Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:4-7
16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."
Ini adalah malapetaka ketiga air menjadi darah. Hal ini sudah pernah terjadi di Mesir. Jadi ini nubuatan ganda, dulu sudah terjadi di Mesir dan akan terjadi lagi di akhir zaman. Dinubuatkan dalam kitab Wahyu berarti akan terjadi, Tuhan berfirman pasti akan digenapi.
Air menjadi darah sehingga air tidak dapat diminum.
Keluaran 7:17-19
7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah,
7:18 dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini."
7:19 TUHAN berfirman kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun: Ambillah tongkatmu, ulurkanlah tanganmu ke atas segala air orang Mesir, ke atas sungai, selokan, kolam dan ke atas segala kumpulan air yang ada pada mereka, supaya semuanya menjadi darah, dan akan ada darah di seluruh tanah Mesir, bahkan dalam wadah kayu dan wadah batu."
Akhirnya air itu tidak bisa diminum. Pengertian rohani air menjadi darah sehingga tidak bisa diminum yaitu tidak ada kepuasan rohani. Air menjadi darah secara jasmani sekarang ini belum terjadi, tetapi secara rohani dimana-mana orang tidak puas rohaninya dan sengsara.
Siapa yang mengalami kekeringan dan ketidakpuasan ini?
1. Air yang ada di sungai, selokan dan kolam. Artinya orang Kristen umum yang tidak tergembala. Tergembalanya hanya sewaktu-waktu, seperti kolam waktu mau dipakai dibersihkan lalu diisi, lama-lama kalau sudah keruh dibuang. Penggembalaannya sewaktu-waktu, kadang ada, kadang tidak. Ini akan mengalami ketidakpuasan, kekeringan dan kesengsaraan.
2. Air di dalam wadah kayu. Kayu menunjuk pribadi kita manusia.
Lukas 23:31
23:31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"
Air dalam wadah kayu artinya orang Kristen yang hidup menuruti kedagingannya, hawa nafsunya, keinginannya, ambisinya, semua dia ikuti, tidak mau diatur oleh Firman.
3. Air dalam wadah batu. Batu ini keras. Jadi artinya orang Kristen yang keras hati!
Akibatnya:
1. Keluaran 7:18,21
7:18 dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini."
7:21 matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah.
Ikan di sungai Nil dan berbau busuk. Artinya hidup itu menjadi bau busuk bagi sesama. Baik perkataannya, perbuatannya, tidak jadi berkat, tidak menjadi kesaksian, hanya menjadi sandungan. Ketika dia datang, orang menghindar. Di rumah kalau ada bau busuk, dicari sumbernya lalu dibuang! Dalam nikah, kalau suami berbau busuk, begitu suami datang, isteri dan anak-anak menghindar!
2. Keluaran 7:24
7:24 Tetapi semua orang Mesir menggali-gali di sekitar sungai Nil mencari air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil.
7:25 Demikianlah genap tujuh hari berlalu setelah TUHAN menulahi sungai Nil.
Semua menggali-gali, artinya hanya menimbulkan kekacauan. Kalau tidak tergembala, hidup menuruti daging, keras hati, hanya menimbulkan kekacauan! Dalam rumah tangga dia timbulkan kekacauan, dalam penggembalaan dia timbulkan kekacauan, dalam hidup bermasyarakat dia menimbulkan kekacauan. Sampai malu sama pemerintah, orang Kristen koq bikin kacau, malu gembalanya. Tidak sedikit jemaat yang malu, Gembala koq bikin kacau.
3. Keluaran 7:22
7:22 Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.
Ahli sihir Mesir membuat air menjadi darah dengan mantera. Artinya kalau hidup tidak tergembala, hanya mengikuti daging, keras hati, akan mudah sekali disesatkan oleh nabi palsu dan guru palsu dengan ajaran palsu dan tanda-tanda palsu. Antikristus bekerja sama dengan nabi palsu mengadakan tanda-tanda palsu, sampai menurunkan api dari langit. Jadi mudah sekali disesatkan. Tetapi setelah disesatkan malah dia klaim kalau dia yang paling benar.
Jadi kalau ada yang manis-manis, yang baik-baik tidak usah dipuji-puji, justru harus didoakan ekstra. Kadangkala malah itu yang disesatkan dan membuat orang tua dan gembala sakit kepala. Makanya didoakan bukan untuk kita puji-puji dan banggakan.
4. Keluaran 7:23
7:23 Firaun berpaling, lalu masuk ke istananya dan tidak mau memperhatikan hal itu juga.
Firaun keras hati sehingga mendatangkan tulah-tulah lainnnya. Coba dia sadar saat itu juga, cuma cukup 1 tulah. Tetapi karena dia keras hati, tulah yang lain datang. Artinya masalah tidak akan pernah selesai sampai Firaun mati, binasa, tenggelam dalam lautan api dan belerang. Jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.
Jadi bagaimana jalan keluarnya? Air harus berubah menjadi air anggur yang manis. Air menjadi anggur artinya kita harus mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sama mulia dengan Yesus, sampai bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Nikah yang rohani, kepuasan Sorga, tidak kering tetapi kebahagiaan puncak! Ini yang harus kita perjuangkan, harus mengalami keubahan hidup. Prosesnya bagaimana? Kita belajar dari pesta kawin di Kana.
Yohanes 2:1-10
2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
1. Air harus dimasukan ke dalam tempayan. Siapakah air ini?
Wahyu 17:1,15
17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.
Jadi air yang banyak ini adalah manusia, kita bangsa kafir. Harus dimasukan dalam tempayan, jangan mengalir bebas. Artinya kita bangsa kafir harus dibendung dagingnya. Di mana dibendung? Di dalam penggembalaan. Kalau mau berubah kita harus tergembala, tidak bisa kita tahan-tahan. Secara jasmani tergembala pada organisasi gereja yang legal. Secara rohani tekuni 3 macam ibadah pokok. Tidak bisa kalau saya bisa saya ikuti 3 macam ibadah, kalau tidak 1 macam saja, tidak bisa! Termasuk saya gembala, kalau saya kuat khotbah dalam 3 macam ibadah, kalau alasan ini, alasan itu cukup 1 macam atau 2 macam. Tidak boleh! Harus berusaha 3 macam ibadah pokok itu.
Kita tergembala supaya kita tidak diduduki perempuan Babel. Apa itu perempuan Babel?
a) Wahyu 17:4-5
17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Babel disebut pelacur besar. Jadi perempuan Babel menunjuk dosa kenajisan. Dosa makan minum, yaitu merokok, mabuk dan narkoba serta pesta pora. Mengucap syukur itu harus sesuai Firman, bukan mengucap syukur dengan pesta pora. Juga dosa kawin mengawinkan.
b) Perempuan itu membunuh orang-orang kudus. Jadi ada dosa kebencian terhadap orang benar dan suci. Tidak bisa mereka diingatkan, malah marah ‘sok suci kamu, memangnya cuma kamu yang mau masuk sorga’.
c) Wahyu 18:7
18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
Ini hanya mengejar kemakmuran dan hiburan daging. Sekarang ini di gereja kalau ajar salib ditolak, tetapi kalau ajar kemakmuran dan hiburan daging malah berseru dahsyat. Padahal yang dahsyat itu salib! Dibalik salib ada kemuliaan. Kalau kemakmuran dan hiburan daging berakhir di Babel yang dibinasakan dalam tempo 1 jam.
Kalau sudah diduduki Babel akibatnya gereja menjadi gereja palsu! Mempelai Wanita untuk setan yang akan dibinasakan bersama iblis. Saya gembala, Tuhan percayakan melayani jemaat, harus membawa jemaat menjadi Mempelai WanitaNya Tuhan. Yang harusnya diajarkan di dalam gereja bukan kemakmuran dan hiburan daging, tetapi salib! Itu kuasa ibadah. Paulus sudah memutuskan yang dia cari hanya salib, sebab di balik itu ada kemuliaan.
Dari sekian banyak air, yang ditampung hanya 6 tempayan, selebihnya menjadi darah. Artinya kalau kita bisa tergembala dengan benar dan baik itu hanyalah kasih karunia Tuhan, kita orang pilihan Tuhan. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih, hanya sedikit yang mau tergembala. Karena emang tabiat kita bangsa kafir seperti air di laut lepas tadi yang mau bebas, mau enak dagingnya. Semoga kita bukan orang seperti itu, kita mau membendung daging sekalipun sakit. Apalagi masa muda, masa kuatnya daging, bendung itu di dalam penggembalaan. Anak Yairus yang dibangkitkan usia 12 tahun. Itu usia sekolah minggu mengarah remaja. Guru-guru sekolah minggu ajar anak sekolah minggu supaya mengerti penggembalaan. Jangan diajar nobita, joni tukang kincing, si keyla yang tidak ada di Alkitab. Ajarkan penggembalaan supaya anak-anak mengerti. Usia 12 tahun itu rentan, banyak yang mati.
Sebab itu yang sudah dibaptis jangan nganggur, segera ambil formulir, isi untuk menjadi pelayan Tuhan melayani Tuhan, jangan mati! Yesus usia 12 tahun di Bait Allah. Usia 12 tahun harus tergembala. Yusuf usia 17 tahun biasa menggembala. Usia 12 sampai 17 tahun itu usia paling mantap untuk tergembala. Kalau sudah mantap tergembala diusia itu, dewasa sudah pasti mantap, tidak akan terhilang. Orang tua yang punya anak usia begitu, jangan biarkan tidak beribadah. Anak yang mati itu usianya 12 tahun.
Markus 5:41-42
5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Usia 12 tahun diarahkan untuk bisa makan Firman penggembalaan. Ayo masuk dalam penggembalaan. Hanya 6 tempayan, jadi hanya sedikit yang bisa tergembala menjadi orang pilihan Tuhan. Tetapi hati-hati, kalau tidak waspada, orang pilihan juga bisa disesatkan.
Matius 24:24
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Sudah tergembala tetapi bukan menjadi air anggur, malah air menjadi darah! Miris, tragis nasibnya, sangat kasian. Kalau yang di luar yang bergerak bebas mau ikuti dagingnya lalu menghadapi air menjadi darah, memang sudah sewajarnya seperti itu. Ini sudah di dalam penggembalaan lalu menghadapi air menjadi darah, sangat kasihan. Apalagi gembala seperti itu, menghadapi air menjadi darah, gembala tidak puas, gembala kering rohaninya, gembala sengsara. Kenapa demikian? Makanya perhatikan poin kedua.
2. Manusia daging harus diisi dengan air Firman pengajaran yang benar. Dalam pengggembalaan harus diutamakan pemberitaan Firman pengajaran. Banyak orang yang kelihatan tergembala tetapi yang diberitakan di situ bukan Firman pengajaran yang benar. Makanya tetap air menjadi darah. Ini tugas utama saya sebagai gembala, menyajikan air hujan Firman pengajaran. Gembala yang benar dia tampil sebagai hujan pembawa hujan.
Zakharia 10:1
10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
Hamba Tuhan harus tampil sebagai awan pembawa hujan deras sehingga jemaat bisa diisi dengan air Firman pengajaran.
Sekarang ini sudah waktunya hujan deras. Jangan lagi kita hanya minta embun, minta hujan rintik-rinntik. Tetapi kita minta hujan supaya tempayannya cepat penuh. Yang harus kita waspadai banyak hamba Tuhan yang tampil sebagai awan kering.
II Petrus 2:17
2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
Hati-hati, perhatikan di mana kita tergembala? Apakah yang menggembalakan itu awan pembawa hujan deras, atau malah awan kering.
Yudas 1:12
1:12 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.
Bisa dinilai ini hamba Tuhan ini awan yang bermuatan air atau kering. Tandanya mementingkan diri. Kalau dia mementingkan diri sudah dapat dipastikan awan kering, tidak berair. Kalau awan membawa air memang berat, tidak bisa ditiup angin, airnya tercurah, hilang awannya. Awan mungkin bentuknya indah, lalu habis airnya, turun semua. Itu menunjuk tidak mementingkan dirinya, yang penting jemaat bisa menerima curahan Firman pengajaran.
Kalau saya awan kering, pergi melayani hanya membawa kekeringan. Kalau saya awan pembawa air, pergi ke mana-mana menjadi berkat. Kapan lagi bisa diundang pendeta itu, kapan bisa lagi digelar ibadah persekutuan. Kalau egois, capek saya, saya mau istirahat dulu. Semua untuk diri sendiri, tidak ada untuk orang lain, bahaya!
Kita mohon supaya hujan Firman pengajaran dicurahkan. Kalau ada hujan Firman pengajaran maka terhindar ajaran palsu.
Zakharia 10:2
10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
Ada gembalanya tetapi tidak ada hujan. Ada awan, tetapi awan kering, jemaat hanya diajar dengan lawak, dengan dongeng, dengan filsafat dunia. Masih mending kumpul nonton bareng piala dunia. Dari pada kumpul mau beribadah tetapi tidak ada Firman.
Lukas 6:1
6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
Kita datang kumpul beribadah untuk mendengarkan Firman! Kalau hanya datang kumpul-kumpul, rugi! Doakan saya supaya Tuhan isi dengan air hujan Firman pengajaran.
Zakharia 10:1
10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
Permohonan kita dalam ibadah, minta hujan Firman pengajaran yang deras. Pokok doa kita, Tuhan kami mau beribadah, bukakanlah Firman. Itu yang utama kita minta maka semua Tuhan sanggup berikan. Tumbuh-tumbuhan Tuhan berikan, berarti makanan Tuhan berikan. Kalau sudah ada hujan pengajaran yang benar, tidak usah takut Tuhan berikan secara ekonomi. Pengalaman kami gembala, asalkan ada hujan Firman pengajaran, Tuhan kirim berkat.
Hujan Firman pengajaran sudah turun kita tampung di mana? Dalam 6 tempayan. 3 pertama tubuh, jiwa dan roh suami. 3 kedua tubuh, jiwa dan roh isteri, diisi dengan Firman pengajaran. Suami, isteri dan anak, berarti sudah 9 tempayan? Tidak, tetap 6 tempayan. 3 yang pertama tubuh, jiwa dan roh orang tua. 3 yang kedua tubuh, jiwa dan roh anak. Ini juga menunjukan saya sebagai gembala ada isi Firman pengajaran, jemaat juga tubuh jiwa dan rohnya ada isi Firman pengajaran. Tubuh, jiwa dan roh kita mau diisi dengan Firman pengajaran.
Kalau diisi, terjadi penyucian.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Apa ini menguduskan seluruhnya? Tubuh, jiwa dan roh disucikan di dalam penggembalaan. Tubuh, perbuatannya disucikan. Jiwa, karakternya disucikan. Roh, pikirannya disucikan.
Semakin suci semakin diisi, semakin penuh. Kalau sudah penuh apakah berhenti penyucian, tidak usah lagi diisi? Kalau sudah disucikan, sudah penuh akan meluber, menjadi berkat. Kita yang sudah diisi menjadi berkat di sana.
Bukti ibadah persekutuan itu menjadi berkat, kita tidak mengomel, tidak bersungut-sungut di situ. Persekutuannya indah. Bukan persekutuannya meninggalkan inda (hutang). Itu meluber! Kalau mau menggelar ibadah persekutuan lalu mau berhutang, lebih baik jangan! Pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari rumah tangga. Minta maaf, kalau mau menikah jangan utang!
Itu bukti kita ada isi. Kalau ada isi kita kuat. Tempayan kalau ada isi, kuat!
II Korintus 4:7-10
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Ada kekuatan karena kita memang diperhadapkan dengan banyak himpitan. Sana sini menghimpit, muka belakang menghimpit kehidupan kita, tetapi Tuhan kasih kekuatan dari Firman pengajaran itu.
Jadi yang paling menentukan kita diisi atau tidak adalah cara kita mendengar Firman.
II Timotius 2:7
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.
Lukas 8:18
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
Mendengarnya bagaimana? Dengan urapan Roh Kudus. Karena kekuatan Roh Kudus kita bisa diisi dengan Firman.
Air anggur ini untuk disajikan di dalam nikah. Malu kalau pesta nikah orang Yahudi lalu tidak ada air anggurnya. Jadi mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus menentukan kemanisan nikah kita. Saya mendengar Firman demi kemanisan nikah saya! Saya hamba Tuhan bergumul mendapat pembukaan rahasia Firman untuk kemanisan nikah saya.
3. Kalau sudah diisi, tinggal dicedok. Mencedok itu hanya 1 sendok. Artinya di dalam penggembalaan, air yang sudah dalam tempayan, masih ada pemisahan!
Daniel 11:35
11:35 Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.
Orang bijaksana itu orang yang sudah mendengar dan melakukan Firman, masih bisa jatuh!
Ada 2 macam pemisahan:
a) Yang pertama ini harus terjadi dalam hidup kita yang digembalakan yaitu pemisahan dari hidup lama! Dalam Yehezkiel pasal 16, Tuhan menemukan bayi yang dibuang, lalu Tuhan pungut dan Tuhan berkata ‘engkau harus hidup’ tali pusatnya Tuhan potong dan dia dibersihkan, diputuskan dari hidup lama. Ketika dia sudah dewasa Tuhan lewat lagi dan berkata ‘engkau Aku punya’. Kalau kita terpisah dari hidup lama, kita menjadi milik Tuhan:
Yehezkiel 16:4-8
16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garam pun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
16:5 Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.
16:6 Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup
16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.
16:8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya.
Setelah kita dipisahkan dari hidup lama, kita dibersihkan dalam penggembalaan maka kita menjadi kepunyaan Tuhan, menjadi milik Tuhan. Kita rasa sendiri, dalam penggembalaan saya sudah disucikan atau belum. Kalau sudah disucikan apapun tantangannya, apapun masalahnya saya milik Tuhan, tidak mungkin dibiarkan!
Saya berkali-kali melihat orang dipanggil Tuhan dan saya dapat pelajaran dari mereka yang telah mendahului. Melihat mama Ecan ini imannya kuat. Waktu dibesuk dia berkata saya punya iman tidak akan cuci darah, biar darah Yesus yang cuci darah saya. Jadi waktu mau dibawa cuci darah, tidak jadi, betul-betul darah Yesus yang cuci darahnya, dia sudah sembuh total. Saya kuat melihat iman jemaat. Gembala imannya harus kuat supaya jadi teladan iman.
Kita kepunyaan Tuhan, tidak usah kita takut. Masalah apapun yang kita hadapi, sampai ditinggal seorang diri, yakini aku kepunyaan Tuhan. Kekasihku kepunyaanku, aku kepunyaan Kekasihku, kita kuat.
Hidup lama seperti apa yang harus kita lepaskan, jangan ada lagi pada kita?
1) Tempayan itu tempat pembasuhan air penampungan air untuk cuci kaki menurut ada istiadat Yahudi. Hidup lama yang pertama adalah hidup lama yang diatur oleh adat istiadat nenek moyang. Kita sekarang diatur oleh Firman, bukan diatur oleh adat istiadat nenek moyang. Biarpun kelihatan baik, kelihatan indah, kelihatan bersih, tetapi adat istiadat itu harus dilepaskan.
Ada yang mengatakan ini Yesus melegalkan adat istiadat, itu 6 tempayan dipakai. Kalau adat istiadat 6 tempayan itu tetap air cuci kaki di dalamnya. Ditangani oleh Yesus, dibaharui, dipisahkan dari hidup lama menjadi air anggur yang manis. Jadi ini bukan melegalkan adat istiaddat!
Terpisah dari hidup lama yaitu hidup yang diatur oleh adat istiadat. Kalau mau selamat harus begini, harus begitu. Tetapi heran orang Kristen suka diatur seperti itu! Sudah harus terpisah dari hidup lama.
2) Apalagi hidup lama? Ibadah hanya kebiasaan, itu hidup lama. Ibadah itu harus menjadi kebutuhan kita, bukan kebiasaan.
Ibrani 10:36
10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
b) Pemisahan orang yang praktek Firman dan diubahkan dengan orang yang tidak praktek firman, tidak diubahkan. Yang dibaharui menjadi milik Tuhan secara khusus. Yang tidak dibaharui dikhususkan untuk dihukum. Mereka masuk dalam penggembalaan tetapi penyusup.
Yudas 1:4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Apa yang harus diubahkan?
a) Yohanes 2:3
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Tabiat kuatir. Kurang, dibilang habis. Termasuk kami gembala. Biasanya kekuatiran gembala siapa yang mau datang ibadah, ini hujan deras.
Kekuatiran diubahkan menjadi menyerah sepenuh kepada Tuhan.
I Petrus 5:7
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
b) Yohanes 2:4
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Ini tabiat tidak sabar. Kita nuntut, Tuhan harus tolong, segera. Dibaharui menjadi sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan.
c) Yohanes 2:5
2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Ini tabiat tidak taat. Diubahkan dari tabiat tidak taat menjadi taat apapun resikonya sampai daging tidak bersuara. Pelayan-pelayan ini waktu mencedok air lalu dibawa kepada pemimpin pesta, itu beresiko, kalau tidak berubah menjadi anggur tetap air cuci kaki, mereka bisa kena marah, kena pecat.
d) Yohanes 2:9
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
Tabiat dari dalam dibaharui sampai ke mulut. Lidah atau mulut dibaharui menjadi lidah yang manis, perkatan yang suci. Seringkali lidah kita adalah lidah yang hambar, perkataan yang tawar, membuat hati orang tawar. Jemaat datang semangat beribadah, lalu datang orang bergosip, jadi lemah lagi. Mari perkataan kita yang membangkitkan semangat.
Efesus 4:29
4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Kidung Agung 7:9
7:9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Mungkin suami sedang tidur rohaninya. Atau isteri yang sedang tidur rohaninya. Anak, orang tua, tetangga, sesama kita dalam penggembalaan ada yang tertidur rohaninya, biarlah perkataan kita perkataan yang manis membangunkan rohani mereka. Mulailah dari kesaksian-kesaksian yang kita alami dengan Firman Tuhan.
Yang penting lidah sudah mengecap air anggur yang manis, perkataan yang membangun, maka mujizat Tuhan pasti dinyatakan. Keluarga kita bisa dijangkau Tuhan, semua yang tidur rohaninya bisa dijangkau. Khususnya kita merindu supaya keluarga dekat kita bisa diselamatkan.
Yohanes 2:10
2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Mujizat jasmani terjadi, terutama nikah kita semakin manis. 1 2 tahun menikah mungkin masih buah pentil, pahit, tetapi sudah berbuah. Sabar tunggu waktu, nanti jadi manis. Tambah manis, sampai puncak kemanisan kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Tabiat dari dalam dibaharui sampai di lidah menjadi manis. Manis didengar oleh Tuhan, manis di dengar oleh sesama, mujizat terjadi di dalam kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar