20260802

Kebaktian Umum, Minggu 2 Agustus 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:8-9

16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.

16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

 

Wahyu pasal 16 ini tentang 7 malapetaka, hukuman dari Allah Bapa. Ini adalah malapetaka keempat yaitu penumpahan cawan murka Allah ke atas matahari sehingga menghanguskan manusia dengan api.

 

Matahari menggambarkan kasih Allah yang sempurna.

Mazmur 84:12

84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

 

Matius 5:43-45,48

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

 

Cawan murka Allah dicurahkan ke matahari sehingga keluar api yang menghanguskan manusia. Kenapa dicurahkan api yang menghanguskan kepada manusia? Ini adalah hukuman bagi orang yang tidak menghargai kasih Allah, orang yang dihanguskan oleh api hawa nafsu daging. Seharusnya kita dikuasai oleh api kasih Tuhan, bukan dihanguskan oleh api hawa nafsu daging.

 

Di dalam matahari ada 3 unsur.

1.      Terang

Menunjuk aktivitas kasih Allah yang membuat kita bisa berjalan dalam terang, tidak hidup dalam kegelapan dosa dan menjadi terang kesaksian bagi sesama.

Yohanes 8:12

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

 

Seharusnya kita yang menerima kasih Allah menjadi terang kesaksian, hidup di dalam terang, jangan dihanguskan oleh hawa nafsu dosa.

 

2.      Panas

Menunjuk gairah kasih Allah yang mendorong kita untuk bergairah melayani Tuhan, setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau bukan gairah kasih Allah, saya lebih baik istirahat. Ini pulang dari Jakarta langsung melayani ibadah doa penyembahan, besoknya melayani ibadah pernikahan, sekarang ini langsung 3 kali ibadah. Karena kasih Allah membuat gairah melayani Tuhan.

 

Kalau merenungkan sebenarnya kita ini tidak layak melayani. Terlalu banyak kekurangan kita, tidak ada kelebihannya. Tetapi kasih Allah yang melayakan kita beribadah melayani. Rasul Paulus berkata aku paling hina dari semua rasul tetapi mendapat kasih karunia sehingga dia bekerja lebih keras melayani Tuhan. Tetapi rasul Paulus tidak menonjolkan diri tetapi karena kasih karunia Tuhan.

I Korintus 15:9-10

15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

 

Kalau di dunia kerja keras untuk hidup sehari-hari. Untuk Tuhan, lebih keras lagi kita bekerja untuk Tuhan.

 

3.      Energi

Di dalam matahari ada energi. Artinya kekuatan kasih Allah membuat kita kuat teguh hati menghadapi apapun di dunia ini. Dalam Roma pasal 7 ada serangan setan dengan 7 senjatanya secara terang-terangan, kita hanya seperti domba sembelihan tetapi kasih Tuhan yang memberikan kekuatan dan daya tahan kepada kita sehingga tidak kecewa, tidak putus asa tetapi menang bahkan lebih dari pemenang. Kasih Allah membuat kita mempunyai daya tahan menghadapi apapun dan menjadikan kita lebih dari pemenang.

Roma 8:35-37

8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 

8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

 

Jadi kehidupan yang dihukum adalah:

1.      Kehidupan yang tidak menjadi kesaksian. Atau kalau dia bersaksi hanya saksi palsu.

2.      Tidak bergairah melayani Tuhan, tidak setia berkobar-kobar melayani Tuhan. Sudah diberikan kesempatan melayani tetapi tidak bergairah, tidak semangat. Istilahnya tergantung mood, kalau moodnya baik dia melayani, kalau tidak baik tidak melayani.

3.      Kehidupan yang mudah kecewa, putus asa menghadapi tantangan apapun. Kecewa putus asa itu ibarat penyakit aids secara rohani. Kalau sudah kecewa dan putus asa, tidak punya daya tahan sehingga dosa cepat sekali masuk.

 

Ada orang yang menghalang-halangi Yesus membersihkan Bait Allah dan orang-orang ini yang menjadi saksi dusta! Kalau sudah hidup dalam kegelapan dosa, tidak bergairah lagi melayani Tuhan, mudah kecewa dan putus asa, kalau dia bersaksi menjadi saksi dusta!

Markus 14:55-59

14:55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya.

14:56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

14:57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini:

14:58 "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia."

14:59 Dalam hal ini pun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

 

Yang bersaksi ini orang yang ada waktu Yesus membersihkan Bait Allah dan berkata ‘rombak Bait Allah ini, Aku akan mendirikannya dalam 3 hari’. Mereka dengar dan mereka menjadi saksi dusta. Hati-hati menjadi orang Kristen, hamba Tuhan, pelayan Tuhan jangan jadi saksi dusta! Kita periksa, saya ini orang Kristen dari sejak lahir, saya jadi gembala dari tahun sekian sampai sekarang, kesaksian kita adalah kesaksian benar atau kesaksian dusta atau palsu.

 

Yohanes 2:19-20

2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

 

Dibangun 42 tahun bukan karena mangkrak tidak ada dana tetapi karena begitu megahnya.

 

Yesus adalah Firman.

Yohanes 1:1,14

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

Bait Allah adalah pribadi kita:

I Korintus 3:19

3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."

 

Praktek saksi dusta:

1.      Orang yang sudah mendengar Firman tetapi tidak mau disucikan. Yesus tampil di Bait Allah membersihkan pedagang-pedagang merpati, kambing, domba, lembu semua diusir, meja penukar uang dibalikkan. Karena Yesus rindu fungsi Bait Allah dikembalikan menjadi rumah doa, bukan sarang penyamun. Sekarang Firman diperdengarkan kepada kita untuk membersihkan kehidupan kkita sekalian dari dosa-dosa, dari sarang penyamun. Sarang itu tempat berkembang biak. Seringkali hidup kita menjadi tempat berkembang biaknya dosa. Mau disucikan Yesus lewat Firman. Tetapi kalau tidak mau disucikan, tetap pertahankan dosa, orang itu adalah saksi dusta, saksi palsu. Biar bersaksi sama orang tetapi tetap dia saksi dusta, saksi palsu!

 

2.      Di Bait Allah ada orang berjual beli.

Yohanes 2:13-14

2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

 

Orang berdagang itu mencari keuntungan. Jadi saksi palsu ini beribadah melayani tetapi hanya mencari keuntungan jasmani, perkara-perkara jasmani di dunia. Kalau diberkati dia berseru ‘Tuhan dahsyat luar biasa’. Tetapi kalau dalam keadaan susah menderita ‘mana Yesus, kenapa saya tidak ditolong’. Ini orang yang beribadah mencari perkara dan keuntungan jasmani. Perkara jasmani bukan sebatas uang, bisa juga kedudukan, kehormatan. Kalau kaum muda cari jodoh! Karena suka sama seseorang di gereja sehingga dia aktif bergereja. Begitu cintanya ditolak langsung tidak aktif beribadah.

 

3.      Yesus berkata ‘rombak Bait Allah ini, dalam 3 hari akan Ku bangun kembali’. Yang Yesus maksud adalah diriNya, Tubuh Kristus. Yesus rela mati di kayu salib supaya kita bisa dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Bait Allah secara jasmani sudah tidak bisa menampung kemuliaan Tuhan karena di dalamnya sudah ada roh jual beli. Tuhan mau beralih pada Bait Allah yang rohani, Tubuh Kristus. Jadi Yesus mau membangun kita menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi praktek saksi palsu adalah orang yang menentang pembangunan Tubuh Kristus!

 

Di akhir zaman ini ada 2 proyek yang besar:

a)      Pembangunan Tubuh Kristus, Mempelai Wanita Tuhan, Yerusalem Baru.

b)      Pembangunan Babel, tubuh Babel, mempelai wanita setan yang akan binasa dalam tempo 1 jam.

 

Kita berada di mana? Kalau kita menjadi saksi yang benar kita masuk pembangunan tubuh Kristus. Tetapi kalau saksi dusta dengan 3 praktek tadi, masuk pembangunan tubuh Babel yang disebut gereja palsu.

Wahyu 17:5

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

 

Babel di sini bukan kota dalam arti hurufiah. Kota Babel di sini menunjuk gereja palsu, mempelai wanita setan. Di dalamnya hanya berisi roh jual beli.

Wahyu 18:11

18:11 Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka,

 

Kita berada di mana? Tidak ada di tengah-tengah, tidak ada istilah saya netral. Hanya 2 pilihan, kalau bukan tubuh Kristus ya tubuh Babel. Kalau bukan gereja benar ya gereja palsu.

 

Kita lihat praktek pembangunan tubuh babel. Bukan untuk kita masuk ke sana tetapi supaya kalau berada di sana, supaya segera bertobat, masih ada kemurahan! Yesus menghendaki supaya semua orang bertobat. Tujuan hidup kita di dunia ini untuk bertobat. Kaya untuk bertobat, pandai untuk bertobat, dapat kedudukan untuk bertobat, semuanya untuk bertobat.

1.      Babel disebut pelacur! Pelacur itu tidak setia pada satu laki-laki. Jadi praktekanya tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Sampai meninggalkan ibadah pelayanan, sudah tidak mau lagi beribadah melayani.

 

Salah satu contoh di dalam Alkitab, tetapi terungkap ternyata dia tidak masuk pembangunan tubuh Kristus tetapi malah masuk pembangunan tubuh Babel. Itulah Yudas, dia bendahara, bendahara itu orang yang dipercaya. Masakan pencuri jadi bendahara! Yudas orang yang dipercaya, tetapi sayang, Yesus dia khianati untuk mendapat 30 keping perak.

Markus 14:10-11

14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

 

Kalau cari-cari kesempatan, cari-cari alasan untuk tidak beribadah melayani Tuhan, orang itu sudah dimasuki roh Yudas! Jangan! Justru kita berupaya menembusi kesempatan sekecil apapun untuk bisa beribadah melayani Tuhan. Seperti Perempuan Siro Fenesia, Yesus datang di daerah Tirus, Dia tidak ingin kedatanganNya diketahui orang. Tetapi perempuan ini tahu bahwa Yesus datang,  dia menggunakan kesempatan sekecil apapun. Bahkan ketika dia datang, dia diusir oleh murid-murid, tetapi dia memanfaatkan kesempatan. Ketika dia datang kepada Yesus minta pertolongan karena anaknya dirasuk setan, Yesus berkata  tidak patut mengambil roti untuk anak-anak lalu dilempar kepada anjing! Dia dikatai anjing oleh Yesus karena dia bangsa kafir, bangsa Siro Fenesia. Tetapi apa dia katakan? Benar Tuhan, tetapi anjing itu mau menjilat remah-remah roti! Yesus berkata hai ibu karena perkataanmu anakmu sembuh. Kesempatan kecil dia manfaatkan untuk bisa datang beribadah mendengarkan Firman dan dia ditolong.

 

Jangan seperti Yudas cari-cari kesempatan untuk menyerahkan Yesus, cari-cari alasan untuk tidak beribadah melayani Tuhan. Kalau kita cari alasan, untuk tidak beribadah, iblis sudah menyodorkan sekeranjang alasan.

 

Akibatnya kalau tidak setia:

a)      Kisah Para Rasul 1:17-20

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah —.

1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

 

Akibatnya jabatan pelayanannya Tuhan berikan kepada orang lain. Jangan sampai terjadi kepada kita. Kalau jabatan kita sudah diberikan kepada orang lain, kita sudah tidak bisa kembali pada jabatan itu. Sebagai anggota zangkoor, pemimpin pujian, pemain musik, jangan sampai jabatannya Tuhan berikan kepada orang lain. Apalagi saya sebagai gembala, karena tidak setia, tidak tanggung jawab sehingga jabatan diambil dan Tuhan berikan kepada orang lain! Kalau sudah sampai jabatannya Tuhan berikan kepada orang lain, dia tidak bisa kembali lagi!

 

Ingat Esau, jubahnya diambil dan diberikan kepada Yakub. Dan Yakub yang menerima berkat sulung! Esau menangis mencucurkan air mata dan dia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaikinya lagi.

 

Koor kaum muda jangan timbul tenggelam, kalau sampai jabatannya diambil Tuhan dan diberikan kepada orang lain, nanti gigit jari, menangis, tidak bisa kembali lagi pada jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Ibrani 12:16-17

12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

 

b)      Hidupnya penuh penyesalan.

Matius 27:3

27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

 

Yudas menyesal tetapi sudah tidak ada gunanya. Jangan sampai kita hidup penuh penyesalan!

Amsal 5:7,11-13

5:7 Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.

5:11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,

5:12 lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;

5:13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?

 

Kalau sudah mengalami seperti Yudas, seperti Esau, mau apa? Menyesal tetapi tidak bisa berubah. Esau menyesal tetapi tidak bisa memperbaiki kesalahannya. Yudas menyesal malah menggantung diri. Betul-betul hidup dalam penyesalan.

 

c)      Yudas menggantung diri. Artinya hidupnya terkatung-katung, tidak jelas hidupnya mau ke mana. Secara jasmani terkatung-katung, secara rohani juga terkatung-katung. Saya sebenarnya mau ke mana, saya ibadah untuk apa. Tidak jelas arah hidupnya.

 

d)      Binasa, isi perutnya tertumpah keluar. Semua dosanya dibuka oleh Tuhan tetapi tidak ada kesempatan bertobat dan binasa selamanya. Jangan terjadi dalam hidup kita.

 

Kita jangan menjadi saksi dusta. Saksi yang benar harus setia tanggung jawab dalam pelayanan kepada Tuhan. Jangan kecilkan pelayanan, seringkali kita seperti hamba yang menerima 1 talenta, mengecilkan pelayanan. Tuhan sudah berikan 1 talenta untuk dikembangkan tetapi tidak mau, malah disimpan, disembunyi di dalam tanah.

Matius 25:24-26

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

 

Kalau tidak setia, tidak tanggung jawab, itu hamba yang jahat dan malas di hadapan Tuhan. Tidak setia dan tidak tanggung jawab itu menentang pekerjaan Roh Kudus. Karena salah satu buah roh adalah kesetiaan.

 

Matius 12:32

12:32  Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

 

Yang sudah pernah melayani lalu mundur, ayo kembali setia melayani Tuhan. Kalau di dunia ada pemutihan, di dalam Tuhan juga Tuhan mau menerima, ayo kembali melayani Tuhan. Yang menerima 5 talenta dia kembangkan menjadi 10 talenta, yang menerima 2 telenta mengembangkan menjadi 4. Seharusnya yang menerima 1 talenta itu mengembangkan menjadi 2 talenta. Semua diberi kesempatan untuk mengembangkan talenta sampai 100%. Angka 100 adalah kepenuhan Tubuh Kristus. Ada gembala yang memiliki 100 ekor domba. Hilang 1 domba, dia tinggalkan yang 99 ekor untuk mencari yang 1 ekor lalu dia bawa pulang supaya genap 100. Tidak boleh tidak genap 100. Jadi angka 100 itu menunjuk kegenapan Tubuh Kristus. Kita setia melayani Tuhan itu untuk dibangun menjadi Tubuh Kristus, itu pekerjaan Roh Kudus. kalau tidak setia itu menentang pekerjaan Roh Kudus. Jangan sampai terjadi pada kita!

 

Ingat pelita emas yang menunjuk persekutuan dengan Allah Roh Kudus, terbuat dari 1 talenta emas. Yang menerima 1 talenta malah dia simpan di dalam tanah. Padahal 1 talenta itu untuk membuat pelita emas. Persekutuan dengan Allah Roh Kudus dia tentang, maka tidak mendapat pengampunan!

 

Makanya saya takut kalau istilah mau istirahat dulu, nanti baru melayani, takut saya! Pulang dari persekutuan harus langsung melayani. Persekutuan itu meluber, dari dalam sudah penuh lalu meluap ke luar. Bukan untuk jalan-jalan.

 

Kalau setia berkobar melayani Tuhan kita bahagia. Kadang berpikir melayani itu bikin susah, bikin repot, masa tidak ada waktu untuk refreshing, untuk menyenangkan daging. Zangkoor pulang ibadah masih latihan, kalau sabtu malah datang lebih awal 1 jam, wah bikin repot, bikin susah. Apalagi gembala, mesti persiapan lagi. Tetapi melayani itu malah berbahagia!

Matius 25:21

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Tuhan kita Yesus masih di bumi sudah dikatakan ‘masuklah, turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’. Sekalipun masih hidup di bumi tetapi sudah mengalami kebahagiaan Sorga. Makanya dalam doa Bapa kami dikatakan di bumi seperti di Sorga. Kalau di bumi kita melayani, kebahagiaan Sorga kita alami. Tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia ini. Saya terbatas menerangkan dengan kata-kata, tetapi biarlah menjadi pengalaman masing-masing. Kami suami isteri mengalami, ada kebahagiaan kalau melayani. Justru kalau tidak bisa melayani saya rasa ada yang kosong, rasa tidak nyaman.

 

Kalau bisa melayani itu suatu kebahagiaan Sorga. Semakin dipakai Tuhan, semakin bahagia. Dan Tuhan percayakan perkara yang besar, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

2.      Yesaya 14:22-23

14:22 "Aku akan bangkit melawan mereka," demikianlah firman TUHAN semesta alam, "Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya," demikianlah firman TUHAN.

14:23 "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

 

Babel itu disebut air rawa-rawa, hanya menerima tetapi tidak bisa mengalirkan pada yang lain. Ini egois! Hanya mementingkan diri sendiri, tidak mau berkorban untuk pembangunan Tubuh Kristus. Untuk pekerjaan Tuhan kikir, untuk diri sendiri bisa jor-joran. Bedakan keinginan dengan kebutuhan. Kalau kebutuhan silahkan, kalau keinginan jangan. Lebih baik untuk pekerjaan Tuhan dari pada untuk keinginan. Jangan egois semua untuk diri sendiri!

Matius 25:41-46

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

 

Egois ini tidak mau memberi dan mengunjungi sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan. Baik secara jasmani, kita lihat sesama yang membutuhkan, jangan egois, kita berikan! Secara rohani kita lihat ada sesama yang dalam keadaan lapar rohaninya, dalam keadaan haus, dalam keadaan dipenjara rohaninya oleh setan, ayo besuk, kunjungi, doakan. Jangan masa bodoh lalu berkata ‘kan keselamatan dikerjakan masing-masing’. Iya memang betul, tetapi Tubuh Kristus tidak terdiri dari satu orang atau satu gereja, tetapi dari banyak orang. Kita tidak bisa berdiri sendiri lalu berkata kita ini Tubuh Kristus! Ayo lihat ada sesama yang membutuhkan.

 

Kalau egois itu tabiat kambing. Kambing itu di sebelah kiri. Apa yang di sebelah kiri?

Amsal 3:16

3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

 

Kekayaan dan kehormatan di sebelah kiri, ini gila hormat! Banyak pendeta yang gila hormat. Padahal hamba Tuhan itu keset, rela diinjak-injak supaya jemaat bersih. Namanya hamba, bukan raja. Kita semua ini adalah hamba Tuhan! Kenapa mau jadi raja, harus dihormati. Kalau direndahkan, terima kasih. Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, tetapi kalau merendahkan diri akan ditinggikan pada waktunya.

I Petrus 5:5-6

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

 

Jangan jadi kambing di sebelah kiri, jangan hanya menimbun berkat tetapi tidak mau berbagi dengan sesama. Berkat jasmani bagikan, terutama bagikan berkat rohani.

Galatia 6:10

6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

 

Kambing ini tidak bisa membagi berkat jasmani juga tidak bisa membagi berkat rohani. Setelah makan rumput, dia injak-injak sehingga yang lain tidak bisa makan. Setelah minum air yang jernih, dia keruhkan dengan kakinya sehingga yang lain tidak bisa minum. Itu orang egois, sudah dapat berkat Firman, tetapi tidak bisa membagi, malah jadi sandungan! Orang berkata ‘katanya pengajaran tetapi kelakuannya begitu? Orang tidak mau dengar Firman pengajaran karena melihat kelakuannya, apalagi dia gembala atau ibu gembala, keluarga pastori. Jangan sampai kami sekeluarga di sini jadi kambing-kambing!

Yehezkiel 34:17-18

34:17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

34:18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?

 

Kita sudah dengar Firman, jadilah saksi yang benar, bagikan! Kita sebarkan secara virtual, bagikan linknya. Ada wartanya juga, bagikan juga supaya orang bisa mendengar dan membaca. Dan tunjukan perilaku kita yang sudah diubahkan. Saya khotbah kesucian, lalu saya tidak hidup dalam kesucian, itu berarti saya injak-injak rumput, saya mengeruhkan air dengan kaki saya! Dalam doa saya katakan kepada Tuhan, biar apa yang sudah dikerjakan itu yang diajarkan.

 

Suatu saat rawa akan menjadi tempat timbunan garam seperti laut mati.

Yehezkiel 47:11

47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

 

Ini bukan yang positif. Yehezkiel 47 itu bicara sungai kehidupan, kegerakan rohani. Kita harus masuk dalam kegerakan rohani, jangan jadi rawa. Kalau jadi rawa hanya menjadi tempat timbunan garam seperti laut mati, laut asin, tidak ada kehidupan di situ. Artinya kalau mementingkan diri, rohani akan mati! Sementara terjadi kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, lalu pangku tangan, hanya kumpulkan berkat bagi diri sendiri, tidak mau terlibat dalam kegerakan, rohani akan mati! Ingat isteri Lot menjadi tiang garam. Jangan sampai terjadi pada diri kita, jangan sampai rohani mati.

 

Saya berupaya untuk mengikuti kegerakan Firman. Kalau dipikir secara daging berapa biayanya. Kita gelar ibadah natal, ibadah Paskah dan KKR berapa biayanya, ratusan juta. Tetapi karena kita mau dipakai dalam kegerakan rohani maka kita mau berkorban. Ada yang berkorban waktu, korban tenaga, korban harta, semua kita korbankan. Hanya 1 yang tidak boleh dikorbankan, pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan.

 

Melayani Tubuh Kristus itu mulai dari dalam nikah. Jangan egois di dalam nikah. Sekarang handphone membuat manusia egosentris. Suami sibuk ketawa-ketawa sendiri lihat handphone. Isterinya nangis-nangis sendiri lihat handphone. Sudah lupa keluarga! Bukan tidak boleh punya handphone, tetapi manfaatkan untuk kemuliaan Tuhan.

 

Kalau kita mau berkorban untuk kepentingan Tubuh Kristus, kita menjadi timbunan berkat Tuhan untuk dibagi lagi. Tidak pernah habis berkatnya, kita menjadi tempat timbunan kasih Allah. Diberkati untuk menjadi berkat, begitu seterusnya.

I Petrus 3:9

3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

 

Ini rumus berkat Abraham, diberkati dan menjadi berkat. Terutama menjadi berkat lewat kata-kata. Kadangkala perkataan tidak menjadi berkat, apalagi kalau dia hamba Tuhan, ngomong saja seenaknya. Kalau perkataan kita menjadi berkat, kita melihat hari-hari baik.

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Dalam nikah rumah tangga jadi berkat bagi keluarga, lewat kata-kata!

 

3.      Wahyu 18:2

18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

 

Ini saksi palsu, masuk pembangunan Babel, prakteknya dikuasai roh jahat dan roh najis. Roh jahat mengarahkan pada cinta uang yang membuat kikir dan serakah. Roh najis mengarahkan pada dosa kawin mengawinkan dan dosa makan minum, dalam bentuk apa saja. Makin aneh-aneh manusia memodifikasi dosa kawin mawin ini untuk memuaskan dagingnya. Laki-laki dengan perempuan yang bukan suami isteri yang sah, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dengan keluarga sendiri dan lain-lain. Kalau mau disebutkan, betul-betul memuakkan! Itu yang terjadi di akhir zaman ini.

 

Dan juga dosa makan minum yaitu merokok, narkoba, miras. Sudah biasa pendeta perokok, banyak pendeta peminum, ada pendeta narkoba. Itu sudah dianggap biasa! Itulah liciknya setan. Dalam Perjanjian Lama Tuhan menyuruh Musa dan Harun membuat pedupaan. Dupa itu ada asap untuk Tuhan. Setan tiru asap dari rokok. Jangan sampai kita dikuasai roh jahat dan roh najis!

 

Matius 8:20

8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

 

Ini keluhan Yesus. Gereja akhir zaman ini banyak dikepalai oleh serigala itulah roh jahat dan burung yaitu roh najis! Yesus tidak ada di situ. Yesus rindu menempatkan dirinya sebagai kepala tetapi Dia tidak punya tempat.

 

Mari sidang jemaat tempatkan Yesus sebagai kepala dalam hidup kita, itu saksi yang benar! Jangan ada roh jahat, jangan ada roh najis! Kalau serigala sudah punya liang, burung punya sarang, akan terjadi perkembangbiakan. Kalau roh jahat dan roh najis sudah menguasai, dosa akan berkembang biak di situ!

 

Biarlah Yesus menjadi kepala, menjadi saksi yang benar, kita selalu menempatkan Yesus sebagai kepala dalam hidup kita. Setiap langkah hidup kita mau diatur oleh Firman. Taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan sehingga kita menjadi rumah doa, tempat Tuhan berhadirat, tempat Tuhan bertakhta.

Yesaya 6:1

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

 

Bait suci adalah kita. Kalau kita menjadi rumah doa, ujung jubah Tuhan menutupi Bait Suci. Kita dilingkupi oleh kuasa kebangkitan Tuhan Yesus. Di ujung jubah bangsa Israel ada benang biru. Itu menunjuk kuasa kebangkitan Yesus.

Bilangan 15:37-38

15:37 TUHAN berfirman kepada Musa:

15:38 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

 

Ada perempuan pendarahan 12 tahun dan dia berkata asal ku jamah ujung jubah Yesus, aku akan sembuh.

Lukas 8:43-44

8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun.

8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.

 

Pendarahan menunjuk perpecahan, pembuluh darah yang pecah. Ada perpecahan dalam Tubuh Kristus, perpecahan dalam nikah. Banyak kali nikah diisi dengan perpecahan, masih satu rumah tetapi sudah tidak akur. Menikah itu untuk menyatu. Kalau masuk dalam nikah ada perpecahan, segera perbaiki.

 

Kalau terjadi perpecahan pasti bau amis, busuk. Saya tidak tahu kalau ada nikah yang pecah, busuk, dalam penggembalaan ada perpecahan, terjadi pengelompokan-pengelompokan, pagi ini jamah ujung jubah Yesus. Ada kuasa kebangkitan, sanggup meredakan pendarahan, menyembuhkan semuanya, memulihkan yang sudah pecah dan busuk. Tuhan sanggup memulihkan!

 

Ujung jubah Tuhan bukan hanya memenuhi, nanti kita menyatu selama-lamanya.

Lukas 8:45-48

8:45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."

8:46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."

8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.

8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

 

Bukan hanya perpecahan yang dipulihkan, namun kita juga selamat! Selamat dari penghukuman Tuhan, selamat dari aniaya antikristus, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna untuk menyambut Yesus di awan-awan yang permai ketika Dia kembali sebagai Raja, Mempelai Pria Sorga.

 

Kita mau menjamah ujung jubah Tuhan, maka kita juga akan dijamah oleh Tuhan. Tuhan menolong semua. Semua diubahkan oleh Tuhan menjadi baik, sampai sungguh amat baik, asal kita menjamah Dia dan Tuhan menjamah hidup kita sekalian.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar