Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:18-20
15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
Ada 7 kali kebencian yang dihadapi oleh gereja Tuhan dari dunia sampai kebencian tanpa alasan. Dan Yesus lebih dulu mengalaminya.
Ada 3 kali Yesus mengalami kebencian tanpa alasan, ini juga kebencian yang dihadapi gereja Tuhan.
1. Saat dalam kandungan. Yesus masih dikandung, Yusuf sudah berniat untuk menceraikan Maria. Kalau Maria diceraikan, dia ketahuan hamil sebelum bersuami, dia dihukum mati, maka bayi dalam kandungannya ikut mati. Ini kebencian pertama dan ini juga banyak masuk dalam gereja Tuhan dalam wujud perceraian. Baik perceraian dalam nikah, juga perceraian dalam penggembalaan dan antara penggembalaan.
2. Saat Yesus lahir terancam untuk dibunuh oleh Herodes. Herodes merasa tersaingi. Ini juga roh kebencian akhir zaman ini, merasa tersaingi sehingga mau menghambat gerakan Firman Tuhan.
3. Saat Yesus dewasa, bukan hanya dibenci tetapi sampai dibunuh di kayu salib.
Markus 15:10
15:10 Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Matius 27:18
27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Yesus menerima kebencian dari imam-imam kepala sampai dibunuh di kayu salib. Apa dasar kebencian mereka kepada Yesus?
a) Karena ajarannya Yesus.
Yohanes 18:19-21
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
Jangan heran kalau kita ada di dalam pengajaran yang benar menghadapi kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Kalau pindah agama tidak dibenci, tetapi kalau masuk dalam pengajaran justru dibenci!
b) Karena Yesus mengaku sebagai Raja.
Yohanes 19:19,21
19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
19:21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi."
Raja itu sama dengan Mempelai Pria.
Jadi yang menjadi dasar kebencian dunia, termasuk orang Kristen duniawi terhadap gereja Tuhan adalah pengajaran yang benar yang memberitakan tentang Yesus yang akan datang kembali sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga, dalam kemuliaan, untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan. Ini disebut Kabar Mempelai, pengajaran yang benar.
Jadi tidak usah heran, bahkan dalam kitab nabi Yesaya sudah dikatakan jangan kamu takut kalau diaibkan karena pengajaran.
Yesaya 51:7
51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.
Jangan heran, jangan takut, jangan mundur kalau dibenci karena pengajaran, karena Kabar Mempelai.
Jika sudah benci terhadap pengajaran yang benar, pasti pilih yang salah. Kebencian itu dimulai dari tidak suka disucikan, tidak suka dosanya ditunjuk, tidak suka dosanya diungkap. Akhirnya nanti pilih yang salah.
Waktu Yesus diperhadapkan kepada Pilatus, Pilatus bertanya pada orang banyak ada 2 orang Yesus di sini siapa yang kamu pilih, Yesus Kristus atau Yesus Barabas. Semua berteriak ‘salibkan Yesus, bebaskan Barabas’. Jadi kalau sudah ada kebencian, tidak suka penyucian pasti pilih yang salah. Sama-sama Yesus, tetapi yang satu Yesus Kristus, yang lain Yesus Barabas pemberontak dan pembunuh.
Lukas 23:18-19
23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
23:19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
Yang dipilih penjahat, yang benar ditolak, Yesus Barabas yang dipilih. Sama-sama Yesus, artinya sama-sama pengajaran tetapi yang satu pengajaran yang benar, yang lain pengajaran palsu. Jadi kepada gereja Tuhan diperhadapkan ajaran yang benar dan ajaran yang palsu, yang mana yang mau kita pilih. Kalau tidak tahan dan tidak suka penyucian, pasti pilih yang palsu. Sekarang ini diberi kesempatan untuk memilih, Tuhan tidak pernah memaksa. Waktu Lazarus dibangkitkan oleh Yesus, Yesus katakan buka kain kafannya dan biarkan dia pergi. Tidak dipaksa harus begini begitu. Itu ciri Firman pengajaran yang benar, tidak memaksa. Kalau ada paksaan di dalamnya, dipertanyakan itu pengajaran benar atau tidak.
Sebenarnya orang banyak ini sudah tahu mana yang benar, mana yang salah. Sudah tahu Yesus mengadakan mujizat menolong orang, membangkitkan orang mati, menolong orang sakit, memberi makan 5.000 orang dan 4.000, Yesus baik. Barabas sudah mereka tahu pemberontak, pembunuh. Begitu juga dalam gereja sekarang ini, orang Kristen tahu ini pengajaran benar, ini yang salah, tetapi karena hati nuraninya tidak baik, akhirnya memilih yang salah! Banyak yang akui pengajaran Tabernakel itu benar, Kabar Mempelai itu benar, tetapi karena hati yang tidak baik, pilih yang salah! Sudah pilih ajaran yang salah, pilih gembala yang salah tahbisannya, karena hatinya tidak baik. Apalagi kalau hatinya sudah diisi dengan kebencian, pasti akan memilih yang salah. Sekalipun hamba Tuhan itu benar tahbisannya, ajaran yang dia bawakan itu ajaran yang benar, karena hatinya sudah diisi dengan kebencian, pasti dia tolak. Dia tahu hamba Tuhan ini tidak benar tahbisannya, ajarannyapun ajaran tidak sehat, tetapi karena hatinya sudah penuh dengan kebencian, dia akan pilih yang salah.
Itu seperti orang banyak, hanya di awal seperti mengagung-agungkan pengajaran. Beberapa hari sebelum Yesus masuk ke Yerusalem, orang banyak berseru ‘hosana, diberkatilah yang datang sebagai Raja’. Raja itu mempelai. Mereka agungkan Yesus itu Raja, Yesus itu Mempelai. Tetapi ketika diperhadapkan penyucian yang sakit bagi daging atau yang enak bagi daging, mereka pilih yang salah!
Banyak orang Kristen besar mulut, omong doang, pengajaran dahsyat, ini hamba Tuhan luar biasa, ada pembukaan Firman. Begitu hamba Tuhan itu ditempatkan di situ, dia sampaikan Firman yang keras menyucikan, malah orang itu yang lebih dulu menghasut dan mau menendang. Jadi yang teriak hosana-hosana, itu yang berteriak salibkan dia! Itulah resiko di dalam pengajaran. Kita pertahankan pengajaran, kebencian pasti akan diterima. Yang salah didukung mati-matian, yang salah ditolak, difitnah, dihujat, digosipkan dan lain-lain. Kalau guru kami katakan itu adalah fanatik bodoh-bodoh!
Waktu Yesus sudah mau dijatuhi hukuman mati, isteri Pilatus bermimpi dan dia sampaikan pada suaminya ‘jangan campuri urusan orang ini’.
Matius 27:19
27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
Jadi ada suatu kesamaan. Waktu Yesus dalam kandungan ada mimpi kepada Yusuf sehingga Yusuf tidak jadi menceraikan Maria. Waktu Yesus sudah dilahirkan, masih bayi, malaikat datang lagi kepada Yusuf dalam mimpi untuk menghindar ke Mesir. Sekarang waktu Yesus mau dijatuhi hukuman mati, ada lagi mimpi. Mimpi menunjuk pembukaan rahasia Firman.
Jadi jangan kita takut, kalau kita ada pada posisi yang benar, sekalipun orang benci, orang fitnah, orang kata-katai, orang tolak mati-matian, rahasia Firman semakin dibuka. Sebaliknya, yang tidak benar akan semakin kering. Sekalipun khotbah tetapi tetap kering, tidak terasa apa-apa dalam jemaat. Malah jemaat semakin berani untuk melawan. Kalau pengajarannya benar rahasia Firman semakin dibuka, jemaat makin takut akan Tuhan, semakin tertib. Di mana ada wahyu akan tertib, sebaliknya kalau tidak ada wahyu, liarlah rakyat.
Jadi bisa kita perhatikan, bisa kita raba. Bapak ibu mungkin bisa mendengar kata-kata jelek tentang gembala, bapak ibu bisa rasakan. Kalau ajaran saya salah, tahbisan saya salah, di sini akan kering, tidak ada pembukaan rahasia Firman. Jemaat bisa rasakan, datang ibadah rasa kering, hampa. Datang dalam keadaan berbeban berat, pulang tambah berbeban berat. Di situ tesnya yang kita ikuti benar atau salah. Kalau salah pasti kering! Kalau benar Firman semakin dibukakan rahasianya.
Jadi saya bukan menonjolkan diri, saya paling benar dari semuanya. Sidang jemaat yang bisa menilai. Rugi kalau datang dari jauh, buang biaya, kering kantong, lalu pulang ibadah kering rohaninya, betul-betul kering kerontang!
Sebenarnya dengan mendengar mimpi isterinya, Pilatus berupaya untuk melepaskan Yesus.
Matius 27:23-24
27:23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
Pilatus berupaya untuk melepaskan Yesus, tetapi dia takut karena terjadi kekacauan, sehingga dia melepaskan Yesus Barabas lalu dia membasuh tangannya. Banyak orang Kristen bersikap seperti Pilatus! Sudah tahu pengajaran yang benar, sudah tahu kebenaran Firman tetapi takut sengsara, takut menderita. Seperti Pilatus, kalau kacau semuanya dia bisa kehilangan jabatan, dia bisa dipecat. Takut menderita, takut sengsara, takut dirugikan! Banyak yang seperti itu!
Sudah tahu ini yang benar, yang membawa pada kesempurnaan, yang dibutuhkan gereja akhir zaman, tetapi karena takut menderita, takut dirugikan, takut pikul salib, akhirnya cuci tangan. Cuci tangan artinya mau cari aman bagi daging!
Yesus Barabas itu pemberontak, dia pembunuh. Ajaran palsu hanya menimbulkan daging semakin memberontak terhadap Tuhan dan dosa semakin bertambah. Jadi kita bisa meraba, saya ini sudah ada pada tempat yang benar atau yang salah. Ketika kita masuk dalam satu penggembalaan atau masuk dalam suatu persekutuan, kita dengar Firman lalu daging semakin memberontak terhadap Firman, dosa semakin bertambah, segera menjauh, itu persekutuan yang salah, ajaran yang salah. Kalau ajaran yang benar semakin takut Tuhan.
Yesaya 30:1-2
30:1 Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
Kita sendiri yang merasa, saya ini masuk ajaran yang benar atau tidak. Kalau dosa semakin bertambah, semakin terikat dengan dunia, segera menjauh! Sudah dipastikan itu salah! Nanti akan celaka. Nanti bersekutu dengan barabas, pemberontak dan rohani akan mati. Segera menjauh, tidak usah bertahan di situ, mungkin karena rasa sungkan. Tidak ada ada keuntungan bagi rohani kita. Jasmani mungkin untung tetapi rohani rugi.
Bandingkan dengan pengajaran yang benar.
Ibrani 8:10-11
8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
II Timotius 2:19
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
Jika pengajaran itu benar, kita akan lebih dalam mengenal Yesus. Buktinya kita menjauhi kejahatan, meninggalkan kejahatan, hidupnya semakin suci, nikahnya tambah suci! Semakin jauh dari dosa, semakin dekat kepada Yesus.
Jika ajaran tidak benar, dosa bertambah-tambah. Kalau ajarannya benar, kita menjauhi dosa. Dan memang untuk menerima pengajaran yang benar, kita harus berani menerima salib. Siapa yang mengikut Aku harus memikul salibnya setiap hari. Ikut Yesus, ikut pengajaran yang benar, bukan ikut manusia, bukan ikut organisasi, kita harus pikul salib setiap hari.
Lukas 9:23
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Memikul salib setiap hari, sengsara daging setiap hari. Jadi setiap hari dagingnya dirobek. Hari ini kehendak dagingnya dirobek. Besok pikiran dagingnya dirobek. Lusa tabiat dagingnya dirobek. Waktu Yesus datang sudah tidak berbau daging, sudah tidak ada daging! Itulah kemuliaan, daging sudah tidak bersuara.
Dalam Tabernakel, perobekan daging itu pintu tirai. Kalau daging dirobek, ruangan maha suci kelihatan, Tabut Perjanjian kelihatan. Arah kita jelas menjadi Mempelai Wanita Tuhan, menyatu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga, persekutuan dalam kemuliaan. Mungkin hari ini diperhadapkan dengan perobekan kehendak daging. Ada tawaran enak bagi daging, tetapi kalau kita lakukan, kita keluar dari kehendak Tuhan. Kita lawan itu, tidak mau, berhasil menang! Besok ada tantangan baru, pikiran daging dirobek. Logika main, harus begini, tetapi Firman bilang jangan. Tetapi kalau Firman Tuhan bilang seperti ini, kayaknya tidak masuk akal. Di situ pikiran daging dirobek. Kita tetap pilih yang benar, berhasil pikiran daging dirobek. Nanti diperhadapkan terus dengan daging, tabiat daging, perbuatan daging dirobek secara terus menerus.
Supaya kita mampu dalam memikul salib, dalam menghadapi perobekan daging, solusinya hanya 1 yaitu penyembahan ditingkatkan, tersungkur di bawah kaki Yesus. Makanya pintu tirai dekat mezbah dupa, mezbah dupa emas bicara penyembahan.
Ada masanya berada pada titik jenuh dalam melayani, di situlah kita benar-benar dibawa masuk dalam perobekan daging. Tetapi syukur dengan penyembahan, bisa menang. Kalau orang lain melihat rutinitas hamba Tuhan itu membosankan bagi daging. Subuh sudah sembayang, kemudian baca Firman. Siang sembayang, baca Firman, sorenya khotbah. Satu minggu, satu bulan, satu tahun itu terus. Kalau tidak ada doa penyembahan, bosan! Tidak ada kesempatan untuk ke sana kemari refreshing. Kecuali kalau pergi pelayanan atau ikut persekutuan ke mana kesempatan refreshing sedikit, tetapi bukan itu tujuan utamanya.
Kalau ikuti daging bisa bosan, jenuh, capek. Tetapi dengan penyembahan Roh Kudus dicurahkan, roh kemuliaan. Begitu juga jemaat. Mungkin rutinitas tiap minggu, 3 kali ibadah pokok. Mau ke mana lagi? Mau ke Tentena. Kenapa jauh-jauh ke Tentena, ada juga gereja di sini. Bagi daging capek. Di situlah kita diproses oleh Tuhan, tiap hari pikul salib, tiap hari robek daging, tiap hari kita isi dengan penyembahan. Maka Roh Kudus, Roh Kemuliaan semakin meluap-luap di dalam kita.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Penderitaan Kristus itu pikul salib. Kita hanya memikul, bukan disalib seperti Yesus. Bagian dalam penderitaan Yesus itu pikul salib. Beda kalau dikatakan kalau ikut Aku tiap hari kamu disalibkan! Tetapi Tuhan bilang tiap hari pikul salib, mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus, bersukacitalah! Roh Kudus dicurahkan kepada kita, Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.
Kegunaan Roh Kudus, Roh Kemuliaan:
a) Memberi kebahagiaan di tengah-tengah sengsara
Orang menderita koq bahagia, tidak masuk akal! Manusia daging kalau menderita sedih, kecewa, putus asa. Manusia rohani kalau sengsara berbahagia. Jadi memberi kebahagiaan = Roh Kudus mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus. Dulu-dulu masih mengomel, kecewa, putus asa. Seiring waktu Roh Kudus dicurahkan, kita sudah bisa berbahagia, minimal bisa mengucap syukur. Terima kasih Tuhan, saya dianggap layak mengambil bagian dari penderitaan Yesus.
Kisah Para Rasul 5:41
5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
Kalau kita dianggap layak menderita karena Yesus, maka kita juga akan dianggap layak dimuliakan bersama Yesus. Kita nikmati dan berterima kasih kepada Tuhan, Engkau berikan saya kesempatan menghadapi pergumulan seperti ini dan saya percaya Tuhan berikan kekuatan kepada saya. Tuhan tidak pernah memberikan ujian yang melampaui kekuatan kita. Di saat kita lemah, di situ kita kuat karena ada Roh Kudus, Roh Kemuliaan.
Pekerjaan Roh Kudus membuat kita memandang sengsara itu sebagai penderitaan ringan sehingga tidak ngomel, tidak bersungut-sungut.
II Korintus 4:16-17
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Gereja mula-mula sengsaranya hebat, tetapi mereka berbahagia. Rasul Yohanes pernah diisi dalam minyak panas, tetapi Dia tidak mati. Rasul Yohanes satu-satunya rasul yang mati di usia lanjut, yang lainnya mati sahid. Tetapi Alkitab katakan itu penderitaan ringan, karena kemuliaan kekal dan kemuliaan besar sudah menanti kita.
b) Roh Kudus meratakan gunung
Jadi tidak selamanya penderitaan itu, akan diselesaikan oleh Tuhan, tinggal kita sabar saja menunggu waktu Tuhan.
Zakharia 4:6-7
4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
4:7 Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
Masalah yang menggunung menjadi rata. Roh Kudus menyelesaikan masalah yang menggunung dan mustahil.
Pikul salib tiap hari, itu mengambil bagian dalam penderitaan Yesus. Ada Roh Kemuliaan, Roh Kudus memberikan kebahagiaan, Roh Kudus menyelesaikan semuanya. Tidak selamanya menghadapi penderitaan, ada waktunya. Pasti selesai pada waktunya Tuhan. Jemaat Smirna diperhadapkan 10 hari di penjara. Tuhan izinkan kita pikul salib, tetapi ada waktunya Tuhan selesaikan masalah atau pergumulan itu tepat pada waktunya. Mari pikul salib setiap hari.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar