20260813

Kebaktian Doa Puasa Sesi 2, Selasa 23 Juni 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

                                                                                      

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 8:20-24

8:20 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku;

8:21 sebab jika engkau tidak membiarkan umat-Ku itu pergi, maka Aku akan melepaskan pikat terhadap engkau, terhadap pegawai-pegawaimu, rakyatmu dan rumah-rumahmu, sehingga rumah-rumah orang Mesir, bahkan tanah, di mana mereka berdiri akan penuh dengan pikat.

8:22 Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini.

8:23 Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi."

8:24 TUHAN berbuat demikian; maka datanglah banyak-banyak pikat ke dalam istana Firaun dan ke dalam rumah pegawai-pegawainya dan ke seluruh tanah Mesir; negeri itu menderita karena pikat itu.

 

Ini tulah keempat yaitu lalat pikat, akibat keras hati tidak membiarkan bangsa Israel pergi beribadah kepada Tuhan. Lalat pikat asalnya dari udara, sekarang menunjuk penguasa angkasa, naga setan di udara yang diwujudkan dengan roh durhaka, roh jahat dan roh najis.

 

Sasarannya adalah:

1.      Firaun dan rakyatnya, menunjuk manusia daging yang tidak bertobat. Ini dikuasai roh durhaka, roh jahat dan roh najis.

2.      Rumah, menunjuk pada 2 hal:

a)      Rumah tangga yang dihantam roh durhaka, roh jahat dan roh najis.

b)      Rumah ibadah, juga dihantam roh durhaka, roh jahat, roh najis.

3.      Seluruh tanah Mesir, menunjuk seluruh dunia sudah dikuasai oleh iblis, dikuasai roh durhaka, roh jahat dan roh najis.

 

Kita pelajari tentang roh durhaka.

Matius 24:12

24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

 

Kedurhakaan membuat kasih menjadi dingin. Manusia sekarang betul-betul krisis kasih.

 

Roh durhaka ini terutama melanda 2 tempat:

1.      Rumah tangga. Berapa banyak nikah rumah tangga yang hancur karena ada roh durhaka, suami durhaka, isteri durhaka, anak durhaka.

Matius 10:21

10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

 

Roh durhaka dalam nikah dimulai dari permulaan nikah yang salah. Memaksakan hubungan yang tidak seimbang, yang tidak direstui, sampai melakukan hal-hal yang najis sebelum menjadi suami isteri.

 

Kalau belajar kisah Amnon dan Tamar, sebelumnya Amnon itu begitu cinta kepada Tamar. Tetapi begitu melakukan hal yang najis, cintanya berubah menjadi kebencian. Hati-hati kaum muda, kalau masa pacaran, masa tunangan sudah terjadi kejatuhan, nanti masuk nikah, nikah itu diisi dengan roh durhaka, diisi dengan kebencian. Cinta-cinta waktu pacaran tunangan, yang lain ngekos, nanti masuk nikah kalau tidak diselesaikan, nikah itu diisi dengan kebencian dan kedurhakaan. Cintanya berubah karena cintanya bukan kasih yang murni dari Tuhan tetapi kasih eros.

 

Biasanya anak memberontak itu kalau soal jodoh. Kalau soal sekolah masih dengar-dengaran, atau diatur pekerjaannya masih nurut. Tetapi kalau soal jodoh berontak terhadap orang tua jasmani dan orang tua rohani.

 

Masuk nikah diisi juga dengan kekerasan-kekerasan. Tuhan membenci kekerasan, kekerasan berujung pada perceraian, kemudian terjadi kawin mengawinkan. Ini yang harus kita perhatikan, jangan sampai dihinggapi roh durhaka. Makanya kita berpuasa supaya jangan roh durhaka hinggap pada kita.

 

2.      Penggembalaan

Para gembala dan imam mendurhaka.

Yeremia 2:8

2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

 

Zakharia 11:4-5

11:4 Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku: "Gembalakanlah domba-domba sembelihan itu!

11:5 Orang-orang yang membelinya menyembelihnya dengan tidak merasa bersalah dan orang-orang yang menjualnya berkata: Terpujilah TUHAN! Aku telah menjadi kaya! Dan orang-orang yang menggembalakannya tidak mengasihaninya.

 

Ini bentuk keduhakaan dalam penggembalaan. Penggembalaan bersuasana jual beli, bersuasana pasar. Waktu Yesus datang pertama kali ke dunia ini, Dia menyucikan Bait Allah karena Bait Allah sudah berubah fungsi dari rumah doa menjadi sarang penyamun. Bukan rumah doa tetapi menjadi tempat berjualan, sampai Tuhan Yesus mengusir orang-orang yang berjualan di dalam Bait Suci.

 

Yohanes 2:14-15

2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

 

Praktek penggembalaan bersuasana jual beli.

a)      Meja bukan berisi roti tetapi uang.

Artinya dalam beribadah yang ditampilkan hanya berkat-berkat jasmani, bukan lagi pembukaan rahasia Firman. Yang ditampilkan hanya perkara jasmani sehingga pelayanan itu menjadi profesi, bukan lagi tahbisan. Orang melayani untuk mendapat sesuatu, mencari keuntungan.

 

Waktu Samuel menyampaikan Firman nubuatan tentang keluarga imam Eli, salah satunya keturunan imam Eli melayani untuk mendapatkan sekerat roti, dapat makan. Sekarang melayani untuk dapat makan. Sampai sudah ada pendeta yang pasang tarif, sekali khotbah 2 digit.

 

Hanya mengutamakan yang jasmani, tidak ada pembukaan rahasia Firman. Baik gembala, maupun jemaat, semua mencari keuntungan dalam ibadah,

I Timotius 6:5

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

 

b)      Memperjualbelikan lembu

Lembu digunakan memikul beban atau kuk. Lembu menunjukan Yesus yang rela berkorban nyawa untuk menanggung beban dosa.

Ratapan 1:14

1:14  Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi.

 

Yesus rela mati untuk menyelesaikan dosa kita. Jadi memperjualbelikan lembu artinya:

1)      Beribadah melayani tetapi tetap mempertahankan beban dosa, tidak mau dilepas. Aneh, beban koq dibawa-bawa! Firman datang menegur, menasihati malah marah, tidak terima. Akhirnya karena kuk itu semakin berat, pelayanan yang dibuang, beban dosa dipertahankan, ini jangan sampai terjadi pada kita!

2)      Tidak tanggung jawab dalam beribadah melayani Tuhan. Tidak ada beban untuk melayani Tuhan. Nanti kita semua menjadi full timer. Yang penting sekarang kita melayani ada beban, melayani dengan tanggung jawab. Jadwalnya melayani malah tidak datang, itu tidak tanggung jawab! Kalau tidak bisa datang beribadah melayani, harus melapor kepada gembala.

 

Jangan melayani tanpa beban, tidak tanggung jawab, gampang tinggalkan pelayanan, tidak beri tahu pada yang lain. Semua pelayan Tuhan, termasuk zangkoor. Jangan berpikir kalau saya tidak datang kan banyak yang lain, jangan! Harus tanggung jawab.

 

c)      Memperjualbelikan domba

Yesaya 53:7

53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

 

Filipi 2:8

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Domba di sini menunjuk pribadi Yesus yang taat sampai mati di kayu salib. Seperti domba yang dibawa ke pembantaian, tidak banyak komentar, diam saja.

 

Memperjualbelikan domba artinya melayani tetapi mencari yang enak bagi daging. Apa yang paling enak bagi daging? Tidak taat pada Firman! Bagi daging tidak mungkin untuk taat.

Roma 8:7

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

 

Ingat Hawa di taman Eden, semua buah pohon dalam taman itu boleh kau makan, hanya 1 yang tidak boleh. Tetapi bagi Hawa yang satu itu yang paling enak, yang tidak taat.

 

Ini memperjualbelikan domba, melayani tetapi mengenakan daging, tidak mau merobek daging. Yang paling enak itu justru tidak taat, itu yang dilakukan.

 

d)      Memperjualbelikan merpati

Matius 10:16

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

 

Merpati menunjuk ketulusan. Memperjualbelikan merpati artinya melayani tetapi tidak tulus, melayani dengan pamrih.

 

Yang seringkali dipikir kalau saya melayani pasti saya diberkati. Begitu tidak diberkati, mulai mengomel, mulai bersungut, mulai salahkan Tuhan. Katanya tiada lebih indah dari melayani Tuhan, kenapa saya melayani Tuhan malah saya sakit, saya rugi, saya merosot, ah apa ini ikut Tuhan malah rugi. Itu berarti melayani tidak tulus!

 

Belajar dari Ayub, dia takut akan Tuhan, saleh, jujur, melayani Tuhan dengan tulus. Ketika hartanya habis, anak-anaknya mati semuanya, lalu dia berkata Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil. Apakah kita hanya mau yang baik-baik saja dari Tuhan dan tidak mau menerima yang tidak baik. Itulah ketulusan Ayub.

Ayub 1:1,20-22;2:9-10

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,

1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

 

Isterinya Ayub karena bersama dengan Ayub kelihatan saleh, jujur dan takut akan Tuhan, padahal dia tidak tulus! Begitu ada masalah malah dia mau mengutuki Tuhan. Mari kita melayani dengan tulus. Apapun yang Tuhan izinkan terjadi, kita bisa menerima.

 

Kalau sudah memperjualbelikan merpati berarti hanya mau yang enak saja dari Tuhan. Kalau ada yang buruk mulai mengomel, mulai bersungut, mulai salahkan orang, salahkan Tuhan, salahkan pengajaran.

 

Merpati juga menggambarkan Roh Kudus. Waktu Yesus dibaptis lalu keluar dari air, Roh Kudus turun seperti merpati. Jadi memperjualbelikan merpati artinya melayani tanpa urapan Roh Kudus, melayani tetapi kering. Apa artinya gembala melayani dengan daging. Tanpa urapan Roh Kudus berarti daging, daging dengan daging akhirnya tengkar, ribut terus. Urapan Roh Kudus membuat pelayanan menjadi baik. Yang buruk menjadi baik. Sebaliknya tanpa urapan, yang baik malah menjadi buruk!

 

Syukur Yesus datang, Dia periksa Bait Allah. Siang ini Yesus ada di tengah-tengah kita. Kita adalah Bait Allah, Yesus periksa nikah kita, periksa ibadah pelayanan kita, apakah ada roh durhaka di situ. Kalau ada roh durhaka, Yesus mau menolong.

 

Cara menghadapi roh durhaka baik dalam nikah maupun dalam penggembalaan:

Yohanes 2:15

2:15  Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

 

Cara menghadapi roh durhaka lewat Yesus mengusir. Mengusir itu keras dan tegas. Artinya penyucian yang keras dan tegas oleh Firman pengajaran yang benar. Kadangkala kita salah tangkap. Begitu Firman keras dan tajam, tidak bisa terima, langsung tersinggung.

 

Jadi, dalam penggembalaan bersyukur kalau ada pemberitaan Firman yang tegas dan keras untuk menyucikan. Bersyukur kalau kita digembalakan oleh gembala yang tegas dan keras dalam penyucian, tetapi harus pakai hikmat. Seperti Yesus menghadapi perempuan Samaria, Dia tegas dan keras menyucikan tetapi memakai hikmat. Yesus menyampaikan Firman untuk menarik, untuk memikat perempuan Samaria ini. Dia mulai tertarik pada Firman, makin dalam Firman, sampai akhirnya dia mengaku saya haus, saya butuh air itu. Yesus bilang ‘panggil suamimu’. Oh aku tidak punya suami. Betul engkau berkata benar sebab engkau sudah 5 kali bersuami yang sekarang bukan suamimu. Firman keras dan tegas langsung menunjuk keadaannya.

 

Inilah yang kita butuh dalam gereja. Sikap kita bagaimana? Terima dengan lemah lembut. Jangan bersikap seperti imam-imam kepala yang malah marah, tidak terima, mereka menantang Yesus.

Yohanes 2:18

2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"

 

Markus 11:18

11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

 

Kalau sekarang Firmannya ditantang, hamba Tuhannya di lawan. Jadi jangan heran, jika kita mau disucikan kita juga menghadapi tantangan, kita juga dilawan. Baik hamba Tuhan yang menyampaikan Firman yang keras dan tegas menyucikan dilawan. Jemaat yang mau disucikan juga ditantang, di lawan. Tetapi jangan sampai kita kepancing emosi, serahkan saja kepada Tuhan. Pembalasan itu milik Tuhan, tidak usah kita melawan. Karena yang dilawan sebenarnya adalah pribadi Tuhan Yesus sendiri. Serahkan saja kepada Tuhan nanti Tuhan Yesus yang beracara.

 

Sikap yang benar melembutkan hati.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Semakin keras, semakin tegas penampilan Firman, kita terima dengan lemah lembut. Jangan marah, jangan ditantang, jangan dilawan, yang rugi kita! Karena yang dilawan adalah Tuhan.

 

Kalau kita lemah lembut menerima Firman maka Bait Allah menjadi rumah doa.

Yohanes 2:18-22

2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"

2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

Markus 11:17

11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

 

Kalau kita mau menerima Firman dengan lemah lembut, maka terjadi perombakan = pembaharuan. Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Bait Allah kembali pada fungsinya sebagai rumah doa. Biar kita menjadi rumah doa, bukan sarang penyamun. Doa penyembahan kita naikan bagaikan asap dupa yang naik dan abunya turun, berkat Tuhan turun. Kita naikan doa penyembahan, berkatNya dicurahkan.

Mazmur 24:3-5

3:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

3:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

3:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

 

Kita bisa menerima berkat rohani dan berkat jasmani. Berkat rohani Firman semakin melimpah dan kita bisa dipakai Tuhan dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Selain berkat, kita juga menerima keadilan. Jadi tidak usah mencari keadilan di dunia, nanti Tuhan yang akan tampil sebagai Hakim yang adil untuk membela kehidupan kita. Dan kita bisa mencapai Yerusalem Baru, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati