Salam damai sejahtera di dalam kasih
Tuhan Yesus Kristus.
Tema:
Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30,27
1:30 Kata
malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh
kasih karunia di hadapan Allah.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang
mustahil."
Maria
menerima kasih karunia Tuhan yang sanggup untuk melenyapkan ketakutan dan juga
sanggup menghapus kemustahilan. Dalam menghadapi kehidupan berumah tangga kita
banyak diperhadapkan
dengan pergumulan yang menimbulkan ketakutan-ketakutan dan kemustahilan. Tetapi
syukur kepada Tuhan lewat natal kita menerima kasih karunia Tuhan yang sanggup
melenyapkan ketakutan untuk menghapus kemustahilan. Terbukti di sini, Maria
seorang perawan, belum menikah, tetapi bisa mengandung bayi Yesus.
Bagi kita
kasih karunia Tuhan itu apa? Seringkali kasih karunia Tuhan diterjemahkan dengan
kesehatan, berkat-berkat, perlindungan dan sebagainya. Lebih dulu kita lihat
pribadi Yesus itu siapa sebenarnya?
Yohanes
1:1,14
1:1 Pada
mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah.
1:14 Firman
itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Jadi
Yesus adalah Firman. Kita menerima pribadi Yesus lewat mendengar Firman dan
melakukan Firman. Hendaklah kamu jangan menjadi pendengar saja tetapi menjadi
pelaku Firman. Ini kasih karunia Tuhan kepada kita, kita bisa mendengar Firman
dan diberi kesempatan untuk melakukan Firman, Firman yang dibukakan rahasianya
oleh Tuhan.
Ada
begitu banyak bangsa di dunia ini tetapi hanya dibagi 2 kelompok:
1.
Bangsa
Israel asli yang di Timur Tengah, umat pilihan Tuhan.
2.
Bangsa
di luar Israel yang disebut gowi bangsa kafir!
Kelebihan
bangsa Israel kepada mereka dipercaya Firman.
Roma
3:1-2
3:1 Jika
demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
3:2 Banyak
sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah
dipercayakan firman Allah.
Lalu
bagaimana kita bangsa kafir? Sebelum ditebus, kita bangsa kafir tidak punya
Firman. Yang mengatur hidup kita adalah aturan nenek moyang. Kepada bangsa
Israel dipercayakan Firman, kepada kita bangsa kafir tidak. Tetapi Yesus yang
adalah Firman justru ditolak oleh bangsa Israel dan mereka menyalibkan Yesus.
Yohanes
1:11
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Karena sebagian dari Israel menolak
Yesus yang adalah Firman itu, maka terbuka jalur kasih karunia, jalur kemurahan
Tuhan untuk kita mendengar dan melakukan Firman. Sudah 100 tahun lebih Injil
masuk tana Poso. Sebagian dari bangsa Israel telah keras hati sampai jumlah
yang penuh dari bangsa kafir masuk.
Roma 11:25
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu
jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini:
Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari
bangsa-bangsa lain telah masuk.
Mereka menolak Firman maka terbuka
kesempatan bagi kita untuk bisa mendengar Firman.
Wahyu 5:5,9
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu
kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda,
yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu
dan membuka ketujuh meterainya."
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru
katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka
meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau
telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan
bangsa.
Lewat matinya Yesus di kayu salib,
kepada kita bangsa di luar Israel dibukakan rahasia Firman.
Kolose 1:25-27
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu
sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan
firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad
ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada
orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan,
betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu:
Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan
kemuliaan!
Inilah kasih karunia Tuhan kepada
kita. Kasih karunia adalah pemberian Tuhan kepada orang yang sebenarnya tidak
layak! Di luar bangsa Israel itu hanya dianggap anjing dan babi. Untuk
mendengar Firman, beribadah melayani Tuhan seperti sore ini sebenarnya kita
tidak layak, kita hanya dianggap anjing dan babi. Dalam Markus pasal 7 ada
seorang perempuan Kanaan dari bangsa kafir, dia mengaku benar aku anjing tetapi
mau menjilat remah-remah roti. Roti bicara Firman, remah-remah roti berarti
roti yang sudah dipecah-pecah, menunjuk Firman yang dibukakan rahasianya.
Markus 7:27-28
7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah
anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi
anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
7:28 Tetapi perempuan itu menjawab:
"Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah
yang dijatuhkan anak-anak."
Kita yang tadinya tidak layak, begitu
rendah di hadapan Tuhan tetapi boleh menjilat remah-remah roti. Kita mendapat
kemurahan, boleh menerima Firman. Yang sangat disayangkan, kita mendapat
kemurahan tetapi porsi pemberitaan Firman dikurangi. Apalagi dalam perayaan
natal seperti ini, pemberitaan Firman itu bukanlah hal yang utama. Yang utama
pujiannya, kalau ada dramanya, Firman itu sudah nomor sekian, sudah
dikesampingkan, kalau perlu tidak ada!
Padahal
pada mulanya adalah Firman. Jadi Firman harus kita tempatkan di atas segalanya.
Kita mau beraktivitas, mau melakukan suatu kegiatan, harus ditimbang sesuai
Firman, boleh atau tidak, benar atau salah! Yang mau menikah, timbang menurut
firman boleh atau tidak. Yang sekarang ini viral menikah tetapi pasangan tidak
seimbang. Padahal dalam Alkitab sudah jelas, hendaklah kamu jangan pasangan yang tidak seimbang,
tetapi memaksa!
Bagaimana
mau menempatkan Firman di atas segalanya kalau selalu kita langgar, selalu
bentrok, kita lawan pribadi Tuhan. Tetapi saya percaya rumpun keluarga ini,
kita mau menempatkan Firman di atas segalanya. Semua aktivitas kita, baik
kegiatan jasmani, terlebih yang rohani harus ditimbang sesuai Firman, benar
atau tidak. Kalau boleh
kita lakukan, kalau tidak jangan! Itu berarti berhadapan dengan Tuhan.
Selain
Tuhan penuh kasih karunia dan kemurahan, tetapi ingat, ada kekerasanNya.
Roma
11:22
11:22 Sebab
itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas
orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu
tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.
Rasul
Paulus menyampaikan langsung bahwa kita ini adalah pohon zaitun liar. Israel
adalah pohon zaitun sejati
yang ditopang oleh 3 akar yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Karena sebagian keras
hati, dahan zaitun sejati ini dipotong. Kita zaitun liar dicangkokan. Kita
diberi kesempatan untuk mendengar dan menerima Firman. Kalau Israel saja Tuhan
potong apalagi kita yang hanya dicangkok. Tuhan potong kalau tidak suka dengar
Firman, apalagi kalau
sudah tunjuk salahnya, sudah tidak senang, marah. Kalau Israel saja Tuhan
potong, apalagi kita, berapa susah Tuhan potong.
Roma
11:24
11:24 Sebab
jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan
dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih
lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun
mereka sendiri.
Kalau
berulah, kekerasan Tuhan yang diterima, dipotong, dicampakan! Kalau dahan sudah
dipotong, hanya tinggal dikumpulkan dan dibakar. Di depan ada penghukuman Tuhan
yang jelas dan nyata ditulis dalam kitab Wahyu. Ada 3x7 penghukuman dari Allah
Tritunggal. 7 meterai dari Allah Roh Kudus, kemudian menyusul 7 sangkakala dari
Yesus Anak Allah dan 7 malapetaka dari Allah Bapa, sesudah itu kiamat, langit
dan bumi lenyap. Itu bukan dongeng dan akan menjadi kenyataan, supaya kita ada rasa takut akan Tuhan. Terima kasih
Tuhan, Firman sudah dibukakan, supaya ada rasa takut akan Tuhan.
Ada 2
sikap mendengar Firman:
1.
Sikap
yang positif
Lukas 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat
itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Ini sikap yang negatif,
ragu, bimbang dan tidak percaya terhadap Firman. Kenapa? Karena Maria
menggunakan logikanya. Perempuan itu bisa mengandung kalau ada benih dari
laki-laki, kalau sudah bersuami. Dia belum bersuami bagaimana mungkin bisa
mengandung. Kadang ketika mendengar Firman kita pakai pikiran kita yang
sebenarnya tidak bisa menyelami Allah. Ah macam tidak butul ini. Akhirnya ragu,
bimbang sampai tidak percaya Firman.
Yakobus 1:6-8
1:6 Hendaklah ia memintanya
dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama
dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian
janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8 Sebab orang yang mendua
hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Orang bimbang seperti
gelombang laut diombang ambing kian kemari. Dan dia kosong, tidak mendapat
apa-apa dari Tuhan. Datang ibadah Minggu, pulang begitu saja, kosong, tidak ada keubahan hidup. Begitu
terus hidupnya, tidak ada keubahan hidup, rohani tetap kering. Karena ragu,
bimbang dan tidak percaya pada Firman. Ada 8 dosa yang menenggelamkan langsung
ke lautan api dan belerang, salah satunya tidak percaya.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang
penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang
pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala
dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang
menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Waktu rasul-rasul melihat
Yesus berjalan di atas air mereka berteriak ‘itu hantu’. Seperti inilah kalau
orang ragu dan bimbang, Firman yang benar dibilang salah, yang salah dibilang
benar. Yesus berkata Aku ini jangan takut. Petrus bilang, kalau itu Engkau
suruhlah aku datang kepadaMu. Sempat Petrus berjalan di atas air, tetapi begitu
dia rasa tiupan angin, dia mulai bimbang dan hampir tenggelam. Syukur tangan
Yesus terulur kepadanya. Tetapi dia cela, mengapa engkau bimbang!
Mengapa hidup saya,
keluarga saya, pekerjaan saya, pelayanan saya merosot, rohani saya merosot. Periksa
waktu kita dengar Firman bagaimana sikap kita? Ragu, bimbang atau tidak
percaya. Kalau ragu dan bimbang segera merosot. Syukur kalau masih ada tangan
Tuhan diulur untuk memegang dan mengangkat kehidupan kita.
Maria yang ragu dan
bimbang ini masih mau Tuhan tolong. Tuhan menolong dengan 2 hal:
a)
Lukas
1:32,35,37
1:32 Ia
akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah
akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:35 Jawab
malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang
Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan
disebut kudus, Anak Allah.
1:37 Sebab
bagi Allah tidak ada yang mustahil."
2
kali diulang kepada Maria bahwa Yesus itu adalah Anak Allah. Dan diperjelas
pada ayat 37, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Ini cara Tuhan menolong, Firman diberitakan
diulang-ulang dan diperjelas supaya kita yakin dan percaya. Semakin diulang
Firman semakin jelas diungkapkan rahasia Firman. Awalnya dikatakan engkau akan
mengandung.
Lukas
1:31
1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki
dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Maria
langsung menerima dengan logikanya, bagaimana mungkin. Diulang lagi dan
diperjelas kamu akan mengandung dari Roh Kudus. Waktu Maria bertanya bagaimana
mungkin, semakin diperjelas lagi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Makanya
Firman kita terima dengan iman. Iman lebih tinggi dari logika, kalau iman bisa
menerima maka logika bisa menerima.
Siang-siang
Yesus suruh kepada Petrus ‘tebarkan jalamu di sebelah kanan’. Petrus bilang
sepanjang malam kami mencari ikan tetapi tidak dapat apa-apa. Logikanya begitu,
sepanjang malam mencari ikan tidak dapat, masakan siang mau menangkap ikan.
Tetapi ada kalimat berikutnya ‘karena Engkau yang memerintahkan jadi aku lakukan’
Petrus menerima dengan iman. Karena Petrus yakin Yesus adalah Tuhan maka dia
terima dengan iman dan terjadilah mujizat.
Firman
itu memang seringkali tidak logis, tidak cocok dengan logika kita. Orang buta
dari lahir, matanya dikasih lumpur oleh Yesus. Lalu Yesus katakan pergilah,
basuhlah dirimu di kolam Siloam. Logikanya orang buta, matanya dikasih lumpur,
disuruh jalan ke kolam Siloam, tidak logis! Tetapi dia lakukan dan dia sembuh. Dia
basuh dirinya di kolam Siloam, pulang sudah melek.
Kepada
orang yang lumpuh tangan kanannya Yesus katakan bangun berdiri di tengah,
ulurkan tanganmu. Dia disuruh berdiri, dilihat orang banyak di dalam Bait
Allah, seperti dipermalukan, disuruh lagi ulurkan tangan. Tetapi dia lakukan
maka terjadi mujizat.
Terimalah
Firman dengan iman, bukan pakai pikiran kita yang sangat terbatas. Terima
dengan iman maka mujizat Tuhan pasti terjadi.
b)
Lewat
kesaksian sesama
Lukas
1:36
1:36 Dan
sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak
laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut
mandul itu.
Cara
Tuhan menolong lewat kesaksian yang nyata hasil pekerjaan Tuhan. Jadi kalau
kita mengalami pekerjaan Firman dalam diri kita, jangan malu bersaksi!
Kesaksian kita bisa menolong yang lain. Saya tidak malu menyaksikan bagaimana
hidup saya masa lalu, anak pendeta tetapi saya hancur-hancuran dalam dosa. Tetapi
Tuhan sudah menolong. Saya dikirim ke Malang, awalnya saya malu setiap
mendengar Firman,
dosa saya yang
dibeberkan. Dalam hati, terlalu papa ini kenapa dilapor saya sama gembala di
sini. Padahal tidak ada, itu karena kasih sayang Tuhan mau menolong. Akhirnya
saya mau menyelesaikan dosa, mau meminta ampun, mau bertobat, Tuhan panggil
menjadi hamba Tuhan. Kesaksian yang nyata ini kesaksian yang hidup yang sanggup
menolong banyak orang.
Ingat
perempuan Samaria, keadaan nikahnya hancur-hancuran karena sudah 5 kali kawin
cerai, yang ada padanya sekarang bukan suami yang sah. Tuhan bisa memperbaiki lewat
Firman dan dia bersaksi.
Yohanes
4:29,39
4:29
"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu
yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
4:39 Dan
banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena
perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala
sesuatu yang telah kuperbuat."
Jadi
kalau kita melihat orang yang hidupnya hancur-hancuran jangan menghakimi. Tuhan
bisa mengubahkan orang seperti itu lewat Firman. Dan ketika ia diubahkan
kesaksiannya bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Saya
percaya sebagai orang Kristen kita punya banyak kesaksian. Banyak hal yang
sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ayo kesaksian kita yang nyata, pekerjaan
Firman kita bagikan kepada sesama.
2.
Sikap
yang positif
Lukas 1:38
1:38 Kata Maria:
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut
perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Artinya percaya pada
Firman, taat pada Firman, lakukan Firman. Ini sikap yang positif, percaya dan
taat apapun resikonya. Bagi Maria resiko yang harus dia tanggung adalah mati! Karena
dalam hukum Taurat kalau orang menikah lalu mengandung itu berarti berzinah,
harus dilempari batu. Maria harus dilempari batu! Tetapi dia berkata jadilah
padaku menurut perkataanMu, jadilah kehendakMu, bukan kehendakKu. Itu sikap
yang benar, percaya Firman, taati dan praktekan Firman apapun resikonya. Dan
kita akan melihat bagaimana nanti Maria menikmati kasih karunia Tuhan. Bukan
untuk dia saja tetapi juga untuk keluarganya. Kalau kita mau taat pada Firman
maka kasih karunia itu bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk keluarga kita,
menyelamatkan keluarga kita.
Ada 2 contoh dalam
Alkitab orang yang taat pada Firman dan keluarganya selamat.
a)
Nuh
mendapat kasih karunia Tuhan.
Kejadian
6:8
6:8 Tetapi
Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Nuh
taat membangun bahtera bukan di tepi laut tetapi di atas gunung. Sekalipun
ditertawakan dan diolok-olok tetapi Nuh tetap taat. Akhirnya keluarganya
selamat, isteri dan 3 orang anaknya bersama menantunya, semua selamat. Mungkin
di tengah-tengah kita saat ini baru 1 yang sungguh-sungguh menjadi orang
Kristen dalam keluarga, yang lain belum. Jangan kecewa, jangan putus asa.
Isteri saya belum bertobat, dari dulu sampai skarang cerewetnya minta ampun,
nanti badiam kalau tidur, itupun kalau mimpi ba ribut lagi. Suami kasar, keras.
Anakku tidak bisa diatur. Tetapi kita mau taat pada Firman, percaya dan
praktekan Firman, maka sekeluarga bisa selamat.
b)
Rahab
perempuan sundal tetapi dia mau taat pada Firman Tuhan. Ketika pengintai itu
mengatakan gantung benang kirmizi di jendela rumahmu, suruh semua keluargamu
kumpul di sini maka akan selamat, tidak akan dimusnahkan. Dia lakukan, dia
kumpul keluarganya. Dia gantung benang kirmizi, itu melambangkan darah Yesus.
Dia mau menerima pekerjaan penebusan, maka seluruh keluarganya bisa selamat.
Jangan putus asa dan berpikir saya ini orang tidak baik, orang yang
hancur-hancuran. Lakukan saja Firman, Tuhan sanggup mengubahkan dan keluarga
kita bisa selamat. Apalagi kalau sudah suami isteri percaya dan melakukan
Firman. Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.
Bukti bahwa Maria percaya
dan melakukan Firman dia mau mengandung Yesus sampai melahirkan. Jadi bukan
hanya mengandung 1 2 bulan tetapi sampai melahirkan. Bukti kita percaya dan
melakukan Firman kita mau melayani Tuhan sampai garis akhir hidup kita! Garis akhir manusia ada 2 yaitu meninggal dunia dan hidup sampai Tuhan
datang. Bukan mati atau hidupnya yang penting, yang penting selama hidup kita
betul-betul orang yang percaya Firman dan melakukan Firman.
Hasilnya Maria mengalami
pembukaan pintu rahim, mengandung dan melahirkan Yesus. Artinya bagi kita:
a)
Mengalami
kuasa Tuhan yang sanggup memberikan kehidupan.
Yohanes
10:10
10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang,
supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Dunia
yang kita tempati ini bukan tambah baik, tambah hancur. Di mana-mana bencana
alam, kerusuhan, huru hara. Dan akan lebih dahsyat lagi kegoncangan ini. Tetapi
kuasa Tuhan sanggup memberi kehidupan. Memelihara kita, masa depan, sampai
nanti hidup kekal.
b)
Kuasa
Tuhan menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil. Maria yang seharusnya
mati bisa hidup, dia tidak dilempari batu.
c)
Kuasa
Tuhan memberikan masa depan. Kaum muda di sini, mungkin masih menata masa
depan, bahkan mungkin masa depan suram seperti saya dulu. Saya juga begitu dulu,
saya ini mau jadi apa. Waktu Tuhan izinkan saya gagal, gagal, ternyata Tuhan panggil
saya menjadi hamba Tuhan.
d)
Kuasa
Tuhan membuka pintu Sorga. Kalau Yesus tidak datang ke dunia, tidak mati di
kayu salib, tidak menyelamatkan kita
apalagi bangsa kafir, kita lahir hanya untuk binasa. Bangsa kafir digambarkan
seperti keledai. Keledai itu lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya. Itulah
nasib kita tanpa Yesus, segala yang kita capai hanya untuk binasa. Tetapi
syukur ada Anak Domba yang tersembelih.
Keluaran 13:13
13:13
Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor
domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang
lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu
lelaki, haruslah kautebus.
Mungkin kita ada
pencapaian yang hebat di dunia, tetapi kalau tidak ada Yesus yang menebus kita,
mau apa! Segala pencapaian kita hanya untuk binasa. Apalagi kalau tidak ada
apa-apa di dunia lalu tidak di dalam Yesus, bagaimana nasib kita. Syukur Yesus
datang ke dunia, mati di kayu salib, menyelamatkan kita manusia berdosa, pintu
Sorga dibuka bagi kita sekalian. Korban Kristus menyelamatkan dan
menyempurnakan kita.
Ibrani 10:10,14
10:10 Dan karena kehendak-Nya
inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan
tubuh Yesus Kristus.
10:14 Sebab oleh satu korban
saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
Yang boleh masuk kerajaan
Sorga hanyalah orang yang disempurnakan. Itu pekerjaan Korban Kristus lewat
Firman yang dibukakan rahasianya. Allah hadir untuk menyelamatkan kita, untuk
membawa kita pada kesempurnaan gereja Tuhan, Tubuh Kristus yang sempurna, layak
masuk gereja Tuhan, Yerusalem Baru. Level tertinggi yang bisa dicapai gereja
Tuhan disebut Mempelai Wanita Tuhan. Yesus Mempelai Pria Sorga. Mempelai Pria
itu kepala, mempelai wanita itu tubuh. Kepala dan tubuh tidak boleh terpisah.
Kita mau dibawa pada penyatuan tubuh dengan Kepala, tidak terpisah untuk
selama-lamanya.
Tuhan
Memberkati.
JADWAL IBADAH
Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan
Suci → Pk.
17.00
Sabtu : Ibadah
Doa Penyembahan → Pk.
16.30
Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00
Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00
|