20260419

Kebaktian Umum, Minggu 19 April 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:1-2

16:1 Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."

16:2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.

 

Ini adalah 7 malapetaka. Ada 3x7 penghukuman Allah Tritunggal kepada dunia dan juga kepada kehidupan Kristen duniawi.

1.      7 meterai, hukuman dari Allah Roh Kudus kepada orang yang tidak menghargai pekerjaan Roh Kudus.

2.      7 sangkakala adalah hukuman dari Anak Allah kepada kehidupan yang tidak menghargai suara Sangkakala itulah Firman pengajaran yang benar.

3.      7 malapetaka yaitu hukuman Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai kasih Allah Bapa.

 

Kita pelajari malapetaka yang pertama yaitu bisul yang jahat dan berbahaya. Bisul adalah daging yang membengkak. Jadi bisul jahat dan berbahaya adalah hukuman bagi manusia yang menjadi hamba daging.

 

Ulangan 28:35

28:35  TUHAN akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu.

 

Ada 4 tempat yang kena bisul jahat.

1.      Telapak kaki. Kena bisul karena perjalanan hidupnya tidak kenal damai, selalu diisi dengan tengkar, kebencian, kepahitan dan lainnya.

2.      Lutut. Ini hukuman kepada orang yang tidak mau menyembah bahkan sudah menyembah tetapi tidak mencapai ukuran.

3.      Paha. Ini hukuman kepada orang yang tidak menghargai nikah. Nikahnya nikah hawa nafsu daging karena tidak menghargai atau menolak kuasa kebangkitan Yesus.

4.      Batu kepala. Ini yang akan kita pelajari.

 

Di dalam kepala ada pikiran, jadi ini hukuman kepada manusia daging yang pikirannya tidak mau disucikan, tidak mau ditaklukkan kepada Yesus. Kalau pikiran tidak suci maka perbuatannya juga tidak suci.

II Korintus 10:5

10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

 

3 macam pikiran yang tidak suci:

1.      Pikiran duniawi

Filipi 3:18-19

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

 

Karena pikirannya duniawi maka dia menjadi musuh salib. Kita periksa, pikiran kita pikiran suci atau tidak suci. Pikiran tidak suci itu menjadi musuh salib, prakteknya:

a)      Ikut Tuhan hanya mau yang enak bagi daging. Kalau diperhadapkan dengan segala sesuatu yang menguntungkan dagingnya tetapi tidak sesuai Firman, dia tetap lakukan! Ini pikiran yang duniawi, menolak salib Kristus. Seperti Petrus sempat pikirannya seperti itu. Waktu Yesus sudah mati, dia berpikir apa yang mau saya makan. Kalau bersama Yesus, untuk makan mudah saja. 5 roti bisa memberi makan 5.000 orang, 7 roti bisa memberi makan 4.000 orang, ini Yesus sudah tidak ada. Pikirannya membawa dia kembali menjadi penjala ikan, karena yang dia cari semua yang menguntungkan daging. Termasuk kami hamba Tuhan, kalau hanya mencari keuntungan daging, berarti pikiran kami pikiran yang duniawi.

 

b)      Bertuhankan perut. Artinya

1)      Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani. Jadi tidak peduli mau ajaran benar atau salah yang penting dia untung.

I Timotius 6:5

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

 

Beribadah melayani sudah menjadi sumber keuntungan. Bahkan hamba Tuhan khotbah sudah mencari keuntungan jasmani. Paulus sudah tekankan, kami tidak sama dengan orang lain yang mencari keuntungan dari Firman.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Kita periksa, justru dalam kebaktian persekutuan semacam ini banyak yang mencari keuntungan jasmani di situ. Apa lagi sebagai gembala, banyak yang berkorban tetapi yang dia setor ke panitia hanya sekian, keuntungan untuk diri sendiri lebih banyak. Keuntungan jasmani bukan hanya uang, bisa berupa kehormatan, dapat kedudukan. Jangan kita seperti itu! Justru Yesus mengatakan kalau mau menjadi yang terbesar kita harus menjadi hamba! Bukan malah mencari kehormatan, mau lebih dari yang lain, justru kita harus menjadi hamba.

Markus 10:43-45

10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Jika kita bisa menjadi hamba, melayani tanpa menuntut hak, Tuhan sudah atur, kita akan menjadi yang terbesar dan terkemuka. Kita menjadi tanda besar di langit, berarti menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Jadi di bumi ini tidak usah kita kejar itu. Yang kita kejar melayani Tuhan sampai rela berkorban apa saja. Bukan kita menuntut, beribadah melayani itu berkorban, seperti Yesus berkorban nyawa. Sampai berkorban nyawa kalau memang Tuhan izinkan sampai terjadi seperti itu. Kita melayani menjadi hamba, menjadi pelayan, jadi jongos! Jongos itu disuruh kerja ke sana kemari.

 

Yesaya 40:10

40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

 

Ini maksudnya jadi terkemuka, kita berjalan di hadapan Yesus sebagai upah jerih payahnya Yesus, berhasil menjadi Mempelai WanitaNya Yesus. Mari kita belajar untuk pikiran kita bukan pada yang jasmani. Kita melayani bukan bertuhankan perut atau mencari perkara jasmani, tetapi kita melayani dengan rela berkorban apa saja.

 

Terima kasih kepada sidang jemaat Tonusu, Tentena, Diora, Palu yang rela berkorban. Praktis seminggu ini waktu kita fokuskan untuk pelayanan dalam ibadah persekutuan. Kalau mau hitung-hitungan berapa hari kita tidak kerja, pemasukan tidak ada tetapi kita mau bekerja untuk pekerjaan Tuhan. Segala pengorbanan kita tidak sia-sia, kita dibawa masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

2)      Meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari perkara jasmani.

Makanya Yudas mati menggantung diri dan dia terjatuh sehingga perutnya pecah. Karena selama ini dia beribadah melayani mencari perkara perut. Akhirnya mati dengan perut pecah, isi perutnya tertumpah keluar. Artinya semua yang dicapai karena meninggalkan ibadah menjadi sia-sia. Masuk di mulut bukan untuk kesehatan tubuh kita tetapi malah tertumpah keluar, itu sia-sia. Kalau kitab Hagai mengatakan menabung di pundi-pundi berlubang. Masuk sekian, tetapi sampai di rumah sudah habis karena isi pundinya terbuang.

 

Yudas mendapat uang tetapi uangnya terpakai hanya untuk membeli tanah kuburan. Kan miris, kita sudah kerja banting tulang, tinggalkan ibadah pelayanan, tetapi berkat yang ada hanya untuk membeli tanah kuburan. Artinya tidak bisa dinikmati, hanya membawa pada kebinasaan.

Kisah Para Rasul 1:18

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

 

Hagai 1:6

1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!

 

Pundi-pundi berlubang, bolong, tidak ada hasil. Saya pernah bekerja tetapi tidak beribadah melayani, bolong-bolong ibadahnya, jadi bolong-bolong juga berkatnya. Di situ saya sadar, saya sudah salah, saya kejar yang jasmani tetapi tidak dapat apa-apa, kosong! Akhirnya karena tertuduh oleh Firman Tuhan saya tinggalkan pekerjaan untuk beribadah melayani Tuhan.

 

Kalau mengutamakan yang rohani, yang jasmani menyusul. Tetapi kalau hanya mengejar yang jasmani, itu pundi-pundi yang berlubang dan Tuhan panggil kekeringan datang.

Hagai 1:10-11

1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,

1:11 dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."

 

Beda dalam Mazmur 133 Tuhan perintahkan berkat datang, ini Tuhan panggil kekeringan. Hasil usahanya kering. Menabung sekian, tiba-tiba kebutuhannya lebih dari tabungannya, langsung kering semuanya.

 

2.      Pikiran daging = keinginan daging.

Roma 8:5-7

8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

 

Praktek keinginan daging adalah tidak taat pada Firman Tuhan sehingga menjadi musuh Allah, berseteru dengan Allah. Hukuman dijatuhkan, ada bisul. Mari kita periksa, pagi ini kalau ada bisul mau dioperasi dengan pedang Firman pengajaran. Memang sakit bagi daging tetapi sembuh, jadi sehat.

 

3.      Dahi perempuan sundal, pikiran najis!

Yeremia 3:3

3:3 Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.

 

Prakteknya perbuatan najis dan tidak malu-malu melakukannya. Kadangkala yang justru tidak tahu malu malah gembala-gembala, hamba Tuhan, bersembunyi di balik ayat-ayat Alkitab. Masih khotbah tetapi yang dia lakukan kenajisan. Bukan berarti tidak usah lagi melayani, tetapi selesaikan dosanya, pelayanan jangan dibuang, tetapi dikerjakan.

 

Najis pasangannya jahat. Kalau sudah ada pikiran najis dan pikiran jahat, dosa yang lain pasti ada.

Markus 7:21-22

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

 

Mulai dari dalam rumah tangga, suami pergi kerja, kejarlah dia dengan doa, bukan dengan pikiran jahat, pikiran buruk. Isteri ditinggal di rumah waktu suami pergi kerja, berpikirlah yang baik, doa supaya isteri di rumah baik.

 

Apa itu pikiran jahat?

Yakobus 2:2-4

2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,

 

Pikiran jahat itu membeda-bedakan orang berdasarkan status sosialnya. Jangan! Apalagi kita sudah sama-sama dalam pengajaran, jangan ada pembedaan. Kalau gembala seperti itu, berarti gembala yang pikirannya jahat! Kalau jemaat status sosialnya tinggi, batuk sedikit sudah dibesuk. Kalau statusnya dibawah, biar dia sudah sekarat tidak dibesuk, cukup doa dari telpon atau hanya utus pengerja saja. Saya berupaya, kadang masih juga belum bisa dikunjungi semuanya, tetapi saya berupaya untuk datang. Jangan sampai ada kesan di hati jemaat gembala ini membeda-bedakan.

 

Bagaimana supaya pikiran suci, tidak kena bisul?

Keluaran 28:36-38

28:36 Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.

28:37 Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada serban, di sebelah depan serban itu.

28:38 Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

 

Dulu salah satu bagian dari pakaian Imam Besar adalah serban yang ada patamnya tepat di dahinya yang bertulis kudus bagi Tuhan. Sekarang kita imam-imam, meneladani Yesus Imam Besar. Maka supaya tidak ada bisul di kepala, kepala kita harus ditutup dengan serban yang ada patam emasnya. Apa artinya? Kita pelajari dari serban dan patam.

 

1.      Patam. Patam itu terletak di dahi dan tertulis kudus bagi Tuhan.

Mazmur 111:9

111:9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.

 

Dahi itu menunjuk pikiran atau ingatan. Supaya pikiran kita suci, maka dahi kita atau pikiran kita harus dimeterai dengan nama Tuhan yang kudus. Dari terjemahan aslinya higies/ higietso. Apa artinya nama Tuhan dahsyat menyucikan?

Wahyu 19:13

19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

 

Supaya pikiran kita suci, maka pikiran kita harus dimeteraikan dengan Firman Tuhan yang dahsyat menyucikan, Firman pengajaran yang benar. Ini harus ada pada pikiran kita maka tidak akan berpikir yang jahat, najis, pikiran daging, dunia.

 

Penyucian pikiran atau ingatan itu sangat penting. Kalau belajar dari perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan, berkali-kali di padang gurun mereka memikirkan Mesir, melawan Tuhan, melawan Musa. Waktu sampai di padang gurun, tidak ada makanan, tidak ada roti, mereka bersungut-sungut, marah kepada Musa. Mereka ingat di Mesir ada daging, ada ikan, bawang prei dan lain-lain. Pikirannya selalu ke Mesir, selalu ke dunia. Jadi kalau pikiran kita tidak disucikan, saat kita diperhadapkan masalah, pasti pikirannya mengarah ke dunia, bukan ke Sorga, bukan kepada Tuhan.

 

Dulu bangsa Israel menanti Musa yang naik ke gunung tetapi tidak turun-turun. Langsung mereka daulati Harun membuat ilah anak lembu emas. Kenapa tidak buat monyet atau singa atau yang lain, kenapa anak lembu? Karena kembali pikiran mereka ingat pada salah satu dewa Mesir yaitu apis sapi jantan, makanya mereka bangun anak lembu emas. Hati-hati, saat dalam suasana padang gurun, suasana sengsara, suasana himpitan, kalau pikiran tidak disucikan, bisa langsung memikirkan yang duniawi, pikiran daging dan nanti berpikiran najis!

Yeremia 46:15 (Perikop: mengenai Mesir)

46:15 Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

 

Salah satu berhala Mesir adalah sapi jantan. Berhala adalah segala sesuatu yang lebih diandalkan atau lebih dikasihi lebih dari Tuhan. Kalau pikiran tidak suci, dia akan mengandalkan sesuatu di dunia, bukan Tuhan! Dalam keadaan terjepit dan sengsara, yang dia andalkan segala sesuatu di dunia, bukan Tuhan!  Itu sebabnya perlu pikiran ini ditaruh patam kudus bagi Tuhan. Kadang yang lebih dikasihi oleh Tuhan adalah dosa. Dosa tidak mau dibuang, Tuhan ditinggalkan, pelayanan dibuang. Itu apis, itu lembu emas!.

 

Berhala itu juga kebanggaan-kebanggaan. Kalau pikiran tidak disucikan, dia mengandalkan kebanggaan-kebanggaannya di dunia ini, bukan Tuhan lagi.

 

Sebagai  hamba Tuhan dan pelayan Tuhan takhlukan pikiran pada Yesus, biar disucikan oleh Firman pengajaran yang benar, sehingga apa yang timbul dipikiran kita, selalu perkara-perkara yang rohani, perkara yang suci. Maka nama Tuhan di meterai di dahi kita, pertanda kita milik Tuhan, tidak boleh diganggu gugat. Bumi di hukum, orang yang punya meterai nama Tuhan diluputkan.

 

144.000 inti mempelai wanita Tuhan dari bangsa Israel, di dahi mereka ada meterai nama Tuhan. Kita mempelai wanita Tuhan dari bangsa kafir, di dahi kita juga ada meterai nama Tuhan, tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Hukuman jatuh, tetapi kita diluputkan.

Wahyu 7:1

7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

 

Suatu saat nanti angin ditahan. Angin bicara pelayan-pelayan Tuhan yang melayani dalam kegerakan. Suatu saat tidak ada lagi kegerakan, kita baru mau melayani sudah tidak bisa, yang ada hanya penghukuman.

 

Wahyu 7:2-8

7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,

7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,

7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,

7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

 

Ada satu suku yang terhilang di sini yaitu suku Dan. Mengapa suku Dan hilang? Dalam kitab Bilangan, dikatakan dia berada pada barisan belakang. Kalau selalu rohani kita paling belakang, nanti tidak masuk bilangan Tuhan untuk dimeterai dengan namaNya. Ingat waktu bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, mereka dihantam oleh orang Amelek. Siapa yang dihantam? Barisan belakang. Amalekh itu gambaran daging. Kalau rohani selalu di belakang, dihantam terus dengan hawa nafsu daging, tidak punya meterai! Dalam hal yang rohani jangan mau jadi yang terkebelakang. Seharusnya kita berpacu dalam perlombaan yang rohani, kita di depan, jangan di belakang terus. Dalam hal berkorban di belakang, dalam hal kesetiaan di belakang, pokoknya dalam hal yang rohani selalu di belakang. Akhirnya tertinggal, dikuasai oleh Amalekh, dikuasai hawa nafsu keinginan daging, tidak bisa masuk Yerusalem Baru, tidak ada meterai.

 

Keluaran 17:8

17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.

17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."

 

Ulanggan 25:17-18

25:17 "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;

25:18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.

 

Barisan belakang dihantam, suku Dan itu selalu barisan paling belakang. Semoga kita selalu memacu rohani kita, saya tidak mau dibelakang, saya mau selalu di depan. Kita memacu rohani kita supaya ada meterai nama Tuhan.

 

Wahyu 22:4

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

 

Semoga selalu ada di pikiran kita, metarai Firman Tuhan, pikiran suci, sehingga Tuhan mencap pikiran kita dengan namaNya, tanda kita adalah milikNya yang tidak boleh diganggu gugat.

 

2.      Serban.

Terbuat dari lenan halus berwarna putih. Lenan halus ini menunjuk kebenaran dan kesucian Allah. Serban ini untuk menudungi, menutupi kepala kita. Jadi artinya kita harus belajar taat tunduk pada Firman Tuhan, itu yang menghasilkan kesucian Allah. Kalau taat pada firman, tidak akan ada bisul.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Mari tunduk dan taat pada Firman Tuhan, maka akan menghasilkan kesucian Allah. Jangan jadi barisan paling belakang dalam perkara rohani dan biarlah kita belajar untuk menjadi yang terdepan untuk tunduk. Firman datang kita berlomba-lomba untuk tunduk bukan tunda-tunda. Kadangkala berkata ‘saya mau lihat dulu isteri saya, kalau dia bisa taat pada Firman, saya mau ikut. Tidak usah! Kalau seperti itu berarti itu suku Dan, barisan belakang!

Bilangan 10:25

10:25 Sebagai barisan penutup semua laskar itu berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Dan menurut pasukan mereka; yang mengepalai laskar itu ialah Ahiezer bin Amisyadai;

 

Mari kita berupaya untuk berpacu, kalau yang lain tidak mau taat, saya mau lebih dulu taat. Betapa bahagia kalau gereja Tuhan ditandai dengan ketaatan. Saya pemimpin dalam penggembalaan, saya gembala harus lebih dulu taat. Bukan jemaat diajar supaya taat tunduk lakukan Firman, tetapi gembala tidak lakukan. Jemaat diajar berkorban, tetapi gembalanya kikir. Hidup suci tetapi gembalanya najis. Setia tetapi gembala ngelencer ke mana-mana. Dari gembala dulu taat sehingga sidang jemaat bisa meneladani.

 

Termasuk dalam keluarga, suami adalah gembala kecil dalam nikah. Suami tunduk maka isteri juga akan belajar untuk tunduk dan taat pada Firman. Di sekolah mingggu, guru sekolah minggu tunjukan tunduk taat pada Firman Tuhan supaya anak-anak bisa ikuti.

 

I Korintus 11:6-7

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

 

Gereja Tuhan digambarkan dengan perempuan. Serban = rambut untuk menudungi kepala.

I Korintus 11:10 (Terjemahan Lama)

11:10  Sebab itulah perempuan itu wajib memakai di kepalanya suatu tanda ia takluk, oleh sebab segala malaekat.

 

Betapa enaknya mengatur penggembalaan kalau jemaat tunduk, gembala juga tunduk dalam penggembalaan. Yang mengatur komando Firman, aman, tidak ada yang tengkar dan ribut. Kalau tidak ada Firman mengatur, gembala tidak tunduk, jemaat tidak tunduk, akhirnya tengkar!

 

Dalam KKR kita mau mengkoordinir ratusan bahkan ribuan peserta. Kalau kita jemaat sebagai tuan rumah tidak bisa tunduk pada Firman, jangan mengarahkan tamu-tamu tunduk pada tata cara ibadah kita. Kita mau arahkan mereka tertib, mau mengarahkan mereka tepat waktu datang ibadah, tetapi tuan rumahnya malah tidak bisa jadi teladan.

 

Mulai dari saya gembala nomor 1, bukan malah jemaat dipaksa harus begini, tetapi gembala tidak melakukan seperti itu. Sebagai gembala saya belajar tunduk dan taat pada Firman sehingga jemaat juga bisa tunduk dan taat pada Firman Tuhan, semua bisa diatur. Pekerjaan Tuhan semakin berkembang pesat kalau semua tunduk dan taat.

 

Bangsa Israel menghadapi sungai Yordan yang sedang banjir, mereka belajar tunduk pada komando dari Tuhan. Tuhan suruh supaya semua pemimpin pasukan menjalani semua perkemahan dan sampaikan perintah Tuhan. Ketika kamu melihat tabut yang dipikul oleh imam dari suku Lewi, ikuti. Tetapi harus ada jarak 2000 hasta. Mereka semua taat dan tunduk sehingga berhasil menyeberang sungai Yordan.

Yosua 3:1-4

3:1 Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang.

3:2 Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,

3:3 dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya --

3:4 hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya — maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

 

Di depan kita menghadapi arus kematian rohani yang menghadang kita untuk mencapai Kanaan Samawi. Untuk bisa menghadapi itu, belajarlah untuk tunduk pada Firman Tuhan. Tunduk di dalam penggembalaan.

 

Ada jarak 2.000 hasta. Itu bicara ruangan suci, daerah penggembalaan. Panjang 20 hasta, tinggi 10 hasta, lebar 10 hasta, isinya 2.000 hasta. Jadi penundukan di dalam penggembalaan membawa kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Saya sangat merindu supaya tidak ada satupun yang tertinggal, semua berhasil tembus ke Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Tetapi syarat mutlak yang tidak boleh dilawan adalah tunduk pada Firman di dalam penggembalaan. Gembala menjadi teladan, jemaat mengikuti gembala. Seperti Paulus katakan:

Filipi 3:17; 4:9

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

 

I Korintus 11:1; 4:16

11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

 

Filipi 4:9

4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

 

Jadi porosnya dari gembala, kalau gembala tidak bisa mengikuti Yesus, tidak bisa tunduk pada Tuhan, bagaimana jemaat bisa mengikuti. Doakan saya sebagai gembala supaya saya bisa tunduk dan taat, bisa mengarahkan jemaat tunduk dan taat sehingga kita semua berhasil menjadi mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Semua punya serban di kepala, tidak ada bisul. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Sebab itu saya butuh dukungan doa dari sidang jemaat. Topanglah di dalam doa, mulai keluarga daging saya, dukung saya dalam doa, supaya kita sama-sama belajar tunduk. Kalau mau tahu kualitas rohani jemaat, lihat dari keluarga gembala. Kalau keluarga gembala suka melawan, tidak tunduk, begitu juga sidang jemaat.

 

Roma 15:18

15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

 

Ini tugas saya sebagai hamba Tuhan, pimpin jemaat pada ketaatan dalam perkataan dan perbuatan, taat pada Firman Tuhan. Kalau kita tunduk taat tidak rugi. Memang sakit bagi daging, mau mentaati Firman harus begini, harus begitu. Maunya daging ke kiri, tetapi Firman Tuhan bilang lurus! Memang sakit bagi daging tetapi ada hasilnya.

 

Tunduk itu adalah perhiasan Mempelai wanita Tuhan. Jadi kalau kita tunduk, hidup kita sedang dihiasi Firman, hidup kita dijadikan indah oleh Tuhan. Orang melihat ada sidang jemaat tunduk pada komando Firman, tunduk dalam penggembalaan, mereka bekerja sehati sepikir, kita menjadi kesaksian dan jadi indah hidup kita.

I Petrus 3:4-5

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

 

Wahyu 21:2

21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

 

Kita berhias untuk Yesus, Mempelai Pria Sorga kita. Memang untuk pengantin yang berhias pasti lama, tidak sama seperti hari-hari biasa. Jadi untuk berhias, ada proses. Jadi jangan kita hina orang lain ‘kamu ini ibadah-ibadah tetapi tidak tunduk, tidak taat!’. Makanya dengar Firman butuh waktu, jangan mau cepat-cepat. Dengar Firman belum apa-apa sudah mengomel ‘pak pendeta, terlalu lama!’.

 

Kita berhias untuk Yesus Tuhan, Mempelai Pria Sorga. Tunggu waktu, jangan mau cepat-cepat. Biar sampai rapi, betul-betul indah di hadapan Tuhan. Maka hidup kitapun akan menjadi indah.

 

Contoh kehidupan yang tunduk.

I Petrus 3:6

3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

 

Sara adalah gambaran anak Tuhan yang punya kelemahan permanen, bukan kelemahan yang bisa diperbaiki. Sara disebut mandul dan sudah mati haid, betul-betul sudah tidak bisa punya anak! Dan Abraham dikatakan sudah layu, sudah lansia. Kelemahan yang permanen, tetapi karena mau tunduk, Tuhan buka pintu rahimnya.

 

Kelemahan apa yang ada pada kita sehingga sulit berubah? Tempramen, sulit menekan emosi. Banyak kelemahan kita. Belajarlah untuk tunduk, Tuhan sanggup mengatasi kelemahan kita, Dia menghapus semuanya.

 

Pintu rahim Sara terbuka. Artinya bagi kita, pintu-pintu yang tertutup Tuhan sanggup buka bagi kita. Pintu jalan keluar dari semua masalah, pintu pertolongan, pintu masa depan. Yusuf dipenjara, tetapi dia taat tunduk maka Tuhan bukakan pintu masa depan, dia berhasil. Semua sanggup Tuhan buka, yang indah Tuhan berikan kepada kita, sampai pintu sorga Tuhan dibuka bagi kita.

 

Kelemahan apapun Tuhan sanggup angkat. Diangkat kelemahannya artinya Tuhan ubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

 

Tuhan sanggup mengangkat segala kelemahan kita sampai sempurna, tidak ada lagi cacat cela, kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Tunduk membawa kita pada kesempurnaan.

Efesus 5:25-27

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Kalau tunduk pasti setia. Yang dibutuhkan dari seorang isteri adalah kesetiaannya dan dapat dipercaya. Tunduk itu hati seorang hamba. Tuhan Yesus Imam Besar memberikan teladan kepada kita, Dia melayani sampai berkorban nyawa. Penundukan Yesus sampai menyerahkan nyawa. Biarlah kita memiliki hati seorang hamba yang mau taat dan setia kepada Yesus.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar