20260130

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 22 November 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 14:15-23

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"

14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

 

Ayat-ayat yang kita baca ini adalah perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih. Roh Kudus adalah jaminan perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih.

II Korintus 1:22, 5:5

1:22  memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

5:5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

 

Efesus 1:14

1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

Roh Kudus itu adalah jaminan perjanjian kita dengan Allah di dalam kasih, artinya:

1.      Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan Firman. Melakukan Firman adalah praktek mengasihi Tuhan.

2.      Allah Tritunggal berjanji menyertai kita yang menuruti Firman. Dalam Yohanes 15:15-17 adalah penampilan Roh Kudus. Ayat 23 ada perkataan Kami. Kami di sini adalah Allah Bapa dan Yesus Anak Allah. Jadi lengkap Allah Tritunggal menyertai kita yang mau menuruti Firman. Untuk apa Allah Tritunggal menyertai kita? Untuk mengembalikan gambar Allah pada kita yang sudah dirusak oleh setan. Di taman Eden sudah dirusak oleh setan lewat dosa. Tadinya manusia diciptakan segambar dengan Allah, layak ditempatkan di taman Eden, begitu dirusak oleh setan, manusia terusir! Sekarang Tuhan sedang mengembalikan gambar itu kepada kita yang mau menuruti Firman Tuhan.

 

Ada 3 keadaan manusia yang rusak karena menuruti setan.

1.      Seperti yatim piatu, tidak jelas asal usulnya. Ini berarti rusak statusnya. Seharusnya status manusia ciptaan Allah yang segambar dengan Allah adalah anak Allah. Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Adam yang segambar dengan Allah itu disebut Anak Allah.

Lukas 3:38

3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

 

Ini sebenarnya status kita, Anak Allah, tetapi setan merusak lewat dosa. Yatim piatu di sini artinya tidak mengalami kelahiran baru, tetap manusia darah daging yang hidup dalam dosa sehingga tidak boleh, tidak layak masuk kerajaan Sorga. Kapan kita disebut Anak Allah? Ketika kita lahir baru. Waktu Yesus dibaptis, kemudian Dia keluar dari air, Roh Kudus turun, lalu terdengar suara inilah AnakKu yang Ku kasihi. Begitu juga kita, kalau kita lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus, kita disebut Anak Allah. Sudah tinggalkan manusia daging yang berdosa, berubah menjadi manusia rohani.

Roma 8:15

8:15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus kita menjadi anak Allah. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus ini gandeng, setelah Yesus dibaptis Roh Kudus turun atasNya. Menjadi anak Allah berarti memiliki jenis kehidupan Sorga, layak masuk kerajaan Sorga. Kita periksa, saya ini masih yatim piatu secara rohani atau anak Allah.

 

Praktek sebagai anak-anak Allah.

a)      Yohanes 3:3-5

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

Praktek anak Allah adalah bisa melihat kerajaan sorga. Kerajaan sorga itu perkara yang rohani. Jadi artinya punya pandangan yang rohani yaitu mengutamakan perkara rohani lebih dari perkara yang jasmani, perkara dunia. Kita periksa diri kita, kita berdoa selalu menyapa Bapa kami yang di sorga, layakkah kita menyeru Dia Bapa? Menyapa Tuhan adalah Bapa, berarti kita anak. Buktikan kita anak, kita mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani. Kalau yang jasmani lebih diutamakan, itu bukan anak Allah. Anak Allah itu bisa melihat kerajaan Sorga. Sekarang ini kita melihat dulu, kelak nanti kita masuk dalam kerajaan Sorga. Perkara rohani adalah Firman, ibadah pelayanan, itu kita utamakan lebih dari pada yang jasmani.

 

b)      Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Praktek kedua mematikan perbuatan daging atau perbuatan dosa. Bukan malah diikuti, tetapi harus ada perjuangan untuk mematikan perbuatan daging. Memang tidak mudah, makanya Roh Kudus yang memampukan kita. Kita manusia daging, tidak mungkin bisa mematikan perbuatan daging. Roh Kudus dicurahkan supaya kita bisa mematikan perbuatan daging ini. Dalam Galatia 5:19-21 ada 15 jenis perbuatan daging. Kita matikan, jangan diikuti, jangan dituruti maunya.

 

c)      Bisa berseru ya Abba, ya Bapa. Artinya taat dan jujur, ya katakan ya, tidak katakan tidak. Jujur dalam segala hal terutama dalam hal pengajaran. Kalau memang benar, terima dan praktekan. Kalau tidak benar, yah jangan ikut-ikut! Yang salah itu kita hindari!

Roma 16:17

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

 

d)      Roma 8:17

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

 

Praktek anak Allah adalah rela menderita bersama Yesus. Artinya rela menderita karena Firman pengajaran yang benar, karena nikah yang benar, karena tahbisan yang benar, karena ibadah yang benar, karena hidup benar sehari-hari. Kita rela menderita bersama Yesus! Biar kita dikatakan ekstrim, dikucilkan, tidak apa-apa. Sekarang kita menderita bersama Yesus, nanti kita dipermuliakan bersama Yesus.

 

2.      Mazmur 137:1-3

137:1 Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.

137:2 Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.

137:3 Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"

 

Seperti pohon gandarusa di tepi sungai babel.

Yesaya 44:3-5

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

44:5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

 

Ini yang positif, sungainya Tuhan itu sungai kehidupan. Poin yang kedua ini rusak tempatnya!

 

Pohon ganda rusa di sini menunjuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Seharusnya tempatnya di tepi sungai kehidupan, di sini malah berada di tepi sungai Babel! Inilah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang melayani tanpa urapan Roh Kudus. Prakteknya:

a)      Babel itu pemuncakan dosa. Artinya mudah sekali diseret oleh arus dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Babel itu pelacur besar, dia mabuk oleh darah orang-orang kudus. Itu menunjukan dosa makan minum dan kawin mawin dengan berbagai macam bentuknya, merokok, miras, narkoba. Saya tidak tahu, semoga di sini jangan ada lagi! Sudah melayani, paduan suara, main musik, imam-imam, pohon ganda rusa tetapi masih merokok, minum atau jangan-jangan pakai narkoba. Masih ada dosa kawin mawin, mulai percabulan pada diri sendiri, tontonan-tontonan yang najis, itu semua diseret oleh arus sungai Babel, tanpa urapan, kering! Apalagi kalau gembala, hamba Tuhan seperti itu, masih diseret oleh dosa itu. Mau melayani bagaimana? Khotbah kering! Semua kering. Dia bukan membersihkan jemaat tetapi justru mengotori sidang jemaat.

 

Termasuk imam-imam, apalagi zangkoor, kalau masih ada puncaknya dosa ini, kita menyanyi seperti memuntahi jemaat! Hati-hati kita jaga semua! Terutama yang terkait dengan pemberitaan Firman, bagian komputer, bagian transkrip, jangan sampai Firman yang seharusnya jadi berkat malah jadi muntah bagi jemaat karena kita hidup dalam keadaan najis! Pindah, segera beralih di tepi sungai kehidupan, jangan di tepi sungai Babel.

 

b)      Wahyu 18:7

18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.

 

Ibadah pelayanannya hanya menampilkan kemakmuran dan hiburan daging. Sehingga tidak suka penyucian. Aku bukan janda, padahal janda secara rohani. Janda rohani itu putus hubungan dengan Yesus sebagai suami, putus hubungan dengan pengajaran. Pengajaran itu menyucikan. berarti tidak suka penyucian. Hanya merasa benar dan suci padahal sebenarnya tidak suka penyucian. Mohon maaf, gereja sekarang menjadi ladang bisnisnya hamba-hamba Tuhan! Makanya dalam Wahyu pasal 18 Tuhan katakan berikanlah kepadanya siksaan sebanyak kemewahan dan kemuliaan, kenikmatan dunia yang dia dapatkan! Gereja jadi ladang bisnis, semua diukur dengan uang. Mau melayani berapa, sekali khotbah berapa. Ini sudah berada di tepi sungai Babel, tanpa disadari gereja digiring ke Babel, bukan ke Yerusalem Baru.

 

c)      Babel itu pelacur besar. Pelacur itu berhubungan dengan banyak laki-laki. Jadi artinya membuka diri terhadap ajaran-ajaran campur, ajaran-ajaran yang lain! Padahal sudah jelas berbeda. Kalau campur ini kelihatan hebat, maksudnya mau merangkul, mau membawa pada pengajaran, tetapi buktinya tidak ada hasil. Kalau kita mau membawa jiwa, dia yang datang dengar pengajaran, bukan kita yang mau dengar dia. Kita mau sampaikan pengajaran benar, kemurnian Firman, jangan kita yang mendengar ajaran yang lain. Jangan buka diri terhadap ajaran lain, ajaran campur!

 

Jadi hamba Tuhan, pelayanan Tuhan yang ada di tepi babel, dia rusak tempatnya, rusak tahbisannya, rusak nikahnya. Akibatnya:

a)      Menggantung kecapi, berarti sudah tidak melayani, tinggalkan ibadah pelayanan!

b)      Dalam keadaan ditawan, disuruh menyanyi. Artinya tersiksa lahir batin.

c)      Tangan kanannya sudah kering.

Mazmur 137:5

137:5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

 

Tangan kanan kering artinya rohaninya kering, tidak pernah puas dan tidak bisa masuk Yerusalem Baru.

 

Sore ini yang sudah ada di tepi sungai Babel, Firman datang kepada kita, mari kita buka diri terhadap Firman Tuhan. Minta Roh Kudus, Tuhan saya gandarusa di tepi sungai Babel, tetapi sekarang saya mau pindah di tepi sungai kehidupan!. Kalau Firman masih diperdengarkan, berarti masih diberikan kesempatan bagi kita bertobat, segera pindah di tepi sungai kehidupan. Berada di tepi sungai kehidupan artinya menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tergembala, menyerap air Firman, air Roh Kudus dan kasih Allah.

Ø  Dalam ibadah pendalaman Alkitab kita menyerap air Firman

Ø  Dalam ibadah raya kita menyerap air Roh Kudus.

Ø  Dalam ibadah doa penyembahan kita menyerap air kasih Allah.

 

Kalau hamba Tuhan pelayan Tuhan mantap tergembala, maka rohani tidak akan pernah kering, semakin setia berkobar sampai garis akhir. Kita diberkati dan menjadi kepunyaan Tuhan.

Yesaya 44:3

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

 

Berkat rohani dan berkat jasmani dicurahkan, kita menjadi kepunyaan Tuhan yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Siapa yang coba mengganggu, Tuhan yang membela kita, Tuhan yang menjaga kita. Biarpun orang menghina kita, apa kamu setiap minggu 3 kali beribadah, tidak apa-apa, yang penting kita miliknya Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

 

3.      Yohanes 4:15-18

15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

 

Di sini Yesus menawarkan air kehidupan yaitu Roh Kudus. Perempuan ini tidak mempunyai Roh Kudus. Ketika Yesus bicara tentang air kehidupan, perempuan Samaria ini berkata berilah air itu. Ternyata selama ini dia haus, kering, tidak ada Roh Kudus sehingga 5 kali kawin cerai. Berarti dosanya sudah diulang-ulang. Yang mengulang-ulang dosa itu adalah anjing dan babi. Berarti yang ketiga sudah rusak gambarnya. Bukan lagi gambar Allah tetapi yang ada adalah gambar anjing dan babi. Anjing mengulang dosa perkataan. Babi mengulang dosa perbuatan.

 

Ini kerusakan yang paling parah! Tetapi syukur kepada Tuhan, Roh Kudus dicurahkan. Roh Kudus sanggup untuk mengembalikan gambar itu kepada kita. Memperbaiki gambar yang sudah rusak.

Roma 15:16

15:16  yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

 

I Petrus 1:2

1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

 

Roh Kudus Tuhan curahkan untuk menyucikan kita yang sudah segambar dengan anjing dan babi. Kita dikuduskan untuk menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan, persembahan yang harum. Anjing babi itu daging, kalau dibakar menjadi harum. Roh Kudus itu api yang membakar.

 

Bagaimana cara Roh Kudus menyucikan kita, membakar kita supaya harum? Roh Kudus bekerja sama dengan 2 hal:

a)      Api Firman. Roh Kudus memampukan kita menerima api Firman.

Yeremia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Kita datang beribadah, dibakar oleh api Firman, supaya berbau harum bagi Tuhan, sekalipun sakit bagi daging kita. Perkataan yang berdosa, perbuatan yang berdosa, yang berbau busuk, semua dibakar oleh api Firman! Kalau berbau busuk itu menjadi sandungan. Kadangkala perkataan kita menjadi sandungan, perbuatan menjadi sandungan, itu gambar anjing dan babi, bau busuk! Orang jadi malas untuk datang ibadah, orang jadi tidak mau menerima pengajaran.

 

b)      Api ujian. Setelah dibakar dengan api Firman, masih dibakar dengan api ujian. Api ujian ini untuk membakar menjadi abu, tidak ada wujud daging lagi, habis semua daging ini, tinggal asap yang harum.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Api ujian Tuhan izinkan dalam bentuk apa saja. Kita tidak salah difitnah, dikucilkan, dinista, itu sudah diejek habis-habisan. Di mata orang kita sudah tidak ada baik-baiknya. Tidak apa-apa kalau di mata orang kita tidak baik, yang penting di mata Tuhan kita baik.

Nyala api ujian itu betul-betul untuk menghabiskan daging kita, sehingga yang ada hanya asap yang berbau harum, naik ke hadirat Tuhan. Tuhan bisa menikmati bau harum itu dari kita.

 

Tanda bahwa kita sudah menjadi manusia rohani yang berbau harum:

Roma 15:17-18

15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.

15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

 

Anjing itu  mulutnya tidak baik, babi perbuatannya tidak baik. Dibakar sehingga bisa taat dalam perbuatan dan perkataan, itu manusia rohani yang berbau harum.

Efesus 5:1-2

5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

 

Ketaatan Yesus dibuktikan dengan mati di kayu salib sebagai persembahan yang berbau harum. Taat dalam perkataan, taat dalam perbuatan, sampai daging tidak bersuara lagi apapun resikonya, itu berbau harum bagi Tuhan. Itu korban api-apian yang menyenangkan hati Tuhan. Daging menjadi asap, itu keubahan hidup. Kalau kita bisa berbau harum, perkataan yang harum, perbuatan yang harum itu mujizat rohani. Maka mujizat jasmani juga pasti terjadi. Roh Kudus sanggup melakukan mujizat apa saja di dalam kita.

 

Mungkin selama ini kita masih menghadapi sesuatu yang busuk, tidak ada masa depan! Nikah masih busuk, berat semua. Pekerjaannya, ekonominya masih busuk semua, Tuhan sanggup mengubahkan semuanya. Kalau yang rohani sudah harum, yang jasmani juga pasti harum. Tuhan sanggup mengadakan mujizat jasmani bagi kita sekalian.

 

Belajar untuk taat, dibakar oleh nyala api Firman dan nyala api ujian. Kita mau menyembah Tuhan, biar proses pembakaran dari Tuhan itu berjalan dengan maksimal. Kita datang di kaki Tuhan, menyerah sepenuh, biar kita dibakar oleh Tuhan, dibolak balik, terserah Tuhan, kita menyerah sepenuh. Kita berbau harum di hadapan Tuhan maka mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga pasti terjadi.

 

Tuhan Memberkati

20260129

Kebaktian Umum, Minggu 16 November 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:1-4

15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Ada orang-orang yang berdiri di tepi lautan kaca. Ini menunjukan orang-orang yang sudah masuk baptisan air yang benar sehingga luput dari penghukuman Tuhan dan menang atas trio setan. Lautan kaca bicara baptisan air. Bukan berarti di sorga masih ada pelaksanaan air. Ini menunjukan Sorga bersaksi bahwa baptisan air itu punya arti yang penting dalam kehidupan kita yaitu lewat baptisan air yang benar kita dipisahkan dari hidup lama yang berdosa sehingga kita bisa menang atas trio setan dan luput dari penghukuman Tuhan atas dunia ini.  

 

Kita mau dipisahkan dari hidup lama yang berdosa.

Lukas 3:7-9

3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 

3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

 

Ada 3 keadaan hidup lama yang berdosa:

1.      Seperti keturunan ular beludak. Artinya berkarakter ular, bertabiat setan, itu harus dilepaskan dari kita, jangan ada lagi pada kita.

2.      Seperti batu.

3.      Seperti pohon.

 

Kita pelajari poin kedua, seperti batu. Artinya keadaan hidup yang berdosa adalah keras hati, mempertahankan yang salah. Yang dimaksud dengan batu adalah kita bangsa kafir. Tetapi lewat baptisan air yang benar, batu yang keras, yang kotor, yang hina ini, Tuhan mau ubahkan menjadi batu permata untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dulu dinubuatkan dengan pembangunan Tabernakel. Dalam pembangunan Tabernakel ada batu-batu permata di situ.  

Keluaran 25:7

25:7 permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

 

Dari kehidupan yang keras hati diubahkan menjadi kehidupan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Kita pelajari batu-batu permata yang digunakan di dalam Tabernakel.

1.      Permata Krisopras

Keluaran 28:9-12

28:9 Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu,

28:10 enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya.

28:11 Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kauukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat emas harus kaubuat permata itu.

28:12 Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan.

 

Permata Krisopras ditaruh di bahu imam besar. Bahu bicara tanggung jawab. Imam Besar kita adalah Yesus. Artinya Yesus Imam Besar bertanggung jawab atas keselamatan bangsa Israel. Belum ada kena mengena dengan kita bangsa kafir.

Matius 15:24

15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

 

Yesus datang hanya untuk menyelamatkan bangsa Israel asli. Jadi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kita bangsa kafir.

 

2.      Permata tatahan

Keluaran 28:15-21

28:15 Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya.

28:16 Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya.

28:17 Haruslah kautatah itu dengan permata tatahan, empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama;

28:18 jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau;

28:19 jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung,

28:20 jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dengan berikatkan emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya.

28:21 Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu haruslah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata haruslah ada, diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu.

 

Ada 12 permata tatahan ditaruh di tutup dada imam besar. Masing-masing permata bertuliskan nama suku Israel. Dada itu bicara kasih. Tutup dada dilipat 2, 4 persegi. Mengingatkan kota Yerusalem Baru, bentuknya 4 persegi. Yerusalem Baru = Mempelai Wanita Tuhan.

Wahyu 21:16

21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

 

Jadi kasih Tuhan untuk menyempurnakan bangsa Israel menjadi Mempelai WanitaNya, tidak ada hubungan dengan kita bangsa kafir.

 

Permata krisopras adalah tanggung jawab Tuhan menyelamatkan bangsa Israel. Permata tatahan adalah kasih Tuhan untuk menyempurnakan bangsa Israel. Kita bangsa kafir tidak mendapat bagian, kita tidak menerima janji, tidak termasuk dalam janji yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel.

Efesus 2:12

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

 

Jadi sebenarnya batu permata itu hanyalah bangsa Israel asli yang diselamatkan dan disempurnakan. Lalu bagaimana kita bangsa kafir? Tuhan dapat menjadikan dari batu-batu menjadi anak Abraham. Kita bangsa kafir mendapat kesempatan. Batu yang keras, yang kotor, yang dilempar di lumpur, itulah kita, tetapi mendapat kemurahan. Karena sebagian dari bangsa Israel menolak Yesus, tetap keras hati, mempertahankan kesalahan, maka terbuka kesempatan bagi kita bangsa kafir, batu-batu keras diubahkan menjadi batu permata, diselamatkan dan diubahkan.

Roma 11:25-26

11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

 

Sebagian Israel menjadi keras hati, sudah batu permata kembali menjadi batu keras. Sehingga terbuka kesempatan kita batu keras diubahkan menjadi batu permata. Terjadi kegerakan di tengah-tengah batu keras untuk diubahkan menjadi batu permata. Kalau kita sudah ada di dalamnya jangan seperti Eutikhus. Sudah jadi batu permata, mau diletakan di dada dan di batu, eh malah jadi Eutikhus yang jatuh!

 

Proses batu keras menjadi batu permata:

1.      Batu keras diubah menjadi batu hidup.

Matius 3:9-11

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

 

Langkah-langkah batu keras menjadi batu hidup:

a)      Bertobat. Dari pada kita yang dibuang, lebih baik dosanya yang dibuang. Terutama 5 dosa yang harus kita buang, 5 dosa ini yang membuat manusia keras hati. Baptisan air = kelahiran baru, untuk lahir baru harus membuang 5 dosa ini.

I Petrus 2:1-2

2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

 

Ada 5 dosa di sini:

1)      Kejahatan. Kalau diibaratkan pohon, kejahatan ini akarnya.

I Timotius 6:9-10

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Akar kejahatan adalah cinta uang! Baik hamba Tuhan kalau sudah cinta uang menjadi keras hati, yang salah menjadi benar, yang benar menjadi salah. Sudah tahu itu salah, tetapi karena ada kepentingan di situ mulai main uang supaya dibenarkan.

 

2)      Kalau sudah ada akarnya maka ada pohonnya dosa yaitu tipu muslihat, kemunafikan, iri, kedengkian, benci sampai benci tanpa alasan. Dengki itu lebih dari iri, kalau iri lihat orang lain diberkati dia iri. Kalau dengki itu sudah iri, berusaha lagi supaya orang itu hancur.

 

3)      Pohon dosa itu berbuah yaitu fitnah.

 

Kalau hamba Tuhan bagaimana mau melayani jemaat kalau dia saja pohon dosa. Buang 5 dosa ini. Memang daging tidak mampu membuang 5 dosa ini, makanya Tuhan kasih sarana. 5 dosa bisa kita buang lewat luka kelima di lambungnya Yesus.. ini untuk kita bangsa kafir. Ini sarana bagi kita untuk membuang 5 dosa. Ada darah Yesus sebagai sarananya, tinggal minta ampun kepada Tuhan dan sesama. Kalau sudah minta ampun, yang mengampuni jangan ungkit-ungkit lagi.

 

b)      Masuk baptisan air, kuburkan hidup yang berdosa bersama Yesus, bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru = lahir baru, menjadi seperti bayi yang baru lahir. Apa bayi yang baru lahir? Bayi yang baru lahir tidak ada keinginan dosa. Yang ada di hati hanyalah ingin akan air susu yang murni dan rohani, air susu ibu. Apa itu?

I Tesalonika 2:7

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

 

Gembala itu seperti ibu yang mengasuh dan merawati anaknya. Jadi kehidupan yang lahir baru selalu ingin akan Firman penggembalaan lebih dari segalanya. Kalau mau ikuti keinginan daging, rasanya mau kunjungi semua tempat wisata di Malang. Tetapi ingat sore mau ibadah. Bisa pergi mepet-mepet waktu, tetapi nanti ibadah sudah ngantuk-ngantuk karena capek. Yang diinginkan di hati adalah Firman. Saya gembala yang tergembala, datang ke Malang untuk cari Firman. Bukan berarti manusia daging tidak ada lemahnya, kadang rasa kantuk juga, tetapi kita lawan. Ayo kita lawan keinginan daging, yang ada di hati hanya keinginan akan Firman.

 

Keinginan akan Firman = ingin disucikan sehingga kita menjadi kehidupan yang murni dan rohani. Murni berarti tidak mau campur-campur lagi dengan dosa, dengan perkara lain, apalagi ajaran lain. Kalau masih campur-campur, itulah bumi sebelum diciptakan. Kita menjadi kehidupan yang murni, tidak mau campur dengan dosa, tidak mau campur dengan perkara-perkara dunia. Kita hidup di dunia tetapi tidak mau campur dengan dunia.

Kejadian 1:2 (Terjemahan Lama)

1:2 Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu.

 

Murni dan rohani, kehidupan yang rohani, perkataan yang rohani, pandangannya rohani, sikap hidup yang rohani. Itu hasil baptisan air, menjadi kehidupan yang rohani.

 

c)      Mengalami baptisan Roh Kudus, artinya diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Minta urapan dan kepenuhan Roh Kudus. Jangan paksa, minta kepada Tuhan. Kepenuhan Roh Kudus adalah kelahiran baru. Tidak boleh dipaksakan. Apa yang terjadi kalau dipaksakan? Roh lain yang masuk. Orang hamil bisa paksa melahirkan tetapi tidak utuh, cuma gumpalan darah. Tetapi kalau sudah waktunya melahirkan, bayinya utuh. Seperti itulah kepenuhan Roh Kudus, biar terjadi secara wajar.

 

Tanda di dalam kita ada urapan Roh Kudus:

Roma 8:15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Mengalami kepenuhan Roh Kudus tandanya bisa berseru ya Abba, ya Bapa. Artinya taat dan jujur. Inilah anak Allah, kehidupan yang taat dan jujur. Kalau kita taat dan jujur maka akan mengalami penyucian dalam hidup kita.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kalau sudah disucikan pasti dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, menjadi batu hidup.

Efesus 4:11

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, berarti status kita sudah menjadi batu hidup, imam dan raja. Yang sudah melayani jangan kembali menjadi batu keras, jangan buang pelayanannya. Yang belum melayani berdoa supaya Tuhan dorong untuk bisa bertobat, masuk baptisan air yang benar, diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, bisa taat pada Firman sehingga Tuhan berikan jabatan dan karunia Roh Kudus. Jabatan itu dari Tuhan, bukan dari manusia. Makanya kalau hamba Tuhan yang tunjuk untuk melayani tidak akan bertahan lama dia dalam pelayanan. Biarlah Tuhan yang berikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Ingat, batu hidup! Artinya kalau kita bisa melayani Tuhan dalam kesucian, kita hidup dari kemurahan Tuhan. Di manapun, kapanpun, dalam situasi kondisi apapun pasti hidup dari kemurahan Tuhan.

I Yohanes 5:6,8

5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

 

Darah, air dan roh bersaksi tentang Yesus. Yesus adalah gunung batu keselamatan kita, Dia adalah batu karang yang teguh, batu hidup. Kesaksian ini juga ada pada kita:

1)      Kita bertobat itu kesaksian darah. Iblis tidak bisa menjamah kita, iblis takut dengan darah Yesus. Ingat waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, di pintu rumah mereka disapukan darah anak domba, malaikat maut tidak bisa masuk di situ. Harus ada kesaksian darah, periksa diri masing-masing, apakah ada kesaksian darah, kesaksian pertobatan. Jangan malah dicibir orang, kamu katanya orang pengajaran tetapi koq begitu kelakuanmu.

 

2)      Kita masuk baptisan air itu kesaksian air. Lahir baru, selalu ingin akan Firman Tuhan, menjadi pribadi yang murni dan rohani. Biar diajak dalam pergaulan dosa tidak mau! Tidak mau campur-campur lagi, murni. Buktikan kita rohani, perkataan kita rohani, perbuatan kita rohani, ini kesaksian air.

 

3)      Kita dipenuhi Roh Kudus itu adalah kesaksian roh. Jadilah kehidupan yang taat dan jujur sehingga pelayanan kita pelayanan yang hidup. Bukan sekedar melayani tanpa ada kesaksian!

 

Melayani sebagai pemain musik, anggota zangkoor, gembala, harus ada kesaksian hidup yang bisa orang lihat. Pada kita ada 3 tanda  kesaksian ini, sama seperti Yesus, kita menjadi batu hidup. Ayo melayani dalam bidang apa saja, tunjukan ada kesaksian.

I Petrus 2:9

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

 

Tunjukan kita ini imam dan raja, saya zangkoor, pemain musik, ada kesaksian. Minimal dari perkataan kita dan juga penampilan. Jangan malah jadi sandungan. Kita menjadi batu hidup, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

2.      Batu hidup menjadi batu permata. Setelah melayani, kita menjadi imam, tempat imam itu di mana?

Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Supaya batu hidup menjadi batu permata langkahnya adalah kita harus tergembala dengan benar dan baik. Tekuni 3 macam ibadah pokok. Selama ini kadang kita lalai dalam hal ini. Mengapa tadinya sudah batu hidup, mulai pelan-pelan merosot jadi batu mati lagi? Karena 3 macam ketekunan ini diabaikan:

a)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran yang benar dan Kurbannya. Rohani kita diberi makan.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah pendalaman raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya. Kita diberi minum.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya. Kita bernafas.

 

Tekuni ini, seorang imam harus berada dalam penggembalaan. Sebab begitu keluar dari penggembalaan, dia melanggar kekudusan, sebentar lagi terjerumus di dalam dosa, hancur hidupnya. Dari batu hidup bisa merosot menjadi batu mati yang tenggelam dalam lumpur dosa dan nanti tenggelam dalam lautan api dan belerang. Hati-hati, jangan terjadi dalam hidup kita.

 

Dalam penggembalaan kita mendapatkan 2 hal:

a)      Menerima penyucian

Maleakhi 3:1-4

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

 

Dalam penggembalaan kita mendapatkan penyucian secara terus menerus oleh Firman penggembalaan yang digambarkan seperti sabun tukang penatu dan api pemurni logam.

1)      Firman seperti sabun menyucikan kita dari noda pada pakaian pelayanan kita. Banyak noda-noda dalam pakaian pelayanan kita. Terutama dari satu noda ini yang tidak kita sadari, padahal itu mengotori pelayanan kita.

Imamat 14:55

14:55 tentang kusta pada pakaian dan rumah,

 

Kusta itu putih tetapi penyakit, itulah kebenaran diri sendiri. Ini noda yang tidak kita sadari. Kita sudah giat melayani tetapi kebenaran diri sendiri. Sudah salah tahbisan tetapi menutupinya dengan menyalahkan orang lain. Bahkan sampai menyalahkan Firman.

 

Untuk saya nomor satu. Kalau ada jemaat yang keluar saya pukul diri. Jangan saya salahkan orang, pukul orang dengan kata-kata. Kalau ada yang datang minta dilayani yah saya layani, dari pada terhilang. Kalau dari sini ada yang keluar ke tempat lain, jangan marah! Kalau selalu salahkan orang, itu noda, kusta! Kalau ada kemerosotan dalam pelayanan, pukul diri, minta ampun kepada Tuhan. Kita sendiri yang merusak pakaian pelayanan kita kalau masih mempersalahkan orang.

 

Apalagi kalau sudah salah, menutupi kesalahan dengan berbuat baik. Jadi yang ada dalam ingatan jemaat, gembalaku baik sekali. Tidak lihat lagi tahbisannya, tidak dilihat kesuciannya. Kalau saya sebagai jemaat, yang saya lihat nomor satu tahbisan gembala, pengajarannya. Banyak pendeta baik tetapi bagaimana tahbisannya! Kadangkala kalau menegur dengan keras dianggap pendeta tidak baik. Padahal dia yang mau ditolong tetapi pendeta yang dipersalahkan.

 

Biar noda ini dibersihkan. Untuk kita pelayan Tuhan jangan ada kusta, kebenaran diri sendiri jangan ada pada kita sekalian. Disucikan dengan sabun tukang penatu.

 

2)      Api pemurni logam menyucikan dari karat-karat dosa yang tersembunyi di hati. Apa itu yang ada di hati? Keinginan jahat, keinginan najis, kepahitan hati! Orang lain tidak tahu, isteri layani suaminya dengan baik, dia buatkan rawon, tetapi dalam hati sudah pahit kepada suaminya. Keinginan jahat, keinginan najis, kepahitan ini mau disucikan dengan api pemurni logam.

 

Sama juga kami hamba Tuhan dalam persekutuan mau disucikan. Jangan dalam persekutuan kelihatan senyum, tetapi hatinya bagaimana! Luar dan dalam dibersihkan sehingga ketika Yesus datang betul-betul kita tampil sebagai batu permata.

 

b)      Kita mendapatkan kasih setia dari Yesus Gembala Agung.

Yohanes 10:11

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

 

Untuk apa kasih setia Tuhan yang ajaib?

1)      Mazmur 17:7-8

17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

 

Kasih setia Tuhan yang ajaib untuk memelihara dan melindungi kita seperti biji mata Tuhan. Biji mata organ yang lemah, tidak ada tulang yang melindungi. Betul-betul dilindungi langsung oleh Tuhan. Mungkin tidak ada yang peduli kita, tidak ada yang mau bertanggung jawab atas hidup kita, tidak usah kecewa dan putus asa. Tergembala saja, Tuhan yang pelihara, Tuhan yang melindungi kita seperti biji matanya. Tuhan pelihara dan lindungi di tengah padang gurun dunia yang serba sulit semuanya. Kasih setia Tuhan yang ajaib itu bagaikan naungan sayap Tuhan bagi kita sekalian.

 

2)      Zefanya 3:17

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

 

Kasih setia Tuhan yang ajaib membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai kita menjadi sama mulia seperti Tuhan, kita menjadi batu permata. Yerusalem Baru digambarkan seperti batu permata.

Wahyu 21:9-11

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Permulaan keubahan hidup kita tampil sebagai permata Yaspis. Yaspis itu kerinduan yang menyala-nyala. Jadi artinya kita setia berkobar-kobar dalam perkara rohani, dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir kehidupan kita. Dalam pengajaran setia menyala-nyala, jangan lepaskan Firman pengajaran, pegang teguh pengajaran yang benar. Dalam ibadah pelayanan setia berkobar-kobar, setia bernyala-nyala sampai garis akhir kehidupan kita.

Ini permulaan keubahan hidup dan kita terus dibaharui sampai kita sempurna seperti Yesus.

 

Kita memang batu keras, namun oleh kasih setia Tuhan yang ajaib, diangkat menjadi batu hidup, diangkat menjadi batu permata. Betul-betul hidup kita dari kasih setia Tuhan yang ajaib.

 

Tuhan Yesus memberkati.