Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:17-21
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Ada 2 hal yang diangkat oleh Petrus di dalam khotbahnya:
1. Nubuatan nabi Yoel (ayat 16-21).
2. Mazmur Daud mengenai keteguhan hati (ayat 25-28).
Kita bahas tentang nubuatan nabi Yoel. Nubuatan nabi Yoel tentang pencurahan Roh Kudus, sudah terjadi dan sekarang sedang digenapi dalam kita. Yang kedua tentang kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Dalam kegerakan ini kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus adalah pelayanan roh, tidak bisa kita kerjakan dengan kekuatan daging kita sendiri, harus dengan kekuatan Roh Kudus.
Tanda menerima pencurahan Roh Kudus:
1. Anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat.
Anak menunjuk perkembangan. Jadi anak laki-laki dan perempuan bernubuat artinya rohaninya berkembang dan bertumbuh dengan tanda mulutnya berkata-kata sesuai Firman.
2. Teruna-teruna mendapat penglihatan. Menunjuk rohani yang kuat sebab memiliki pandangan rohani.
3. Orang-orang tua mendapat mimpi.
Kita bahas yang ketiga, orang-orang tua mendapat mimpi. Artinya rohani dewasa karena bisa menikmati pembukaan rahasia Firman.
Ayub 33:14-16
33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,
33:16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran
Mimpi di sini kaitannya dengan pembukaan rahasia Firman. Orang bermimpi saat tidur. Jadi pembukaan rahasia Firman bisa kita terima kalau kita menyerah sepenuh kepada Tuhan. Kadangkala bahkan sering kita mengandalkan logika kita sehingga ketika Firman dibukakan rahasianya malah berpikir ah Firman itu tidak logis, tidak cocok bagi daging. Terjadi penolakan karena tidak menyerah sepenuh.
Kalau membaca Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ada hal-hal yang seperti bertentangan, kalau dipikir secara logika tidak betul ini. Contohya dalam Injil Matius Yesus menyembuhkan 2 orang buta, kalau di Markus hanya seorang yaitu Bartimeus. Di Matius Yesus mengusir setan dari 2 orang yang dirasuk setan di Gerasa, dalam Injil Markus dan Lukas hanya seorang. Laut yang dibuat oleh Salomo dalam kitab Raja-raja menampung 3.000 bath tetapi kalau dalam Tawarikh hanya 2.000. kalau dibaca ayat-ayat ini saling bertolak belakang, bertentangan. Kalau memakai logika tidak bisa. Paulus berkata kita dibenarkan karena iman kepada Yesus, Yakobus mengatakan karena perbuatan iman. Banyak hal-hal di dalam Alkitab yang kalau menggunakan logika tidak bisa kita terima. Tetapi kalau kita menyerah sepenuh kepada Tuhan bisa kita terima, Tuhan bukakan rahasianya sehingga bisa kita terima.
Firman yang dibukakan rahasianya itu makanan keras, menumbuhkan rohani sampai dewasa.
Ibrani 5:11-14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Kita periksa rohani kita sampai tahap mana, masih kanak-kanak atau sudah dewasa. Kita sudah lama mendengar pengajaran, apakah rohani sudah bertumbuh dewasa atau masih kanak-kanak.
Tanda-tanda dewasa rohani.
1. Mengalami penyucian panca indera. Makanan keras, Firman pengajaran yang keras menyucikan panca indera. Panca indera ada di wajah. Wajah ini cerminan dari hati, kalau hati takut wajah pucat, hati marah wajah merah. Jadi penyucian panca indera = penyucian hati.
Bukti hati sudah disucikan:
a) Punya kepekaan rohani untuk bisa membedakan mana pengajaran yang benar, mana yang palsu. Hati-hati, kelihatan mirip padahal palsu. Kita bisa mendeteksi pelayanan itu benar atau palsu dari motivasi pelayanannya.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Motivasinya untuk kepentingan perut, kepentingan yang jasmani, sehingga isinya adalah bahasa yang muluk-muluk, bahasa yang manis, tidak ada penyucian di dalamnya. Dan mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. Sebab itu harus peka.
Di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dibutuhkan Roh Kudus. Roh Kudus ini yang membuat kita peka terhadap ajaran palsu.
I Yohanes 2:27
2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Maksudnya tidak perlu diajar orang lain bukan berarti tidak perlu gembala. Diajar orang lain ini adalah ajaran yang lain, nabi palsu. Kita minta urapan Roh Kudus supaya kita peka memilah mana pengajaran benar, mana pengajaran palsu.
Hati-hati, pengajaran palsu itu kedengaran manis, muluk-muluk, tetapi racun, membinasakan rohani!
II Petrus 2:1-2
2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
2:2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Banyak yang suka. Kenapa? Karena mengenakan daging, bukan mematikan daging. Pengajaran benar malah dihujat, yang palsu digemari. Jadi jangan heran kalau bertahan pada pengajaran yang benar lalu dihujat orang itu sudah hal yang biasa. Biar kita ada kepekaan terhadap pengajaran yang benar, jangan konsumsi racun.
II Raja-raja 4:39
4:39 Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya.
Ajaran palsu ini masuk lewat persekutuan. Sebab itu kita harus jeli dan harus ada kepekaan yang rohani sehingga bisa membedakan mana pengajaran yang benar dan mana yang palsu. Kalau pengajaran yang benar isinya tajam menyucikan dan dipraktekan oleh pembicara sehingga disampaikan dengan maksud murni.
b) Punya kepekaan rohani untuk bisa membedakan mana yang baik mana yang dosa, sehingga kita tidak bisa jatuh dalam dosa! Ini salah, ini tidak boleh dilakukan! Itu peka. Bukan malah berkata ah tidak apa-apa. Itu tidak ada kepekaan. Bahkan dari nabi meluas kefasikan ke seluruh negeri, karena nabi-nabi, imam-imam berkata tidak apa-apa sehingga dosa meluas. Bahaya kalau saya hamba Tuhan tidak tahu membedakan ini baik, ini dosa lalu mengatakan pada sidang jemaat tidak apa, menyebar dosa dalam sidang jemaat. Bahkan hamba Tuhan menguatkan jemaat untuk berbuat dosa. Di hadapan Tuhan ini sesuatu yang mengerikan, kalau hamba Tuhan tidak peka itu mengerikan!
Yeremia 23:14-17
23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorang pun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."
23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
Ini perkataan dusta, ini bait Allah, tetapi jemaat tetap berbuat dosa. Ini Tubuh Kristus, tetapi jemaat dikuatkan berbuat dosa! Kita butuh Roh Kudus, minta Roh Kudus mengurapi, menguasai, supaya kita bisa peka, tahu mana pengajaran benar, mana yang palsu, mana yang baik mana dosa!
Selain Firman pengajaran benar, makanan keras itu juga perjamuan suci. Kita dapatkan dalam ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alktiab dan Perjamuan suci. Tekuni ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. supaya kita punya kepekaan rohani, ada Roh Kudus menguasai kita, kita bisa peka. Dalam ibadah pendalaman Alkitab, terjadi penyucian secara intensif.
2. Efesus 4:11-13
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Tanda kedua memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kalau kanak-kanak rohani, melayani dirinya saja masih susah, apalagi melayani orang lain.
Jabatan pelayanan diberikan kepada orang kudus. Poin pertama dan kedua berkaitan, kalau sudah disucikan pasti Tuhan berikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Bukan karena pandai, pintar, hebat tetapi Tuhan lihat hati yang suci sehingga Tuhan berikan jabatan.
Waktu Daud mau diurapi menjadi raja, Samuel datang ke rumah Isai. Eliab anak Isai maju, Samuel lihat ini dia raja Israel. Tuhan langsung bilang, Aku tidak lihat perawakan, Aku lihat hati. Semua saudara Daud maju, tetapi belum ada yang dipilih. Ternyata yang dipilih adalah Daud yang masih muda, kemerah-merahan tetapi hatinya baik, hatinya suci, dia yang dipilih untuk menjadi raja. Juga pengangkatan rasul menggantikan Yudas, yang Tuhan lihat adalah hati. Jadi bukan kemampuannya.
Kisah Para Rasul 1:24-25
1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
Begitu mulai sombong pasti jatuh. Hebat dia melayani tetapi kalau ditandai dengan kesombongan, nanti sebentar lagi jatuh! Lucifer sombong, dia jatuh. Aku hendak menyamai yang Maha Tinggi, aku hendak naik mengatasi langit, dia sombong malah dijatuhkan oleh Tuhan.
Ayo kita melayani Tuhan dari hati yang suci, maka tidak akan pernah sombong dan tidak akan pernah minder. Ini penyakit hamba Tuhan, kadang minder. Disuruh melayani malah berkata jangan saya. Kalau Tuhan yang percayakan, layani! Yang penting bukan kita yang minta-minta tetapi Tuhan yang percayakan. Kalau ditunjuk melayani harus siap melayani. Dari hati yang disucikan maka Tuhan akan percayakan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
Jabatan pelayanan itu tempat kita di dalam Tubuh Kristus. Jangan kehilangan tempat, berusaha supaya ada tempat di dalam Tubuh Kristus. Firman pengajaran itu menyucikan kita, menempatkan kita di dalam Tubuh Kristus sesuai kehendak Tuhan. Kalau kehendak Tuhan sebagai pemain musik, yah sudah ditempatkan sebagai pemain musik. Jangan kita manusia mau cungkil! Kalau Tuhan yang tempatkan, tidak bisa manusia mau cungkil. Kalau Tuhan sudah tempatkan tangan kanan, tidak bisa diganti tangan kiri. Ayo pertahankan tempatnya dalam Tubuh Kristus, jangan ditinggal-tinggal, jangan dilepas. Sebab Esau kehilangan jubah, Yudas kehilangan tempat, jangan tambah lagi jumlah 2 orang ini. Semoga kita semakin sungguh-sungguh melayani Tuhan. Firman pengajaran menempatkan kita pada tempat yang benar.
Dalam pelayanan kita butuh karunia Roh Kudus. Karunia Roh Kudus memberikan kemampuan ajaib pada kita.
Efesus 4:7
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Karunia Tuhan berbeda-beda menurut ukuran pemberian Kristus. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib untuk kita bisa melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan berikan.
Supaya karunianya bertambah-tembah dan jabatannya tetap dipertahankan maka harus bertekun dalam ibadah raya dan ibadah persekutuan. Persekutuan yang benar merupakan tempat persemaian yang paling subur dari benih karunia-karunia Roh Kudus. Jadi semakin bertambah karunianya kalau persekutuannya benar, berdasarkan Firman pengajaran yang benar. Kalau persekutuannya bukan berdasarkan pengajaran yang benar, lalu datang ke sana, nanti pulang karunianya berkurang, bahkan sampai kering!
Hati-hati, ada persekutuan yang bukan didorong oleh Firman pengajaran.
Yesaya 30:1-2
30:1 Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
Hati-hati, jangan salah masuk, jangan salah bersekutu. Kalau masuk persekutuan yang salah, bukan berdasarkan pengajaran, bukan dorongan Roh Kudus, maka bukan karunianya yang bertambah tetapi dosa yang bertambah! Mengarahkan bukan masuk Tubuh Kristus tetapi tubuh babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.
Apa tandanya persekutuan bukan oleh dorongan Roh Kudus, bukan berdasarkan Firman pengajaran yang benar? Tadi dikatakan berangkat ke Mesir, Mesir menunjuk dunia. Jadi tandanya yang ada di dalamnya hanya menampilkan perkara-perkara yang duniawi, bukan yang rohani. Biarlah kita jeli dalam hal persekutuan, kita melayani dalam jabatan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan kepada kita maka pelayanan kita semakin berkenan kepada Tuhan.
I Korintus 12:7-11
12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Tanda melayani dengan karunia Roh Kudus, sekalipun karunianya berbeda-beda tetapi bisa bekerja sama untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus = tertib, tidak kacau. Bukan malah menghina yang lain, mengentengkan yang lain. Apalagi kami sesama hamba Tuhan. Alkitab mengatakan kemuliaan bintang yang satu dengan bintang yang lain berbeda-beda. Saling menghargai untuk kepentingan bersama, bisa bekerja sama.
Contohnya tim musik, kalau melayani dengan karunia Roh Kudus, bisa bekerja sama, tertib, tidak kacau. Tetapi kalau dengan daging, saya mau kasih tunjuk saya punya skill. Yang satu juga kasih kencang volume, bukan enak di dengar tetapi kacau, yang dengar sakit telinganya. Dalam ibadah ada yang pimpin pujian, ada yang main musik, ada yang singer, bisa bekerja sama, tidak kacau.
Bagaimana sikap terhadap jabatan dan karunia Roh Kudus?
a) I Timotius 4:14
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
II Timotius 1:6
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Pelayanan apa yang Tuhan berikan kepada kita jangan lalai, tetapi setia berkobar-kobar sampai garis akhir. Usia boleh bertambah, kekuatan fisik menurun, tetapi kobaran untuk melayani jangan pernah kendor.
Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Begitu lalai bukan berkat yang datang. Lalai dalam melayani, kutukan yang datang!
Yeremia 48:10
48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Ingat waktu Adam dan Hawa dikutuk, suasana kutukan itu letih lesu, beban berat. Kebalikannya kalau kita melayani dengan sungguh-sungguh, Tuhan berikan kuk yang enak dan ringan. Tetapi kalau lalai hidupnya berbeban berat, letih lesu! Sampai nanti betul-betul masuk ke dalam lautan api dan belerang. Ratap tangis selamanya di situ.
Periksa, kenapa jadi hamba Tuhan pelayan Tuhan tetapi hidup letih lesu, beban berat, banyak air mata? Ada yang melayani jemaat sedikit seperti Daud menggembalakan 1 2 ekor domba tetapi sukacita terus, senang, gembira. Ada yang melayani ratusan sampai berapa domba digembalakan tetapi letih lesu terus. Periksa sikap dalam pelayanan, jangan lalai, kalau lalai kutukan datang.
Lalai = malas dan jahat, tidak berguna bagi Tubuh Kristus.
Matius 25:26,30
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Dia tidak masuk dalam Tubuh Kristus tetapi tercampak ke luar, dibuang keluar! Jangan terjadi dalam diri kita. Saya berdoa supaya Tuhan berikan semangat melayani sampai garis akhir. Secara fisik memang kadang capek, rasanya tidak kuat. Tetapi ingat lagi, kalau lalai saya terkutuk. Jadi semangat lagi melayani sampai garis akhir.
b) I Korintus 13:2
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Melayani harus dengan kasih. Biarpun hebat melayani, punya pengetahuan, bisa berbahasa malaikat, bahkan membakar diri tetapi tidak punya kasih, tidak ada artinya. Kasih itu kekal, tidak berkesudahan. Jadi kalau kita melayani dengan kasih, tidak akan pernah pensiun dari pelayanan, tidak akan pernah berhenti dari melayani. Terus melayani sampai masuk kota Yerusalem Baru. Kalau meninggal dunia, dia akan dibangkitkan, masuk kerajaan 1000 tahun damai melayani di situ sebagai imam dan raja. Masuk kerajaan Sorga juga tetap melayani selama-lamanya.
Dalam pelayanan banyak tantangan dan pergumulannya. Bahkan keadaan kita hanya seperti domba sembelihan, tidak berdaya! Tetapi jika dengan kasih kita menjadi lebih dari pemenang. Tidak akan kalah, tidak akan mundur dari pelayanan.
Roma 8:35-36
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Tuhan mau menjadikan kita lebih dari pemenang. Kita tidak berdaya tetapi bisa menang.
3. Bilangan 1:1-3
1:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:
1:2 "Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel
1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.
Tanda rohani yang ketiga adalah sanggup berperang. Apa maksudnya sanggup berperang?
Keluaran 17:10-11
17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Berperang itu dengan mengangkat 2 tangan.
I Timotius 2:8
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Efesus 6:11-12,18
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Jadi sanggup berperang ini adalah tekun berdoa menyembah Tuhan. Kalau malas menyembah, itu rohaninya belum dewasa.
Doa penyembahan adalah senjata kita untuk memerangi musuh! Dalam pelayanan kita menghadapi musuh dari luar dan dari dalam. Dari dalam itu keinginan daging kita sendiri, dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Dirobek dengan doa penyembahan. Musuh dari luar adalah trio setan, naga di udara setan dengan roh jahat dan roh najis, di bumi nabi palsu dengan ajaran palsu dan roh dusta, di bawah bumi antikristus dengan roh kebencian, ikatan akan uang. Hanya bisa kita hadapi dengan doa penyembahan.
Dalam Tabernakel, doa penyembahan ditunjukan dengan mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Penyucian oleh Firman Tuhan itu meja roti ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab, jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus itu pelita emas ketekunan dalam ibadah raya. Jadi tempat pendewasaan rohani adalah kandang penggembalaan.
Ada 3 macam doa yang diteladankan oleh Yesus:
a) Doa penyembahan 1 jam.
Markus 14:37-38
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Kegunaan doa 1 jam:
1) Supaya jangan jatuh di dalam pencobaan. Kita tidak diseret lagi oleh keinginan hawa nafsu daging kita sehingga jatuh dalam pencobaan. Jatuh dalam pencobaan artinya ketika masalah datang jatuh dalam dosa. Ketika masalah datang kita tidak berbuat dosa, tetap bertahan dalam kebenaran dan kesucian! Penting doa penyembahan 1 jam.
2) Wahyu 18:2,10
18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
18:10 Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"
Untuk menghadapi Babel yaitu pemuncakan dosa, dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Akhir zaman ini dosa makan minum ini semakin ngeri. Waktu padungku hati-hati jangan sampai jatuh dalam dosa makan minum. Termasuk waktu perayaan natal, dosa makan minum semakin menjadi-jadi!
b) Doa puasa untuk mengalahkan setan sumber pencobaan.
Matius 4:1-7
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Doa puasa ini untuk mengalahkan setan dengan segala pencobaannya. Setan menghantam manusia lewat masalah kebutuhan hidup sehari-hari, batu menjadi roti. Sekarang ekonomi semakin sulit bagaikan mengubah batu menjadi roti! Setan juga mencobai soal ibadah, mau menghalangi ibadah kita. Hadapi dengan doa puasa!
Setan sudah kalah tetapi dia cari kesempatan untuk datang lagi.
Lukas 4:13
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Makanya Tuhan ajar supaya kita berdoa setiap waktu karena setan mencari waktu yang baik. Kapan waktu yang baik bagi setan? Waktu kita lengah, tidak berdoa menyembah Tuhan. Setan sudah kalah tetapi tidak pernah mengaku kalah, sebab itu perangi dengan doa penyembahan, doa 1 jam, doa puasa dan doa semalaman.
c) Doa semalaman.
Lukas 6:12-13
6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Untuk apa doa semalaman?
1) Untuk menetapkan dan memantapkan jabatan pelayanan kita.
2) Matius 14:23-25,31-32
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.
Untuk meneduhkan angin dan gelombang yang menerpa perahu hidup kita. Sekaligus untuk mengangkat kita yang hampir tenggelam seperti Petrus.
Ayo kita periksa, apa yang hampir merosot? Ekonomi, pelayanan, rohani, kesucian mulai merosot, ayo doa semalaman. Itu mengangkat yang merosot bahkan yang hampir tenggelam diangkat kembali tempat pada waktunya. Badai apa yang menerpa hidup kita, mungkin badai nikah, sementara tenang-tenang nikahnya tiba-tiba dihantam oleh badai. Berdoa semalaman, itu untuk meneduhkan angin dan gelombang.
Kalau disimpulkan doa penyembahan itu mengulurkan 2 tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan 2 tangannya untuk memegang kita, menolong kita, memberikan kemenangan. Doa penyembahan 1 jam supaya kita menang atas daging, doa puasa supaya kita menang atas setan sumbernya pencobaan, doa semalaman supaya kita menang atas angin dan gelombang. Jabatan pelayanan makin teguh. Kadang begitu angin dan gelombang datang, jabatannya yang ditinggal, jabatannya yang dilepas! ‘Saya kali ini lepas jabatan dulu karena masalah yang saya alami terlalu berat’. Apalagi kalau gembala seperti itu ‘saya tidak khotbah dulu, masalahnya terlalu berat, berhenti dulu’. Jangan! Tinggal angkat tangan, ulurkan tangan kepada Tuhan, menyembah. Saya tidak mampu, tidak kuat Tuhan, tolong saya Tuhan. Petrus mengangkat tangannya dan dia ditolong oleh Yesus. Sepersekian detik saja terlambat, tenggelam dia.
Saya menghadapi badai dalam nikah, jabatan pelayanan yang mau saya lepaskan. Tetapi Tuhan menuntun saya untuk menyembah, itu yang menguatkan saya. Dalam penyembahan terasa hubungan pribadi dengan Tuhan, diberikan kekuatan. Selesai penyembahan saya berdiri setengah lompat angkat 2 tangan ‘saya tidak mau kalah’. Tuhan jamah hati kami suami isteri, tidak lama kemudian selesai masalah. Badai dalam nikah teduh, kuat bisa melayani sampai saat ini.
Saat badai datang menerpa tinggal mengangkat 2 tangan menyembah Tuhan, saya tidak kuat Tuhan. Ada tangan Tuhan yang berlubang paku diulurkan kepada kita, memberi kemenangan kepada kita. Siapa tahu malam ini giliran kita ditolong. Kalau belum ditolong, tetap ulurkan tangan. PertolonganNya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Di depan ada perjamuan suci, jaminannya Tuhan sanggup menolong kita tepat pada waktunya.
Tuhan Yesus memberkati.