Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 17:8-13 (Kemenangan atas orang Amalek)
17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, Amalek adalah bangsa pertama yang menghalangi perjalanan bangsa Israel. Jika bangsa Israel kalah, tidak bisa masuk tanah Kanaan. Jika bangsa Israel menang, bisa masuk Kanaan. Jadi peperangan melawan Amalek adalah penentuan bangsa Israel bisa masuk Kanaan atau tidak.
Amalek menunjuk daging dengan segala hawa nafsunya, ini yang mau menghalangi, mau menggagalkan kita masuk dalam rencana Allah. Kanaan ada 2 pengertiannya:
1. Kegerakan rohani.
2. Yerusalem yang Baru.
Daging itu penghalang untuk tidak bisa masuk kegerakan rohani dan tidak bisa masuk Yerusalem Baru. Baik daging dengan keinginannya, ambisinya, hawa nafsunya dan lain-lain. Sebab itu daging harus dikalahkan.
Dalam terang Tabernakel, Keluaran pasal 17 terkena pada Pelita Emas. Pelita emas adalah persekutuan yang erat dengan Allah Roh Kudus. Kita sangat membutuhkan Roh Kudus untuk mampu mengalahkan daging kita dengan segala keinginannya. Tanpa Roh Kudus, daging yang menguasai kita sehingga rohani akan mati.
Roma 8:13,15
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Roh Kudus ini yang memampukan kita bisa mengalahkan daging kita sendiri. Betapa pentingnya Roh Kudus. Kita minta Roh Kudus supaya Roh Kudus mengurapi kita, memenuhi kita, sampai Roh Kudus itu meluap-luap di dalam kita.
Di mana tempat tinggalnya Amalek.
Bilangan 14:25
14:25 Orang Amalek dan orang Kanaan diam di lembah. Sebab itu berpalinglah besok dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau."
Amalek diam di lembah, lembah harus ditimbun artinya daging harus dikalahkan. Dulu Yohanes Pembaptis menyerukan supaya lembah ditimbun. Itu menunjukan daging ini harus dimatikan. Yohanes Pembaptis melayani untuk mempersiapkan jalan bagi pelayanan Yesus pada kedatangan pertama kali. Sekarang kita mempersiapkan diri kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali, lembah harus ditimbun.
Ada 4 macam lembah yang harus ditimbun = daging yang harus dikalahkan.
1. Lembah Akhor
Yosua 7:11,20-26
7:11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
7:20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
7:21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
7:22 Lalu Yosua menyuruh orang segera pergi ke kemah itu, dan sesungguhnya, semuanya itu disembunyikan dalam kemah Akhan, dan perak itu ada di bawah sekali.
7:23 Maka mereka mengambil semuanya itu dari dalam kemah, lalu membawanya kepada Yosua dan kepada semua orang Israel, dan mencurahkannya di hadapan TUHAN.
7:24 Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor.
7:25 Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
7:26 Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.
Pengertian lembah Akhor pertama menunjuk keinginan daging.
Praktek keinginan daging:
a) Akhan mencuri emas dan perak.
Yosua 6:24
6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
Emas dan perak itu ditaruh di dalam perbendaharaan rumah Tuhan. Kita lihat apa yang ditaruh dalam perbendaharaan rumah Tuhan.
Maelakhi 3:10
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Jadi, mencuri emas dan perak = mengambil dan mencuri perpuluhan dan persembahan khusus yang adalah miliknya Tuhan. Itu keinginan daging yang menghalangi kita mencapai Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Menghalangi kita masuk dalam kegerakan rohani. Mari berkat yang Tuhan berikan kepada kita, kembalikan apa yang menjadi milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan. Jadi kalau kita merasa itu berkatnya Tuhan, kita kembalikan apa yang menjadi miliknya Tuhan. Persembahan khusus adalah ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.
Kalau mengambil perpuluhan dan persembahan khusus, berarti kita tidak mengakui bahwa hidup kita ini adalah miliknya Tuhan, maka tidak akan mungkin menjadi mempelai wanitanya Tuhan, tidak mungkin masuk Yerusalem Baru.
b) Mencuri jubah indah buatan Sinear
Jubah itu ada kaitan dengan pelayanan. Ingat Yusuf, diberikan oleh bapanya jubah maha indah. Jubah indah menunjuk jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Tetapi yang ada pada Akhan bukan jubah indah Yusuf, tetapi jubah indah buatan Sinear atau buatan Babel. Artinya apa?
1) Melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan kemakmuran dan hiburan daging.
Wahyu 17:4
17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
Ini yang ditawarkan sekarang dalam gereja, pendeta hanya menawarkan kemakmuran daging. Memotivasi jemaat ikut Tuhan hanya untuk mendapatkan kemakmuran daging.
Wahyu 18:6-7
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
Ini Babel hanya mengejar yang jasmani. Beribadah melayani Tuhan motivasinya hanya untuk diberkati, untuk terhibur, makmur. Makanya yang ditampilkan dalam gereja hanya kemakmuran dan hiburan daging. Baik musiknya, komedinya, lawak-lawak. Itu semua hiburan sia-sia tanpa hujan Firman pengajaran.
Zakharia 10:2
10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
Kalau tidak dapat dalam gereja, mudah sekali dia tinggalkan ibadah pelayanan untuk mendapatkan kemakmuran dan hiburan daging.
2) Kelihatan indah dan hebat melayani, tetapi dia hidup dalam kenajisan. Ini nomor satu untuk saya, kelihatan hebat melayani khotbah berdiri di belakang mimbar, tetapi sendiri hidup dalam kenajisan, itu mencuri jubah dari Sinear. Hebat main musik, hebat menyanyi tetapi hidup dalam kenajisan.
Babel itu disebut pelacur besar. Kenajisan itu mulai dari pandangan, pikiran, sampai nanti pada perbuatan. Dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan dalam bentuk macam-macam. Sekarang ini manusia memodifikasi dosa kawin mengawinkan untuk memuaskan hawa nafsu daging yang liar itu.
3) Melayani Tuhan tetapi tidak sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Paling banyak ini pendeta, gembala, seharusnya khotbah tetapi sudah tidak melayani lagi sekarang ini. Itu melayani tetapi tidak sesuai jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Sebaliknya, penyanyi malah dia yang mau khotbah, padahal tidak sesuai jabatan.
Jabatan yang sudah Tuhan berikan kepada kita jangan dibuang lalu ditukar dengan jubah buatan Zinear. Misalkan ada 2 jubah, tidak mungkin pakai 2 jubah, yang satu pasti dilepas. Jubah indah dari Tuhan dilepas, yang dipakai jubahnya Babel! Melayani tetapi tidak sesuai jabatan dan karunia yang Tuhan berikan.
Pengertian kedua lembah Akhor, setelah Akhan dilempari batu, dibakar, mereka ditimbun dengan batu. Batu menunjuk keras hati. Jadi pengertian kedua lembah Akhor adalah keras hati, yaitu tidak taat pada Firman. Sudah ada pengumuman, semua barang berharga dikhususkan untuk Tuhan. Akhan tidak taat, makanya dilempari batu karena ketidaktaatannya. Dia malah mengambil barang yang dikhususkan bagi Tuhan lalu dia sembunyi di dalam kemahnya paling dalam. Hati-hati, keras hati ini daging yang paling keras. Tidak taat dengar-dengaran itu daging yang paling keras, sulit untuk diingatkan, ditegur, dinasihati.
Kekerasan hati itu seperti batu amril, batu yang paling keras.
Zakharia 7:11-12
7:11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar.
7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
Lembutkan hati, Firman yang datang kita terima. Firman sudah datang tetapi pura-pura tuli, tidak mau dengar. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, pulang tidak ada keubahan, tidak dipraktekan. Mulai dari saya sebagai hamba Tuhan. khotbah, praktekan dulu. Bukan sekedar khotbah, tetapi tidak praktek. Lalu untuk menutupi kekurangannya berkata jangan lihat saya, lihat saja Firman. Ini gembala yang keras hati!
2. Lembah Ben-Hinom
Yeremia 7:31-34
7:31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.
7:32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,
7:33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya.
7:34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.
Lembah Ben-Hinom = lembah pembunuhan. Artinya kepahitan hati yang mengarah pada kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Ini tabiat daging, tabiatnya iblis. Kalau mulai ada perasaan tidak senang pada seseorang, tidak suka lihat orang, hati-hati, itu bisa menjadi tabiat. Nanti satu orang dia tidak suka, lama-lama dua orang dia tidak suka, sampai satu gereja semua dia tidak suka. Nanti di gereja ada kepahitan, di rumah ada kepahitan, di mana-mana dia tidak suka orang, jadi tabiat. Termasuk iri hati kepada orang lain.
Membunuh = membenci
I Yohanes 3:15
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Kalau sudah membenci itu sudah sama dengan membunuh. Kaum muda periksa hatinya, mungkin ada dibuat grup KMR, itu bukan tempat saling membenci. Ingat Firman Tuhan, jangan ada pengelompokan, kita semua satu Tubuh Kristus. Masa ada tangan kanan benci tangan kiri, tidak ada! Kalau tidak suka selesaikan. Saya tidak suka karena begini dan begitu. Yang menjadi sandungan, jangan waktu yang satu datang berdamai malah berkata masa cuma begitu saja sudah tersandung. Diselesaikan, jangan ada kepahitan dan kebencian.
Membunuh itu tabiatnya iblis dan pasangannya dusta!
Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Kalau membunuh, benci pasti dusta. Ingat Kain, setelah membunuh Habel apa yang dia katakan? Waktu Tuhan bertanya di mana adikmu? Dia berkata apakah aku penjaga adikku? Dia berdusta! Juga kakak-kakak Yusuf, setelah Yusuf mereka jual, mereka celupkan jubah Yusuf ke dalam darah lalu kirim pada bapanya. Ini jubah Yusuf sudah koyak, mungkin binatang buas sudah makan, berdusta!
Ini jangan ada pada kita, tabiat daging ini harus dikalahkan! Kadangkala dianggap nanti menguap begitu saja, nanti bisa bicara lagi tetapi tidak ada perdamaian. Dianggap sepeleh, padahal itu berbahaya!
Yeremia 7:34
7:34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.
Dianggap tidak apa-apa tetapi akhirnya tidak bisa mendengar suara mempelai, artinya tidak bisa mendengar Kabar Mempelai, Firman tidak masuk. Dan membuat menjadi kering, tandus. Rohaninya kering, penyembahannya kering, pelayanannya kering. Kalau sum-sum kering lalu mau beraktivitas, sakit. Begitu juga kalau rohani kering lalu mau melayani, tidak enak! Jangan ada kebencian, jangan ada dusta sebab itu membuat kering, tidak bisa menerima Kabar Mempelai, tidak bisa menikmatinya, sehingga tidak terjadi penyucian, rohani menjadi kering.
3. Lembah bayang-bayang maut.
Mazmur 23:4 (Terjemahan Lama)
23:4 Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.
Apa itu lembah bayang-bayang maut?
a) Perbuatan daging, dosa yang memperbudak dan memperhamba kita. Bentuknya macam-macam, dalam Galatia ada 15 perbuatan daging yang dimulai dengan percabulan, itu memperbudak! Percabulan ini kenajisan yang sudah diulang-ulang.
Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Dosa kalau sudah diulang-ulang, memperbudak kita.
Roma 6:20,23
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Dosa apa yang memperhamba kita? Sudah terulang-ulang. Sekali dilakukan menyesal, minta ampun, lalu diulang lagi! Mau mengaku sudah malu, akhirnya sudah meningkat, sudah menikmati berbuat dosa, enjoy dengan dosa. Ini lembah bayang-bayang maut, perbuatan daging ini harus ditimbun! Harus dimatikan!
b) I Yohanes 3:14
3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
Tidak mengasihi sesama mulai dari sesama di dalam nikah. Sesama terdekat suami adalah isterinya. Sesama terdekat isteri adalah suaminya. Sesama terdekatnya kakak adalah adiknya, sesama terdekat adik adalah kakaknya. Sesama terdekat orang tua adalah anaknya dan sebaliknya. Ini tidak peduli dengan sesama.
Tidak mengasihi sesama di dalam nikah, di hadapan Tuhan disamakan dengan orang murtad! Suami tidak peduli isterinya, isteri tidak peduli suaminya, adik tidak peduli kakaknya, kakak tidak peduli adiknya, itu sama dengan orang murtad.
I Timotius 5:8
5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
Perhatikan sesama kita. Anak muda yang masih punya orang tua lengkap, perhatikan orang tua. Kalau orang tua dilawan terus, di hadapan Tuhan itu murtad! Perhatikan juga saudara. Kasihi sesama di dalam rumah tangga kita masing-masing.
Ada hal yang kadang tidak kita sadari itu sudah tidak mengasihi sesama dalam nikah. Mengasihi itu bukan nanti saya kasih dia 5 juta, saya kasih 10 juta. Bukan sebatas itu! Mengasihi itu kita mendoakan, kita menegur, kita menasihati, jangan dibiar saudara kita sudah berbuat hal-hal yang tidak berkenan lalu dibiarkan. Orang tua sudah lihat anaknya tidak beres kelakuannya lalu tidak diingatkan, itu namanya tidak mengasihi.
Ada hal yang kadang tidak kita sadari itu sudah tidak mengasihi sesama dalam nikah. Apa itu? Tidak tahu menempatkan diri pada posisi yang benar dalam nikah dan tidak melakukan kewajiban utama di dalam nikah.
I Korintus 11:3
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Posisi yang benar adalah Allah, Yesus, suami (kepala) lalu isteri (tubuh) dan anak (anggota tubuh) jangan dibalik-balik. Lakukan kewajiban masing-masing, kaum muda sebagai anak, sebagai anggota tubuh, meringankan beban orang tua. Jangan malah tambah bikin beban orang tua, tambah menyusahkan orang tua! Kadang sudah dibiayai, dikirim uang, uangnya tidak dipakai sesuai kebutuhan, malah dipakai untuk keinginan, jangan!
Termasuk kami yang sudah menikah, jangan bikin susah sesama dalam nikah. Suami tidak mengasihi isteri, sebagai kepala tidak menjadi saluran kehidupan yang jasmani rohani kepada isteri. Isteri juga tidak bisa tunduk pada suami, itu juga sama dengan lembah bayang-bayang maut, tidak bisa mengasihi sesama dalam nikah, nikah yang terbalik.
4. Lembah tulang kering
Yehezkiel 37:1-3
37:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
Apa itu lembah tulang kering?
Yehezkiel 37:11
37:11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
Lembah tulang kering itu kecewa, kuatir, putus asa, pengharapan yang lenyap atau semangat yang patah ketika diperhadapkan masalah dan pergumulan. Karena apa? Ikut Tuhan hanya cari yang enak bagi daging, begitu diperhadapkan dengan masalah dan pergumulan, langsung kecewa, putus asa.
Amsal 17:22
17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Kaum muda dalam menghadapi perjodohan, pekerjaan, study, jangan sampai semangat patah. Kalau semangat patah rohaninya pasti kering, penyembahannya kering dan dosa cepat sekali masuk. Kenapa ada orang bunuh diri? Karena sudah patah semangat. Kenapa orang terjerumus ke narkoba? Karena sudah kecewa, putus asa, dia lari ke situ.
Semoga kita bisa mengalahkan daging ini, kita mohon kekuatan dari Tuhan. Bagaimana cara untuk mengalahkan daging ini?
Kidung Agung 2:1-2,16
2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2 — Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
Bunga bakung ada di lembah, di antara duri-duri. Kekasihku menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung, berarti di lembah. Jadi, untuk mengalahkan daging adalah dengan tergembala dengan benar dan baik. Mari bawa hidup kita untuk tergembala dengan benar dan baik. Tekuni 3 macam ibadah pokok, taati Firman penggembalaan. Di situlah kita mendapat kekuatan dari Tuhan untuk mengalahkan daging ini.
Ø Dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci di situ kita mendapatkan kekuatan dari Firman dan perjamuan suci untuk mengalahkan daging.
Ø Dalam ibadah raya kita mendapat kekuatan Roh Kudus untuk mengalahkan daging.
Ø Dalam ibadah doa penyembahan kita mendapat kekuatan kasih Allah untuk mengalahkan daging.
Ayo tergembala dengan benar dan baik, Tuhan tidak menipu. Salomo ada di lembah, Sulamit juga ada di lembah. Sekalipun kita ada di lembah, ada Tuhan beserta kita.
Mazmur 23:6
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Tuhan menyertai kita dengan tangan kebajikan dan tangan kemurahanNya. Daging kita kalahkan maka masalah apapun yang menerpa kita, Tuhan selesaikan. Tangan kebaikan dan kemurahanNya menyelesaikan bagi kita sekalian, membuat semuanya menjadi indah dan baik pada waktunya.
Sangat besar usaha Tuhan untuk Yerusalem. Yerusalem itu sidang mempelai, gereja yang tergembala. Usaha Tuhan untuk kita sangat besar, jadi tidak usah kita takut. Mungkin masalah yang kita hadapi sangat besar, tetapi tangan kebaikan kemurahan Tuhan adalah usaha Tuhan yang besar untuk menolong kehidupan kita.
Zakharia 1:14
1:14 Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion,
Sangat besar usaha Tuhan untuk kita, sebagai timbal baliknya sangat besar juga usaha kita untuk tergembala. Ada hujan, kita tembusi. Ada masalah apa saja tidak menghalangi kita untuk tergembala. Terus tergembala dengan benar dan baik sampai garis akhir hidup kita.
Lembah ditimbun, daging dikalahkan, maka kita bisa naik gunung yang besar lagi tinggi, Yerusalem yang Baru. Kita bisa naik ke sana, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Wahyu 21:9-10
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
Lembah apa yang sedang mengalahkan kita sekarang ini? Lembah Akhor, lembang bayang-bayang maut, lembah Ben-Hinom atau lembah tulang kering? Selama kita masih bisa tergembala dengan benar dan baik, tangan kebaikan dan kemurahan Tuhan sedang diulurkan kepada kita.
Tuhan Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar