Anak Domba Allah. Kebahagiaan yang kekal.
Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Tuhan tidak mengingat kesalahan bangsa Israel. Tuhan mau mengampuni, seperti Hosea mau menerima isterinya yang bersundal. Begitu juga kita terapkan dalam nikah kita. Kita terima pasangan sesama kita dalam rumah tangga. Apapun kesalahannya di masa lampau ampuni. Seperti Tuhan tidak pernah mengingat dosa kita, kita juga melupakan dosa sesama kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar