Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:5-11
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi
yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang
banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu
berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu
berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar
mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di
negeri asal kita:
2:9 kita orang 1Partia, 2Media,
3Elam, penduduk 4Mesopotamia, 5Yudea
dan 6Kapadokia, 7Pontus dan 8Asia,
2:10 9Frigia dan 10Pamfilia,
11Mesir dan daerah-daerah 12Libia yang berdekatan
dengan Kirene, pendatang-pendatang dari 13Roma,
2:11 baik orang 14Yahudi maupun
penganut agama Yahudi, orang 15Kreta dan orang 16Arab,
kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang
perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Kisah Para Rasul 2:1-13 ini bicara tentang
panca indera yang dikuasai Roh Kudus. Indera yang pertama dikuasai adalah
telinga, tiba-tiba turun dari langit suatu bunyi. Indera yang kedua adalah mata,
tampak kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api. Indera ketiga adalah mulut,
mereka berkata-kata dengan bahasa roh. Dan indera keempat ini yang sedang kita
bahas, hidung dikuasai Roh Kudus. Hidung untuk mencium bau dupa artinya bisa
menyembah Tuhan sampai bisa menyembah dengan berbahasa roh.
Ada 16 bahasa yang diucapkan oleh murid-murid
ini ketika mereka dipenuhkan oleh Roh Kudus. Ini sama dengan 16 bahan
pembangunan Tabernakel secara jasmani.
Keluaran 25:3-7
25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut
dari mereka: 1emas, 2perak, 3tembaga;
25:4 4kain ungu tua, 5kain
ungu muda, 6kain kirmizi, 7lenan halus, 8bulu
kambing;
25:5 9kulit domba jantan yang
diwarnai merah, 10kulit lumba-lumba dan 11kayu
penaga;
25:6 12minyak untuk lampu, 13rempah-rempah
untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
25:7 14permata krisopras dan 15permata
tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
Bahan ke-16 adalah kerang-kerangan yang
diambil warnanya, sebagai perwarna.
Pembangunan rumah Tuhan secara rohani juga 16
bahan, yaitu tadi 16 bahasa yang diucapkan oleh murid-murid ketika mereka dipenuhkan
Roh Kudus. Jadi pembangunan jasmani dan rohani sama, dari 16 bahan. Yesus tidak
pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya.
Tadi dikatakan pungutlah dari orang yang
terdorong hatinya. Jadi bukan paksaan tetapi penyerahan. Begitu juga dengan doa
penyembahan. Penyembahan adalah penyerahan hidup kepada Tuhan untuk kita dibentuk menjadi rumah
Tuhan secara rohani yaitu Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan.
Penyembahan itu diambil dari bahasa gerika Proskoneho
yang menunjuk penyerahan hidup. Mari kita tingkatkan penyerahan hidup kita
kepada Tuhan, tingkatkan penyembahan kita untuk kita dibentuk menjadi rumah Tuhan
secara rohani.
Ada 2 kemungkinan yang terjadi atas rumah
Tuhan secara rohani, rumah Tuhan adalah pribadi kita.
1. Markus 11:17
11:17
Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan
disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya
sarang penyamun!"
Ini yang negatif, menjadi sarang penyamun, menjadi tempat berkembang
biaknya dosa. Ingat Yudas, dia sudah dipanggil dan dipilih menjadi rasul,
muridnya Tuhan, tetapi dia tidak menyerahkan diri sepenuh sehingga dia menjadi
sarang penyamun, tempat berkembang biaknya dosa. Dia menjadi pengkhianat sampai
binasa, dia menggantung dirinya sendiri.
Tanda menjadi tempat berkembang biaknya dosa bisa dideteksi dari
mulutnya, yaitu suka berdusta, bergosip, bersungut-sungut, memfitnah dan lain
sebagainya. Itu sudah menjadi tempat berkembang biaknya dosa, kering. Dalam
surat Yakobus itu jelas, lidah itu bagaikan kemudi kapal yang mengendalikan
seluruh hidup. Kalau lidahnya kering, dia kendalikan hidupnya kepada dosa,
bukan kepada kebenaran dan kesucian.
Kalau mulut gampang sekali berdusta, gampang sekali bergosip, bahkan
hamba Tuhan seperti itu, bagaimana jemaat yang digembalakan? Penggembalaan itu
mewarisi tabiat, kalau gembala berdusta, jemaatnya seperti itu juga!
2.
Kemungkinan
yang positif, menjadi rumah doa, menjadi penyembah Tuhan yang benar. Kerinduan
kita, biar kita menjadi rumah doa. Bukan kita hanya menyanyi ‘jadikan aku rumah doaMu’ tetapi betul-betul ada bukti nyata dalam hidup kita. Kalau
kita menjadi rumah Tuhan secara rohani maka kita menjadi tempat Tuhan
berhadirat, Tuhan bertakhta di tengah-tengah kita. Kalau Tuhan sudah
berhadirat, Tuhan bertakhta, tidak usah ragu dan kuatir soal kebutuhan kita.
Kalau sudah bisa menyembah, Roh Kudus yang menyampaikan keluhan-keluhan
kita kepada Tuhan. Apa yang kita butuhkan Tuhan tahu. Tuhan mendengar, Tuhan
menjawab, Dia menjadikan semua baik.
Roma 8:26-28
8:26
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu,
bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada
Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27
Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa
Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Kalau segala sesuatu di dalam kita semakin
memburuk, periksa diri! Kita ini rumah doa atau sarang penyamun. Saya kerja ini
gagal, kerja itu gagal, semua tambah buruk, tambah hancur, segera periksa diri.
Jangan-jangan sarang penyamun, terdeteksi dari mulutnya tidak pernah bagus.
I Petrus 3:10
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau
melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan
bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Kalau mau melihat hari-hari baik, jaga mulut,
jaga lidah. Di dunia saja ada peribahasa, karena mulut badan binasa, mulutmu
harimaumu. Orang dunia saja tahu, masa orang Kristen tidak tahu, sembarang saja
ngomong sana sini, dusta, gosip, akhirnya hari-hari jadi buruk, bukan hari-hari
jadi baik. Menjadi sarang penyamun, tidak ada perampok yang baik-baik. Kalau
mau baik, jadilah rumah doa.
Proses menjadi rumah doa:
1.
Perhatikan
rumah tangga masing-masing. Bukan kepo rumah tangga orang!
Efesus 5:31
5:31
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Kita merindu supaya rumah tangga kita semua menjadi satu. Tujuan
menikah itu adalah menjadi satu. Itu harus ditanamkan! Baik kaum muda yang
berencana menikah, tujuannya menjadi satu. Kalau menikah malah tercerai berai,
itu tidak sesuai tujuan. Itu bukan dari Tuhan, hanya keinginan mata dan
keinginan daging. Terima pasangan, terima keluarganya untuk menjadi satu.
Bagaimana caranya supaya nikah itu menjadi satu daging?
a) Efesus 5:22-24
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu
seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama
seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk
kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
Isteri tunduk kepada suami dalam
segala hal seperti kepada Tuhan. Pemudi yang berencana segera menikah, belajar
tunduk dulu kepada orang tua. Kalau tidak tunduk kepada orang tua lalu paksa
menikah, kasihan nanti suaminya dia tanduk. Orang tuanya saja dia lawan,
apalagi cuma suaminya. Nanti suaminya dia lawan, dia taruh di ketiaknya! Mulai
dari dalam rumah tangga, anak-anak belajar tunduk pada orang tua dulu.
Pemudi-pemudi kalau belum tunduk pada orang tua, jangan dulu menikah! Harus
belajar tunduk dulu.
Artinya tunduk dalam segala hal
seperti kepada Tuhan:
1)
Bisa
mengoreksi diri sehingga tidak cepat-cepat mempersalahkan suami. Biasanya yang
saya hadapi, isteri yang lebih dulu datang melapor. Om suami saya begini begitu.
Saya tidak langsung bela isterinya, tunggu suaminya datang, nanti lain suaminya
bilang. Kalau ada masalah dalam rumah tangga, bukan hanya salah satu yang
salah, dua-dua pasti salah! Makanya periksa diri, kekurangannya
diperbaiki, jangan
langsung salahkan yang lain. Kenapa suamiku kasar? saya kurang perhatian!
Orang yang taat pada Tuhan itu selalu periksa diri supaya dia suci.
Taat itu mendatangkan kesucian!
I Petrus 1:22
1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu
dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu
bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
2)
Berupaya
meredam pertengkaran. Jangan malah teriak-teriak di luar sampai tetangga satu
kampung dengar semua! Berusaha meredam pertengkaran, bukan malah disulut
pertengkarannya, dibesarkan apinya!
3)
Tidak
mengajar dan tidak memerintah laki-laki.
I Timotius 2:12
2:12
Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya
memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
4)
Tidak
mengikuti kemauan suami yang tidak sesuai Firman. Seperti Abigail menghadapi Nabal, kemauan suami
yang tidak sesuai Firman tidak diikuti. Tetapi serahkan kepada Tuhan, biar
Yesus kepala rumah tangga yang mengambil alih, Dia yang membela.
I Petrus 3:1
3:1
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika
ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan
dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
Suaminya tertolong, bukan dituruti kemauannya yang tidak sesuai Firman.
Serahkan kepada Tuhan, Yesus sebagai kepala yang tidak nampak dengan mata
jasmani, tetapi dengan mata iman kita lihat ada dalam rumah tangga. Kalau
isteri sudah seperti ini, lalu suami coba-coba keras, permainkan, kasar, hati-hati!
Jangan bernasib seperti Nabal. Langsung membatu, jantungnya berhenti. Isteri
sudah tunduk, lalu suami perlakukan sewenang-wenang, nanti dia berhadapan
dengan Tuhan!
Isteri yang tunduk adalah sumber
kemanisan dalam rumah tangga, dia menjadi madu. Tidak usah takut dimadu, dia
sudah jadi madu! Nikah itu tidak akan pernah tawar, tidak akan pernah pahit.
Kalau isteri mau dominan dalam rumah
tangga, berakibat fatal! Ada 3 contohnya dalam Alkitab, supaya ada rasa takut
akan Tuhan, jangan sampai mau dominan, mau atur-atur suami!
1)
Hawa
dominan, dia yang mengambil buah terlarang, dia beri kepada suaminya. Suaminya
tidak protes dan terima saja.
Kejadian 3:6-7
3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap
kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu
ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya
yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
3:7
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Ini bukan berarti ini isteri yang baik, mau melayani suaminya, bukan!
Ini berarti dia dominan!
Kejadian 3:17
3:17
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan
perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan
kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau;
dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
Akibatnya fatal, nikah telanjang, terkutuk dan terusir dari hadapan
Tuhan! Tidak pernah merasakan hadirat Tuhan, tidak pernah merasakan air anggur
di dalam nikah, cuma suasana susah payah terus.
Tidak ada berkat, malah berkat yang ada malah hilang satu persatu,
habis, sampai keselamatan hilang. Tetapi seringkali waktu berkat habis, yang
disalahkan malah suami ‘suami tidak tahu kerja’ suami begini, suami begitu.
Jangan! Nanti tambah habis, sampai keselamatan juga hilang.
2)
Sara
Kejadian 16:1-2
16:1
Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba
perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
16:2
Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku
melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah
aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan
Sarai.
Sara menyuruh Abraham mengambil Hagar menjadi gundiknya untuk
melahirkan anak bagi Abraham. Akibatnya fatal!
Ø Kejadian 16:12
16:12
Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak
itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan
melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua
saudaranya."
Lahir Ismael yang seperti keledai liar yang suka perang. Artinya timbul
masalah yang tidak pernah selesai. Dalam rumah tangga selalu timbul keledai
liar. Entah anak pertama jadi keledai liar, anak terakhir jadi keledai liar,
apalagi kalau 6 anak semua keledai liar, pusing orang tua, perang terus
anak-anaknya.
Ø Kejadian 16:16;17:1
16:16
Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
17:1
Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri
kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa,
hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
Dari umur 86 sampai 99 tidak pernah dicatat Allah berfirman kepada
Abraham, nanti usia 99 tahun baru Tuhan berfirman. Jadi akibat kedua terpisah
dengan Tuhan, putus hubungan dengan Tuhan. Abraham 13 tahun putus hubungan
dengan Tuhan. Angka 13 itu angka kehancuran!
3)
Isteri-isteri
Salomo mengajak Salomo untuk menyembah berhala.
I Raja-raja 11:3-6
11:3
Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik;
isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
11:4
Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya
kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada
TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
11:5
Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom,
dewa kejijikan sembahan orang Amon,
11:6
dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh
hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
Salomo orang paling berhikmat tetapi kalah menghadapi suara isteri-isterinya,
isteri-isterinya lebih dominan. Jadi belum tentu suami terpelajar dan pandai
lalu isterinya mau tunduk. Kalau di kantor dia pemimpin yang berwibawa, di
rumah hilang wibawa, diatur dan dikomando oleh isterinya.
Akibatnya jatuh pada pengajaran palsu dan penyembahan palsu, Salomo
melepaskan pengajaran yang benar.
2 contoh saja sebenarnya sudah cukup.
Jangan kita tambah jumlah isteri-isteri seperti ini. 3 contoh ini
perempuan-perempuan hebat dalam Alkitab tetapi ternyata sempat ada lembaran
hitamnya. Jangan jadi bahan pembelaan diri, sedangkan Hawa dengan Sara bisa
seperti itu, saya dengan Hawa jauh dari Hawa makanya saya seperti ini. Kadang
manusia ini aneh, mau contoh yang jelek-jelek! Untuk apa contoh yang jelek,
kalau akibat yang dialami Hawa sudah ngeri, jangan kita mau ikut seperti Hawa!
Di dalam rumah tangga bukan hanya
satu pihak yang salah. Di sini suaminya punya peranan juga sehingga terjadi
akibat yang fatal. Apa peran suami? Tidak tegas berpegang pada Firman pengajaran
yang benar, makanya isterinya jadi dominan. Sebelum Hawa dibentuk, Adam yang
dengar perintah langsung dari Tuhan ‘jangan makan buah terlarang’ tetapi dia
tidak tegas! Akhirnya beri kesempatan kepada iblis mengganggu isteri, isterinya
jadi dominan.
Ayo suami-suami tegas pada pengajaran,
supaya isteri bisa tertolong, tunduk, tidak akan berani dia dominan,
mengatur-ngatur. Apalagi saya gembala, saya khotbah, saya mengajar jemaat lalu
saya sendiri tidak tegas dalam pengajaran. Jangan heran kalau ibu gembala nanti
yang atur-atur saya. Dijauhkan Tuhan, jangan sampai terjadi.
Kadang suami berkata ‘biar saja dari
pada ramai, lebih baik saya diam saja’. Itu tanda tidak tegas. Harusnya
diingatkan ‘bunda kontrol ya, ingat Firman, tunduk!’. Suami berikan teladan,
dia tegas melakukan Firman Tuhan. Ini akan menolong nikah rumah tangga kita.
Kalau sudah tegas lalu isteri masih
tetap dominan, bukan diceraikan! Tinggal lapor saja kepada Yesus. Tuhan tolong
isteriku ini. Bukan berdoa, Tuhan bisa tidak dia diambil diganti yang lain,
saya sudah tidak tahan.
b)
Efesus
5:25-29
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana
Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia
menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan
jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang
serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi
isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya
mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci
tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus
terhadap jemaat,
Suami mengasihi isteri seperti diri
sendiri, seperti Yesus mengasihi jemaat dan rela berkorban.
Kalau suami kasar apalagi sampai
pukul, itu sama dengan orang gila di Gerasa.
Markus 5:5
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan
dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Kalau pernah terjadi, sekarang sudah
waras, sudah mau bertobat. Saya nomor 1 diingatkan, jangan kasar!
Nikah menjadi suasana yang
menakutkan. Orang ini tinggal di kuburan, mengerikan! Jangan-jangan isteri mau
tarik nafas saja sudah takut. Anak-anak juga bergerak sedikit sudah takut. Jangan
sampai terjadi.
Kalau suami bisa mengasihi isteri, dia tampil sebagai singa
yang melindungi rumah tangganya. Suami mengasihi isteri seperti Yesus yang
mengasihi jemaat. Yesus digambarkan sebagai apa? Singa dari suku Yehuda.
Wahyu 5:5
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu
kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda,
yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu
dan membuka ketujuh meterainya."
Yesus singa dari suku Yehuda yang
membuka rahasia Firman. Dari sini kami suami-suami belajar, untuk bisa
mengasihi isteri maka kami suami-suami harus punya persekutuan yang erat dengan
pembukaan rahasia Firman, suka mendengar dan praktek Firman. Kalau suami gemar
mendengar dan mempraktekan Firman, isteri senang di rumah, ada singa yang
melindungi. Suami meneladani Yesus, Singa dari suku Yehuda.
Saya gembala, saya suami. Secara
rohani saya adalah suami bayangan dari jemaat untuk membawa jemaat kepada Yesus
Suami yang sesungguhnya. Kalau saya kasar terhadap isteri saya di rumah, diragukan apa yang saya
beritakan bukan pembukaan rahasia Firman dari Tuhan. Bisa-bisa hanya menjiplak
saja! Tidak pernah dia praktekan.
Suami yang bisa mengasihi isteri dia suka
bersekutu dengan Firman yang dibukakan rahasiaNya. Dia bisa menikmati Firman
Tuhan sehingga dia bisa mengasihi isteri dan anak-anaknya.
Alarm bagi isteri-isteri, kalau suami
mulai malas dengan Firman, hati-hati, dia jadi singa yang menakutkan di rumah.
Kalau suami bilang ‘kali ini tidak mau ibadah dulu capek saya’ jangan diikuti!
Kalau diikuti, itu ibarat membangunkan singa yang tidur! Pulang gereja malah
ketemu singa, dia telan kita! Didoakan, diingatkan, disemangati supaya
sama-sama sekeluarga bisa menikmati dan mempraktekan Firman Tuhan.
Iblis itu meniru-niru Yesus. Kalau
Yesus singa dari suku Yehuda yang membuka rahasia Firman, iblis singa yang
mengaum-ngaum mau menelan.
I Petrus 5:8
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si
Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang
yang dapat ditelannya.
Iblis itu singa yang beredar-edar.
Jadi jangan biarkan suami beredar-edar, nanti seperti iblis singa yang mengaum-aum,
mencabik-cabik dan menelan. Didoakan, digumuli supaya suaminya jangan
beredar-edar. Suami-suami ayo yang tenanglah dalam penggembalaan. Kalau suami
sayang isteri dan sayang anak, tekuni penggembalaan, masuk kandang, dengar
Firman, nikmati Firman Tuhan, sehingga tampil sebagai singa dari suku Yehuda
seperti Yesus, yang melindungi rumah tangga.
Isteri gembala doakan suaminya supaya
jangan beredar-edera, persekutuannya harus benar, jangan ke sana kemari, karena
menentukan nasib sidang jemaat. Kalau
isteri malah membiarkan suami beredar-edar, ngeri akibatnya! Singa yang
menakutkan ada di dalam rumah tangga.
Biarlah kita suami-suami tampil
sebagai singa yang meneladani Yesus Singa dari suku Yehuda. Singa itu menunjuk
kekuatan. Pada kita suami-suami ada kekuatan dari Tuhan. Kekuatan apa? Suami
yang suka mendengar Firman,
yang suka bersekutu dengan pengajaran yang benar, dia punya kekuatan dari Tuhan
untuk:
1)
Menjadi
teladan dalam kesucian. Yesus kepala, Dia memandikan, menyucikan menguduskan
sidang jemaat. Itu suami, harus kuat menjadi teladan dalam hal kesucian
sehingga isteri dan anak-anak bisa hidup dalam kesucian. Apalagi kami hamba
Tuhan, kalau anak itu jatuh dalam dosa, bukan langsung salahkan siapa-siapa!
Harus pukul diri, koreksi diri, introspeksi diri. Saya suami yang masih
main-main dalam persekutuan, belum serius, belum sungguh-sungguh. Jangan sudah
habis semua baru menyesal.
Saya gembala juga periksa diri. Kalau terjadi sesuatu dalam jemaat
sebagai anak-anak rohani, saya periksa diri. Saya gembala yang belum mengasihi
jemaat sebagai isteri bayangan, saya suami yang belum mengasihi isteri, saya
belum tekuni persekutuan dengan Firman Tuhan.
Sebagai contoh adalah Daud. Kalau kita baca bagaimana keadaan keluarga
Daud, banyak hal yang terjadi yang memilukan, memedihkan hati. Dari Daud
sendiri yang salah. Apa kesalahan Daud? Dia berzinah dengan Betsyeba isteri
Uria sehingga berdampak pada nikah dan buah nikahnya. Kita tahu bagaimana
Absalom anaknya menggauli gundik-gundik Daud di depan bangsa Israel.
Kita suami-suami jangan sampai berzinah secara jasmani, terutama jangan
berzinah secara rohani. Apa itu? Buka diri terhadap ajaran-ajaran lain!
Digambarkan seperti Yerusalem merenggangkan kedua pahanya untuk dirusak oleh
Asyur, dirusak oleh Mesir, dirusak oleh siapa saja. Jangan!
Suami-suami persekutuannya harus tegas, hanya satu pengajaran yang
benar, jangan ke sana kemari. Dampaknya dalam rumah tangga tidak menjadi
teladan kesucian, malah merusak kesucian nikah dan buah nikah. Tuhan tolong
jangan terjadi kepada kita.
Syukur Daud mendapat pengampunan. Kalau sudah terlanjur terjadi segera
minta ampun. Daud diperingatkan oleh nabi Natan, dia sadar dan minta ampun.
Saya suami kalau sudah sempat salah, minta ampun! Selesaikan dengan isteri dan
anak-anak, Tuhan ada di sini menolong nikah kita.
2)
Yesus
mengasuh dan merawati jemaat yang adalah tubuhnya. Jadi kekuatan untuk
memelihara dan melindungi nikah secara ajaib! Sekalipun mungkin gajinya kecil,
pekerjaannya tidak bisa diharapkan, tetapi Tuhan pelihara! Sekalipun banyak
kekurangan dan kelemahan, Tuhan yang bekerja, Tuhan yang menolong. Apalagi
secara rohani, dia bisa melindungi nikah dan buah nikahnya secara rohani.
Kalau istilah mengasuh dan merawat itu pasti ada kehangatan. Selalu ada
kehangatan kasih dalam nikah rumah tangga. Jadi isteri tidak perlu ragu suami
mencari kehangatan di tempat lain sebab ada semua dalam rumah tangga, aman
nikahnya.
3)
Menjaga
rumah tangga tetap damai sejahtera. Suci dan damai tidak bisa dipisah, kalau
suami suci, pasti ada damai.
Ibrani 12:14
12:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa
kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Tenang, damai sejahtera, enak ringan, tidak mungkin ditinggalkan. Tidak
mungkin isteri minta dipulangkan ke orang tuanya. Malah minta orang tuanya
dibawa saja supaya tinggal sama-sama karena sudah enak dan ringan, orang tua
sudah lansia kita jaga saja. Bukan malah orang tua dibawa ke panti jompo! Sebagai
anak perhatikan orang tuanya. Berbahagia yang masih utuh orang tuanya, saya
tinggal satu, harus diperhatikan.
c)
Kolose
3:20
3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam
segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
Taat di sini sudah mengandung makna
menghormati. Taati, itu yang indah di hadapan Tuhan. Kalau keindahan dalam
hidup muda terjaga, akan berlanjut masuk nikah. Sebagai anak dia taat dan
hormat pada orang tuanya, sudah indah hidup mudanya. Kalau masuk nikah, tambah
indah! Kalau masih muda sudah tidak taat dan tidak hormat pada orang tua, tidak
ada keindahan. Kalau paksa masuk nikah, bukan keindahan di situ, hanya
kehancuran yang ada!
Yang mau menikah, hormati dan taati
orang tua, supaya indah hidup muda dan indah nanti kalau masuk nikahnya. Kalau
orang tua dilawan terus, menangis terus, bagaimana bisa indah.
Anak muda yang sudah remaja dewasa,
jaga kesuciannya, jaga pergaulannya. Yang sudah diberkati Tuhan dengan pacar, dengan
tunangan, jaga kesuciannya supaya masuk nikah indah! Perintah Tuhan dalam kitab
Kejadian, diberkati dulu baru beranak cucu, jangan dibalik!
Kejadian 1:28
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah
berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah
bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Jangan dibalik, sudah terjadi
kejatuhan baru mau diberkati dan diteguhkan. Kalau sudah terjadi, minta ampun
kepada orang tua, minta ampun kepada gembala dan minta didoakan gembala supaya
tidak terulang. Supaya masuk nikah benar-benar mendapat berkat yang utuh.
Kalau suami tampil seperti singa yang menjaga dan melindungi rumah
tangganya, isteri tampil seperti madu yang memberikan kemanisan dalam rumah tangga,
anak-anak menjadi keindahan dalam rumah tangganya, maka nikah itu menjadi satu.
Segala persoalan di dalamnya, ada jawabannya.
Masuk nikah bagaikan menjawab teka teki. Waktu pacaran dan tunangan itu
masih yang baik-baiknya yang muncul. Nanti masuk nikah baru kelihatan getahnya,
bagaikan menjawab teka-teki. Tetapi kalau suami punya persekutuan yang indah
dengan Firman dia bisa hidup suci, isteri mau tunduk sehingga manis seperti
madu, anak-anak hormat dan taat dia menjamin keindahan dalam rumah tangga, teka
teki terjawab. Masalah dalam rumah tangga terselesaikan oleh Tuhan, tepat pada
waktunya.
Bukan hanya selesai, waktu teka teki Simson terjawab, diberikan pakaian
kebesaran.
Hakim-hakim 14:12-14,18
14:12
Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada
kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari
selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan
kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
14:13
Tetapi jika kamu tidak dapat memberi jawabnya kepadaku, maka kamulah yang harus
memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran
kepadaku." Kata mereka kepadanya: "Katakanlah teka-tekimu itu, supaya
kami dengar."
14:14
Lalu katanya kepada mereka: "Dari yang makan keluar makanan, dari yang
kuat keluar manisan." Ada tiga hari lamanya mereka tidak dapat memberi
jawab teka-teki itu.
14:18
Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah
orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu?
Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka:
"Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak
teka-tekiku."
Terjawab, masalah selesai dan Tuhan berikan pakaian kebesaran untuk
menutupi ketelanjangan. Pakaian kebesaran itu untuk pesta, untuk sesuatu yang
mulia. Diberi pakaian pesta berarti nikah dipermuliakan. Masalah selesai dan
nikahnya dipermuliakan Tuhan. Sampai nanti masuk pesta nikah anak Domba Allah,
dipermuliakan bersama Yesus selamanya.
Efesus 5:31-32
5:31
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Hubungan Kristus dan jemaat, itulah hubungan pesta nikah Anak Domba
Allah.
2.
Perhatikan
diri kita secara pribadi sebagai rumah Tuhan, kehidupan yang sudah ditebus oleh
darah Yesus!
I Korintus 3:16; 6:19-20
3:16
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di
dalam kamu?
6:19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam
kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri?
6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (dan roh mu juga yang keduanya adalah milik
Tuhan).
Apa yang diperhatikan? Jangan sampai kering, jangan sampai tidak ada
urapan Roh Kudus. Kalau tidak ada urapan kita hanya manusia daging yang hidup
menuruti hawa nafsu keinginannya! Kita perhatikan saya adalah rumah Tuhan, saya
adalah Bait Roh Kudus. Jangan sampai kita kering, jangan kehilangan urapan Roh
Kudus. Biar selalu ada urapan Roh Kudus di dalam kita.
Bagaimana supaya tetap ada urapan Roh Kudus?
Imamat 21:12
21:12
Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan
tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia
telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Jangan keluar dari ruangan kudus, ruangan suci, penggembalaan. Supaya
tidak kering tekuni 3 macam ibadah pokok dalam penggembalaan. Ini bukan sesuatu
yang boleh ditawar, ini harus! Ini perintah dan larangan dari Tuhan. Perintah
Tuhan supaya tetap di ruangan kudus, tergembala, tekuni 3 macam ibadah:
a)
Meja
roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita
bersekutu dengan Yesus Anak Allah lewat Firman pengajaran yang benar dan
korbanNya. Kita disucikan
oleh Firman pengajaran yang benar, kita melekat kepada Yesus.
b)
Pelita
emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus, kita
melekat pada Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya, kita di sucikan oleh
Allah Roh Kudus.
c)
Mezbah
dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita bersekutu dengan Allah
Bapa di dalam kasihnya. Kita disucikan oleh kasih Allah, kita bisa bernafas di
dalam takut akan Tuhan.
Tekuni 3 macam ibadah pokok, biar kita mengalami penyucian dan
pembaharuan secara terus menerus. Bukan menjadi kering, tetapi semakin
bertambah urapannya sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.
Ingat kita ini sudah dibeli oleh Tuhan! Saya ini bukan milik saya lagi,
saya milik Tuhan! Jadi perhatikan diri masing-masing. Praktekan bahwa kita adalah
milik Tuhan.
Praktek menjadi milik Tuhan:
a)
Kejadian
6:9
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang
yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu
hidup bergaul dengan Allah.
Praktek menjadi milik Tuhan adalah
hidup benar, tidak terpengaruh dengan orang-orang di sekitar kita. Tidak mau
ikut-ikutan berbuat dosa apalagi sampai puncaknya dosa, tidak mau kompromi
dengan dosa.
Nuh ini, orang sejamannya menjalankan
hidup yang rusak,
tetapi Nuh tetap hidup benar, tidak terpengaruh. Sekarang pengaruh dunia begitu
hebat mau merusak kesucian kita sebagai rumah Tuhan. Kita harus berupaya untuk
hidup benar.
b)
Memuliakan
Tuhan dalam segala hal, mulai dengan tubuh, jiwa dan roh kita. Apa itu?
I Korintus 7:23
7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah
lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Memuliakan Tuhan dengan tubuh, jiwa
dan roh adalah jangan menjadi hamba manusia, jangan turuti daging, jangan
kompromi dengan daging, tetapi harus mengabdi kepada Tuhan sungguh sungguh. Daging
mau begini begitu, jangan diikuti!
Kalau ikut ibadah persekutuan kemudian
ada kesempatan ada waktu kosong lalu mau lihat-lihat daerah itu silahkan.
Tetapi jangan ikuti dagingnya sampai pulang sudah capek, sudah tidak bisa fokus
dengar Firman. Fokusnya selalu ibadah, bukan jalan-jalan!
Kita adalah milik Tuhan, kita harus beribadah, mengabdi kepada Tuhan, kita
menghamba kepada Tuhan. Tergembala itu bagaikan ranting melekat pada pokok
anggur yang benar. Cepat atau lambat pasti berbuah manis. Semakin kita tekuni
penggembalaan, akan semakin manis nikah kita.
3.
Perhatikan
rumah doa
Matius 18:19
18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat
meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang
di sorga.
Perhatikan dulu nikah, itu nomor 1. Nikah sudah satu, kemudian kita
tergembala pada pengajaran yang benar, bisa sepakat, sehati. Minimal suami
isteri sehati! Jangan ada yang dua hati. Gumuli untuk sehati, satu pengajaran
yang benar, jangan gado-gado. Makanya nikahnya satu, perhatikan
penggembalaannya supaya satu pengajaran, maka doanya di dengar dan dijawab oleh
Tuhan.
Di atas meja roti ada kemenyan yang dibakar. Kalau nikah itu sudah satu
pengajaran yang benar maka pasti ada doa penyembahan yang didengar dan diingat
oleh Tuhan.
Imamat 24:5-7
24:5
"Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti
bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;
24:6
engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja
dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.
24:7
Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah
yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian
bagi TUHAN.
12 roti disusun menjadi 2 susun. 6 roti pertama itu suami yang sudah
diisi pengajaran. 6 roti kedua itu isteri manusia daging yang sudah diisi
pengajaran. Doanya naik, dia selalu mengingat Tuhan, dia diingat Tuhan. Betapa
bahagianya kalau nikah itu bisa satu pengajaran. Yang belum satu pengajaran ayo
bergumul. Sampai kapan bergumul? Sampai fajar menyingsing, artinya sampai Tuhan
Yesus datang.
Mungkin kita sudah bergumul tetapi malah semakin jauh, terus bergumul!
Yakub berdoa untuk keselamatan keluarganya sampai fajar menyingsing. Mari kita
gumuli, jangan putus asa. Kalau kita berdoa sesuai selera Tuhan, pasti Tuhan
jawab! Tinggal tergantung kita, masih mau bergumul atau sudah bosan. Jangan
jemu-jemu dalam berdoa meminta kepada Tuhan. Mintalah sampai diberi, ketoklah
maka pintu akan dibukakan, carilah maka akan mendapat. Terus bergumul!
Kalau Tuhan mengingat kita, apapun pergumulan kita Tuhan tahu, Tuhan
pasti dengar dan Tuhan pasti jawab tepat pada waktunya.
Roti itu juga menunjukan perjamuan suci. Ketika kita sudah lelah
bergumul untuk keluarga, sudah capek, ingat perjamuan suci! Yesus bergumul
untuk mengalahkan dosa-dosa kita, untuk menebus dosa-dosa kita Yesus bergumul
sampai mati. Yesus mati, Dia mengalahkan maut, Dia bangkit untuk menyelamatkan
kita.
Kalau kita bergumul, tidak sampai mati. Yesus sampai mati Dia bergumul,
masa saya baru bergumul sedikit belum apa-apa sudah menyerah. Ayo ada perjamuan
suci yang memberikan kekuatan kepada kita untuk kita bergumul sampai menang.
Selalu ingat, saya ingat Tuhan, Tuhan juga ingat saya. Kita selalu
ingat kasihNya yang Dia nyatakan lewat mati di kayu salib.
Roh
Kudus menguasai hidung kita supaya kita bisa menjadi rumah doa. Bagaimana
proses menjadi rumah doa? Perhatikan nikah masing-masing, perhatikan pribadi
kita masing-masing, jangan kering, harus ada urapan. Baru kita bisa menjadi
rumah doa. Kita berdoa dan doa kita dijawab oleh Tuhan.
Matius
18:19
18:19 Dan
lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat
meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang
di sorga.
Siapa tahu malam ini adalah waktu bagi kita
untuk Tuhan menjawab doa kita. Kalau belum dijawab terus bergumul sampai menang.
Kita tidak
bergumul sendiri, Allah mengerti, Allah peduli, Allah bergumul bersama dengan
kita. Yakub bergumul sampai fajar menyingsing, kita juga bergumul sampai Tuhan
Yesus datang kembali kedua kali, tidak putus asa, tidak kecewa.
Kejadian 32:24
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang
laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Bergumul sampai fajar menyingsing, sampai
Tuhan Yesus datang, bintang timur terbit bersinar. Tuhan tidak pernah
meninggalkan kita, terus bergumul sampai Tuhan Yesus datang.
Tuhan Yesus memberkati.