Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 16:13b-15
16:13b sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."
Roh Kudus memberitakan hal-hal yang akan datang = Firman nubuat. Firman nubuat tidak bisa dipisah dengan Firman pengajaran, sebab nubuatan dan pengajaran itu satu paket. Kalau kita bicara nubuatan ada pengajaran di situ, kalau bicara pengajaran ada nubuatan. Ini yang disebut Firman pengajaran yang benar atau Kabar Mempelai, Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan.
Rasul Yohanes telah mengalami pekerjaan Roh Kudus ini sehingga dia bisa menuliskan kitab Wahyu, nubuatan tentang akhir zaman, apa yang akan terjadi atas gereja Tuhan dan apa yang akan terjadi atas dunia ini.
Wahyu 1:1
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
Wahyu diterima oleh rasul Yohanes di pulau Patmos. Dan itu dia tuliskan, bisa kita baca sekarang ini, dibukakan rahasianya oleh Tuhan.
Wahyu adalah kitab terakhir dalam Alkitab dan terdiri dari 22 pasal. Dalam terang Tabernakel kitab Wahyu kena pada alat paling akhir dalam Tabernakel yaitu Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian ini yang memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Kanaan itu negeri yang disirami oleh Tuhan dengan hujan awal dan hujan akhir.
Ulangan 11:10-15
11:10 Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
11:11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
11:12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
Jadi Tabut Perjanjian membawa bangsa Israel masuk tanah Kanaan, suatu negeri yang disiram dengan hujan awal dan hujan akhir. Sekarang bagi kita penggenapan nubuatannya.
Hujan awal dan hujan akhir ini menunjukan kegerakan rohani. Hujan awal itu kegerakan Roh Kudus hujan awal yaitu pembentukan gereja mula-mula. Ini nubuatan yang sudah digenapi. Dimulai dari 12 rasul kemudian 120 murid yang berkumpul di Yerusalem. Setelah Petrus khotbah menjadi 3.000, lalu bertambah 5.000 sampai sekarang sudah tidak terhitung orang yang percaya Yesus. Ini kegerakan Roh Kudus hujan awal, kita tidak boleh hanya berhenti di sini.
Hujan akhir menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir, suatu kegerakan rohani yang besar untuk menyempurnakan gereja Tuhan. Kegerakan hujan awal menambah jumlah, kegerakan hujan akhir menambah kualitas atau mutu rohani sampai sempurna.
Negeri Kanaan adalah negeri yang bergunung dan berlembah. Lembah menunjuk pengalaman kematian bersama Yesus. Gunung adalah pengalaman kebangkitan bersama Yesus. Jadi kalau kita mau masuk dalam kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, maka harus memiliki pengalaman kematian bersama Yesus dan pengalaman kebangkitan bersama Yesus! Ini harus ada sebab kalau tidak ada lembah dan gunung itu bukan tanah Kanaan, itu Mesir! Kita harus ada dalam pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus supaya kita betul-betul ada dalam kegerakan rohani. Dan waktu Yesus datang kita siap menyambut kedatangan Yesus. Kalau menolak pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, pasti hidupnya bersuasana Mesir, suasana duniawi, tidak akan dipakai oleh Tuhan!
Apa itu pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus?
I Petrus 2:21-24
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Dari sini kita pelajari apa itu pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus.
1. Pengalaman kematian adalah:
a) Rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa. Kalau menjadi hamba dosa, tidak bisa dipakai Tuhan. Hamba dosa itu benda kemurkaan, tidak bisa dipakai oleh Tuhan sebagai benda kemuliaan. Kalau kita adalah perabot kayu atau tanah, tidak bisa dipakai untuk perkara mulia. Jadi harus mati dulu terhadap dosa. Mau melayani Tuhan harus mati terhadap dosa. Kita yang sudah melayani Tuhan harus hidup dalam pertobatan, bukan menambah dosa! Dosanya diselesaikan, pelayanannya jangan dibuang.
b) Rela sengsara daging tanpa dosa. Kita tidak berbuat dosa tetapi kita difitnah, digosipkan, dijauhi, dikucilkan, diperlakukan tidak adil, harus rela sengsara daging tanpa dosa. Jadi ketika kita diperhadapkan masalah dan pergumulan, periksa diri, kalau ada dosa minta ampun dan selesaikan. Kalau tidak ada dosa, nikmati, itu pengalaman kematian bersama dengan Yesus, pasti bangkit!
Salah satu pengalaman kematian bersama Yesu adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi membalas dengan kebaikan. Biarlah ini sudah harus menjadi pengalaman kita. Ingat Yesus, Dia dicaci maki, dihujat dari bawah, tetapi dalam keadaan disalib apa yang Yesus katakan? Bapa ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat.
2. Pengalaman kebangkitan bersama Yesus adalah hidup untuk kebenaran apapun resikonya, apapun yang dihadapi. Kerja dengan benar, menikah dengan benar, melayani dengan benar, hidup sehari-hari semua untuk kebenaran, bukan melawan kebenaran. Kebenaran itu sesuai Firman.
Kalau disimpulkan pengalaman kematian dan kebangkitan = pengalaman salib. Roh Kudus membukakan kepada kita supaya kita tahu kalau mau melayani Tuhan harus punya pengalaman salib, bukan yang enak-enak = harus punya tanda darah. Waktu Musa mau diutus oleh Tuhan, Tuhan bilang ‘Musa apa yang ada di tanganmu?’ tongkat. Itu menunjuk salib. Begitu Musa lemparkan tongkat, tongkat itu menjadi ular. Kalau tidak mau salib nanti melayani seperti ular, banyak tidak jujurnya, banyak bengkok-bengkoknya, banyak berdalih. Perkataan, perbuatannya tidak jujur. Pengalaman salib itu harus betul-betul menjadi pengalaman kita.
Harus memiliki tanda darah. Tanda darah ini menentukan kita lepas dari Mesir, dari dunia ini atau tidak. Dulu waktu bangsa Israel mau keluar dari Mesir, rumah mereka harus ada tanda darah di pintu ambang kiri, kanan dan atas. Kalau tidak, malaikat maut masuk di situ dan terjadi kematian anak sulung. Semua orang Mesir mengalami kematian anak sulung, mulai anak sulung raja sampai anak sulung hewan ternak.
Jika melayani tanpa tanda darah maka pelayanan dan hidupnya bersuasana Mesir. Apa itu? Suasana jerih payah, artinya:
1. Dalam hidup sehari-hari, bahkan di dalam melayani, mengandalkan kekuatan daging, kekuatannya sendiri. Termasuk kepandaian, pengalaman dan sebagainya. Bekerja andalkan kekuatan sendiri, sekolah andalkan kekuatan sendiri, melayani di gereja andalkan kekuatan sendiri. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus itu pelayanan roh, jadi tidak bisa dengan kekuatan daging. Bisa bagus melayani main musik di gereja, tetapi tidak berkenan karena dia pakai kekuatan dagingnya. Tuhan yang memberikan kesanggupan melayani, bukan dengan kekuatan sendiri.
II Korintus 3:6,8
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
3:8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
Mungkin di dunia biasa memimpin rapat, biasa memimpin orang, tetapi dalam pelayanan tidak bisa menggunakan itu, harus kekuatan dari Tuhan. Jangan andal kekuatan sendiri. Mengandalkan kekuatan sendiri itu cara dunia, sistem Mesir, sistem jerih payah.
Kalau pakai kekuatan sendiri ada akibatnya, paling sedikit timbul ketakutan dan kegelisahan. Mulai takut kalah bersaing. Akhir zaman, ketakutan menjadi pembunuh utama. Kalau pakai kekuatan sendiri, seiring waktu menimbulkan ketakutan, kegelisahan, menghadapi persaingan di dunia, menghadapi kesulitan hidup di dunia, sehingga akhirnya menemui kegagalan.
Lukas 5:4-6
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Sudah kerja keras, sudah beli pupuk yang terbaik, sudah sekolah setinggi-tingginya, tetapi kalau dengan kekuatan sendiri akan menemui kegagalan.
Kalau mengandalkan Tuhan, prakteknya kita taat sekalipun tidak sesuai logika pikiran kita. Sepanjang malam mereka mencari ikan karena ikan banyak keluar waktu malam, waktu siang tinggal sedikit, tetapi Tuhan suruh tebarkan jala. Petrus mau taat sekalipun bagi Petrus Firman tidak sesuai logika, tetapi karena mau taat terjadi mujizat. Kalau pakai kekuatan dari Tuhan yaitu taat pada Firman maka ada mujizat. Pasti berhasil secara jasmani, terutama secara rohani.
Apa keberhasilan secara rohani? Menjadi penjala manusia.
Lukas 5:10
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
Menjadi penjala manusia artinya dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai selesai terbangun Tubuh Kristus. Ayo andalkan Tuhan, taat pada Firman sekalipun tidak sesuai dengan logika pikiran daging kita. Kita mau taat dan kita akan melihat betapa Tuhan bekerja menjadikan semua indah dan berhasil pada waktunya.
2. Hanya mencari atau mengejar perkara-perkara yang jasmani sampai rela mengorbankan perkara yang rohani. Perkara rohani yang terutama adalah ibadah pelayanan. Segala sesuatu yang menghalangi kita beribadah melayani, itu perbuatan yang sia-sia!
Ibrani 9:14
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Mungkin ada yang berkata siapa bilang ini perbuatan sia-sia, ini saya dapat yang jasmani. Memang dapat, tetapi itu perkara fana, akan hilang bersama dunia ini. Bukan saya mengajar kita malas, tetapi jangan korbankan perkara yang rohani. Seharusnya yang dikorbankan perkara jasmani untuk mendapat perkara yang rohani.
Ini suasana jerih payah, suasana kerja paksa. Kerja paksa itu tidak digaji, cuma dicambuk, kerja sampai mati.
3. Menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang jasmani. Bahkan sampai dengan cara yang tidak sesuai Firman, sampai berbuat dosa untuk memenuhi yang jasmani. Dapat yang jasmani tetapi ditelan maut, kehilangan keselamatan.
Kita harus memiliki pengalaman salib, sehingga kita melayani dan bekerja di dunia dengan sistem Kanaan, sistem Sorga. Apa itu? Bergantung pada hujan dari Tuhan. Apa itu hujan dari Tuhan?
Ulangan 32:1-2
32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.
32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.
Kita bergantung pada hujan Firman pengajaran yang benar. Artinya apa? Segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini, apalagi soal pelayanan, harus sesuai dengan Firman Tuhan.
Yohanes 1:1
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Segala sesuatu dimulai dengan Firman. Mau bekerja, periksa dulu, ini sesuai dengan Firman atau tidak. Saya arahkan kaum muda, kalau mau kerja, mau sekolah atau kuliah, yang menjadi pertimbangan utama adalah penggembalaan. Nanti di tempat kerja atau di tempat sekolah ada penggembalaan yang benar atau tidak.
Jadi di dunia ini hanya 2 sistem, sistem Kanaan (sistem sorga) atau sistem Mesir (sistem dunia). Tidak ada sistem di tengah-tengah. Kalau Kanaan, kita bergantung pada hujan Firman pengajaran. Hujan Firman pengajaran kita dapatkan di dalam penggembalaan. Mari kita tergembala dengan benar dan baik untuk menerima curahan hujan Firman pengajaran yang benar.
Dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci kita disirami dengan air hujan Firman pengajaran yang benar. Dan kalau sudah disirami ada hasilnya kita menerima gandum dari Sorga yaitu makanan secara rohani dan juga secara jasmani
Dalam ibadah raya kita disirami air hujan Roh Kudus. Hasilnya kita mendapatkan minyak, baik secara rohani, juga secara jasmani. Tidak usah takut minyak untuk bahan bakar mobil, Tuhan sediakan semuanya yang penting kita mau tergembala, kita ada dalam penggembalaan. Minyak secara rohani itu yang menyukakan hati. Kita mengalami kesukaan, kita beribadah melayani, ada kebahagiaan Tuhan berikan.
Amsal 27:9
27:9 Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati, tetapi penderitaan merobek jiwa.
Dalam ibadah doa penyembahan kita disirami air hujan kasih Tuhan. Hasilnya ada anggur, ada kemanisan dalam nikah. Semua kita dapatkan dalam penggembalaan. Ada kebutuhan utama, ada gandum berarti ada makanan Tuhan sediakan. Kemudian ada minyak, kesukaan Tuhan berikan. Lalu ada anggur, ada kemanisan dalam nikah rumah tangga kita. Kan semua ini yang dicari manusia, Tuhan sudah sediakan untuk kita. Tinggal kita ikuti dan nikmati penggembalaan, sudah dapat semuanya dari Tuhan. Tidak usah ragu!
Selain Tuhan berikan gandum, minyak dan anggur, mata Tuhan mengawasi kita. Diawasi artinya ada perlindungan dari Tuhan. Sudah diberkati tetapi kalau tidak dilindungi buat apa! Semakin tekun dalam penggembalaan, disirami air hujan Firman, Roh Kudus dan kasih, kita semakin disucikan, semakin dipelihara dan semakin dilindungi oleh Tuhan.
Puncak pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, 2 sayap burung nazar diberikan kepada kita.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Dipelihara dan dilindungi dari antikristus. Kita mendapat 2 sayap burung nazar yang besar yang menerbangkan kita ke padang gurun, melindungi dari antikristus. Puncak pemeliharaan dan perlindungan ini kita dapatkan ketika kita sudah mencapai pada puncak kesucian.
Ayo jangan jauh dari Kanaan. Secara jasmani kita belum bisa ke Kanaan di Timur Tengah sana, tetapi secara rohani kita sudah berada di Kanaan, di Yerusalem secara rohani untuk disirami oleh air hujan Firman, hujan Roh Kudus dan hujan kasih Allah. Kita mendapatkan gandum, minyak dan anggur serta permeliharaan dan perlindungan.
Karena ini bicara puncak, pada puncak perlindungan kita mendapat 2 sayap burung nazar ketika kita sudah berada pada puncak kesucian, maka ibadah kita harus mencapai puncak, itulah doa penyembahan. Doa penyembahan ini jangan pernah dilalaikan! Doa penyembahan sampai daging dirobek, sampai daging tidak bersuara.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar