20260707

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 8 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 2:1-4

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

Ini adalah peristiwa ketuangan Roh Kudus kepada 120 murid di loteng Yerusalem. Roh Kudus dicurahkan untuk menguasai 5 indera kita. Indera yang pertama dikuasai adalah telinga. Telinga yang dikuasai Roh Kudus adalah telinga yang hanya untuk mendengar dan dengar-dengaran pada suara dari Sorga, sekarang wujudnya adalah pengajaran yang sehat, sehingga kita tidak tergoyahkan angin pengajaran palsu. Kita mengalami penyucian terus menerus sampai daging tidak bersuara.

 

Kemudian mata dikuasai Roh Kudus. Sore ini kita akan mempelajari indera kedua yaitu mata. Mata orang di Yerusalem melihat lidah-lidah seperti nyala api. Apa yang kita lihat mempengaruhi hati kita. Begitu melihat sesuatu yang indah, hati kita senang. Melihat yang buruk hati kita ikut sedih.  

 

Di sini mata yang dikuasai Roh Kudus melihat lidah-lidah api dari Sorga sehingga membuat hati kita menjadi suci, setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan. Hati ini sumber kehidupan kita. Kalau hatinya suci, seluruh hidup suci.

Amsal 4:23

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Mata kita memandang lidah api dari sorga sehingga hati kita mengalami penyucian, kita menjadi setia menyala-nyala melayani Tuhan.

Wahyu 1:14

1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

 

Mata Tuhan bagaikan nyala api. Dan mata yang bagaikan nyala api itu mengamat-amati dan menguji kita.

Mazmur 11:4-5

11:4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

11:5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

 

Mata Tuhan mengamat-amati dan menguji kita. Artinya Tuhan menyucikan kita secara teliti, jangan ada satupun yang terlewatkan. Tuhan menyucikan kita secara teliti dengan api Tuhan, yaitu:

1.      Api Firman lewat ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Di atas roti pada meja roti sajian ada kemenyan yang dibakar, ini api Firman. Dalam ibadah pendalaman Alkitab adalah kesempatan yang paling luas untuk mengalami penyucian lewat api Firman. Karena durasi pemberitaan Firman lebih lama dari ibadah yang lain.

 

2.      Disucikan dengan api Roh Kudus di dalam ibadah Raya. Di atas pelita emas ada sumbu yang dibakar, apinya menunjuk api Roh Kudus.

 

3.      Disucikan dengan api kasih Allah di dalam ibadah doa penyembahan. Di atas mezbah dupa emas ada ukupan yang dibakar.

 

Jadi Tuhan menyucikan kita dengan teliti lewat nyala api di dalam sistem penggembalaan. Maka kita yang disucikan akan tampil sebagai hamba Tuhan dan pelayan Tuhan bagaikan nyala api.

Ibrani 1:7

1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

 

Mata Tuhan bagaikan nyala api. Pelayan Tuhan yang disucikan bagaikan nyala api. Jadi hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang suci adalah biji mata Tuhan. Kita berbahagia di dalam penggembalaan kita disucikan secara terus menerus supaya kita menjadi biji mata Tuhan. Dan pasti kita dilindungi. Mata ini tidak ada tulang yang melindungi, tetapi Tuhan lindungi secara hati-hati.

 

Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, Tuhan bekerja dengan nyala api untuk menyucikan pelayan-pelayanNya. Supaya pelayan-pelayanNya tampil sebagai pelayan bagaikan nyala api, biji mata Tuhan sendiri.

1.      Musa

Sebelum diutus, Musa mengalami penyucian dengan nyala api Tuhan.

Keluaran 3:1-5

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

 

Musa berada dalam penggembalaan dan mengalami api penyucian oleh nyala api Tuhan. Ada api di tengah-tengah semak duri tetapi tidak terbakar, berarti apinya dari Tuhan. Sebelumnya Musa dididik selama 40 tahun di Mesir dengan hikmat dunia. Dia kaya, punya pendidikan dan punya kedudukan, dia diangkat menjadi pangeran sebagai anak puteri Firaun. Dengan semua yang dia miliki, dia coba melayani. Melayani 2 orang, gagal! Malah Musa menjadi pembunuh. Ketika ada orang Israel bertengkar dengan orang Mesir, Musa membela orang Israel dengan membunuh orang Mesir dan menguburkan di dalam pasir.

 

Ini pelajaran bagi kita, kalau kita melayani Tuhan dengan mengandalkan kekuatan kita secara jasmani, pasti gagal di dalam pelayanan. Dan hanya menjadi orang yang suka membenci kalau mengandalkan kekuatan sendiri maka akan gagal dalam pelayanan dan melayani dengan kebencian. Lihat pendeta lain diberkati malah jadi iri, benci, karena mengandalkan kekuatan daging. Kalau seperti itu pelayanan gagal dan ditolak oleh Tuhan, pelayanan tidak jadi berkat.

 

Sebab itu Musa harus mengalami penyucian di dalam penggembalaan. Dalam hal ini Musa disucikan oleh api Firman.

Yermia 23:29

23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

 

Segala kebanggaan kita disucikan oleh api Firman supaya pelayanan kita berhasil. Kalau merasa ‘saya bisa’ betul-betul tidak dipakai oleh Tuhan. Pelayanan akan gagal dan malah melayani dengan kebencian.

 

Syukur ada api Firman di dalam ibadah pendalaman Alkitab, di situ kita disucikan sampai penyucian itu kita bisa menanggalkan kasut. Artinya sampai kita bisa merendahkan diri menjadi seperti bayi yang baru lahir, yang masih polos. Bayi lahir tidak ada yang pakai sepatu atau sandal. Bayi lahir tidak ada mengenakan apa-apa.

 

Jadi di dalam penggembalaan, khususnya dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita mengalami penyucian karakter atau tabiat. Musa tadinya andalkan kekuatan sendiri, begitu disucikan terjadi perubahan karakter.

Keluaran 3:11

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"

 

Lewat penyucian oleh api Firman, Musa bisa berkata ‘siapakah aku ini’. Kalau karakter belum disucikan perkataannya ‘kalau bukan saya!’ setelah disucikan ‘siapa saya ini’. Artinya:

a)      Mengaku tidak layak, banyak kekurangan. Tetapi bukan untuk dipertahankan kekurangannya. Kadangkala kelihatan seperti rendah hati padahal sombong. Waktu dipercaya pelayanan malah berkata ‘siapa saya ini, orang berdosa’ dosanya tidak dibuang malah pelayanan ditolak, ini salah! Dosanya dibuang, pelayanannya jangan pernah dibuang. Kalau mengaku banyak kekurangan, tidak layak, buang dosanya. Serahkan kekurangan itu  kepada Tuhan. Tuhan ini kekuranganku, ini kelemahanku, saya tidak mau bertahan pada kelemahan kekurangan ini, biar Tuhan yang angkat, Tuhan yang ambil untuk Tuhan lepaskan dari kita, sehingga kita bisa melayani dengan kekuatan dan kemampuan ajaib yang dari pada Tuhan.

 

b)      Mengaku tidak mampu melayani Tuhan. Biarpun kita punya potensi jasmani, mungin pemain musik di gereja, sudah les musik, tetapi mengaku tidak mampu apa-apa. Sehingga mendorong kita untuk melayani dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan. Pelayanan itu pekerjaan Tuhan, pekerjaan yang rohani. Tidak bisa dikerjakan dengan kemampuan jasmani tetapi kemampuan ajaib dari Tuhan.

 

Setelah saya belajar melayani dengan rendah hati, panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan semakin tajam, semakin keras. Kalau kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan, maka Tuhan bekerja menutupi ketidakmampuan kita, ketidaklayakan kita, sehingga pelayanan kita bisa berkenan kepada Tuhan. Melayani harus dengan penyerahan sepenuh supaya Tuhan bekerja menutupi ketidakmampuan dan ketidaklayakan kita sehingga pelayanan kita berkenan kepada Tuhan.

 

Jadi lewat ibadah pendalaman Alkitab kita mengalami penyucian oleh api Firman, menyucikan karakter kita supaya selalu mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri. Sebab Tuhan mengenal kita secara pribadi. Tuhan tahu apa kelemahan dan kekurangan kita. Kita serahkan semua kepada Tuhan dan Tuhan  yang bekerja menutupi. Begitu juga dalam hidup sehari-hari, dalam bekerja, dalam sekolah, mungkin ijazah tinggi, modal besar, tetapi jangan mengandalkan itu. Selalu merasa saya tidak mampu, tidak layak.

 

Biar pakai pupuk yang paling mahal mengolah kebun, kalau Tuhan bilang tidak tumbuh mau apa. Ilmu pertaniannya tinggi, pohon sudah tinggi lalu Tuhan bilang tidak berbuah, mau apa! Kita buka toko besar lalu Tuhan bilang tidak ada pembeli, mau apa! Sebab itu andalkan Tuhan selalu.

Yeremia 17:5

17:5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

 

Seperti malaikat jemaat Laodekia berkata ‘aku kaya, aku telah memperkayakan diriku, aku tidak kekurangan apa-apa’. Tetapi Tuhan bilang kamu malang, melarat, miskin, buta, telanjang, mereka terkutuk! Kalau melayani dalam suasana kutukan, makanya beban berat terus. Fasih lidah khotbah tetapi tidak ada jiwa datang karena mengandalkan kekuatan sendiri. Dulu kalau bicara di depan banyak orang pipi saya goyang-goyang. Setelah saya serahkan semua kepada Tuhan, Tuhan yang ambil alih semuanya, Tuhan yang kasih kekuatan dan kemampuan. Tuhan yang bekerja menutupi kekurangan kelemahan kita. Tuhan utus Musa, Tuhan mau memakai Musa. Tuhan juga mengutus kita, Tuhan juga mau memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

2.      Yesaya

Yesaya 6:5-8

6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."

6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."

6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

 

Yesaya mengalami penyucian oleh api dari mezbah Korban Bakaran. Dulu di mezbah korban bakaran dibakar hewan kurban untuk Tuhan. Semua sudah digenapi oleh Korban Kristus yang adalah wujud kasih Allah.

Yohanes 3:16

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Jadi Yesaya mengalami penyucian oleh api kasih Allah. Lewat ibadah doa penyembahan, kita disucikan oleh api kasih Allah. Apa yang disucikan? Mulut. Sudah punya kemampuan dari Tuhan, tetapi kalau mulut tidak suci, tidak ada gunanya, pelayanannya tidak diterima, tidak berkenan kepada Tuhan.

 

Yesaya mengaku dia adalah orang yang najis bibir. Mulut kita disucikan dari perkataan yang najis, yang sia-sia, dusta, gosip, fitnah menjadi perkataan yang baik dan benar sesuai Firman. Kalau baik belum tentu benar. Contohnya ular, berkata kepada Hawa ‘kalau kau makan buah yang dilarang oleh Tuhan, kau akan jadi sama dengan Allah’. Terdengar baik, mengarahkan Hawa menjadi sama dengan Allah tetapi dengan cara yang salah tidak sesuai Firman!

 

Juga waktu Absalom sudah memberontak, dinasihati oleh Ahitofel supaya mendirikan tenda di atas sotoh lalu hampiri gundik-gundik ayahmu, supaya dilihat oleh orang Israel. Nasihat itu dipandang baik oleh Absalom, tetapi tidak benar!

 

Dari pada kamu dikasari terus oleh suamimu, tinggalkan saja! Itu nasihat yang terdengar baik tetapi tidak benar. Kalau saya kasih tinggal isteri seperti itu biar dia kapok, nanti kalau dia kapok dia berubah, dia panggil ulang kamu. Itu terdengar baik tetapi tidak benar!

 

Perkataan yang baik dan benar itu adalah perkataan yang membangun orang yang mendengar.

Efesus 4:29

4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

 

Kita dipakai oleh Tuhan, dari perkataan kita saja sudah menjadi kesaksian bagi orang yang mendengar.

Kejadian 45:25-28

45:25 Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka.

45:26 Mereka menceritakan kepadanya: "Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka.

45:27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu.

45:28 Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati."

 

Yusuf gambaran sidang mempelai. Jadi ini perkataan sidang mempelai, perkataan penuh kasih.

 

Mungkin isteri sudah tidak bergairah lagi melayani Tuhan, mari perkataan baik keluar dari mulut kita, perkataan yang benar, membangkitkan kembali semangat mereka yang sudah loyo, yang sudah patah. Kobarkan kembali, bukan malah kita tambah bikin loyo. Makanya kalau besuk orang, mari menyemangati, perkataan yang membangun.

 

Kalau perkataan kita suci, menentukan hari-hari baik di depan.

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Kenapa masa depan suram? Periksa mulutnya! Yesaya ini sudah melayani dari pasal 1 sampai pasal 5. Di pasal 6 dikoreksi ternyata mulutnya najis! Makanya semua susah. Pelayanan berat, ekonomi susah, masa depan susah, jodoh susah. Coba periksa mulutnya. Kalau mau melihat hari-hari baik, jaga lidah, mulut disucikan.

 

Semoga mulut kita ini hanya untuk memuliakan Tuhan. Tuhan pasti mengutus kita ‘siapa yang akan Ku utus’. Kalau mulut kita suci, kita bisa berkata ini aku, utuslah aku Tuhan.

 

3.      Murid-murid Yesus.

Diwakili oleh Petrus. Petrus mengalami penyucian oleh api Roh Kudus. Di dalam ibadah raya kita disucikan oleh api Roh Kudus. Api Roh Kudus menyucikan hati. Apa yang disucikan dari Petrus? Ternyata hati Petrus tanpa kasih. Petrus kelihatan hebat melayani, bahkan dia selalu yang paling vokal bicaranya, tetapi ternyata hatinya tanpa kasih. Apa buktinya hati Petrus tanpa kasih?

a)      Petrus menyangkal Yesus, berarti dia tidak takut Tuhan. Takut ditangkap, takut mati. Padahal waktu perjamuan Paskah dia yang paling vokal di situ. Yesus berkata kamu semua akan tergoncang imannya, gembala akan dipukul domba-domba tercerai berai. Petrus langsung vokal, biar mereka semua tergoncang imannya, aku tidak! Padahal dia yang menyangkal.

 

Hati Petrus tanpa kasih, takut sesuatu di dunia ini sehingga tidak takut Tuhan. Makanya yang langsung dikoreksi oleh Tuhan adalah hatinya Petrus yang tidak punya kasih.

Yohanes 21:15-17

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

 

Pertanyaan pertama Yesus bertanya apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape? Petrus jawab aku mengasihi dengan kasih fileo. Pertanyaan kedua sama, Petrus jawab juga dengan kasih fileo. Pertanyaan ketiga Yesus bertanya lagi apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih fileo dan Petrus menangis. Ternyata Petrus tidak punya kasih. Kasih Tuhan tidak dia miliki, kasih persaudaraan juga tidak dia miliki, hatinya tanpa kasih.

 

Petrus dikoreksi oleh Tuhan, dia tanpa kasih. Kadangkala kita juga seperti itu, kita melayani tetapi tanpa kasih. Lebih takut sesuatu di dunia ini dari pada takut Tuhan. Takut diputus pacarnya, diajak berbuat macam-macam ikut saja, sampai tidak takut Tuhan! Takut bosnya, diajak nongkrong dan berbuat macam-macam, dia ikut saja. Kalau hamba Tuhan takut pimpinan organisasi sehingga sudah tidak takut Tuhan.

 

Kalau kita takut Tuhan, Tuhan yang bela. Tetapi kalau kita tidak takut Tuhan, mungkin ada yang membela kita tetapi kehilangan pembelaan dari Tuhan.

Lukas 12:5

12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

 

Takut Tuhan, bukan takut manusianya. Kalau kita dijalur yang benar pasti Tuhan bela.

 

b)      Di taman Getsemani, Petrus ulurkan tangan pakai pedang potong telinga hamba imam Malkus. Artinya sudah punya pedang Firman pengajaran, sudah kita nikmati setiap ibadah ada Firman disampaikan, tetapi menjadi sandungan sehingga orang tidak mau menerima pengajaran karena kita. Apalagi kami yang makan ayapan Allah, tinggal di pastori, saya bersama isteri dan anak-anak, jangan jadi sandungan!

 

Ini potong telinga, sehingga kalau ada yang ditegur, dia jawab anak hamba Tuhan juga begitu! Inilah kami anak-anak hamba Tuhan, jangan sampai jadi sandungan. Saya ingat waktu di Malang dosa saya ditunjuk dengan jelas. Anak hamba Tuhan kalau dia jadi berkat bagi pelayanan orang tuanya, berkatnya double. Tetapi kalau jadi sandungan bagi pelayanan orang tuanya, kutuknya double, seperti Hofni dan Pinehas, Ikabod! Saya menjerit minta ampun, sudah saya itu.

 

Jangan sampai kita sudah dalam pengajaran, lalu orang lain tidak mau mendengar pengajaran karena ulah kita! Seperti dalam Yehezkiel pasal 20, air sudah diminum diinjak-injak, air dibikin keruh. Rumput yang sudah dimakan diinjak-injak, sehingga yang lain tidak bisa makan.

 

c)      Ragu-ragu, bimbang terhadap kuasa Tuhan.

Yohanes 21:1-3

21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

21:2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

 

Petrus ragu terhadap kuasa Tuhan, terhadap Firman Tuhan, terhadap panggilan Tuhan, sehingga tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan. Tuhan sudah menjamin imam-imam, asalkan kita imam-imam yang setia, sungguh-sungguh melayani, biar orang lain lapar, kita tetap bisa makan.

Yesaya 65:13-14

65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;

65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.

 

Sudah ada jaminan dari Tuhan, pasti makan, pasti minum, pasti bersukacita. Dalam surat Tesalonika juga jelas, asal ada makanan (ada makanan Firman), ada pakaian (ada pakaian pelayanan) sudah cukup memelihara kita di tengah-tengah krisis dunia, kegoncangan dunia. Jangan makanan rohani dan pakaian rohani kita tinggalkan untuk cari cuan boss. Malah tambah menderita! Nanti malah jadi lapar, jadi haus, jadi mengerang karena sedih hati. Jangan dibalik, jangan yang negatif itu terjadi pada kita. Firman Tuhan itu pasti digenapi, ada yang menggenapi secara positif, ada yang secara negatif. Jangan kita menggenapi Firman secara negatif, kita yang lapar, kita yang haus, kita yang mengerang, kita yang malu, jangan!

 

Mari kita melayani Tuhan, jangan ragu terhadap kuasa dan panggilan Tuhan. Petrus ragu sampai meninggalkan panggilan Tuhan dan dia menjadi penjala ikan. Syukur masih ditolong. Kalau sore ini Firman datang kepada kita, yang sudah mulai ragu Tuhan mau menolong supaya kuat teguh hati di dalam panggilan dan pilihan Tuhan.

II Petrus 1:10

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

 

Yang Tuhan bilang usaha sungguh-sungguh bukan dalam hal jasmani, tetapi usaha sungguh-sungguh untuk yang rohani! Bukan berarti tidak peduli yang jasmani tetapi yang rohani itu yang utama.

 

II Petrus 1:11

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

 

Usaha yang sungguh-sungguh nomor 1 untuk ibadah pelayanan. Kalau soal ibadah pelayanan, Tuhan tampil sebagai Tuhan yang cemburu. Jangan bangkitkan cemburunya Tuhan, ngeri kalau berhadapan dengan Tuhan.

 

Kalau dipanggil dipilih sebagai pemain musik, makin teguh! Kalau dipanggil dipilih sebagai pemimpin pujian, makin teguh! Kalau dipanggil dipilih sebagai anggota zangkoor, makin teguh. Dipanggil sebagai gembala apalagi, makin teguh! Bukan malah kendor. Yakin, Tuhan sudah jamin. Di depan kita ada perjamuan suci, ini jaminannya bahwa Tuhan sanggup memelihara dan memuaskan kita.

 

Kadangkala karena pandangan kita melihat yang lain, kalau yang lain ekonominya mapan. Belum tentu! Mungkin yang lain itu berjuta-juta gajinya, tetapi belum tentu dia sudah terpelihara!

 

Syukur kepada Tuhan, Petrus mengalami penyucian oleh api Roh Kudus, sehingga memiliki kasih.

Roma 5:5

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

 

Hasil penyucian:

a)      Kisah Para Rasul 2:14

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

 

Petrus tampil dengan suara nyaring berkhotbah. Dia tidak takut lagi kepada manusia, dia berani berkhotbah tentang Yesus dan 3.000 jiwa diselamatkan. Artinya kita menjadi takut akan Tuhan sekalipun berkorban apapun sampai berkorban nyawa. Resikonya Petrus bisa ditangkap sampai dihukum mati karena menyaksikan Yesus yang dituduhkan pengacau yang sudah disalibkan oleh orang Farisi lewat serdadu Roma. Tetapi dengan lantang dia berseru Yesus yang telah kamu salibkan itu menjadi Tuhan. Itu dia khotbahkan dan 3.000 jiwa dimenangkan.

 

Ini pekerjaan Roh Kudus, kita tidak takut apapun di dunia sekalipun harus berkorban, apa saja kita korbankan untuk Tuhan. Sampai kalau memang ditentukan untuk berkorban nyawa. Dalam kitab Wahyu pasal 6 ada jiwa-jiwa yang dipenggal karena kesaksian Yesus dan itu jumlahnya sudah ditentukan oleh Tuhan. Kalau memang harus melewati mati martir itu Tuhan yang berdaulat. Kita hanya bisa berdoa supaya tidak melalui itu, tetapi Tuhan yang atur semuanya. Yang penting kita tidak takut lagi pada apa yang di dunia, takutnya kepada Tuhan.

 

b)      Kisah Para Rasul 3:6-7

3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

 

Tadinya sebelum dipenuhi Roh Kudus, Petrus ulurkan tangan memotong telinga orang. Sekarang Petrus bisa ulurkan tangan menolong orang lumpuh. Artinya bagi kita, lewat pekerjaan Roh Kudus kita menjadi berkat untuk menolong orang yang sakit rohani, orang yang lumpuh rohaninya. Lumpuh ini tidak ada lagi aktivitas pelayanan. Kita bisa menolong orang yang tidak lagi bergairah melayani. Kita menjadi berkat, bukan menjadi sandungan.

 

c)      Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Kita menjadi kehidupan yang setia menyala-nyala melayani Tuhan sampai garis akhir. Kalau diizinkan meninggal dunia, setia menyala-nyala sampai meninggal dunia. Kalau hidup sampai Yesus datang, setia menyala-nyala sampai Yesus datang kembali. Seperti Petrus setia menyala-nyala melayani sampai dia harus mati karena Yesus.

 

4.      Gereja Tuhan akhir zaman

Gereja Tuhan akhir zaman harus mengalami penyucian oleh api Tuhan secara double.

a)      Api Firman, Roh Kudus dan kasih di dalam penggembalaan. Ini harus kita alami lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah. Di situ kita disucikan, karakter, mulut, hati, semua disucikan. Terutama nikah disucikan. Karena di penghujung akhir zaman ini akan terjadi pernikahan yang rohani, Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna. Makanya untuk kita sekarang ini, penekanan yang penting adalah penyucian nikah secara rohani.

Pengkhotbah 4:12

4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

 

Bagaimana nikah itu dapat bertahan? Harus diikat dengan tali 3 lembar. Tali 3 lembar menunjukan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Tali Firman = ibadah pendalaman Alkitab. Tali Roh Kudus = ibadah Raya. Tali kasih = ibadah doa penyembahan. Ini mengikat kita, terutama nikah kita sehingga tidak dapat dikalahkan. Nikah tidak bisa dikalahkan karena disucikan oleh Firman, Roh Kudus dan kasih di dalam penggembalaan. Nikah menjadi satu kalau mau tergembala dan disucikan.

 

Mulai dari permulaan nikah, kaum muda harus mengalami penyucian. Bagaimana pacaran yang sehat menurut Alkitab?

1)      Tujuannya untuk menuju pernikahan, bukan main-main.

Kejadian 2:24

2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

 

Pacaran itu tujuannya jelas, untuk menikah. Bukan sekedar kesenangan daging! Makanya saya bilang kepada kaum muda, kalau menjalin hubungan dengan yang lain melapor sama gembala.

 

Kalau pacaran tanpa tujuan yang jelas, itu sudah melenceng dari tujuan Alkitab. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk jadi satu daging, bukan untuk main-main.

 

2)      Kekudusan harus dijaga, jaga diri! Hidup kita ini mahal, kaum muda tubuhmu mahal, sudah dibeli oleh Korban Kristus Yesus, bukan untuk dipertontonkan, dipamer! Jaga itu!

 

Saya harus keras kepada kaum muda! Karena sebagai gembala saya sedih, kecewa, marah kalau melihat keadaan kaum muda. Tetapi saya hanya sebagai penganjur, pendoa. Kalau mau, puji Tuhan. Kalau tidak mau, berkatnya kembali kepada saya. Saya terus bergumul dan berdoa bagi kaum muda.

 

I Korintus 6:18-20

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Pakai tubuh untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mengumbar hawa nafsu daging. Harus tegas dalam hal ini, masa pacaran dan masa tunangan, jaga kekudusan.

 

Taruh di pikiran dan hati, apa yang boleh dan tidak boleh:

Ø  Apakah yang saya lakukan ini memuliakan Tuhan.

Ø  Apakah ini menjaga kekudusan.

Ø  Apakah yang saya lakukan ini membawa saya lebih dekat dengan Tuhan atau tambah jauh.

 

Dijaga betul-betul masa pacaran dan tunangan!

I Tesalonika 4:3-5

4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,

4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

 

Kalau orang dunia pacarannya mengumbar hawa nafsu, itu orang tidak mengenal Tuhan. Jangan ikut kita lakukan sebagai anak Tuhan, kaum muda yang diberkati oleh Tuhan.

 

Jadi ada batasan yang kita jaga, ada batasan fisik nomor 1! Jangan sampai hawa nafsu daging menguasai kita. Akhirnya yang rugi diri sendiri, tidak mendapatkan berkat utuh di dalam nikah. Setelah Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, Tuhan memberkati baru diperintahkan beranak cucu dan bertambah banyak. Bukan beranak dulu baru diberkati di gereja!

 

3)      Mengasihi dengan cara yang benar, dengan kasih Tuhan.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kasih itu, cinta itu dari kesucian. Bukan sekedar I Love You.

 

4)      Mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Kalau pacaran dengan dia rohani menurun, itu hawa nafsu. Kalau pacaran lalu rohani meningkat, itu pacar dari Tuhan. Kalau diajak, ayo jalan-jalan, tidak usah ibadah. Jangan mau! Tuhan lebih dari segalanya, jangan tukar Tuhan dengan perkara yang lain.

 

5)      Jaga hati, jaga komitmen. Jaga hati dengan segala kewaspadaan.

Amsal 4:23

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Maksudnya setia, jangan gonta ganti pacar. Kalau gonta ganti pacar itu bibit kawin cerai.

 

6)      Libatkan orang tua jasmani dan orang tua rohani, supaya terjaga kesucian dan kekudusannya.

Amsal 11:14

11:14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.

 

Untuk kaum muda, pemimpinnya itu orang tua. Kalau tidak libatkan orang tua, nanti jatuh! Tetapi kalau penasihatnya banyak, ada orang tua jasmani, ada orang tua rohani, ada keselamatan, selamat sampai masuk nikah yang suci, nikah yang sempurna.

 

Perhatikan 6 hal ini supaya jangan lagi ada kejatuhan!

Efesus 6:1-2

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

 

Jadi mulai sekarang supaya aman, saya mohon kepada kaum muda, kalau menjalin hubungan lapor sama saya gembala untuk didoakan. Jangan berjalan tanpa arahan, nanti jatuh! Kalau ada pimpinan orang tua dan gembala maka hubungan itu dijalani dengan hikmat Tuhan dan tanggung jawab.

 

Semakin suci, semakin dipakai. Yang mau Tuhan pakai keledai muda. Tuhan mau memakai kaum muda, keledai muda yang tertambat, yang disucikan itu mau dipakai oleh Tuhan Yesus. Yang sudah terlanjur terjadi macam-macam, minta ampun, selesaikan dosanya!

 

b)      Api ujian

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Memang sakit bagi daging. Sudah tergembala, sudah disucikan oleh api Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan, kenapa sengsara, kenapa menderita? Karena api ujian. Periksa diri, kalau tidak ada dosa, itu api ujian.

 

I Petrus 4:15

4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

 

Kalau menderita karena dosa, minta ampun. Kalau menderita tanpa dosa, itu ujian. Nikmati, jangan cepat-cepat keluar. Dan jangan takut, ada Roh Kudus dicurahkan dengan meluap-luap, Roh Kemuliaan. Bukan cuma mengurapi, bukan hanya memenuhi tetapi sampai meluap-luap di dalam kita.

 

Kalau kita sengsara, dalam ujian, kita tidak mampu, pandang Korban Kristus. Lebih menderita Yesus dari pada saya. Kalau saya menderita itu wajar karena saya manusia berdosa. Yesus manusia tidak berdosa, seharusnya tidak menderita, tetapi Yesus mau menderita untuk saya, untuk kita sekalian, kita bisa kuat.

 

Kegunaan Roh Kudus atau Roh Kemuliaan.

1)      Memampukan kita untuk setia menyala-nyala melayani Tuhan sampai garis akhir sekalipun menderita. Kita malah bisa bermegah dalam sengsara yang kita alami.

Roma 5:3-5

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

 

Orang melihat kita kasihan tetapi kita berbahagia sebab berarti kita sudah berada di jalur yang benar, sebentar lagi kita dipermuliakan. Nikmati sengsaranya, itu membawa kita pada kemuliaan.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Kita bisa berbahagia di dalam penderitaan karena kita yakin arah saya benar, kemuliaan akan saya raih, saya akan menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sengsara yang kita alami akan digantikan dengan kebahagiaan yang tidak terkatakan.

 

2)      Mengubahkan kita dari manusia daging yang mudah kecewa, mudah putus asa, mudah bangga, mudah sombong, menjadi manusia rohani yang tabah, kuat teguh hati.

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Kita dibaharui, tidak tawar hati tetapi kuat teguh hati sampai kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kuat teguh hati ini modal utama untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Mazmur 27:14

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

 

Untuk sekarang menanti pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Di depan ada perjamuan suci, saat kita mulai loyo dan lemah, biar dengan perjamuan suci membuat kita kuat. Di mana ada bangkai di situ burung nazar berkumpul. Kita mau menikmati tubuh dan darah Yesus, biar kita kuat teguh hati untuk menanti kedatanganNya kedua kali.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar