Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:1-2
16:1 Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."
16:2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Ini adalah malapetaka yang pertama, hukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai Kasih Allah. Malapetaka pertama yaitu bisul jahat dan berbahaya. Bisul adalah daging yang membengkak. Jadi bisul jahat dan berbahaya adalah hukuman bagi hamba daging.
Ulangan 28:35
28:35 TUHAN akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu.
Ada 4 tempat yang kena bisul jahat.
1. Telapak kaki. Ini adalah perjalanan hidup yang ditandai kebencian seperti Kain.
2. Lutut.
3. Paha.
4. Batu kepala.
Kita bicara yang kedua yaitu lutut. Lutut ini untuk menyembah. Ini hukuman akibat malas menyembah, tetapi menyembah namun tidak mencapai ukuran Tuhan. Kita perhatikan penyembahan kita, mezbah doa kita jangan sampai runtuh. Di rumah kita isi dengan penyembahan, dalam bekerja ada waktu luang, isi dengan penyembahan. Jangan sampai hukuman Tuhan jatuh atas kita karena penyembahan kita kurang atau tidak mencapai ukurannya.
Ukuran penyembahan adalah taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi, tidak ada lagi hawa nafsu dan keinginannya. Kita belajar dari teladan yang sempurna itulah Yesus.
Markus 14:35-42
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.
14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."
Di sini Yesus mengajak Simon, Yakobus dan Yohanes untuk berdoa di taman Getsemani. Dalam doanya Yesus berkata ‘ya Abba, ya Bapa sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini dari padaKu’ ini kehendak dagingnya Yesus. Tetapi dilanjutkan ‘bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi’, jadi kehendak dagingNya dimatikan. Ini penyembahan, taat sampai daging tidak bersuara, hanya melakukan kehendak Tuhan. Apapun yang terjadi tetap taat, sampai daging ini tidak bersuara lagi.
Jadi kalau disimpulkan, doa penyembahan adalah proses untuk mengalami kelepasan dari daging. Kalau sudah lepas dari daging pasti lepas dari dosa, karena keinginan daging yang membawa kita jatuh dalam dosa. Kalau sudah lepas dari daging, pasti lepas dari ikatan-ikatan di dunia.
Hari ini kita merayakan Paskah. Bukan sekedar suatu perayaan apalagi yang bersifat jasmani, tetapi betul-betul kita merayakannya untuk mengalami kuasa Paskah. Paskah = kelepasan. Paskah itu juga kebangkitan Yesus = kelepasan.
Dalam Perjanjian Lama Paskah adalah kelepasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir menuju Kanaan oleh anak domba Paskah. Bangsa Israel menyembelih anak domba Paskah, kemudian malam itu juga mereka dilepaskan dari perbudakan Mesir.
Paskah dalam Perjanjian Baru adalah kelepasan gereja Tuhan dari daging, berarti lepas dari dosa dan dunia oleh kuasa darah Yesus Anak Domba Allah untuk menuju Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Prosesnya terangkat dulu ke awan-awan menyambut Yesus Mempelai Pria sorga, masuk pesta nikah Anak Domba. Kemudian turun kembali ke bumi berkerajaan 1000 tahun damai. Setelah itu langit dan bumi yang lama lenyap, kita pindah ke langit bumi yang baru, Kanaan Samawi, Yerusalem yang Baru.
Kita pelajari kelepasan bangsa Israel. Saat kelepasan bangsa Israel dari Mesir, terjadi 2 suasana yang berbeda.
1. Orang Mesir yang tidak merayakan Paskah berseruh nyaring karena mengalami kematian anak sulung, baik anak sulung raja sampai anak sulung ternak.
Keluaran 12:29-30
12:29 Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
12:30 Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.
2. Bangsa Israel yang merayakan Paskah, keluar dari Mesir dengan seruan sukacita.
Keluaran 12:31-33
12:31 Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu.
12:32 Bawalah juga kambing dombamu dan lembu sapimu, seperti katamu itu, tetapi pergilah! Dan mohonkanlah juga berkat bagiku."
12:33 Orang Mesir juga mendesak dengan keras kepada bangsa itu, menyuruh bangsa itu pergi dengan segera dari negeri itu, sebab kata mereka: "Nanti kami mati semuanya."
Bangsa Israel keluar pada tengah malam. Tengah malam menunjuk keadaan dunia akhir zaman yaitu:
a) Orang dunia berada pada puncak kelemahan daging. Kalau tengah malam itu sudah loyo, mau beraktivitas sudah tidak kuat. Betul-betul sudah berada pada puncak kelemahan daging.
b) Dunia pada puncak kegelapan dosa.
Bagi orang dunia ini adalah kesempatan berbuat jahat dan najis! Termasuk bagi orang Kristen duniawi. Sehingga terjadi kematian rohani. Banyak yang mati rohani, terutama orang-orang Kristen, sudah tidak ada lagi gairah untuk Tuhan, untuk perkara yang rohani. Kita raba, kalau sudah kendor, tidak ada gairah untuk perkara rohani itu sudah mati rohani! Kalau dibiarkan menuju kematian kekal di neraka.
Ini keadaan akhir zaman, kita lihat orang Kristen tambah jahat, tambah menjadi-jadi berbuat dosa. Menggelar natal, menggelar Paskah, menggelar acara gereja kebanyakan hanya diisi dengan mabuk, pesta pora. Itu betul-betul sudah tidak malu-malu berbuat jahat dan najis. Mengalami kematian rohani, mengarah pada kematian kedua di neraka.
Apa yang harus kita lakukan di tengah malam ini supaya tidak mati rohani? Banyak berdoa menyembah Tuhan. Tidak akan kuat kita menghadapi godaan kalau tidak ada penyembahan. Banyak berdoa menyembah = berjaga-jaga dan berdoa. Jangan tertidur, jangan ikut terlena atau terbawa arus keadaan dunia akhir zaman ini.
I Tesalonika 5:4-6
5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Berjaga-jaga dan sadar atau berjaga-jaga dan berdoa. Akhir zaman ini jangan lengah, jangan tidur rohani kita. Tidur itu mengarah pada kematian rohani.
Berjaga-jaga dan berdoa ini untuk menjaga 3 hal:
1. I Petrus 5:8-9
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Kita berjaga-jaga dan berdoa untuk menjaga iman kita tetap teguh! Sekarang ini iman Kristen mulai gugur, mulai samar-samar. Mulai tidak ada bedanya dengan orang di luar Kristen. Orang diluar Kristen berzinah dan makan minum, orang Kristen juga hebat melakukan hal itu. Orang di luar Kristen melakukan dosa apa, orang Kristen juga begitu. Jadi sudah samar-samar, hampir tidak ada lagi perbedaan mana Kristen dan mana yang bukan Kristen, mana pengikut Yesus dan mana yang bukan pengikut Yesus. Betul-betul iman mulai gugur. Sebab itu jaga supaya iman tetap teguh.
Prakteknya bagaimana menjaga iman tetap teguh? Dikatakan iman berjalan keliling, beredar-edar. Jadi praktek menjaga iman tetap teguh yaitu jangan beredar-edar, tergembala dengan baik, kalau beredar-edar nanti ketemu iblis! Singa berkeliling untuk menelan siapa yang beredar-edar. Jangan berkata ‘hanya kali ini saja om’ sebab sekali beredar langsung di telan iblis. Iblis itu mengincar terus, dia tunggu di luar kandang penggembalaan, begitu dia lihat ada domba lompat tembok, itu dia kejar, dia terkam. Hati-hati, jangan beredar-edar, karena iblis sudah menunggu mau menerkam kita.
Ada 2 hal yang iblis mau gigit, kalau ini sudah dia gigit, tinggal dia telan.
Amos 3:12
3:12 Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."
a) Telinga dia gigit sehingga mulai bosan mendengar Firman pengajaran, mulai merasa asing terhadap Firman pengajaran. Kalau dulu berkata ini yang saya cari, ini yang saya butuh. Begitu beredar digigit telinganya. Kembali ke kandang sudah tidak ada telinga. Jadi dengar Firman mulai bosan, tersinggung, marah, malas dengar Firman, sampai merasa asing. Dengar Firman dia sudah rasa tidak enak, apa yang disampaikan ini.
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Tidak dapat lagi, berarti dulu pernah menerima. Telinganya sudah tidak bisa mendengar kebenaran Firman. Kalau diterangkan dengan lawakan, pengetahuan dunia, dengan ilustrasi, bahkan sudah tidak buka Alkitab lagi itu yang dia senangi. Tuhan tolong jangan sampai terjadi pada kita. Kalau siang ini masih sempat datang mendengar Firman, masih ada kesempatan ditolong. Dalam kitab Amos tadi dikatakan seperti gembala, ada Yesus Gembala Agung melepaskan kita. Telinga Malkus terpotong, masih bisa disambung. Siapa tahu siang ini kesempatan disambung. Jangan hilang terus telinganya, biar disambung oleh kuasa Paskah, kuasa kebangkitan Yesus lewat Firman.
b) Betis digigit. Betis bicara pendirian. Kalau betis sudah digigit tidak ada lagi pendirian atas pengajaran yang benar. Dulu mantap, hadapi apapun dia kuat. Tetapi sekarang mulai bimbang, terutama menghadapi ajaran palsu yang menawarkan keuntungan daging. Kalau pengajaran yang benar daging dimatikan, bukan cari keuntungan. Jadi kita bisa meraba, seharusnya hati kita bisa peka, kalau yang ditawarkan di sini hanya kesenangan dan keuntungan daging, jauhi, hindari!
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Bahasanya hanya muluk-muluk, manis-manis. Kita diberkati, kita adalah warga kerajaan Sorga, pasti kita menuju ke sana, tetapi tidak ada penyucian!
Ini yang harus kita hindari, sebab itu banyak berdoa menyembah, menjaga iman tetap teguh. Sebab kalau betis dan telinga sudah digigit, tinggal ditelan. Ditelan artinya sudah menyatu dengan iblis, hidup dalam dosa dan rohaninya mati.
Ayo tergembala sungguh-sungguh, jaga iman tetap teguh. Berdoa sungguh-sungguh supaya iman kita tetap teguh. Doakan juga keluarga yang sudah beredar-edar, apalagi keluarga daging kita.
2. Wahyu 16:15
16:15 "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."
Pakaian dijaga. Pakaian pelayanan dijaga = tahbisan pelayanan dijaga. Tahbisan sudah menyangkut jabatan pelayanan. Jangan sampai telanjang, jangan dilepaskan. Kita jaga supaya tahbisan pelayanan kita benar. Kerjakan pelayanan itu dengan setia dan benar. Berkobar-kobar, jangan sampai kendor.
Ini penyembahan, kita tekun berdoa. Apalagi kalau ditambah doa penyembahan. Yesus sebelum memilih 12 rasul, Dia berdoa semalaman.
Lukas 6:12-13,16
6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Kita berdoa berjaga-jaga, banyak menyembah, supaya bisa melayani dalam tahbisan yang benar, jangan jadi pengkhianat. Hati-hati roh Yudas, roh pengkhianatan. Dijaga ini, jabatan jangan pernah dilepas, telanjang kalau dilepaskan. Yang sudah melepaskan jabatan, kembali! Miliki jabatan pelayanan, karunia Roh Kudus. Layani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan berikan.
Kalau mulai kendor, menyembah. Mungkin ada omongan orang yang mengganggu di dalam hati, menyembah, tidak usah terganggu. Jangan sampai pakaian jabatan pelayanan kita jadi bernoda, apalagi kalau sudah dilepaskan. Sekali dilepaskan mungkin masih bisa dipakai kembali. Seperti Esau, dia lepaskan jubahnya di rumah, dia pulang dia pakai lagi. Tetapi suatu ketika diambil oleh Yakub dan dia tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya sekalipun harus mencucurkan air mata.
Tergembala itu sama seperti keledai muda yang tertambat! Kalau sudah tertambat, maka Tuhan memerlukannya. Orang yang tergembala diperlukan Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Markus 11:2-3
11:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."
Kalau kita tergembala, telinga kita utuh, senang mendengar Firman, betis kita tidak digigit setan, kita punya pendirian atas pengajaran yang benar dan kita mengalami penyucian maka kita dibutuhkan Tuhan, dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Keledai itu dibawa kepada Yesus, ditunggangi oleh Yesus masuk ke Yerusalem.
Paskah itu kelepasan dari daging, dosa dan dunia untuk menuju Yerusalem Baru. Perjalanan menuju Yerusalem Baru adalah perjalanan pelayanan, bukan jalan santai. Ada aktivitas pelayanan, bukan menganggur. Kita jalan sambil bekerja, sambil melayani Tuhan, jangan dilepaskan jabatannya.
Keledai itu dibawa kepada Yesus untuk ditunggangi Yesus, kalau namanya ditunggangi berarti Yesus duduk di punggung keledai. Punggung atau pundak itu bicara tanggung jawab. Jadi melayani Tuhan dengan benar adalah dengan rasa terbeban, sehingga kita tidak akan asal-asalan melayani. Kita melayani dengan rasa tanggung jawab penuh. Saya dipercaya sebagai gembala, harus ada beban di hati, bukan seenaknya saja ditinggal-tinggal dombanya. Nanti ada yang dipercaya memungut perpuluhan.
Harus ada beban tanggung jawab, melayani Tuhan tidak asal-asalan. Inilah pentingnya doa penyembahan, sehingga kita mengerjakan pelayanan dengan tanggung jawab, tidak akan kita lepaskan sampai garis akhir. Manis kalau kerja di ladang Tuhan, biar pikul salib tetapi kita ada dalam kebahagiaan bersama dengan Tuhan.
3. Markus 14:37-38
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Yang kita jaga jangan jatuh dalam pencobaan. Apa artinya jangan jatuh dalam pencobaan?
a) Jangan menuruti keinginan daging. Daging ini banyak sekali inginnya, banyak sekali maunya. Baik di dunia maupun di dalam gereja yaitu soal kedudukan. Kalau di dunia biasa orang berkata, saya senang kalau si anu jadi Presiden. Tetapi telah dia jadi Presiden, berpikir lagi kenapa dia begitu, tahu begitu saya pilih kandidat lain. Begitu juga dalam gereja, kenapa dia yang jadi ketua umum, emplas sana. Begitu yang sana dia tunjuk jadi, ternyata lain, tidak sesuai ekspektasi. Begitulah daging, banyak keinginannya.
Yakobus 1:14-15
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Sebagai gembala saya menghadapi jemaat, berapa kepala di sini? 10 kepala 10 keinginan, 20 kepala 20 keinginan. Kalau mau diikuti satu-satu bingung saya! Makanya apa yang sudah diputuskan bersama, terimalah, itu semua hasil doa! Saya tidak pernah mengambil keputusan tanpa didoakan. Mana yang Tuhan berikan itu yang kita ikuti supaya jangan ada yang tersinggung. Tidak gampang untuk memutuskan sesuatu, apalagi soal pelayanan, karena ini menyangkut di akhirat, bukan sembarang saya memutuskan. Dulu saya mengikuti papa, kadang saya lihat sesuatu seperti tidak pas. Tetapi setelah ditanya ternyata tujuannya begini. Inilah pikiran atau hatinya seorang gembala, tidak seperti kita. Kita maunya begini, maunya begitu, Tuhan maunya lain.
Jangan jatuh dalam pencobaan, artinya jangan ikuti maunya daging. Kalau sudah diikuti, terseret jatuh dalam pencobaan. Saat dicobai berbuat dosa dan kalau dibiarkan berbuah maut, kebinasaan.
b) Jangan sampai masuk aniaya antikristus.
Wahyu 3:10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Kalau melihat keadaan dunia ini sudah begitu dekat, sudah di ambang pintu aniaya antikristus ini. Sebab itu berjaga-jaga dan berdoa.
Berapa lama kita harus berdoa menyembah Tuhan? Tuhan kasih waktu 1 jam! Yang masih kurang ayo dipenuhi. Yang belum bisa langsung 1 jam full, disiasati. Pagi bisa setengah jam, siang 15 menit, malam 15 menit sehingga pas 1 jam. Seiring waktu semakin ditambah, ditekuni sampai 1 jam.
Kenapa harus berdoa menyembah 1 jam? Sebab kita menghadapi Babel, gereja palsu yang akan dibinasakan di dalam 1 jam. Jangan sampai berpikir saya ini gereja benar, padahal babel, gereja palsu!
Wahyu 18:10,16,19
18:10 Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"
18:16 mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."
18:19 Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.
Kita berjaga-jaga berdoa 1 jam supaya terhindar dari gereja palsu, supaya kita tidak dihukum oleh Tuhan dalam 1 jam. Gereja bukanlah gedungnya, gereja itu orangnya.
Tanda-tanda gereja palsu.
1) Babel disebut kota yang kuat. Artinya hawa nafsunya kuat. Kalau istilah Paulus nafsu orang muda. Bukan nanti muda secara usia, orang tua punya nafsu orang muda juga.
II Timotius 2:22-24
2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
Nafsu orang muda adalah:
Ø Dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
Hamba Tuhan bisa kena nafsu orang muda, tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa kena. Makanya harus berdoa menyembah 1 jam untuk mengekang hawa nafsu orang muda yang kuat ini, supaya kita jangan terseret di sana.
Jaga tutur kata kita jangan menyerempet yang najis! Mungkin dipikir hanya bergurau, jangan! Itu hawa nafsu yang kuat. Bukan pasangan kita lalu sudah bicara menjurus yang najis, jangan! Bukan saya mau sok suci, bukan! Tetapi harus menjaga, hindari. Saya juga ingatkan pengerja, jangan terlalu bergurau dengan anak muda, apalagi dengan pemudi. Dijaga, dihindari.
Ø Hindari pertengkaran.
Hindari cari-cari soal yang menimbulkan pertengkaran. Kadangkala dari perkataan, sudah bicara yang kebablasan memicu pertengkaran. Sebagai gembala saya juga minta ampun kalau ada tutur kata yang salah. Sebagai gembala sekalipun pemimpin sidang tetapi bukan otoriter, harus ikuti saya, bukan begitu. Itu akan menimbulkan pertengkaran.
Jangan sampai kita terseret dengan hawa nafsu daging kita yang kuat. Saat kita sudah mau terpancing, menyembah, atasi dengan penyembahan, sebut haleluya.
2) Ada pakaian lenan halus, putih, tetapi dicampur kain ungu, kain kirmizi, emas, permata dan mutiara. Lenan halus itu putih, bicara kesucian. Artinya kesucian yang munafik! Ini gereja palsu, di depan orang terlihat suci, tetapi di dalam hati ada hal najis dan jahat yang disembunyikan. Waktu tidak ada orang berbuat yang jahat, berbuat yang najis. Ini kesucian palsu, hanya di depan orang. Melakukan sembunyi-sembunyi saja tidak boleh, apalagi terang-terangan. Yang Tuhan mau kesucian dalam dan luar. Hatinya suci, perbuatan juga suci.
Makanya pakaian mempelai wanita hanya disebutkan putih berkilau-kilau, tidak ada campurannya. Itu kesucian yang sesungguhnya, suci dalam dan luar. Ini memang butuh proses, tidak langsung jadi. Prosesnya di dalam penggembalaan, prosesnya dalam penyembahan. Waktu kita merasa hati saya ini tidak beres, tetapi dihadapan hamba Tuhan, di depan jemaat lain kelihatan suci. Kita menyembah, Tuhan tolong saya, ampuni saya, supaya Tuhan tolong kita bisa suci dalam dan luar, tidak munafik.
Kesucian itu digandeng dengan kasih. Kalau sudah suci, kasih persaudaraannya tulus ikhlas.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Saya tidak malu untuk mengaku dan minta ampun kepada gembala saya kalau salah. Berkali-kali saya mengaku kepada papa, sebab di depan jemaat saya melayani, tetapi ada hal-hal yang tidak berkenan yang disembunyikan, diselesaikan semuanya.
3) Seperti pelaut punya kapal tetapi hanya untuk memperkaya diri, kaya dengan barang-barang Babel. Padahal ini fungsi kapal yang benar:
Amsal 31:14
31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
Fungsi kapal yang benar untuk mendatangkan makanan dari jauh. Jadi gereja palsu adalah gereja yang beribadah melayani bukan mencari makanan Firman tetapi untuk mencari perkara jasmani, keuntungan-keuntungan yang jasmani. Kita datang beribadah cari apa. Kita undang hamba Tuhan melayani di tempat ini dalam ibadah persekutuan mencari apa? Kalau hanya untuk cari keuntungan jasmani, tidak usah! Lain kali yang dicari bukan cuma uang, tetapi cari pujian, kehormatan. Kalau hanya untuk itu lebih baik jangan! Kasihan beliau datang jauh-jauh ke sini, apalagi perjalanan darat cukup jauh, lalu datang di sini tujuannya supaya kita tampil lebih hebat dari yang lain, supaya gereja kita lebih terpandang dari gereja lain. Jangan! Itu Babel! Kapal untuk memperkaya diri, bukan membawa makanan, itu Babel. Seharusnya kita datang beribadah untuk menikmati makanan sorga, makanan firman.
Nanti KKR tujuannya kita makan Firman. Makanya konsumsi dibuat jangan ribet supaya kita fokus makan Firman. Rugi kalau tidak makan Firman karena hanya fokus pada makanan yang jasmani. Tujuan kita mengundang hamba Tuhan melayani kita supaya kita makan. Beliau datang membawa makanan yang jauh dari sorga untuk kita makan. Kalau kita sudah kenyang, dipuaskan, rohani bertumbuh maka jasmani Tuhan sanggup cukupkan. Tuhan sediakan semuanya, tidak usah takut.
Wahyu 18:7
18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
Yang ditampilkan Babel itu kemuliaan dan kemewahan, hiburan daging. Bukan itu yang kita cari, tetapi kita mencari makanan dari sorga.
Akibatnya Babel menjadi janda.
Yesaya 47:7-9
47:7 Katamu tadinya: "Untuk selama-lamanya aku tetap menjadi ratu!" sedang engkau tidak menyadari dan tidak memikirkan kesudahan semuanya itu.
47:8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!"
47:9 Kedua hal itu akan menimpa engkau dalam sekejap mata, pada satu hari juga. Kepunahan dan kejandaan dengan sepenuhnya akan menimpa engkau, sekalipun banyak sihirmu dan sangat kuat manteramu.
Menjadi janda artinya putus hubungan dengan Yesus sebagai Kepala Mempelai Pria Sorga. Makanya kita berjaga-jaga dan berdoa, jangan sampai pakaian kita hilang dan telanjang, jangan iman gugur, jangan masuk gereja palsu. Kita berdoa, berjaga-jaga supaya hubungan kita dengan Yesus tidak pernah putus, 1 detikpun tidak boleh putus.
Doa penyembahan adalah nafas hidup. Bernafas harus setiap waktu, jangan bernafas sewaktu-waktu.
Efesus 6:18
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Penyembahan ini nafas hidup kita. Jangan dibantu dengan tabung oksigen. Kalau kadang menyembah kadang tidak, itu bernafas, kadang tidak bernafas, itu covid! Apalagi kalau satu hari tidak ada penyembahan, makanya mukanya merah, merah karena cap tikus, merah karena emosi, karena tidak bernafas, tidak ada penyembahan. Kalau penyembahan setiap waktu, enak dan ringan hidup kita. Kita tingkatkan doa penyembahan kita. Untuk saya nomor 1 penyembahan harus ditingkatkan supaya betul-betul kita berjaga-jaga menyambut kedatangan Yesus. Waktu Dia datang, kita tidak ketinggalan. Orang yang berjaga-jaga dinaungi Tuhan.
Mazmur 17:8
17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Kita berjaga-jaga dan Tuhan berjaga-jaga atas kita. Begitu bangsa Israel keluar dari Mesir disebutkan malam itu malam berjaga-jaga bagi Tuhan. Di dunia kita berjaga-jaga dan berdoa, Bapa di Sorga, Yesus Tuhan kita juga berjaga-jaga untuk kita.
Keluaran 12:42
12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.
42a Tuhan berjaga-jaga, 42b umatNya berjaga-jaga. Jadi sama-sama berjaga-jaga, di bumi kita berdoa menyembah Tuhan, di Sorga Tuhan Yesus Imam Besar berdoa syafaat berjaga-jaga untuk kita. Kadangkala kita cuma mau Tuhan yang jaga kita, kita d bumi tidak mau berjaga-jaga. Akhirnya kalau terjadi sesuatu malah Tuhan yang disalahkan padahal karena kita yang tidak berjaga-jaga. Tuhan selalu mau menjaga, Dia penjaga yang tidak terlelap, Dia menjaga keluar masuk kita. Tetapi harus ada timbal balik, kita juga harus berjaga-jaga dan berdoa, ada penyembahan. Tuhan menaungi kita dengan sayapNya.
Waktu kita sekarang adalah waktu tengah malam, daging lemah, dosa kian hebat. Kalau kita tidak berdoa berjaga-jaga, habis kita, kita akan ditelan kegelapan dunia, kita akan binasa bersama dunia.
Di depan ada perjanuam suci, kita berdoa berjaga-jaga dan Tuhan memberikan kekuatan kepada kita lewat perjamuan suci. Kita dinaungi dengan sayap Tuhan. Sayap itu adalah sayap burung nazar. Nazar itu burung bangkai, di mana ada bangkai di situ burung nazar berkerumun. Apa itu bangkai? Perjamuan suci. Yesus rela menjadi bukan lagi seperti manusia, tetapi menjadi bangkai bagi kita. Kita kerumuni bangkai, mau menerima perjamuan suci.
Matius 24:28
24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."
Yesaya 52:13-14
52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi —
Yesus rela menjadi seperti binatang dan Dia disebut bangkai untuk menjadi makanan bagi kita untuk kita terus berjaga-jaga, terus berdoa menyembah Tuhan, untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali. Jangan kita lemah, tidak kendor, terus tingkatkan penyembahan kita hari-hari terakhir ini.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar