20260717

Kebaktian Ucapan Syukur, Jumat 17 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

II Tesalonika 1:3-5,11-12

1:3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,

1:4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:

1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,

1:12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

 

Dari ayat-ayat yang sudah kita baca ini ada 3 hal yang menjadi inti ucapan syukur dan doa Paulus bagi sidang jemaat Tesalonika. Kita membacanya, berarti ini juga merupakan inti ucapan syukur dan doa kita, supaya kita bisa masuk dalam kerajaan Sorga.

 

1.      Bisa bertekun di dalam iman.

Ini kita syukuri kalau kita masih bisa bertekun dalam iman sampai saat ini.

Lukas 18:8

18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

 

Akhir zaman ini terjadi krisis di berbagai bidang, ekonomi, kesehatan, keamanan, semua goncang. Tetapi yang paling hebat krisis rohani, krisis iman. Kalau kita bisa bertekun dalam iman sampai saat ini, ini yang patut kita syukuri. Bertekun dalam iman = menempuh jalan iman. Ini jalan untuk mencapai kerajaan Sorga.

 

Praktek bertekun dalam iman:

a)      Tetap percaya kepada Yesus apapun yang kita hadapi. Mungkin menghadapi resiko ancaman atau godaan. Paling banyak anak muda sekarang ini tidak lagi percaya Yesus karena godaan. Godaan jodoh, godaan pekerjaan, godaan kedudukan sehingga iman kepada Yesus ditinggalkan, ditukar dengan perkara dunia. Tetap percaya Yesus apapun yang kita hadapi, tidak pernah menyangkal Yesus.

 

b)      Iman adalah kebenaran. Iman timbul dari mendengar Firman. Jadi yang kedua tetap hidup benar sesuai Alkitab, sesuai Firman apapun yang dihadapi. Bukan hidup benar sesuai manusia. Pribadinya benar, nikahnya benar, pelayanannya benar, sekolah benar, apapun yang dihadapi. Paulus berkata yang kami lakukan bukan untuk melawan kebenaran tetapi yang kami lakukan untuk kebenaran. Tetap hidup benar apapun yang dihadapi.

 

Sorga itu tempatnya kebenaran, langit dan bumi tempatnya kebenaran. Kalau di dunia saja tidak benar, bagaimana mau mencapai langit dan bumi yang baru.

II Petrus 3:13

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

 

Di sana tempatnya kebenaran, yang tidak benar biarlah kita buang, kita singkirkan untuk bisa mencapai kerajaan Sorga, tempatnya kebenaran.

 

c)      Tetap taat pada Firman, pegang teguh Firman pengajaran yang benar, ajaran yang sehat apapun yang dihadapi. Alkitab mencatat dalam Matius pasal 24 mengenai akhir zaman, tanda utama kedatangan Yesus terjadi penyesatan di mana-mana. Sampai 4 kali dikatakan hati-hati penyesatan. 4 menunjuk 4 penjuru bumi, di mana-mana terjadi penyesatan. Katanya memberitakan Firman tetapi sudah ditafsirkan. Kalau sudah ditafsirkan maka akan berbeda, yang A bilang begini, yang B bilang begitu. Tetapi Kalau Tuhan yang bukakan rahasianya, sumbernya satu tidak mungkin berbeda.

 

Apa itu pengajaran yang benar dan sehat?

1)      Tertulis di dalam Alkitab. Iblis mencobai Yesus, Yesus berkata ada tertulis, itu ajaran yang sehat, ada di dalam Alkitab, kita baca dan tertulis di situ.

 

2)      Dibuka rahasianya oleh Tuhan, diilhamkan oleh Tuhan. Ini isi ajaran yang sehat:

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Kalau pengajaran yang sehat ada ajaran di dalamnya untuk menyatakan kesalahan. Kadangkala orang Kristen kalau Firman keras, tunjuk salah, malah marah. Seperti dalam Kisah Para Rasul pasal 7 Stefanus khotbah tunjukan kesalahan orang Yahudi, mereka mengamuk dan marah, Stefanus dilempari batu. Yang menjadi sasaran adalah kami pemberita. Makanya banyak yang takut, tidak berani memberitakan Firman yang keras, takut dilempari batu. Akhirnya Firman dibijaksanai untuk menyenangkan hati jemaat. Paulus berkata kalau aku melayani hanya untuk menyenangkan manusia, terkutuk!

 

Ditunjuk kesalahan kita bukan untuk dipermalukan. Ditunjuk salahnya untuk diperbaiki kelakuannya. Supaya kita menjadi orang Kristen yang benar, orang Kristen yang disucikan, tidak mempertahankan apa yang salah. Kadangkala yang kita pertahankan kebenaran diri sendiri, kebenaran di luar Alkitab. Lalu ngotot dan paksa ini benar. Padahal tidak benar karena di luar Alkitab. Firman tunjuk supaya diperbaiki.

 

Kemudian lanjut untuk mendidik orang di dalam kebenaran. Setelah diperbaiki kita didik, dituntun di dalam jalan iman ini supaya jangan menyimpang kiri kanan. Tetap lurus jalannya untuk mencapai Yerusalem Baru.

 

Ini tanda orang yang tergembala. Domba yang tergembala mendengar suara gembala. Siapa Gembala itu? Itulah Tuhan Yesus Gembala yang baik. Kami gembala di bumi dikatakan adalah penjaga domba. Saya dipercayakan menggembalakan keluarga Kopi- Tolimba.

 

Kita harus digembalakan, jangan liar. Kalau domba liar dia bertemu dengan singa, bertemu dengan serigala. Singa itu berjalan beredar-edar mencari siapa yang dapat ditelannya. Bawa hidup kita untuk digembalakan, masuk di dalam kandang dan dengar-dengaran pada suara gembala, suara Firman.

Yohanes 10:3-5

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Yang kita dengar hanya suara Gembala Agung, itulah Yesus, Firman pengajaran yang benar. Suara asing jangan didengar. Yaitu ajaran asing yang tidak ada di Alkitab, yang tidak dibukakan rahasianya oleh Tuhan, hanya ditafsirkan manusia, jangan kita dengar. Itu hanya membawa kita keluar dari jalan iman.

 

Suara asing itu juga kadang suara daging kita. Firman datang, kita bilang betul Firman ya dan amin, itu keadaan saya. Tetapi suara daging kita lebih keras dari suara Firman. Ah kalau saya lakukan Firman apa yang akan terjadi, nanti resikonya begini dan begitu. Padahal belum tentu terjadi! Kadang suara daging muncul, ketika Firman datang menunjuk kesalahan suami, mulai berperasangka buruk ‘isteriku ini lapor kepada gembala, makanya saya ditembak dari mimbar’. Bukan mau tembak-tembak, itulah kebenaran Firman menyatakan salah kita. Suara daging kita kadang lebih besar dari suara Firman sehingga mendengar suara daging akhirnya keluar dari jalan iman.

 

Orang banyak mendengarkan Firman yang keras disampaikan oleh Tuhan Yesus tetapi suara dagingnya yang muncul.

Yesaya 6:60,66

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

 

Biarlah kita menjadi domba yang tergembala, bukan sekedar terdaftar di gereja. Kadang kita berpikir tergembala itu berarti terdaftar di gereja, bukan! Tergembala itu dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Kita bawa hidup kita untuk digembalakan.

 

2.      II Tesalonika 1:4-5

1:4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:

1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

 

Yang kita syukuri kita bisa tahan sengsara daging tanpa dosa karena Yesus. Kita tidak berbuat apa-apa yang merugikan, kita difitnah, digosipkan, dikucilkan karena Yesus. Kalau kita bisa bertahan sampai saat ini, itu yang kita syukuri. Kadangkala kalau mau ikuti suara daging ‘dia fitnah saya, dia gosipkan saya, saya mau cari dia, saya mau klarifikasi,  saya mau luruskan’. Tidak usah! Kalau kita tidak salah yah diam saja. Yesus dituduh macam-macam Dia diam. Kalau bereaksi daging, Tuhan tidak bela. Nanti Tuhan yang menghakimi dengan adil, bukan kita! Pembalasan dan penghakiman itu haknya Tuhan. Kita ikuti saja apa yang Tuhan izinkan terjadi.

 

Ini yang disebut jalan salib. Setelah menempuh jalan iman, selanjutnya jalan salib. Banyak yang tidak tahan di sini, ketika diperhadapkan jalan salib dia mundur. Waktu diberkati ‘Yesus dahsyat, Allah luar biasa’. Begitu diperhadapkan dengan jalan salib ‘adakah Yesus?’ sudah mulai ragu.

Kisah Para Rasul 14:22

14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

 

Harus! Jadi tidak bisa kita tawar-tawar ‘Tuhan jalan iman saja, sudah jo jalan salib’. Dikatakan harus menerima banyak sengsara! Itulah yang harus kita jalani sebagai orang Kristen. Di gereja jangan hanya diajar yang enak bagi daging. Orang Kristen harus pikul salib tiap hari. Kita sudah benar, baik, tergembala, orang gosipkan, fitnah, rugikan, yah tidak apa-apa. Kita nikmati saja menempuh jalan salib ini maka kita layak masuk kerajaan Sorga. Kalau tidak mau yah tidak layak. Yesus harus mati dan bangkit dulu baru dimuliakan naik ke Sorga. Begitu juga kita, harus mati dan bangkit dulu baru dimuliakan.

 

Sengsara yang dialami gereja Tuhan dari luar dan dari dalam. Kalau dari luar biasanya masih tahan, tetapi kalau dari dalam kadang tidak mampu.

II Tesalonika 1:8

1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.

 

Yang dihadapi pertama orang yang tidak mengenal Allah, ini dari luar. Sudah ada izin membangun gereja, sama mereka tidak boleh. Kita masih kuat, tidak diizinkan bangun gereja masih bisa beribadah di ruko atau di tempat lain. Dan juga menghadapi orang yang tidak mentaati Injil Yesus, ini dari dalam.

 

Dulu Yesus menghadapi Pilatus dan orang romawi, itu dari luar yang memang tidak kenal Allah. Yang dari dalam adalah imam-imam kepala, ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang Yahudi. Perjalanan gereja mula-mula juga menghadapi seperti itu, dari luar ada Pilatus dan Herodes, dari dalam orang-orang Farisi, orang Yahudi, imam-imam kepala.

 

Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tidak taat, itu yang sering mengganggu kita. tidak sedikit gereja dengan gereja tengkar, ribut. Seringkali terjadi seperti itu karena persoalan apa? Yang seringkali terjadi persoalan jiwa. Kalau kembali dalam Yohanes pasal 10, kami gembala di bumi ini hanya penjaga. Jiwa-jiwa ini semuanya miliknya Yesus karena Yesus sudah bayar mahal, Dia berkorban nyawa. Kami di bumi tidak bisa mengklaim ini jemaat kami. Ini jemaat Tuhan, kalau waktunya dititip ke kami untuk dijaga, puji Tuhan. Kalau sudah waktunya Tuhan ambil dan dititip ke tempat lain yah jangan marah ‘pencuri domba!’ Akhirnya tengkar, ribut.

 

Tantangan dari dalam ini yang membuat tidak jadi kesaksian, orang Kristen ribut masalah domba. Sampai ancam mengancam, kalau mati tidak ada yang mau kubur, kalau anakmu kawin tidak ada yang posintuwu. Tidak usah kita ribut soal itu, masalah iman kepercayaan itu urusan masing-masing, itu soal hati. Ini yang seringkali terjadi sehingga gereja Tuhan bukannya pikul salib tetapi malah berteriak kepada yang lain, salibkan dia!! Yang dari dalam itu yang kadang bikin sakit.

 

Biarlah pembalasan kita serahkan kepada Tuhan, jangan kita balas. Dikatakan adilnya penghakiman Tuhan. Tuhan yang bertindak dengan adil. Kalau kita benar Tuhan akan membela, Tuhan tidak mungkin membela yang salah. Tugas kita pikul salib. Untuk pikul salib daging memang tidak mampu, terlalu saya ini difitnah, dikata-katai. Tetapi Tuhan yang memberikan kekuatan. Waktu Yesus dituduh macam-macam Yesus diam saja. Sampai Pilatus berkata tidakkah Kau membela dirimu? Tetapi Yesus tetap diam.

 

Tuhan tahu daging ini tidak mampu. Sebab itu Tuhan berikan Roh Kudus kepada kita. Oleh pekerjaan Roh Kudus kita bisa bahagia di tengah sengsara. Sengsara tetapi bahagia, pikul salib tetapi bahagia.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Roh Kudus yang membuat kita bisa kuat dan bahagia. Roh Kudus adalah roh penghibur, roh penolong. Saat kita tidak mampu, Roh Kudus yang bekerja menolong. Sampai kita bahagia di tengah penderitaan. Petrus, Yohanes, Yakobus disesah dan mereka bersukacita.

Kisah Para Rasul 5:41

5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

 

Kalau kita dianggap layak menderita karena Yesus, maka nanti dianggap layak untuk dimuliakan bersama dengan Yesus.

 

Kalau orang berpacaran, kita ini banyak yang jago gombal. Tuhan Yesus digombal terus. Menyanyi di gereja ‘pikulah salibMu serta’ pulang gereja baru digosipkan sudah mau salibkan orang yang bergosip itu. Tuhan Yesus geleng-geleng lihat inilah orang Kristen. Dan tidak sedikit kami hamba Tuhan seperti itu. Om katanya om begini dan begitu. Pendetanya langsung berkata kalau saya tidak berdoa lagi untuk dia, mau apa dia itu! Jemaat langsung diancam-acam.

 

Dalam penggembalaan ada urapan Roh Kudus yang membuat kita kuat, bertahan untuk memikul salib, di balik itu ada kemuliaan kekal sudah Tuhan sediakan bagi kita.

 

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Ada kemuliaan kekal sudah menanti kita, ganti dukacita dan sengsara. Sengsara gereja Tuhan di akhir zaman, diibaratkan dalam Yohanes pasal 16 seperti perempuan hamil yang hendak melahirkan.

Wahyu 12:1-2

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

 

Tetapi Alkitab mengatakan saat anak itu lahir, ibu itu lupa penderitaannya selama ini. Inilah sengsara gereja Tuhan, seperti ibu hamil yang hendak melahirkan, semakin berat. Kita lihat bagaimana keadaan di negara kita sendiri, tidak baik-bakk saja. Orang Kristen semakin dipersulit. Itu yang kita hadapi, jalan salib!

 

3.      II Tesalonika 1:11-12

1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,

1:12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

 

Menerima panggilan dan pilihan Tuhan untuk melayani Tuhan. Ini namanya jalan ibadah pelayanan. Sesudah tergembala, kita diperhadapkan sengsara karena Yesus, Tuhan panggil dan pilih kita, Tuhan tetapkan untuk memegang jabatan pelayanan itu dari Tuhan, bukan dari manusia. Kalau dari manusia tanggung jawabnya kepada manusia, saat gembala tidak ada, dia juga tidak melayani. Tetapi kalau dari Tuhan, kita bertanggung jawab kepada Tuhan.  

 

Jabatan pelayanan ini adalah hak penuh untuk masuk kerajaan Sorga. Di Sorga tugas kita melayani. Dalam kerajaan 1000 tahun damai di sana kita melayani

Wahyu 20:6

20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

 

Dalam kerajaan Sorga kita melayani

Wahyu 22:3

22:3  Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

 

Mulai dari bumi ini kita melayani. Dalam penggembalaan, panggilan Tuhan untuk melayani Tuhan itu kita rasakan.

 

Tuhan yang memanggil dan memilih lewat Firman. Gembala bersuara memanggil domba-domba menurut namanya dan domba dengar suaranya. Jadi Firman yang menggerakan untuk melayani Tuhan bukan manusia, sebab itu tanggung jawab kepada Tuhan. Bukan kepada manusia, bukan kepada organisasi tetapi kepada Tuhan sehingga kita melayani sungguh-sungguh.

II Petrus 1:10-11

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

 

Ada hak penuh untuk masuk kerajaan Sorga, itulah jabatan pelayanan yang Tuhan berikan kepada kita.

 

Bagaimana praktek berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan itu makin teguh?

a)      Setia sampai garis akhir. Garis akhir manusia ada 2:

1)      Meninggal di dalam Tuhan. Waktunya dipanggil Tuhan secara pribadi.

2)      Hidup sampai Yesus datang kembali. Saat Yesus datang kita diubahkan sekejab mata.

 

Kita tidak tahu kapan waktunya kita. Sebab itu terus melayani, berjaga-jaga, berusaha sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh. Setia dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Banyak tantangan dan persoalan dihadapi yang kadang membuat kita lemah, mau tinggalkan pelayanan.

 

Berusaha sungguh-sungguh. Setia dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir apapun yang kita hadapi. sampai sempurna, sampai selesai semua.

II Tesalonika 1:11

1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,

 

Jangan berhenti kalau belum selesai. Kapan selesai pelayanan kita? Ketika Tubuh Kristus sudah terbentuk. Kita dipanggil Tuhan untuk melayani dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus belum terbentuk, kalau sudah terbentuk Yesus datang sebab Dia kepala. Terus kita melayani sampai kita terbentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Persekutuan Tubuh Kristus yang terkecil adalah nikah. Terus melayani dalam nikah, jangan mundur. Berusaha sungguh-sungguh panggilan pilihan makin teguh. Terus melayani sebagai isteri, sebagai suami, sebagai anak, sebagai orang tua. Terus melayani apapun yang dihadapi sampai Tubuh Kristus sempurna. Kalau ada kekurangannya bukan mundur tetapi terus melayani dan kekurangannya ditinggalkan. Kalau mengingat kekurangan saya, saya teriak kepada Tuhan. Tetapi tidak mau bertahan pada kekurangan itu, buang kekurangannya, tanggalkan semuanya. Kekuatan dari Tuhan yang menolong kita bisa melayani sampai garis akhir.

 

b)      Menjadi tawanan roh

Kita lihat bagaimana pelayanan rasul Paulus.

Kisah Para Rasul 20:22-24

20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

 

Namanya orang ditawan, dia tidak bisa seenaknya sendiri, tidak bisa mengikuti maunya sendiri. Harus mengikuti siapa yang menawan dia. Kita tawanan roh, kita tidak lagi mengikuti maunya daging kita. Maunya daging yang enak, kalau mau ikuti suara daging tidak usah pelayanan keluar. Atau cukup melayani di satu tempat saja, tidak usah di tempat-tempat yang lain. Tetapi harus menjadi tawanan roh, Tuhan mau saya melayani, bukan menganggur. Sebagai tawanan roh suara daging itu saya matikan, tidak lagi ikuti suara daging, tidak mengikuti lagi kehendak daging.

 

Seperti Yesus, teladan sebagai manusia daging seperti kita, Dia mau menolak salib. Tetapi Yesus serahkan kepada Allah Bapa ‘Abba, Bapa sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini dari padaKu’. dagingNya mau menolak salib, tetapi Dia tutup doaNya ‘bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi’. Ini tawanan roh, bukan kehendak kita, tetapi kehendak Tuhan yang jadi. Tuhan mau kita melayani sampai garis akhir, kehendak Tuhan yang jadi. Tuhan mau kita pikul salib, kehendak Tuhan yang jadi. Bukan kita mengikuti maunya kita sendiri, tetapi kita menjadi tawanan roh.

 

Tuhan tidak pernah menipu, kalau jalan iman kita tempuh, jalan salib kita tempuh, jalan ibadah pelayanan kita tempuh maka kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Artinya Yesus sebagai kepala bertanggung jawab atas hidup kita. Kita ikuti jalan iman, Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab. Kita ikuti jalan salib, Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab atas hidup kita. Kita kuti jalan ibadah pelayanan, Dia kepala bertanggung jawab atas hidup kita. Dia tidak meninggalkan kehidupan kita.

 

Tahun ini adalah tahun penyertaan Tuhan. Tuhan akan menyertai tetapi tantangannya begitu hebat. Dan betul, masuk tahun baru sudah diperhadapkan dengan banyak tantangan sampai saat ini. Tetapi Tuhan bertanggung jawab. Dia kepala, kita tubuhNya, tidak mungkin kepala melayang-layang sendiri. Tuhan bertanggung jawab atas hidup kita. Sampai nanti di mana Yesus berada di situ kita berada. Yesus berada di dalam kerajaan Sorga, disitupun kita berada, kita dibawa sampai ke Yerusalem Baru kerajaan Sorga yang kekal.

 

Kalau Dia kepala, yakinlah apa yang menjadi pergumulan kita, Tuhan tahu. Sangking beratnya, kita tidak bisa menyampaikan lagi pergumulan kita kepada Tuhan, tetapi Roh Kudus yang menyampaikan keluhan-keluhan kita kepada Tuhan Yesus.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

Dia tahu, Dia mengerti, Dia peduli, Dia sanggup menolong. Sudah Tuhan buktikan, Dia kepala, Dia bertanggung jawab, Dia mati di atas bukti tengkorak. Tengkorak itu tulang kepala. Tuhan Yesus Kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita, jadi tidak usah kita ragukan. Yesus sudah menyerahkan nyawaNya untuk kita, maka Dia bisa menyerahkan segala-galanya bagi kita. Kalau nyawaNya saja Dia berikan, jangan takut, yang lain pasti Tuhan sanggup berikan kepada kita.

Roma 8:31-32

8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

 

NyawaNya Dia berikan, maka segala-galaNya Tuhan Yesus sanggup karuniakan kepada kita dari kayu salib. Kepala adalah suami. Yesus adalah suami, Mempelai Pria Sorga. Kita tubuhNya, Mempelai Wanita Tuhan. Kepala dan tubuh tidak bisa terpisah selama-lamanya, kita terus bersama Yesus sampai selama-lamanya. Segala sengsara menempuh jalan iman, jalan salib, jalan ibadah pelayanan, Tuhan ganti dengan kemuliaan kekal, sukacita kekal yang tidak terkatakan.

 

Tuhan Yesus memberkati.