Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:18-19
15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
Dunia lebih dulu membenci Yesus. Dunia membenci kita karena kita pengikut Yesus. Jadi apa yang dialami oleh Yesus itu juga yang akan dialami gerejaNya, kehidupan yang sungguh-sungguh. Sebab kebencian dari dunia ini adalah cara dari iblis untuk melemahkan iman kita, mengendurkan semangat kita dalam melayani Tuhan. Makanya ada kebencian dari dunia ini. Tetapi kita tidak usah risau, tidak usah gelisah, tidak usah takut. Kalau Yesus sudah menang, kita juga pasti menang.
Ada kali Yesus mengalami kebencian tanpa alasan.
1. Saat dalam kandungan. Ketika Yesus dalam kandungan, Yusuf mau menceraikan Maria. Otomatis kalau Maria diceraikan, dia ketahuan mengandung tanpa suami, pasti dibunuh dan Yesus ikut mati. Jadi kebencian dari dunia itu dalam bentuk perceraian, baik dalam nikah, dalam penggembalaan, dalam persekutuan antara penggembalaan.
2. Saat Yesus lahir terancam untuk dibunuh oleh Herodes. Tidak salah, Yesus tidak melakukan apa-apa terhadap Herodes tetapi mau dibunuh. Ini kebencian tanpa alasan.
Matius 2:13-15
2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
Herodes ini gambaran setan. Dulu bayi Yesus mau dibunuh oleh Herodes. Sekarang menjelang kedatangan Yesus kedua kali, gereja Tuhan terancam untuk dibunuh oleh iblis, baik secara jasmani terutama secara rohani. Secara jasmani iblis mau membunuh tubuh kita dengan banyak cara. Lewat mara bahaya, lewat peperangan, lewat bencana alam, penyakit, teroris dan lain sebagainya.
Iblis juga mau membunuh masa depan kita lewat pencobaan-pencobaan yang kian berat bahkan mustahil. Sehingga banyak orang Kristen yang stress, jadi penyakit dan menyebabkan kematian tubuh. Sekarang ini di mana-mana bahaya ini mengancam, kecelakaan, mara bahaya, aksi teror, dan sebagainya.
Iblis mau membunuh secara jasmani dan terlebih secara rohani. Biar tubuh jasmani sehat walafiat kalau rohani sudah mati, buat apa! Kaya, punya pendidikan, punya kedudukan, tetapi rohani mati maka dia menuju kematian kekal di neraka. Setan mau membunuh secara rohani yaitu mau membunuh karakter kita lewat gosip-gosip, lewat fitnah. Orang tidak percaya kita karena gosip, karena fitnah, sampai nama baik kita dicemari. Kalau kita bereaksi, kita marah, mau menyelesaikan dengan cara kita, itu berarti rohani kita mati. Jadi lebih baik diam saja. Lebih baik nama baik kita tercemar di hadapan manusia, tetapi di hadapan Tuhan nama baik kita tidak tercemar. Di hadapan Tuhan kita orang benar dan suci. Kalau manusia cap kita jahat terserah mereka yang penting bukan Tuhan yang cap kita jahat. Kalau Tuhan yang cap kita jahat, nanti diusir Tuhan seperti dalam Matius pasal 7.
Juga setan mau membunuh rohani kita lewat dosa-dosa sampai puncaknya dosa, makan minum, kawin mengawinkan. Juga menghadapi ajaran palsu, itu semua cara setan mau membunuh rohani kita. Kalau rohani sudah mati, tidak ada lagi rasa di hati, tidak ada lagi gairah untuk melayani Tuhan. Tidak ada lagi semangat untuk hidup benar dan suci. Biar sudah ditegur, dinasihati, dia tidak mau lagi. Dan kalau tidak ditolong, menuju kematian kedua itulah neraka.
Jadi kalau kita jatuh dalam dosa atau kena angin pengajaran palsu, itu berarti rohani kita sedang dibunuh oleh Herodes, oleh setan. Lalu bagaimana cara menghadapinya? Cara menghadapi kematian rohani adalah lewat mimpi. Jadi masalah pergumulan apapun yang kita hadapi, solusinya hanya satu, mimpi.
Ayub 33:14-15
33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,
Jadi cara menghadapi setan yang membunuh rohani kita adalah lewat pembukaan rahasia Firman atau Firman pengajaran yang benar dan murni. Supaya kita bisa menerimanya harus tidur. Orang bermimpi saat tidur, tidur artinya penyerahan diri sepenuh. Pembukaan rahasia Firman itu hanya bisa kita terima kalau kita mau menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan. Selama kita masih mengandalkan logika kita, tidak bisa menerima Firman. Waktu masih mempertahankan perasaan daging kita, tidak bisa menerima Firman. Hanya ketika kita menyerah sepenuh kepada Tuhan maka Firman itu bisa kita terima. Kadang yang menjadi kendala adalah perasaan daging kita. Firman datang malah diterima dengan perasaan daging, terlalu keras, terlalu tajam. Sebenarnya hatinya yang terlalu! Sudah mau ditolong Tuhan tetapi dia tidak mau terima, malah menolak.
Penyerahan diri sepenuh kepada Yesus seperti bayi yang baru lahir, tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau tidak ada mimpi, mati bayi Yesus. Kalau tidak ada pembukaan rahasia Firman, matilah kita. Seperti bayi yang menyerah sepenuh, mau dibolak balik bayi itu pasrah saja. Itulah bayi, biar kita serahkan diri supaya dibersihkan disucikan dari segala kotoran. Kalau kita menolak Firman berarti kita bayi yang tidak berdaya menghadapi setan. Langsung habis dibunuh! Tetapi kalau kita menerima Firman, kita seperti bayi yang dibersihkan.
Kalau kita disucikan, Firman melindungi kita. Sejauh mana kita disucikan, sejauh itu kita yang tidak berdaya ini dilindungi oleh Tuhan. Bahkan Firman itu memberikan jalan keluar dari segala masalah yang kita hadapi. Setan menyerang terus, Firman tunjukan jalan keluar kepada kita. Ada serangan dari sana, Firman Tuhan tunjukan jalan keluar di sini, jadi setan tidak pernah bisa menjangkau kita. Dosa-dosa, ajaran palsu tidak bisa mematikan rohani kita karena Firman terus memberi jalan keluar kepada kita.
Kita lihat jalan keluar lewat mimpi kepada Yusuf dan Maria. Tadi mereka dari Betlehem disuruh menyingkir ke Mesir. Mesir itu daerah asing. Mereka dari Betlehem lalu harus pergi ke daerah asing dan berjalan malam itu juga. Harus tinggalkan zona nyamannya untuk pergi ke Mesir, daerah asing bagi mereka dan dalam suasana malam. Apa maksudnya ini? Jalan keluar dari Firman adalah masuk pengalaman salib bersama Yesus yang tidak enak bagi daging.
Ibu habis melahirkan supaya nyaman, dia harus istirahat. Dibuatkan bubur panas, dibikinkan sup kaki babi dan dia harus istirahat supaya tidak bantahan. Ini Maria disuruh jalan membawa bayi yang baru lahir, malam-malam lagi! Ini menunjukan pengalaman salib bersama Yesus.
Jadi kalau kita sudah menerima Firman pengajaran, kita menerima Firman pengajaran, kita mau disucikan, lalu diperhadapkan pengalaman salib, itu sudah betul! Kita sedang dihindarkan oleh Tuhan dari jangkauan setan. Setan tidak bisa menjamah kita kalau berjalan di jalan salib. Kenapa saya digembalakan dalam pengajaran, saya menderita, saya diolok, saya dihina, saya difitnah, musibah demi musibah datang? Itu sudah betul, sudah berjalan di jalan salib. Setan tidak bisa menjamah kita lewat ajaran palsu, dosa tidak bisa menjamah kita.
Apa praktek pengalaman salib bersama Yesus atau jalan salib bersama Yesus?
Yohanes 10:9-10
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Setan mau membunuh kita, Yesus kasih solusi ‘Akulah pintu yang sempit’. Masuk pintu yang sempit supaya kita bebas dari setan. Jadi jalan salib adalah masuk pintu yang sempit untuk menemukan padang rumput, artinya tergembala dengan benar dan baik. Sebagai gembala praktekan dulu baru ajarkan jemaat untuk bisa masuk jalan salib. Kalau gembala santai-santai, malas melayani, tidak bisa mengajarkan kepada jemaat. Sekalipun memang ada alasan untuk tidak melayani, mau istirahat dulu karena sangat capek, gantikan dulu, tetapi harus melayani Tuhan, masuk melalui pintu yang sempit, masuk di dalam penggembalaan.
Tugas gembala memberikan makanan Firman bagi domba-domba. Tugas domba makan Firman. Gembala yang menyingkir dari setan, dia bisa menunaikan tugasnya dengan setia yaitu memberi makan sidang jemaat. Jadi kalau bapak ibu lihat gembala itu setia memberi makan sidang jemaat, itu gembala yang jauh dari setan. Jadi jemaat tidak ragu, ini gembala saya jauh dari setan, dia menyingkir. Tetapi kalau gembala santai-santai, malas khotbah, bosan khotbah, dia tidak jauh dari setan, dia dekat dengan setan, kasihan jemaat!
Jemaat yang mau menyingkir adalah jemaat yang mau makan Firman. Gembala tekun memberi makan, jemaat tekun makan, sehingga isi perut kita adalah Firman, bukan dosa di situ, bukan keinginan jahat dan keinginan najis! Gembala tekun memberi makan, yang ada di dalam hatinya adalah Firman. Jemaat tekun makan, yang ada di dalam hatinya adalah Firman.
Yehezkiel 2:8-10; 3:1-3
2:8 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu."
2:9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab,
2:10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.
2:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel."
2:2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.
2:3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
Dalam perut hati harus ada Firman, jangan ada yang jahat dan najis di hati! Sebelum diajarkan, Firman harus dipraktekan, berarti perut hati hamba Tuhan ada Firman. Dia praktekan dulu baru ajarkan, sehingga jemaat juga bisa makan, Firman itu masuk di perut hati. Kalau perut hati kosong dari Firman, maka ajaran palsu bisa masuk karena motivasi pelayanan adalah kepentingan perut.
Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Kalau tidak ada isi Firman dalam perut kita maka pelayanan hanya untuk perut, untuk kepentingan jasmani. Maka mudah sekali ajaran palsu masuk, mudah dosa masuk karena perut kosong. Sama seperti kita, kalau perut kosong, angin yang masuk. Begitu juga yang rohani, perut kosong dari Firman, angin pengajaran palsu masuk, dosa masuk!
Sekali lagi, isilah perut hati kita dengan Firman pengajaran yang sehat yang sudah kita terima dari pendahulu. Apalagi kami gembala, kalau mau membagikan Firman harus Firman yang sudah diterima dari perndahulu, jangan makanan asing, sehingga jemaat bisa meneladani. Kita lihat rasul Paulus menjadi teladan bagi Timotius. Timotius generasi penerus, Paulus pendahulunya. Sekarang kita ambil bagi diri kita, para pendahulu sudah memberitakan Firman pengajaran yang benar kepada kita, kita tinggal meneladani, itu orang makan.
II Timotius 3:10
3:10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
Kalau kita bisa makan Firman yang diterima dari pendahulu maka tahbisan kita pasti benar, motivasi pelayanan bukan yang jasmani. Karena kita sudah menuruti ajaran dari pendahulu. Kita sudah makan, tahbisan pasti benar.
Kita akan menghadapi ibadah persekutuan, makan dulu Firman yang sudah kita terima dari pendahulu. Itu yang saya teruskan, bukan ajaran yang lain. Kita semua mau makan maka tahbisan pelayanan kita pasti benar, kita bisa menyingkir dari setan, dari antikristus.
Waktu saya ditahbiskan di Diora saya ingat pemberitaan Firman menekankan penerus jangan membuat jalur baru dari jalur yang diwariskan pendahulu. Kita tinggal menerima dari pendahulu. Misalnya Yohanes pasal 15 terkena tongkat Harun, itu sudah kita terima dari pendahulu, kenapa mau kita rombak lagi! Doakan saya sebagai penerus jangan membuat jalur baru, supaya kita sama-sama aman dari setan, kita bisa berjalan ke Yerusalem Baru, jalan tanpa Herodes, tanpa setan. Makanya hindari suara-suara asing supaya jangan kita membuat jalan baru. Makanan sehat yang kita terima dari Tuhan, itu saja yang kita makan, jangan lirik yang lain!
Yohanes 10:3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Jangan pindah tangan, seperti bayi Yesus tetap di tangan ibuNya sampai dewasa. Ibu itu bicara gembala. Begitu juga kita, tetapi dalam penggembalaan yang benar sampai rohani kita dewasa.
Sekarang kita tidak berdaya menghadapi kebencian-kebencian ini. Kalau tidak berdaya makan Firman supaya kita kuat. Bayi kalau makan dia tenang, kenyang. Kalau belum makan, dia rewel, ramai, ribut terus! Tetapi kalau sudah dikasih asi, dia tenang, kenyang. Begitu juga orang makan Firman, tenang, kenyang. Tidak akan gelisah menghadapi keadaan dunia akhir zaman. Dia alami kepuasan sorga, tidak akan mencari kepuasan di dunia, apalagi kepuasan lewat berbuat dosa. Dalam penggembalaan kita aman. Sudah dipeluk ibu, didekap, diberi asi. Tenang, kenyang, puas, rohani kita bertumbuh dewasa.
Tanda dewasa rohani:
Ibrani 5:11-14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Kalau sudah dewasa tandanya tahu membedakan mana yang benar mana yang salah. Dalam pengajaran tahu membedakan, ini salah jauhi, ini yang benar pegang teguh. Tahu membedakan mana hamba Tuhan yang benar tahbisannya mana tidak. Orang yang tahu membedakan ada urapan Roh Kudus. Sangking kuatnya urapan, cuma berpapasan saja sudah tahu merasakan orang ini tidak benar. Lihat saja dari penampilan, dengar saja tutur katanya sudah tahu ini tidak benar. Ini orang rohani yang dewasa, bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah, sehingga bisa tegas berpegang pada yang benar, tegas menolak yang salah.
Kalau sudah bisa membedakan mana benar, mana salah maka ibadah kita adalah ibadah yang sejati, ibadah yang diterima oleh Tuhan. Kalau pukul rata sama saja semua, ibadahnya tidak Tuhan terima. Itu roh Moab! Moab mengatakan semua sama saja, Tuhan bilang ibadahnya tidak berhasil. Biarpun dia giat beribadah, ibadahnya tidak Tuhan terima. Tetapi kalau bisa membedakan maka ibadah kita adalah ibadah yang sejati.
Roma 12:1-2
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Mari bapak ibu kekasih dalam Tuhan, makanlah Firman pengajaran yang sudah kita terima dari pendahulu. Doakan supaya saya bisa menyediakan makanan yang sehat setiap kita beribadah melayani Tuhan. Tenang puasnya sidang jemaat itu tanggung jawab gembala, makanan apa yang disediakan. Coba kalau makanan yang tidak sehat, begitu makan sakit perut, mana mau tenang! Tetapi kalau makanan sehat, maunya tambah lagi. Enak nikmat, tenang, kenyang rohani bertumbuh bisa membedakan mana yang benar mana yang salah. Waktu Yesus datang kita siap menjadi Mempelai WanitaNya. Hanya orang dewasa yang boleh menikah, orang tidak dewasa tidak boleh menikah. Bayi Yesus tersingkir, bayi lainnya kena pedang Herodes. Yang makan Firman tersingkir, yang tidak makan kena pedang antikristus. Tinggal pilih, kita mau makan Firman, tenang, kenyang, bertumbuh sampai dewasa, tersingkir dari antikristus. Kalau tidak mau makan siap menghadapi pedang antikristus.
Tuhan tolong kita sekalian. Kita merindu disingkirkan, luput dari pedang antikristus. Tidak bisa dijamah, dilihatpun tidak!
Wahyu 12:14 (Terjemahan Lama)
12:14 Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.
Betul-betul kita terlindungi, orang yang makan Firman terlindungi, dia ada di dalam naungan sayap Tuhan.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar