20260622

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 29 April 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:21-26

1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,

1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,

1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

 

Di sini 120 murid berkumpul untuk memilih seorang untuk ditambahkan menggantikan Yudas supaya jumlah rasul tetap 12. Kenapa harus 12, kenapa tidak dibiarkan saja 11 rasul? Angka 12 erat kaitannya dengan Yerusalem Baru.

Wahyu 21:12-14,21

21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

 

Di Yerusalem Baru bertebaran angka 12. Mulai dari 12 pintu gerbang dengan 12 malaikat di atasnya. Kemudian 12 nama suku Israel tertulis di 12 pintu gerbang. Ada 12 batu dasar dengan tertulis nama 12 rasul. Pintu gerbang itu terbuat dari 12 mutiara.

 

Angka 12 secara rohani menunjuk angka persekutuan. Yusuf dibuang di Mesir, tetapi harus disatukan kembali jumlah anak Yakub genap 12 orang laki-laki. Juga Yudas mati, harus digantikan supaya tetap genap 12 rasul. Dari sini kita ambil pelajaran bahwa Tuhan mau supaya kita tetap berada pada persekutuan yang benar, untuk mengarah masuk dalam Yerusalem Baru, tidak binasa!

 

12 murid disebut 12 rasul, rasul ada kaitan dengan pengajaran.

Kisah Para Rasul 2:42

2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

 

Jadi, persekutuan yang benar adalah persekutuan yang berdasarkan Firman pengajaran yang benar. Pokok persekutuan itulah induk ayam, itulah pribadi Yesus = Firman pengajaran yang benar. Pokok persekutuan adalah pokok anggur yang benar, itulah Yesus Firman pengajaran yang benar, kita ranting-ranting melekat kepadaNya.

 

Ada kriteria pengganti Yudas, tidak boleh sembarang, yaitu orang yang mengikut Yesus dimulai dari baptisan Yohanes sampai Yesus terangkat ke Sorga, untuk menjadi saksi tentang Yesus. Kalau disimpulkan, orang yang mengenal Yesus dengan jelas. Dari awal pelayanan Yesus sampai Yesus terangkat ke Sorga, dia bersama-sama dengan Yesus. Boleh dikatakan 12 rasul itu adalah orang yang mengenal Yesus dengan jelas. Kita bisa mengenal Yesus dengan jelas kalau kita tekun dalam persekutuan yang benar, persekutuan berdasarkan Firman pengajaran yang benar. Pengajaran yang benar itu Firman yang dibuka rahasianya.

Efesus 1:17

1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

 

Semoga kita semakin menekuni persekutuan kita, sehingga pengenalan kita terhadap Yesus semakin jelas.

 

Kita lihat bukti bahwa rasul-rasul ini mengenal Yesus dengan jelas.

Markus 8:27-30

8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"

8:28 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."

8:29 Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"

8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

 

Yesus dalam perjalanan ke Yerusalem, bertanya pada murid-muridnya apa kata orang tentang diriNya. Artinya dalam perjalanan kita menuju Yerusalem Baru, harus diperjelas sejauh mana pengenalan kita. Sore ini kita mau memperjelas lewat Firman Tuhan, sejauh mana pengenalan kita terhadap Yesus.

 

Dari ayat di atas ada 2 pengenalan akan Yesus:

1.      Menurut kata orang. Ini adalah pengenalan secara umum atau pengenalan Kristen Umum. Menurut kata orang, Yesus dikenal sebagai:

a)      Yohanes Pembaptis

Penekanan pemberitaan Firman dari Yohanes Pembaptis adalah pertobatan dan baptisan air.

Markus 1:4

1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."

 

Jadi mengenal Yesus sebagai Yohanes Pembaptis berarti hanya puas sampai pada tahap pertobatan dan masuk baptisan air. Banyak orang Kristen merasa kalau sudah dibaptis sudah jelas masuk Sorga. Padahal kalau belajar Tabernakel itu masih wilayah halaman, masih jauh untuk masuk ruangan maha suci.

 

Yohanes Pembaptis ini seorang nabi yang besar.

Matius 11:11

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

Kecenderungan orang Kristen, merasa sudah sesuatu yang besar, yang luar biasa kalau sudah bertobat dan masuk baptisan air. Sehingga sudah tidak mau masuk pada kelanjutannya. Pendeta juga puas kalau sudah membawa jemaat bertobat dan masuk baptisan air, merasa itu sesuatu yang besar, tidak ada lagi kelanjutannya. Padahal masih ada kelanjutannya, bertekun dalam 3 macam ibadah penggembalaan. Lalu dilanjutkan percikan darah sampai pada kesempurnaan.

 

Sesudah lahir baru, masih ada kelanjutannya. Ini pengenalan dasar. Kalau hanya puas pada pengenalan dasar, masih akan berhadapan dengan pedang antikristus.

Wahyu 11:1-2

11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Yang diukur adalah Bait Suci. Yang diinjak-injak oleh antikristus adalah wilayah halaman, dianiaya selama 3,5 tahun. Sudah dinubuatkan waktu kelahiran Yesus, yang berhadapan dengan pedang Herodes adalah kanak-kanak. Lahir baru itu masih kanak-kanak. Harus dilanjutkan pada kedewasaan rohani.

I Petrus 2:2

2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

 

Yohanes Pembaptis berakhir dipancung oleh Herodes.

Markus 6:14-16

6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."

6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."

6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."

 

Jadi kalau masih pengenalan umum, masih bisa dijangkau oleh pedang Herodes atau pedang antikristus. Pengenalan kita harus meningkat.

 

b)      Elia

Yakobus 5:17-18

5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

 

Elia ini punya kuasa di dalam doa untuk melakukan mujizat. Banyak orang Kristen mengenal Yesus hanya sebagai pembuat mujizat secara jasmani, sehingga tekun dalam doa penyembahan.

 

Tuhan mau pengenalan kita meningkat, jangan hanya mengenal Yesus sebagai pembuat mujizat. Kalau hanya mengenal Yesus sebagai pembuat mujizat, sekalipun tekun dalam doa penyembahan masih bisa dikalahkan oleh Izebel. Elia hebat, dia melakukan mujizat, hujan turun, tetapi begitu mendengar ancaman Izebel, ciut nyalinya, dia lari sampai minta mati.

I Raja-raja 19:1-4

19:1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,

19:2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."

19:3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

 

Menghadapi ratusan nabi Baal dan Asyera, Elia menang, dia berani. Tetapi menghadapi 1 orang Izebel, langsung dia keok, minta mati. Izebel menunjuk nikah yang terbalik. Dia yang mengambil keputusan. Ahab hanya raja boneka, yang mengambil keputusan selalu Izebel.

 

Ini pelajaran bagi kita, apa artinya kita tekun dalam doa penyembahan, kita mengalami mujizat-mujizat jasmani kalau nikah terbalik, isteri yang memerintah dalam rumah tangga, isteri yang mengatur. Isterinya yang komando, balik kanan, belok kiri, ambil kayu api, suaminya iya iya saja. Kadang juga isteri tidak memerintah seperti itu, tetapi meraju, ngambek, itu sama saja. Suaminya berpikir dari pada ribut, ikut akan saja dia punya mau. Itu sudah nikah yang terbalik.

 

Kasihan kalau seperti itu, pengenalan bisa kandas gara-gara nikah yang terbalik. Biarpun pelayanan hebat seperti Elia tetapi kalau nikah terbalik, Tuhan mencela. Seperti jemaat Tiatira, dicela oleh Tuhan karena mengizinkan Izebel di situ.

Wahyu 2:18-20

2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:

2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.

2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

 

Ini bukti nikah yang terbalik:

Wahyu 2:22

2:22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.

 

Ranjang ada kaitannya dengan nikah. Ranjang orang sakit, berarti nikah yang tidak sehat, nikah yang terbalik! Dalam nikah kita jangan sampai kita izinkan roh Izebel sehingga nikah terbalik, isteri yang mau jadi kepala. Yang benar itu suami menjadi kepala, isteri boleh mengusulkan tetapi suami yang berhak mengambil keputusan. Tetapi ingat, mengambil keputusan harus sesuai dengan Firman Tuhan, jangan seenaknya. Seperti Nabal mengambil keputusan tidak sesuai Firman. Abigael menghadapi Nabal bukan dia meraju, dia bersikap bijaksana dan Tuhan menolong.

 

c)      Mengenal Yesus sebagai salah seorang dari nabi-nabi

Nabi menyampaikan Firman nubuat. Jadi artinya hanya senang dengan nubuatan-nubuatan jasmani di dalam gereja. Padahal Alkitab katakan nubuatan yang terbesar adalah pembukaan rahasia Firman.

II Petrus 1:19

1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

 

Firman nubuatan itu yang terbesar yang mengungkap segala dosa kita, sampai yang ada di dalam hati dan pikiran itu disucikan. Juga yang mengungkap apa yang akan terjadi nanti, menimpa dunia, menimpa orang Kristen yang tertinggal dan juga yang akan terjadi pada gereja Tuhan. Terutama hukuman yang akan dijatuhkan, antikristus berkuasa, tetapi gereja yang sempurna akan disingkirkan. Itu nubuatan yang terbesar. Nubuatan-nubuatan di gereja untuk menguatkan Firman, bukan hanya dibuat-buat.

 

Namun lebih banyak yang puas dengan nubuatan-nubuatan yang jasmani, bahkan cenderung penglihatan yang menipu.

Zakharia 10:1-2

10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.

10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

 

Banyak kali gereja sudah tidak tergembala lagi, sudah tidak jelas, karena puas dengan nubuatan-nubuatan. Firman nubuatan terbesar, malah itu yang ditolak.

 

Kalau 3 pengenalan ini adalah pengenalan kita, maka kita masih berada pada ajaran dasar tentang Yesus. Memang ada nubuatan-nubuatan juga dalam gereja, ada yang dikaruniakan dengan roh nubuat. Tetapi kalau masih puas dengan itu, berarti masih berkutat dengan ajaran dasar tentang Yesus.

Ibrani 6:1-2

6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

 

Ibrani 6:1 (Terjemahan Lama)

6:1 Sebab itu baiklah kita berhenti daripada menerangkan pengajaran Kristus yang mula-mula itu, langsungkanlah kepada kesempurnaan: Janganlah lagi kita membubuh alas, yaitu dengan pengajaran hal tobat daripada perbuatan yang membawa kepada mati, dan iman kepada Allah,

 

Tingkatkan pada ajaran kesempurnaan, itulah Firman pengajaran yang benar. Ajaran dasar itu Firman penginjilan, jangan hanya puas pada penginjilan, harus ditingkatkan pada ajaran yang membawa pada kesempurnaan, Firman pengajaran yang benar. Kalau penginjilan itu Kabar Baik, tingkatkan pada Kabar Mempelai.

 

Semoga kita semakin bergairah dengan pengajaran ini. Kita sudah berada pada kelanjutan dari Kabar Baik. Bukan berarti kabar baik itu tidak penting, penginjilan penting, ajaran dasar itu penting. Seperti orang sekolah, tidak mungkin dari TK langsung SMP. Diajar dulu di SD perkalian, meningkat lagi bangun ruang, bangun datar. Tidak mungkin dari TK langsung persamaan linear, langsung belajar rumus phytagoras.

 

Kita harus menerima ajaran dasar, tetapi harus ditingkatkan pada ajaran yang membawa pada kesempurnaan, mengajar kita untuk mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.

 

Pengenalan kita harus meningkat. Murid adalah orang yang menerima pengajaran. Jadi Yesus mau tahu pengenalan kita tentang diriNya lewat Firman pengajaran yang benar.

 

2.      Pengenalan murid-murid, pengenalan Kristen khusus

Diwakili oleh Petrus, dia mengaku mengenal Yesus sebagai Mesias.

Matius 16:16-17

16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 

16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

 

Petrus bisa mengenal Yesus sebagai Mesias karena ilham dari Bapa di Sorga. Bagi kita sekarang, lewat pembukaan rahasia Firman kita mengenal Yesus dengan benar sebagai Mesias. Bukan sebatas Yohanes Pembaptis, Elia atau seorang nabi, tetapi kita mengenal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidupnya. Apa buktinya pengenalan kita sudah meningkat, bukan lagi pengenalan dasar?

Yohanes 4:16-26

4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."

4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."

4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

 

Di sini Yesus tampil sebagai Mesias, pekerjaan Mesias membenahi nikah (ayat 16-18) dan membenahi ibadah pelayanan (ayat 19-24). Buktikan pengenalan kita sudah meningkat, kita mengenal Dia sebagai Mesias, sebagai Anak Allah yang hidup. Buktinya nikah kita terbenahi dan tahbisan pelayanan kita terbenahi. Banyak nikah yang rusak, nikah yang hancur. Hanya Kabar Mempelai satu-satunya yang sanggup untuk membenahi nikah yang sudah hancur sekalipun.

 

Jangan main-main dengan pengajaran, kalau Firman datang dengan keras seperti menghina, seperti mempermalukan kita, sebenarnya itu kasih sayang Tuhan untuk membenahi kita, membenahi nikah kita, membenahi ibadah pelayanan tahbisan kita supaya berhasil mencapai nikah yang sempurna, menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai dan masuk Yerusalem yang Baru.

 

Jadi mengenal Yesus sebagai Mesias = mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga. Makanya digandeng, Mesias adalah Anak Allah yang hidup. Yang menikah bukan Bapa, yang menikah adalah Anak Allah.

 

Ayo kita tingkatkan pengenalan kita. Mengenal Yesus = memiliki iman. Sampai pada puncak pengenalan, Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, ini berarti iman yang bertumbuh sampai sempurna. Mari kita ikut Yesus, biar kita punya iman yang bertumbuh sampai sempurna. Bukan hanya iman yang akhirnya kandas di tengah jalan.

 

Kita belajar langkah-langkah memiliki iman yang bertumbuh sampai sempurna:

1.      Yakobus 1:19

1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

 

Cepat untuk mendengarkan Firman. Bukan berarti khotbahnya cepat-cepat saja.

Ibrani 5:11-14

5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

 

Cepat mendengar Firman artinya mau makan makanan keras yaitu pengajaran yang semakin keras menyucikan. Makan itu berarti kita menikmati. Dalam Yehezkiel dan kitab Wahyu, kitab yang terbuka itu manis di mulut tetapi pahit di perut. Memang Firman pengajaran itu keras menyucikan, pahit bagi daging kita, bagi hati kita.

 

Mari makan makanan keras, biar kita disucikan, rohani bertumbuh sampai kita bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah. Mulai dari pengajaran, tahu bedakan! Dari ini kita bisa melihat, iman sudah berada pada level mana? Kalau masih berkata sama saja semuanya, itu berarti rohaninya belum dewasa, masih kanak-kanak.

 

Kita periksa, rohani kita sudah sampai pada level mana? Sudah tahu membedakan atau sama saja yang penting masuk Sorga. Bukan begitu! Harus tahu membedakan mana pengajaran yang benar, mana yang tidak benar. Mana hamba Tuhan yang sungguh-sungguh benar tahbisannya, mana gembala pandir, gembala yang mendurhaka. Kita tahu membedakan sehingga kita tidak salah langkah, masuk persekutuan tidak asal. Waktu Yesus mau meninggal, Dia menitipkan ibuNya kepada Yohanes. Ibu sudah dewasa, tahu membedakan di mana dia harus dititipkan, di mana harus digembalakan, di mana harus bersekutu. Itu iman yang sudah bertumbuh.

 

Kalau rohani kanak-kanak, semua sama saja. Dan kalau rohani kanak-kanak, nanti diperbudak, menjadi Kristen budak.

Galatia 4:1-3,9-10

4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.

4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.

 

Kalau belum dewasa, dia sama dengan budak, sama dengan hamba. Diperbudak oleh dosa,  oleh dunia, diperbudak oleh dagingnya sendiri. Terutama yang ditekankan di sini, diperbudak oleh roh-roh dunia, pengaruh-pengaruh dunia. Mulai dari bersahabat dengan dunia, kemudian mengasihi dunia, sampai serupa dengan dunia. Sekarang di dalam gereja orang datang beribadah seperti mau ke mall, berpakaian santai, mulai serupa dengan dunia dari cara berpakaian. Malu dengan agama lain, kalau mereka pergi ke tempat ibadahnya, penampilannya sopan, rapi. Kita orang Kristen mau ketemu Raja segala raja, penampilannya santai saja. Ada yang bilang yang penting hati, padahal apa yang ada di luar itulah cerminan hati kita. Memang Tuhan melihat hati, tetapi cobalah kalau mau ketemu dengan pemerintah di dunia, apakah mau diterima! Kita mau menghadapi Yesus Raja di atas segala raja, lebih dari Presiden, masa penampilan kita serupa dengan dunia!

 

Jangan sampai diperbudak oleh pengaruh-pengaruh dunia. Tadi dikatakan sampai memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan tertentu.

 

Ayo tingkatkan rohani kita, makan makanan yang keras biar kita disucikan. Bukti kita sudah makan:

Yakobus 1:19

1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

 

a)      Lambat untuk berkata-kata. Artinya setiap perkataan ditimbang sesuai Firman. Bukan langsung keluar saja tanpa pertimbangan. Kalau tidak ditimbang sesuai Firman nanti menjadi perkataan sia-sia. Salah satu dosa yang dihakimi adalah perkataan yang sia-sia. Apalagi kami hamba Tuhan. Saya bergumul dan berdoa jangan sampai asal dalam mengeluarkan perkataan. Menghadapi jemaat, menghadapi siapapun dia, perkataan harus ditimbang sesuai Firman.

 

b)      Lambat untuk marah. Artinya bisa menahan emosi, berkepala dingin. Nikah kita pasti aman kalau seperti ini. Penggembalaan dan persekutuan antara penggembalaan akan damai kalau kita bisa menahan kata dan menahan emosi.

Yakobus 1:20

1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

 

Kalau sudah marah meledak-ledak, sudah tidak mungkin benar! Boleh marah tetapi jangan sampai matahari sudah terbenam.

Efesus 4:26

4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

 

Allah digambarkan seperti matahari yang terbit bersinar.

Mazmur 84:12

84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

 

Matahari sudah terbenam itu menunjukan sudah tidak ada kasih. Jadi yang dimaksud marah tanpa kasih, dengan emosi meledak-ledak. Boleh marah tetapi dengan kasih untuk menolong. Yesus marah di Bait Allah untuk menolong. Apalagi orang tua kepada anak, boleh marah dengan keras, tetapi untuk menolong. Bukan malah mengata-ngatai anak. 

 

2.      Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Buang segala yang kotor di dalam hati dan terima Firman dengan hati lemah lembut. Jangan sampai memberontak dan melawan. Sebab sekaras apapun Firman, itu untuk keselamatan jiwa kita. Makanya terima dengan hati lemah lembut, buang segala sesuatu yang kotor.

 

Hati digambarkan seperti tanah, Firman itulah benih yang ditabur. Terima Firman dengan hati lemah lembut. Biar kita memiliki tanah hati yang baik, sehingga begitu Firman ditabur, dia masuk ke dalam hati kita dan bertumbuh untuk menghasilkan buah-buah rohani yang berkenan kepada Tuhan.

 

Buang segala yang kotor. Apa yang kotor di hati? Kita belajar dari perumpamaan penabur, ada 3 hal yang kotor dalam hati.

Markus 4:4-8

4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

 

a)      Tanah di pinggir jalan. Artinya hati yang mengembara saat Firman diberitakan. Tidak konsentrasi ketika Firman diberitakan, hatinya, pikirannya mengembara. Bukan hanya jemaat, gembala juga bisa seperti itu, hati mengembara saat memimpin ibadah.

 

b)      Hati seperti tanah berbatu. Artinya keras hati, tidak bisa menerima Firman.

 

 

c)      Hati seperti tanah semak duri. Artinya hati yang kuatir. Kuatir akan apa yang dimakan minum, kuatir akan apa yang dipakai, kuatir akan hari esok, kuatir tentang kematian.

Markus 4:18-19

4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

 

Biarlah hati kita hati tanah yang gembur, hati yang lembut sehingga Firman yang ditabur itu bertumbuh, menghasilkan buah. Kalau hati kita lembut, pasti ada buah-buah. Kita bisa meraba sejauh mana iman kita. Iman yang benar timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Kita bisa menikmati Firman sekeras apapun dan menghasilkan buah.

 

Kalau hati kita lembut, paling sedikit ada 3 buah yang kita hasilkan:

a)      Buah pertobatan

Matius 3:8

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Kalau hati lembut pasti bisa bertobat. Dia sadar ketika dosanya ditunjuk, menyesal, mengakui dan dia tinggalkan. Ini buah permulaan. Ketika Yesus memeriksa pohon ara di pinggir jalan, Dia mencari buah permulaan tetapi tidak ada. Padahal sudah berdaun lebat, tetapi tidak ada buah permulaan sehingga dikutuk pohon itu sampai kering ke akar-akarnya. Daun bicara pelayanan. Imam-imam sudah melayani tetapi tidak ada pertobatan maka kering sampai ke akar-akarnya. Untuk saya nomor satu, harus bertobat dan berhenti berbuat dosa baru bisa melayani.

 

Jangan melepaskan pelayanan, dosa yang harus dibuang! Bahaya kalau pelayanan dilepas. Kalau kita nganggur, ada majikan yang lama itulah iblis setan. Dia akan menggoda kita berbuat dosa lagi, bahkan lebih hebat dari semula.

 

Zangkoor kaum muda, pemain musik, semua imam-imam, ayo layani Tuhan dengan buah pertobatan, jangan kita dikutuk oleh Tuhan! Semakin banyak daunnya, semakin banyak pelayanannya, tetapi kalau tidak bertobat, hanya akan dikutuk dan kering. Kenapa saya melayani usaha saya merosot, nikah saya hancur-hancuran? Karena tidak bertobat! Cuma berdaun, tidak ada buah.  

Markus 11:12-14,20

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.

11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.

11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

 

Hebat melayani sebagai pemain musik, zangkoor, pemimpin pujian, tetapi tanpa pertobatan, akibatnya kering! Ayo hasilkan buah pertobatan.

 

b)      Buah ketekunan.

Lukas 8:15

8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

 

Kalau hati lembut, tidak usah dipaksa dan disuruh, dia pasti bertekun dalam penggembalaan, tekun dalam 3 macam ibadah pokok. Jadi penggembalaan itu soal hati, ketika hati sudah lembut, pasti akan bertekun. Kalau hati belum lembut, masih seperti hati pinggir jalan, hati batu, hati semak duri, biarpun dipaksa berat dia mau tekun dalam penggembalaan, setengah mati!

 

c)      Buah matang

Yakobus 1:4

1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

 

Buah matang = rohani matang, rohani yang dewasa. Tetapi untuk rohani bisa matang, masih ada proses.

 

3.      Yakobus 1:22; 2:22

1:22  Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

 

Praktek Firman, ada perbuatan iman supaya imannya matang, imannya sempurna! Sudah makan Firman, menjadi iman di hati kita, sudah bertekun dalam penggembalaan, lanjutkan, praktekan. Sudah bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, periksa bagaimana praktek FirmanNya. Saya khotbah 3 macam ibadah, bagaimana prakteknya, harus ada praktek Firman. Iman tanpa perbuatan adalah mati! Harus ada perbuatan iman sehingga iman itu bisa matang, bisa sempurna. Kita dengar Firman, pulang langsung praktek. Pengajaran ini praktis, didengar langsung diperhadapkan dengan praktek. Saya sebagai yang memberitakan Firman juga diperhadapkan dengan praktek.

 

Tetapi ini belum selesai. Iman yang sempurna itu sama dengan emas, emas itu perlu dimurnikan.

 

4.      Ujian iman

I Petrus 1:6-7

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

 

Jangan heran, sudah praktek Firman tetapi masih sengsara. Itu sudah betul, kita sedang dimasukan dalam nyala api ujian supaya tampil bagaikan emas murni. Ayub contohnya, orang yang sudah punya iman, kehidupan yang suci, setia tekun dalam ibadah pelayanan, tetapi dia diperhadapkan dengan ujian habis-habisan. Hartanya habis, anaknya mati, kulitnya kudis sampai tinggal kulit bungkus tulang. Sampai pembantu-pembantunya jijik karena dia sudah berbau. Tetapi Ayub berkata:

Ayub 23:10

23:10  Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

 

Jangan heran kalau datang ujian yang seolah-olah sesuatu yang luar biasa terjadi pada kita. Nikmati, kita sedang dimurnikan.

Daniel 11:35

11:35 Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.

 

Hari-hari terakhir ini masa pengujian, penyaringan dan pemurnian. Ada yang bertahan, ada yang gugur. Yesus sudah mau datang, kalau kita diizinkan masuk dalam nyala api ujian itu sudah betul, kita bertahan!

 

Orang bijaksana itu orang yang sudah mendengar dan melakukan Firman tetapi masih bisa jatuh ketika diperhadapkan dengan ujian. Betul-betul disaring. Dari sekian banyak orang, yang masuk dalam penggembalaan sisa berapa. Di dalam penggembalaan disaring lagi, tinggal berapa. Betul-betul diuji, semua disaring, betul-betul dimurnikan. Nyala api ujian itu sakit bagi daging. Tetapi untuk kita bisa tampil seperti emas, untuk kita memiliki iman yang sempurna.

 

Dalam Tabernakel, iman yang sempurna digambarkan dengan buli-buli emas berisi manna, salah satu isi dari Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian gambaran gereja yang sempurna. Di dalamnya juga ada tongkat Harun, pengharapan yang sempurna. Dan juga ada 2 loh batu, kasih yang sempurna. Mari kita bertahan, biar kita tampil sebagai buli-buli emas berisi manna.

 

Begitu buli-buli emas, tongkat Harun dan 2 loh batu dimasukan dalam Tabut Perjanjian, kemudian peti ditutup, belum ada Shekina Glory. Nanti diatas tutup dipercik darah 7 kali, kemudian di depan tabut dipercik darah 7 kali, baru terjadi Shekina Glory, sinar kemuliaan. Kita sudah bertekun dalam penggembalaan, praktek Firman, belum ada Shekina Glori. Harus melewati percikan darah, sengsara daging tanpa dosa atau nyala api ujian baru ada Shekina Glory. Jadi jangan menghindar, ujian itu harus kita lewati.

 

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Nikmati nyala api ujian. Bentuknya macam-macam. Bisa dikucilkan, ditinggal sendiri. Saat ditinggal sendiri itu kesempatan untuk menyembah Tuhan. Saya alami bagaimana ditinggal sendiri, itu kesempatan untuk menyembah Tuhan. Rasanya berat tetapi Tuhan kasih kekuatan. Shekina Glory atau sinar kemuliaan, itulah Roh Kudus, itu kekuatan dari Tuhan. Kena api sedikit saja daging tidak mampu, apalagi nyala api ujian. Kalau emas dimurnikan, semua masuk dalam api. Kita diperhadapkan sengsara, jangan tanggung-tanggung, masuk semua, nikmati!

 

Kegunaan Roh Kudus:

a)      Memberi kebahagiaan di tengah penderitaan. Orang lain yang melihat kita sengsara merasa kasian, tetap kita bersukacita.

 

b)      Yohanes 11:39-44

11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"

11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

 

Lazarus mati, sudah busuk! Tetapi oleh kemuliaan Tuhan dibangkitkan. Ini kegunaan Roh Kudus, membangkitkan apa yang sudah mati, bahkan busuk. Maria, Marta dan Lazarus adalah orang yang mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan, diizinkan mengalami Lazarus yang mati sampai busuk. Kita sudah mengasihi Tuhan, melakukan Firman itu mengasihi Tuhan, kalau Tuhan izinkan menghadapi kebusukan, sesuatu yang mustahil, bukan untuk kita bersungut-sungut tetapi supaya kita bisa percaya kepada Yesus. Dalam pengalaman percikan darah, pengalaman salib, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan, maka kita akan merasakan kuasa kemuliaan Tuhan. Roh Kemuliaan itu memulihkan apa yang sudah mati bahkan busuk.

 

Nikah sudah mati, tercerai, bahkan busuk. Buah nikah sudah busuk oleh dosa. Malam ini kalau kita punya iman, mau mendengar sampai mempraktekan Firman, mau tetap bertekun dalam penggembalaan, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan, Roh Kudus, Roh Kemuliaan sanggup memulihkan semuanya.

 

Ekonomi mati, masa depan sudah tidak ada jalan keluar, ayo percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, Roh Kudus, Roh kemuliaan sanggup memulihkan semuanya sampai kita sempurna menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Kalau kita mengalami percikan darah, ingat Yesus lebih dulu mengalami percikan darah. Dan wujudnya sekarang di depan kita ada perjamuan suci. Inilah kekuatan bagi kita untuk bisa tahan menghadapi percikan darah sampai kita tampil sebagai emas yang murni. Dalam ujian dan percikan darah, mata kita hanya tertuju selalu kepada Yesus yang mati di kayu salib.

Mazmur 26:2-3

26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

 

Ini bukan menantang Tuhan. Tetapi raja Daud sungguh-sungguh menyadari bahwa untuk bisa memiliki iman yang sempurna harus melewati nyala api ujian, tetapi kita harus tampil sebagai emas yang murni.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar