20260510

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 14 Maret 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:18-19

15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

 

Yesus lebih dahulu mengalami kebencian dari dunia sampai kebencian tanpa alasan. Jadi kalau kita dibenci, kita sedang dibawa untuk menjadi sama dengan Yesus, kita mengikuti langkah-langkah Yesus atau jejak Yesus untuk nanti kita menanti kedatangan Yesus di awan-awan.

 

Ada 3 kali Yesus menghadapi kebencian tanpa alasan. Kita pelajari yang pertama yaitu saat dalam kandungan.

Matius 1:18-19

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

 

Bentuk kebencian di sini adalah perceraian. Yusuf mau menceraikan Maria sementara Maria sedang mengandung. Mereka memang sudah bertunangan, tetapi menurut tradisi Yahudi bertunangan itu sudah seperti suami isteri tetapi tidak boleh berhubungan badan. Kalau Maria diceraikan, lalu diketahui dia hamil tanpa suami, maka dia menghadapi konsekuensi dilempari batu sampai mati bersama bayi dalam kandungannya.

 

Jadi kebencian itu diwujudkan dengan perceraian. Apapun alasan perceraian mengandung kebencian atau pembunuhan. Suami itu kepala, isteri adalah tubuh. Kepala dan tubuh kalau bercerai, mati! Mungkin kedengaran alasannya logis, masuk akal, tetapi kalau bercerai itu mengandung kebencian atau pembunuhan.

 

Persekutuan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, kalau nikah tercerai itu berarti mati. Membesar lagi penggembalaan, penggembalaan tercerai berarti penggembalaan yang mati. Gembala adalah suami bayangan bagi jemaat untuk membawa jemaat pada suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Kalau gembala dan jemaat tercerai berarti mati.

 

Ada 2 macam perceraian di sini:

1.      Perceraian secara diam-diam. Ini adalah perceraian hati. Masih satu rumah, satu tempat tidur, satu penggembalaan, satu persekutuan antara penggembalaan, tetapi hati sudah tercerai. Sama-sama beribadah, sama-sama melayani, hatinya sudah tercerai. Sama-sama bersekutu tetapi hati sudah tercerai.

 

Penyebab bercerai secara diam-diam:

a)      Karena mempertahankan ajaran yang salah. Yang benar tegas mempertahankan kebenaran Firman. Yang menerima ajaran yang salah ini yang menceraiberaikan.

Roma 16:17

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

 

Ajaran yang berbeda dengan yang diajarkan Yesus, yang tidak tertulis di dalam Alkitab, itu ajaran palsu! Yang tidak diajarkan oleh Yesus malah itu yang dilakukan. Ini yang menimbulkan perceraian, pemecah belah. Di akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang memecah belah. Mempertahankan ajaran yang palsu dan mengejek ajaran yang benar sehingga menjadi pemecah belah.

Yudas 1:17-19

1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."

1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

 

Jadi kita bisa deteksi pengajaran yang dianut itu benar atau salah. Kalau pengajaran salah pasti jadi pengejek, mengejek gereja yang lain, cara ibadahnya, terutama Firman pengajaran yang disampaikan diejek!

 

Kalau pengajaran yang benar diam, tidak mengejek, tidak menghina. Menunjukan apa yang salah itu bukan mengejek. Tetapi kalau pengejek itu sudah benar dihina, dicap macam-macam. Jadi bisa dideteksi ini pengajaran benar atau salah.

 

b)      Menyimpan kepahitan hati. Dalam nikah kalau ada kepahitan hati, sekalipun satu rumah tetapi hati sudah bercerai. Begitu juga dalam penggembalaan, kalau menyimpan kepahitan hati, sekalipun sama-sama tim musik, sama-sama anggota zangkoor, kalau ada kepahitan hati pasti tercerai, tidak bisa satu. Sementara Tuhan merindukan kita melayani dengan kesatuan roh. Juga dalam persekutuan antara penggembalaan, kalau ada pahit hati pasti tercerai. Tidak akan bisa menyatu, sehingga semua pekerjaan yang dikerjakan diisi dengan kemunafikan! Sama-sama menyanyi ‘kami ranting, Kau pokoknya’ tetapi kalau ada kepahitan maka dia ranting yang dibuang di tong sampah! Tubuh Kristus tidak ada membenci, tidak ada kepahitan, namun saling mengasihi, saling mempedulikan. Mengasihi itu diwujudkan dengan saling menegur, kalau ada yang salah diingatkan.

 

2.      Perceraian secara surat

 

Tuhan tidak ingin kita bercerai baik nikah, dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

Maleakhi 2:16

2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

 

Kita jaga pengkhianatan jangan terjadi. Terutama pengkhianatan terhadap pengajaran yang sehat. Akhirnya tercerai, memecah belah. Tetapi yang memecah belah ini menuduh pengajaran yang benar ini pemecah belah. Dia yang berbuat salah, malah tuduh orang lain salah.

 

Lalu mengapa terjadi perceraian, mempertahankan ajaran yang salah, simpan kepahitan? Karena ketegaran hati.

Matius 19:8

19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

 

Sudah tahu itu ajaran salah tetapi masih ngotot dipertahankan. Kenapa? Karena dia dapat perkara yang jasmani di situ. Dapat yang jasmani tetapi tercerai dari Tubuh Kristus, buat apa! Tercerai nikahnya, tercerai dari penggembalaan, tercerai dari persekutuan antara penggembalaan, apalagi tercerai dari Tuhan Yesus. Tercerai itu mati, kehilangan nyawa.

Markus 8:36

8:36  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

 

Kaum muda perhatikan, apa gunanya dapat ijazah tetapi meninggalkan pengajaran dan kehilangan nyawa. Dapat jodoh, tinggalkan persekutuan yang benar, kehilangan nyawa. Dapat segala-galanya di dunia tetapi kita kehilangan nyawa. Tercerai dari pengajaran yang benar, tercerai dari Yesus, tercerai dari sesama, tercerai dari Tubuh Kristus, buat apa! Tidak ada gunanya!

 

Jangan pertahankan keras hati. Kalau sudah tahu salah hindarilah, harus ada ketegasan. Hindari kalau salah supaya kita tidak tercerai dari persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna. Dosa kita kalau sudah ditunjuk oleh Firman jangan keras hati, selesaikan supaya jangan tercerai dari Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Setan itu mau merusak persekutuan kita mulai dari nikah dan buah nikah dia mau rusak. Supaya apa? Supaya tidak bisa masuk persekutuan Tubuh dengan Kepala yaitu pesta nikah Anak Domba Allah. Setan merusak dengan memasukan kekerasan hati. Kalau sudah keras hati di situ ada kebenaran diri sendiri. Orang keras hati itu merasa benar, orang lain salah! Kebenaran diri sendiri, kebenaran di luar Firman, mulai salahkan orang lain. Kalau ada keras hati mulai ada kepentingan diri sendiri. Kenapa pertahankan keras hati? Karena ada sesuatu dia dapatkan. Betul-betul menjadi manusia yang ego sentris. Seharusnya Tubuh Kristus itu saling mempedulikan yang lain, bukan mementingkan diri sendiri. Mementingkan diri sendiri adalah kran dosa yang membuka dosa-dosa yang lain masuk.

II Timotius 3:1-5

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

 

Masih ada beribadah, masih bersekutu tetapi kuasa ibadah yaitu Firman pengajaran tidak pernah dia rasakan, cuma sekedar datang. Ini jangan terjadi kepada kita.

 

Bagaimana menghadapi kebencian, kepahitan dalam nikah, dalam penggembalaan, dalam persekutuan antara penggembalaan supaya tidak terjadi perceraian?

Matius 1:20

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

 

Jadi cara menghadapi supaya tidak terjadi perceraian adalah lewat mimpi. Apa itu?

Ayub 33:14-15

33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.

33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,

 

Dalam mimpi malaikat itu membuka rahasia tentang Anak ini, rahasia tentang Yesus. Kalau disimpulkan, cara menghadapi kebencian adalah lewat pembukaan rahasia Firman. Sehingga kita bisa mengenal siapa Yesus, mengenal Dia lebih jelas, lebih dalam. Dan kita tentu tidak mau tercerai dari Dia. Dengan hikmat dan wahyu kita mengenal Yesus lebih dalam. Kita tahu apa yang menjadi kehendakNya, apa yang menjadi kerinduan hatiNya. Kerinduan terbesar dari Yesus supaya kita gereja menjadi satu.

Yohanes 17:11

17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

 

Lewat pembukaan rahasia Firman kita tahu kehendakNya untuk kita menjadi satu sehingga tidak akan pernah mau bercerai. Baik dalam nikah, penggembalaan, persekutuan antara penggembalaan selalu jaga, jangan sampai tercerai.

 

Kita mau menggelar ibadah persekutuan. Jangan sampai kita menggelar ibadah persekutuan tetapi didalamnya hatinya tercerai berai. Jangan dulu jemaat, panitianya tercerai berai hatinya. Kita jaga hati, jangan sampai terjadi. Firman sudah datang jauh sebelum menggelar ibadah, jangan tercerai, kita rindu menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Makanya isi hidup kita dengan Firman pengajaran, Firman yang dibuka rahasianya.

 

Bagaimana Firman bisa masuk dalam kita? Dikatakan tadi Yusuf orang yang tulus hatinya. Pembukaan rahasia Firman bisa kita terima kalau hati kita tulus. Melayani dalam nikah dengan hati tulus. Melayani dalam penggembalaan dengan hati tulus. Nanti ibadah persekutuan kita melayani dengan hati tulus sehingga Firman bisa masuk, Firman bisa kita terima. Hati kita diisi dengan Firman, Roh Kudus dan kasih Allah, tidak ada tempat untuk kepahitan, kebencian dan keegoisan.

 

Ayo kita melayani minta kepada Tuhan supaya diberi hati yang tulus. Doa saya sebagai gembala kepada jemaat supaya punya hati yang tulus. Kalau semua hatinya tulus akan dipakai dalam kegerakan yang semakin besar.

I Tawarikh 29:17-18

29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.

29:18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.

 

Pelihara selama-lamanya hati yang tulus. Jangan cuma kalau KKR hatinya tulus, sesudah itu bulus! Kalau dipercaya kedudukan apa dalam kepanitiaan, kita layani dengan hati tulus. Mungkin tidak ada kedudukan dalam kepanitiaan tetapi inikan pekerjaan kita bersama, kita tetap layani dengan hati yang tulus.

 

Kalau hati tulus, kita bisa menerima Firman, maka:

1.      Kita bisa menerima sesama dalam kekurangan dan kelebihannya. Seperti Yusuf menerima Maria yang mengandung. Tuhan bilang itu dari Roh Kudus, Yusuf bisa menerima.

 

Ada tamu yang mau begini mau begitu, kita tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Sama juga kalau kita ikut persekutuan, apa yang diatur panitia, terima dengan hati yang tulus. Baik kita jadi tamu maupun tuan rumah, semua layani dengan hati yang tulus. Sehingga bisa menerima apapun kelebihan dan kekurangan.

 

2.      Kita bisa menerima pribadi Yesus sebagai Juruselamat kita.

Matius 1:21

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

 

Artinya hati yang tulus dan Firman pengajaran yang benar mendorong kita untuk bisa saling berdamai, dosa-dosa diselesaikan. Dalam pelayanan nikah, pelayanan penggembalaan, pelayanan antara penggembalaan, saling berdamai.

 

Kadang dalam nikah kita sebagai suami terlalu egois. Kita mau begini dan begitu tanpa peduli perasaan isterinya. Apa yang saya mau khotbahkan kalau hati isteriku sudah sobek-sobek. Harus berdamai dulu. Jangan sampai saya khotbah di sini sementara dengan isteri bercerai diam-diam. Mau khotbah apa kalau saya dengan isteri cerai diam-diam, hanya jadi penipu ulung, munafik! Menipu diri sendiri, menipu jemaat.

 

Kita menerima Yesus sebagai Juruselamat maka hasilnya:

a)      Roma 4:7-8

4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."

 

Berbahagia yang diampuni dosanya, berarti berbahagia kalau mau berdamai. Artinya kita mengalami kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi situasi kondisi apapun di dunia ini. Dari pada simpan pahit hati, benci, dendam, tetapi di depan senyum. Padahal di hatinya ‘gigimu sayang!’ hatinya sebenarnya tidak senang. Tidak ada gunanya kita melayani kalau seperti itu. Mau menggelar ibadah persekutuan kalau hati tidak satu tidak ada gunanya. Termasuk saya, jangan sampai ada kepahitan dan kebencian satu dengan yang lain. Kita melayani dengan sukacita Sorga.

 

b)      Efesus 2:14

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

 

Di sini Israel dan kafir bisa satu. Kalau Israel dan kafir saja bisa satu, nikah bisa satu, penggembalaan bisa satu, persekutuan antara pengembalaan juga bisa satu. Jadi hasil kedua tidak ada lagi tembok pemisah, rubuhkan tembok pemisah, kita menjadi satu. Nikah satu, penggembalaan satu, persekutuan menjadi satu. Mulai dari nikah yang satu menjadi rumah doa.

Matius 18:19

18:19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

 

Kita berdoa supaya Tuhan buka Firman untuk ibadah persekutuan, maka Tuhan bukakan. Kita berdoa supaya Tuhan kirim jiwa, Tuhan kirimkan jiwa. Kita berdoa supaya Tuhan adakan, Tuhan adakan. Kita menjadi rumah doa, doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan. Betapa bahagianya, sudah mengalami kebahagiaan Sorga, doa dijawab oleh Tuhan. Kalau doa dijawab berarti masalah diselesaikan. Semakin bahagia, masalah diselesaikan sampai puncak kebahagiaan kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Tidak ada yang tercerai.

 

Firman Tuhan akan digenapi, 2 orang di tempat tidur, satu terangkat yang lain tertinggal. 2 orang sedang mengilang, satu terangkat yang lain tertinggal. 2 orang di ladang, satu terangkat yang lain tertinggal, terjadi pemisahan! Tetapi kalau hati tulus, terima Firman, mau disucikan, kita mau berdamai, tidak akan pernah terpisah. Kita menyatu menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar