Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 11:1-6,11-15
11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
11:12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
11:13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
Dari ayat yang kita baca ini, kisah Lazarus yang sudah mati, bahkan busuk 4 hari. Maria dan Marta bersama dengan Lazarus adalah orang yang dikasihi Tuhan dan mereka juga mengasihi Tuhan. Kadangkala sebagai orang Kristen kita merasa kalau sudah mengasihi Tuhan yang terjadi pada kita adalah yang baik, sukacita, suatu kesenangan, kebahagiaan. Tetapi kita baca di sini orang yang mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan diizinkan mengalami kematian bahkan kebusukan. Artinya Tuhan izinkan mengalami masalah yang berat bahkan mustahil, yang memahitkan dan memedihkan hati.
Apa yang dialami keluarga, ditinggalkan oleh isteri tercinta, mama tercinta, nenek tercinta, diizinkan terjadi. Mungkin berpikir saya ini sudah setia beribadah melayani Tuhan, seharusnya doa saya dijawab. Tadi ada utusan kepada Yesus dan berkata ‘Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit’. Kalau kita sekarang mengirim utusan lewat kita berdoa. Tuhan hambamu sakit, isteriku sakit, umatMu sakit. Kita berdoa dengan harapan ada kesembuhan dari Tuhan. Tetapi yang terjadi kematian, sesuatu yang memahitkan dan memedihkan hati. Apakah kasih Tuhan kepada kita sudah berkurang sehingga Dia izinkan terjadi seperti ini? Tujuan Tuhan kita mengalami pengalaman sengsara, pengalaman yang memedihkan hati, pengalaman dukacita, tujuannya adalah supaya kita mengalami suatu proses yang namanya perobekan daging!
Dulu Musa Tuhan perintahkan membangun Tabernakel secara jasmani, tetapi semua sudah hancur. Sekarang menunjuk ajaran Tabernakel. Ayat ini terkena pintu tirai yang membatasi ruangan suci dan ruangan maha suci. Untuk masuk ke ruangan maha suci harus melewati pintu tirai. Pintu tirai menunjuk perobekan daging.
Yang utama harus dirobek adalah tabiat daging. Karena seringkali ketika kita diperhadapkan dengan pengalaman dukacita, muncul tabiat daging. Ada 2 tabiat daging yang biasanya muncul.
1. Yohanes 11:15,38-40
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Ini tabiat yang biasanya muncul, tidak percaya! Waktu semua diberkati, semua jalan mulus ‘Yesus dahsyat, Yesus luar biasa, Yesus baik buat saya’. Ketika diperhadapkan pengalaman dukacita, malah berkata adakah Yesus, baikkah Yesus itu? Kalau Yesus baik kenapa saya mengalami seperti ini? Mulai ragu terhadap Firman Tuhan. Sikap tidak percaya ini kalau dibiarkan akhirnya meninggalkan Yesus, meninggalkan FirmanNya, meninggalkan ajaran yang sehat. Di situlah setan datang! Setan datang dengan ajaran palsu yang menawarkan keuntungan daging.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Ini ajaran palsu yang menyenangkan daging, bahasanya muluk-muluk, manis-manis. Kamu dengar Firman keras menyucikan, tetapi kamu tidak ditolong, buat apa! Lebih baik begini, senang-senang daging. Ini yang harus dimatikan! Pengalaman dukacita Tuhan izinkan terjadi supaya kita mengalami penyucian daging, tabiat tidak percaya. Dosa yang tidak terampuni adalah dosa menghujat Roh Kudus dan tidak percaya. Bagaimana bisa diampuni kalau kita tidak percaya kepada Yesus, tidak percaya kuasaNya.
2. Yohanes 11:31
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
Tabiat kedua adalah meratap. Meratap di sini dalam arti saling mempersalahkan. Bukan berarti tidak boleh menangis? Boleh menangis tetapi jangan mempersalahkan orang lain, apalagi mempersalahkan Tuhan, mempersalahkan Firman.
Tujuan Tuhan izinkan kita diperhadapkan dengan pesoalan dan pergumulan supaya kita bisa belajar percaya. Kalau hanya percaya, setan juga percaya kepada Tuhan Yesus dan dia gemetar. Kita percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, prakteknya bagaimana?
1. Buka pintu kubur. Pintu kubur ini dari batu yang keras, menunjuk hati kita yang keras. Buka pintu kubur artinya kita hancurkan kekerasan hati kita dan akui segala kebusukan dan kelemahan kita. Ketika kita diperhadapkan dengan pengalaman dukacita, segala kebusukan hati itu muncul.
Kita hancurkan kekerasan hati kita dan kita akui segala kebusukan kita, segala kekurangan dan kelemahan kita. Bukan malah salahkan orang. Mungkin ada dosa yang disembunyi sampai ke dalam hati dan pikiran, suami tidak tahu, isteri tidak tahu, gembala tidak tahu, jemaat tidak tahu, tetapi Tuhan Maha Tahu, Dia menunggu pengakuan kita sebab pengakuan dosa kita bagaikan korban persembahan kepada Tuhan.
Hosea 14:2-3
14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
Kita datang kepada Tuhan mengaku, ini terjadi karena saya. Sebagai gembala saya pukul diri kalau terjadi sesuatu dalam jemaat ‘ampuni saya Tuhan’ bukan malah kita salahkan orang. Ini praktek kita percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan.
Kita tahu Yesus Imam Besar, dia yang sanggup memperdamaikan segala dosa kita, sampai yang sudah busuk sekalipun. Tuhan mau menerima pengakuan dosa kita dan Dia mau mengampuni dengan kuasa darahNya.
2. Yohanes 11:21,32
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Dalam menghadapi pergumulan apapun harus sehati, bukan malah tercerai berai! Sehati artinya mau diisi satu pengajaran sehat dari Tuhan. Dan satu roh, artinya sama-sama praktek Firman. Suami praktek Firman, anak praktek Firman. Kalau sudah satu hati, satu roh, pasti menjadi rumah doa. Tuhan Yesus katakan, kalau 2 orang sehati meminta kepadaKu pasti akan dijawab.
Sepeninggal isteri, sepeninggal mama, nenek, hidup harus tetap berjalan, tidak berhenti sampai di sini. Dan langkah-langkah hidup kita harus bersama dengan Tuhan, Tuhan mendengar dan menjawab doa-doa kita. Doa keluarga meminta mama Ecan sembuh. Tetapi jawaban doa dari Tuhan harus melalui kematian. Tetapi dengan kita sehati dan satu roh, diisi dengan Firman dan Roh Kudus, yakin mama Ecan beristirahat. Dan saat sangkakala terakhir dibunyikan, orang-orang yang mati di dalam Tuhan dibangkitkan untuk masuk dalam kemuliaan kekal. Kita semua yang masih hidup, berupaya supaya langkah-langkah hidup kita tidak jauh dari Tuhan, tetap di dalam jalur Firman Tuhan, kebenaran dan kesucian, sehingga waktu Yesus datang kita juga akan diubahkan dalam sekejab mata dalam tubuh kemuliaan bersama dengan kekasih-kekasih yang sudah mendahului dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, masuk dalam pertemuan di udara.
Biarlah kita tidak larut dalam kesedihan, kita percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan lewat praktek akui segala kekurangan kebusukan kita, yang kedua mau sehati, mau praktek Firman.
3. Tersungkur di kaki Yesus, artinya:
a) Curahkan isi hati kita kepada Yesus lewat doa penyembahan kita. Dalam kita menyembah, Roh Kudus yang memberitahukan segala keluhan kita kepada Tuhan. Kalau mengeluh kepada manusia kadang malah kecewa, tidak dapat jawaban. Tetapi kalau kita curahkan semua kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan.
Begitu Maria tersungkur, bagaimana sikap Yesus?
Yohanes 11:33-35
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.
Dengan kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan, kita datang dalam penyembahan, kita menyembah Yesus, maka Yesuspun menangis. Artinya Yesus Imam Besar Agung kita turut merasakan penderitaan kita, pencobaan atau pergumulan yang kita hadapi dan Dia sedot semuanya. Di kayu salib waktu Yesus mau menyerahkan nyawaNya, seruan yang terakhir ‘sudah selesai’ semua sudah Tuhan Yesus sedot, semua sudah Tuhan tanggung di kayu salib. Jadi kita tidak bergumul sendiri, ada Yesus bergumul bersama dengan kita.
Ibrani 4:14-16
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Ada Yesus Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita. Jadi bagi keluarga yang ditinggal, hanya curhat kepada Tuhan, Yesus turut merasakan kelemahan kita. Sekarang saya ada dalam pelayanan duka cita, tetapi kita semua ada pengharapan bahwa Yesus Imam Besar tidak pernah meninggalkan kehidupan kita. Sikap kita hanya tersungkur di kaki Yesus.
b) Kita mengaku hanya tanah liat yang terlalu banyak kekurangan, tidak mampu berbuat apa-apa, yang tidak berdaya. Tanah liat hanya untuk diinjak-injak, itulah keadaan kita. Kalau kita orang jelekan, orang fitnah, orang hina, memang kita hanya tanah liat pantas diinjak-injak. Kalau kita diinjak lalu bereaksi, itu ular! Tetapi kalau saat kita diinjak, kita diam, serahkan kepada Tuhan. Itulah tanah liat yang tersungkur di bawah kaki Tuhan.
Seringkali dalam duka, ada orang yang tidak punya empati, baru dia rasa, siapa suruh! Jangan kita seperti itu! Salah satu bangsa yang menghimpit bangsa Israel adalah bangsa Amon. Dan satu bahasa mereka yang membuat Tuhan murka adalah ketika bangsa Israel dalam sengsara mereka berkata ‘syukur’! Keluarga ditimpa dukacita, kita berikan penghiburan, bukan malah berkata ‘baru kapok, baru rasa’. Kita sebeban dalam duka, bukan kita malah mau tambah beban keluarga yang sedang berduka.
Yehezkiel 25:3
25:3 Katakanlah kepada bani Amon: Dengarlah firman Tuhan ALLAH: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menyerukan: Syukur! mengenai tempat kudus-Ku, waktu kekudusannya dilanggar, dan mengenai tanah Israel, waktu itu dijadikan sunyi sepi, dan mengenai kaum Yehuda, waktu mereka harus pergi ke dalam pembuangan,
Tentu kekasih kita sebagai manusia dari tanah liat, manusia daging, banyak kekurangan dan kelemahannya semasa hidupnya. Biarlah kita memberikan pengampunan dan melupakannya. Kalau mau mencari kekurangannya orang banyak sekali. Kadangkala orang yang sudah meninggalpun masih dicerita kekurangan dan kelemahannya, jangan! Apalagi kalau orang itu yang berjasa bagi kerohanian kita, yang sudah membina hidup rohani kita. Terlepas dari kekurangan kelemahannya, doakan, bukan dijadikan bahan cerita. Itulah tanda kita mengaku hanya tanah liat.
Kalau masih cerita kekurangan orang itu berarti mengaku emas, mengaku hebat. Berarti tidak ada di tangan Tuhan! Yang ada di tangan Tuhan hanyalah tanah liat. Tanah liat itu dibentuk oleh Tuhan menjadi manusia dan dihembusi nafas Tuhan.
Jadi jika kita bisa percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan, hidup kita ada di dalam tangan belas kasih Tuhan. Kekasih kita yang mendahului ada di dalam tangan Tuhan. Keluarga yang di tinggalkan ada di dalam tangan kasih Tuhan. Kita semua merindu ada di dalam tangan Tuhan, seperti bayi di dalam gendongan tangan Tuhan.
Yesaya 49:14-16
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Biarlah ini menjadi kekuatan bagi keluarga. Dan bukan hanya berada di dalam tangan Tuhan tetapi sampai kita hidup oleh Tuhan. Ini hubungan paling erat dengan Tuhan kita. Yesus adalah Kepala Gereja disebut Mempelai Pria Sorga dan kita gereja adalah tubuhnya disebut Mempelai Wanita Tuhan. Sekarang kita berada di dalam tanganNya, nanti kita akan menyatu denganNya selama-lamanya di Yerusalem yang Baru.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar