20260113

Ibadah Doa Pagi, Rabu, 14 Januari 2026 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus

2 Tesalonika 1:1-2 Salam

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

 

Suratan 2 Tesalonika dalam tabernakel terkena pada pakaian imam-imam. Ini pakaian kita, bicara pakaian menunjukkan tahbisan juga menunjukkan perilaku kita sebagai imam-imam.

Biarlah semuanya diatur oleh Firman Tuhan.

 

Dalam ayat yang sudah kita baca ini persoalan salam. Salam ini erat kaitannya dengan pengajaran, inilah yang mengatur tahbisan kita juga perilaku hidup kita sehari-hari.

2 Yohanes 1:9-11

1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

 

Jadi, jangan berubah-ubah salamnya. Di sini kalau kita baca suratnya Paulus, salam yang disampaikan oleh Paulus tidak pernah berubah selalu isinya kasih karunia dan damai sejahtera.

 

Ada 3 pengertian salam, terutama salam dalam kita beribadah:

1.      Pembuka dari suatu pengajaran. Jadi, kalau salamnya berubah maka isi pengajarannya juga berubah.

 

2.      Doa selamat dari seorang gembala kepada sidang jemaat supaya jemaat tetap melayani Tuhan, tahbisannya benar, perilakunya benar sesuai dengan Firman Tuhan, kita tidak pernah tersandung melayani Tuhan, terus melayani Tuhan sampai garis akhir.

 

2 isi doa selamat:

a)      Kasih karunia, artinya pemberian Tuhan kepada manusia yang tidak layak. Wujudnya korban Kristus.

Yohanes 3:16-17

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

 

1 Yohanes 4:9-10

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

 

Karena begitu besar kasih Allah sehingga Yesus diberikan kepada kita untuk mati bagi kita. Khususnya kita bangsa kafir sebenarnya Yesus sudah mati dengan 4 luka utama 2 di tangan dan 2 di kaki untuk bangsa Israel, tetapi dalam keadaan sudah mati Dia masih di tombak di lambungNya, itu luka untuk menyelamatkan kita bangsa kafir.

 

Kasih karunia Tuhan ini kita terima lewat praktek menyelesaikan dosa-dosa kita.

Jadi, dengan adanya salam dalam ibadah, kita siap untuk menerima Firman pengajaran siap untuk dikoreksi dosa-dosanya untuk kita akui, kita selesaikan kepada Tuhan dan kepada sesama.

 

b)      Damai sejahtera, artinya kita tidak terpisah dari Allah dan manusia, kita menyatu dengan Allah dan kita menyatu dengan sesama, mulai dari dalam nikah kita terjadi penyatuan.

 

Dosa-dosa ini yang membuat kita tidak damai, membuat kita terpisah dengan Tuhan dan sesama.

Yesaya 59:1-2

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Maka Allah sumber damai sejahtera sanggup memelihara tubuh, jiwa, roh kita sampai sempurna. Jadi, pemeliharaan Tuhan itu tidak separuh jalan tapi sampai sempurna, makanya selesaikan dosa itu jangan setengah-setengah, mengaku dosa dengan utuh, kita menyelesaikan dosa, akui kepada Tuhan dan kepada sesama.

 

3.      Pernyataan rasa suka bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus.

Kalau dalam Yohanes 15 ini persekutuan ranting dengan ranting atau carang dengan carang berdasarkan pokok anggur yang benar, Firman pengajaran yang benar. Jadi, dengan kita menerima salam, berarti kita mau bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus.

 

Persekutuan atau fellowship itu artinya makan bersama.

1 Korintus 5:11

5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

 

Syaratnya untuk bisa makan bersama yaitu jangan ada dosa yang disembunyikan apalagi kalau ada dosa yang sudah mengikat tubuh, jiwa, roh. Sulit untuk bisa bersekutu kalau ada dosa yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita. Dosa itu gelap, Firman pengajaran itu terang. Kalau kita pertahankan dosa, kita gelap, terang dan gelap itu tidak akan bisa untuk menyatu.

2 Korintus 6:13

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Jangan asal bersekutu, persekutuan juga itu berarti mewarisi tabiat. Makanya kalau kita bersekutu dalam persekutuan ibadah kita tahu hamba Tuhan itu tahbisannya salah, yang hanya menutupi dosanya jika kita paksa bersekutu maka kita warisi tabiatnya, yang negatif yang kita dapatkan.

 

Termasuk persekutuan tubuh Kristus yang terkecil adalah nikah. Dalam hal menikah jangan sembarang hanya lihat yang penting ganteng, cantik, kaya, pandai, dsb, bukan itu yang utama, yang utama kita lihat yaitu satu pengajaran yang benar.

 

Ingat meja roti di atasnya ada 2 susun roti, masing-masing terdiri dari 6 ketul roti :

6 susun yang pertama yaitu suami manusia daging mau diisi oleh Firman, 6 susun yang kedua isteri manusia daging mau diisi oleh Firman, ditaruh di satu meja, nikah itu bisa satu kalau suaminya diisi Firman pengajaran yang benar, isterinya diisi dengan Firman pengajaran yang benar.

 

Jangan suami diisi pengajaran yang benar, isterinya diisi muntah atau sebaliknya,

Yesaya 28:8

28:8 Sungguh, segala meja penuh dengan muntah, kotoran, sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.

 

Jadi, mau menikah jangan asal! Yang utama satu pengajaran, baru bisa sepakat sehati, doanya naik didengar, dijawab oleh Tuhan.

Matius 18:19-20

18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

 

Kemudian persekutuan yang lebih besar yaitu dalam penggembalaan. Lihat di situ ada roti pengajaran yang benar atau tidak. Jangan cuma lihat gedung gerejanya, atau karena gembalanya itu saudaraku, bapakku, jangan cuma lihat yang daging, lihat pengajarannya.

 

Lalu persekutuan yang lebih  besar lagi yaitu persekutuan antar penggembalaan. Semua berdasarkan pengajaran yang benar, baru akan mencapai Israel dan kafir bisa menyatu dalam satu tubuh Kristus yang sempurna. Firman pengajaran ini disampaikan kepada kita bangsa kafir, itu cara Tuhan untuk membangkitkan cemburu orang bangsa Israel. Ketika mereka mau menerima, alarm pintu kemurahan sudah mau ditutup bagi kita, jika mereka terima sepenuhnya, maka pintu kemurahan sudah tertutup bagi kita. Tapi kita yang sudah di dalam pengajaran dan mereka yang menerima pengajaran disatukan dalam satu tubuh Kristus yang sempurna.

                              

Satu tubuh berarti satu kepala berarti satu suara yaitu satu penyembahan dengan kata haleluya, 3 kali penyembahan di sorga kata “haleluya” yang ke 4 penyembahan di bumi “haleluya”. Jadi, menyembah dengan haleluya itu pantulan dari sorga. Yang kita sembah Yesus adalah Raja dan Mempelai Pria Sorga. Kita dibentuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanitaNya yang sempurna.

Wahyu 19:3-4,6

19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."

19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

 

Tuhan memberkati

 


Ibadah Doa Pagi, Selasa, 13 Januari 2026 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus

I Tesalonika 5:23-28 Salam

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

5:25 Saudara-saudara, doakanlah kami.

5:26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.

5:27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

5:28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

 

Ini adalah salam dari rasul Paulus menunjukkan doa selamat hamba Tuhan bagi sidang jemaat. Isi doa selamat ini supaya jemaat mendapat damai sejahtera. Damai sejahtera adalah kita tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Syarat untuk mengalami damai sejahtera adalah mengalami penyucian tubuh, jiwa, roh, disucikan dari pengaruh setan tritunggal yang selalu mengganggu hati, pikiran kita yang mau menguasai tubuh, jiwa, roh kita sehingga kita tidak damai.

 

Proses penyucian adalah

Yohanes 15:1-3

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

seperti ranting melekat pada Yesus pokok anggur yang benar = tergembala dengan benar dan baik, tergembala pada Firman pengajaran yang benar, Firman yang dikatakan oleh Yesus sendiri, Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ini yang sanggup menyucikan kita dari pengaruh setan tritunggal, yaitu:

1.      Iblis atau naga di udara, pengaruh iblis adalah roh jahat, roh najis, roh durhaka menimbulkan perbuatan daging dan merusak nikah. Begitu banyak nikah yang hancur hari-hari terakhir ini. Korban perang dunia I, II ada datanya, tapi korban peperangan dalam rumah tangga tidak ada yang mendata, begitu banyak dari istana presiden sampai rakyat jelata korban nikah, buah nikah yang hancur.

2.      Nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran palsu, ini mengikat jiwa, tiap ajaran itu ada rohnya, dan merusak tahbisan, pelayanan.

3.      Antikrist dengan roh hujat, roh kebencian, juga cinta uang/ ikatan uang, ini mengikat roh, sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan, tidak bisa menyembah Tuhan, merusak penyembahan.

 

Itu sebabnya biarlah kita tergembala dengan benar dan baik, di situ tubuh, jiwa, roh kita disucikan lewat Firman pengajaran yang benar.

 

Allah Tritunggal menyucikan kita dalam penggembalaan, disucikan lewat 3 macam ibadah pokok :

Ø  Ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita disucikan oleh Yesus Anak Allah, lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.

Ø  Ibadah raya, kita disucikan oleh Allah Roh Kudus lewat urapanNya

Ø  Ibadah doa penyembahan, kita disucikan oleh Allah Bapa di dalam kasihNya

 

Penyucian ini mempererat persekutuan kita dengan sesama terutama dengan Tuhan.

1 Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kasih persaudaraan timbul dari kesucian, semakin disucikan kasihnya semakin meningkat.

Kita bisa mengasihi sesama sampai mengasihi orang yang memusuhi kita, juga mengasihi Tuhan.

 

Di dalam 1 Tesalonika 5:26 kasih persaudaraan ditandai dengan cium kudus berarti ada suasana damai sejahtera. Cium kudus bukan cium Yudas, cium Yudas itu munafik.

 

Persekutuan dengan sesama semakin meningkat, persekutuan dengan Tuhan semakin meningkat, kita semakin erat dengan Tuhan, maka ada hasilnya:

 

Ø  Allah sumber damai sejahtera menunjuk pribadi Yesus Imam Besar setia menggenapi janjiNya untuk memelihara tubuh, jiwa, roh kita sampai sempurna.

(1 Tesalonika 5:23-24)

 

Ø  Allah sumber damai sejahtera, Yesus imam besar menghancurkan iblis di bawah kaki kita, artinya:

 

Roma 16:20

16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

 

a)      Kita tidak bisa tersandung atau menjadi batu sandungan. Semakin suci kehidupannya semakin sulit untuk tersandung atau menjadi sandungan.

b)      Yesus imam besar sanggup menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil sekalipun, sanggup menyelesaikan persoalan, pergumulan kita tepat pada waktunya.

 

Ibrani 4:16

4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

Ibrani 2:18

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

 

c)      Yesus imam besar memberi kebahagiaan sorga, bahkan kebahagiaan di tengah-tengah sengsara karena Yesus, karena Firman, karena ibadah pelayanan. Yesus imam besar agung memberi kebahagiaan kepada kita yang memuncak pada pesta nikah anak domba Allah.

 

 

Tuhan memberkati

 


20260110

Kebaktian Natal Rumpun Kel. Tandawuya Sabtu 10 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah

 

Lukas 1:30,27

1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

1:37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

 

Maria menerima kasih karunia Tuhan yang sanggup untuk melenyapkan ketakutan dan juga sanggup menghapus kemustahilan. Dalam menghadapi kehidupan berumah tangga kita banyak diperhadapkan dengan pergumulan yang menimbulkan ketakutan-ketakutan dan kemustahilan. Tetapi syukur kepada Tuhan lewat natal kita menerima kasih karunia Tuhan yang sanggup melenyapkan ketakutan untuk menghapus kemustahilan. Terbukti di sini, Maria seorang perawan, belum menikah, tetapi bisa mengandung bayi Yesus.

 

Bagi kita kasih karunia Tuhan itu apa? Seringkali kasih karunia Tuhan diterjemahkan dengan kesehatan, berkat-berkat, perlindungan dan sebagainya. Lebih dulu kita lihat pribadi Yesus itu siapa sebenarnya?

Yohanes 1:1,14

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

Jadi Yesus adalah Firman. Kita menerima pribadi Yesus lewat mendengar Firman dan melakukan Firman. Hendaklah kamu jangan menjadi pendengar saja tetapi menjadi pelaku Firman. Ini kasih karunia Tuhan kepada kita, kita bisa mendengar Firman dan diberi kesempatan untuk melakukan Firman, Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan.

 

Ada begitu banyak bangsa di dunia ini tetapi hanya dibagi 2 kelompok:

1.      Bangsa Israel asli yang di Timur Tengah, umat pilihan Tuhan.

2.      Bangsa di luar Israel yang disebut gowi bangsa kafir!

 

Kelebihan bangsa Israel kepada mereka dipercaya Firman.

Roma 3:1-2

3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?

3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.

 

Lalu bagaimana kita bangsa kafir? Sebelum ditebus, kita bangsa kafir tidak punya Firman. Yang mengatur hidup kita adalah aturan nenek moyang. Kepada bangsa Israel dipercayakan Firman, kepada kita bangsa kafir tidak. Tetapi Yesus yang adalah Firman justru ditolak oleh bangsa Israel dan mereka menyalibkan Yesus.

Yohanes 1:11

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

 

Karena sebagian dari Israel menolak Yesus yang adalah Firman itu, maka terbuka jalur kasih karunia, jalur kemurahan Tuhan untuk kita mendengar dan melakukan Firman. Sudah 100 tahun lebih Injil masuk tana Poso. Sebagian dari bangsa Israel telah keras hati sampai jumlah yang penuh dari bangsa kafir masuk.

Roma 11:25

11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

 

Mereka menolak Firman maka terbuka kesempatan bagi kita untuk bisa mendengar Firman.

 

Wahyu 5:5,9

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." 

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Lewat matinya Yesus di kayu salib, kepada kita bangsa di luar Israel dibukakan rahasia Firman.

 

Kolose 1:25-27

1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,

1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

 

Inilah kasih karunia Tuhan kepada kita. Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada orang yang sebenarnya tidak layak! Di luar bangsa Israel itu hanya dianggap anjing dan babi. Untuk mendengar Firman, beribadah melayani Tuhan seperti sore ini sebenarnya kita tidak layak, kita hanya dianggap anjing dan babi. Dalam Markus pasal 7 ada seorang perempuan Kanaan dari bangsa kafir, dia mengaku benar aku anjing tetapi mau menjilat remah-remah roti. Roti bicara Firman, remah-remah roti berarti roti yang sudah dipecah-pecah, menunjuk Firman yang dibukakan rahasianya.

Markus 7:27-28

7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

 

Kita yang tadinya tidak layak, begitu rendah di hadapan Tuhan tetapi boleh menjilat remah-remah roti. Kita mendapat kemurahan, boleh menerima Firman. Yang sangat disayangkan, kita mendapat kemurahan tetapi porsi pemberitaan Firman dikurangi. Apalagi dalam perayaan natal seperti ini, pemberitaan Firman itu bukanlah hal yang utama. Yang utama pujiannya, kalau ada dramanya, Firman itu sudah nomor sekian, sudah dikesampingkan, kalau perlu tidak ada!

 

Padahal pada mulanya adalah Firman. Jadi Firman harus kita tempatkan di atas segalanya. Kita mau beraktivitas, mau melakukan suatu kegiatan, harus ditimbang sesuai Firman, boleh atau tidak, benar atau salah! Yang mau menikah, timbang menurut firman boleh atau tidak. Yang sekarang ini viral menikah tetapi pasangan tidak seimbang. Padahal dalam Alkitab sudah jelas, hendaklah kamu jangan pasangan yang tidak seimbang, tetapi memaksa!

 

Bagaimana mau menempatkan Firman di atas segalanya kalau selalu kita langgar, selalu bentrok, kita lawan pribadi Tuhan. Tetapi saya percaya rumpun keluarga ini, kita mau menempatkan Firman di atas segalanya. Semua aktivitas kita, baik kegiatan jasmani, terlebih yang rohani harus ditimbang sesuai Firman, benar atau tidak. Kalau boleh kita lakukan, kalau tidak jangan! Itu berarti berhadapan dengan Tuhan.

 

Selain Tuhan penuh kasih karunia dan kemurahan, tetapi ingat, ada kekerasanNya.

Roma 11:22

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

 

Rasul Paulus menyampaikan langsung bahwa kita ini adalah pohon zaitun liar. Israel adalah pohon zaitun sejati yang ditopang oleh 3 akar yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Karena sebagian keras hati, dahan zaitun sejati ini dipotong. Kita zaitun liar dicangkokan. Kita diberi kesempatan untuk mendengar dan menerima Firman. Kalau Israel saja Tuhan potong apalagi kita yang hanya dicangkok. Tuhan potong kalau tidak suka dengar Firman, apalagi kalau sudah tunjuk salahnya, sudah tidak senang, marah. Kalau Israel saja Tuhan potong, apalagi kita, berapa susah Tuhan potong.

Roma 11:24

11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

 

Kalau berulah, kekerasan Tuhan yang diterima, dipotong, dicampakan! Kalau dahan sudah dipotong, hanya tinggal dikumpulkan dan dibakar. Di depan ada penghukuman Tuhan yang jelas dan nyata ditulis dalam kitab Wahyu. Ada 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai dari Allah Roh Kudus, kemudian menyusul 7 sangkakala dari Yesus Anak Allah dan 7 malapetaka dari Allah Bapa, sesudah itu kiamat, langit dan bumi lenyap. Itu bukan dongeng dan akan menjadi kenyataan, supaya kita ada rasa takut akan Tuhan. Terima kasih Tuhan, Firman sudah dibukakan, supaya ada rasa takut akan Tuhan.

 

Ada 2 sikap mendengar Firman:

1.      Sikap yang positif

Lukas 1:34

1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

 

Ini sikap yang negatif, ragu, bimbang dan tidak percaya terhadap Firman. Kenapa? Karena Maria menggunakan logikanya. Perempuan itu bisa mengandung kalau ada benih dari laki-laki, kalau sudah bersuami. Dia belum bersuami bagaimana mungkin bisa mengandung. Kadang ketika mendengar Firman kita pakai pikiran kita yang sebenarnya tidak bisa menyelami Allah. Ah macam tidak butul ini. Akhirnya ragu, bimbang sampai tidak percaya Firman.

Yakobus 1:6-8

1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

 

Orang bimbang seperti gelombang laut diombang ambing kian kemari. Dan dia kosong, tidak mendapat apa-apa dari Tuhan. Datang ibadah Minggu, pulang begitu saja, kosong, tidak ada keubahan hidup. Begitu terus hidupnya, tidak ada keubahan hidup, rohani tetap kering. Karena ragu, bimbang dan tidak percaya pada Firman. Ada 8 dosa yang menenggelamkan langsung ke lautan api dan belerang, salah satunya tidak percaya.

Wahyu 21:8

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

 

Waktu rasul-rasul melihat Yesus berjalan di atas air mereka berteriak ‘itu hantu’. Seperti inilah kalau orang ragu dan bimbang, Firman yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Yesus berkata Aku ini jangan takut. Petrus bilang, kalau itu Engkau suruhlah aku datang kepadaMu. Sempat Petrus berjalan di atas air, tetapi begitu dia rasa tiupan angin, dia mulai bimbang dan hampir tenggelam. Syukur tangan Yesus terulur kepadanya. Tetapi dia cela, mengapa engkau bimbang!

 

Mengapa hidup saya, keluarga saya, pekerjaan saya, pelayanan saya merosot, rohani saya merosot. Periksa waktu kita dengar Firman bagaimana sikap kita? Ragu, bimbang atau tidak percaya. Kalau ragu dan bimbang segera merosot. Syukur kalau masih ada tangan Tuhan diulur untuk memegang dan mengangkat kehidupan kita.

 

Maria yang ragu dan bimbang ini masih mau Tuhan tolong. Tuhan menolong dengan 2 hal:

a)      Lukas 1:32,35,37

1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

 

2 kali diulang kepada Maria bahwa Yesus itu adalah Anak Allah. Dan diperjelas pada ayat 37, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Ini cara Tuhan menolong, Firman diberitakan diulang-ulang dan diperjelas supaya kita yakin dan percaya. Semakin diulang Firman semakin jelas diungkapkan rahasia Firman. Awalnya dikatakan engkau akan mengandung.

Lukas 1:31

1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

 

Maria langsung menerima dengan logikanya, bagaimana mungkin. Diulang lagi dan diperjelas kamu akan mengandung dari Roh Kudus. Waktu Maria bertanya bagaimana mungkin, semakin diperjelas lagi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Makanya Firman kita terima dengan iman. Iman lebih tinggi dari logika, kalau iman bisa menerima maka logika bisa menerima.

 

Siang-siang Yesus suruh kepada Petrus ‘tebarkan jalamu di sebelah kanan’. Petrus bilang sepanjang malam kami mencari ikan tetapi tidak dapat apa-apa. Logikanya begitu, sepanjang malam mencari ikan tidak dapat, masakan siang mau menangkap ikan. Tetapi ada kalimat berikutnya ‘karena Engkau yang memerintahkan jadi aku lakukan’ Petrus menerima dengan iman. Karena Petrus yakin Yesus adalah Tuhan maka dia terima dengan iman dan terjadilah mujizat.

 

Firman itu memang seringkali tidak logis, tidak cocok dengan logika kita. Orang buta dari lahir, matanya dikasih lumpur oleh Yesus. Lalu Yesus katakan pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam. Logikanya orang buta, matanya dikasih lumpur, disuruh jalan ke kolam Siloam, tidak logis! Tetapi dia lakukan dan dia sembuh. Dia basuh dirinya di kolam Siloam, pulang sudah melek.

 

Kepada orang yang lumpuh tangan kanannya Yesus katakan bangun berdiri di tengah, ulurkan tanganmu. Dia disuruh berdiri, dilihat orang banyak di dalam Bait Allah, seperti dipermalukan, disuruh lagi ulurkan tangan. Tetapi dia lakukan maka terjadi mujizat.

 

Terimalah Firman dengan iman, bukan pakai pikiran kita yang sangat terbatas. Terima dengan iman maka mujizat Tuhan pasti terjadi.

 

b)      Lewat kesaksian sesama

Lukas 1:36

1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

 

Cara Tuhan menolong lewat kesaksian yang nyata hasil pekerjaan Tuhan. Jadi kalau kita mengalami pekerjaan Firman dalam diri kita, jangan malu bersaksi! Kesaksian kita bisa menolong yang lain. Saya tidak malu menyaksikan bagaimana hidup saya masa lalu, anak pendeta tetapi saya hancur-hancuran dalam dosa. Tetapi Tuhan sudah menolong. Saya dikirim ke Malang, awalnya saya malu setiap mendengar Firman, dosa saya yang dibeberkan. Dalam hati, terlalu papa ini kenapa dilapor saya sama gembala di sini. Padahal tidak ada, itu karena kasih sayang Tuhan mau menolong. Akhirnya saya mau menyelesaikan dosa, mau meminta ampun, mau bertobat, Tuhan panggil menjadi hamba Tuhan. Kesaksian yang nyata ini kesaksian yang hidup yang sanggup menolong banyak orang.

 

Ingat perempuan Samaria, keadaan nikahnya hancur-hancuran karena sudah 5 kali kawin cerai, yang ada padanya sekarang bukan suami yang sah. Tuhan bisa memperbaiki lewat Firman dan dia bersaksi.

Yohanes 4:29,39

4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"

4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

 

Jadi kalau kita melihat orang yang hidupnya hancur-hancuran jangan menghakimi. Tuhan bisa mengubahkan orang seperti itu lewat Firman. Dan ketika ia diubahkan kesaksiannya bisa menyelamatkan banyak jiwa.

 

Saya percaya sebagai orang Kristen kita punya banyak kesaksian. Banyak hal yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ayo kesaksian kita yang nyata, pekerjaan Firman kita bagikan kepada sesama.

 

2.      Sikap yang positif

Lukas 1:38

1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Artinya percaya pada Firman, taat pada Firman, lakukan Firman. Ini sikap yang positif, percaya dan taat apapun resikonya. Bagi Maria resiko yang harus dia tanggung adalah mati! Karena dalam hukum Taurat kalau orang menikah lalu mengandung itu berarti berzinah, harus dilempari batu. Maria harus dilempari batu! Tetapi dia berkata jadilah padaku menurut perkataanMu, jadilah kehendakMu, bukan kehendakKu. Itu sikap yang benar, percaya Firman, taati dan praktekan Firman apapun resikonya. Dan kita akan melihat bagaimana nanti Maria menikmati kasih karunia Tuhan. Bukan untuk dia saja tetapi juga untuk keluarganya. Kalau kita mau taat pada Firman maka kasih karunia itu bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk keluarga kita, menyelamatkan keluarga kita.

 

Ada 2 contoh dalam Alkitab orang yang taat pada Firman dan keluarganya selamat.

a)      Nuh mendapat kasih karunia Tuhan.

Kejadian 6:8

6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

 

Nuh taat membangun bahtera bukan di tepi laut tetapi di atas gunung. Sekalipun ditertawakan dan diolok-olok tetapi Nuh tetap taat. Akhirnya keluarganya selamat, isteri dan 3 orang anaknya bersama menantunya, semua selamat. Mungkin di tengah-tengah kita saat ini baru 1 yang sungguh-sungguh menjadi orang Kristen dalam keluarga, yang lain belum. Jangan kecewa, jangan putus asa. Isteri saya belum bertobat, dari dulu sampai skarang cerewetnya minta ampun, nanti badiam kalau tidur, itupun kalau mimpi ba ribut lagi. Suami kasar, keras. Anakku tidak bisa diatur. Tetapi kita mau taat pada Firman, percaya dan praktekan Firman, maka sekeluarga bisa selamat.

 

b)      Rahab perempuan sundal tetapi dia mau taat pada Firman Tuhan. Ketika pengintai itu mengatakan gantung benang kirmizi di jendela rumahmu, suruh semua keluargamu kumpul di sini maka akan selamat, tidak akan dimusnahkan. Dia lakukan, dia kumpul keluarganya. Dia gantung benang kirmizi, itu melambangkan darah Yesus. Dia mau menerima pekerjaan penebusan, maka seluruh keluarganya bisa selamat. Jangan putus asa dan berpikir saya ini orang tidak baik, orang yang hancur-hancuran. Lakukan saja Firman, Tuhan sanggup mengubahkan dan keluarga kita bisa selamat. Apalagi kalau sudah suami isteri percaya dan melakukan Firman. Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.

 

Bukti bahwa Maria percaya dan melakukan Firman dia mau mengandung Yesus sampai melahirkan. Jadi bukan hanya mengandung 1 2 bulan tetapi sampai melahirkan. Bukti kita percaya dan melakukan Firman kita mau melayani Tuhan sampai garis akhir hidup kita! Garis akhir manusia ada 2 yaitu meninggal dunia dan hidup sampai Tuhan datang. Bukan mati atau hidupnya yang penting, yang penting selama hidup kita betul-betul orang yang percaya Firman dan melakukan Firman.

 

Hasilnya Maria mengalami pembukaan pintu rahim, mengandung dan melahirkan Yesus. Artinya bagi kita:

a)      Mengalami kuasa Tuhan yang sanggup memberikan kehidupan.

Yohanes 10:10

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Dunia yang kita tempati ini bukan tambah baik, tambah hancur. Di mana-mana bencana alam, kerusuhan, huru hara. Dan akan lebih dahsyat lagi kegoncangan ini. Tetapi kuasa Tuhan sanggup memberi kehidupan. Memelihara kita, masa depan, sampai nanti hidup kekal.

 

b)      Kuasa Tuhan menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil. Maria yang seharusnya mati bisa hidup, dia tidak dilempari batu.

 

c)      Kuasa Tuhan memberikan masa depan. Kaum muda di sini, mungkin masih menata masa depan, bahkan mungkin masa depan suram seperti saya dulu. Saya juga begitu dulu, saya ini mau jadi apa. Waktu Tuhan izinkan saya gagal, gagal, ternyata Tuhan panggil saya menjadi hamba Tuhan.

 

d)      Kuasa Tuhan membuka pintu Sorga. Kalau Yesus tidak datang ke dunia, tidak mati di kayu salib,  tidak menyelamatkan kita apalagi bangsa kafir, kita lahir hanya untuk binasa. Bangsa kafir digambarkan seperti keledai. Keledai itu lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya. Itulah nasib kita tanpa Yesus, segala yang kita capai hanya untuk binasa. Tetapi syukur ada Anak Domba yang tersembelih.

Keluaran 13:13

13:13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

 

Mungkin kita ada pencapaian yang hebat di dunia, tetapi kalau tidak ada Yesus yang menebus kita, mau apa! Segala pencapaian kita hanya untuk binasa. Apalagi kalau tidak ada apa-apa di dunia lalu tidak di dalam Yesus, bagaimana nasib kita. Syukur Yesus datang ke dunia, mati di kayu salib, menyelamatkan kita manusia berdosa, pintu Sorga dibuka bagi kita sekalian. Korban Kristus menyelamatkan dan menyempurnakan kita.

Ibrani 10:10,14

10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

 

Yang boleh masuk kerajaan Sorga hanyalah orang yang disempurnakan. Itu pekerjaan Korban Kristus lewat Firman yang dibukakan rahasianya. Allah hadir untuk menyelamatkan kita, untuk membawa kita pada kesempurnaan gereja Tuhan, Tubuh Kristus yang sempurna, layak masuk gereja Tuhan, Yerusalem Baru. Level tertinggi yang bisa dicapai gereja Tuhan disebut Mempelai Wanita Tuhan. Yesus Mempelai Pria Sorga. Mempelai Pria itu kepala, mempelai wanita itu tubuh. Kepala dan tubuh tidak boleh terpisah. Kita mau dibawa pada penyatuan tubuh dengan Kepala, tidak terpisah untuk selama-lamanya.

 

Tuhan Memberkati.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00