20260915

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 8 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 16:16-19

16:16 "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."

16:17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"

16:18 Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."

16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?

 

Istilah tinggal sesaat mengandung 2 makna atau pengertian:

1.      Yesus akan segera mati, bangkit dan naik ke Sorga.

2.      Waktu kita di dunia ini tinggal sedikit, Yesus akan segera datang. Di waktu yang tinggal sedikit ini ada suasana yang tidak enak bagi daging yang harus kita hadapi.

 

Kita bahas yang pertama, Yesus akan segera mati, bangkit dan naik ke Sorga. Dikaitkan kamu akan melihat Aku. Artinya kita harus memiliki pandangan yang rohani sebagai persiapan matang untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Imbangannya kita juga harus ada persiapan yang matang.

 

Ada 3 persiapan Yesus untuk segera datang kembali, sekaligus kita pelajari untuk persiapan kita menyambut kedatangan Yesus.

1.      Yesus harus mati dan bangkit, untuk melenyapkan ketakutan. Jadi persiapan kita tidak boleh ada lagi ketakutan daging.

2.      Yesus harus naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita, sesudah itu Dia datang menjemput kita sehingga di mana Yesus berada di situ kitapun berada.  

Yohanes 14:2-3

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

 

Ini menunjukan hubungan yang tererat dengan Yesus yaitu Yesus sebagai kepala, suami dan kita adalah tubuhNya, isteri. Satu detikpun tidak boleh terpisah. Jadi persiapan matang Yesus adalah Dia mau menjadi Mempelai Laki-laki Sorga, Suami, kepala bagi umatNya. Persiapan matang kita, harus menyiapkan tempat bagi Yesus sebagai kepala yaitu tubuhNya. Artinya kita harus aktif melayani Tuhan, masuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Ini pandangan rohani, kita lihat pelayanan.

Matius 8:20

8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

 

Ini adalah kerinduan sekaligus keluhannya Yesus. Dia rindu menempatkan diriNya sebagai kepala atas kita umatNya. Tetapi Dia mengeluh, ternyata yang menjadi kepala atas umatNya adalah serigala dan burung. Serigala gambaran roh jahat, burung gambaran roh najis. Ini penghalang bagi pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Setan itu tidak mau kita mulus-mulus dalam pelayanan, dia tidak mau kita berhasil, dia selalu berusaha menghalangi.

 

Dalam Matius 8:18-22 ada 3 penghalang pembangunan Tubuh Kristus.

a)      Serigala dan burung

Wahyu 18:2

18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

 

Serigala itu roh jahat, burung itu roh najis. Serigala ada liangnya, burung ada sarangnya. Ini awasan bagi kita supaya kita waspada, roh jahat dan roh najis itu mau bersarang di hati dan pikiran hamba Tuhan dan pelayan Tuhan, sehingga tidak ada tempat bagi Yesus di dalam hati dan pikirannya. Hati-hati, jangan lengah! Kalau dia sudah bersarang, berkembang biak, dosa itu akan berkembang biak! Mulai dari keinginan jahat, keinginan najis. Dari keinginan berkembang menjadi perkataan dan juga perbuatan.

 

Ingat saja Yudas, bagaimana roh jahat itu berkembang di dalam hati dan pikirannya, sehingga tidak ada tempat bagi Yesus, tidak ada tempat bagi Firman Tuhan di dalam hati dan pikirannya. Dalam kesempatan terakhir waktu Yesus makan Paskah bersama murid-muridNya, di situ Yesus menegur Yudas dengan keras ‘adalah lebih baik sekiranya dia tidak dilahirkan’ tetapi karena di hati Yudas bersarang kejahatan dan kenajisan, dia menjawab ‘bukan aku ya Rabi’ dia mengelak dari Firman Tuhan! Jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Praktek roh jahat dan roh najis sudah bersarang di dalam hati dan pikiran:

1)      Mulai memikirkan yang najis-najis. Kalau dibiarkan berpikiran yang najis, nanti berkata-kata yang najis sampai berbuat yang najis! Kaum muda, masa kuatnya daging, jangan biarkan pikiran najis menguasai kita.

 

Saya sebagai gembala, hamba Tuhan, kalau ada yang mengaku dosa kenajisan cukup sampaikan ‘om saya sudah jatuh’ tidak usah diterangkan secara detail. Saya yang mendengar saja merasa sudah tidak nyaman apalagi mau diterangkan dengan detail atau mau tunjukan fotonya. Atau sampai saya mau tanya-tanya ‘bagaimana kamu bikin? Tidak usah! Karena itu akan bersarang di pikiran.

 

Termasuk juga kalau mau bersaksi ‘saya pernah jatuh dalam kenajisan’ cukup seperti itu, tidak usah mau diterangkan secara mendetail, nanti bersarang dipikiran yang mendengarkan. Waktu perempuan kedapatan berbuat zinah ditangkap dan dibawa kepada Yesus, Yesus tidak bertanya ‘berapa kali kau lakukan, di mana saja, bagaimana caranya?’ tidak ditanya! Yesus tidak tanya-tanya begitu.

 

Memang kami sebagai hamba Tuhan, gembala tempat kami memperdamaikan dosanya, tetapi tidak perlu sampai sedetail itu diceritakan, untuk menjaga pikiran jangan najis. Kalau pikiran najis nanti sampai berkata dan berbuat yang najis!

 

2)      Berpikiran jahat yaitu berperasangka buruk kepada orang lain. Apalagi prasangka buruk kepada isterinya, kepada suaminya. Orang dunia saja tahu harus positif thinking, jangan negatif thinking. Kalau sudah berperasangka buruk kepada orang lain nanti berkembang iri, benci, sampai benci tanpa alasan. Orangnya tidak berbuat seperti itu tetapi sudah benci.

 

3)      Perkataannya perkataan yang jahat dan najis, dusta, fitnah, gosip sampai menghujat Tuhan, menghujat Firman Tuhan. Sampai sudah dihukum dengan api oleh Tuhan tetap menghujat, inilah dahsyatnya kalau roh jahat dan roh najis sudah berkembang.

 

4)      Hatinya mencintai uang sehingga tidak mungkin dia mencintai Tuhan dan mencintai Firman. Hatinya mengasihi uang dan mengasihi dunia.

I Timotius 6:9-10

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

I Yohanes 2:15

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

 

Cinta uang, cinta dunia, ini sudah sejalan. Uang dipakai untuk keinginan mata, keinginan daging, keangkuhan hidup. Jadi hamba Tuhan yang mau pamer, mau ini, mau itu, mau hebat secara jasmani, mau tampil hedon. Kita diajar Tuhan untuk tidak mencintai uang tetapi mencintai Tuhan.

 

Kalau ada roh jahat dan roh najis dibiarkan bersarang maka orang itu diarahkan masuk dalam pembangunan tubuh babel, mempelai wanita setan, bukan Tubuh Kristus, yang hanya untuk dibinasakan.

 

Makanya sarang atau liang ini harus dibongkar. Dibongkar dengan apa?

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Dibongkar dengan pedang Firman. Tidak bisa lagi burung itu bersembunyi di dalam sarangnya atau serigala bersembunyi di dalam liangnya sebab sudah dibongkar oleh pedang Firman pengajaran yang benar! Kita butuh pedang Firman. Dalam gereja kita berdoa minta Tuhan hadirkan pedang Firman dalam gereja, biar sarang roh jahat dan roh najis dibongkar semuanya.

 

b)      Matius 8:21-22

8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."

8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

Halangan yang kedua adalah orang mati. Apa yang dimaksud dengan orang mati?

1)      Yesaya 22:15-21

22:15 Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:

22:16 Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?

22:17 Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat

22:18 dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu!

22:19 Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.

22:20 Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:

22:21 Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.

 

Sebna ini pengurus istana, bagi kita sekarang bekerja di istana kerajaan Sorga. Wujud orang mati pertama adalah tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Seperti Sebna, sudah bagus-bagus di istana tetapi malah keluar panas-panasan menggali kubur di tempat tinggi. Ini sudah dipercayakan jabatan pelayanan, tinggal dikerjakan, eh malah ditinggalkan.

 

Ini halangan kedua yaitu roh tidak setia. Bukan cuma untuk jemaat, banyak gembala tidak setia lagi khotbah. Nanti kalau jadwalnya khotbah baru dia datang. Jangan terjadi dalam kehidupan kita! Jangan tinggalkan istana, pergi gali kubur di tempat tinggi, rugi!

 

2)      Efesus 2:1

2:1  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

 

Efesus 2:2 (Terjemahan Lama)

2:2 yang dahulu kamu lakukan menurut istiadat dunia ini, ialah menurut kuasa penguasa di udara, yaitu roh yang lagi bekerja di dalam hati anak-anak durhaka.

 

Yang kedua ini hidup dalam dosa dan melekat pada adat istiadat dunia. Kalau masih berpegang pada adat istiadat dunia menyangkut keselamatan, itu gandeng dengan dosa! Banyak sekarang di dalam gereja Firman dan adat berjalan bersamaan, bahkan yang lebih di depan itu adat baru Firman. Sedangkan dalam Matius pasal 15 jelas kalau adat itu tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa, mau dicabut sampai ke akar-akarnya! Kalau dicabut berarti tidak layak untuk masuk dalam kerajaan Sorga.

Matius 15:13

15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

 

Kalau memang adat dan Firman Tuhan berjalan bersamaan tidak mungkin Tuhan tentang. Tetapi karena bukan dari Tuhan makanya Tuhan Yesus tentang dan harus dicabut! Itu orang mati. Banyak hamba Tuhan dan pelayan Tuhan kena pada adat istiadat menyangkut soal keselamatan ini. Dia tidak sadar dia adalah orang yang mengubur orang mati.

 

Kalau dulu bapak ibu yang sudah menikah dan menikahnya pernah pakai itu lalu belum didoakan, diberi kesempatan untuk didoakan, doa pelepasan. Jangan dibawa-bawa, itu orang mati! Makanya rohaninya tidak bertumbuh!

 

3)      II Petrus 2:1

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 

Ajaran palsu itu wujud orang mati! Tidak usah mau cari tahu. Kalau mau bersekutu dengar saja komando gembala, supaya jangan kena ajaran palsu. Kalau kena ajaran palsu mati nanti rohani kita, membinasakan rohani kita. Ajaran palsu itu ajaran yang sudah berbeda dengan yang kita terima, tidak tertulis dalam alkitab, ditafsirkan oleh manusia. Kalau namanya ditafsirkan pasti akan berbeda! Kalau semua kembali pada Alkitab, dibukakan rahasianya oleh Tuhan, pasti sama!

 

c)      Lukas 9:61-62

9:61 Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."

9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

 

Ini sudah siap melayani tetapi tertarik dengan hidup lama. Ini halangan ketiga, daya tarik hidup lama. Tidak layak untuk kerajaan Sorga kalau menoleh ke belakang. Itu ketakutan saya hidup lama, pergaulan hidup lama saya, ketemu teman-teman yang belum bertobat. Kalau sudah siap membajak lalu menoleh ke belakang, tidak layak! Hati-hati dengan daya tarik hidup lama. Ingat isteri Lot, sudah lari dari Sodom dan Gomora, lalu menoleh ke belakang, ingat hidup lama, dia jadi tiang garam!

 

3 halangan ini hanya bisa dikalahkan oleh Firman pengajaran ditambah doa penyembahan. Doa penyembahan harus ada! Itu leher, menghubungkan tubuh dan kepala. Firman pengajaran menyucikan, doa penyembahan mematikan daging. Semakin suci suara daging semakin dimatikan sehingga halangan apapun bisa diterobos.

 

Kalau halangan rohani bisa kita kalahkan, maka halangan jasmani pasti bisa dikalahkan. Apa halangan jasmani? Uang, dana, jarak, penyakit, kesibukan, semua bisa dikalahkan. Kita tidak akan terhalang biarpun jarak jauh.

 

Pedang Firman menyembelih daging kita, doa penyembahan membakar daging kita. Kalau daging dibakar, berbau harum kepada Tuhan. Semakin kita disucikan oleh pedang Firman dan doa penyembahan hubungan kita dengan Yesus semakin erat sampai satu waktu menyatu dengan Tuhan untuk selama-lamanya. Ada bau harum Tuhan cium maka ada hasilnya.

 

Hasil dekat dengan Yesus:

a)      Mazmur 62:2-3

62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

 

Ada jaminan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan! Dekat saja dengan kepala desa kalau ada bantuan kita duluan dapat. Apalagi dekat dengan Tuhan, dapat pemeliharaan, dapat perlindungan. Jadi jangan dulu salahkan siapa-siapa kalau hidup kita susah, sulit, merosot, saya tidak diperhatikan, keluarga tidak peduli. Periksa hubungan dengan Tuhan! Kalau dekat dengan Tuhan pasti Tuhan pelihara, Tuhan lindungi sampai saat ini.

 

b)      Ada jaminan damai sejahtera, tenang. Apa artinya dapat berkat jasmani tetapi tidak damai.

 

c)      Ada jaminan keselamatan. Keselamatan di sini adalah keselamatan dari penghukuman Tuhan atas dunia, keselamatan dari antikristus. Tidak usah kita ragu, yang penting perbaiki hubungan dengan Tuhan. Intinya hubungan dengan Tuhan erat, kita disucikan, ada penyembahan maka Tuhan sudah jamin semuanya. Selamat dari aniaya antikristus berarti kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, yang akan menyambut Tuhan Yesus di awan-awan, menyatu dengan Dia selamanya.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 5 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 2:5-11

2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9 kita orang 1Partia, 2Media, 3Elam, penduduk 4Mesopotamia, 5Yudea dan 6Kapadokia, 7Pontus dan 8Asia,

2:10 9Frigia dan 10Pamfilia, 11Mesir dan daerah-daerah 12Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari 13Roma,

2:11 baik orang 14Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang 15Kreta dan orang 16Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

 

Kisah Para Rasul 2:1-13 ini bicara tentang panca indera yang dikuasai Roh Kudus. Indera yang pertama dikuasai adalah telinga, tiba-tiba turun dari langit suatu bunyi. Indera yang kedua adalah mata, tampak kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api. Indera ketiga adalah mulut, mereka berkata-kata dengan bahasa roh. Dan indera keempat ini yang sedang kita bahas, hidung dikuasai Roh Kudus. Hidung untuk mencium bau dupa artinya bisa menyembah Tuhan sampai bisa menyembah dengan berbahasa roh.

 

Ada 16 bahasa yang diucapkan oleh murid-murid ini ketika mereka dipenuhkan oleh Roh Kudus. Ini sama dengan 16 bahan pembangunan Tabernakel secara jasmani.

Keluaran 25:3-7

25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: 1emas, 2perak, 3tembaga;

25:4 4kain ungu tua, 5kain ungu muda, 6kain kirmizi, 7lenan halus, 8bulu kambing;

25:5 9kulit domba jantan yang diwarnai merah, 10kulit lumba-lumba dan 11kayu penaga;

25:6 12minyak untuk lampu, 13rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,

25:7 14permata krisopras dan 15permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

 

Bahan ke-16 adalah kerang-kerangan yang diambil warnanya, sebagai perwarna.

 

Pembangunan rumah Tuhan secara rohani juga 16 bahan, yaitu tadi 16 bahasa yang diucapkan oleh murid-murid ketika mereka dipenuhkan Roh Kudus. Jadi pembangunan jasmani dan rohani sama, dari 16 bahan. Yesus tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya.

 

Tadi dikatakan pungutlah dari orang yang terdorong hatinya. Jadi bukan paksaan tetapi penyerahan. Begitu juga dengan doa penyembahan. Penyembahan adalah penyerahan hidup kepada Tuhan untuk kita dibentuk menjadi rumah Tuhan secara rohani yaitu Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan.

 

Penyembahan itu diambil dari bahasa gerika Proskoneho yang menunjuk penyerahan hidup. Mari kita tingkatkan penyerahan hidup kita kepada Tuhan, tingkatkan penyembahan kita untuk kita dibentuk menjadi rumah Tuhan secara rohani.

 

Ada 2 kemungkinan yang terjadi atas rumah Tuhan secara rohani, rumah Tuhan adalah pribadi kita.

1.      Markus 11:17

11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

 

Ini yang negatif, menjadi sarang penyamun, menjadi tempat berkembang biaknya dosa. Ingat Yudas, dia sudah dipanggil dan dipilih menjadi rasul, muridnya Tuhan, tetapi dia tidak menyerahkan diri sepenuh sehingga dia menjadi sarang penyamun, tempat berkembang biaknya dosa. Dia menjadi pengkhianat sampai binasa, dia menggantung dirinya sendiri.

 

Tanda menjadi tempat berkembang biaknya dosa bisa dideteksi dari mulutnya, yaitu suka berdusta, bergosip, bersungut-sungut, memfitnah dan lain sebagainya. Itu sudah menjadi tempat berkembang biaknya dosa, kering. Dalam surat Yakobus itu jelas, lidah itu bagaikan kemudi kapal yang mengendalikan seluruh hidup. Kalau lidahnya kering, dia kendalikan hidupnya kepada dosa, bukan kepada kebenaran dan kesucian.

 

Kalau mulut gampang sekali berdusta, gampang sekali bergosip, bahkan hamba Tuhan seperti itu, bagaimana jemaat yang digembalakan? Penggembalaan itu mewarisi tabiat, kalau gembala berdusta, jemaatnya seperti itu juga!

 

2.      Kemungkinan yang positif, menjadi rumah doa, menjadi penyembah Tuhan yang benar. Kerinduan kita, biar kita menjadi rumah doa. Bukan kita hanya menyanyi ‘jadikan aku  rumah doaMu’ tetapi betul-betul ada bukti nyata dalam hidup kita. Kalau kita menjadi rumah Tuhan secara rohani maka kita menjadi tempat Tuhan berhadirat, Tuhan bertakhta di tengah-tengah kita. Kalau Tuhan sudah berhadirat, Tuhan bertakhta, tidak usah ragu dan kuatir soal kebutuhan kita.

 

Kalau sudah bisa menyembah, Roh Kudus yang menyampaikan keluhan-keluhan kita kepada Tuhan. Apa yang kita butuhkan Tuhan tahu. Tuhan mendengar, Tuhan menjawab, Dia menjadikan semua baik.

Roma 8:26-28

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Kalau segala sesuatu di dalam kita semakin memburuk, periksa diri! Kita ini rumah doa atau sarang penyamun. Saya kerja ini gagal, kerja itu gagal, semua tambah buruk, tambah hancur, segera periksa diri. Jangan-jangan sarang penyamun, terdeteksi dari mulutnya tidak pernah bagus.

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Kalau mau melihat hari-hari baik, jaga mulut, jaga lidah. Di dunia saja ada peribahasa, karena mulut badan binasa, mulutmu harimaumu. Orang dunia saja tahu, masa orang Kristen tidak tahu, sembarang saja ngomong sana sini, dusta, gosip, akhirnya hari-hari jadi buruk, bukan hari-hari jadi baik. Menjadi sarang penyamun, tidak ada perampok yang baik-baik. Kalau mau baik, jadilah rumah doa.

 

Proses menjadi rumah doa:

1.      Perhatikan rumah tangga masing-masing. Bukan kepo rumah tangga orang!

Efesus 5:31

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

 

Kita merindu supaya rumah tangga kita semua menjadi satu. Tujuan menikah itu adalah menjadi satu. Itu harus ditanamkan! Baik kaum muda yang berencana menikah, tujuannya menjadi satu. Kalau menikah malah tercerai berai, itu tidak sesuai tujuan. Itu bukan dari Tuhan, hanya keinginan mata dan keinginan daging. Terima pasangan, terima keluarganya untuk menjadi satu.  

 

Bagaimana caranya supaya nikah itu menjadi satu daging?

a)      Efesus 5:22-24

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

 

Isteri tunduk kepada suami dalam segala hal seperti kepada Tuhan. Pemudi yang berencana segera menikah, belajar tunduk dulu kepada orang tua. Kalau tidak tunduk kepada orang tua lalu paksa menikah, kasihan nanti suaminya dia tanduk. Orang tuanya saja dia lawan, apalagi cuma suaminya. Nanti suaminya dia lawan, dia taruh di ketiaknya! Mulai dari dalam rumah tangga, anak-anak belajar tunduk pada orang tua dulu. Pemudi-pemudi kalau belum tunduk pada orang tua, jangan dulu menikah! Harus belajar tunduk dulu.

 

Artinya tunduk dalam segala hal seperti kepada Tuhan:

1)      Bisa mengoreksi diri sehingga tidak cepat-cepat mempersalahkan suami. Biasanya yang saya hadapi, isteri yang lebih dulu datang melapor. Om suami saya begini begitu. Saya tidak langsung bela isterinya, tunggu suaminya datang, nanti lain suaminya bilang. Kalau ada masalah dalam rumah tangga, bukan hanya salah satu yang salah, dua-dua pasti salah! Makanya periksa diri, kekurangannya diperbaiki, jangan langsung salahkan yang lain. Kenapa suamiku kasar? saya kurang perhatian!

 

Orang yang taat pada Tuhan itu selalu periksa diri supaya dia suci. Taat itu mendatangkan kesucian!

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

2)      Berupaya meredam pertengkaran. Jangan malah teriak-teriak di luar sampai tetangga satu kampung dengar semua! Berusaha meredam pertengkaran, bukan malah disulut pertengkarannya, dibesarkan apinya!

 

3)      Tidak mengajar dan tidak memerintah laki-laki.

I Timotius 2:12

2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

 

4)      Tidak mengikuti kemauan suami yang tidak sesuai Firman. Seperti Abigail menghadapi Nabal, kemauan suami yang tidak sesuai Firman tidak diikuti. Tetapi serahkan kepada Tuhan, biar Yesus kepala rumah tangga yang mengambil alih, Dia yang membela.

I Petrus 3:1

3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

 

Suaminya tertolong, bukan dituruti kemauannya yang tidak sesuai Firman. Serahkan kepada Tuhan, Yesus sebagai kepala yang tidak nampak dengan mata jasmani, tetapi dengan mata iman kita lihat ada dalam rumah tangga. Kalau isteri sudah seperti ini, lalu suami coba-coba keras, permainkan, kasar, hati-hati! Jangan bernasib seperti Nabal. Langsung membatu, jantungnya berhenti. Isteri sudah tunduk, lalu suami perlakukan sewenang-wenang, nanti dia berhadapan dengan Tuhan!

 

Isteri yang tunduk adalah sumber kemanisan dalam rumah tangga, dia menjadi madu. Tidak usah takut dimadu, dia sudah jadi madu! Nikah itu tidak akan pernah tawar, tidak akan pernah pahit.

 

Kalau isteri mau dominan dalam rumah tangga, berakibat fatal! Ada 3 contohnya dalam Alkitab, supaya ada rasa takut akan Tuhan, jangan sampai mau dominan, mau atur-atur suami!

1)      Hawa dominan, dia yang mengambil buah terlarang, dia beri kepada suaminya. Suaminya tidak protes dan terima saja.

Kejadian 3:6-7

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

 

Ini bukan berarti ini isteri yang baik, mau melayani suaminya, bukan! Ini berarti dia dominan!

Kejadian 3:17

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

 

Akibatnya fatal, nikah telanjang, terkutuk dan terusir dari hadapan Tuhan! Tidak pernah merasakan hadirat Tuhan, tidak pernah merasakan air anggur di dalam nikah, cuma suasana susah payah terus.

 

Tidak ada berkat, malah berkat yang ada malah hilang satu persatu, habis, sampai keselamatan hilang. Tetapi seringkali waktu berkat habis, yang disalahkan malah suami ‘suami tidak tahu kerja’ suami begini, suami begitu. Jangan! Nanti tambah habis, sampai keselamatan juga hilang.

 

2)      Sara
Kejadian 16:1-2

16:1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

 

Sara menyuruh Abraham mengambil Hagar menjadi gundiknya untuk melahirkan anak bagi Abraham. Akibatnya fatal!

Ø  Kejadian 16:12

16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

 

Lahir Ismael yang seperti keledai liar yang suka perang. Artinya timbul masalah yang tidak pernah selesai. Dalam rumah tangga selalu timbul keledai liar. Entah anak pertama jadi keledai liar, anak terakhir jadi keledai liar, apalagi kalau 6 anak semua keledai liar, pusing orang tua, perang terus anak-anaknya.

 

Ø  Kejadian 16:16;17:1

16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

 

Dari umur 86 sampai 99 tidak pernah dicatat Allah berfirman kepada Abraham, nanti usia 99 tahun baru Tuhan berfirman. Jadi akibat kedua terpisah dengan Tuhan, putus hubungan dengan Tuhan. Abraham 13 tahun putus hubungan dengan Tuhan. Angka 13 itu angka kehancuran!

 

3)      Isteri-isteri Salomo mengajak Salomo untuk menyembah berhala.

I Raja-raja 11:3-6

11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,

11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

 

Salomo orang paling berhikmat tetapi kalah menghadapi suara isteri-isterinya, isteri-isterinya lebih dominan. Jadi belum tentu suami terpelajar dan pandai lalu isterinya mau tunduk. Kalau di kantor dia pemimpin yang berwibawa, di rumah hilang wibawa, diatur dan dikomando oleh isterinya.

 

Akibatnya jatuh pada pengajaran palsu dan penyembahan palsu, Salomo melepaskan pengajaran yang benar.

 

2 contoh saja sebenarnya sudah cukup. Jangan kita tambah jumlah isteri-isteri seperti ini. 3 contoh ini perempuan-perempuan hebat dalam Alkitab tetapi ternyata sempat ada lembaran hitamnya. Jangan jadi bahan pembelaan diri, sedangkan Hawa dengan Sara bisa seperti itu, saya dengan Hawa jauh dari Hawa makanya saya seperti ini. Kadang manusia ini aneh, mau contoh yang jelek-jelek! Untuk apa contoh yang jelek, kalau akibat yang dialami Hawa sudah ngeri, jangan kita mau ikut seperti Hawa!

 

Di dalam rumah tangga bukan hanya satu pihak yang salah. Di sini suaminya punya peranan juga sehingga terjadi akibat yang fatal. Apa peran suami? Tidak tegas berpegang pada Firman pengajaran yang benar, makanya isterinya jadi dominan. Sebelum Hawa dibentuk, Adam yang dengar perintah langsung dari Tuhan ‘jangan makan buah terlarang’ tetapi dia tidak tegas! Akhirnya beri kesempatan kepada iblis mengganggu isteri, isterinya jadi dominan.

 

Ayo suami-suami tegas pada pengajaran, supaya isteri bisa tertolong, tunduk, tidak akan berani dia dominan, mengatur-ngatur. Apalagi saya gembala, saya khotbah, saya mengajar jemaat lalu saya sendiri tidak tegas dalam pengajaran. Jangan heran kalau ibu gembala nanti yang atur-atur saya. Dijauhkan Tuhan, jangan sampai terjadi.

 

Kadang suami berkata ‘biar saja dari pada ramai, lebih baik saya diam saja’. Itu tanda tidak tegas. Harusnya diingatkan ‘bunda kontrol ya, ingat Firman, tunduk!’. Suami berikan teladan, dia tegas melakukan Firman Tuhan. Ini akan menolong nikah rumah tangga kita.

 

Kalau sudah tegas lalu isteri masih tetap dominan, bukan diceraikan! Tinggal lapor saja kepada Yesus. Tuhan tolong isteriku ini. Bukan berdoa, Tuhan bisa tidak dia diambil diganti yang lain, saya sudah tidak tahan.

 

b)      Efesus 5:25-29

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

 

Suami mengasihi isteri seperti diri sendiri, seperti Yesus mengasihi jemaat dan rela berkorban.

 

Kalau suami kasar apalagi sampai pukul, itu sama dengan orang gila di Gerasa.

Markus 5:5

5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

 

Kalau pernah terjadi, sekarang sudah waras, sudah mau bertobat. Saya nomor 1 diingatkan, jangan kasar!

 

Nikah menjadi suasana yang menakutkan. Orang ini tinggal di kuburan, mengerikan! Jangan-jangan isteri mau tarik nafas saja sudah takut. Anak-anak juga bergerak sedikit sudah takut. Jangan sampai terjadi.

 

Kalau suami bisa mengasihi isteri, dia tampil sebagai singa yang melindungi rumah tangganya. Suami mengasihi isteri seperti Yesus yang mengasihi jemaat. Yesus digambarkan sebagai apa? Singa dari suku Yehuda.

Wahyu 5:5

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

 

Yesus singa dari suku Yehuda yang membuka rahasia Firman. Dari sini kami suami-suami belajar, untuk bisa mengasihi isteri maka kami suami-suami harus punya persekutuan yang erat dengan pembukaan rahasia Firman, suka mendengar dan praktek Firman. Kalau suami gemar mendengar dan mempraktekan Firman, isteri senang di rumah, ada singa yang melindungi. Suami meneladani Yesus, Singa dari suku Yehuda.

 

Saya gembala, saya suami. Secara rohani saya adalah suami bayangan dari jemaat untuk membawa jemaat kepada Yesus Suami yang sesungguhnya. Kalau saya kasar terhadap isteri saya di rumah, diragukan apa yang saya beritakan bukan pembukaan rahasia Firman dari Tuhan. Bisa-bisa hanya menjiplak saja! Tidak pernah dia praktekan.

 

Suami yang bisa mengasihi isteri dia suka bersekutu dengan Firman yang dibukakan rahasiaNya. Dia bisa menikmati Firman Tuhan sehingga dia bisa mengasihi isteri dan anak-anaknya.

 

Alarm bagi isteri-isteri, kalau suami mulai malas dengan Firman, hati-hati, dia jadi singa yang menakutkan di rumah. Kalau suami bilang ‘kali ini tidak mau ibadah dulu capek saya’ jangan diikuti! Kalau diikuti, itu ibarat membangunkan singa yang tidur! Pulang gereja malah ketemu singa, dia telan kita! Didoakan, diingatkan, disemangati supaya sama-sama sekeluarga bisa menikmati dan mempraktekan Firman Tuhan.

 

Iblis itu meniru-niru Yesus. Kalau Yesus singa dari suku Yehuda yang membuka rahasia Firman, iblis singa yang mengaum-ngaum mau menelan.

I Petrus 5:8

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

 

Iblis itu singa yang beredar-edar. Jadi jangan biarkan suami beredar-edar, nanti seperti iblis singa yang mengaum-aum, mencabik-cabik dan menelan. Didoakan, digumuli supaya suaminya jangan beredar-edar. Suami-suami ayo yang tenanglah dalam penggembalaan. Kalau suami sayang isteri dan sayang anak, tekuni penggembalaan, masuk kandang, dengar Firman, nikmati Firman Tuhan, sehingga tampil sebagai singa dari suku Yehuda seperti Yesus, yang melindungi rumah tangga.

 

Isteri gembala doakan suaminya supaya jangan beredar-edera, persekutuannya harus benar, jangan ke sana kemari, karena menentukan nasib sidang jemaat.  Kalau isteri malah membiarkan suami beredar-edar, ngeri akibatnya! Singa yang menakutkan ada di dalam rumah tangga.

 

Biarlah kita suami-suami tampil sebagai singa yang meneladani Yesus Singa dari suku Yehuda. Singa itu menunjuk kekuatan. Pada kita suami-suami ada kekuatan dari Tuhan. Kekuatan apa? Suami yang suka mendengar Firman, yang suka bersekutu dengan pengajaran yang benar, dia punya kekuatan dari Tuhan untuk:

1)      Menjadi teladan dalam kesucian. Yesus kepala, Dia memandikan, menyucikan menguduskan sidang jemaat. Itu suami, harus kuat menjadi teladan dalam hal kesucian sehingga isteri dan anak-anak bisa hidup dalam kesucian. Apalagi kami hamba Tuhan, kalau anak itu jatuh dalam dosa, bukan langsung salahkan siapa-siapa! Harus pukul diri, koreksi diri, introspeksi diri. Saya suami yang masih main-main dalam persekutuan, belum serius, belum sungguh-sungguh. Jangan sudah habis semua baru menyesal.

 

Saya gembala juga periksa diri. Kalau terjadi sesuatu dalam jemaat sebagai anak-anak rohani, saya periksa diri. Saya gembala yang belum mengasihi jemaat sebagai isteri bayangan, saya suami yang belum mengasihi isteri, saya belum tekuni persekutuan dengan Firman Tuhan.

 

Sebagai contoh adalah Daud. Kalau kita baca bagaimana keadaan keluarga Daud, banyak hal yang terjadi yang memilukan, memedihkan hati. Dari Daud sendiri yang salah. Apa kesalahan Daud? Dia berzinah dengan Betsyeba isteri Uria sehingga berdampak pada nikah dan buah nikahnya. Kita tahu bagaimana Absalom anaknya menggauli gundik-gundik Daud di depan bangsa Israel.

 

Kita suami-suami jangan sampai berzinah secara jasmani, terutama jangan berzinah secara rohani. Apa itu? Buka diri terhadap ajaran-ajaran lain! Digambarkan seperti Yerusalem merenggangkan kedua pahanya untuk dirusak oleh Asyur, dirusak oleh Mesir, dirusak oleh siapa saja. Jangan!

 

Suami-suami persekutuannya harus tegas, hanya satu pengajaran yang benar, jangan ke sana kemari. Dampaknya dalam rumah tangga tidak menjadi teladan kesucian, malah merusak kesucian nikah dan buah nikah. Tuhan tolong jangan terjadi kepada kita.

 

Syukur Daud mendapat pengampunan. Kalau sudah terlanjur terjadi segera minta ampun. Daud diperingatkan oleh nabi Natan, dia sadar dan minta ampun. Saya suami kalau sudah sempat salah, minta ampun! Selesaikan dengan isteri dan anak-anak, Tuhan ada di sini menolong nikah kita.

 

2)      Yesus mengasuh dan merawati jemaat yang adalah tubuhnya. Jadi kekuatan untuk memelihara dan melindungi nikah secara ajaib! Sekalipun mungkin gajinya kecil, pekerjaannya tidak bisa diharapkan, tetapi Tuhan pelihara! Sekalipun banyak kekurangan dan kelemahan, Tuhan yang bekerja, Tuhan yang menolong. Apalagi secara rohani, dia bisa melindungi nikah dan buah nikahnya secara rohani.

 

Kalau istilah mengasuh dan merawat itu pasti ada kehangatan. Selalu ada kehangatan kasih dalam nikah rumah tangga. Jadi isteri tidak perlu ragu suami mencari kehangatan di tempat lain sebab ada semua dalam rumah tangga, aman nikahnya.

 

3)      Menjaga rumah tangga tetap damai sejahtera. Suci dan damai tidak bisa dipisah, kalau suami suci, pasti ada damai.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Tenang, damai sejahtera, enak ringan, tidak mungkin ditinggalkan. Tidak mungkin isteri minta dipulangkan ke orang tuanya. Malah minta orang tuanya dibawa saja supaya tinggal sama-sama karena sudah enak dan ringan, orang tua sudah lansia kita jaga saja. Bukan malah orang tua dibawa ke panti jompo! Sebagai anak perhatikan orang tuanya. Berbahagia yang masih utuh orang tuanya, saya tinggal satu, harus diperhatikan.

 

c)      Kolose 3:20

3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

 

Taat di sini sudah mengandung makna menghormati. Taati, itu yang indah di hadapan Tuhan. Kalau keindahan dalam hidup muda terjaga, akan berlanjut masuk nikah. Sebagai anak dia taat dan hormat pada orang tuanya, sudah indah hidup mudanya. Kalau masuk nikah, tambah indah! Kalau masih muda sudah tidak taat dan tidak hormat pada orang tua, tidak ada keindahan. Kalau paksa masuk nikah, bukan keindahan di situ, hanya kehancuran yang ada!

 

Yang mau menikah, hormati dan taati orang tua, supaya indah hidup muda dan indah nanti kalau masuk nikahnya. Kalau orang tua dilawan terus, menangis terus, bagaimana bisa indah.

 

Anak muda yang sudah remaja dewasa, jaga kesuciannya, jaga pergaulannya. Yang sudah diberkati Tuhan dengan pacar, dengan tunangan, jaga kesuciannya supaya masuk nikah indah! Perintah Tuhan dalam kitab Kejadian, diberkati dulu baru beranak cucu, jangan dibalik!

Kejadian 1:28

1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

 

Jangan dibalik, sudah terjadi kejatuhan baru mau diberkati dan diteguhkan. Kalau sudah terjadi, minta ampun kepada orang tua, minta ampun kepada gembala dan minta didoakan gembala supaya tidak terulang. Supaya masuk nikah benar-benar mendapat berkat yang utuh.

 

Kalau suami tampil seperti singa yang menjaga dan melindungi rumah tangganya, isteri tampil seperti madu yang memberikan kemanisan dalam rumah tangga, anak-anak menjadi keindahan dalam rumah tangganya, maka nikah itu menjadi satu. Segala persoalan di dalamnya, ada jawabannya.

 

Masuk nikah bagaikan menjawab teka teki. Waktu pacaran dan tunangan itu masih yang baik-baiknya yang muncul. Nanti masuk nikah baru kelihatan getahnya, bagaikan menjawab teka-teki. Tetapi kalau suami punya persekutuan yang indah dengan Firman dia bisa hidup suci, isteri mau tunduk sehingga manis seperti madu, anak-anak hormat dan taat dia menjamin keindahan dalam rumah tangga, teka teki terjawab. Masalah dalam rumah tangga terselesaikan oleh Tuhan, tepat pada waktunya.

 

Bukan hanya selesai, waktu teka teki Simson terjawab, diberikan pakaian kebesaran.

Hakim-hakim 14:12-14,18

14:12 Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.

14:13 Tetapi jika kamu tidak dapat memberi jawabnya kepadaku, maka kamulah yang harus memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran kepadaku." Kata mereka kepadanya: "Katakanlah teka-tekimu itu, supaya kami dengar."

14:14 Lalu katanya kepada mereka: "Dari yang makan keluar makanan, dari yang kuat keluar manisan." Ada tiga hari lamanya mereka tidak dapat memberi jawab teka-teki itu.

14:18 Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."

 

Terjawab, masalah selesai dan Tuhan berikan pakaian kebesaran untuk menutupi ketelanjangan. Pakaian kebesaran itu untuk pesta, untuk sesuatu yang mulia. Diberi pakaian pesta berarti nikah dipermuliakan. Masalah selesai dan nikahnya dipermuliakan Tuhan. Sampai nanti masuk pesta nikah anak Domba Allah, dipermuliakan bersama Yesus selamanya.

Efesus 5:31-32

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

 

Hubungan Kristus dan jemaat, itulah hubungan pesta nikah Anak Domba Allah.

 

2.      Perhatikan diri kita secara pribadi sebagai rumah Tuhan, kehidupan yang sudah ditebus oleh darah Yesus!

I Korintus 3:16; 6:19-20

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (dan roh mu juga yang keduanya adalah milik Tuhan).

 

Apa yang diperhatikan? Jangan sampai kering, jangan sampai tidak ada urapan Roh Kudus. Kalau tidak ada urapan kita hanya manusia daging yang hidup menuruti hawa nafsu keinginannya! Kita perhatikan saya adalah rumah Tuhan, saya adalah Bait Roh Kudus. Jangan sampai kita kering, jangan kehilangan urapan Roh Kudus. Biar selalu ada urapan Roh Kudus di dalam kita.

 

Bagaimana supaya tetap ada urapan Roh Kudus?

Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Jangan keluar dari ruangan kudus, ruangan suci, penggembalaan. Supaya tidak kering tekuni 3 macam ibadah pokok dalam penggembalaan. Ini bukan sesuatu yang boleh ditawar, ini harus! Ini perintah dan larangan dari Tuhan. Perintah Tuhan supaya tetap di ruangan kudus, tergembala, tekuni 3 macam ibadah:

a)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah lewat Firman pengajaran yang benar dan korbanNya. Kita disucikan oleh Firman pengajaran yang benar, kita melekat kepada Yesus.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus, kita melekat pada Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya, kita di sucikan oleh Allah Roh Kudus.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihnya. Kita disucikan oleh kasih Allah, kita bisa bernafas di dalam takut akan Tuhan.

 

Tekuni 3 macam ibadah pokok, biar kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus. Bukan menjadi kering, tetapi semakin bertambah urapannya sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.

 

Ingat kita ini sudah dibeli oleh Tuhan! Saya ini bukan milik saya lagi, saya milik Tuhan! Jadi perhatikan diri masing-masing. Praktekan bahwa kita adalah milik Tuhan.

 

Praktek menjadi milik Tuhan:

a)      Kejadian 6:9

6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

 

Praktek menjadi milik Tuhan adalah hidup benar, tidak terpengaruh dengan orang-orang di sekitar kita. Tidak mau ikut-ikutan berbuat dosa apalagi sampai puncaknya dosa, tidak mau kompromi dengan dosa.

 

Nuh ini, orang sejamannya menjalankan hidup yang rusak, tetapi Nuh tetap hidup benar, tidak terpengaruh. Sekarang pengaruh dunia begitu hebat mau merusak kesucian kita sebagai rumah Tuhan. Kita harus berupaya untuk hidup benar.

 

b)      Memuliakan Tuhan dalam segala hal, mulai dengan tubuh, jiwa dan roh kita. Apa itu?

I Korintus 7:23

7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

 

Memuliakan Tuhan dengan tubuh, jiwa dan roh adalah jangan menjadi hamba manusia, jangan turuti daging, jangan kompromi dengan daging, tetapi harus mengabdi kepada Tuhan sungguh sungguh. Daging mau begini begitu, jangan diikuti!

 

Kalau ikut ibadah persekutuan kemudian ada kesempatan ada waktu kosong lalu mau lihat-lihat daerah itu silahkan. Tetapi jangan ikuti dagingnya sampai pulang sudah capek, sudah tidak bisa fokus dengar Firman. Fokusnya selalu ibadah, bukan jalan-jalan!

 

Kita adalah milik Tuhan, kita harus beribadah, mengabdi kepada Tuhan, kita menghamba kepada Tuhan. Tergembala itu bagaikan ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Cepat atau lambat pasti berbuah manis. Semakin kita tekuni penggembalaan, akan semakin manis nikah kita.

 

3.      Perhatikan rumah doa

Matius 18:19

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

 

Perhatikan dulu nikah, itu nomor 1. Nikah sudah satu, kemudian kita tergembala pada pengajaran yang benar, bisa sepakat, sehati. Minimal suami isteri sehati! Jangan ada yang dua hati. Gumuli untuk sehati, satu pengajaran yang benar, jangan gado-gado. Makanya nikahnya satu, perhatikan penggembalaannya supaya satu pengajaran, maka doanya di dengar dan dijawab oleh Tuhan.

 

Di atas meja roti ada kemenyan yang dibakar. Kalau nikah itu sudah satu pengajaran yang benar maka pasti ada doa penyembahan yang didengar dan diingat oleh Tuhan.

Imamat 24:5-7

24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa;

24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.

24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

 

12 roti disusun menjadi 2 susun. 6 roti pertama itu suami yang sudah diisi pengajaran. 6 roti kedua itu isteri manusia daging yang sudah diisi pengajaran. Doanya naik, dia selalu mengingat Tuhan, dia diingat Tuhan. Betapa bahagianya kalau nikah itu bisa satu pengajaran. Yang belum satu pengajaran ayo bergumul. Sampai kapan bergumul? Sampai fajar menyingsing, artinya sampai Tuhan Yesus datang.

 

Mungkin kita sudah bergumul tetapi malah semakin jauh, terus bergumul! Yakub berdoa untuk keselamatan keluarganya sampai fajar menyingsing. Mari kita gumuli, jangan putus asa. Kalau kita berdoa sesuai selera Tuhan, pasti Tuhan jawab! Tinggal tergantung kita, masih mau bergumul atau sudah bosan. Jangan jemu-jemu dalam berdoa meminta kepada Tuhan. Mintalah sampai diberi, ketoklah maka pintu akan dibukakan, carilah maka akan mendapat. Terus bergumul!

 

Kalau Tuhan mengingat kita, apapun pergumulan kita Tuhan tahu, Tuhan pasti dengar dan Tuhan pasti jawab tepat pada waktunya.

 

Roti itu juga menunjukan perjamuan suci. Ketika kita sudah lelah bergumul untuk keluarga, sudah capek, ingat perjamuan suci! Yesus bergumul untuk mengalahkan dosa-dosa kita, untuk menebus dosa-dosa kita Yesus bergumul sampai mati. Yesus mati, Dia mengalahkan maut, Dia bangkit untuk menyelamatkan kita.

 

Kalau kita bergumul, tidak sampai mati. Yesus sampai mati Dia bergumul, masa saya baru bergumul sedikit belum apa-apa sudah menyerah. Ayo ada perjamuan suci yang memberikan kekuatan kepada kita untuk kita bergumul sampai menang.

 

Selalu ingat, saya ingat Tuhan, Tuhan juga ingat saya. Kita selalu ingat kasihNya yang Dia nyatakan lewat mati di kayu salib.

 

Roh Kudus menguasai hidung kita supaya kita bisa menjadi rumah doa. Bagaimana proses menjadi rumah doa? Perhatikan nikah masing-masing, perhatikan pribadi kita masing-masing, jangan kering, harus ada urapan. Baru kita bisa menjadi rumah doa. Kita berdoa dan doa kita dijawab oleh Tuhan.

Matius 18:19

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

 

Siapa tahu malam ini adalah waktu bagi kita untuk Tuhan menjawab doa kita. Kalau belum dijawab terus bergumul sampai menang. Kita tidak bergumul sendiri, Allah mengerti, Allah peduli, Allah bergumul bersama dengan kita. Yakub bergumul sampai fajar menyingsing, kita juga bergumul sampai Tuhan Yesus datang kembali kedua kali, tidak putus asa, tidak kecewa.

Kejadian 32:24

32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

 

Bergumul sampai fajar menyingsing, sampai Tuhan Yesus datang, bintang timur terbit bersinar. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, terus bergumul sampai Tuhan Yesus datang.

 

Tuhan Yesus memberkati.