20260710

Ibadah Doa Penyembahan, Sabtu 11 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 16:13b-15

16:13b sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."

 

Pada pasal 16 ini kita mempelajari pekerjaan Roh Kudus. Poin pertama Roh Kudus menginsafkan kita akan dosa kena pada jabatan rasul, kedua memimpin kita kepada kebenaran kena pada jabatan gembala. Yang ketiga yang akan kita pelajari yaitu memberitakan hal-hal yang akan datang = membukakan rahasia Firman kepada kita. Ini kena pada jabatan nabi. Jadi pembukaan rahasia Firman itu mengungkap apa yang akan terjadi nanti dan pasti terjadi. Juga mengungkap kesalahan kita sampai yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran.

Wahyu 1:1

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

 

Wahyu atau pembukaan rahasia Firman dinyatakan kepada hamba-hamba Tuhan atau pelayan-pelayan Tuhan. Artinya Roh Kudus membukakan rahasia Firman untuk mendorong kita menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan. Jadi bukan manusia yang mendorong, bukan dipaksa oleh manusia.

 

Saya pemain musik, gembala, pemimpin pujian tetapi belum tentu pelayan Tuhan. Bisa saja seperti dalam Matius 7:23 merasa melayani padahal pembuat kejahatan!

I Korintus 7:22-23

7:22 Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.

7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

 

Jadi siapa hamba Tuhan pelayan Tuhan? Hamba Tuhan pelayan Tuhan adalah orang bebas yaitu kehidupan yang sudah ditebus atau sudah dilepaskan oleh darah Yesus dari dosa, dari dunia dan juga dari dagingnya sendiri dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Kalau melayani masih hamba dosa, masih terikat dengan dunia, masih menuruti keinginan dagingnya, belum hamba Tuhan! Firman yang dibuka rahasianya mendorong kita menjadi hamba Tuhan, menjadi orang bebas untuk dipakai Tuhan. Kita tidak bisa menghamba kepada 2 tuan, di satu sisi melayani Tuhan, di sisi lain melayani dosa, tidak bisa! Harus orang bebas, bebas dari dosa, dari dunia, dari daging dengan segala hawa nafsunya.

 

Kalau disimpulkan hamba Tuhan dan pelayan Tuhan adalah kehidupan yang mau disucikan.

Keluaran 29:1

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

 

Ini hamba Tuhan pelayan Tuhan, orang yang mau dikuduskan. Pembukaan rahasia Firman ini yang menyucikan kita. Mengungkap kesalahan dalam diri kita. Mengungkap apa yang akan terjadi nanti yaitu kita akan menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang luput dari penghukuman dunia sehingga kita punya pengharapan untuk disucikan.

 

Mari para imam, pemain musik, zangkoor umum dan kaum muda, guru sekolah minggu, apa saja pelayanan yang kita kerjakan di gereja, hiduplah dalam kekudusan dan kesucian. Saya tidak mau memecat orang, masing-masing periksa diri. Kalau masih menjadi hamba dosa, hamba daging, perbaiki dulu dirinya. Tinggalkan dulu persembahannya, berdamai dulu kembali ke persembahannya, baru kembali ke pelayanan. Bukan ditinggalkan pelayanannya untuk selama-lamanya. Dosanya yang harus ditinggalkan!  

 

Untuk memegang jabatan imam bagiNya. Jadi kalau kita disucikan, kita melayani hanya untuk Tuhan. Bukan untuk manusia, bukan untuk organisasi gereja. Dan dalam melayani kita hanya melihat Tuhan sehingga tidak akan tersandung jatuh.

 

Tanpa kesucian kita bukan melayani Tuhan, tetapi:

1.      Hanya melayani diri sendiri = mencintai diri sendiri. Melayani tetapi egois. Tandanya:

a)      Suka bersungut-sungut. Dikasih pelayanan bersungut, ada pelayanan ditambahkan bersungut, mau dipercaya pelayanan bersungut. Saya sebagai gembala hamba Tuhan diuji Tuhan, sudah tidak ada pengerja, sekarang sebelum khotbah bersihkan gereja, jemput jemaat, semua dikerjakan. Dinikmati, jangan bersungut.

 

b)      Selalu menuntut hak, banyak menuntut, tidak bisa melakukan kewajiban.

Yesaya 49:3-4

49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

 

Kewajiban hamba Tuhan pelayan Tuhan adalah memuliakan Tuhan di dalam segala hal. Dan Tuhan jamin haknya di tangan Tuhan. Hak dan upah ada di tangan Tuhan.

 

2.      Hanya melayani manusia = menjadi hamba daging.

Galatia 1:9-10

1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

Maksudnya melayani manusia adalah hanya menyenangkan hati manusia sekalipun mengorbankan Tuhan atau Firman. Kalau kepada manusia dia sungkan, dia lakukan yang diminta manusia padahal bertentangan dengan Firman. Tetapi kepada Tuhan tidak sungkan. Inilah hamba manusia, hanya menyenangkan hati manusia.

 

Orang seperti ini terkutuk! Termasuk saya kalau khotbah hanya untuk menyenangkan daging, tidak berani menyampaikan Firman yang tajam, saya terkutuk dan jemaat juga dalam suasana kutukan.

 

3.      Tanpa kesucian melayani uang = menjadi hamba uang.

Lukas 16:13-14

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

 

Hamba uang, beribadah melayani hanya untuk mendapatkan keuntungan jasmani. Keuntungan jasmani bukan hanya uang, bisa jodoh, kedudukan dan lain sebagainya. Tandanya mencemooh Firman = Firman seringkali dikorbankan yang penting dapat keuntungan. Kita harus pertahankan kemurnian pengajaran, jangan dikorbankan untuk dapat keuntungan. Dapat uang tetapi kehilangan Yesus, dapat jodoh tetapi kehilangan Yesus, dapat pekerjaan tetapi kehilangan Yesus, rugi kita! Sorga tanpa Yesus tidak ada artinya. Mau ngapain kita ke Sorga kalau tidak ada Yesus di sana.

 

Kehidupan seperti ini, hamba uang, dia munafik! Dia melayani dalam kemunafikan.

Matius 23:13-15,23,25,27,29

23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 1munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 2munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]

23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 3munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 4munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 5munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 6munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang 7munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh

 

Sampai 7 kali disebutkan orang munafik dan celaka. Jadi kalau melayani hanya mencari keuntungan, celaka kita! Di hadapan Tuhan orang itu hanya orang munafik yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan!

 

Kalau disimpulkan, jika melayani tanpa kesucian akan berakhir menjadi hamba setan, hamba dosa, sempurna dalam kejahatan dan kenajisan! Babel itu kesempurnaan dan kenajisan, jadi mereka mengarah ke sana! Mari kita hamba Tuhan pelayan Tuhan kejar kesucian, itu yang kita kejar! Kalau sempat menyerempet-menyerempet dosa, bahkan sudah jatuh dan hidup dalam dosa, segera kembali, bertindak. Bukan pelayanan yang kita buang, dosanya yang kita buang!  

 

Sebagai contoh hamba Tuhan tanpa kesucian adalah Yudas. Dia melayani langsung pribadi Yesus tetapi ternyata dia tanpa kesucian. Dia dirasuk setan dan ditelan oleh kegelapan.

Yohanes 13:27,30

13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

 

Yudas menerima roti. Roti menunjuk Firman, juga menunjuk perjamuan suci. Menerima itu malah dirasuk setan, karena selama ini melayani tanpa kesucian! Sehingga betul-betul dia dikuasai oleh setan, menjadi hamba setan dan ditelan oleh kegelapan malam, kegelapan dosa. Nasibnya betul-betul tragis. Yudas mati dengan menggantung diri, jatuh tertelungkup dan perutnya pecah! Yudas betul-betul bukan hamba Tuhan pelayan Tuhan. Dia melayani dirinya, melayani perutnya. Dia melayani manusia, menyenangkan imam-imam kepala Dan dia melayani uang, hamba uang. Biar kita mau menerima pembukaan rahasia Firman.

 

Wahyu 1:1

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

 

Banyak orang mengatakan ini pembukaan Firman, tetapi belum tentu wahyu Kristus Yesus, penekanannya bukan penyucian, hanya yang jasmani. Kalau wahyu Yesus Kristus, penekanannya adalah penyucian!

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Berbahagia kalau kita datang beribadah mendengar Firman, selalu kita ditunjuk salahnya untuk diperbaiki, dididik di dalam kebenaran. Berarti yang kita terima adalah Wahyu Kristus Yesus dan kita sungguh-sungguh hamba-hambaNya, kita dipakai oleh Tuhan.

 

Setelah kita disucikan, kita bisa melihat Tuhan.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Matius 5:8

5:8  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

 

Apa artinya melihat Tuhan? Kita bisa meneladani pelayanannya Yesus, terutama 3 hal yang kita teladani dari pelayanan Yesus. Pelayanan Yesus disebut persembahan yang harum. Kalau kita bisa meneladani ini, pelayanan kita juga pelayanan yang harum berkenan kepada Tuhan.

1.      Kesetiaan Yesus

II Timotius 2:13

2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

 

Apapun yang Dia alami, Yesus tetap setia. Begitu juga kita, meneladani kesetiaan Yesus. Apapun yang kita hadapi, apapun tantangannya, apapun pergumulannya, apapun godaannya, tetap setia. Semakin suci semakin setia, tambah suci tambah setia. Dasarnya adalah kesucian, kesucian ini harga mati! Melayani tanpa kesucian tidak ada gunanya.

 

2.      Kejujuran Yesus

Yohanes 18:4-5

18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"

18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

 

Yesus tahu Dia akan ditangkap dan disalibkan, bisa saja Yesus tunjuk yang lain. Tetapi Tuhan Yesus jujur dan berkata Akulah Dia. Jujur sekalipun sakit bagi daging. Yesus jujur, Dia ditangkap dan disalibkan. Kadangkala kita berpikir kalau jujur nanti bagaimana. Takut rugi, takut menderita, itu belum meneladani Yesus.

 

3.      Ketaatan Yesus

Filipi 2:8

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Taat apapun resikonya sampai daging tidak bersuara.

 

Kalau disimpulkan, lewat pembukaan rahasia Firman kita memiliki tahbisan yang benar (kesucian) dan karakter rohani (setia, jujur dan taat). Seorang hamba Tuhan pelayan Tuhan harus punya karakter rohani. Kalau dia tidak punya karakter rohani tidak akan dipakai. Musa coba-coba melayani, karakternya karakter daging, tidak jujur, sembunyi mayat dalam pasir! Dia tidak dipakai, malah dikejar mau dibunuh.

 

Saat kita sengsara karena Firman, karena Yesus, di situlah saat pembentukan karakter rohani kita. Apakah kita bisa setia, jujur dan taat saat sengsara karena Yesus? Ujian itu bentuknya macam-macam, ada yang diizinkan sakit, difitnah, diperlakukan tidak adil dan lain-lain, di situlah saat pembentukan karakter. Nikmati saat-saat sengsara karena Firman, karena kebenaran, kita sedang dibentuk karakternya. Bisa sengsaranya mau datang ibadah karena jarak jauh.

 

Kalau karakter rohani sudah terbentuk maka kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa.

Markus 14:36

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Artinya:

Galatia 4:6

4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Oleh Roh Kudus kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa.

Roma 8:15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Berseru ya Abba, ya Bapa artinya kita mengalami urapan Roh Kudus yang meningkat sehingga memiliki potensi rohani. Jadi kita melayani bukan dengan potensi daging tetapi potensi rohani. Urapan Roh Kudus memberikan karunia Roh Kudus, kemampuan ajaib untuk melayani sesuai jabatan pelayanan kita.

 

Jadi sudah lengkap, lewat pembukaan rahasia Firman kita memiliki tahbisan yang benar, memiliki karakter yang benar, dan mendapat potensi rohani. Pelayanan kita pasti berhasil! Berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan, terbentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Jangan kecil hati kalau tidak memiliki potensi secara jasmani. Mungkin sekolah terbatas, tidak fasih lidah atau yang lainnya, tetapi kalau Tuhan panggil, lewat pembukaan rahasia Firman kita didorong untuk melayani, kita punya tahbisan yang benar, punya karakter rohani, Tuhan berikan potensi.

 

Saya sudah alami, saya tidak tahu bicara di depan orang, tidak tahu susun kata-kata. Tetapi Tuhan kasih potensi rohani untuk bisa melayani, kemampuan ajaib untuk melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan. Kalau ada potensi rohani, pelayanan kita semakin meningkat dan semakin menyala-nyala. Kalau mengandalkan potensi jasmani, kelihatan cuma di awal meningkat, tetapi lama-lama merosot. Kalau potensi rohani, dari bawah menanjak terus sampai kita di takhta Sorga.

 

Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Ini potensi rohani yang membuat kita tidak pernah kendor. Mungkin usia semakin tua, fisik kian merosot, tetapi semangatnya tidak pernah kendor, karena dia punya potensi rohani dari Tuhan, ada karunia Roh Kudus. Apalagi kalau kaum muda, yang masih muda bukan hanya menyala lagi tetapi sudah seperti api unggun. Kalau baca Kisah Para Rasul, dimulai dari lidah-lidah api dan ditutup dengan api unggun. Jadi semakin membesar, semakin menyala-nyala. Kaum muda semangat melayani Tuhan sampai garis akhir.

 

Urapan Roh Kudus mengubahkan kita, semakin lama melayani Tuhan semakin berubah ke arah yang baik. Jangan semakin lama melayani semakin jadi sandungan. Dikoreksi, sudah berapa tahun melayani, semakin lama melayani kita semakin berubah, semakin mulia sampai sama mulia dengan Yesus, menjadi Mempelai WanitaNya yang sempurna.

 

Bukan malah semakin memalukan Tuhan. Itu siapa? Itu hamba Tuhan di Langgadopi 4. Kayaknya sudah lama dia melayani, tetapi bikin malu!

 

Bukti ada keubahan hidup, ada penyembahan yang semakin meningkat.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Khususnya para pelayanan di gereja ini, milikilah tahbisan yang benar, kesucian! Miliki karakter rohani yaitu setia, jujur dan taat. Maka Tuhan berikan potensi rohani. Semakin lama kita melayani semakin berubah, semakin mulia, sampai sama mulia dengan Yesus.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar