Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:25-27
15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Gereja Tuhan di akhir zaman akan menghadapi kebencian dari dunia, sampai kebencian tanpa alasan. Menghadapi kebencian ini ada 2 sikap yang harus kita lakukan:
1. Bertahan.
2. Bersaksi, ini yang akan kita bahas.
Kalau hanya bertahan terus bisa kebobolan. Harus ada serangan balik, bersaksi. Dalam 7 masa raya Tuhan, bersaksi ini ditunjukan oleh pesta peniupan nafiri. Kita harus meniup nafiri kencang-kencang, kita harus bersaksi karena ini tugas hamba Tuhan, pelayan Tuhan.
I Petrus 2:9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Berkhotbah, main musik, anggota zangkoor, pemimpin pujian, zangkoor, pelayanan dalam bidang apa saja harus merupakan suatu kesaksian yaitu Firman sudah menjadi pengalaman hidup kita. Bukan mau tampil gagah-gagahan supaya dipuji orang. Jadi kita melayani bukan asal-asalan, tetapi karena Firman sudah menjadi pengalaman hidup kita sehingga pelayanan kita menjadi kesaksian.
Mengapa kita harus bersaksi?
1. Kalau tidak bersaksi, kita berhutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun. Mungkin dengan kesaksian kita orang lain tertolong, tetapi kita tidak mau bersaksi. Kalau orang itu binasa berarti kita hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun. Tidak usah malu kalau kita bagikan undangan, harus bersaksi supaya kita tidak hutang darah. Apalagi sekarang ini waktu kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu. Biar lebih banyak lagi jiwa yang bisa mendengar pengajaran ini.
2. Kalau tidak bersaksi, pasti bergosip, pasti memfitnah sampai mendakwa, menuduh, menghakimi orang lain seperti setan. Setan itu suka mendakwa.
Wahyu 12:10-11
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Apa yang kita saksikan:
1. Firman penginjilan atau Kabar Baik
Efesus 1:13
1:13 Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Ibrani 5:11
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
Injil keselamatan atau Firman penginjilan = susu. Masakan cuma pemerintah yang bagi-bagi MBG salah satunya susu, kita juga bagikan susu kepada orang yang belum mengenal Yesus, belum percaya Yesus, termasuk jiwa-jiwa baru. Biar dia mantap akan keselamatan bahwa di bawah kolong langit ini keselamatan itu hanya di dalam Yesus, tidak ada pada yang lain. Ini Kabar Baik, kabarkan kabar baik itu.
Kita saksikan lewat perkataan dan terutama lewat perbuatan. Perbuatan yang bagaimana? Disebut Firman kebenaran. Kita buktikan kita orang Kristen, hidup dalam kebenaran, perbuatan kita benar, semua benar, sehingga bisa menjangkau banyak orang yang belum mengenal Yesus. Jiwa-jiwa baru semakin yakin bahwa Yesus satu-satunya Juruselamat. Sehari-hari yang kita lakukan untuk kebenaran.
II Korintus 13:8
13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.
Kaum muda sekolah yang benar, kerja yang benar, pacaran yang benar, menikah yang benar sesuai Firman. Itu tugas utama kita, berbuat untuk kebenaran.
I Petrus 2:24
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Jadi Tuhan berikan kita perpanjangan umur, kesehatan sampai sekarang, hiduplah untuk kebenaran! Maka kesaksian kita adalah kesaksian yang hidup, bukan tong kosong bunyi nyaring. Kesaksian kita terang yang begitu kuat, tidak bisa dihalangi oleh apapun.
2. Firman pengajaran atau Kabar Mempelai
II Korintus 4:3
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
Ibrani 5:14
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Firman pengajaran = Injil Kemuliaan Kristus = makanan keras. Yang sudah menerima susu berikan makanan keras, jangan susu terus. Nanti pengajaran kita bagikan, makanan keras yang rohani kita bagikan kepada mereka yang sudah di dalam Yesus, sudah percaya dan mengenal Yesus. Ini adalah Kabar Mempelai, seruan Mempelai di tengah malam.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Keadaan akhir zaman ini digambarkan seperti tengah malam, kegelapan dosa semakin pekat. Satu-satunya yang kita butuhkan adalah Kabar Mempelai. Kabar Mempelai ini adalah anugerah Tuhan yang besar bagi kita di akhir zaman ini.
Kisah Para Rasul 20:32
20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
Ini Firman kasih karunia, tidak semua orang bisa menerima ini. Kalau kita sampai sekarang ini berada di dalam Kabar Mempelai berarti kita mendapat kasih karunia, mendapat anugerah Tuhan, tidak semua orang bisa menerima. Kita bertahan di dalam Kabar Mempelai dan bagikan kepada orang lain. Seperti rasul-rasul menerima roti yang dipecahkan oleh Yesus, mereka bagikan kepada orang banyak. Tugas kita bagikan Firman, kalau perlu fasilitasi untuk datang beribadah. Mungkin ada yang rindu datang ibadah tetapi tidak punya kendaraan, jemput! Aduh BBM naik om. Kalau selalu hitung-hitungan Tuhan tidak akan pakai dan pemakaian Tuhan bisa dialihkan kepada yang lain!
Tuhan berikan fasilitas kepada kita, pakai untuk bersaksi, bawa jiwa datamg kepada Tuhan. Mereka bisa mendengar Kabar Mempelai, Firman pengajaran. Dengan catatan Kabar Mempelai sudah harus jadi pengalaman hidup kita. Kita jemput orang tetapi di mobil malah bersungut-sungut, di lampu merah malah terobos, di jalan marah pengendara yang lain, itu tidak jadi kesaksian.
Akhirnya kita bisa dipakai membangunkan rohani orang lain. Dalam Kisah Para Rasul 20:32 disebut Firman kasih karunia itu berkuasa membangunkan. Kita terbangun, orang lain juga terbangun.
Tugas kita dari sekarang sampai seterusnya harus bersaksi, pengajaran itu sudah menjadi pengalaman hidup kita. Kita menjadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, dibersihkan secara terus menerus, sehingga ada buah yang kita hasilkan dan bisa kita bagikan. Kita mengekspor buah.
Ke mana arah kesaksian kita?
Matius 5:14-16
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
1. Dalam rumah tangga. Kita mau membawa orang kepada Yesus, pada pengajaran, ayo rumah tangga kita dulu terbenahi, rumah tangga kita terang. Bagaimana mau membawa terang keluar, kalau rumah tangga kita masih gelap. Buktikan kita orang Kristen, orang yang percaya Yesus, kita dalam pengajaran, nikahnya nikah yang suci, suci itu pasangannya setia. Nikah diisi kesucian dan kesetiaan baru kita bisa bersaksi ke mana-mana.
Dalam rumah tangga pasti tidak luput dari masalah, pasti ada masalah. Masalah ekonomi, masalah ini, masalah itu sampai orang ketiga yang mau mengganggu. Buktikan kita ada pengajaran, kita pancarkan terang, bukan malah kita dikalahkan gelap.
Kadangkala malah teledor, begitu ada masalah dalam nikah, bahasa yang paling cepat terucap itu cerai, pulangkan kepada rumah orang tuaku. Itu bukan kesaksian, kalau seperti itu berarti kita gelap! Bagaimana mau mengundang orang. Bahasa teledor, perilaku tidak baik dalam rumah tangga, lewat Kabar Mempelai disucikan. Nikah saya juga tidak luput dari kekurangan, ada kesalahan-kesalahan. Mulai dari rumah tangga saya dulu, selesaikan masalah yang ada, baru memancarkan terang.
Jangan ada 2 kegelapan dalam rumah tangga:
a) Kegelapan gantang yaitu kegelapan ekonomi, rumah tangga jadi hancur. Gantang juga menunjuk dosa makan minum. Ini yang merusak rumah tangga kita. Kenapa ada kegelapan gantang dalam rumah tangga, padahal orang Kristen katanya diberkati sampai anak cucu, kenapa ekonominya morat marit?
Roma 12:3,16
12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
Mulai dari dalam rumah tangga, suami isteri sehati sepikir, kalau sudah ada anak dengan anak juga sehati sepikir.
Kenapa rumah tangga itu hancur gara-gara kegelapan gantang dan ekonomi? Karena berpikir yang terlalu tinggi, mau meraih yang terlalu jauh dari kita, mau bergaya hidup mewah padahal financialnya tidak mampu. Firman katakan arahkan dirimu pada perkara yang sederhana, yang kita pikirkan saya diberkati untuk beribadah melayani Tuhan, maka berkat Tuhan mengalir terus di dalam kita. Kalau kita berpikir saya mau beli ini, beli itu, sampai sudah besar pasak dari pada tiang, akhirnya kita yang susah. Karena sudah pusing dengan tunggakan akhirnya tengkar dalam rumah tangga, ribut terus. Ini kegelapan gantang, kegelapan ekonomi.
Saya tidak punya kendaraan tetapi Tuhan kasih kaki yang kuat, yah sudah jalan. Saya punya roda 2, Tuhan kasih kesehatan biarpun kena hujan tidak apa-apa, yah sudah naik motor. Kalau sudah waktunya Tuhan kasih roda 4, ya puji Tuhan. Itu pikiran yang sederhana.
b) Kegelapan tempat tidur, ini dosa kawin mengawinkan, dosa kenajisan.
2. Kalau sudah ada kesaksian dalam rumah tangga baru membesar di depan semua orang yaitu penggembalaan. Ayo bersaksi di dalam penggembalaan.
3. Menjadi saksi antara penggembalaan
4. Baru menjadi terang dunia, bersatu dengan Israel asli di Timur Tengah, kita tampil dalam Wahyu 12:1 sebagai terang dunia.
Kekuatan untuk bersaksi adalah Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Daging ini tidak mampu bersaksi. Daging ini gelap, untuk jadi terang tidak bisa. Kalau sudah dibakar dengan api Roh Kudus baru jadi terang. Bagaimana untuk mendapatkan Roh Kudus?
Matius 3:11
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Selain digambarkan dengan api, Roh Kudus juga digambarkan dengan air kehidupan.
Yohanes 4:10
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
Jadi bagaimana untuk mendapatkan Roh Kudus? Beri Yesus minum. Apa maksudnya? Di kayu salib sebelum Yesus mati, Dia berseru Aku haus, dan prajurit memberikan air anggur asam bercampur empedu. Jadi artinya memberi Yesus minum adalah akui segala dosa kesalahan kita, yang membuat hidup kita menjadi hancur, nikah kita menjadi gelap, membuat pelayanan menjadi hancur, masa depan kita hancur. Akui, jangan malu.
Ketika Yesus bicara soal air ini, perempuan ini akhirnya mau mengakui dosanya. Yang Yesus minta bukan air minum sungguhan, yang Yesus minta pengakuan dari perempuan ini. Setelah Yesus berkata kalau kamu menerima air ini maka air itu akan menjadi mata air yang memancar ke atas. Perempuan itu berkata aku haus, beri aku air itu supaya aku tidak haus lagi. Yesus bilang panggil suamimu. Perempuan itu menjawab aku tidak bersuami. Dia mengakui dosanya, sudah 5 kali bersuami, yang keenam hanya kumpul kebo!
Memberi minum Yesus itulah pengakuan kita. Dosa yang membuat hidup kita asam pahit!
Yohanes 19:28-30
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —: "Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
Setelah Yesus meminum anggur asam bercampur empedu, sesudah Yesus mendengar pengakuan kita, dosa diselesaikan, lalu air Roh Kudus diberikan. Tuhan menunggu pengakuan dosa kita, pengakuan keadaan kita. Tidak usah ditutup-tutupi, kalau jelek katakan jelek, Tuhan saya sudah hancur, masa depanku saya hancurkan sendiri dengan berbuat dosa, akui semuanya. Dosa-dosa ini yang membuat hidup kita menjadi asam, menjadi pahit, Tuhan mau teguk di kayu salib, supaya Tuhan berikan kepada kita air anggur manis atau air kehidupan, itulah Roh Kudus.
Tidak mungkin Roh Kudus mau diam di dalam kita kalau wadahnya kotor. Bersih dulu wadahnya baru Roh Kudus turun. Saul wadahnya kotor. Waktu turun Roh Kudus malah dia telanjang semalam-malaman. Kadang minta Roh Kudus, yang datang malah roh yang lain!
Yang sudah dipenuhkan Roh Kudus, kalau wadahnya tidak dia jaga, kotor, Roh Kudus berduka, akan padam, tidak ada. Yang sudah ada Roh Kudus dijaga. Yang belum dipenuhi Roh Kudus bersihkan wadahnya. Bagaimana cara membersihkan? Pengakuan kepada Tuhan dan kepada sesama, selesaikan semuanya. Yang tidak baik, yang kotor-kotor akui kepada Tuhan. Ini dosa saya, ini keadaan saya, maka Roh Kudus dicurahkan, air kehidupan dicurahkan kepada kita.
Jika Roh Kudus dicurahkan, dilimpahkan di hati kita maka terjadi 2 hal:
1. Mengalir membasahi tanah hati yang kering. Artinya Roh Kudus memampukan kita untuk bersaksi kepada kehidupan yang kering rohaninya. Tugas kita bersaksi, air kehidupan dialirkan. Jangan jadi rawa, rawa itu Babel. Kalau kita sudah menerima air kehidupan dari Tuhan, ayo bersaksi! Kalau kita sudah ditolong Tuhan, ayo bersaksi.
2. Yohanes 4:14
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Air Roh Kudus memancar. Memancar itu ke atas. Roh Kudus memancar ke atas artinya:
a) Memampukan kita untuk menyembah Tuhan sampai menyembah dengan bahasa Roh, berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
b) Roh Kudus mengangkat rohani kita = mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani. Semakin berubah, rohani semakin terangkat. Apa bukti rohani terangkat? Daya tarik dunia sudah tidak menguasai kita lagi. Pikiran perasaan kita sudah tidak tertuju pada perkara yang duniawi. Mulai dari saya sebagai gembala, daya tarik dunia jangan sampai menguasai. Bagaimana mau membawa jemaat pada penyingkiran gereja kalau hamba Tuhan sendiri masih terikat dengan dunia.
Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diangkat ke awan-awan menyambut Dia. Keubahan hidup mujizat rohani, maka mujizat jasmani pasti terjadi. Roh Kudus sanggup mengadakan mujizat rohani, mujizat jasmani sampai mujizat terbesar, kita diubahkan sama mulia dengan Yesus.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar